Tampilkan postingan dengan label Rumah Mewah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Mewah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Maret 2008

Yang Pas untuk Taman Rumah Minimalis

Taman Rumah Minimalis

Tak sembarang tanaman dan ornamen bisa ditampilkan di taman minimalis. Pastikan, Anda tak salah pilih.


Konsep taman rumah minimalis tengah disuka
. Anda salah satunya? Jika begitu, kehadiran taman bergaya minimalis perlu Anda hadirkan. Seperti apa karakteristik taman ini, Arwindrasti, arsitek lanskap, akan menjelaskannya untuk Anda.

Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. ''Salah memilih, lahan yang sudah sempit akan terlihat semakin sempit,'' kata dosen arsitektur lanskap di Universitas Trisakti, Jakarta ini. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar dua hingga enam meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu, menurut Arwindrasti, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen. Nah, kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.

Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung, karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. ''Biasanya, terletak di ujung tangga,'' tutur Arwindrasti. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.

Sejatinya, banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. ''Yang penting, mudah dipelihara, berwarna hijau, serta harganya murah meriah,'' katanya. Seperti apa contohnya? Arwindrasti menyebut beberapa di antaranya, yakni Caladium linium, Calathea majestic yang memiliki daun berwarna hijau segar, dan Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.

Untuk jenis tanaman berbunga, Anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja misalnya, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman Anda. Bahkan, jika ditanam di dekat carport, bunga ini bisa berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Masih ada pilihan lain? Tentu saja. Tanaman sri rejeki, bahkan Anthurium, pas juga untuk taman minimalis Anda.

Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa Anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Tapi ingat, jangan sembarang tanaman buah. Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertikal. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman.

Super minimalis
Saat ini, ketika harga lahan terus meroket, tak sedikit hunian yang berada di lahan super minimalis. Alhasil, lahan yang tersisa untuk taman pun sangat terbatas, sekitar 1X2 meter.

Namun jangan kecil hati, lahan super minimalis pun masih bisa disiasati sehingga taman impian Anda terwujud. Bagaimana caranya? Cobalah menata tanaman dalam beberapa pot. Anthurium, asparagus, Begonia, dan bunga lili bisa mengisi pot-pot itu.

Cermati pula cara menata pot. Ada 'rumus' yang bisa Anda terapkan yakni sistem penataan ganjil atau genap. ''Sistem ganjil, misalkan paling depan pot ukuran kecil, serong sedikit letakkan pot ukuran sedang lalu agak besar. Dengan begitu, bentuknya mirip segitiga tapi tidak sama kaki,'' jelas Arwindrasti. Bisa juga Anda tata pot dalam bentuk segi tiga sama kaki, yaitu dua pot ukuran kecil dan satu ukuran besar. Tidak sulit, bukan? Berbekal tips di atas, mudah-mudahan taman Anda tampil maksimal meski berada di lahan minimal.




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 24 Februari 2008

Rumah Murah, Rumah Idaman

Rumah Murah, Rumah Idaman

Membangun Rumah Idaman

Agar harga rumah terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, perlu dicari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan kota tapi masih tetap diminati oleh masyarakat.


Rumah murah kini menjadi incaran masyarakat kelas menengah ke bawah. Itu karena daya beli mereka menurun. Di sisi lain, harga rumah semakin melonjak. Bagi kalangan ini, bisa memiliki rumah dengan harga yang murah menjadi idaman.

Namun konsekuensinya, rumah murah terletak cukup jauh dari pusat kota. Di kota metropolitan seperti Jakarta kebanyakan rumah murah dan terjangkau berlokasi di daerah pinggiran yang jarak tempuh ke Ibu Kota sekitar 1-2 jam. Bekasi, Bogor, Tangerang, Karawang, dan Depok menjadi kawasan penyangga Jakarta.

Hal ini bisa dipahami karena harga tanah di daerah pinggiran masih relatif murah jika dibandingkan di dalam kota. Karenanya, para pengembang pun memilih lokasi di pinggiran kota untuk membangun rumah dengan harga yang relatif murah.

''Kalau kita lihat dari harganya, yang murah memang berada di daerah pinggiran. Di Bogor, misalnya di daerah Parung, Cilebut, Bojonggede, Citayam, dan sekitarnya,'' ujar Rachmad, seorang pemasar sebuah perusahaan pengembang, kepada Republika, pekan lalu.

Konsumen pun tahu konsekuensi dari membeli rumah dengan harga murah itu terletak di pinggiran Jakarta. ''Saya suka perumahan itu. Kelihatannya asri. Harganya pun murah. Tapi letaknya agak jauh, di Cileungsi,'' ujar Tri, seorang pegawai pemerintah, sambil melihat-lihat stan perumahan milik sebuah pengembang besar di arena Pameran Rumah Murah, yang berlangsung di Kartini Expo Center, Jakarta, dari 1-9 April.

Kenaikan jumlah RSH
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI), Ir Fuad Zakaria, menyatakan pemerintah memiliki program penyediaan rumah murah bagi masyarakat menengah ke bawah lewat gerakan sejuta rumah. Yang dibangun adalah rumah sederhana sehat (RSH).

Tahun ini, pihaknya optimistis jumlah RSH yang akan dibangun lebih banyak lagi dibandingkan tahun lalu. ''Saya yakin tahun ini kita bisa melampaui 100 ribu unit. Bahkan mungkin bisa sampai 125 ribu unit RSH yang kita bangun,'' ujarnya.

Tahun ini, lanjut Fuad, kondisinya lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang terjadi gejolak harga akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Kendala seperti itu tidak akan terjadi pada 2006.

''Tarif dasar listrik tidak jadi dinaikkan. Ini kabar baik bagi semua pihak. Jadi, kondisi tahun ini lebih baik karena tidak ada kendala. Karenanya jumlah RSH yang akan dibangun pun dipastikan akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu,'' ujarnya menambahkan.

Optimisme ini juga didukung dengan kemampuan dari bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya Bank Tabungan Negara (BTN). Pada 2005 lalu, BTN menargetkan membiayai 75 ribu unit RSH. Tapi realisasinya bisa mencapai 78 ribu unit. Kondisi 2006 ini, menurut Fuad, akan makin bagus jika Inpres tentang percepatan pembangunan perumahan bisa tersosialisasi dengan baik kepada semua pihak.

Harga rumah
Fuad menuturkan, harga jual rumah sangat tergantung dua komponen utama. Harga tanah dan biaya produksi. Karena harga tanah di kota semakin lama semakin membumbung, agar harga rumah terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, perlu dicari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan kota tapi masih tetap diminati oleh masyarakat. Desain dan arsitekturnya tetap harus dibuat semenarik mungkin agar disukai oleh masyarakat.

Sedangkan biaya produksi meliputi anggaran pembangunan, termasuk di dalamnya adalah biaya perizinan. ''Harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah untuk RSH adalah Rp 42 juta. Menurut saya, harga ini masih cukup terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,'' ujar Fuad.

Direktur PT Jaringan Selera Asia (JSA) -- developer yang banyak mengembangkan perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah -- Ikang Fawzi, menuturkan, jika komponen biaya perizinan bisa diturunkan maka harga rumah bisa lebih murah lagi. Biaya perizinan ini bisa mencapai sekitar 5-15 persen dari seluruh biaya produksi.

Kalau masalah perizinan ini bisa ditekan lagi, tutur Ikang, otomatis harga jual rumah juga bisa lebih rendah. Tapi ini tergantung political will pemerintah daerah. Ada daerah yang sudah membebaskan biaya perizinan untuk rumah sederhana, tapi ada juga yang belum. ''Di sinilah kami mengharapkan pemerintah pusat untuk mendorong pemerintah daerah agar membebaskan biaya perizinan bagi rumah sederhana,'' lanjutnya.

Saat ini, lanjut Ikang, untuk menekan biaya produksi dan harga jual rumah agar bisa tetap terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, banyak pengembang melakukan efisiensi di semua bidang. Namun hal ini tidak mengurangi kualitas rumah yang akan dibangun. Artinya, rumah yang dibeli masyarakat menengah ke bawah dengan harga murah tetap bisa menjadi sebuah kebanggaan. Hal inilah yang tetap dipedomani oleh PT JSA ketika membangun perumahan sederhana untuk masyarakat menengah bawah.

Pengusaha yang dikenal sebagai penyanyi rocker ini menuturkan, bagi masyarakat menengah ke bawah yang penghasilannya dibawah Rp 2 juta per bulan, membeli RSH adalah satu-satunya pilihan. Sebab tingkat penghasilan mereka memang hanya mampu untuk membeli RSH yang cicilannya sekitar Rp 600 ribu per bulan.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Perumahan Rakyat, memiliki program untuk membantu mereka dengan memberikan bantuan berupa subsidi uang muka. Menurut pengalaman Ikang menekuni bisnis ini selama 15 tahun, masyarakat bawah akan semakin berkembang kemampuannya. Misalnya sekarang hanya mampu beli RSH tipe 22, ketika gaji atau penghasilannya semakin meningkat, mereka bisa membeli rumah baru yang lebih besar atau mengembangkan rumah yang lama. Konsep rumah tumbuh kini banyak disukai oleh masyarakat.




JKonsumen Perumahan Perlu Diberdayakan

Pasar perumahan untuk menengah ke bawah sebenarnya sangat besar dan dinamis. Hanya saja, saat ini pasar tersebut dalam kondisi stagnan karena kemampuan beli yang menurun. Karena itulah, menurut Direktur PT Jaringan Selera Asia (JSA), Ikang Fawzi, konsumen perumahan menengah ke bawah ini perlu diberdayakan.

Menurutnya, potensi pasar perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah sekitar 70 persen dari seluruh pasar perumahan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah orang yang berpenghasilan Rp 2 juta ke bawah yang sangat besar. Sedangkan jumlah orang yang berpenghasilan Rp 10 juta ke atas sangat sedikit. ''Karena itu, perlu program pemberdayaan bagi mereka. Ini yang harus dilakukan pemerintah,'' ungkap Ikang kepada Republika.

Pemberdayaan tersebut, lanjutnya, bisa berupa pembukaan lapangan kerja baru, atau peningkatan pendapatan. Secara makro, pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga harus ditingkatkan.

Karena itu, pihaknya memfokuskan untuk membangun perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah. Hampir 70 persen rumah yang dibangun diperuntukkan bagi mereka. Sedangkan sisanya untuk masyarakat menengah atas.






Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 12 Februari 2008

Eksplorasi Gaya Timur Tengah

Eksplorasi Gaya Timur Tengah

Kawasan Timur Tengah dengan segala daya tariknya seolah tak ada habisnya untuk diulik. Mulai dari Maroko dengan kota Casablanca dan Marrakech-nya, Lebanon, hingga Turki. Semuanya selalu memberikan inspirasi yang menarik dan dapat diaplikasikan untuk menghiasi sudut-sudut tempat tinggal Anda. Kekayaan detail, aneka motif, ornamen-ornamen serta warna yang bervariasi, akan membuat rumah tampil unik dan eksotis.

Penerapan gaya ini dapat dikombinasikan dengan desain rumah Anda yang sudah ada. Caranya mudah, yaitu cukup gunakan detail dan pernik interior khas Timur Tengah pada satu ruang saja. Misalnya, hanya pada ruang tamu, ruang keluarga atau foyer. Ruang-ruang publik yang dihiasi ornamen-ornamen tersebut akan membuat rumah terlihat lebih semarak, menarik dan tentunya lebih hangat.

Pernak-pernik interior ala Timur Tengah tersebut dapat dicari di toko-toko cendera mata khusus. Atau jika Anda memiliki kesempatan untuk berburu, berbagai pernik antik yang terinspirasi dari kawasan Timur Tengah juga dapat ditemukan di kios-kios sepanjang Jalan Surabaya, Jakarta. Permainan bahan perunggu dan kuningan dari barang interior yang ditawarkan, memberikan sentuhan impresi Timur Tengah. Agar tampak lebih variatif, tambahkan karpet dan bantal penuh beads dekoratif di sudut-sudut rumah Anda.

Selain itu, untuk lebih menciptakan keselarasan desain, eksotika gaya Timur Tengah ini dapat juga diaplikasikan pada eksterior bangunan. Misalnya, dengan menggunakan bentuk-bentuk lengkung atau kubah berornamen pada bagian jendela atau lorong rumah. Pemilihan desain kolom dan material lantai pun dapat menjadi aksen unik.

1. Kaca patri yang penuh motif dan warna membuat ruang keluarga lebih hangat dan cerah. Untuk menyemarakkan ruang, gunakan karpet Persia kaya corak serta aneka pernik mungil penghias meja.
2. Ruang perpustakaan juga didesain khusus. Lemari sengaja dibuat berlengkung-lengkung seperti kubah. Selain itu, letakkan hiasan ala Timur Tengah, seperti shisha dan botol-botol dekoratif lainnya, untuk penyemarak suasana. Sumber Femina

jasa arsitektur rumah tinggal jakarta 021-73888872

Sauna dan Spa : Bursa Alat Perlengkapan Dan Info Harga 021-73888872


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 08 Februari 2008

Konsultasi IMB dan Rumah Sudut

Konsultasi IMB dan Rumah Sudut

Jasa Biro Arsitek Bangun Rumah

1. Apakah benar tanah huk di perumahan tidak boleh dibangun penuh ke samping? Sedangkan depan dan belakang sudah ada taman terbuka yang luasnya > 30% luas tanah. Menurut pengembang jika rencana membangun penuh maka IMB nya tidak disetujui karena tidak sesuai GSB nya, benarkah ustadz?

2. Apakah dalam pengurusan IMB petugas dari tata kota harus meninjau langsung ke lokasi rumah yang akan dibangun?

Terima kasih atas jawabannya.


Lunsih


Jawaban


Saudara Lunsih yang saya hormati,

Benar demikian adanya. Tujuannya adalah untuk daerah resapan. Juga estetika. Karena akan tidak sedap dipandang rasanya jika rumah tersebut habis tak memiliki lahan hijau.

Untuk itu secara optimalisasi lahan memang lahan hook agak kurang menguntungkan. Namun positifnya rumah di hook memiliki pemandangan yang lega dan indah dilihat dari 2 sudut pandang. Maka ia dikenal juga rumah 2 muka.

Petugas juga seharusnya melakukan survei ke lokasi. Anda bisa datang ke dinas tata kota di daerah anda dan menghadap dengan membawa data-data yang ada. Mulai dari PBB, surat tanah, fotokopi KTP hingga gambar yang akan diajukan.

Namun bagi saya sendiri yang berprofesi sebagai arsitek terus terang tidak pernah mau mengurus IMB sendiri. Jadi cukup gunakan biro jasa atau 'orang dalam' yang mampu mengurusnya. Tidak buang waktu dan 'uang sogokan'nya jadi halal karena kita anggap saja jasa atau service.

Pengalaman saya mengurus IMB, sama saja seperti membuat SIM. 3 kali saya ujian resmi SIM C. Yang ketiga baru lulus setelah bayar ke calo. Calo bertebaran di mana-mana. Orang dalamnya juga tidak bisa dipercaya. 2 - 3 bulan saya terlantar bolak-balik mengurus IMB di Jakarta Selatan. Padahal saya arsitek, yang kerjaannya di proyek. Waktu saya habis mengurus hal yang tidak jelas. Setelah yang punya rumah turun tangan baru selesai. Itu juga dengan bantuan 'orang dekat' Pak Walikota. Susah negara ini. Rakyat diperas untuk membiayai pemerintah kita sendiri. Apa bedanya dengan penjajah? Bedanya yang dulu rambutnya pirang.

Jadi sebenarnya inti tujuan dari GSB (garis sempadan bangunan ) dan KDB (koefisien dasar bangunan) adalah untuk membuat tatanan yang baik. Dan seluruh arsitek paham akan hal ini. Hingga rumah yang didisain oelh arsitek tentu sudah memperhatikan ini. Maka akan terlihat, rumah yang indah biasanya tersentuh oleh tangan arsitek.

Aturan ini tentu tidak hanya berlaku di area perumahan. Di kampung -kampung juga demikian. Hanya kesannya di perumahan lebih ketat karena ada pihak pengelola atau developer yang mengawasinya. Namun tidak saya pungkiri, ada developer yang super ketat. Dalam rangka menjaga citra perumahannya ia bahkan mengatur bentuk bangunan. Hingga rumahnya akan nampak seragam semua.

Jadi sebaiknya anda menggunakan biro jasa pengurusan IMB. Bisa tanya ke tetangga sekitar yang sudah jadi IMB nya. Apakah mereka menggunakan biro jasa resmi atau 'orang dalam' yang amanah. Yang penting jadi. Jangan sampai sudah setor uang namun hilang menguap entah ke mana.

Gunakan jugajasa arsitek jika anda merasa kesulitan membuat disainnya. Karena rumah yang indah dan tertata secara benar kelak akan memiliki harga jual yang baik. Karena memang rumah tersebut tampil dengan baik dan benar. Wajar saja.

Demikian masukan dari saya. Semoga bermanfaat. Dan semoga bangsa kita hari demi hari semakin baik keadaannya. Baik dari pemerintah yang mengelolanya juga rakyatnya yang semakin bertambah cerdas.


Ir. Andan Nadriasta eramuslim

Jasa Biro Arsitek Bangun Rumah



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Desain Apik Rumah Tumbuh

Desain Apik Rumah Tumbuh

Arsitek Desain Rumah

PEMBANGUNAN bertahap sesuai kemampuan pemilik rumah dapat mewujudkan impian memiliki rumah idaman. Lantas, bagaimana cara merancangnya?

Dana maupun luas lahan yang terbatas tidak perlu menjadi kendala bagi Anda untuk membangun rumah ideal sesuai impian. Karena kini rumah tumbuh dapat menjadi solusi praktisnya. Tren rumah tumbuh kini berjangkit pada pasangan muda yang tinggal dan menetap di kota-kota besar di Indonesia. Karena umumnya dengan dana yang terbatas, banyak pasangan harus berpikir ulang bila ingin kembali membangun rumah mereka.

Tak perlu bingung karena saat ini telah ada salah satu cara untuk mewujudkan impian tersebut, yakni dengan merancang konsep rumah tumbuh. Sesuai dengan namanya, rumah tumbuh adalah rumah yang pembangunannya bertahap. Tentu saja ini tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan sang pemilik rumah.

Hal ini seperti diutarakan oleh Imam Rasyidi dari PT Rumah Idaman Indonesia (RII) yang bergerak di bidang jasa kontraktor. "Umumnya, rumah tumbuh menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membangun rumah, namun memiliki keterbatasan biaya dan kebutuhan. Dengan demikian, penambahan ruang per ruang akan hadir maksimal sesuai keinginan sang pemilik rumah," ucapnya.

Umumnya, konsep rumah tumbuh terbagi menjadi dua, yakni vertikal dan horizontal. Konsep rumah tumbuh horizontal memiliki pengembangan yang lebih mudah. Hal ini disebabkan dengan pemilikan lahan yang luas, Anda tak masalah bila harus mengembangkan ke samping atau melebar. Namun, persoalannya kini di kota-kota besar seperti Jakarta, untuk mendapatkan tanah yang luas tentu saja bukan urusan mudah. Kalaupun menemukannya, pasti dengan banderol harga yang mahal dan akan menguras "isi kantong".

Makanya, tren di kota-kota besar, rumah kebanyakan tumbuh secara vertikal. Lantas, apa yang harus Anda persiapkan dengan konsep rumah tumbuh secara vertikal? "Yang menjadi syarat utama adalah fondasi rumah harus kokoh. Ini syarat mutlak bila ingin membangun rumah tumbuh," tutur pria yang berkarier menjadi kontraktor sejak 7 tahun belakangan ini.

Di sini, dibutuhkan fondasi dan struktur yang kuat. Hal ini berdasarkan pada mahalnya budget yang dibutuhkan untuk membangun sebuah dak. "Namun, bila memiliki keterbatasan biaya hingga tidak bisa menambah struktur ke atas, dapat pula melakukan penambahan lantai mezanin," imbuh arsitek dan interior desainer yang juga merangkap sebagai konsultan, I Oetomo Aryobimo Dipl Arch Int.

Arsitek Desain Rumah

sindo//tty) okezone


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Warna-warna Dingin dalam Interior

Warna-warna Dingin dalam Interior

Arsitek di Jakarta

Seperti halnya warna-warna hangat, maka warna-warna dingin juga dikenal karena efeknya yang memberi nuansa atau perasaan dingin, sejuk. Kita akan coba secara sederhana mencoba merasakan efekyang ditimbulkan oleh warna-warna berikut ini.

Coba rasakan hijau dari padang rumput yang membentang. Atau warna biru kehijauan dari warna air laut. Juga warna abu-abu keperakan dari unsur logam besi. Ya, semua warna itu ada
dalam satu kelompok warna-warna dingin.Kelompok warna itu mulai dari warna hijau sampai ke arah warna biru.

Warna-warna dingin, seperti halnya warna-warna hangat, secara umum juga memiliki sifat yang cukup beragam, mulai dari yang sifatnya tenang menyejukkan, sampai kepada dingin yang memberi nuansa tenang menyegarkan. Warna-warna dingin menyejukkan bisa didapatkan dari warna-warna biru kehijauan, warna-warna biru, sampai warna-warna biru keunguan. Sementara warna-warna dingin yang menyegarkan kita peroleh dari warna-warna hijau kekuningan, warna-warna hijau,sampai warna-warna hijau kebiruan.

Warna-warna Netral
Bagaimana dengan warna-warna abu-abu? Abu-abu pada dasarnya adalah perpaduan dua warna netral hitam dengan putih, dan sifatnya bisa menjadi warna latar belakang yang menenangkan, tidak membuat tekanan berlebih pada emosi manusia. Warna-warna abu-abu seringkali diasosiasikan dengan peralatan yang terbuat dari logam, bersifat bersih, dingin, dan juga diasosiasikan kepada nuansa modern. Sementara warna hitam sering diasosiasikan selain sebagai latar belakang, sesuatu yang kosong, kehampaan alam semesta, juga bisa disosiasikan sebagai sesuatu yang mistis, sedih, atau bahkan sesuatu yang negatif. Berlawan dengan hitam, warna putih diasosiasikan sebagai sesuatu yang tenang, luas terbuka, bersih. Sumber Kompas



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tips Membersihkan Rumah Setelah Banjir

Tips Membersihkan Rumah Setelah Banjir

Biro Arsitek


Banjir besar yang terjadi awal bulan ini telah menggelamkan sebagian besar wilayah Jakarta. Wilayah tetangga, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor juga terkena banjir.

Para ahli mengatakan, banjir besar tersebut merupakan siklus lima tahunan. Jika tidak segera diantisipasi, lima tahun ke depan sangat mungkin banjir besar akan terjadi lagi, dan bahkan mungkin akan lebih besar.

Bagaimanapun banjir mendatangkan problem tersendiri, khususnya bagi orang yang terkena. Rumah dan barang perabotan yang terendam air, apalagi selama beberapa hari, tentu rentan terhadap kerusakan. Belum lagi ancaman penyakit yang muncul pascabanjir.

Yang rumahnya terendam banjir membutuhkan waktu beberapa hari untuk membersihkankan. Lumpur yang tebal dan kotoran lainnya yang menumpuk di dalam rumah harus segera disingkirkan. Furnitur dan perabot rumah lainnya yang kebanjiran juga harus segera dibersihkan.

Membersihkan rumah pascabanjir membutuhkan kehati-hatian, terutama kotoran yang bisa menyebarkan bibit penyakit. Selain itu, perlengkapan untuk membersihkan rumah juga perlu diperhatikan agar bersih-bersih rumah berlangsung dengan baik dan lancar.

Untuk membersihkan rumah pascabanjir ada sejumlah tips berikut ini.

1. Untuk menghindari terjadinya korsleting, sebaiknya aliran listrik dipadamkan terlebih dahulu. Sebab benda-benda yang basah terkena air banjir bisa mengalirkan aliran listrik dan bisa berakibat fatal bagi keselamatan.
2. Pakailah sarung tangan, masker, dan sepatu bot agar kita terhindar dari penyakit. Kotoran, lumpur, dan air yang masuk ke dalam rumah mengandung banyak kuman penyakit.
Selain melengkapi diri dengan alat-alat tersebut, sebaiknya juga menghindari kontak langsung dengan barang-barang yang terkena banjir untuk mencegah masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh.

3. Agar udara segar masuk ke dalam rumah semua ventilasi dan lubang udara sebaiknya dibuka. Biarkan udara pengap dan berbau dalam rumah mengalir ke luar dan digantikan dengan udara baru yang lebih segar. Udara yang masuk juga bisa mencegah timbulnya jamur.

4. Membersihkan sofa dan karpet yang terkena banjir membutuhkan perhatian khusus. Jika memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa binatu profesional. Jika tidak, sofa dan karpet harus dilakukan secara hati-hati agar rusak.

5. Semprotkan cairan pembersih kuman (desinfektan) ke seluruh ruangan dalam rumah agar kuman penyakit tidak berkembang biak. Selain itu, cairan desinfektan juga bisa mencegah tumbuhnya jamur.

Membersihkan rumah pascabanjir memang membutuhkan kerja keras. Namun hal itu harus dilakukan secara hati-hati demi keamanan dan keselamatan kita, khususnya dari serangan penyakit.

(jar/dari berbagai sumber )

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 05 Februari 2008

Kos Bergaya Minimalis

Minim, Tetapi Elegan dan Memikat

Kost Bergaya Minimalis. Bangunan bergaya arsitektur minimalis masih menjadi tren di 2008 ini. Tren ini ditangkap pengembang, bahkan pelaku bisnis kos-kosan macam seperti di daerah Cikutra Barat untuk merebut pasar.

Di zaman yang serba praktis, dinamis, dan cepat saat ini, rumah bukanlah sekedar tempat tumpukkan perabot hias dan ornamen berkelas. Sesuai fungsinya, rumah yang ideal harus memberi kenyamanan, keamanan, sekaligus higenis. Esensi inilah yang melahirkan tren minimalis.

Sekretaris Jendral Real Estate Indonesia Teguh Satrio dalam perbincangan, Jumat (4/1) mengungkapkan, tren rumah minimalis yang mewabah sejak 2000-an ini akan terus bertahan di 2008 ini. Dan, masih akan populer dalam beberapa tahun ke depan. Ini tidak terlepas dari pergeseran pola pikir pasar yang lebih mementingkan aspek fungsional dan efisiensi ruang.

Bangunan bergaya interior atau arsitektur minimalis sejatinya menekankan hal-hal yang bersifat esensial atau fungsional. Bentuk-bentuk geometris elementer macam garis, persegi dan kubus, tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Sudut-sudut tegas dan warna netral macam putih dan krem terlihat menonjol. Keindahan atau kemewahan lebih terkesan dari keapikan susunan detail struktur atau arsitektur, bukan dari kerumitan ornamen penyertanya.

Layaknya tren, arsitektur jenis ini tidaklah statis. Fleksibilitas dan kompromistis terhadap aspek geografis, iklim, dan selera, menyebabkan pola arsitektur minimalis yang kini banyak dipakai di Indonesia, tidak lagi murni. Minimalis modern, minimalis tropis, dan minimalis kontemporer, jadi ragam variasi. Pengunaan material batu alam berwarna gelap netral, logam, dan pilar (asal terbatas) pun tidak lagi diharamkan.

”Minimalis tropis misalnya, mengakomodasi atap dan teras dalam struktur. Dalam konsep minimalis yang murni, kan tidaklah dikenal atap,” ucap Syarif Maulana Nuriman dari PT. Putera Papan Seruni, pengembang Buah Batu Regensi. Perumahan ini menyediakan pula kluster-kluster khusus yang berasitektur minimalis modern seharga Rp 300 juta – Rp 1,1 miliar.

Peluang pasar yang menjanjikan dari tren yang terus mewabah ini pun dicermati para pengembang dan pelaku bisnis properti di Bandung. Mereka mengadaptasi gaya ini ke dalam kluster-kluster atau town house yang baru dikembangkan. Selain Buah Batu Regency, ada pula Kota Baru Parahyangan, Metro Regency Margahayu Raya, dan Town House de Bale Pakuan Ciumbuleuit.

Di tempat yang disebut terakhir ini, seluruh rumah bahkan dibuat seragam bergaya minimalis modern. ”Bagaimanapun, kami bertindak berdasar tren pasar. Saat ini, tren minimalis itu kan masih terlihat menjanjikan. Kami berani mengembangkan karena tren jenis ini lebih abadi dan orang tidak cepat bosan,” ucap Indra Susanto dari Manejemen de Bale Pakuan. Tidak main-main, pasar perumahan ini pun ditujukan kepada golongan menengah atas. Harganya dipukul rata, yaitu Rp 2, 42 miliar untuk luas bangunan 350/150. Dan, sudah 95 persen terjual dalam waktu kurang 2 tahun !

Merambah kos

Uniknya, wabah arsitektur minimalis ini tidak hanya menjalar ke bisnis properti, melainkan juga bisnis jasa dan persewaan kamar (kos). Namun, kuncinya tetap satu, merebut pasar. Tengok saja di sebuah bilangan di Cikutra Barat, Kota Bandung. Di sini, terdapat bangunan kos dan salon ”Abelle” yang berasitektur minimalis kontemporer.

Riska Jamilia, salah satu penghuninya, mengatakan, keunikan asrsitektur itulah yang menjadi daya tarik kos itu. Membedakannya dengan kos lainnya. Di tempat itu, ia bisa merasakan ciri khas arsitektur yang tengah naik daun, sesuatu hal yang belum bisa diperolehnya di rumah. Tanpa perlu membeli, bisa menjadi bagian dari simbol identitas gaya hidup kaum urban itu.

Yang menarik, gaya rumah minimalis ternyata identik dengan personasifikasi pemiliknya. Ada tiga makna filosofis desain minimalis yang bisa dikaitkan dengan karakter manusia, yaitu orientasi kualitas, mementingkan esensi, dan menyukai kebersihan.

Teguh Satrio mengungkapkan, karakter personasifikasi macam ini umumnya ditemui pada pria yang tengah mengejar karir. Atau, belum di puncak karir. Golongan inilah yang umumnya memiliki rumah-rumah bergaya minimalis.

Ia menambahkan, ke depan, aspek fungsional akan lebih mendominasi tren arsitektur modern ketimbang seni desain semata. (Yulvianus Harjono)
JAKARTA, KOMPAS -





Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 04 Februari 2008

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti
Agustus 31, 2007

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Kumala Iman Dina

Hampir semua media cetak pada akhir pekan lalu memuat iklan tentang penjualan dan penyewaan properti hunian, baik rumah maupun apartemen. Pengembang bisnis properti berlomba-lomba menarik konsumen dengan berbagai cara, mulai dari bermain kata-kata pada iklannya hingga menggelar berbagai acara meriah di lokasi tertentu.

Promosi memang terus dilakukan. Bahkan, sewaktu banjir terjadi pada awal 2007, iklan properti berubah dengan janji-janji “permukiman bebas banjir” lewat berbagai media promosi, mulai dari selebaran, brosur, spanduk, hingga iklan di media elektronik.

Padahal, konsep iklan sebelumnya adalah menjual reputasi pengembangnya, kemewahan desain bangunan, fasilitas umum, keadaan lingkungan, keamanan, fasilitas kredit, sampai harga yang terjangkau. Belakangan, setelah banjir, konsep lama itu tak terlalu penting lagi.

Banjir bagi para pengembang bisnis properti jelas suatu hantaman, sekaligus tantangan untuk memperbaiki strategi promosi pemasaran dan segala infrastruktur yang ada, demi mendapatkan kepercayaan dan kepuasan konsumennya.

Lalu, bagaimana dari sisi konsumen properti? Sebelum memutuskan menyewa atau membeli suatu properti yang menjadi hunian impian, ada baiknya konsumen tidak cepat larut oleh janji-janji yang diberikan pengembang.

Teliti dan cermati dahulu apa yang menjadi kebutuhan dan kemampuan finansial. Selain itu, tentu urusan force majeure mulai sekarang harus dijadikan pertimbangan penting dalam memilih properti hunian masa depan. Mengingat banjir tidak hanya datang lima tahunan seperti yang diprediksi, tetapi sudah mengunjungi kita tanpa mengenal waktu.

Dari sisi kebutuhan, misalnya, para lajang dan pasangan muda yang memiliki tingkat mobilitas tinggi biasanya lebih memilih sebuah hunian di tengah kota yang mempunyai fasilitas cukup nyaman dan suasana aman. Kelompok ini menjadikan apartemen sebagai pilihan yang pas.

Pergi pagi dan pulang malam merupakan aktivitas keseharian para pekerja muda. Kebanyakan dari mereka memerlukan waktu singkat, akses yang cepat dan aman untuk menunjang aktivitas. Karena itu, tak heran jika faktor lokasi hunian menjadi pertimbangan utama.

Lingkungan segar

Pipit Mariana, seorang ibu satu anak sekaligus karyawan swasta di Jakarta Selatan contohnya. Perempuan ini mengaku selalu punya keinginan untuk memiliki rumah. Namun, dengan lalu lintas Jakarta yang selalu macet, membeli apartemen di tengah kota jadi pilihan. Dia mengaku tidak akan punya waktu untuk keluarga kalau tinggal terlalu jauh dari tempat kerja.

Lain lagi dengan pendapat Yuyun Indradi, seorang aktivis lingkungan yang lebih memilih rumah hunian di kawasan Bogor, Jawa Barat. Alasan dia, tingkat hunian yang padat dan polusi udara yang tinggi bisa membuat mood kerja seseorang menurun dan stres meningkat.

Oleh karena itu, Yuyun berpendapat, ruang hijau, keasrian, dan kesegaran lingkungan yang alami lebih menjadi faktor utama dalam memilih tempat hunian sebagai investasi bagi kesehatan. Dia mengibaratkan memilih hunian di tempat yang asri sebagai keputusan “menyelam sambil minum air”. Selain bisa memiliki rumah sendiri jika cicilannya kelar, tubuh juga akan tetap sehat saat tua nanti.

Ia menerangkan bahwa dengan fasilitas kendaraan umum yang lumayan, seperti kereta api dan akses jalan tol yang cukup lancar, tak membuat mobilitas aktivitasnya terhambat. Jadi, tidak ada alasan baginya untuk melirik apartemen tengah kota yang kini telah banyak menambahkan fasilitas ruang hijau buatan untuk menarik minat beli konsumen.

Hanya saja, lokasi tempat tinggal di tengah kota masih menjadi pilihan utama bagi sebagian orang, termasuk Pipit. Selain dapat menghemat waktu dan tenaga, dia pun dapat menabung untuk membeli rumah idamannya kelak. Walau mengutamakan lokasi hunian tengah kota, sebenarnya apartemen bukanlah menjadi pilihan utama.

Sebuah rumah, meskipun berhalaman kecil, jauh lebih bagus untuk perkembangan psikologis seorang anak dibandingkan dengan apartemen mewah yang dibatasi dinding-dinding tembok.

Kocek dan kebutuhan

Melihat pertimbangan Pipit, boleh disimpulkan bahwa luas ukuran sebuah hunian di pinggiran kota bukan jaminan kaum muda menjatuhkan pilihan mereka. Mereka akan lebih memilih menyewa atau membeli sebuah rumah atau apartemen/kondominium berukuran studio yang terletak di tengah kota dengan harga sesuai kocek dan kebutuhan.

Terlebih sekarang ini bisnis properti hunian bukan saja mainan para pengembang properti grup besar. Sudah banyak alternatif hunian yang ditawarkan para pebisnis baru, bahkan individual. Bangunan baru di atas tanah tak terlalu luas dan bermodel ala apartemen banyak didirikan di beberapa lokasi strategis kota.

Ruang kamar yang difasilitasi mirip dengan sebuah apartemen ditawarkan dengan harga sewa yang jauh lebih murah dibandingkan apartemen sungguhan. Konsumen yang banyak meminati tawaran ini adalah para karyawan kelas menengah maupun mahasiswa. Hunian seperti ini disebut in-dekost.

Bagi konsumen sendiri, hal ini sangat menyenangkan dan menjadi alternatif yang lain. Tinggal pilih yang mana. Mengutamakan fungsi dan fasilitas yang diterima, prestise (gengsi), atau gabungan keduanya yang tentu saja harus sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Justru di sinilah timbul persaingan pasar yang membuat bisnis properti hunian menjadi semarak.

Ingin memiliki hak kepemilikan properti dalam batas waktu tertentu dengan cara menyewa atau memiliki hak penuh atas kepemilikan rumah/apartemen tersebut. Tentu saja sekarang telah banyak pilihan. Jangan sampai kita berinvestasi dengan cara yang salah. Lihat dan cermati kemampuan dan kebutuhan sekarang serta di masa mendatang.

Banyak konsumen properti yang sering salah berinvestasi. Mereka hanya latah membeli hunian tanpa mencermati kebutuhan dan berprediksi (forecasting) ke depan.

Suatu investasi yang telah dikeluarkan sekarang belum tentu menguntungkan jika properti yang dibeli tidak dihuni. Biaya perawatan yang harus dikeluarkan dapat menjadi beban tambahan bagi sang konsumen. Belum lagi penyusutan nilai buku dan ausnya bangunan.

Karena itu, kembalikan lagi pada tujuan utama dan kebutuhan kita sebagai konsumen. Ingat, apa tujuan awal memilih sebuah tempat tinggal hunian.

Untuk berinvestasikah atau hanya untuk dinikmati masa sekarang dalam jangka pendek? Toh, fasilitas perbankan sudah banyak yang mendukung kemudahan kredit untuk mewujudkan impian memiliki rumah melalui sistem kredit lunak atau kredit pemilikan rumah/apartemen).

Kumala Iman Dina Pemerhati Properti. Kompas


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 31 Januari 2008

Superblok

Superblok
Sediakan Infrastruktur

Abun Sanda

Pembangunan sejumlah superblok di DKI Jakarta dan Surabaya menarik dikritisi. Kawasan bisnis dan hunian yang terintegrasi itu memang dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan, mereduksi polusi, dan menambah kenyamanan warga. Namun, hal itu perlu dicermati agar gambaran ideal tentang superblok tidak tercemar.

Jalan yang ideal bagi pembangunan superblok adalah membangun fasilitas mutlak untuk publik. Fasilitas itu bukan hanya dalam bentuk sambungan telepon, suplai air yang cukup, tempat rekreasi, dan belanja, tetapi dalam bentuk yang sangat bersahabat, yakni hutan kota, jalan tiga lajur yang diteduhi pohon-pohon pelindung, serta trotoar selebar tujuh meter bagi para pejalan kaki.

Tampaknya tidak mudah memenuhi harapan ini sebab membangun infrastruktur membutuhkan anggaran amat besar. Anggaran besar terutama untuk menghadirkan lahan untuk hutan kota, jalan, dan trotoar lebar. Komitmen kuat jelas dibutuhkan untuk memenuhi tekad ini.

Itu pula sebabnya mengapa tidak banyak pengembang bersedia membangun infrastruktur dan hutan kota. Beberapa pengembang besar menyatakan keengganan memenuhi "garis ideal" itu secara penuh tidak dilatarbelakangi sikap pelit, tetapi lebih pada pembengkakan investasi yang luar biasa. Biasanya penggelembungan investasi dibagi antar-pengembang dengan pengguna superblok. Namun, ini pun tidak mudah sebab pengguna superblok pasti akan mengeluhkan harga tinggi. Kalau sudah begini, superblok terancam tidak laku.

Sebaliknya, kalau pengembang menanggung semua fasilitas ideal superblok, ia pasti akan terengah membayar bunga bank atau mungkin bayangan keuntungan untuknya menguap sama sekali. Inilah beberapa hal yang kerap menyergap para pengembang.

Sepakat

Kalau ingin melihat masalah ini secara arif, pandangan para pengembang tersebut tidak keliru. Akan tetapi, masalahnya sekian tahun sebelum fenomena superblok muncul, kita sudah sepakat menghadirkan proyek superblok yang bagus, yang menyediakan jalan tiga lajur, trotoar tujuh meter, dan selokan yang terawat serta hutan kota.

Apabila muncul banyak masalah, terutama anggaran, para pengembang tidak perlu kehabisan akal. Pengembang bisa keluar dari masalah tersebut dengan beberapa formula. Pertama, mengerjakan proyek lebih efisien, memotong semua biaya tidak perlu, dan mengabaikan sama sekali permintaan pungutan liar (pungli).

Kedua, pemerintah hendaknya membantu mengurangi beban pajak sebab proyek ini bukan semata-mata untuk mempertebal kantong pengusaha, tetapi untuk memberi fasilitas kepada publik. Tanggung jawab kepada publik jelas banyak disandarkan pada pemerintah. Namun, untuk aspek yang ini perlu pula ada komitmen kuat dari pemerintah, tidak sekadar janji pepesan kosong.

Ketiga, mengajak para pembeli di superblok untuk mengerti bahwa harga di sentra bisnis dan hunian itu sedikit lebih mahal. Jika argumentasi yang disampaikan beralasan, mestinya tidak ada masalah. Namun, aspek ketiga ini hendaknya menjadi pilihan terakhir sebab membebankan harga mahal kepada konsumen, bagaimanapun ringannya beban itu, tidak populer dan tidak elok. Bukan lagi zamannya membebankan anggaran yang membengkak kepada konsumen.

Pesan dari tulisan kali ini adalah para pengembang hendaknya menyadari bahwa membangun superblok harus dikerjakan dengan sepenuh hati. Jika "asal selesai", pasti tidak asyik. Sebab, bagaimanapun besarnya laba yang diperoleh dan ramainya superblok itu, tetapi kalau tidak ditopang infrastruktur dan hutan kota, proyek tersebut bisa disebut gagal.

Hendak disampaikan di sini bahwa mengerjakan proyek superblok memang mengandung tujuan ideal. Warga mendapat kenyamanan, hemat energi, dan udara bersih. Selain itu, warga terbiasa berjalan kaki dari satu blok ke blok yang lain. Perjalanan itu pasti akan nyaman sebab didukung trotoar yang baik, pohon pelindung yang amat banyak, dan hutan kota yang rindang.

Di sisi lain, para pengembang akan mendapat nama harum karena membangun proyek bermutu. Nama harum ini pada ujungnya berdampak pada reputasi korporat.(as@kompas.com)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 23 Januari 2008

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

Nuansa Garis pada Hunian Modern Minimalis

MINIMALIS, Penggunaan aksen garis banyak ditemui pada rumah berdesain modern minimalis. Penggunaan pola garis baik horizontal maupun vertikal dapat menciptakan nuansa tersendiri pada hunian.

UNTUK mendesain rumah gaya minimalis tetap bernuansa seni dan tak membosankan, ternyata bisa dilakukan dengan berbagai cara. Selain penggunaan elemen furnitur yang sesuai dengan tema ruangan, pemilihan elemen dekoratif yang tepat juga mampu menghadirkan kenyamanan.

Menurut Lola N Madjid, arsitek dan desain interior dari Wiradi Consultant, perkembangan arsitektur dan interior bangunan belakangan ini lebih banyak didominasi jenis rumah dengan desain minimalis modern.Kenyataan ini tak bisa dihindari karena luas lahan di kota-kota besar yang semakin terbatas. ”Agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, desain rumah minimalis merupakan salah satu solusi,” ungkap Lola saat ditemui SINDO di Gedung Jakarta Design Centre, beberapa waktu lalu.

Membangun rumah dengan luas terbatas memang jauh lebih susah. Pasalnya dengan luas terbatas,kebutuhan akan hunian dan fungsi setiap ruangan harus tetap terakomodasi.Tak hanya dari sisi kebutuhan ruangan, penempatan furnitur juga harus lebih memperhatikan aspek estetika dalam ruangan. Bahkan, kita juga harus tetap memperhatikan dari aspek desain eksterior.

Berbeda dengan rumah dengan desain bergaya klasik modern atau tradisional yang lebih bisa diaplikasikan banyak detail dan ornamen, rumah dengan desain minimalis justru sebaliknya. Untuk itu, rumah minimalis disarankan tidak terlalu banyak ornamen dalam desainnya.Jika dilakukan, ini akan dapat mengaburkan kesan minimalis yang bercirikan sederhana dan efisien pada material pendukung. Lalu bagaimana jika ingin menghadirkan nuansa rumah dengan gaya minimalis tapi tetap menarik?

Kini bagi Anda yang akan membangun rumah dengan desain minimalis, ada cara baru untuk menghadirkan kesan artistik pada eksterior bangunan. Aplikasi garis vertikal maupun horizontal ternyata dapat menghadirkan suasana ruangan yang lebih artistik. Garis vertikal dan horizontal ini bisa diaplikasikan pada beberapa bagian di rumah. Mulai dari bagian depan dinding rumah, sampai dengan bagian lain seperti dua tiang bagian depan dan tembok pembatas taman.

Rumah dengan aksen garis vertikal maupun horizontal biasanya dibangun di atas tanah dengan luas terbatas. Bukan hanya itu, rumah dengan aksen garis-garis vertikal dan horizontal ini biasanya lebih banyak menggunakan material yang berasal dari batu-batuan atau semen dan pasir. Keberadaan ornamen dengan bentuk vertikal maupun horizontal ini dapat memberikan kesan tinggi dan lapang pada rumah-rumah dengan luas terbatas. Rumah dengan luas lebih kurang 100–150 meter persegi akan terkesan lapang dengan aplikasi garis horizontal pada pagar bagian depannya.

Penggunaan garis horizontal atau vertikal juga berfungsi untuk memberikan kesan tinggi.Permainan garis horizontal yang didesain dari material semen pada pintu masuk menjadikan rumah terlihat lebih tinggi.

Kombinasikan dengan Tanaman

BATU, rumah yang menggunakan aksen garis biasanya menggunakan material berupa batu, semen, atau pasir.

KEBERADAAN rumah dengan aksen garis vertikal ataupun horizontal terkadang terkesan kaku.Karena itu,untuk mengurangi kesan kaku dan formal, kombinasi tanaman pada sekitar bangunan yang mengekspos garis vertikal dan horizontal ini justru disarankan oleh sejumlah desain interior dan arsitek.

Menurut arsitek dari Lingga Jaya Utama Konsultan, Aris Purwanto, keberadaan rumah dengan desain yang mengaplikasikan aksen vertikal dan horizontal pada bangunan memang terbilang unik. Tak sekadar mendesain rumah, garis vertikal dan horizontal yang biasanya diaplikasikan pada bangunan seperti dinding dan taman di rumah dengan desain gaya minimalis ini harus tetap memperhatikan unsur estetika rumah secara keseluruhan.

Sebab itu, penambahan tanaman dengan warna-warna segar akan dapat menetralkan suasana rumah. Penempatan tanaman yang mampu memberi kesan nyaman dan santai diharapkan dapat menambah kesegaran suasana di rumah. Karena itu, penempatan tanaman di sekitar bangunan bisa menetralisasi unsur batu dan semen yang terkesan kaku.

Beberapa jenis tanaman yang dapat diaplikasikan di sekitar dinding rumah yang mengusung aksen vertikal dan horizontal ini sebagian besar merupakan tanaman dengan jenis daun berwarna hijau. Baik tanaman dengan daun berwarna hijau muda atau hijau kekuningan. Sementara itu, penempatan beberapa pot dengan jenis tanaman seperti aglonema dan tanaman keladi dengan daun lebar juga cocok diaplikasikan pada dinding pagar dengan aksen garis vertikal.

Dengan menempatkan tanaman ini, kesan kontras justru dapat menghadirkan suasana homy dan menyegarkan. Tak hanya tanaman dengan daun lebar, tanaman seperti alang-alang yang memiliki daun menjulang juga sesuai ditempatkan di dinding bagian depan rumah yang menggunakan aksen vertikal dan horizontal. Bahkan, jika ingin menggabungkan tanaman ini dengan tanaman berwarna cerah masih tetap sesuai.

Beberapa jenis tanaman seperti bougenvile dan tanaman jenis paku dapat ditempatkan pada rumah yang mengusung gaya desain minimalis modern. Selain bisa diterapkan pada bagian dinding, aksen vertikal dan horizontal dapat juga diterapkan pada desain taman. Garis horizontal yang sengaja didesain di taman ternyata juga mampu menghilangkan kesan membosankan di area taman. ”Meski rumah minimalis memiliki luas tanah terbatas, dengan sentuhan desain yang kontras melalui tanaman, rumah menjadi semakin menarik dan segar,” kata Lola.

EGIDIA SAWITRI, Kurangi Kesan Kaku

SEBAGAI keluarga muda,Egidia Sawitri lebih menyukai desain rumah bergaya modern minimalis. Selain lebih praktis, rumah berdesain minimalis sudah cukup mengakomodasi kebutuhan akan rumah tinggal untuk keluarga kecilnya.

Artis yang sekarang juga menjadi presenter beberapa acara di stasiun televisi swasta ini mengakui bahwa yang terpenting dari sebuah rumah adalah fungsi setiap ruangan.Kendati demikian, dia juga menyadari pentingnya menciptakan suasana rumah yang segar dan sejuk. Sebab itu,istri dari Dino Martin ini sengaja menempatkan sejumlah tanaman di rumahnya.

”Meski tidak banyak, di rumah saya juga terdapat tanaman yang mampu menyegarkan suasana,” ungkap Egidia Sawitri kepada SINDO. Bagi Egidia, keberadaan tanaman di dalam rumah ternyata juga mampu mengurangi kekakuan pada bangunan. Penempatan sejumlah tanaman dengan daun lebar sangat disukai artis yang kini juga sibuk mengurus buah cinta bersama suaminya.

Sebelumnya, rumah Egidia memang memiliki banyak tanaman pada dinding pagar depan rumah. Namun, karena lama kelamaan tanaman tersebut kurang terawat, akhirnya Egidia memutuskan untuk menghilangkannya. ”Awalnya saya senang sekali dengan tanaman yang ada di depan rumah,tapi karena tidak sempat merawatnya, akhirnya saya pangkas,” ujar Egidia.

Kini di tengah kesibukannya mengurus anak, perempuan yang mengawali debut kariernya di dunia hiburan melalui modeling ini tetap berusaha menjaga agar rumah tetap tampak segar. Salah satu caranya adalah dengan merawat tanaman-tanaman yang mampu menyejukkan rumah. (hasis purwanto) okezone



Jasa Desain Rumah
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 19 Januari 2008

Renovasi Rumah

RENOVASI RUMAH
Oleh: Ahmad Gozali

Saya ingin sekali merenovasi rumah yang sudah berumur lebih dari 10 tahun. Bukannya untuk mengejar mode desain rumah yang belakangan kian bervariasi, tapi karena pada beberapa bagian rumah sudah layak untuk dibongkar karena lapuk dan banyak bocor. Dan terus terang saja kebutuhan ruang pun sebenarnya mendesak, cuma saya berusaha menerima keadaan rumah apa adanya.

Sejak membeli rumah lima tahun lalu, saya belum melakukan renovasi berarti pada rumah. Dana eksis yang ada di dalam tabungan saya cuma Rp 50 juta. Tiap bulannya saya bisa menyisihkan Rp 5 juta untuk menabung. Dari perhitungan dengan arsitek yang mendesain rumah kami, untuk kualitas standar bangunan yang kami inginkan tersebut diperlukan dana sekitar Rp 300 juta untuk membangun rumah, bukan sekadar renovasi. Ada kekurangan dana sebesar Rp 250 juta.

Saya ingin berembuk dengan Pak Gozali soal pilihan renovasi atau membangun rumah keseluruhan dengan kemampuan keuangan saya yang ada. Kalau saya membangun rumah sekaligus, maka total biaya yang dikeluarkan bisa lebih sedikit dibanding jika melakukan renovasi sebagian demi sebagian. Mana yang bisa saya pilih? Banyak orang mengatakan bahwa kalau membangun rumah itu harus nekad, kalau menunggu uangnya cukup bisa malah tak membangun rumah. Apakah berarti saya harus utang bank? Bisakah Bapak membantu saya menentukan keputusan dengan bijaksana? Terima kasih atas saran dan jawabannya.

Hafidz Anggoro
Joglo, Jakarta Barat


Jawab:

Pak Hafidz, sayang Anda tidak menyebutkan ukuran rumah atau berapa anggota keluarga Anda. Karena kalau kita lihat, biaya pembangunan rumah Rp 300 juta itu sudah lumayan besar kalau tujuan Anda memang bukan untuk mengikuti tren model rumah, melainkan ingin memiliki rumah yang tidak lagi bocor dan dengan ruangan yang cukup. Kalau Anda lakukan survei ke perumahan-perumahan, bisa dilihat bahwa harga rumah sekitar Rp 300 juta adalah rumah dengan ukuran yang lumayan besar, mungkin rumah dengan ukuran bangunan di atas 100 meter. Dan ingat, harga rumah di perumahan itu bukan hanya bangunannya saja, tapi sudah termasuk tanahnya juga lho.

Untuk menunggu sampai uangnya cukup, rasanya terlalu lama. Padahal kebutuhan akan rumah sudah semakin mendesak dengan mulai rusaknya kondisi rumah dan keperluan penambahan ruangan. Tapi, kalau harus mengambil kredit dengan nominal Rp 250 juta juga sepertinya cukup berat. Kalau dihitung-hitung dari jumlah yang bisa Anda tabungkan per bulan itu menjadi cicilan hutang semua, maka hutangnya akan bisa dilunasi dalam jangka waktu sekitar 5 tahun. Tapi ingat, yang dihitung oleh bank bukanlah seberapa besar Anda mampu menabung, bank memiliki patokan sendiri untuk cicilan hutang. Yaitu 30 persen atau 40 persen dari penghasilan rutin per bulan. Jadi, kalau kita misalkan penghasilan Anda Rp 8 juta dan selama ini Anda bisa menabung Rp 5 juta. Bank hanya akan memperbolehkan Anda untuk mencicil Rp 2,4 atau paling besar Rp 3,2 juta. Ini berarti jangka pelunasannya bisa lebih dari 10 tahun. Bisa jadi Anda sudah butuh renovasi lagi pada saat kreditnya lunas.

Saran saya, kalau pun Anda harus mengambil kredit dari bank, pastikan cicilannya tidak akan memberatkan Anda karena kebutuhan lain di masa depan akan tetap ada. Jangan alokasikan semua potensi surplus untuk membayar hutang. Apalagi hutang jangka panjang. Karena kalau tidak ada tabungan sama sekali, Anda bisa jadi perlu berhutang lagi untuk menutupi kebutuhan yang mendesak. Dengan bertambahnya hutang, cicilan yang harus dibayar pun akan semakin besar. Akibatnya, kemampuan keuangan Anda malah terus berkurang dari waktu ke waktu.

Coba ajukan kredit dengan skema KPR pada bank agar jangka waktunya bisa diatur cukup panjang sehingga cicilannya pun bisa lebih ringan. Coba bicarakan kembali dengan arsitek Anda dan minta ia untuk memberikan saran untuk meminimalisir biaya pembangunan rumah ini. Sekarang ini sudah banyak konsep pembangunan rumah dengan biaya minimal, namun dengan kualitas dan penampilan yang tidak kalah menarik. Misalnya, dengan memanfaatkan bahan-bahan tertentu yang lebih murah dan mudah didapat, atau menghindari penggunaan bahan-bahan yang lebih bersifat artistik, namun kurang fungsional.

Sebagai langkah alternatif, coba survei berapa harga rumah baru di sekitar tempat tinggal Anda sekarang dengan ukuran yang Anda inginkan. Lalu bandingkan dengan harga tanah yang sekarang Anda tempati. Kalau ternyata harga tanahnya sudah lebih tinggi dari harga rumah baru (beserta tanahnya), kenapa tidak Anda jual saja tanah Anda sekarang dan pindah ke rumah baru yang lebih murah. Memang langkah ini mungkin tidak akan Anda sukai karena harus pindah lokasi rumah, tapi setidaknya layak dipertimbangkan sebelum membuat keputusan.

Salam
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 12 Januari 2008

Menyiasati Besar Rumah Dengan Luas Terbatas

Menyiasati Besar Rumah Dengan Luas Terbatas


Betapa sulitnya tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya pada masa sekarang ini. Bagaimana tidak, banyaknya minat membuat lahan rumah semakin sempit (kecuali bila Anda memiliki uang berlebih).


Oleh karena itu perlu ada kiat-kiat khusus sehingga dengan ruangan yang sempit, Anda bisa mendapat kepuasan sekaligus memberikan kesan bahwa rumah yang dimiliki terlihat lebih besar/luas dari sebenarnya.

Langkah pertama adalah membangun rumah dengan lahan terbatas (misalkan 100 meter persegi) menjadi dua lantai, sehingga ruang tidur keluarga bisa ditempatkan di lantai atas dan memudahkan pengaturan ruang di lantai dasar. Rumah secara umum terbagi atas dua area : area keluarga (misalnya ruang tidur ayah/ibu/anak, ruang keluarga, ruang makan, dan kamar mandi) dan aerea service (meliputi dapur, ruang jemur, dan ruang kamar pembantu).

Biasanya, ruangan depan dekat pintu masuk diakali menjadi ruang tamu (yang luasnya terbatas), dan diberi pembatas dengan ruang makan. Disampingnya adalah dapur, dengan tangga putar ke tingkat atasnya yang hanya menjadi ruang jemur. Usahakan supaya kedua area ini terpisah dengan jelas, dengan begitu aktivitas pembantu (seandainya ada) hanya berkisar di area tersebut.

Berhimpitan dengan ruang dengan bentuk siku adalah ruang keluarga, yang berisi sofa, meja kecil, televisi atau perangkat stereo. Sisanya di pojok yang berbatasan dengan tembok disisakan untuk teras dan area hijau (taman). Ruang makan yang letaknya bersebelahan/menempel dengan ruang keluarga sama-sama dilengkapi oleh pintu besar yang tembus ke taman/daerah hijau. Tujuannya, selain sebagai sirkulasi udara, kedua ruangan tersebut akan mendapat kesan asri.

Penghubung antara lantai dasar dan atas adalah tangga, yang letaknya di pinggir ruang keluarga dekat dapur. Di atas, sisakan sedikit ruang/celah antara tangga dengan kamar. Kalau ada ruang sisa di pojok yang cukup besar (yang letaknya tepat di atas ruang tamu), jadikan sebagai kamar utama, dan letaknya bersebelahan dengan kamar lain yang lebih kecil. Jangan lupa, siapkan kamar mandi yang cukup besar untuk menampung para penghuni lantai atas.
(idionline/Net)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 11 Januari 2008

Kemana Rumah Harus Menghadap?

Kemana Rumah Harus menghadap?
Mengakali Rumah Hadap Barat

Desain Rumah Gallery

Bicara tentang rumah ideal, para pakar arsitektur kerap menyebut arah selatan sebagai orientasi rumah paling oke. Persoalannya, kondisi yang mendekati sempurna itu biasanya sukar untuk dicapai. Terlebih, di area padat seperti perkotaan dan pinggirannya, di mana peluang untuk mendapatkan lokasi yang oke itu harus dibayar mahal. Hunian yang menghadap selatan menjadi favorit karena beberapa hal mendasar, utamanya pencahayaan yang teduh serta aliran angin yang memadai. Bagaimana jika rumah Anda 'terpaksa' menghadap ke arah lain?

Pengalaman Catur Wicaksono menggambarkan suka duka tinggal di rumah yang menghadap ke arah barat. Sejak mentari mencapai puncaknya, segenap penghuni rumah pegawai BUMN itu kipas-kipas kegerahan. Kondisi itu berlanjut hingga sang surya terbenam. ''Coba saja bayangkan berapa jam kami 'bersauna' tiap harinya,'' ayah tiga anak ini berseloroh satir. Adakah jalan keluar bebas gerah bagi Catur dan keluarga lain yang tempat bernaungnya menghadap ke barat? Ternyata, banyak hal yang bisa dilakukan, baik saat proses desain ataupun ketika rumah sudah telanjur berdiri. Nah, saran dari arsitek, Denny Setiawan, berikut ini patut Anda pertimbangkan.

Kisi-kisi
Siang hari, pada pukul 14.00 hingga 16.30 WIB, cahaya matahari akan langsung masuk ke dalam rumah dan kondisi taman depan rumah akan sangat panas. Kalau sudah begitu, mereka yang tak tahan panas bisa tak betah berlama-lama di dalam rumah. ''Sebagai solusi, pasang kisi-kisi kayu atau besi sebagai sun-shading,'' kata Denny. Kisi-kisi bertindak sebagai secondary skin bagi rumah. Ia akan menghalangi panas matahari menerobos ke ruang privat Anda. Dari segi estetika, keberadaan kisi-kisi ini bagus juga. ''Bahan kayu dan besi yang berkualitas biasanya tahan lebih dari 10 tahun,'' tutur Denny yang berkomitmen menjalankan studio berbasis arsitektur hijau.

Plafon tinggi
Plafon yang tinggi mendatangkan kesan lapang pada rumah. Selain itu, udara di dalam ruang juga akan menjadi lebih dingin dengan adanya plafon yang tinggi. Mengapa bisa begitu? Ya, sebab hawa panas selalu naik ke atas. ''Ketika tempat berkumpulnya hawa panas jauh dari permukaan lantai, otomatis hawa panas tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah,'' jelas pendiri Studio Denny Setiawan ini. Meski demikian, bukan berarti Anda disarankan untuk membangun plafon setinggi mungkin. Anda cuma perlu membangunnya dengan ketinggian proporsional.

Sirkulasi silang
Plafon tinggi saja belum cukup untuk membuat rumah yang menghadap barat lebih adem untuk dihuni. Anda masih perlu mempersiapkan sirkulasi silang. Artinya, harus ada bukaan di dua dinding yang berbeda. Dengan begitu, pertukaran udara lebih lancar. ''Tanpa adanya cross ventilation, plafon tinggi tak ada gunanya,'' ungkap pria yang lahir di Jakarta, 31 Desember ini. Intinya, tiap ruang harus bersentuhan langsung dengan udara luar. Tiap ruang mesti punya jendela. ''Sayangnya, banyak rumah yang kini dibangun penuh, tak menyisakan taman belakang. Itulah yang membuat rumah makin gerah,'' komentar Denny yang karyanya terpilih untuk dimuat dalam buku 125 Desain Fasade yang diterbitkan Imelda Akmal Architecture Writer.

Vegetasi
Lingkungan yang terjaga keasriannya berperan besar dalam menentukan suhu di luar dan dalam ruang. Jadi, jangan remehkan fungsi vegetasi di halaman rumah. Bagaimana jika halaman depan tidak cukup luas untuk menanam pohon-pohon rindang?
Pohon tak cuma bisa ditanam secara horisontal. Cobalah untuk merambatkannya ke atas. ''Dengan memanfaatkan vegetasi sebagai dinding, penghuni rumah akan mendapatkan pasokan oksigen plus peredam panas yang baik,'' papar Denny.

Coba saja tambahkan tanaman rambat sebagai tirai di muka rumah dan rasakan perbedaan suhu sesudah pemasangannya. Niscaya, yang hijau-hijau ini akan meredam panas mentari. ''Itu bisa diredam dengan adanya kisi-kisi yang ditanami pohon,'' urai Denny. Tak pernah ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan. Dengan dana yang tak pula berlebihan, Anda dapat mewujudkan taman vertikal yang memanjakan mata serta menyejukkan atmosfer sekitar rumah. Cantik dan fungsional, bukan?

Penyejuk udara
Menggunakan mesin penyejuk udara (AC) memang solusi singkat yang dipilih banyak orang. Tetapi, pilihan itu mendatangkan masalah baru. Siap-siap bengkak tagihan listrik Anda. Di samping itu, adanya kompresor AC di luar ruang akan membuat udara sekeliling menjadi lebih panas. Tinggal di iklim tropis, hunian tak semestinya dibangun dengan mengandalkan AC sebagai pengusir hawa panas. Masih banyak cara lain yang bisa ditempuh dan tidak berdampak buruk bagi dompet Anda, juga lingkungan hidup. ''Ayo, peduli sesama. Sayangi anak cucu dengan mengemat energi,'' ajak Denny.

Tata ruang
Ingin nyaman seharian di rumah yang menghadap ke peraduan sang surya? Cermati tepat tidaknya pembagian ruang di hunian Anda. Usahakan agar ruang utama alias ruang yang dijadikan tempat beraktivitas, tidak diposisikan di area yang lama terkena panas. Dengan begitu, Anda tak akan terlalu merasa gerah saat menjalani hari di ruang keluarga atau kamar tidur. Nah, sebagai gantinya, posisikan area servis di bagian depan. Panas yang menyengat dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian atau menerangi dapur serta area mencuci. Agar tampak depan rumah tidak terlihat berantakan, diperlukan kamuflase. ''Kasih saja taman vertikal,'' cetus Denny, alumnus Universitas Bina Nusantara.

Bukaan serong
Hunian yang homy hendaknya diwujudkan sejak tahap desain. Untuk itu, pastikan Anda meminimalkan jendela yang menghadap barat. Ubahlah orientasi jendela ke utara atau selatan. Bukaan yang menyerong 30 derajat hingga 45 derajat dapat menghasilkan rumah yang lebih teduh. Dengan begitu, panas matahari tidak secara langsung menyeruak ke ruang-ruang pribadi Anda. ''Prinsipnya, cahaya matahari memang diperlukan, tetapi panasnya harus kita buang,'' tandas Denny. Trik yang simpel, bukan? rei

Desain Rumah



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Mengatur Keseimbangan Energi dalam Interior Rumah

Mengatur Keseimbangan Energi dalam Interior Rumah


Biro Arsitek Rumah Jakarta

Rumah adalah sarana penting bagi manusia untuk menciptakan kehidupan yang sempurna. Karena itu, rumah perlu didesain dan diatur sedemikian rupa. Masyarakat Cina biasanya mengatur desain dalam rumah dengan konsep fengshui. Seni yang sudah berkembang ribuan tahun lalu ini menekankan pentingnya keseimbangan energi di dalam rumah.

Bagi yang menyakini fengshui, keseimbangan energi dalam rumah akan membuat penghuninya menjadi sehat dan berpengaruh pada kehidupan penghuninya secara keseluruhan.

Sementara itu, jika sirkulasi energi dalam rumah tidak seimbang, dampaknya akan kurang baik bagi kesehatan penghuni.

Ada banyak cara yang dilakukan para penganut fengshui untuk menciptakan keseimbangan energi di dalam rumah. Di antaranya memberikan sentuhan warna, penempatan aksesori tertentu, memelihara tanaman, dan mengatur pencahayaan ruang.

Dengan demikian, fengshui yang kini banyak berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia, bukan sekadar prinsip atau seni menghias rumah. Atmosfer yang tercipta di dalam rumah akan sangat mempengaruhi kondisi fisik para penghuninya. Misalnya penghuni rumah yang sering terkena insomnia (sulit tidur), kalau ditilik dari sisi keseimbangan cahaya, bisa jadi hal itu disebabkan lampu di kamar tidur terlalu terang.

Dalam prinsip fengshui, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam penataan interior rumah untuk menciptakan keseimbangan energi:

1. Pilihlah warna yang sesuai. Setiap warna memiliki semangat berbeda sehingga setiap warna bisa digunakan untuk tujuan tertentu. Misalnya warna merah bisa digunakan untuk ruang makan karena warna keras ini bisa membuat penghuninya bersemangat. Pemakaian warna merah di ruang makan bertujuan agar penghuni tetap gembira dan bersemangat.

Warna biru mengandung makna penyembuhan dan suasana santai. Karena itu, warna ini cocok digunakan untuk ruang istirahat bagi yang menderita sakit. Sedangkan kuning adalah warna yang menyiratkan makna kebahagiaan, kreatif, dan semangat. Sehingga warna ini pas digunakan pada ruang dapur dan ruang kerja.

2. Benda-benda seni, seperti lukisan, atau foto yang dipasang dalam ruangan, diyakini bisa memberikan energi yang positif.

3. Pencahayaan secara alami dan lancarnya sirkulasi udara diyakini berdampak baik pada kesehatan penghuni rumah.

4. Unsur tanaman juga diyakini bisa memberikan energi positif. Karena itu, ada baiknya menghias taman rumah dengan berbagai jenis tanaman hias.

Biro Arsitek Rumah Jakarta



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kerai Kayu Digemari Pemilik Rumah Modern Minimalis

Kerai Kayu Digemari Pemilik Rumah Modern Minimalis

Jasa Arsitek Rumah Modern Minimalis

Pembuatan kerai kayu banyak memanfaatkan meranti. Kelebihannya, kayu ini tahan panas dehingga tidak mudah melengkung.


Jendela adalah salah satu elemen penting dalam sebuah rumah. Selain berfungsi sebagai jalan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari, jendela juga mendatangkan keindahan, terutama jika didesain dengan bagus dan menarik.

Fungsi jendela menjadi optimal bila arus udara masuk dan keluar dari rumah berlangsung dengan baik. Dan, sinar matahari pun diperlukan sebagai pencahayaan dan agar rumah tidak lembab serta demi kesehatan para penghuninya,

Namun, bisa jadi sinar matahari yang masuk berlebihan sehingga menyebabkan barang-barang, terutama furnitur dari kayu, dalam ruangan berjendela, pudar. Untuk itu perlu penutup jendela.

Ada beberapa jenis penutup jendela. Tapi, pada prinsipnya ada tiga jenis penutup jendela yaitu kerai (blind), tirai (curtain), dan vitrase (sheers).

Kerai terbuat dari kayu dan kain. Kerai yang terbuat dari kayu menciptakan suasana etnik pada interior rumah. Yang biasa dimanfaatkan sebagai kerai adalah kayu meranti.

Kerai kayu meranti bisa menahan sinar matahari yang terlalu terik atau udara yang terlalu dingin. Dengan demikian, perabotan atau furnitur dalam rumah bisa terlindungi dari kerusakan.

Sedangkan kerai dari kain biasanya terbuat dari jenis kain tebal. Misalnya kain belacu, tenun, atau kain katun. Umumnya kerai ini, yang juga dikenal sebagai Roman Blind, dibuka atau ditutup dengan cara menggulung kain ke atas.

Setiap lembar penutup jendela model ini terbagi menjadi beberapa bagian yang berfungsi sebagai lipatan. Untuk memberi bentuk yang indah, pada lipatan-lipatan tadi diisi dengan batangan kayu atau besi. Penutup jendela ini pas untuk rumah dengan desain klasik maupun modern.

Kerai yang sekarang banyak berkembang terbuat dari kayu (wood blind). Perkembangan ini terjadi seiring selera dan selera masyarakat pada rumah modern minimalis.

Salah satu produsen kerai dari kayu meranti adalah PT Artistic Inovasi Jakarta. Dewi, dari perusahaan tersebut mengungkapkan, kayu meranti merupakan jenis kayu yang banyak digunakan untuk pembuatan kerai. Kelebihan katu ini dibanding jenis kayu lain adalah tahan panas. ''Sehingga tidak mudah melengkung,'' ungkapnya.''

Tidak mudah melengkung tidak berarti tidak bisa melengkung. ''Namun, butuh waktu lama bagi kayu meranti untuk melengkung. Karena itu, kayu jenis ini banyak digunakan sebagai kerai,'' lanjut Dewi.

Harga kerai dari kayu meranti ditawarkan oleh perusahaan tersebut secara bervariasi. Yang berukuran 2,5 cm dijual Rp 280 ribu per meter persegi. Sedangkan yang berukuran 5 cm harganya Rp 390 ribu per meter persegi.

Produsen wood blind lainnya adalah PT Indah Jaya Perkasa yang produksinya bermerek Sintaiyo. Desain yang dikembangkan modern minimalis. Karena itu, wood blind biasanya digunakan untuk perumahan yang bercorak modern minimalis maupun ruang perkantoran.

Ada dua ukuran, 25 mm dan 50 mm. Untuk yang berukuran 25 milimeter, harga yang ditawarkan Rp 350 ribu per meter persegi. Sedangkan yang berukuran 50 milimeter dijual seharga Rp 450 ribu per meter persegi.

Tidak panas
Sugiyanto dari Kiawood Blinds mengungkapkan, wood blind kini lebih banyak digunakan oleh konsumen daripada yang terbuat dari kain.

Penutup jendela model ini memiliki kelebihan tersendiri. ''Wood blind tidak panas. Kalau digunakan untuk rumah yang menghadap barat atau timur, maka hawa panasnya tidak bisa masuk ke dalam rumah. Jadi, udara di dalam rumah tetap sejuk,'' katanya. Kelebihan lainnya, wood blind tahan terhadap rayap karena sebelum digunakan kayu dioven terlebih dahulu.

Sugiyanto mengatakan, kalau di luar negeri wood blind lazim digunakan sejak 20 tahun lalu, di Indonesia baru sekitar 10 tahun silam. Namun baru benar-benar digunakan dan ngetren dua hingga tiga tahun terakhir,'' tuturnya.

Perawatan wood blind tidak rumit. Untuk menghilangkan debu kerai kayu ini dibersihkan dengan kemoceng. Berapa kali frekwensi membersihkan kerai kayu ini tergantung kondisi rumah. Kalau memang kotor sebaiknya dibersihkan setiap hari.

Jasa Arsitek Rumah Modern Minimalis

(jar )

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Optimisme Business Park

Optimisme Business Park

Jasa Arsitek Minimalis

Seiring dengan perkembangan zaman, orang menginginkan semuanya serba lebih cepat dan efisien. Inilah yang mendorong business park makin berkembang.


Tahun 2007 mendatangkan semangat dan optimisme kalangan para pelaku bisnis properti. Mereka yakin kondisi bisnis akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme tersebut dibangun di atas realitas makro ekonomi yang terjadi di akhir 2006 dan awal 2007. Di antaranya tingkat suku bunga yang semakin rendah, laju inflasi yang semakin terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang semakin mantap.

Kondisi tersebut diyakini akan berdampak positif bagi perkembangan business park (kawasan bisnis). Pelaku bisnis di bidang ini meyakini perkembangan tahun ini akan melebihi dari pencapaian tahun sebelumnya.

Salah satu pelakunya adalah PT Sanggraha Daksamitra yang mengembangkan Soewarna Business Park seluas 102 hektar di kawasan Cengkareng. Karena letaknya dekat dengan Bandara Soekarno Hatta, kawasan bisnis mendapat banyak respons dari konsumen.

Selain menyediakan ware housing (pergudangan), pengembang juga menawarkan kompleks perkantoran, kawasan industri ringan, pusat distribusi dan logistik, dan lapangan golf 18 hole (Klub Golf Cengkareng).

Senior General Manager Soewarna Business Park, Ishak Chandra, mengungkapkan, meski sempat terkena imbas kenaikan BBM pada akhir 2005, perseroan ini mencapai kinerja cukup menggembirakan hingga akhir 2006. Ini ditandai dengan occupancy rate (tingkat hunian) di kawasan Soewarna Business Park yang meningkat hingga 85 persen dari total lahan yang ditawarkan.

''Hingga saat ini, dari 80 perusahaan yang menempati komplek pergudangan dan perkantoran, 11 di antaranya merupakan bangunan dengan fasilitas built to suit,'' kata Ishak kepada wartawan.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6-7 persen pada 2007 dengan melakukan peningkatan belanja untuk sektor riil, penurunan suku bunga, pembukaan arus investasi asing sebanyak-banyaknya, dan mendorong laju pertumbuhan ekspor impor.

Menurut Ishak, optimisme ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan berbagai sektor bisnis, termasuk business park.

Bagi Soewarna Business Park, pertumbuhan ekspor dan impor tersebut semakin memperluas peluang untuk menarik berbagai perusahaan, baik yang airport business related maupun non-airport business related, melakukan investasi di kawasan bisnis ini.

Pada 2007 ini, pihaknya akan lebih memfokuskan untuk menawarkan konsep bangunan dengan fasilitas built-to-suit kepada para calon penyewa. Dengan konsep ini, konsumen bisa menentukan sendiri desain dan model bangunan yang hendak disewanya.

''Walaupun banyak pengembang yang menawarkan kawasan perkantoran dan pergudangan, kami sangat yakin, target pertumbuhan bisnis sebesar 20 persen pada tahun ini bisa kami raih. Ini karena keunikan konsep business park yang kami tawarkan,'' tutur Ishak.

Selain built-to-suit, beberapa pengembangan model bisnis lain, yang direncanakan sebelumnya, juga akan mulai diimplementasikan pada 2007. Ini untuk mengantisipasi dan menjawab kebutuhan para calon penyewa di masa mendatang.

Menurut Ishak, keberhasilan sebuah bisnis sangat tergantung dari seberapa besar bisnis tersebut mampu menjawab permasalahan yang ada. Tidak hanya permasalahan di masa sekarang namun juga lima tahun mendatang. ''Kami optimistis tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,'' terangnya.

Hal baru
Research Manager Lembaga Riset dan Konsultan Properti, Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, menilai business park masih merupakan hal baru di Jakarta. Bisnis ini muncul dan berkembang karena adanya kebutuhan dan tuntutan dari perusahaan-perusahaan asing yang melakukan aktivitas bisnisnya di Indonesia.

Karena itu, lokasi business park tidak boleh terlalu jauh dari bandara. Sebab hal itu akan sangat membantu perusahaan-perusahaan yang ada di sana. ''Saya melihat business park mulai berkembang pesat dua hingga tiga tahun terakhir ini,'' katanya.

Perkembangan ini karena tumbuhnya sektor logistik. Seiring dengan perkembangan zaman, orang menginginkan semuanya serba lebih cepat dan efisien. Dulu, orang menyimpan barang di gudang yang kosong. Sekarang, gudang dituntut lebih canggih, fleksibel, dengan kondisi yang lebih baik. ''Hal inilah yang mendorong business park makin berkembang,'' ungkap Anton.

Di luar negeri, lanjutnya, business park sering disebut sebagai science park. Sebab kawasan ini selalu dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang canggih.

Selain business park, subsektor yang termasuk properti industrial lainnya adalah manufacturing (pabrik) dan pergudangan. Manufacturing berkembang pesat pada era 1990-an. Namun, karena krisis ekonomi dan moneter, perkembangannya sekarang agak lambat.

''Permintaan untuk subsektor manufacturing saat ini rendah. Bahkan banyak yang menutup pabriknya dan pindah ke negara lain, seperti Cina dan Vietnam. Yang sedang berkembang saat ini adalah business park dan pergudangan,'' papar Anton.

Jasa Arsitek Minimalis



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Menata Teras Rumah

Menata Teras Rumah

Arsitek Jakarta

Terus rumah merupakan bagian luar dari bangunan rumah. Kehadirannya merupakan satu kesatuan dari seluruh bentuk rumah. Maka, bentuknya pun harus dibuat sedemikian indah karena mencerminkan keindahan rumah secara utuh. Sebagai ruang perantara lingkungan dalam dan luar rumah, karakter teras sama dengan karakter ruang dalam.

Ada dua jenis teras, yaitu depan dan belakang. Teras depan sebagai tempat untuk menyambut tamu karena itu bentuknya ditekankan sisi estetisnya. Sementara teras belakang bersifat privat sehingga bentuknya dibuat untuk menampung kegiatan keluarga atau menyalurkan hobi seperti melukis, membaca koran, minum the di sore hari, atau bercengkaram dengan keluarga.

Di teras depan, seseorang sering menerima tamu yang berkunjung. Karena itu, bagian ini menjadi sangat penting dan perlu ditata agar tampak lebih indah dan cantik.

Luas teras bervariasi tergantung luas rumah secara keseluruhan. Jika rumah luas dan memiliki sisa tanah yang cukup, maka biasanya ruang untuk teras juga cukup luas.

Teras bisa berbentuk ruangan setengah terbuka, atau ruang datar yang luasnya 1x2 m2 yang hanya berisi beberapa kursi. Luas dan bentuk teras sangat tergantung kebutuhan dan kebiasaan pemilik rumah. Yang jelas, karena fungsinya penting bagi sebuah rumah maka teras perlu penataan indah dan cantik.

Untuk menata teras, perlu diperhatikan beberapa hal:

1. Agar lebih nyaman dan indah, material untuk teras seperti lantai, dinding, maupun plafonnya sebaiknya berbeda dari ruangan lain. Untuk lantai, pilihlah bahan yang tidak licin karena berada di luar rumah dan sering terkena hujan. Materialnya bisa dari kayu, keramik, atau batu alam.

2. Jika teras tidak terlalu luas, maka pemilihan furnitur dan perabot pendukung perlu diperhatikan. Pilihlah furnitur yang tidak terlalu besar ukurannya. Kalau furniturnya besar ruang semakin sempit.

3. Jika aktivitas di dalam rumah tidak terlalu padat, teras bisa ditata dengan corak yang sederhana. Tatanan seperti ini lebih cocok dengan situasi rumah dibanding penataan yang kompleks dan rumit.

4. Jika ukuran teras luas, penataannya bisa dengan gaya yang atraktif. Misal dengan gaya tropikal, natural, atau komposisi padat. Beberapa gaya ini bisa meminimalkan kesan kaku yang biasanya tampil di rumah.

5. Jika Anda hobi mengoleksi berbagai benda antik atau barang seni, tidak ada salahnya untuk memajang benda-benda tersebut di teras rumah. Selain untuk memperindah, hal itu juga bisa memperlihatkan karakter pemilik rumah.

Selain di depan dan belakang, teras juga bisa dibangun di samping rumah jika memang ada lahan yang tersisa. Di mana pun letaknya, teras perlu ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik dan indah. Kesan indah pada teras bisa mempengaruhi kesan rumah secara keseluruhan.Arsitek Jakarta

(jar/dari berbagai sumber )
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 10 Januari 2008

Rumah Gaya Neoklasik

Rumah Gaya Neoklasik

TREN rumah kini kembali ke gaya neoklasik-salah satu gaya yang terkenal adalah arsitektur Romawi, yang kaya dengan tiang tinggi dan besar, yang memberikan kemegahan. Selama ini, rumah-rumah bergaya klasik umumnya sering kita lihat pada rumah-rumah mewah di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan, dengan ukuran rumah yang besar dan tanah sampai ribuan meter persegi-yang menjadi lambang kesuksesan pemilik rumah.

NAMUN kini orang mulai rasional. Memiliki rumah berukuran besar dan tanah yang luas membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit. Karena itu, orang cenderung memiliki rumah yang proporsional, tidak terlalu luas, tapi juga tak terlalu kecil.

"Jika rumah terlalu luas, sedangkan penghuninya sedikit, rumah menjadi tak hangat lagi. Bayangkan, orang punya rumah besar seluas 1.000 meter persegi, tapi ketika ayah pulang, dia tak tahu anaknya ada di kamar yang mana saking banyaknya kamar. Padahal rumah adalah tempat keluarga berkumpul. Karena itu, tren rumah kembali ke rumah sedang. Gaya klasik dengan kemegahannya itu menjadi tren rumah kelas menengah, bahkan juga rumah- rumah kecil," kata Ir Jo Eddy, arsitek lulusan Universitas Trisakti Jakarta dalam percakapan dengan Kompas, pekan lalu.

Ini berarti gaya klasik Romawi atau sering disebut gaya neoklasik dengan tiang tinggi ini tidak monopoli rumah- rumah bernilai miliaran rupiah, akan tetapi juga bisa dinikmati kelas menengah karena rumah- rumah bergaya neoklasik seperti itu, dengan luas bangunan 151 meter persegi dan luas tanah 300 meter persegi, harganya bisa ditekan di bawah Rp 1 miliar.

Namun, kemegahan yang sama dapat diperoleh pemiliknya. Bandingkan dengan rumah- rumah mewah bergaya neoklasik di Pondok Indah, yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, bahkan belasan miliar rupiah.

Gaya neoklasik menekankan pada kehadiran tiang tinggi dan besar dengan ornamen dan profil yang khas. Kusen jendela dan pintu dibuat melengkung sehingga terkesan megah dan elegan.

Warna yang dipakai pun umumnya warna putih, krem, atau warna earth. Lampu-lampu jalan di lingkungan perumahan disediakan lampu hias, tidak seperti lampu jalan biasa yang standar. Ini pun mempengaruhi suasana sekitar perumahan. "Orang yang melihat rumah bergaya neoklasik seperti ini dari luar, akan terkesan dengan kemegahannya," ujar Jo Eddy.

Tren rumah bergaya klasik ini bahkan juga merasuk ke rumah-rumah kecil dengan luas bangunan 36 meter persegi dengan luas tanah 72 meter persegi yang harganya seratusan juta rupiah hingga dua ratusan juta rupiah. Rumah ini sebenarnya berlantai satu, tapi karena tinggi tiangnya sampai enam meter, maka dari luar, rumah itu terkesan memiliki dua lantai. Jendela di atas teras rumah merupakan jendela hiasan, namun mengesankan rumah kecil itu lebih besar dari ukuran sebenarnya. Jendela yang dibuat pun bentuknya lengkung, sementara halaman depan tetap ada.

Arsitek lainnya, Ir Dhony Rahajoe, yang bekerja di sebuah perusahaan pengembang terkenal, menambahkan, gaya rumah sesungguhnya mirip mode (fashion) pakaian. "Sebagian besar mengikuti tren. Sehingga, jika selera masyarakat mengarah pada gaya tertentu, maka pengembang mengikuti selera pasar. Yang tak berubah hanya fungsinya. Ada ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi, dan halaman," katanya.

Pada awalnya, gaya rumah di Jakarta menekankan pada gaya modern dengan dominasi beton. Rumah-rumah di Pluit yang dibangun 30 tahun lalu, misalnya, mengedepankan unsur cetakan beton. Ketika kesadaran orang akan gaya rumah makin tinggi, banyak pengembang yang menawarkan gaya tropis, gaya country yang menonjolkan genting dan kayu sebagai unsur utama rumah, seperti yang terlihat pada beberapa rumah di kawasan Bintaro. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, banyak rumah didesain dengan gaya mediterania dan gaya Spanyol yang menonjolkan warna-warna cerah.

Selera pasar kini tampaknya beralih ke gaya neoklasik yang menonjolkan tiang-tiang tinggi hingga enam meter. Sejumlah pengembang melihat selera pasar ini dengan kreatif. Rumah yang terkesan megah tidak harus rumah berukuran besar dengan luas tanah ribuan meter persegi.

Akan tetapi, rumah-rumah kelas menengah bahkan rumah kecil pun bisa bergaya neoklasik! (ROBERT ADHI KSP)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi