Tampilkan postingan dengan label Konsultan Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultan Rumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Februari 2008

Kiat Hemat dalam Membangun & Merenovasi Rumah

Membangun & Merenovasi Rumah

Bagaimana mungkin fee desain arsitek yg bikin mahal biaya bangunan rumah anda ?

Fee Desain Prarencana Arsitek hanya 0,7 s/d 2,8% dari seluruh biaya membangun rumah, yaa…., kembali hanya 0,7 s/d 2,8% (tergantung scope pekerjaan) dari semua pengeluaran belanja bahan bangunan dan bayar tukang / buruh bangunan.

Ya, kadang Fee Arsitek malah lebih murah dari harga WC yang anda beli. Hahahaha…. jadi bagaimana mungkin ada pendapat yang mengatakan mau ’ngirit’ biaya membangun dengan tidak menggunakan jasa Arsitek. Ini berarti dia hanya bisa ’ngirit’ 2,8%, padahal dari yang 97,2% biaya bangunan lainnya potensi akan terjadi banyak sekali kesalahan sangat tinggi; tiap kesalahan berarti pengeluaran uang tanpa guna.

Beberapa kesalahan yang bisa timbul bila anda membangun dan merenovasi bangunan tanpa menggunakan jasa Arsitek :

- Kesalahan pada bentuk bangunan arah dan tata-letak massa bangunan.
- Kesalahan tata letak ruangan dalam bangunan
- Kesalahan ukuran dan orientasi ruangan
- Kesalahan perletakan pintu jendela dan bentuk pintu jendela
- Kesalahan proporsi tinggi bangunan
- Kesalahan pemilihan dan ukuran atau campuran bahan bangunan
- Kesalahan konsep dan type bangunan
- Kesalahan cita-rasa dan gaya bangunan, dll dll.

Hal di atas akan berdampak sangat merugikan disisi anda. yah, tanpa sadar akan banyak sekali pengeluaran yang menggerogoti dompet anda. Ya, tanpa sadar karena tak terhitung, sulit dihitung, dan sudah tidak bisa dihitung lagi, sering malah sudah malas dihitung lagi karena sudah kadung terlanjur, dan juga karena kesibukan di’cecer’ permintaan, pendapat dan saran pemborong / mandor / tukang yang jalan keluarnya anda sendiri tidak tahu, hingga akhirnya yang terpikir hanya ’asal jadi saja bangunannya’.

Penyesalan memang, tapi sudah tidak dapat diputar balik kembali. Ibarat semen kalau sudah ketemu air, tidak lagi dapat kembali menjadi uang ehh semen, paling bisa jadi puing, ha, ha, ha. Demikianlah kita sering melihat dalam pembangunan rumah, banyak dinding harus dibongkar karena ternyata ruangannya terlalu sempit, terlalu gelap dll.

Ketidak-puasan akan terasa begitu pasangan bata sudah naik setinggi plafon, mulailah ketegangan terjadi, mulailah perintah bongkar sana, bongkar sini terjadi. Tuntutan balik dari pemborong / mandor / tukang pun mulai muncul untuk tambahan pembayaran dll. Belum lagi batu bata dan semen yang terpaksa menjadi puing. Jadi kalau sudah begini, Rumah Idaman sudah menjadi rumah ”asal jadi ”.


Jadi kalau mau ’ngirit’ membangun rumah, awasi yang paling potensial membawa kerugian, yaitu yang 97,2% tadi. Bagaimana caranya ? Gunakan yang 0,7 s/d 2,8% itu. Gunakan Jasa Desain Arsitek yang berpengalaman. Dengan Gambar Desain Arsitek yang berpengalaman, kesalahan-kesalahan sewaktu pembangunan dapat dihilangkan, kesalahan-kesalahan beli bahan bangunan dapat ditiadakan. Dalam Gambar Lengkap Arsitektur semua detail sudah diselesaikan, jadi Pemborong / Mandor / Tukang tidak banyak merepotkan anda.

Jadi, mulai sekarang ada pilihan, uang anda mau jadi puing atau mau jadi rumah yang dapat dibanggakan pada semua orang, bahkan bisa muncul di majalah-majalah.

Nb. Arsitek yang berpengalaman adalah Arsitek yang berpengalaman di semua lini pekerjaan, pengalaman dalam Konsep Desain, pengalaman dalam Pengembangan Desain, pengalaman dalam Gambar Kerja, pengalaman dalam Pengawasan. Lihat CV nya, lihat pengalaman kerjanya di Konsultan yang terkenal reputasinya, lihat contoh gambar hasil desainnya.

Semoga Bermanfaat.

sumber: perspektif-magazine



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 08 Februari 2008

Interior Kantor yang Tidak Rumit

Interior Kantor yang Tidak Rumit

Jasa Arsitek Bangun Rumah


TEMPAT untuk bekerja bisa di mana saja. Rumah, kantor, di jalan, atau tempat khusus yang menyenangkan. Tuntutan di tempat kerja kini tidak serumit dulu dan tak lagi mutlak membutuhkan tempat luas. Pada ruang yang terbatas ini Anda bisa berkreasi karena perkembangan teknologi memungkinkannya.

Berbagai macam cara diusahakan produsen untuk memenuhi suasana kantor yang "clean", mulai dari kursi, meja, tempat penyimpanan, sampai penyekat ruang yang kini lebih disederhanakan menjadi bentuk workstation.

Workstation sebagai penunjang kerja juga merefleksikan perubahan cara kerja dewasa ini. Meja lepas yang dulu dianggap sebagai wilayah pribadi telah digantikan oleh workstation. Penyekat ruang ini dikenal dalam dua sistem, yaitu panel system berupa panel yang lepas, berdiri sendiri, serta desking system, panel yang mempunyai ikatan hubungan langsung dengan meja. Tingginya pun bervariasi, ada yang sejajar penglihatan (eye level) dan lebih tinggi lagi. Untuk interior bergaya terbuka (open space office), panel penyekat seperti ini dibutuhkan sebagai pengganti dinding masif.

Dewasa ini mulai dikenal pula istilah free desk system, suatu sistem meja lepas yang bebas digunakan siapa saja dan sudah dilengkapi dengan sistem plug & play. Ini memungkinkan meja tersebut dapat digunakan saat diperlukan dan tetap terkoneksi dengan jaringan kantor maupun Internet, tempat yang tepat untuk berkolaborasi, beramah tamah, serta "bertemu".

Kertas yang biasanya berserakan di atas meja tersimpan lebih rapi pada kontainer yang didesain sedemikian rupa. Bahkan, ada kontainer multifungsi yang dirancang menyatu dengan meja komputer. All in one, ada scanner, mesin faksimile, fotokopi, printer, dan komputer yang didesain dalam satu unit. Berkas penting dalam pedestal kini lebih banyak disimpan dalam bentuk file elektronik sehingga lebih efisien dan praktis karena tidak menghabiskan tempat.


KANTOR yang menyenangkan adalah tempat yang tidak membosankan dan dapat membangkitkan gairah kerja. Pelengkap interior ataupun peralatan kerja sebaiknya dipilih yang ramah lingkungan, nontoxic, dan mudah dibongkar pasang. Namun, bagaimanapun ini tetap tergantung cara kerja orang di dalamnya. Sebagai rumah kedua bagi pekerja, penataan interior ideal adalah yang sesuai dengan kebutuhan kerja tanpa melupakan aspek-aspek privasi, komunikasi, hierarki, desain, alur kerja, dan efisiensi.

Untuk memberikan kesan pertama yang membekas kepada klien, pada umumnya sebuah kantor dan perusahaan kreatif dalam desain berusaha menata kantornya sedemikian rupa. Hal ini dilakukan agar klien dapat membaca karya, citra, serta warna perusahaannya. Ini akan tercermin dalam pemilihan materi dan warna pada fisik interior, selain pencahayaan juga merupakan unsur krusial yang perlu dipertimbangkan.

Secara fisik, interior kantor masa kini lebih dibutuhkan yang bersuasana terbuka dan akrab. Penerapan warna dan cahaya yang tepat dapat menghilangkan sudut-sudut gelap yang ada. Dinding masif dapat dikurangi dengan cara menempatkan kaca transparan di beberapa sisi ruang sehingga kesannya luas dan terbuka. Bisa juga diadakan ruang transisi multifungsi terbuka antara satu lantai dan lantai lainnya maupun antara area kerja sehingga memungkinkan terjadinya interaksi maksimal.

Setiap orang membutuhkan suasana tertentu agar dapat melahirkan ide-ide baru. Ada yang butuh suasana rumah, ada yang perlu suara musik, bahkan ada orang yang justru bisa mencetuskan ide baru dan segar sambil berdiri ketimbang dalam posisi duduk selama berjam-jam.

Untuk menghilangkan rasa penat karena duduk lama di kursi kerja, biasanya orang akan berdiri meluruskan tubuh. Hal ini menjadi perhatian para desainer produk sehingga tercipta perangkat meja kerja untuk berdiri atau tanpa kursi yang juga dapat diatur tinggi rendahnya dengan kekuatan mekanik.

Aktivitas diskusi sambil berdiri bisa dilakukan di sekitar meja yang didesain lengkap dengan plug & play untuk komputer. Konon, bekerja sambil berdiri lebih sehat karena peredaran darah lebih lancar. Tentu saja ini semua tergantung dengan jenis pekerjaan yang ditekuni seseorang. Maka, muncullah di pasaran desain meja kerja untuk posisi berdiri. Bentuk permukaan meja pun tidak lagi geometris, tetapi lebih dinamis, tak beraturan mengikuti bentuk tubuh orang yang berdiri di hadapannya.

Perangkat yang efisien dan praktis untuk sebuah kantor bergaya landscape membuat banyak perangkat interior kantor yang didesain mobile dengan roda. Mulai dari kursi, meja, tempat penyimpanan, bahkan pantry pun dibuat praktis dengan roda sehingga bisa digeser dan dibawa ke mana saja. Lokasinya pun tidak lagi memerlukan ruang khusus karena mebel itu bisa diletakkan di satu sudut area hingga lebih efisien dalam penggunaan ruangnya.

Ruang penerima tamu sekarang ini juga didesain agar lebih representatif, fungsional, rapi, hangat, komunikatif, dan dapat membuat tamu merasa nyaman selama menunggu. Pada daerah ini bisa disediakan bahan bacaan. Untuk mengingatkan tamu pada citra perusahaan, bisa dipasang logo perusahaan di dinding ruang. Area bagi resepsionis pun bisa dimanfaatkan untuk menunjukkan citra perusahaan.

Mebel untuk ruang tunggu (lounge room furniture) sebaiknya dipilih yang nyaman. Ruang ini bisa didesain bagai ruang tamu di rumah. Semua fasilitas yang tersedia dimaksudkan untuk kenyamanan tamu saat harus menunggu. Bila memungkinkan, letakkan pula meja khusus agar tamu bisa bekerja dengan laptopnya. Buat tatanan interior yang dalam waktu singkat bisa mencerminkan citra perusahaan tanpa tamu harus melihat ke bagian dalam kantor.

Bagaimana dengan bentuk kantor di rumah (home office)? Sebagian orang lebih menyukai bekerja di rumah dengan alasan tertentu berkaitan dengan dana, kepraktisan, sampai urusan anak. Apa pun alasannya, ada baiknya bila ruang kerja di rumah terpisah dengan ruang kegiatan keluarga.

Dengan demikian, Anda tetap bisa berkonsentrasi pada pekerjaan saat diperlukan. Ruang ini harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, tidak panas, dan cukup pencahayaan. Sebaiknya tempatkan pula tanaman hias, rangkaian bunga segar, atau elemen dekoratif lainnya sebagai penunjang estetika ruang. Ini akan membuat suasana kantor Anda lebih segar dan nyaman. *

Yanthi S Sulistiono Konsultan Desain dan Produk Interior

Jasa Arsitek Bangun Rumah


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Desain Apik Rumah Tumbuh

Desain Apik Rumah Tumbuh

Arsitek Desain Rumah

PEMBANGUNAN bertahap sesuai kemampuan pemilik rumah dapat mewujudkan impian memiliki rumah idaman. Lantas, bagaimana cara merancangnya?

Dana maupun luas lahan yang terbatas tidak perlu menjadi kendala bagi Anda untuk membangun rumah ideal sesuai impian. Karena kini rumah tumbuh dapat menjadi solusi praktisnya. Tren rumah tumbuh kini berjangkit pada pasangan muda yang tinggal dan menetap di kota-kota besar di Indonesia. Karena umumnya dengan dana yang terbatas, banyak pasangan harus berpikir ulang bila ingin kembali membangun rumah mereka.

Tak perlu bingung karena saat ini telah ada salah satu cara untuk mewujudkan impian tersebut, yakni dengan merancang konsep rumah tumbuh. Sesuai dengan namanya, rumah tumbuh adalah rumah yang pembangunannya bertahap. Tentu saja ini tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan sang pemilik rumah.

Hal ini seperti diutarakan oleh Imam Rasyidi dari PT Rumah Idaman Indonesia (RII) yang bergerak di bidang jasa kontraktor. "Umumnya, rumah tumbuh menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membangun rumah, namun memiliki keterbatasan biaya dan kebutuhan. Dengan demikian, penambahan ruang per ruang akan hadir maksimal sesuai keinginan sang pemilik rumah," ucapnya.

Umumnya, konsep rumah tumbuh terbagi menjadi dua, yakni vertikal dan horizontal. Konsep rumah tumbuh horizontal memiliki pengembangan yang lebih mudah. Hal ini disebabkan dengan pemilikan lahan yang luas, Anda tak masalah bila harus mengembangkan ke samping atau melebar. Namun, persoalannya kini di kota-kota besar seperti Jakarta, untuk mendapatkan tanah yang luas tentu saja bukan urusan mudah. Kalaupun menemukannya, pasti dengan banderol harga yang mahal dan akan menguras "isi kantong".

Makanya, tren di kota-kota besar, rumah kebanyakan tumbuh secara vertikal. Lantas, apa yang harus Anda persiapkan dengan konsep rumah tumbuh secara vertikal? "Yang menjadi syarat utama adalah fondasi rumah harus kokoh. Ini syarat mutlak bila ingin membangun rumah tumbuh," tutur pria yang berkarier menjadi kontraktor sejak 7 tahun belakangan ini.

Di sini, dibutuhkan fondasi dan struktur yang kuat. Hal ini berdasarkan pada mahalnya budget yang dibutuhkan untuk membangun sebuah dak. "Namun, bila memiliki keterbatasan biaya hingga tidak bisa menambah struktur ke atas, dapat pula melakukan penambahan lantai mezanin," imbuh arsitek dan interior desainer yang juga merangkap sebagai konsultan, I Oetomo Aryobimo Dipl Arch Int.

Arsitek Desain Rumah

sindo//tty) okezone


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 04 Februari 2008

Bersantai di Lantai Atas

Bersantai di Lantai Atas
Agustus 31, 2007

Jika anda mempunyai ruang lebih di lantai atas, jangan dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Anda dapat melirik salah satu cara untuk memanfaatkannya secara optimal.

Buatlah teras rumah di lantai atas (balkon), selain dapat mengakomodir kebutuhan ruang yang berhubungan langsung dengan alam, teras atas juga bisa menjadi tempat sangat pribadi bagi pemilik yang ingin menikmati suasana sore hari tanpa ada gangguan dari tetangga atau pun orang yang lalu lalang di depan rumah.

Teras di lantai atas bisa terletak di depan atau di bagian belakang tergantung keinginan dan arsitektur rumah. Bila memungkinkan, teras atas yang terletak di belakang rumah akan lebih baik untuk menjaga privacy pemiliknya, Namun jika harus terletak di depan rumah pun, tak jadi masalah asalkan pemilik kreatif membuat suasana teras atas menjadi asri.

Idealnya, kata konsultan rumah, Taka Wong, teras di lantai atas memiliki tempat duduk meja kecil dan pagar pembatas yang disesuaikan dengan arsitektur rumah.

Teras yang terletak di depan misalnya, di bagian samping bisa ditanami tumbuhan peneduh yang merambat. Ini dapat digunakan untuk meminimalisir matahari yang masuk secara langsung. Jika pemilik ingin nuansa alam di terasnya, gunakan papan kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar 20 sentimeter yang padat dan bertekstur lembut. Sekelilingnya padat ditanami bunga-bunga kecil dan berdaun banyak dan juga palem yang tahan sinar matahari langsung. Disarankan tanaman di teras atas menggunakan pot, sehingga mudah dirawat dan dapat dipindahkan terlebih dahulu ketika hendak disiram.

Sementara untuk kursi, dapat dipilih kursi kayu yang memiliki sandaran sedikit melengkung, sehingga orang yang duduk dapat sedikit santai. Meja bundar kayu, dikelilingi empat kursi yang cukup untuk satu keluarga.

Yang terpenting dari teras di lantai atas adalah struktur atap di atasnya. Disarankan jika terasnya memiliki ukuran yang sempit maka atap harus menutupi semua ruang teras di bawahnya. Ini berguna agar pemilik masih bisa menikmati suasana teras meskipun hujan turun. Sementara jika terasnya luas, maka atapnya bisa hanya setengah dari teras tersebut. Dengan begitu pemilik dapat menikmati suasananya di saat hari cerah maupun hujan.

Bahan atapnya pun bervariasi sesuai keinginan pemilik, bisa menggunakan fiber atau genting. Fiber yang transparan bisa membuat teras di bawahnya menjadi terang, sementara genting bisa membuat teduh. Fiber juga bisa menjadi teduh jika pada teras itu terdapat tanaman merambat yang bisa tumbuh di bawah fiber. Dengan begitu ada kesan alami dari masuknya matahari yang tertangkap dahulu oleh tanaman.

Jika atap teras menggunakan kayu, Taka menyarankan agar bentuk kuda-kuda atap berbentuk kerucut dan sedikit landai. Ini berguna untuk menahan air hujan yang turun tidak jatuh secara frontal, dan tidak membasahi pinggiran teras.

Jika melihat kecenderungan rumah diperkotaan, teras lantai atas yang sempit sering digunakan untuk ruang menjemur pakaian dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan terkadang teras dilindungi pagar besi yang rapat, hingga berkesan seperti rumah penjara. Untuk itu mulai sekarang cobalah merubah teras yang terabaikan di rumah Anda menjadi ruang pribadi untuk keluarga berkumpul. Meski hanya diisi oleh dua pot bunga dan dua kursi, itu cukup untuk bersantai dan melepas lelah sehabis bekerja, atau mengo-brol santai dengan keluarga. batubata.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 23 Januari 2008

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

MINIMALIS, Penggunaan aksen garis banyak ditemui pada rumah berdesain modern minimalis. Penggunaan pola garis baik horizontal maupun vertikal dapat menciptakan nuansa tersendiri pada hunian.

UNTUK mendesain rumah gaya minimalis tetap bernuansa seni dan tak membosankan, ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain penggunaan elemen furnitur yang sesuai dengan tema ruangan, pemilihan elemen dekoratif yang tepat juga mampu menghadirkan kenyamanan.

Menurut Lola N Madjid, arsitek dan desain interior dari Wiradi Consultant, perkembangan arsitektur dan interior bangunan belakangan ini lebih banyak didominasi jenis rumah dengan desain minimalis modern.Kenyataan ini tak bisa dihindari karena luas lahan di kota-kota besar yang semakin terbatas. ”Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, desain rumah minimalis merupakan salah satu solusi,” ungkap Lola saat ditemui SINDO di Gedung Jakarta Design Centre, beberapa waktu lalu.

Membangun rumah dengan luas terbatas memang jauh lebih susah. Pasalnya dengan luas terbatas,kebutuhan akan hunian dan fungsi setiap ruangan harus tetap terakomodasi.Tak hanya dari sisi kebutuhan ruangan, penempatan furnitur juga harus lebih memperhatikan aspek estetika dalam ruangan. Bahkan, kita juga harus tetap memperhatikan dari aspek desain eksterior.

Berbeda dengan rumah dengan desain bergaya klasik modern atau tradisional yang lebih bisa diaplikasikan banyak detail dan ornamen, rumah dengan desain minimalis justru sebaliknya. Untuk itu, rumah minimalis disarankan tidak terlalu banyak ornamen dalam desainnya.Jika dilakukan, ini akan dapat mengaburkan kesan minimalis yang bercirikan sederhana dan efisien pada material pendukung. Lalu bagaimana jika ingin menghadirkan nuansa rumah dengan gaya minimalis tapi tetap menarik?

Kini bagi Anda yang akan membangun rumah dengan desain minimalis, ada cara baru untuk menghadirkan kesan artistik pada eksterior bangunan. Aplikasi garis vertikal maupun horizontal ternyata dapat menghadirkan suasana ruangan yang lebih artistik. Garis vertikal dan horizontal ini bisa diaplikasikan pada beberapa bagian di rumah. Mulai dari bagian depan dinding rumah, sampai dengan bagian lain seperti dua tiang bagian depan dan tembok pembatas taman.

Rumah dengan aksen garis vertikal maupun horizontal biasanya dibangun di atas tanah dengan luas terbatas. Bukan hanya itu, rumah dengan aksen garis-garis vertikal dan horizontal ini biasanya lebih banyak menggunakan material yang berasal dari batu-batuan atau semen dan pasir. Keberadaan ornamen dengan bentuk vertikal maupun horizontal ini dapat memberikan kesan tinggi dan lapang pada rumah-rumah dengan luas terbatas. Rumah dengan luas lebih kurang 100–150 meter persegi akan terkesan lapang dengan aplikasi garis horizontal pada pagar bagian depannya.

Penggunaan garis horizontal atau vertikal juga berfungsi untuk memberikan kesan tinggi.Permainan garis horizontal yang didesain dari material semen pada pintu masuk menjadikan rumah terlihat lebih tinggi.

Kombinasikan dengan Tanaman

BATU, rumah yang menggunakan aksen garis biasanya menggunakan material berupa batu, semen, atau pasir.

KEBERADAAN rumah dengan aksen garis vertikal ataupun horizontal terkadang terkesan kaku.Karena itu,untuk mengurangi kesan kaku dan formal, kombinasi tanaman pada sekitar bangunan yang mengekspos garis vertikal dan horizontal ini justru disarankan oleh sejumlah desain interior dan arsitek.

Menurut arsitek dari Lingga Jaya Utama Konsultan, Aris Purwanto, keberadaan rumah dengan desain yang mengaplikasikan aksen vertikal dan horizontal pada bangunan memang terbilang unik. Tak sekadar mendesain rumah, garis vertikal dan horizontal yang biasanya diaplikasikan pada bangunan seperti dinding dan taman di rumah dengan desain gaya minimalis ini harus tetap memperhatikan unsur estetika rumah secara keseluruhan.

Sebab itu, penambahan tanaman dengan warna-warna segar akan dapat menetralkan suasana rumah. Penempatan tanaman yang mampu memberi kesan nyaman dan santai diharapkan dapat menambah kesegaran suasana di rumah. Karena itu, penempatan tanaman di sekitar bangunan bisa menetralisasi unsur batu dan semen yang terkesan kaku.

Beberapa jenis tanaman yang dapat diaplikasikan di sekitar dinding rumah yang mengusung aksen vertikal dan horizontal ini sebagian besar merupakan tanaman dengan jenis daun berwarna hijau. Baik tanaman dengan daun berwarna hijau muda atau hijau kekuningan. Sementara itu, penempatan beberapa pot dengan jenis tanaman seperti aglonema dan tanaman keladi dengan daun lebar juga cocok diaplikasikan pada dinding pagar dengan aksen garis vertikal.

Dengan menempatkan tanaman ini, kesan kontras justru dapat menghadirkan suasana homy dan menyegarkan. Tak hanya tanaman dengan daun lebar, tanaman seperti alang-alang yang memiliki daun menjulang juga sesuai ditempatkan di dinding bagian depan rumah yang menggunakan aksen vertikal dan horizontal. Bahkan, jika ingin menggabungkan tanaman ini dengan tanaman berwarna cerah masih tetap sesuai.

Beberapa jenis tanaman seperti bougenvile dan tanaman jenis paku dapat ditempatkan pada rumah yang mengusung gaya desain minimalis modern. Selain bisa diterapkan pada bagian dinding, aksen vertikal dan horizontal dapat juga diterapkan pada desain taman. Garis horizontal yang sengaja didesain di taman ternyata juga mampu menghilangkan kesan membosankan di area taman. ”Meski rumah minimalis memiliki luas tanah terbatas, dengan sentuhan desain yang kontras melalui tanaman, rumah menjadi semakin menarik dan segar,” kata Lola.

EGIDIA SAWITRI, Kurangi Kesan Kaku

SEBAGAI keluarga muda,Egidia Sawitri lebih menyukai desain rumah bergaya modern minimalis. Selain lebih praktis, rumah berdesain minimalis sudah cukup mengakomodasi kebutuhan akan rumah tinggal untuk keluarga kecilnya.

Artis yang sekarang juga menjadi presenter beberapa acara di stasiun televisi swasta ini mengakui bahwa yang terpenting dari sebuah rumah adalah fungsi setiap ruangan.Kendati demikian, dia juga menyadari pentingnya menciptakan suasana rumah yang segar dan sejuk. Sebab itu,istri dari Dino Martin ini sengaja menempatkan sejumlah tanaman di rumahnya.

”Meski tidak banyak, di rumah saya juga terdapat tanaman yang mampu menyegarkan suasana,” ungkap Egidia Sawitri kepada SINDO. Bagi Egidia, keberadaan tanaman di dalam rumah ternyata juga mampu mengurangi kekakuan pada bangunan. Penempatan sejumlah tanaman dengan daun lebar sangat disukai artis yang kini juga sibuk mengurus buah cinta bersama suaminya.

Sebelumnya, rumah Egidia memang memiliki banyak tanaman pada dinding pagar depan rumah. Namun, karena lama kelamaan tanaman tersebut kurang terawat, akhirnya Egidia memutuskan untuk menghilangkannya. ”Awalnya saya senang sekali dengan tanaman yang ada di depan rumah,tapi karena tidak sempat merawatnya, akhirnya saya pangkas,” ujar Egidia.

Kini di tengah kesibukannya mengurus anak, perempuan yang mengawali debut kariernya di dunia hiburan melalui modeling ini tetap berusaha menjaga agar rumah tetap tampak segar. Salah satu caranya adalah dengan merawat tanaman-tanaman yang mampu menyejukkan rumah. (hasis purwanto) okezone



Jasa Desain Rumah
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 12 Januari 2008

Kiat dan Tips Hemat Membangun Merenovasi Rumah

Kiat Hemat dalam Membangun & Merenovasi Rumah


Bagaimana mungkin fee desain arsitek yg bikin mahal biaya bangunan rumah anda ?

Fee Desain Prarencana Arsitek hanya 0,7 s/d 2,8% dari seluruh biaya membangun rumah, yaa…., kembali hanya 0,7 s/d 2,8% (tergantung scope pekerjaan) dari semua pengeluaran belanja bahan bangunan dan bayar tukang / buruh bangunan.

Ya, kadang Fee Arsitek malah lebih murah dari harga WC yang anda beli. Hahahaha…. jadi bagaimana mungkin ada pendapat yang mengatakan mau ’ngirit’ biaya membangun dengan tidak menggunakan jasa Arsitek. Ini berarti dia hanya bisa ’ngirit’ 2,8%, padahal dari yang 97,2% biaya bangunan lainnya potensi akan terjadi banyak sekali kesalahan sangat tinggi; tiap kesalahan berarti pengeluaran uang tanpa guna.


Beberapa kesalahan yang bisa timbul bila anda membangun dan merenovasi bangunan tanpa menggunakan jasa Arsitek :

- Kesalahan pada bentuk bangunan arah dan tata-letak massa bangunan.
- Kesalahan tata letak ruangan dalam bangunan
- Kesalahan ukuran dan orientasi ruangan
- Kesalahan perletakan pintu jendela dan bentuk pintu jendela
- Kesalahan proporsi tinggi bangunan
- Kesalahan pemilihan dan ukuran atau campuran bahan bangunan
- Kesalahan konsep dan type bangunan
- Kesalahan cita-rasa dan gaya bangunan, dll dll.

Hal di atas akan berdampak sangat merugikan disisi anda. yah, tanpa sadar akan banyak sekali pengeluaran yang menggerogoti dompet anda. Ya, tanpa sadar karena tak terhitung, sulit dihitung, dan sudah tidak bisa dihitung lagi, sering malah sudah malas dihitung lagi karena sudah kadung terlanjur, dan juga karena kesibukan di’cecer’ permintaan, pendapat dan saran pemborong / mandor / tukang yang jalan keluarnya anda sendiri tidak tahu, hingga akhirnya yang terpikir hanya ’asal jadi saja bangunannya’.


Penyesalan memang, tapi sudah tidak dapat diputar balik kembali. Ibarat semen kalau sudah ketemu air, tidak lagi dapat kembali menjadi uang ehh semen, paling bisa jadi puing, ha, ha, ha. Demikianlah kita sering melihat dalam pembangunan rumah, banyak dinding harus dibongkar karena ternyata ruangannya terlalu sempit, terlalu gelap dll.

Ketidak-puasan akan terasa begitu pasangan bata sudah naik setinggi plafon, mulailah ketegangan terjadi, mulailah perintah bongkar sana, bongkar sini terjadi. Tuntutan balik dari pemborong / mandor / tukang pun mulai muncul untuk tambahan pembayaran dll. Belum lagi batu bata dan semen yang terpaksa menjadi puing. Jadi kalau sudah begini, Rumah Idaman sudah menjadi rumah ”asal jadi ”.


Jadi kalau mau ’ngirit’ membangun rumah, awasi yang paling potensial membawa kerugian, yaitu yang 97,2% tadi. Bagaimana caranya ? Gunakan yang 0,7 s/d 2,8% itu. Gunakan Jasa Desain Arsitek yang berpengalaman. Dengan Gambar Desain Arsitek yang berpengalaman, kesalahan-kesalahan sewaktu pembangunan dapat dihilangkan, kesalahan-kesalahan beli bahan bangunan dapat ditiadakan. Dalam Gambar Lengkap Arsitektur semua detail sudah diselesaikan, jadi Pemborong / Mandor / Tukang tidak banyak merepotkan anda.

Jadi, mulai sekarang ada pilihan, uang anda mau jadi puing atau mau jadi rumah yang dapat dibanggakan pada semua orang, bahkan bisa muncul di majalah-majalah.

Nb. Arsitek yang berpengalaman adalah Arsitek yang berpengalaman di semua lini pekerjaan, pengalaman dalam Konsep Desain, pengalaman dalam Pengembangan Desain, pengalaman dalam Gambar Kerja, pengalaman dalam Pengawasan. Lihat CV nya, lihat pengalaman kerjanya di Konsultan yang terkenal reputasinya, lihat contoh gambar hasil desainnya.

Semoga Bermanfaat.



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 11 Januari 2008

Optimisme Business Park

Optimisme Business Park

Jasa Arsitek Minimalis

Seiring dengan perkembangan zaman, orang menginginkan semuanya serba lebih cepat dan efisien. Inilah yang mendorong business park makin berkembang.


Tahun 2007 mendatangkan semangat dan optimisme kalangan para pelaku bisnis properti. Mereka yakin kondisi bisnis akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme tersebut dibangun di atas realitas makro ekonomi yang terjadi di akhir 2006 dan awal 2007. Di antaranya tingkat suku bunga yang semakin rendah, laju inflasi yang semakin terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang semakin mantap.

Kondisi tersebut diyakini akan berdampak positif bagi perkembangan business park (kawasan bisnis). Pelaku bisnis di bidang ini meyakini perkembangan tahun ini akan melebihi dari pencapaian tahun sebelumnya.

Salah satu pelakunya adalah PT Sanggraha Daksamitra yang mengembangkan Soewarna Business Park seluas 102 hektar di kawasan Cengkareng. Karena letaknya dekat dengan Bandara Soekarno Hatta, kawasan bisnis mendapat banyak respons dari konsumen.

Selain menyediakan ware housing (pergudangan), pengembang juga menawarkan kompleks perkantoran, kawasan industri ringan, pusat distribusi dan logistik, dan lapangan golf 18 hole (Klub Golf Cengkareng).

Senior General Manager Soewarna Business Park, Ishak Chandra, mengungkapkan, meski sempat terkena imbas kenaikan BBM pada akhir 2005, perseroan ini mencapai kinerja cukup menggembirakan hingga akhir 2006. Ini ditandai dengan occupancy rate (tingkat hunian) di kawasan Soewarna Business Park yang meningkat hingga 85 persen dari total lahan yang ditawarkan.

''Hingga saat ini, dari 80 perusahaan yang menempati komplek pergudangan dan perkantoran, 11 di antaranya merupakan bangunan dengan fasilitas built to suit,'' kata Ishak kepada wartawan.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6-7 persen pada 2007 dengan melakukan peningkatan belanja untuk sektor riil, penurunan suku bunga, pembukaan arus investasi asing sebanyak-banyaknya, dan mendorong laju pertumbuhan ekspor impor.

Menurut Ishak, optimisme ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan berbagai sektor bisnis, termasuk business park.

Bagi Soewarna Business Park, pertumbuhan ekspor dan impor tersebut semakin memperluas peluang untuk menarik berbagai perusahaan, baik yang airport business related maupun non-airport business related, melakukan investasi di kawasan bisnis ini.

Pada 2007 ini, pihaknya akan lebih memfokuskan untuk menawarkan konsep bangunan dengan fasilitas built-to-suit kepada para calon penyewa. Dengan konsep ini, konsumen bisa menentukan sendiri desain dan model bangunan yang hendak disewanya.

''Walaupun banyak pengembang yang menawarkan kawasan perkantoran dan pergudangan, kami sangat yakin, target pertumbuhan bisnis sebesar 20 persen pada tahun ini bisa kami raih. Ini karena keunikan konsep business park yang kami tawarkan,'' tutur Ishak.

Selain built-to-suit, beberapa pengembangan model bisnis lain, yang direncanakan sebelumnya, juga akan mulai diimplementasikan pada 2007. Ini untuk mengantisipasi dan menjawab kebutuhan para calon penyewa di masa mendatang.

Menurut Ishak, keberhasilan sebuah bisnis sangat tergantung dari seberapa besar bisnis tersebut mampu menjawab permasalahan yang ada. Tidak hanya permasalahan di masa sekarang namun juga lima tahun mendatang. ''Kami optimistis tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,'' terangnya.

Hal baru
Research Manager Lembaga Riset dan Konsultan Properti, Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, menilai business park masih merupakan hal baru di Jakarta. Bisnis ini muncul dan berkembang karena adanya kebutuhan dan tuntutan dari perusahaan-perusahaan asing yang melakukan aktivitas bisnisnya di Indonesia.

Karena itu, lokasi business park tidak boleh terlalu jauh dari bandara. Sebab hal itu akan sangat membantu perusahaan-perusahaan yang ada di sana. ''Saya melihat business park mulai berkembang pesat dua hingga tiga tahun terakhir ini,'' katanya.

Perkembangan ini karena tumbuhnya sektor logistik. Seiring dengan perkembangan zaman, orang menginginkan semuanya serba lebih cepat dan efisien. Dulu, orang menyimpan barang di gudang yang kosong. Sekarang, gudang dituntut lebih canggih, fleksibel, dengan kondisi yang lebih baik. ''Hal inilah yang mendorong business park makin berkembang,'' ungkap Anton.

Di luar negeri, lanjutnya, business park sering disebut sebagai science park. Sebab kawasan ini selalu dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang canggih.

Selain business park, subsektor yang termasuk properti industrial lainnya adalah manufacturing (pabrik) dan pergudangan. Manufacturing berkembang pesat pada era 1990-an. Namun, karena krisis ekonomi dan moneter, perkembangannya sekarang agak lambat.

''Permintaan untuk subsektor manufacturing saat ini rendah. Bahkan banyak yang menutup pabriknya dan pindah ke negara lain, seperti Cina dan Vietnam. Yang sedang berkembang saat ini adalah business park dan pergudangan,'' papar Anton.

Jasa Arsitek Minimalis



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 05 Januari 2008

Arsitek Interior

Arsitek Interior


Sukses Menata Rumah Mungil
melda Akmal
Mengalir dengan Dunia Menulis

Semuanya bermula pada 1996. Setelah tiga tahun bekerja, Imelda Akmal dan Sonny Sandjaya memutuskan keluar dari pekerjaan mereka di sebuah majalah. Padahal, keduanya telah berencana menikah. Keputusan yang tak urung membuat keluarganya tersentak, khawatir, dan deg-degan.

Namun, rupanya mereka berdua sudah punya rencana matang. Imelda dan Sonny akan menerbitkan sebuah buku. Imelda yang akan menulis dan Sonny menjadi fotografernya. Ternyata, ketika buku Seri Menata Rumah Mungil terbit pada 1996, sambutan yang diterimanya luar biasa. Menjadi buku interior terlaris di Indonesia, buku itu kini sudah memasuki cetakan ke-12. Saat ini paling tidak sudah 12 buku telah dia terbitkan, beberapa seri lainnya tengah dalam penggarapan. Namanya pun boleh dibilang identik dengan segala tulisan tentang desain interior.

Untuk memperlancar pekerjaannya, perempuan yang sempat belajar dekorasi interior di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, sekaligus belajar manajemen dan meraih Master of Business Administration dari Swinburne University of Technology ini membangun studio Imelda Akmal Architecture Write di sebelah rumahnya di bilangan Rempoa, Ciputat. Bersama sang suami Sonny, Imelda dibantu lima orang rekannya empat di antaranya arsitek.

Di sebelah studio itulah Imelda tinggal. Di ruang tamu rumahnya, Imelda berkisah tentang perjalanan karier tulis-menulisnya pada wartawan Republika Burhanuddin Bella bersama fotografer Amin Madani. Ditemani sang buah hati Muhammad Rayhan (4,5 tahun) yang baru saja pulang sekolah, Imelda bertutur.

Bagaimana ceritanya sampai Anda menekuni pekerjaan ini?
Sebenarnya saya bukan menekuni desain interior. Background saya arsitek, saya menekuni penulisan bidang interior dan arsitektur. Jadi, saya tidak berpraktik sebagai desainer interior. Selesai sekolah, saya langsung kerja di Femina. Saya menangani rubrik artikel desain interior dan taman. Sejak itu saya berkecimpung di dunia tulis-menulis. Setelah itu mulai membuat buku, desain interior itu.

Apakah sejak awal tertarik untuk menjadi penulis?
Awalnya saya tidak pernah terpikir untuk jadi seorang penulis atau punya studio penulisan seperti ini. Itu mengalir saja. Awalnya karena saya kerja di majalah, jadi saya tahu bidang tulis-menulis yang semula saya tidak tahu sama sekali. Waktu itu, begitu selesai sekolah (di Universitas Trisaksi) terus ada kesempatan bekerja di majalah. Ternyata buat saya, penulisan itu menarik sekali. Sangat menarik. Di situ saya tahu media dan menyenangi media. Tadinya sih tidak tahu sama sekali. Biasanya, kan baru lulus, bidang apa saja kita masuki, kita coba.

Anda hanya menulis?
Saya tidak berpraktik sebagai konsultan atau desainer. Karena banyak orang yang masih merasa bahwa saya juga pasti seorang desainer interior yang punya konsultan. Padahal tidak. Karena lazimnya, ketika selesai kuliah desain interior atau arsitektur, pasti praktik dan punya konsultan. Bidang penulisan arsitektur interior, itu yang belum banyak ditangani orang.

Ketika akhirnya membuat buku, apa yang menjadi inspirasi Anda saat itu?
Waktu itu saya menulis yang sifatnya praktis, karena itu majalah. Dulu, sebelumnya saya banyak mengulas soal rumah-rumah mahal dan indah. Itu tidak sesuai dengan jiwa saya. Waktu itu masih muda, kebutuhannya lain. Saya lihat juga, banyak hal-hal menarik yang sifatnya praktis. Saya tulis hal-hal yang praktis itu. Ternyata, animonya tinggi sekali. Sampai saya tahu bahwa pembaca mengkliping, karena sifatnya tip-tip praktis untuk membuat sesuatu. Saya pikir, kenapa tidak dijadikan buku? Kalau dalam buku bisa lebih dalam, menyimpannya bisa lebih baik. Di situ kita punya ide, terbitkan dalam bentuk buku. Apalagi waktu itu buku interior kan kurang sekali. Hampir tidak ada. Yang ada pun sudah hampir out of date.

Apakah naskah buku itu merupakan revisi dari naskah di media?
Bikin baru sama sekali. Karena yang diklipling itu sifatnya benar-benar cuma pecahan-pecahan. Misalnya sebuah dapur, ya udah tentang dapur itu saja yang saya bahas. Kalau di majalah kan hanya 2-4 halaman, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Paling dapat 2-3 foto dengan dua halaman teks. Ketika saya bikin buku, saya harus membuat yang sangat terstruktur dan dalam. Jadi, kita bikin betul-betul hal yang baru sekali waktu itu. Kita foto baru, tulis baru.

Jeli melihat pasar. Agaknya inilah kelebihan Imelda. Ketika akan membuat buku, dia sibuk mencari tahu fenomena yang mencuat saat itu. Penulis di berbagai majalah ini pun melihat booming properti untuk rumah-rumah bertipe kecil. Namun, di saat bersamaan, mereka kesulitan untuk menyesuaikan perabot yang pas untuk rumah mungil. ''Itu saya pikir bagus untuk pengetahuan pembaca. Saya angkat pertama tentang menata rumah mungil karena saya lihat kebutuhan-kebutuhan itu belum terakomodasi. Itulah buku pertama yang lahir.'' Ternyata, intuisinya terbukti. Sukses dengan buku pertama, Imelda pun bergerak dengan buku-buku selanjutnya. Dia pun membahas ruang per ruang dalam rumah. ''Ruang kamar untuk anak, dapur, ruang makan, ruang duduk. Semua ruang kita bahas satu per satu dalam satu seri.''

Bagaimana proses pencarian ide?
Biasanya kita lihat justru secara global. Orang butuh apa sih? Saya ambil dari sesuatu yang general, misalnya kita lihat orang butuh apa, atau ada perubahan apa sekarang yang orang perlu panduan. Itu banyak sekali. Juga dari jalan-jalan. Ada satu ide yang membuat saya juga terdesak untuk membuat sesuatu yang lain, bukan interior. Ketika pulang dari Australia, kita baru lihat betul-betul bahwa ternyata di Indonesia ini banyak sekali yang di luar nggak punya. Sebelumnya kan nggak, karena kita lahir di sini, besar di sini. Itu yang melahirkan ide-ide sangat banyak.

Tidak khawatir suatu saat kehabisan ide setelah semua hal sudah tergarap?
Kalau saya lihat ke negara lain, bukan jenuh malah berkembang terus. Kita malah masih bayi, sebenarnya. Apalagi orang Indonesia atau dunia itu dinamis. Sekarang kita bikin rumah pakai AC, ke depannya tidak bisa pakai AC. Kita harus berpikir bagaimana supaya low energy. Itu perubahan besar yang saya lagi baru mau sentuh, baru mau belajar. Kita lagi belajar ke arah situ. Sepuluh tahun lalu ketika buku saya masih satu-satunya, buku interior tidak punya tempat. Karena cuma satu, dia nyelip-nyelip di antara buku-buku lain. Sekarang, interior punya sales sendiri. Bahkan kadang-kadang taruh di depan kalau lagi promosi. Itu kan perubahan yang luar biasa. Dulu kalau orang bikin rumah, udah panggil aja tukang atau saudara yang arsitek. Sekarang nggak. Sebelum panggil arsitek, mereka baca dulu.

Sudah berapa buku yang diterbitkan?
Sampai sekarang 12, yang akan terbit 5 lagi. Sekarang kita (Studio Imelda Akmal Architecture Writer) punya produk baru terbit bulan ini (Seri Rumah Ide). Kita komit terbit bulanan. Jadi, kita ke buku, tapi dengan perbedaan pasar. Lebih tipis, isinya bisa bermacam-macam. Seperti buku, satu tema, tapi lebih tipis dengan kualitas kertas lebih rendah, sehingga harganya lebih ekonomis. Targetnya lebih ke bawah dibanding yang lain. Ternyata ketika kita naik kelas terus, pasar ke bawah jadi nggak terambah. Sayang. Jadi, kita bikin ini dengan tema yang lebih spesifik. Tema ini pun tidak bisa dijadikan buku yang tebal.

Ketika menerbitkan buku dibantu berapa orang?
Lima orang, 4 arsitek. Waktu dulu, saya cari orang buat membantu, itu setengah mati. Sampai teman yang arsitek, bekerja di majalah lain diminta bantuin, nggak komit. Nggak tahu, mungkin belum serius, ya. Jadi saya kalau ke kampus, saya bilang sama mahasiswa, ''Sekarang ini perubahan luar biasa. Anda sekolah arsitek jadi desainer, bukan cuma itu yang bisa dikerjain. Banyak hal lain, salah satunya penulisan.'' Nah, setelah itu, kita jalan ke beberapa kampus, bilang seperti itu, akhirnya sekarang kalau buka lamaran sudah lumayan. Tadinya susah. Semua targetnya konsultan, atau terus akhirnya ke mana aja deh.

Anda sendiri melihat bagaimana tren desain interior sekarang? Sekarang kan perubahan dunia cepat, dalam sisi apa pun. Banyak orang yang sebenarnya bingung dalam interior. Saking cepatnya sampai tidak bisa mengikuti. Interior juga begitu. Misalnya sekarang orang ribut-ribut soal hi-tech, minimalis, dan segala macam. Banyak orang yang gamang, kan? ''Ah, paling cuma sebentar. Ini mau ke mana, nantinya?'' Tren-tren itu dalam desain arsitektur, sebetulnya tidak betul. Karena apa? Arsitektur bukan baju atau fashion yang sifatnya temporer. Memang kalau fashion harus diciptakan seperti itu. Baju kalau nggak suka, kita masukin lemari, selesai masalahnya. Tapi, arsitektur tidak seperti itu.

Berarti tidak ada yang namanya tren?
Tidak ada. Dalam arsitektur, salah besar kalau kita mengatakan tren. Saya paling geli kalau mau akhir tahun ada yang datang, ''Mbak, tren tahun depan apa?'' Saya sampai bilang begini, produk arsitektur itu dibuat dalam jangka waktu berapa tahun. Orang berpikir untuk membuat rumah bertahun-tahun. Dirancangnya mungkin 6 bulan sampai setahun. Dibangunnya, kalau rumah tinggal mungkin setahun. Kalau misalnya hotel, bisa lima tahun. Dan itu produk yang terpakai. Masak kalau sekarang kita beli rumah minimalis, ketika rumah jadi dan baru setahun, kita merasa rumah kita kuno karena ada tipe apa lagi. Itu kan tidak betul. Jadi, esensinya bukan itu.

Keberhasilan Imelda menjadi seorang penulis agaknya tidak membuat semua orang menaruh hormat. Perempuan kelahiran Jakarta 31 Mei 1969 ini tampaknya tidak akan lupa pada kata-kata seorang pakar manajemen terkenal. Ketika itu Imelda dan sang pakar itu sama-sama menjadi pembicara di Bandung. Setelah usai, sang pakar mendatangi stan yang dibuka Imelda. Dia pun berkata, ''Oh, jadi ini buku-buku kamu, bagus. Ini menjadi sebuah jalan untuk kamu sebagai arsitek.'' Imelda mengaku tidak berpraktisi sebagai arsitek. ''Saya penulis murni,'' ujarnya. Komentar sang pakar, ''Ah sayang, dong? Mana bisa hidup kamu?''
''Saya sudah 10 tahun menjalani, dan saya masih hidup. Dia saja menganggap bidang ini tidak bisa hidup. Itu yang membuat orang terus tidak mau jadi penulis,'' tutur Imelda dengan nada tinggi.Komentar miring seperti itu tampaknya tidak akan mampu mengendurkan langkah Imelda. Bersama sang suami, Imelda justru mempercepat lajunya.

Seberapa besar peran Sonny dalam penerbitan buku?
Sangat besar. Intinya kita kolaborasi, bersinergi. Karena, selain foto, kita banyak berpikir berdua untuk membuat sesuatu. Meskipun background arsitek dimiliki oleh saya, tapi kan kita tukar ide, terus keyakinan segala macam, kita berdua.

Ada kendala dalam kebersamaan mewujudkan ide bikin buku?
Kalau untuk menerbitkan, hampir nggak ada. Malah jadi pendorong, bukan kendala.

Untuk menulis, sekarang Anda tidak sendiri lagi?
Kalau sekarang nggak. Jadi, untuk yang tim, kita sudah bikin Studio Imelda Akmal Architecture Writer. Yang kerja berarti studio. Ketika belum dibantu teman-teman, setahun satu, dua (buku). Kadang-kadang dua tahun satu (buku). Ya, suka-suka hati aja, walaupun tetap mencoba profesional. Kita dari dulu, jam 9 sampai jam 5 (17.00) waktu kerja. Dari awal harus begitu. Kita keluar dari kerja, berarti kita harus menyisihkan waktu. Tapi tetap aja, namanya kita cuma berdua, ''Ke mal yuk.'' Tapi sekarang, sejak dibantu, ya harus ada target, setahun sekian buku.

Ada bayangan bagaimana ke depannya?
Visi kita sebetulnya mensosialisasikan desain arsitektur interior ke orang awam dengan berbagai cara. Paling besar porsinya sekarang buku. Dan orang awam itu lapisannya banyak sekali. Kita belum bisa merambah semua, masih banyak yang belum tergarap. Apalagi yang profesional, sama sekali tidak ada media. Kita belum punya media untuk mahasiswa arsitektur, kita belum punya media untuk profesional arsitektur, kita belum punya media yang orang bawah banget.

Kenapa tidak banyak arsitek tertarik menulis buku?
Ada dosen datang, pengen bikin buku tentang rumah Muslimah yang semua pakai kaidah-kaidah Muslim. Bagus, coba bikin dong. 'Ya, tapi ...'' Banyak tapinya. (Beda dengan) di luar negeri. Ada (arsitek) yang jadi penulis profesional. Bahkan sudah ada sekolahnya sampai S2, S3, hanya sebagai kritikus.

Sebenarnya, rumah yang ada jiwanya seperti apa?
Apa ya? Keterkaitan antara yang punya rumah dan rumahnya sendiri itu seperti apa. Kalau misalnya rumah adalah sesuatu yang berharga buat dia dan memang diperhatikan betul, itu terasa. Meskipun sangat sederhana, rumah itu enak aja. Pas masuk, banyak artilah di situ. Tapi meskipun rumahnya besar, tapi kayaknya kosong, terasa juga. Tapi yang seperti itu tidak bisa ditangkap dalam foto.

Bagaimana Anda mendesain rumah sendiri?
Ini rumah saya bikin 1995. Jadi ini selera tahun 1995. Tapi kalau dari segi tampilan, sekarang saya pengen yang lain. Tidak seperti ini. Tapi dari segi fungsi, ini luar biasa. Dari mana pun kita dapat udara. Anak saya bisa lari-lari dari depan ke belakang. Di atas ada 2 kamar tidur yang semuanya angin bisa masuk ke luar dan pemandangannya bisa langsung ke luar. Pokoknya kenyamanan sudah dapat banget.
( )

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitektur Indonesia

Arsitektur Indonesia


Oleh
Yustinus Ade Stirman

Setiap tanggal 5 Juni, kita memperingatinya sebagai Hari Lingkungan Dunia. Menyambut hari lingkungan ini, ada baiknya kita melihat kembali perjalanan arsitektur dan kota Indonesia yang saat ini kondisinya lagi linglung, tidak lagi mencerminkan kepribadian bangsa.
Arsitektur dan kota, ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan yang melambangkan atau mencerminkan masyarakat penghuninya. Bahkan arsitektur dan kota menggambarkan citra suatu kota atau bangsa. Kota Roma, misalnya, sangat terkenal dengan arsitek bangunannya yang kokoh, megah yang umurnya sudah berabad-abad, merupakan warisan sejarah kejayaan bangsa Romawi. Bangunan yang kokoh dan megah itu, melambangkan citra orang Italia yang pada masa jayanya terkenal sebagai bangsa yang memiliki prajurit atau bala tentara yang tangguh tak terkalahkan di medan perang, yang
berhasil menaklukkan dunia pada saat itu. Kepribadiannya sebagai bangsa yang kokoh dan tangguh itu, tercermin dalam arsitektur yang kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang besar.
Hal yang sama juga terlihat pada arsitektur dan kota di Indonesia khususnya di Pulau Bali. Hanya bedanya, arsitektur kota Bali yang penuh dengan lukisan, ukiran, patung-patung yang bernilai seni tinggi mencerminkan penduduknya yang mencintai dan menjunjung tinggi nilai seni dan keindahan yang diwariskan nenek moyangnya secara turun-temurun. Citra penduduk Bali yang menyukai dan menghayati nilai-nilai seni itu terwujud dalam arsitektur bangunannya yang sarat dengan seni.
Romo Y.B. Mangunwidjaya (almarhum) salah seorang pakar arsitek nasional, mengemukakan dua hal pokok yang perlu diperhatikan dalam merencanakan dan merancang karya yang bernilai arsitektur; yaitu guna dan citra. Guna menunjukkan pada keuntungan, pemanfaan dan pelayanan yang dapat kita peroleh dari bangunan. Guna dalam arti aslinya, tidak hanya
bermanfaat tetapi juga punya daya yang menyebabkan kita bisa hidup lebih nyaman.
Sedangkan citra menunjukkan suatu gambaran (image), suatu kesan penghayatan yang mempunyai arti bagi seseorang. Misalnya, citra gedung istana yang megah melambangkan kemegahan, kewibawaan seorang kepala negara. Sedangkan gubuk yang reyot adalah citra yang menggambarkan penghuninya yang miskin serta reyot juga keadaannya. Singkatnya, kalau arsitektur dan kota kita kacau-balau, hal ini kemungkinan besar merupakan pencerminan yang wajar dan jujur dari keadaan masyarakat yang sedang linglung. Dan inilah gambaran arsitektur dan kota Indonesia saat ini sebagai bangsa yang linglung yang kehilangan jati dirinya.
Pada masyarakat tradisional, kegiatan merencana, merancang, melakukan dan mengelola lingkungan buatan merupakan kegiatan swadaya dan swakarsa lokal dari penduduknya. Dengan demikian, lingkungan fisik yang terbentuk betul-betul secara wajar dan pas mewadahi aktivitas manusia yang menghuninya dengan segenap tata cara dan adat istiadatnya.
Keselarasan, keserasian dan keseimbangan ekologis pun lantas muncul dengan sendirinya secara spontan tanpa kehadiran perencana formal. Karya arsitektur dan kota lebih merupakan karya komunal dari penduduknya yang saling kenal dan memiliki warisan norma, tata nilai, dan tradisi yang disepakati bersama.
Pada masyarakat kontemporer, keadaan tersebut telah mulai masuk menjadi bagian dari sejarah masa lampau pengelolaan pembangunan dalam arti luas, yang cenderung kesan canggih yang didominasi para pakar dan pimpinan daerah selaku pembuat kebijakan yang begitu terobsesi untuk membangun tanpa memperhatikan kaidah, budaya atau lingkungan sekitarnya.
Arsitektur dan kota yang carut-marut itu terjadi karena adanya kesenjangan antara pihak yang memikirkan dan menyediakan fasilitas dengan pihak yang menggunakan fasilitas. Kesenjangan tersebut menyebabkan pembangunan yang telah dilaksanakan kadang-kadang bahkan sama sekali tidak menyentuh atau memenuhi harapan dari masyarakat yang memanfaatkannya.
Sebagai contoh di DKI Jakarta, misalnya, boleh dibilang arsitektur bangunan yang ada tidak lagi mencerminkan kepribadian penduduk Betawi sebagai penduduk asli kota Jakarta. Kalau kita lihat gedung-gedung bertingkat di bilangan Sudirman, Kuningan, Bundaran Hotel Indonesia, tidak lagi mencerminkan citra penduduk Betawi atau bangsa Indonesia. Hampir tidak ada satu pun gedung yang arsitekturnya khas Betawi. Yang ada hanya gedung pencakar langit yang arsitekturnya lebih mencerminkan citra bangsa Barat.
Sampai-sampai Friedrich Silahan, salah seorang pakar tata kota Indonesia, menuding semua bangunan bertingkat di sepanjang Jalan Thamrin Jakarta sebagai bangunan yang tidak berkepribadian Indonesia. Semua bangunan pencakar awan itu, tidak akan terasa aneh bila ada di Singapura, Hong Kong, AS atau Eropa.
Tidak hanya itu, demam arsitektur ala Barat juga merambah bangunan perumahan elite di DKI Jakarta dan sekitarnya. Rumah tipe Spanyol dan Italia menjadi primadona yang selalu menjadi incaran mereka yang berkantong tebal.
Orang merasa bangga tinggal di perumahan elite gaya Spanyol, ketimbang di perumahan khas Indonesia yang arsitekturnya dinilai kuno dan kolot. Di sini kita tidak lagi menghargai arsitektur sebagai warisan nenek moyang kita malah bangga dengan arsitektur barat. Padahal arsitektur itu belum tentu cocok dengan budaya dan iklim Indonesia.
Banyak perencanaan arsitektur dan kota yang dikerjakan tidak atas dasar cinta dan pengertian sesuai etik profesional, melainkan berdasarkan eksploitasi dan prostitusi yang bermotif komersial. Contohnya, penunjukan konsultan sering tidak didasarkan atas pertimbangan prestasi dan referensi pekerjaan yang telah dilakukan, tetapi kebanyakan karena kondisi dan komisi hasilya, sebuah karya berkualitas rendah.
Fragmentalisme dalam karya arsitek mengakibatkan bahwa arsitek berlomba-lomba untuk menciptakan monumen untuk dirinya sendiri tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya. Contohnya di sepanjang Jl. MH Thamrin Jakarta, setiap bangunan seolah ingin bicara dengan nada dan warna sendiri, kesan kesatuan tidak ada. Yang ada hanyalah suasana semrawut.
Parahnya lagi, para penentu kebijakan yang berada di pemerintahan kurang peka lingkungan, dan menderita obsesi membangun yang kelewatan. Contohnya, taman sebagai paru-paru kota berubah fungsi menjadi kawasan pertokoan atau perumahan.
Carut-marutnya arsitektur Indonesia saat ini memang tidak sepenuhnya merupakan kesalahan para arsitek. Artinya kesemrawutan lingkungan buatan itu karena kesalahan para arsitek. Seolah-olah kelompok arsiteklah yang paling pantas untuk dituding dengan menjamurnya bangunan bergaya Moorish, dengan kolom dorik/lonik/korintian atau bangunan semacam kapsul ruang angkasa, dan lain-lain yang tidak ada silsilahnya di bumi Indonesia.
Meskipun demikian, bukan berarti para arsitek cuci tangan atas semuanya itu. Kalau mau jujur, sebenarnya para arsitek selama ini terbukti cukup banyak melakukan kesalahan. Tidak sedikit di antaranya yang terpaku dengan inovasi dan teknologi maju yang diagungkan sebagai cerminan modernitas. Estetika dilihat hanya sekadar sebagai falsafah, bukan sebagai suatu yang bermakna bagi masyarakat sendiri. Penekanan lebih condong pada struktur dan fungsi, sementara fiksi arsitektur dan intrikasi visual, seperti yang selalu ditemui pada bangunan tradisional hanya dipandang dengan sebelah mata.
Selain itu, kesalahan para arsitek yang lain adalah bahwa faktor manusia dalam perencanaan sering diabaikan. Keberhasilan dan kegagalan dari suatu karya arsitektur lebih banyak dinilai dari segi fisik dan visual saja daripada kaitannya dengan kekhasan dan perilaku manusia yang menggunakannya.
Untuk mengatasi kesemrawutan arsitektur kota Indonesia, menuju arsitektur yang serasi, selaras dan seimbang dengan iklim dan budaya bangsa Indonesia, maka yang perlu dilakukan adalah menggali arsitektur tradisional yang masih kita miliki. Napas dan jiwa arsitektur tradisional perlu ditangkap dan diejawantahkan kembali ke dalam wadah yang benar.
Arsitektur tradisional sebagai salah satu bentuk warisan budaya yang tak ternilai adalah merupakan pengendapan fenomena dari waktu ke waktu yang berlangsung secara runtut dan revolusioner. Hanya saja masalahnya sekarang penelitian tentang arsitektur tradisional masih seperti embrio sementara perkembangan dan perubahan dan berlansung sangat cepat.
Selain itu, perlunya peran aktif segenap pihak. Dari pemerintah diharapkan adanya usaha penyempurnaan monumenten ordonantie 1931 disertai dengan development control yang terarah. Pemerintah perlu diimbau agar lebih peka terhadap lingkungan, tidak main bongkar saja, dengan dalih modernisasi.
Sementara dari pihak masyarakat sediri perlu dipupuk rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap tradisi tata cara hidup dan budaya mereka masing-masing yang antara lain tercermin dalam khazanah warisan arsitektur daerahnya.
Tidak hanya itu, di perguruan tinggi perlu dikembangkan studi tentang arsitektur khas Indonesia, khususnya untuk bidang studi planologi.
Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Dunia kali ini, sudah saatnya para arsitek membumikan diri sehingga bisa mengungkapkan budaya bangsa secara baik dan benar lewat karya arsitekturnya yang mencerminkan citra bangsa Indonesia. Semoga!

*Penulis adalah mahasiswa program pascasarjana ilmu lingkungan Universitas Indonesia.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Mencari Arsitek di Jakarta

Mencari Arsitek di Jakarta
Tukang versus Arsitek

Jasa tukang sebenarnya dapat diandalkan, asal ia adalah tukang yang ahli dan jujur. Bagaimana dengan arsitek?

Ingin rumah terasa homy? Sadar atau tidak, semuanya ditentukan sejak awal Anda berencana membangunnya. Tanpa perencanaan yang matang, impian memiliki istana pribadi itu sulit tercapai.


Menaruh minat besar pada desain dan dekorasi rumah, pasangan Bebi Romeo dan Meisya Siregar tetap mempercayakan pengerjaan desain huniannya pada arsitek. Mereka ingin istananya menjelma bak resort cantik di Bali. ''Kami pakai arsitek untuk mewujudkannya,'' kata Meisya.

Tiap pilihan ada risiko
Ya, kala membangun atau merenovasi rumah, Anda memang dihadapkan pada dua pilihan: menggunakan jasa arsitek atau cukup memakai jasa tukang. Di antara keduanya, siapa yang dapat mewujudkan rumah impian Anda?

Tiap pilihan tentu ada risiko. Arsandy Leonardo, pemerhati arsitektur, membagi pengalamannya untuk Anda. ''Untuk orang awam yang punya dana lebih, baiknya pakai arsitek,'' saran pria yang akrab disapa Lardo. Dengan bantuan arsitek, lanjut Lardo, pengerjaan pembangunan rumah akan menjadi lebih terarah. Pemilik rumah tinggal mendiskusikan keinginannya dengan arsitek. ''Nanti, arsitek akan mempertimbangkan apakah unsur estetika yang diinginkan dapat diwujudkan atau tidak,'' paparnya.

Arsitek bertugas menyediakan cetak biru rancang bangun rumah. Ia juga dapat menyodorkan kisaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun atau merenovasi rumah. Lantas, dalam pelaksanaannya, ia bisa saja membantu pengecekan. ''Tetapi, yang me-rewiew secara berkelanjutan tetap mandor tukang,'' urai Lardo.

Jasa tukang sebetulnya juga dapat diandalkan. Tentunya, yang dipekerjakan mesti tukang yang ahli dan jujur. ''Kalau tidak, biayanya bisa melar. Ada saja uang tambahan yang mesti dikeluarkan. Kita tak tahu persis berapa dana yang harus dianggarkan,'' cetus Lardo yang pernah menjadi kontraktor. Kerepotan lain jika mempekerjakan tukang adalah memikirkan desain yang tepat. Anda kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kritik atas desain yang diserahkan ke tukang. ''Mereka bekerja saja tanpa mempedulikan bagaimana dampaknya di masa mendatang,'' kata Lardo.

Nelly Makmoer pernah merasakan getirnya membangun rumah sendiri. Ia mendapati kemiringan gentengnya tak sesuai dengan yang semestinya. ''Begitu hujan, air menetes dan membasahi langit-langit. Saya terpaksa mendatangkan tukang spesialis atap untuk memperbaikinya,'' ucap ibu dua anak ini.

Menurut pengamatan Lardo, orang-orang yang mengandalkan tukang dalam membangun rumah kerap dihadapkan pada risiko bongkar pasang yang cukup besar. Jika ingin memperkecil risiko tersebut, pemilik rumah harus meluangkan waktu untuk menjadi mandor. ''Tentunya, kita juga harus paham rancang bangun.''

Anda yang memiliki dana terbatas serta tak begitu paham rancang bangun sebaiknya mencari gambar hunian atau menyewa jasa tukang gambar. Lantas, carilah tukang yang dapat dipercaya. ''Lalu, pelan-pelan bangun rumah impian Anda,'' Lardo menyarankan. Ingin memakai jasa arsitek? Kalau melihat banyaknya pengiklan jasa konsultan arsitektur di koran-koran sepertinya memang mudah untuk mencari arsitek. ''Jangan tergesa memilihnya. Cari arsitek yang berpengalaman,'' tutur Lardo.

Anda dapat meminta arsitek untuk memberikan referensi. Dari sana, Anda dapat melihat apa saja yang sudah dikerjakannya. ''Bukan cuma lihat hasil gambarnya saja. Cek referensi,'' kata Lardo. Sebagian arsitek, lanjut Lardo, cuma bisa mendesain. Mereka tak tahu detail pembiayaan. Apalagi yang belum berpengalaman. Sebagian lainnya, mampu memberikan gambaran biaya hingga referensi tukang. Meski begitu, kemungkinan diperalat oleh arsitek juga ada. Bagaimana mengantisipasinya? ''Kalau sudah punya gambarnya, Anda bisa membandingkan perkiraan harganya ke tukang,'' saran Lardo. Masuk akal? rei Arsitek di Jakarta

Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 04 Januari 2008

Beda Konsultan, Arsitektur, Kontraktor, Pengawas, dan Mandor

Beda Konsultan, Arsitektur, Kontraktor, Pengawas, dan Mandor

Pak Andan, mohon maaf sebelumnya, pertanyaan saya memang sangat dasar sekali, tapi ini memang sering rancu di masyarakat yang belum tahu seluk belok bangun membangun, termasuk saya ini juga bingung apa itu:

1. Konsultan 2. Arsitektur 3. Pengawas 4. Mandor dan 5. Tukang?

Kemudian definisi pekerjaan masing-masing di atas dan wewenangnya sampai di mana?

Demikian pertanyaan dari saya mudah-mudahan sangat bermanfaat sekali. Amin.


Hamzah
Jawaban


Bapak Hamzah yang saya hormati,

Memang pemahan ini sering rancu, karena umumnya sebagian masyarakat kita menggunakan jasa arsitek atau memahami dunia arsitektur sebatas rumah tinggal. Wajar saja, karena rumah memang kebutuhan dasar.

Saya akan coba jelaskan satu persatu, semoga mudah dimengerti dan dicerna:

1. Konsultan. Tugasnya membuat draft perencanaan. Baik berupa gambar, perhitungan biaya, perhitungan struktur dan lain-lain yang bersifat perencanaan dalam suatu project. Jika projectnya besar maka ada beberapa orang dengan disiplin ilmu yang berbeda seperti arsitek, sipil, ME (mekanikal elektrikal), interior dll.

2. Arsitektur. Ia sebenarnya nama dari salah satu bidang ilmu teknik. Mungkin yang dimaksud arsitek. Nah, jika arsitek, ia adalah orang yang berperan membuat disain perencanaan jika ia berada pada posisi konsultan perencana. Jika ia berada pada posisi kontraktor maka ia bertugas melaksanakan disain yang sudah dibuat oleh perencana. jika ia berada pada konsultan pengawas ia bertugas mengawasi pekerjaan kontraktor agar sesuai dengan disain perencanaan.

3. Pengawas. Seperti yang sudah dijelaskan pada point 2, ia bertugas mengawasi pekerjaan yang ada. Bentuk pengawasannya mulai dari tingkat kerapihan finishing, kualitas material yang digunakan hingga bobot prestasi pekerjaan. Artinya apakah sesuai atau tidak hasil pekerjaan di lapangan dengan uang yang sudah masuk. Jika ada yang tidak sesuai ia berhak menegur kontraktor atau bahkan membongkar pekerjaan yang sudah ada. Untuk itulah pengawas mempunyai wewenang menjadi pimpinan rapat dalam rapat berkala selama proyek berlangsung.

4. Mandor. Ia adalah kepala tukang yang membawahi belasan, puluhan hingga ratusan tukang dan kenek. Jika menggunakan sistem borongan maka ia adalah orang yang membayar gaji harian atau mingguan tukang yang ditagih ke kontraktor sebagai pelaksana.

5. Tukang. Ia adalah pekerja atau buruh kasar yang pekerjaannya adalah membangun rumah atau bangunan. Keahliannya juga berbeda-beda. mulai dari tukang batu, tukang kayu, tukang finishing hingga tukang listrik. Dibawahnya tukang adalah kenek. Tugasnya adalah membantu pekerjaan tukang.

Demikian Pak Hamzah. Memang cukup 'njelimet' dan 'riweh'. Karena jika proyeknya besar, hal ini akan mengatasi kecurangan di lapangan atau juga akan memudahkan pekerjaan. Karena setiap unit kerja yang ada dikerjakan oleh orang-orang yang ahli.

Namun untuk pekerjaan rumah tinggal keadaan ini dapat lebih disederhanakan. Karena tingkat kesulitannya rendah. Nilai proyeknya juga tidak terlalu besar. Atau jika ingin tetap dibuat sedemikian rupa maka owner harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memecah tim menjadi perencana - kontraktor - pengawas. Tinggal tergantung kesiapan dananya saja.

Nampaknya sudah cukup jelas. Semoga bermanfaat keterangan saya, akhirul kalam,


Ir. Andan Nadriasta


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 02 Januari 2008

PT. Maghart Kontruksitama

PT. Maghart Kontruksitama

'Arsitek Rumah' Berpengalaman
Membangun Rumah ? atau Merenovasi Rumah ?

Membangun Rumah Baru
Merenovasi Rumah " Bedah Rumah "
Disain Arsitektur
Gambar Kerja
Gambar 3D

dll
'Design Rumah'. Banyak orang mengidamkan memiliki sebuah rumah idaman untuk keluarga. Proses pencarian ‘Denah Rumah’ ‘Model Rumah’ ‘Sketsa Rumah’ ‘Layout Rumah’ dan ‘Gambar Rumah’ bisa dilakukan di internet. Dibutuhkan seorang ‘Arsitek’ berpengalaman untuk membangun rumah yang menarik.

'Arsitek Rumah' bisa membantu mendesain ‘Rumah Minimalis’ ‘Rumah Sehat’ ‘Rumah Modern’ dengan mengikuti pola Arsitektur Modern dan Arsitektur Rumah dewasa ini. Informasi ‘Tren Rumah’ ‘Tren Arsitektur’ ‘Tren Lansekap’ ‘Tren Interior Desain’ ‘Tren Properti’ bisa dicari melalui media cetak ‘Tabloid Rumah’ dan ‘Majalah Rumah’. Dengan memadukan bersama ‘Desain Interior’ yang bagus akan mewujudkan rumah impian menjadi nyata.

Team bangun-rumah-renovasi.com didukung oleh tenaga - tenaga Arsitek, Sipil dan tenaga bangunan berpengalaman, telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun perumahan ( Perumahan Mewah, Sedang, maupun perumahan sederhana ).

Kami siap memberikan SOLUSI kepada Anda bukan hanya dalam ‘Desain Rumah’ saja, melainkan siap membangun rumah anda dengan pengerjaan secara professional dan terencana. Sebagai 'Jasa Arsitektur' berpengalaman, kami berikan solusi pembiayaan yang jelas, system pembayaran serta pelaksanaan bangunan secara flesibel sesuai dengan budget keuangan dan kebutuhan anda. Kami juga siap dengan team renovasi rumah untuk merubah tampilan rumah anda menjadi semakin baik.

'Kontraktor Rumah' dan 'Kontraktor Bangunan' berpengalaman di Jakarta.

Team Bangun Renovasi Rumah memiliki ‘Arsitek’ , 'Tukang Bangunan', 'Mandor' 'Konsultan' dan 'Pengawas' kerja terampil dan berpengalaman. Sebagai team ‘Arsitek rumah tinggal’ dan ‘Jasa Renovasi’ serta ‘Kontraktor Proyek’ terkini. Jika Anda ingin Membangun Rumah atau Disain Rumah


PT. Maghart Kontruksitama



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 31 Desember 2007

Gambar Rumah Jakarta Kagum Sekaligus Geli

Gambar Rumah Jakarta Kagum Sekaligus Geli

Ada yang Bikin Kagum, Ada yang Bikin Geli

Kompas Online

PAGI buta, saat sebagian orang masih tidur, sambil jalan-jalan pagi atau membawa berjalan-jalan binatang piaraan, barangkali saat yang baik untuk memperhatikan desain rumah-rumah kecil di kompleks-kompleks perumahan. Benar, rumah-rumah berukuran kecil--taruhlah bangunan di atas tanah seluas sekitar 100 meter persegi--kelihatan seperti berlomba menampilkan kecantikan dan keunikan masing-masing. Ekspresi rumah sebagai bagian gaya hidup juga mulai ditampilkan lapisan kelas menengah pemilik rumah-rumah ukuran kecil itu.

>small 2small 0< kualitas pembangunan rumah kecil mulai terasa sekitar tahun 1992-an ketika developer-developer swasta mulai membangun rumah untuk keluarga muda dengan dua atau tiga kamar tidur. Bangunannya masih kecil dengan desain sederhana, tetapi bahan bangunan yang digunakan lebih baik kualitasnya. Misalnya, dinding dengan bata, diplester dan dicat, lantainya menggunakan keramik, dan ventilasinya pun lebih baik karena berjendela dalam ukuran proporsional," tutur arsitek Rumahkebun yang mengerjakan rumah-rumah kecil di Depok dan Cibinong, Jabar, Ir Bambang Sutrisno.

Menurut Bambang, sekitar tahun 1980-an masih banyak pembangunan rumah kecil-bertipe terluas sekitar 70 meter persegi-yang hanya berdinding batako tanpa plester dengan ubin paling bagus teraso. Desainnya pun amat sederhana, hanya kamar dengan jendela-jendela tak terlalu besar, satu ruangan yang "diperkirakan" cukup untuk ruang tamu, serta ruang keluarga sekaligus ruang makan.

Bambang masih ingat, beberapa keluhan konsumen ketika itu antara lain sulitnya memaku dinding karena batakonya kosong. Padahal, untuk rumah tipe kecil dengan keterbatasan ruang, penghuni bahkan berharap bisa menempatkan lemari gantung. Kalau lemari gantung dipasang, dengan kualitas dinding seperti itu, dijamin ambrol....

BELAKANGAN, kesadaran orang mengenai ruang semakin meningkat. Meski di sana-sini masih banyak yang "norak", tak kurang juga rumah-rumah kecil yang mulai kelihatan manis.

Masih menurut Bambang Sutrisno, ia mengaku pernah punya klien pasangan suami-istri yang bekerja kedua-duanya. Cerita Bambang, "Mereka belum punya anak dan punya banyak kegiatan di luar rumah. Kebutuhan mereka akan rumah bisa dikatakan sekadar tempat yang nyaman untuk beristirahat, semacam cottage-lah. Kecil, indah, dan nyaman."

Itu untuk memberi gambaran mengenai perubahan yang tengah terjadi. Dulu, ada panduan untuk para arsitek yang dibuat oleh Ikatan Arsitek Indonesia. Salah satunya menyebutkan, untuk pembangunan rumah berukuran di bawah 36 meter persegi, tidak boleh ada uang jasanya. "Aturan ini pastilah dibuat dengan asumsi untuk membantu kalangan masyarakat yang tidak mampu," ucap Bambang. Sekarang, banyak pengembang maupun pemilik rumah yang justru menghendaki rumah berukuran kecil, contohnya seperti klien Bambang tadi.

Perubahan, tentu saja, tidak berlangsung seketika. Syafarini, arsitek lulusan Universitas Parahyangan yang kini sedang menangani rumah seniman Widayanto, mengatakan, orang Indonesia masih belum banyak yang menggunakan jasa arsitek dalam membangun rumah. Katanya, jangankan kelas menengah ke bawah, dari kalangan atas saja masih melihat jasa arsitek sebagai kurang penting dibandingkan dengan komponen biaya lain. "Biaya untuk membayar arsitek bagi mereka lebih baik untuk menambah biaya membangun rumah," kata Syafarini.

Sejauh yang diketahuinya, orang lebih cenderung mengejar kebutuhan ruang dalam membangun rumah. Akibatnya, masalah sirkulasi udara dan distribusi sinar matahari tidak diperhitungkan. "Jangan heran jika rumah yang dari tampak depan kelihatan keren, namun di dalam terasa pengap dan gelap hingga memerlukan penerangan meski siang hari bolong," ucapnya.

MASING-masing arsitek agaknya punya pandangan berbeda-beda mengenai "tren" ini. Wijoyo Hendromartono, arsitek dan konsultan Arcata Desain, betapapun melihat adanya peningkatan kesadaran orang akan pentingnya ruang dan penataannya. Dulu, katanya, rumah hanya berfungsi sebagai tempat tinggal di mana orang tidak akan kehujanan di dalamnya. Sekarang, fungsi rumah lebih dititikberatkan pada tempat bercengkerama dengan keluarga, tempat istirahat yang sejuk, yang siap menampung tubuh-tubuh kelelahan setelah seharian bekerja.

Ia melihat tiga syarat utama yang mulai diperhatikan dalam penataan rumah, yakni sirkulasi udara, pencahayaan, dan estetika. Kata Wijoyo, "Sekarang orang tidak memakai seluruh ruang yang ada, tetapi mulai ada yang disisakan yang berfungsi sebagai sumber cahaya dan sirkulasi udara. Mereka mulai sadar bahwa sirkulasi udara dan cahaya sangat mempengaruhi kesehatan."

Setelah sirkulasi udara dan cahaya terpenuhi, mereka mulai memikirkan soal estetika. Estetika ini yang akan membantu mereka untuk membuat kesan lebih luas pada rumah-rumah mungil. Estetika misalnya menyangkut pemilihan warna.

Kemudian, soal penataan ruang. Biasanya, rumah-rumah yang dibuat oleh developer sudah ditata ruangnya. Pihak developer yang mempunyai arsitek sendiri sudah memikirkan sirkulasi cahaya dan udara di setiap ruangan.

Ia akui memang, rumah-rumah yang dibangun sendiri atau rumah yang dibangun developer yang kemudian direnovasi oleh penghuninya sering kali kacau penataan ruangnya. "Misalnya banyak orang yang ingin ada kamar mandi di ruang tidur utama. Kamar mandi memang kecil, tetapi cukup menyita tempat. Kalau jumlah anggota keluarga hanya tiga-empat orang, apakah memang perlu kamar mandi lebih dari satu?" tanyanya.

Ada juga yang terlalu memaksakan diri dengan membuat dapur kering dan dapur basah. Menurut Wijoyo, hal seperti ini tidak ada faedahnya karena biasanya dapur kering sama sekali tidak terpakai. "Keluarga sekarang adalah ibu bekerja. Jadi, dia tidak sering-sering memakai dapur. Kalau cuma seminggu sekali dia ke dapur, mengapa tidak membuat dapur basah yang nyaman," ujar Wijoyo memberi contoh.

Soal keengganan orang memakai jasa arsitek ini juga diakui Wijoyo. Mereka ingin rumah mungil mereka tampak indah seperti ada sentuhan arstieknya, namun belum banyak di antara mereka yang berani memakai jasa arsitek. Katanya, "Mereka senang konsultasi dengan arsitek, tetapi begitu dikenakan biaya, mereka mundur. Mungkin karena selama ini mereka melihat sesuatu yang mahal selalu ada barangnya. Taruhlah mobil atau rumah. Sementara begitu melihat karya arsitek yang hanya berupa gambar-gambar, mereka merasa terlalu mahal. Mereka tidak menyadari bahwa gambar arsitek adalah sebuah karya seni. Yang mahal bukan gambarnya, melainkan ide dan proses kreatifnya."

BEGITULAH, di tengah arus perubahan yang terjadi-seperti halnya perubahan-perubahan gaya hidup di bidang lainnya pada kelas menengah kita-memang kadang terlihat kecanggungan-kecanggungan. Itulah wajah kelas menengah Indonesia saat ini.

Kalau pagi hari Anda sempat jalan-jalan di lingkungan-lingkungan perumahan, Anda akan mendapati bagaimana kalangan menengah ini coba-coba mengekspresikan diri dalam penataan hunian mereka. Ada yang membuat kita kagum, ada yang membikin kita ingin tertawa geli.

Gambar Rumah Jakarta


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 22 Desember 2007

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

Tips Menata Rumah Mungil Agar Nyaman

SAAT ini terbatasnya uang sudah tidak relevan lagi sebagaialasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi dikota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikanrumah.

BAHKAN masyarakat di perkotaan cenderung ingin memiliki rumah yangpraktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidakmengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumahmungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.

Sebenarnya, masih sulit untuk mendefinisikan rumah mungil karenamenurut Prima Haris, konsultan dan pengasuh rubrik konsultasi desaininterior di tabloid Rumah, rumah seluas 135 meter persegi pun masihbisa disebut mungil. Belum lagi jika kita menilik kemampuan orang kayadan miskin dalam membangun rumah.

Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsipokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dansempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yangtepat agar nyaman dan terkesan luas.

Menarik untuk dikaji, tips 3 in 1 + Prima Haris, dalam acara TemuPembaca Tabloid Rumah, di Bandung, Rabu (15/6). Temu pembaca inimerupakan salah satu rangkaian acara Kompas- Gramedia Fair bersama BNITapenas yang digelar di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) InstitutTeknologi Bandung (ITB), 14-19 Juni 2005.

PERTAMA, jadikanlah rumah mungil sebagaicerminan gaya hidup kita. “Interior ialah jiwa yang punya rumah,” tuturHaris. Maksudnya, sesuaikanlah desain interior rumah kita dengankarakter dan gaya hidup kita sehari-hari.

Orang yang suka membawa pekerjaan ke rumah bisa saja menata ruangkerjanya sedikit berbeda dengan desain ruangan lainnya. Ini dilakukanagar mereka dapat bekerja senyaman mungkin.

Lain “si tukang kerja”, lain pula “si tukang mandi”. Misalnya,seorang seniman yang senang berlama-lama di kamar mandi karena kerapmendapat inspirasi di sana bisa menambahkan aksesori dan fungsitambahan pada ruangan. Aksesori tambahan itu akhirnya bisa berfungsisebagai sarana untuk bekerja.

Kedua, ruangan yang sempit dapat memberikankesan yang luas jika kita mempertimbangkan pilihan warna cat,keberadaan cermin dan kaca, serta minimnya aksesori.

Haris, yang juga alumnus Teknik Arsitektur ITB ini, menjelaskan,warna senada atau yang masih satu turunan sebaiknya menjadi pilihankita ketika mengecat rumah. Jadi jangan memilih warna-warna yang gelapkarena akan memberikan kesan sempit pada ruangan. Pilihlah warna yangdapat memberikan kesan ringan dan teduh.

Namun, patut diingat, pilihan warna cat ini pun harus disesuaikandengan fungsi ruangan. Warna yang lembut dan ringan, seperti biru danungu, kurang cocok untuk ruangan belajar anak karena akan memberikankesan teduh. Akibatnya, anak akan kurang bergairah belajar. Merah danoranye, yang bersifat ceria serta riang, adalah contoh warna yangjustru cocok untuk kondisi belajar anak.

FAKTOR pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan.Cahaya lampu, menurut Haris, hanya ada dua, yaitu kuning dan putih.Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin,formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat,segar, alami, dan romantis.

Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangandi luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. “Adanyakaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis,memberikan kesan bahwa ruangan itu luas,” tutur Haris.

Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalamruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar mataharileluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.

Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkansatu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dansempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufetkecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.

Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilihmebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memilikiwarna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dansempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kitasehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, sepertipepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikankesegaran pada ruangan.

PEMANFAATAN ruang-ruang kosong yang ada di rumah untuk menaruhbarang-barang merupakan faktor ketiga dari konsep 3 in 1. Misalnya,ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untukmenyimpan beberapa jenis barang.

Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapatlebih difungsikan. Berburu ruang sisa, itulah istilah Haris. “Denganbegitu, satu tempat bisa saja multifungsi,” ujar pria yang pernahmenjadi Direktur Indonesian Interior and Architectural Space ResourceCenter ini.

“Dinding menganggur, no way,” kata Haris. Justru di dindinglahterdapat kekayaan kita. Selain ketiga hal di atas, dinding rumah pundapat dimanfaatkan. Ia mengatakan, kita bisa saja membuat rak buku didinding rumah. Namun, warna rak pun jangan terlalu kontras dengan warnadinding yang ada.

Bagi yang ingin memasang wallpaper, pakailahyang bermotif dan berwarna ringan. Corak lekukan daun yang lebar-lebar,misalnya, justru bisa menyita pandangan. Warna polos dengan garistipis-tipis dan kotak kecil-kecil malah dapat mengistirahatkanpandangan dan pikiran kita sehingga menjadi rileks.

Jarak lantai dan plafon pun tak luput jadi perhatian Haris. Jarakyang sempit di antara keduanya seolah mempersempit ruang gerak kita.Luasnya jarak antara lantai dan plafon justru membuat kita lebihleluasa bergerak dan sirkulasi udara pun lancar.

Ditanya mengenai estetika penataan rumah mungil, Haris menjawab,”Bagi saya saja yang seorang desainer interior, yang penting nyaman.Estetika nomor dua.” Dalam perkembangan selanjutnya, tentunya rumahmungil pun akan berubah karena bertambahnya beberapa hal.

Bertambahnya anggota dan aktivitas keluarga, kebutuhan ruang, danpeningkatan kualitas hidup adalah beberapa di antaranya. Akan tetapi,yang perlu diingat dalam merenovasi adalah mengenali rumah kitaterlebih dulu, menghitung kebutuhan ruang, dan menentukan skalaprioritas. (D11)

Kompas Online


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 17 Desember 2007

Eksklusif, Gaya, dan Praktis

Eksklusif, Gaya, dan Praktis

Pada level tertentu, simbol kekayaan keluarga bisa dilihat dengan jelas dari benda-benda yang dipajang di ruang tamu. Mulai dari televisi hingga lemari pendingin bersesak-sesak memenuhi sebuah ruang tamu keluarga yang dianggap "berada".

GAYA minimalis mulai mewarnai rumah-rumah di Kota Bandung seperti milik Ade Rahmat di kawasan Jln. Aquarius Bandung. Rumah minimalis ini minim dengan berbagai ornamen dan juga perabot di dalamnya. Selain mengutamakan bentuk dasar dan fungsional, barang hanya mengisi sebagian kecil ruang-ruang dalam rumah sehingga terkesan lega.* M. GELORA SAPTA/"PR"

Di level ekonomi lebih atas, banyak rumah dihiasi tangga-tangga melingkar dengan jejeran guci besar dan barang keramik, membuat orang repot saat menitinya.

Sebagian orang kini mulai meninggalkan barang dan suasana yang ribet itu. Mereka lebih suka memilih gaya serbaminimalis, mulai dari rumah, furniture hingga taman. Sesuai namanya, rumah minimalis minim dengan berbagai ornamen.

Begitu juga perabot di dalamnya. Selain mengutamakan bentuk dasar dan fungsional, barang hanya mengisi sebagian kecil ruang-ruang dalam rumah. Kesan lega dan luas terasa sangat kental

Tak takut diberi label miskin karena minim barang? Di sinilah keunikannya. Penampilan serbaminim ini ternyata malah menjadi ciri khas orang berduit. Rumah, taman hingga barang serbaminim melambangkan sang pemilik datang dari kelas eksklusif.

Ini juga bukan sebuah langkah penghematan. Bangunan, taman dan pernak-pernik serbaminimalis ini bahkan bisa membuat pengeluaran menjadi maksimal.

Sebuah rumah bergaya minimalis yang berdiri di atas tanah 126 meter persegi bisa menghabiskan biaya hampir Rp 300 juta. Untuk jenis minimalis ini, hitungan biaya tak bisa dilakukan secara matematis.

Misalnya jika dibangun di atas tanah seluas 500 meter lebih atau tiga setengah kali lipatnya, maka harga tidak otomatis menjadi tiga kali lipat atau sekitar Rp 900 juta. Harga bisa melonjak menjadi lebih dari Rp 2 miliar!

Begitu juga biaya sebuah taman minimalis. Pada penghitungan pengerjaan taman konvensional, seorang tukang taman biasa menghitung luas atau sempitnya taman sebagai patokan upah kerjanya. Untuk konsep minimalis, patokan itu tak terpakai. Hitungan biaya yang dikeluarkan sangat tergantung dari material yang digunakan.

Konsep minimalis berarti material yang dipakai minimal juga jenisnya. Namun setiap unsur harus menonjol. Unsur-unsur yang harus menonjol itulah yang biasanya merupakan barang mahal. Untuk taman misalnya, agar tampak bersih dan berkilau maka digunakan koral jenis kristal.

Untuk bangunan, minimalis ditandai dengan garis-garis tegas. Arsitek yang juga dosen di Universitas Parahyangan Bandung, Arief Sabarudin, menjelaskan konsep minimalis.

"Minimalis berarti mengurangi hal-hal yang sifatnya ornamental, dengan tujuan menyederhanakan karakter bangunan. Bangunan kembali ke bentuk-bentuk dasar. Biasanya dilakukan dengan permainan karakter bahan, untuk membedakan bidang atau massa. Pada konsep minimalis yang dilakukan adalah permainan warna dan bahan," kata Arief.

**

Praktis, bersih , simpel dan tak usah repot bersih-bersih rumah. Itulah rata-rata alasan yang dikemukakan para penikmat gaya minimalis ini. "Mereka umumnya adalah pengusaha muda atau eksekutif muda yang sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehari-hari," kata Andie dari "X-otic Landscape & Aquascape", arsitek yang mulai mengkhususkan diri pada taman minimalis.

"Umumnya klien saya membuat gaya minimalis ini karena tak mau repot mengurusnya. Dengan kegiatan yang begitu banyak, mereka tak sempat memikirkan urusan tetek bengek mengurus rumah," ujar Andie.

Sebut saja Rudi Chandra (27). Untuk menyisihkan waktunya bagi acara wawancara, Rudi mengalami kesulitan. Konsultan bangunan ini sempat menunda beberapa kali karena kesibukan pekerjaannya.

Soal kenikmatan menghuni rumah yang serbaminimal ini sudah dirasakan oleh Rudi. Lelaki yang baru saja menikah ini sebelumnya memang sudah pernah menikmati nyamannya rumah minimalis. "Rumah orang tua saya juga bergaya minimalis. Model minimalis punya ciri khas, bersih dan simpel. Itu yang saya suka," kata Rudi.

Jadi ketika ia memutuskan akan menikah, yang berkelebat dalam benaknya adalah rumah dengan gaya minimalis. Dalam waktu sembilan bulan, ia ngebut membangun rumahnya yang terletak di kawasan elite Bandung utara.

"Blong, tidak bersekat-sekat, sehingga membuat sirkulasi udara lebih bagus." Alasan Ade Rahmat (42), karyawan yang bekerja di perusahaan penerbit surat kabar, memilih rumah bergaya minimalis.

Demi selera yang kebetulan sama dengan sang istri, Ade memutuskan "membabat" habis rumahnya di jalan Aquarius, Turangga Bandung. Selain rumah, Ade membuat rumahnya matching dengan taman bertema minimalis juga. Berada di kompleks yang dibangun pengembang dengan konsep lama, rumah minimalis Ade tampak menonjol. Sungguh sedap dipandang mata. Biarpun minimalis, fungsinya sangat maksimal. Di rumah Ade juga terdapat fasilitas air panas dalam bentuk whirlpool.

Ada pula Rincan (30), wiraswastawan. Sudah tiga tahun ini ia sibuk mengutak-atik rumah yang dibelinya dari pengembang di kompleks perumahan Taman Kopo Indah Bandung. Ketika ia beli, rumah tersebut masih bergaya Eropa. Lamanya waktu membangun bukan karena ia seorang perfectionist.

"Bukan apa-apa. Pembangunannya sangat tergantung pada dana. Kalau sudah tak ada uang, berhenti dulu, kalau sudah ada lagi ya diteruskan," kata Rincan sambil tertawa.

Ia tidak takut saat rumahnya sudah beres, tren minimalis sudah lenyap. "Gaya minimalis hampir sama dengan jenis klasik, bersifat abadi. Bukan hanya semusim," ujar Rincan.

Rincan membandingkannya dengan model rumah Spanyol yang pernah naik daun beberapa belas tahun ke belakang. "Trennya hanya sebentar,"katanya.

Membaca kebutuhan kalangan berduit ini, pengembang di Bandung pun jeli memanfaatkan peluang. Di Bandung setidaknya tiga buah kompleks perumahan dibangun dengan konsep minimalis yaitu Metro Regency Margahayu Raya, Kota Baru Parahyangan (sebagian) dan Town House Ciumbuleuit.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 21 Oktober 2007

Memanfaatkan Jasa Arsitek

Memanfaatkan Jasa Arsitek
October 21st, 2007

Memanfaatkan Jasa Arsitek

Risiko membangun rumah dengan denah yang salah bisa membuat suasana rumah tak nyaman. Misalnya, membangun rumah tanpa perhitungan aliran udara keluar dan masuk. ”Akibatnya, di dalam rumah terasa panas,” kata Eddy W Utoyo, ketua bidang Pengabdian Masyarakat IAI Pusat. Bila kondisi ini menahun bisa membuat penghuni rumah penyakitan.

Karena itu, Eddy mengakui banyak orang yang enggan berkonsultasi ke arsitek lantaran faktor biaya. ”Takut mahal? Hanya lima persen biaya pembangunan,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama Jakarta Design Center ini, membangun rumah memanfaatkan jasa arsitek lebih ekonomis. Ekonomis yang dimaksudnya, menempatkan barang yang tepat sehingga akan membuat rumah menjadi mahal nilainya. ”Barang yang murah ditempatkan secara tepat akan bernilai tinggi.”

Bila Anda memutuskan membangun rumah dengan memanfaatkan arsitek, datanglah ke biro konsultan. Ceritakan tentang kondisi dan luas tanah berikut rencana rumah yang akan dibangun. ”Saat mendengarkan, arsitek sudah membayangkan bagaimana sirkulasi udara dan pencahayaannya,” jelas Eddy.

Kemudian, diperhitungkan berapa biaya pembangunan rumah. IAI mempunyai harga patokan biaya pembangunan per meter perseginya berdasarkan bahan-bahan bangunan yang akan digunakan.

Arsitek membuat prarencana denah dengan harga bangunan. Kemudian ditetapkan persentase untuk jasa arsitek. Pada rumah yang luasnya di bawah 36 meter persegi, konsultasi diberikan gratis. Lebih dari 50 meter persegi biayanya 5-8 persen biaya pembangunan rumah. Biaya jasa arsitek itu sudah termasuk pengawasan pembangunan secara berkala.

Bila prarencana denah itu disetujui, dibuatlah gambar kerja yang menyangkut gambar pemasangan fondasi hingga instalasi listrik. Total gambar yang diterima calon pemilik rumah sekitar 15 buah. ”Gambar ini siap dibawa ke kontraktor,” jelas Eddy. poy


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 14 Oktober 2007

Interior Perkantoran

Interior Perkantoran
Dari Citra sampai Produktivitas

KALAU Anda masuk ke sebuah kantor, apa yang pertama Anda lihat? Tata ruang kantor itu pastilah menjadi salah satu perhatian Anda. Kantor dengan tata ruang yang semrawut hampir pasti akan membuat klien atau tamunya berpendapat, kinerja kantor itu pun bisa jadi tak jauh berbeda dengan tampilan tata ruangnya.

OLEH karena itulah tata ruang sebuah kantor tak hanya harus membuat para pekerjanya nyaman menjalankan tugas, namun juga mampu menunjukkan citra diri yang ingin ditampilkan perusahaannya. Bahkan, bagi kantor-kantor yang bergerak di bidang jasa, seperti kantor pengacara, kantor notaris, dan bank, penampilan citra perusahaan lewat interior itu merupakan salah satu hal penting.

Mereka pun tak segan-segan menggunakan konsultan desainer interior untuk menata ruang kantornya, setidaknya mulai dari gerbang utama sampai ke ruang tamunya. Bahkan, untuk jenis bisnis yang memerlukan pembicaraan lebih intensif, misalnya pengacara, penataan interior amat diperhatikan sampai ke ruang kerja si pengacara.

"Mereka kan harus menghadapi berbagai macam klien, mulai dari yang urusannya satu jam selesai sampai yang mesti dilayani seharian. Jadi, ruang kantornya harus dibuat sedemikian rupa hingga nyaman untuk si pengacara, sekaligus bagi kliennya," kata Dedy Rochimat, Presiden Direktur Vinotindo Grahasarana, salah satu produsen interior perkantoran di Jakarta sejak tahun 1987.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung menanjak sebelum krisis moneter juga membuka peluang munculnya bisnis interior perkantoran. Masuknya para pemodal asing yang membawa pula kebiasaan di negerinya mempengaruhi tata ruang perkantoran di Indonesia, terutama di kawasan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi).

Adeline Monike, Manajer Pemasaran Datascrip Office Furniture & Filing Systems, perusahaan yang mulai mengisi mebel kantor sejak tahun 1974, mengatakan, seiring dengan datangnya para pekerja asing, mereka juga membawa perubahan pada cita rasa tata ruang kerja. "Dulu, tata ruang kantor nyaris seragam, bangku kayu, meja segi empat, dan lemari. Namun, sejak sekitar pertengahan tahun 1970-an itu, kantor perusahaan multinasional mulai menata ruangnya dengan desain dan pilihan mebel yang lebih beragam, lebih dinamis," ujarnya.

SEMAKIN terbukanya peluang berbisnis interior kantor seiring dengan semakin banyaknya pembangunan gedung-gedung perkantoran. Kalau dulu setiap kantor merasa perlu memiliki bangunan kantor sendiri, sejak tahun 1970-an kecenderungan itu mulai beralih kepada penyewaan ruang kantor di gedung-gedung pencakar langit.

Lingkup usaha kantor yang beragam jenisnya juga mempengaruhi segmentasi pasar yang dituju oleh para produsen interior kantor. Kalau dulu hanya perusahaan yang relatif besar merasa memerlukan jasa desainer interior dan pasokan mebel khusus untuk kantor, belakangan perusahaan berskala kecil pun ingin citra usahanya bisa muncul, antara lain lewat tata ruang kantornya.

Bervariasinya kebutuhan interior kantor juga melahirkan produsen interior kantor dari yang berharga ratusan ribu rupiah sampai puluhan juta rupiah. High-Point, salah satu produsen interior kantor, tampaknya lebih menyasar konsumen menengah dengan harga mebel ratusan ribu per unitnya.

"Kami semula berbisnis interior rumah tinggal, namun melihat peluang bisnis office furniture, maka pada tahun 1988 kami sepenuhnya beralih ke produksi furnitur kantor," kata Amir Jaya, Asisten Direktur Pemasaran High Point.

Dedy Rochimat menuturkan, tahun 1988 saat usahanya baru merangkak dia sudah mendapat pesanan beromzet sekitar Rp 25 juta dalam waktu kurang dari sebulan. Setelah itu, nyaris usahanya tak pernah sepi dari pesanan membuat interior kantor. Bahkan, sampai sekarang pun dia hanya membuat furnitur kantor sesuai dengan pesanan yang masuk.

"Omzet sebesar itu pada masa awal usaha membuat mata kami makin terbuka pada peluang di bidang interior perkantoran," cetusnya. Maka, Dedy pun semakin mantap untuk mengkhususkan diri pada penyediaan interior kantor, terutama untuk kantor berskala menengah ke atas atau berharga jutaan rupiah per unitnya.

Baik Dedy, Monike, maupun Amir tak bersedia menyebutkan omzet usahanya, namun mereka mengakui bahwa bisnis interior kantor relatif tak banyak pemainnya, sementara kebutuhannya makin beragam. "Selain kantor di gedung tinggi yang biasanya sewa dan cenderung memerlukan perubahan tata ruang sesuai keperluan bisnisnya, setelah krisis moneter 1998 makin banyak muncul kebutuhan tata ruang untuk small office home office," ujar Monike menambahkan.

PERMINTAAN pada desain dan interior tata ruang kantor pun belakangan ini semakin beragam. Kalau sekitar tahun 1980 sampai awal 1990-an orang cenderung menyukai penataan yang senada untuk semua ruang kantornya, belakangan ini justru sebaliknya. Setiap ruang ditata sesuai dengan kebutuhan suasana kerja karyawan.

Begitu banyaknya variasi permintaan pada interior kantor ini juga mempengaruhi bisnis dan produksi interior kantor. Untuk kursi kerja, misalnya, pilihan desain dan bahannya amat beragam, mulai dari kayu, metal, kulit, sampai bahan sintetis. Kursi itu pun masih dibedakan lagi menurut fungsinya karena kursi pengambil keputusan berbeda desain maupun bahannya dari kursi ruang rapat atau kursi sekretaris.

Dedy mencontohkan, tempat tamu yang biasanya berada di ruang terdepan kantor cenderung lebih luwes. Artinya, pilihan interiornya tak hanya sebatas satu set kursi tamu, namun meja sudut, partisi, meja pojok, sampai pernak-perniknya diatur sedemikian rupa hingga mencerminkan citra perusahaan.

"Pilihan warna tata interiornya disesuaikan dengan simbol atau warna perusahaan itu. Pertimbangannya, mereka ingin agar pilihan warna yang merupakan perwujudan dari filosofi perusahaan itu dapat meninggalkan kesan pada tamunya," ujar Dedy.

Pembagian ruang kerja pun semakin tertata. Misalnya, ruang kerja untuk karyawan dengan tugas pembukuan dipisahkan dengan ruang kerja bagi karyawan bagian pemasaran. Salah satu alasannya, menurut Monike, tugas yang berbeda bila disatukan akan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.

"Karyawan pemasaran itu relatif lebih banyak bergerak, sementara tugas pembukuan memerlukan ketenangan dan konsentrasi tinggi. Kalau ruang kerja mereka disatukan, lalu lalangnya karyawan pemasaran bisa memecahkan konsentrasi kerja karyawan pembukuan," katanya.

Kalau melihat dinamika usaha, bisnis interior perkantoran tampaknya tetap menjanjikan. Meski Dedy mengatakan, dari segi harga, produsen harus mampu bersaing, antara lain, dengan produk Cina. Dia mencontohkan, sebuah kursi yang pada tahun 1988 berharga sekitar Rp 900.000 kini hanya naik menjadi Rp 1,2 juta.

"Kalau dihitung dengan inflasi dan ongkos produksi lainnya, kenaikan harga itu pasti tidak signifikan. Makanya, kami harus putar otak supaya produksi lebih efisien. Sementara di sisi lain kuantitas penjualan perlu digenjot agar harganya bisa tetap bersaing," ucap Dedy yang menyebut masa keemasan bisnis produksi interior perkantoran adalah sekitar akhir tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an.

Sekarang, peluang yang terbuka antara lain diperoleh lewat citra baru yang ingin ditampilkan perusahaan. Mulai tahun lalu ada kecenderungan perusahaan ingin mengubah desain tata ruangnya mengikuti citra baru yang ingin ditunjukkan perusahaan itu. (CP)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi