Tampilkan postingan dengan label Kontraktor Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontraktor Rumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2008

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

Jasa Arsitek Rumah Minimalis

PERPADUAN dua gaya arsitektur klasik dan kontemporer tampak selaras pada hunian Presiden Direktur PT Guido M.L Hendrik. Bagaimana bentuknya?

Rumah bergaya klasik merupakan idaman Hendrik sejak lama. Namun, gaya kontemporer juga menjadi favoritnya. Akhirnya untuk mewujudkan hunian idamannya itu, pengusaha muda ini menggabungkan dua gaya tersebut. Jadilah konsep rumah klasik kontemporer yang cantik dan nyaman.

Di lahan seluas 980 meter persegi ini, Hendrik yang akrab disapa Abeng mendesain rumahnya. Guna mendapatkan kenyamanan akses yang tak jauh dari pintu tol, dia sengaja mencari lokasi dekat jalan raya utama di Cikarang Selatan. Namun, agar tak terganggu dengan kebisingan jalan, Abeng memilih tanah yang letaknya sedikit menjauh dari Jalan Raya Industri Tegal Gede.

"Membuat suasana nyaman dekat jalan raya, tapi tidak berisik. Jadi dari jalan raya harus melalui jalan sepanjang kurang lebih 25 meter untuk bisa mencapai rumah induk," sebut bapak satu anak ini.

Agar suasana asri bisa didapat, akses lokasi rumah dihias dengan taman dan dibatasi dua pagar yang berbeda. Di area depan rumah,sebuah bangunan dengan lebar 22 meter persegi berdiri kokoh dan memiliki level ketinggian yang berbeda. Hendrik sengaja membuat pintu masuk menuju ruang tamu lebih tinggi agar rumah tersebut bisa terlihat anggun dan juga untuk menghormati tamu.

Sebelum masuk ke dalam rumah,Abeng terlebih dahulu menunjukkan lahan kebun dan tempat bermain bulutangkis di sebelah kanan rumah. "Kebun ini akan dibangun lagi satu rumah yang terpisah dengan rumah induk," ujar pengusaha di bidang sipil kontraktor ini . Lahan tersebut akan diisi oleh tiga rumah yang terpisah. Tampak sebuah rumah di sudut,tetapi sementara ini digunakan untuk kantor mertua Abeng.

Adapun dari pintu masuk tersebut bisa disimpulkan kalau rumah ini bergaya kontemporer. Fasad bangunannya bergaya modern tropis dengan penggunaan kaca melengkung di beberapa bukaan berukuran besar. Namun, jika diperhatikan, ada beberapa aksen klasik yang ditambahkan pada area depan ini.

Gaya klasik semakin kuat saat melihat tatanan interior pada ruang tamu yang menggunakan satu set kursi gaya Victorian lengkap dengan gorden yang juga bergaya klasik. Sedikit berjalan lebih ke dalam, akan ditemukan grandfather's clock, khas gaya rumah klasik.

Ketinggian di area ini berbeda dengan ruang tamu, begitu juga ketika menginjak area di sebelah barat rumah bertingkat dua tersebut.

Sebelah barat rumah Abeng merupakan area privasi, sedangkan bagian timur merupakan area publik. Namun, sebelum menjelajah bagian timur, SINDO terlebih dahulu mengeksplorasi bagian barat yang jadi inti rumah.

Hal unik tampak di ruangan ini. Sebuah tangga yang tidak lazim didesain sebagai akses menuju lantai dua. Tangga tersebut satu arah namun berliku-liku mengikuti kontur dinding ruangan tersebut. Tampak panjang dan landai, juga klasik dengan railing kayu.Area void ini juga memiliki sebuah furnitur minibar dan sebuah lemari penyimpan koleksi milik keluarga.

Semakin ke dalam, akan ditemukan ruang keluarga lengkap dengan kursi bergaya Victorian. Penataan kursi sengaja dirapatkan ke dinding agar lebih leluasa dan jadi tempat bermain anak. "Dari sini bisa mengakses ke kamar anak, kamar tidur, toilet, ruang makan, dan dapur kering," sebut suami Nurlina sambil menyalakan sebuah televisi berlayar lebar. Ruang keluarga ini diterangi bukaan kaca melengkung yang tadi terlihat dari luar rumah, juga menerangi kamar tidur.

Dapur kering yang disebut Abeng tadi tidak terlalu besar karena terbagi dengan satu set meja makan.Selain itu, pendiri klub mobil Generation of Territory (G.O.T) ini mengatakan area tersebut termasuk jarang dipakai. "Paling kalau ada tamu saja," ujar pria kelahiran 4 Juni 1981 ini singkat.
(sindo//tty) okezone

Jasa Arsitek Rumah Minimalis


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Desain Apik Rumah Tumbuh

Desain Apik Rumah Tumbuh

Arsitek Desain Rumah

PEMBANGUNAN bertahap sesuai kemampuan pemilik rumah dapat mewujudkan impian memiliki rumah idaman. Lantas, bagaimana cara merancangnya?

Dana maupun luas lahan yang terbatas tidak perlu menjadi kendala bagi Anda untuk membangun rumah ideal sesuai impian. Karena kini rumah tumbuh dapat menjadi solusi praktisnya. Tren rumah tumbuh kini berjangkit pada pasangan muda yang tinggal dan menetap di kota-kota besar di Indonesia. Karena umumnya dengan dana yang terbatas, banyak pasangan harus berpikir ulang bila ingin kembali membangun rumah mereka.

Tak perlu bingung karena saat ini telah ada salah satu cara untuk mewujudkan impian tersebut, yakni dengan merancang konsep rumah tumbuh. Sesuai dengan namanya, rumah tumbuh adalah rumah yang pembangunannya bertahap. Tentu saja ini tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan sang pemilik rumah.

Hal ini seperti diutarakan oleh Imam Rasyidi dari PT Rumah Idaman Indonesia (RII) yang bergerak di bidang jasa kontraktor. "Umumnya, rumah tumbuh menjadi pilihan bagi Anda yang ingin membangun rumah, namun memiliki keterbatasan biaya dan kebutuhan. Dengan demikian, penambahan ruang per ruang akan hadir maksimal sesuai keinginan sang pemilik rumah," ucapnya.

Umumnya, konsep rumah tumbuh terbagi menjadi dua, yakni vertikal dan horizontal. Konsep rumah tumbuh horizontal memiliki pengembangan yang lebih mudah. Hal ini disebabkan dengan pemilikan lahan yang luas, Anda tak masalah bila harus mengembangkan ke samping atau melebar. Namun, persoalannya kini di kota-kota besar seperti Jakarta, untuk mendapatkan tanah yang luas tentu saja bukan urusan mudah. Kalaupun menemukannya, pasti dengan banderol harga yang mahal dan akan menguras "isi kantong".

Makanya, tren di kota-kota besar, rumah kebanyakan tumbuh secara vertikal. Lantas, apa yang harus Anda persiapkan dengan konsep rumah tumbuh secara vertikal? "Yang menjadi syarat utama adalah fondasi rumah harus kokoh. Ini syarat mutlak bila ingin membangun rumah tumbuh," tutur pria yang berkarier menjadi kontraktor sejak 7 tahun belakangan ini.

Di sini, dibutuhkan fondasi dan struktur yang kuat. Hal ini berdasarkan pada mahalnya budget yang dibutuhkan untuk membangun sebuah dak. "Namun, bila memiliki keterbatasan biaya hingga tidak bisa menambah struktur ke atas, dapat pula melakukan penambahan lantai mezanin," imbuh arsitek dan interior desainer yang juga merangkap sebagai konsultan, I Oetomo Aryobimo Dipl Arch Int.

Arsitek Desain Rumah

sindo//tty) okezone


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 03 Februari 2008

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

PERPADUAN dua gaya arsitektur klasik dan kontemporer tampak selaras pada hunian Presiden Direktur PT Guido M.L Hendrik. Bagaimana bentuknya?

Rumah bergaya klasik merupakan idaman Hendrik sejak lama. Namun, gaya kontemporer juga menjadi favoritnya. Akhirnya untuk mewujudkan hunian idamannya itu, pengusaha muda ini menggabungkan dua gaya tersebut. Jadilah konsep rumah klasik kontemporer yang cantik dan nyaman.

Di lahan seluas 980 meter persegi ini, Hendrik yang akrab disapa Abeng mendesain rumahnya. Guna mendapatkan kenyamanan akses yang tak jauh dari pintu tol, dia sengaja mencari lokasi dekat jalan raya utama di Cikarang Selatan. Namun, agar tak terganggu dengan kebisingan jalan, Abeng memilih tanah yang letaknya sedikit menjauh dari Jalan Raya Industri Tegal Gede.

"Membuat suasana nyaman dekat jalan raya, tapi tidak berisik. Jadi dari jalan raya harus melalui jalan sepanjang kurang lebih 25 meter untuk bisa mencapai rumah induk," sebut bapak satu anak ini.

Agar suasana asri bisa didapat, akses lokasi rumah dihias dengan taman dan dibatasi dua pagar yang berbeda. Di area depan rumah,sebuah bangunan dengan lebar 22 meter persegi berdiri kokoh dan memiliki level ketinggian yang berbeda. Hendrik sengaja membuat pintu masuk menuju ruang tamu lebih tinggi agar rumah tersebut bisa terlihat anggun dan juga untuk menghormati tamu.

Sebelum masuk ke dalam rumah,Abeng terlebih dahulu menunjukkan lahan kebun dan tempat bermain bulutangkis di sebelah kanan rumah. "Kebun ini akan dibangun lagi satu rumah yang terpisah dengan rumah induk," ujar pengusaha di bidang sipil kontraktor ini . Lahan tersebut akan diisi oleh tiga rumah yang terpisah. Tampak sebuah rumah di sudut,tetapi sementara ini digunakan untuk kantor mertua Abeng.

Adapun dari pintu masuk tersebut bisa disimpulkan kalau rumah ini bergaya kontemporer. Fasad bangunannya bergaya modern tropis dengan penggunaan kaca melengkung di beberapa bukaan berukuran besar. Namun, jika diperhatikan, ada beberapa aksen klasik yang ditambahkan pada area depan ini.

Gaya klasik semakin kuat saat melihat tatanan interior pada ruang tamu yang menggunakan satu set kursi gaya Victorian lengkap dengan gorden yang juga bergaya klasik. Sedikit berjalan lebih ke dalam, akan ditemukan grandfather's clock, khas gaya rumah klasik.

Ketinggian di area ini berbeda dengan ruang tamu, begitu juga ketika menginjak area di sebelah barat rumah bertingkat dua tersebut.

Sebelah barat rumah Abeng merupakan area privasi, sedangkan bagian timur merupakan area publik. Namun, sebelum menjelajah bagian timur, SINDO terlebih dahulu mengeksplorasi bagian barat yang jadi inti rumah.

Hal unik tampak di ruangan ini. Sebuah tangga yang tidak lazim didesain sebagai akses menuju lantai dua. Tangga tersebut satu arah namun berliku-liku mengikuti kontur dinding ruangan tersebut. Tampak panjang dan landai, juga klasik dengan railing kayu.Area void ini juga memiliki sebuah furnitur minibar dan sebuah lemari penyimpan koleksi milik keluarga.

Semakin ke dalam, akan ditemukan ruang keluarga lengkap dengan kursi bergaya Victorian. Penataan kursi sengaja dirapatkan ke dinding agar lebih leluasa dan jadi tempat bermain anak. "Dari sini bisa mengakses ke kamar anak, kamar tidur, toilet, ruang makan, dan dapur kering," sebut suami Nurlina sambil menyalakan sebuah televisi berlayar lebar. Ruang keluarga ini diterangi bukaan kaca melengkung yang tadi terlihat dari luar rumah, juga menerangi kamar tidur.

Dapur kering yang disebut Abeng tadi tidak terlalu besar karena terbagi dengan satu set meja makan.Selain itu, pendiri klub mobil Generation of Territory (G.O.T) ini mengatakan area tersebut termasuk jarang dipakai. "Paling kalau ada tamu saja," ujar pria kelahiran 4 Juni 1981 ini singkat.Sumber Okezone

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 31 Januari 2008

Rumah Joglo Tahan Gempa

Rumah Joglo Tahan Gempa


Bangunan Joglo menimbulkan interpretasi arsitektur Jawa yang mencerminkan ketenangan.

TAK hanya megah, indah, sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural, arsitektur bangunan joglo juga dapat meredam gempa. Bagaimana desainnya?

Sebuah bangunan joglo yang menimbulkan interpretasi arsitektur Jawa mencerminkan ketenangan, hadir di antara bangunan- bangunan yang beraneka ragam. Interpretasi ini memiliki ciri pemakaian konstruksi atap yang kokoh dan bentuk lengkung-lengkungan di ruang per ruang.

Rumah adat joglo yang merupakan rumah peninggalan adat kuno dengan karya seninya yang bermutu memiliki nilai arsitektur tinggi sebagai wujud dan kebudayaan daerah yang sekaligus merupakan salah satu wujud seni bangunan atau gaya seni bangunan tradisional.

Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah adat Kudus terdiri atas soko guru berupa empat tiang utama dengan pengeret tumpang songo (tumpang sembilan) atau tumpang telu (tumpang tiga) di atasnya. Struktur joglo yang seperti itu, selain sebagai penopang struktur utama rumah,juga sebagai tumpuan atap rumah agar atap rumah bisa berbentuk pencu.

Pada arsitektur bangunan rumah joglo, seni arsitektur bukan sekadar pemahaman seni konstruksi rumah, juga merupakan refleksi nilai dan norma masyarakat pendukungnya. Kecintaan manusia pada cita rasa keindahan, bahkan sikap religiusitasnya terefleksikan dalam arsitektur rumah dengan gaya ini.

Pada bagian pintu masuk memiliki tiga buah pintu,yakni pintu utama di tengah dan pintu kedua yang berada di samping kiri dan kanan pintu utama. Ketiga bagian pintu tersebut memiliki makna simbolis bahwa kupu tarung yang berada di tengah untuk keluarga besar, sementara dua pintu di samping kanan dan kiri untuk besan.

Pada ruang bagian dalam yang disebut gedongan dijadikan sebagai mihrab, tempat Imam memimpin salat yang dikaitkan dengan makna simbolis sebagai tempat yang disucikan, sakral, dan dikeramatkan. Gedongan juga merangkap sebagai tempat tidur utama yang dihormati dan pada waktuwaktu tertentu dijadikan sebagai ruang tidur pengantin bagi anak-anaknya.

Ruang depan yang disebut jaga satru disediakan untuk umat dan terbagi menjadi dua bagian, sebelah kiri untuk jamaah wanita dan sebelah kanan untuk jamaah pria. Masih pada ruang jaga satru di depan pintu masuk terdapat satu tiang di tengah ruang yang disebut tiang keseimbangan atau soko geder, selain sebagai simbol kepemilikan rumah, tiang tersebut juga berfungsi sebagai pertanda atau tonggak untuk mengingatkan pada penghuni tentang keesaan Tuhan.

Begitu juga di ruang dalam terdapat empat tiang utama yang disebut soko guru melambangkan empat hakikat kesempurnaan hidup dan juga ditafsirkan sebagi hakikat dari sifat manusia.

”Untuk membedakan status sosial pemilik rumah, kehadiran bentangan dan tiang penyangga dengan atap bersusun yang biasanya dibiarkan menyerupai warna aslinya menjadi ciri khas dari kehadiran sebuah pendopo dalam rumah dengan gaya ini,” tutur Zulfikar Latief, pemilik galeri Rumah Jawa, yang menyediakan rumah adat joglo dan furnitur etniknya.

Kesan yang akan timbul dari arsitektur bangunan tradisional joglo sering kali terasa antik dan kuno, hal ini timbul melalui kehadiran perabot hingga pernak-pernik pendukung bernuansa lawas yang dibiarkan apa adanya. Namun, dalam penataan hunian bergaya ini tidak ada salahnya bila dikombinasikan dengan gaya modern maupun minimalis.

“Dalam menata rumah joglo, sah-sah saja bila dikombinasikan antara rumah minimalis dengan rumah etnik. Salah satu hal yang lazim dilakukan banyak orang ialah pemakaian pintu gebyok sebagai pintu utama, sementara furnitur yang digunakan berlanggam modern. Ini dilakukan untuk memberi kesan tidak terlalu berat,” ungkap pria yang akrab disapa Itang.

Nuansa asli sering terasa melalui kehadiran hunian berarsitektur tradisional joglo.Kesan inilah yang sengaja dihadirkan oleh bangunan-bangunan modern bergaya etnik yang banyak diaplikasikan pada hunian maupun bangunan umum seperti restoran.

Eksotika Joglo Pencu
Tiga pintu yaitu depan, samping kiri dan kanan hadir dengan makna simbolisnya.

JOGLO Pencu. Ketika seseorang mengatakan kata tersebut, ingatan kita akan segera tertuju pada sebuah rumah tradisional yang berasal dari daerah Kudus (salah satu bagian dari kebudayaan Jawa).

Rumah dengan berbagai keindahan dengan karakter khusus ini tampil memikat melalui kerumitan yang cukup tinggi pada ornamen hias yang ada pada hampir setiap ruang yang ada pada rumah joglo pencu. Karakter spesifik yang ada tersebut sangat berbeda dengan apa yang ada di dalam bangunan tradisional yang ada di Jawa pada umumnya.

Perbedaan lain dapat dijumpai pada bentuk ornamen ukir yang diterapkan, pola susunan ruang dan dimensi yang kemudian berdampak pada proporsi ukuran dari masing-masing ruangnya. Meskipun ruang yang digunakan sama, tetapi terjadi perbedaan yang cukup besar pada dimensidimensi ruangan yang terjadi jika dibandingkan dengan rumah tradisional Jawa pada umumnya.

Hal tersebut dapat terjadi karena kebudayaan yang berpengaruh besar di dalam masyarakat Kudus bukan hanya kebudayaan Jawa saja. Letaknya di jalur perdagangan dan mata pencaharian sebagian besar penduduknya sebagai pedagang memunculkan bentuk yang sekarang dapat dijumpai pada rumah joglo pencu.

Bangunan tradisional seperti rumah joglo yang banyak memakai elemen natural di dalamnya, terbukti tahan terhadap bencana alam seperti gempa. Banyak faktor yang menyebabkan joglo tanggap gempa. Sengaja digunakan kata tanggap gempa bukan tahan gempa karena bangunan ini sepertinya dapat merespons dan berdialog dengan gaya gempa.

Pertama, sistem struktur yang digunakan. Orang menganggap joglo berstruktur rangka karena memang terlihat batang-batang kayu yang disusun membentuk rangka. Struktur joglo menerapkan sistem tenda atau tarik. Hal ini didasarkan pada sistem dan sifat sambungan kayu yang digunakan (cathokan dan ekor burung), semuanya bersifat mengantisipasi gaya tarik. Sistem struktur tarik inilah yang membuat joglo bersifat fleksibel sehingga dapat tanggap terhadap gaya-gaya gempa.

“Bangunan joglo dapat meredam gempa karena memiliki keterkaitan antarstruktur dan materialnya, sambungan antarkayu yang tidak kaku sehingga fleksibel dan memiliki toleransi tinggi terhadap gempa,” ungkap arsitek dan kontraktor dari Mitra Graha Asri Mandiri Ir Wisnu Brata. Kedua, sistem distribusi beban.

Bangunan joglo memiliki soko guru (tiang utama) 4 buah dan 12 buah soko pengarak. Ruang yang tercipta dari keempat soko guru disebut rong-rongan, yang merupakan struktur inti joglo. Soko-soko guru disatukan oleh balok-balok (blandar-pengeret dan sunduk-kili) dan dihimpun-kakukan oleh susunan kayu yang berbentuk punden berundak terbalik di tepi (tumpangsari) dan berbentuk piramida di tengah (brunjung).

Susunan kayu ini bersifat jepit dan menciptakan kekakuan sangat rigid. Soko-soko pengarak di peri-peri dipandang sebagai pendukung struktur inti. Faktor ketiga adalah sistem tumpuan dan sistem sambungan. Sistem tumpuan bangunan joglo menggunakan umpak yang bersifat sendi. Hal ini untuk mengimbangi perilaku struktur atas yang bersifat jepit.

Sistem sambungannya yang tidak memakai paku, tetapi menggunakan sistem lidah alur, memungkinkan toleransi terhadap gaya-gaya yang bekerja pada batang-batang kayu. “Toleransi ini menimbulkan friksi sehingga bangunan dapat akomodatif menerima gaya-gaya gempa,” tutur Wisnu.

Pemilihan dan penggunaan bahan bangunan adalah faktor keempat. Penggunaan kayu untuk dinding (gebyok) dan genteng tanah liat untuk atap disebabkan material ini bersifat ringan sehingga relatif tidak terlalu membebani bangunan.

Pada awalnya penutup atap yang dipakai adalah jerami, daun kelapa, daun tebu, sirap, dan ilalang. Oleh karena merebak penyakit pes, pemerintah kolonial Belanda mengganti penutup atap dengan genteng supaya lebih sehat. (chaerunnisa) okezone
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 08 Januari 2008

Tips Renovasi Rumah

Tips Renovasi Rumah

Tips Renovasi Rumah

Amelia Ayu Kinanti - detikHot

Mau tahu tips merenovasi rumah? Ini dia:

1. Tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.

2. Buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, 1.Atap yang bocor, 2. Cat yang terkelupas, 3. dan lain-lain.

3. Pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget Anda.

4. Sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai. Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.

5. Jika ingin mendesain ulang rumah, sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan dan furniture baru.

Selamat Mencoba !(eny/eny)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 07 Januari 2008

Aneka Persiapan Sebelum Membangun Rumah

Aneka Persiapan Sebelum Membangun Rumah

Dana adalah hal penting yang perlu Anda pertimbangkan. Begitupun dengan desain arsitektur. Persiapan lainnya?


Anda berencana membangun rumah dalam waktu dekat? Tak sedikit orang yang tiba-tiba saja merasa 'pusing tujuh keliling' ketika hendak membangun rumah. Rasanya, begitu banyak hal yang bertumpuk memenuhi isi kepala. Dari soal dana, desain arsitektur bangunan, tukang, harga bahan-bahan bangunan yang meroket, sampai soal-soal kecil seperti memilih motif keramik lantai.

Agar tak sampai senewen seperti itu, maka Anda perlu melakukan persiapan matang. Hal utama yang perlu Anda siapkan adalah dana. Besaran dana yang Anda miliki akan sangat menentukan segala-galanya. Mulai dari desain, bahan bangunan yang digunakan, sampai pernak-perniknya. Masalah dana menjadi makin penting karena saat ini harga berbagai jenis bahan bangunan terus merangkak naik. Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) memang telah membuat harga semen, pasir, kayu, dan bahan bangunan lainnya melonjak tajam. ''Yang paling terasa kenaikannya adalah kayu, semen, dan pasir,'' ujar Suparman, seorang pegawai swasta di Jakarta, yang berencana membangun rumahnya dalam waktu dekat.

Meroketnya harga bahan-bahan bangunan, membuat orang yang akan membangun rumah, mesti pintar-pintar merancang strategi. Bila dana yang ada tak cukup untuk membeli bahan kelas satu, biasanya orang akan memilih material berkualitas nomor dua. Menurut Otto Satyawan BID MBA, arsitek dari Studio Multi Gaya Andjani, hal itu memang sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, bila kualitas material diturunkan, maka ketahanan dari rumah yang dibangun tentu tak akan bertahan lama. ''Kalau memilih material kelas dua atau kelas tiga, setahun mungkin sudah rusak,'' papar alumnus Akademi Teknik Desain Interior ini. Lalu, haruskah memperkecil luasan rumah, bila dana yang ada terbatas? Otto menyarankan, luasan rumah sebaiknya tak boleh dikurangi. ''Rumah tinggal itu untuk seumur hidup, jadi jangan dikecil-kecilin.''

Strategi yang paling jitu untuk mengatasi masalah itu, kata dia, adalah membangun rumah secara bertahap. Otto mencontohkan, bila rumah yang akan dibangun luasannya mencapai 200 meter, maka pada tahap pertama luasan rumah yang dibangun sekitar 150 meter. Dengan begitu, kualitas material yang digunakan bisa tetap sesuai dengan keinginan.

Desain arsitektur
Selain soal dana, hal lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah menentukan desain arsitektur. Menurut Otto, bila tak mampu menggambar rumah, maka sebaiknya desain rumah diserahkan kepada ahlinya, yaitu arsitek. ''Memang, harus ada dana yang dikeluarkan untuk ini,'' ungkapnya. Soal biaya, tentu akan sangat tergantung pada Anda untuk memilihnya. Hanya saja, lanjut Otto, ada beberapa hal perlu diperhatikan saat memilih ahli desain arsitektur ini. Kata dia, usahakan untuk tak memilih desainer yang egois. ''Desain rumah harus sesuai dengan selera konsumen. Sebab rumah yang akan dibangun akan ditempati konsumen,'' paparnya. Meski begitu, si pemilik juga perlu bekerja sama dengan desainer. Sehingga, bisa tercipta desain yang matang dan sesuai dengan keinginan si pemilik.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh dengan menggunakan jasa desainer adalah Anda dapat merencanakan pembangunan rumah sesuai dengan kemampuan atau bahkan dapat dibangun bertahap sesuai dana. Bila dikerjakan oleh ahlinya, tentu saja bangunan rumah pun akan disesuaikan dengan kontur dan letak tanah. Selain itu, Anda pun bisa memiliki rumah yang sesuai dengan kebutuhan.


Jasa kontraktor, tutur Otto, sangat efektif digunakan bila Anda tak memilki banyak waktu. Atau bila rumah yang akan dibangun harus selesai tepat waktu. Tentu Anda pun harus memilih jasa kontraktor yang sudah terpercaya. Ada beberapa hal yang harus Anda sepakati dengan jasa kontraktor yang telah dipilih. Misalnya, soal spesifikasi bahan yang akan digunakan, sistem pembayaran, sistem kerja, harga kontrak, hingga soal fee. Bila semua telah dibicarakan secara jelas, maka tak ada keluhan di kemudian hari. Dengan persiapan yang matang, rumah yang dibangun pun akan sesuai dengan impian Anda. Selamat membangun.



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 05 Januari 2008

Mencari Arsitek di Jakarta

Mencari Arsitek di Jakarta
Tukang versus Arsitek

Jasa tukang sebenarnya dapat diandalkan, asal ia adalah tukang yang ahli dan jujur. Bagaimana dengan arsitek?

Ingin rumah terasa homy? Sadar atau tidak, semuanya ditentukan sejak awal Anda berencana membangunnya. Tanpa perencanaan yang matang, impian memiliki istana pribadi itu sulit tercapai.


Menaruh minat besar pada desain dan dekorasi rumah, pasangan Bebi Romeo dan Meisya Siregar tetap mempercayakan pengerjaan desain huniannya pada arsitek. Mereka ingin istananya menjelma bak resort cantik di Bali. ''Kami pakai arsitek untuk mewujudkannya,'' kata Meisya.

Tiap pilihan ada risiko
Ya, kala membangun atau merenovasi rumah, Anda memang dihadapkan pada dua pilihan: menggunakan jasa arsitek atau cukup memakai jasa tukang. Di antara keduanya, siapa yang dapat mewujudkan rumah impian Anda?

Tiap pilihan tentu ada risiko. Arsandy Leonardo, pemerhati arsitektur, membagi pengalamannya untuk Anda. ''Untuk orang awam yang punya dana lebih, baiknya pakai arsitek,'' saran pria yang akrab disapa Lardo. Dengan bantuan arsitek, lanjut Lardo, pengerjaan pembangunan rumah akan menjadi lebih terarah. Pemilik rumah tinggal mendiskusikan keinginannya dengan arsitek. ''Nanti, arsitek akan mempertimbangkan apakah unsur estetika yang diinginkan dapat diwujudkan atau tidak,'' paparnya.

Arsitek bertugas menyediakan cetak biru rancang bangun rumah. Ia juga dapat menyodorkan kisaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun atau merenovasi rumah. Lantas, dalam pelaksanaannya, ia bisa saja membantu pengecekan. ''Tetapi, yang me-rewiew secara berkelanjutan tetap mandor tukang,'' urai Lardo.

Jasa tukang sebetulnya juga dapat diandalkan. Tentunya, yang dipekerjakan mesti tukang yang ahli dan jujur. ''Kalau tidak, biayanya bisa melar. Ada saja uang tambahan yang mesti dikeluarkan. Kita tak tahu persis berapa dana yang harus dianggarkan,'' cetus Lardo yang pernah menjadi kontraktor. Kerepotan lain jika mempekerjakan tukang adalah memikirkan desain yang tepat. Anda kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kritik atas desain yang diserahkan ke tukang. ''Mereka bekerja saja tanpa mempedulikan bagaimana dampaknya di masa mendatang,'' kata Lardo.

Nelly Makmoer pernah merasakan getirnya membangun rumah sendiri. Ia mendapati kemiringan gentengnya tak sesuai dengan yang semestinya. ''Begitu hujan, air menetes dan membasahi langit-langit. Saya terpaksa mendatangkan tukang spesialis atap untuk memperbaikinya,'' ucap ibu dua anak ini.

Menurut pengamatan Lardo, orang-orang yang mengandalkan tukang dalam membangun rumah kerap dihadapkan pada risiko bongkar pasang yang cukup besar. Jika ingin memperkecil risiko tersebut, pemilik rumah harus meluangkan waktu untuk menjadi mandor. ''Tentunya, kita juga harus paham rancang bangun.''

Anda yang memiliki dana terbatas serta tak begitu paham rancang bangun sebaiknya mencari gambar hunian atau menyewa jasa tukang gambar. Lantas, carilah tukang yang dapat dipercaya. ''Lalu, pelan-pelan bangun rumah impian Anda,'' Lardo menyarankan. Ingin memakai jasa arsitek? Kalau melihat banyaknya pengiklan jasa konsultan arsitektur di koran-koran sepertinya memang mudah untuk mencari arsitek. ''Jangan tergesa memilihnya. Cari arsitek yang berpengalaman,'' tutur Lardo.

Anda dapat meminta arsitek untuk memberikan referensi. Dari sana, Anda dapat melihat apa saja yang sudah dikerjakannya. ''Bukan cuma lihat hasil gambarnya saja. Cek referensi,'' kata Lardo. Sebagian arsitek, lanjut Lardo, cuma bisa mendesain. Mereka tak tahu detail pembiayaan. Apalagi yang belum berpengalaman. Sebagian lainnya, mampu memberikan gambaran biaya hingga referensi tukang. Meski begitu, kemungkinan diperalat oleh arsitek juga ada. Bagaimana mengantisipasinya? ''Kalau sudah punya gambarnya, Anda bisa membandingkan perkiraan harganya ke tukang,'' saran Lardo. Masuk akal? rei Arsitek di Jakarta

Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 04 Januari 2008

Beda Konsultan, Arsitektur, Kontraktor, Pengawas, dan Mandor

Beda Konsultan, Arsitektur, Kontraktor, Pengawas, dan Mandor

Pak Andan, mohon maaf sebelumnya, pertanyaan saya memang sangat dasar sekali, tapi ini memang sering rancu di masyarakat yang belum tahu seluk belok bangun membangun, termasuk saya ini juga bingung apa itu:

1. Konsultan 2. Arsitektur 3. Pengawas 4. Mandor dan 5. Tukang?

Kemudian definisi pekerjaan masing-masing di atas dan wewenangnya sampai di mana?

Demikian pertanyaan dari saya mudah-mudahan sangat bermanfaat sekali. Amin.


Hamzah
Jawaban


Bapak Hamzah yang saya hormati,

Memang pemahan ini sering rancu, karena umumnya sebagian masyarakat kita menggunakan jasa arsitek atau memahami dunia arsitektur sebatas rumah tinggal. Wajar saja, karena rumah memang kebutuhan dasar.

Saya akan coba jelaskan satu persatu, semoga mudah dimengerti dan dicerna:

1. Konsultan. Tugasnya membuat draft perencanaan. Baik berupa gambar, perhitungan biaya, perhitungan struktur dan lain-lain yang bersifat perencanaan dalam suatu project. Jika projectnya besar maka ada beberapa orang dengan disiplin ilmu yang berbeda seperti arsitek, sipil, ME (mekanikal elektrikal), interior dll.

2. Arsitektur. Ia sebenarnya nama dari salah satu bidang ilmu teknik. Mungkin yang dimaksud arsitek. Nah, jika arsitek, ia adalah orang yang berperan membuat disain perencanaan jika ia berada pada posisi konsultan perencana. Jika ia berada pada posisi kontraktor maka ia bertugas melaksanakan disain yang sudah dibuat oleh perencana. jika ia berada pada konsultan pengawas ia bertugas mengawasi pekerjaan kontraktor agar sesuai dengan disain perencanaan.

3. Pengawas. Seperti yang sudah dijelaskan pada point 2, ia bertugas mengawasi pekerjaan yang ada. Bentuk pengawasannya mulai dari tingkat kerapihan finishing, kualitas material yang digunakan hingga bobot prestasi pekerjaan. Artinya apakah sesuai atau tidak hasil pekerjaan di lapangan dengan uang yang sudah masuk. Jika ada yang tidak sesuai ia berhak menegur kontraktor atau bahkan membongkar pekerjaan yang sudah ada. Untuk itulah pengawas mempunyai wewenang menjadi pimpinan rapat dalam rapat berkala selama proyek berlangsung.

4. Mandor. Ia adalah kepala tukang yang membawahi belasan, puluhan hingga ratusan tukang dan kenek. Jika menggunakan sistem borongan maka ia adalah orang yang membayar gaji harian atau mingguan tukang yang ditagih ke kontraktor sebagai pelaksana.

5. Tukang. Ia adalah pekerja atau buruh kasar yang pekerjaannya adalah membangun rumah atau bangunan. Keahliannya juga berbeda-beda. mulai dari tukang batu, tukang kayu, tukang finishing hingga tukang listrik. Dibawahnya tukang adalah kenek. Tugasnya adalah membantu pekerjaan tukang.

Demikian Pak Hamzah. Memang cukup 'njelimet' dan 'riweh'. Karena jika proyeknya besar, hal ini akan mengatasi kecurangan di lapangan atau juga akan memudahkan pekerjaan. Karena setiap unit kerja yang ada dikerjakan oleh orang-orang yang ahli.

Namun untuk pekerjaan rumah tinggal keadaan ini dapat lebih disederhanakan. Karena tingkat kesulitannya rendah. Nilai proyeknya juga tidak terlalu besar. Atau jika ingin tetap dibuat sedemikian rupa maka owner harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memecah tim menjadi perencana - kontraktor - pengawas. Tinggal tergantung kesiapan dananya saja.

Nampaknya sudah cukup jelas. Semoga bermanfaat keterangan saya, akhirul kalam,


Ir. Andan Nadriasta


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 02 Januari 2008

PT. Maghart Kontruksitama

PT. Maghart Kontruksitama

'Arsitek Rumah' Berpengalaman
Membangun Rumah ? atau Merenovasi Rumah ?

Membangun Rumah Baru
Merenovasi Rumah " Bedah Rumah "
Disain Arsitektur
Gambar Kerja
Gambar 3D

dll
'Design Rumah'. Banyak orang mengidamkan memiliki sebuah rumah idaman untuk keluarga. Proses pencarian ‘Denah Rumah’ ‘Model Rumah’ ‘Sketsa Rumah’ ‘Layout Rumah’ dan ‘Gambar Rumah’ bisa dilakukan di internet. Dibutuhkan seorang ‘Arsitek’ berpengalaman untuk membangun rumah yang menarik.

'Arsitek Rumah' bisa membantu mendesain ‘Rumah Minimalis’ ‘Rumah Sehat’ ‘Rumah Modern’ dengan mengikuti pola Arsitektur Modern dan Arsitektur Rumah dewasa ini. Informasi ‘Tren Rumah’ ‘Tren Arsitektur’ ‘Tren Lansekap’ ‘Tren Interior Desain’ ‘Tren Properti’ bisa dicari melalui media cetak ‘Tabloid Rumah’ dan ‘Majalah Rumah’. Dengan memadukan bersama ‘Desain Interior’ yang bagus akan mewujudkan rumah impian menjadi nyata.

Team bangun-rumah-renovasi.com didukung oleh tenaga - tenaga Arsitek, Sipil dan tenaga bangunan berpengalaman, telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun perumahan ( Perumahan Mewah, Sedang, maupun perumahan sederhana ).

Kami siap memberikan SOLUSI kepada Anda bukan hanya dalam ‘Desain Rumah’ saja, melainkan siap membangun rumah anda dengan pengerjaan secara professional dan terencana. Sebagai 'Jasa Arsitektur' berpengalaman, kami berikan solusi pembiayaan yang jelas, system pembayaran serta pelaksanaan bangunan secara flesibel sesuai dengan budget keuangan dan kebutuhan anda. Kami juga siap dengan team renovasi rumah untuk merubah tampilan rumah anda menjadi semakin baik.

'Kontraktor Rumah' dan 'Kontraktor Bangunan' berpengalaman di Jakarta.

Team Bangun Renovasi Rumah memiliki ‘Arsitek’ , 'Tukang Bangunan', 'Mandor' 'Konsultan' dan 'Pengawas' kerja terampil dan berpengalaman. Sebagai team ‘Arsitek rumah tinggal’ dan ‘Jasa Renovasi’ serta ‘Kontraktor Proyek’ terkini. Jika Anda ingin Membangun Rumah atau Disain Rumah


PT. Maghart Kontruksitama



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Harga Bangun Rumah

Biaya Bangunan?

Harga Bangun Rumah

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh calon klien adalah, kira2 berapa biaya membangunnya?

Jenis rumah berbeda-beda, dan kesulitannya pun berbeda-beda. Saat ini bila saya coba tanyakan kepada kontraktor, maka perkiraan 'rule of thumb' saat ini ada Rp.2.5 jt/m2 untuk rumah kelas menengah. Nah, akhirnya pun muncul pertanyaan baru, rumah menengah itu seperti apa? ya...agak susah menerangkan apa 'menengah' itu... ;-)

Tapi inti dari pengertian 'biaya bangunan' mungkin bisa kita urai seperti ini:

* Biaya pondasi, pondasi bangunan berbeda-beda jenisnya, tergantung kondisi tanah dan beban berat bangunannya, semakin berat dan semakin 'lembek' tanahnya (juga kedalaman tanah keras) semakin tinggi biayanya. Biasanya kita harus cek kekuatan tanah, namun untuk sekadar 'info' saja, kita bisa 'tanyakan' jenis pondasi apa yang digunakan untuk rumah yang sejenis didaerah yang sama...
* Biaya Struktur Atas, yaitu kolom dan balok, termasuk juga atap. Untuk rumah 'desain umum' strukturnya juga tidak mahal, namun rumah yang 'rumit' desainnya, tentu akan menuntut struktur yang juga tidak umum. Dalam hal membangun rumah, tidak umum = mahal.
* Biaya Material, termasuk kulit dan interior. Biasanya inilah yang membedakan 'mahal' atau 'murah'nya rumah disamping luas bangunan anda. Bangunan Mewah = Besar dan Material Mahal. Bangunan Menengah = Ukuran Sedang dan Material menengah, Bangunan Murah, Kecil dan Material 'harga dasar'.
* Utilitas, Pada rumah sederhana, utilitas bersifat basic, listrik sederhana, a/c tipe split...sementara pada rumah mewah, utilitas sangat penting dan hampir menyerupai gedung, sistem telpon, a/c ducting, internet, kolam renang, sound system, alarm system, lift, genset, exhaust...

Rata2 menurut pengalaman saya, biaya pembangunan rumah berkisar Rp.2,5 juta/m2 sampai Rp.3,5 juta/m2. Untuk beberapa kasus rumah mewah sudah diatas Rp.5 juta/m2...

Posted by Raul Renanda


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 01 Januari 2008

Kiat Renovasi Bangun Rumah Tinggal

Kiat Renovasi Bangun Rumah Tinggal

Renovasi Bangun Rumah Tinggal

Merenovasi Rumah dengan Fasilitas KPR

Yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama.

Rumah yang kita tempati bisa rusak karena berbagai hal. Misalnya kulitas bangunan yang jelek sehingga tidak bisa bertahan lama atau karena faktor cuaca.

Apapun penyebabnya, kerusakan tersebut harus segera diperbaiki. Sebab jika tidak, sangat boleh jadi akan bertambah parah. Bahkan bisa saja kerusakan merembet ke bagian rumah yang lain.

Karena itulah, proses renovasi menjadi penting untuk dilakukan. Hanya saja masalahnya, hal ini seringkali terganjal faktor biaya. Sebab anggaran yang dibutuhkan seringkali cukup besar. Sementara di sisi lain, dana yang kita miliki cekak.

Namun sesungguhnya, renovasi tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada rumah. Proses ini juga bisa dilakukan untuk menambah bagian rumah. Misalnya rumah yang tadinya berlantai satu, akan ditingkat menjadi dua lantai. Untuk tujuan yang satu ini pun, perlu dilakukan proses renovasi.

Renovasi untuk keperluan ini pun seringkali menemui kendala dalam hal pembiayaan. Apalagi kalau bukan karena dana yang mepet. Lalu apa solusinya?

Mengajukan kredit ke bank adalah altenatif solusi yang bisa dilakukan. Dengan kredit dari bank, maka masalah anggaran yang dihadapi untuk keperluan renovasi bisa diatasi.

Kalangan perbankan pun kini banyak yang memberikan fasilitas ini lewat kredit pemilikan rumah (KPR). Jadi, selain untuk pembelian rumah, KPR juga bisa digunakan untuk merenovasi rumah.

Misalnya adalah BNI. Bank milik pemerintah ini memberikan pinjaman kredit untuk renovasi rumah. ''Kami menyediakan kredit semacam itu. Plafon kredit minimal Rp 25 juta dan maksimal adalah Rp 500 juta. Namun lebih dari itu juga bisa,'' ungkap Vice President BNI, Diah Sulianto.

Menurut Diah, yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama. Setelah dua hingga tahun, rumah tersebut membutuhkan renovasi. Misalnya setelah yang bersangkutan memiliki anak sehingga membutuhkan ruang yang lebih.

''Karena dirasa rumah yang ada sudah tidak mencukupi lagi, maka perlu renovasi,'' imbuh Diah. Sebagai jaminan atas kredit yang diajukan untuk renovasi itu, kata Diah, bisa berupa rumah yang akan direnovasi itu. Nasabah yang mengambil KPR di BNI dan belum lunas, lanjutnya, masih tetap bisa mengajukan kredit renovasi itu.

''Jika nasabah BNI Griya ingin merenovasi rumahnya karena mungkin fasilitasnya sudah menurun, maka yang bersangkutan bisa mengajukan tambahan kredit,'' tutur Diah.

Berbagai bank
Selain BNI, Bank Central Asia (BCA) juga menyediakan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini menawarkan KPR BCA, yaitu pinjaman yang ditujukan untuk membiayai pembelian dan perbaikan rumah tinggal untuk dimiliki atau ditempati sendiri.

Seperti dirilis situs BCA, KPR ini diberikan kepada individual maupun karyawan perusahaan yang memenuhi persyaratan dan mampu membayar dengan cara mengangsur.

Sedangkan persyaratannya adalah WNI dengan status karyawan tetap, pengusaha, atau professional. Calon nasabah sudah harus lama bekerja atau berusaha minimal dua tahun.

Soal usia, persyaratannya adalah minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 55 tahun untuk karyawan serta 60 tahun untuk pengusaha atau professional saat kredit berakhir.

Syarat KPR BCA lainnya, angsuran (pokok dan bunga) dari seluruh jumlah hutang yang ada di BCA maupun bank lain ditambah permohonan baru maksimal sepertiga dari gaji kotor pemohon atau joint income suami dan isteri.

Bank Niaga juga memberikan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini memberikan kredit untuk pembangunan atau renovasi rumah. Bank ini memberikan keistimewaan apabila kontraktor yang menggarap renovasi adalah mitra Bank Niaga, yaitu bebas biaya desain, biaya premi asuransi selama konstruksi dan bebas biaya bunga selama pembangunan.

Kelebihan lainnya dari kredit Bank Niaga adalah bunga yang kompetitif, jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun, dan pembiayaan bank hingga 10 persen dari rencana anggaran biaya (RAB) atau maksimal 80 persen dari nilai appraisal jaminan. Selain itu juga layanan one stop service melalui dukungan developer dan kontraktor pembangunan.

Bank Tabungan Negara (BTN) juga menyediakan fasilitas kredit serupa yaitu Kredit Griya Multi. Namun, menurut Kepala Divisi Pengelolaan Kebijakan Kredit BTN, Maret DS Sentosa, skema kredit ini tidak hanya untuk keperluan renovasi rumah. Untuk keperluan lain, seperti usaha, juga bisa.

Jumlah maksimal kredit tidak dibatasi. Hal ini sangat tergantung kemampuan calon nasabah dalam membayar angsuran. ''Jadi kita lihat dulu kemampuan nasabah dalam mengangsur. Setelah itu baru ketemu berapa kredit yang dia butuhkan,'' ujarnya kepada Republika.

Pihaknya juga memberi kelonggaran dalam hal jangka waktu pengambilan, yaitu bisa sampai 10 tahun. Sedangkan bunganya sebesar 19 persen. Selain beberapa bank yang disebutkan di atas, masih ada sejumlah bank lain yang juga memberikan fasilitas KPR untuk renovasi rumah.

Menurut Diah Sulianto, saat ini memang banyak bank yang memberikan kredit untuk renovasi rumah. Namun pihaknya tetap optimistis produk yang ditawarkannya bisa diterima oleh konsumen. Sebab pihaknya memberikan sejumlah kemudahan dan keuntungan kepada konsumen. Misalnya jangka waktu pengambilan bisa sampai 15 tahun, bunga kompetitif yaitu 15 persen, serta proses pengajuan yang cepat dan mudah.

Kalau semua persyaratan dipenuhi, katanya, maka dalam waktu tiga hari aplikasi bisa disetujui. ''Asalkan persyaratan lengkap, maka tiga hari bisa selesai. Salah satu persyaratan penting yang harus dilengkapi adalah RAB. Banyak nasabah yang saat mengajukan kredit RAB nya tidak disertakan,'' ujarnya.

Sedangkan rumah yang bisa dibiayai renovasinya dengan KPR Griya, menurut Diah, adalah semua jenis rumah, baik real estat atau rumah biasa. ''Jumlah nasabah yang mengambil KPR BNI untuk renovasi rumah jumlahnya lebih sedikit dibandingkan untuk pembelian rumah,'' kata Diah.


Matangkan Rencana Sebelum Merenovasi

Merenovasi rumah perlu dilakukan secara cermat dan matang. Tujuannya adalah agar proses tersebut bisa berjalan dengan lancar. Selain matang dalam hal rencana pembiayaan, konsep dan desain bangunan yang akan direnovasi juga perlu dimatangkan.

Untuk rumah sederhana, yang perlu dipegang kaidahnya adalah bagaimana agar rumah tersebut tetap sehat dan nyaman. Karena itu, seperti dikutip situs Bank Tabungan Negara, dalam proses renovasi harus memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, memiliki standar keamanan yang dapat terpantau (peralatan listrik, gas, teralis pagar, dan sebagainya) serta memiliki sumber air yang memadai.

Soal anggaran juga perlu dipikirkan dengan matang. Untuk itu, perlu perhitungan tentang kemampuan keuangan yang kita miliki. Jika sudah cukup, maka tidak menjadi masalah. Namun jika tidak, bisa diusahakan dengan cara meminjam ke bank atau kerabat.

Setelah itu, baru merencanakan bahan atau material yang dibutuhkan untuk proses renovasi tersebut. Misalnya lantai keramik, kayu kamper, genteng atau asbes, cat, dan sebagainya.

Langkah kedua adalah menetapkan tambahan ruangan untuk mensupport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya Dapur, Km/wc & ruang cuci, teras & carport, kamar tambahan lengkap dengan ukurannya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah perencanaan gaya rumah yang akan direnovasi. Dalam hal ini, perlu didengarkan suara atau masukan dari anggota keluarga yang lain. Sebab merekalah yang akan menempati rumah tersebut.

Karena itu, rumah perlu dikonsep sedemikian rupa yang bisa mencerminkan ekspresi dan gaya para penghuninya. Selain beberapa hal tersebut, masalah perawatan pasca renovasi juga perlu diperhatikan. Hal ini penting agar rumah hasil renovasi bisa lebih awet dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tips Menggunakan Jasa Arsitek

Tips Menggunakan Jasa Arsitek

Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional

Tips Menggunakan Jasa Arsitek

Memiliki hunian asri dan nyaman adalah impian setiap orang. Mewujudkannya tidaklah mudah. Proses pembangunannya menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak pendek -proses yang begitu melelahkan dan terkadang menimbulkan stress tersendiri.

Namun semua itu segera terbayar dengan kegembiraan yang luar biasa ketika sedikit demi sedikit rumah impian mulai berwujud nyata. Tapi apa yang terjadi ketika justru ditengah proses renovasi atau pembangunan rumah impan Anda, hasilnya sangat berbeda dengan apa yang Anda inginkan? Bayangkan berapa kerugian moril dan materiil yang harus Anda hadapi bila kejadian ini menimpa Anda?

Menggunakan jasa profesional arsitek dan kontraktor sebenarnya sangat membantu Anda menghindari hal tersebut. Sayangnya stereotipe yang beredar di masyarakat justru mengatakan yang sebaliknya. Bahwa penggunaan jasa profesional identik dengan sebuah kebutuhan mewah, ditambah lagi image arsitek yang katanya arogan dan suka memaksakan kehedak karena merasa ‘lebih tahu’ sehingga suka mengesampingkan keinginan Anda.

Untungnya stereotipe ini mulai meluntur seiring dengan semakin banyaknya arsitek dan tenaga profesional membangun yang sangat tertarik dengan proyek rumah tinggal kemudian mampu memvisualisasikan dengan baik keinginan klien serta memberikan saran-saran terbaik untuk finishing dan penggunaan material yang menambah value pada rumah impian Sang Klien.Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk menemukan arsitek yang tepat yang akan membantu Anda mewujudkan rumah impian:

1) Jangan terburu-buru, buatlah daftar beberapa kandidat arsitek dengan rekomendasi kenalan Anda, dan pastikan arsitek-arsitek tersebut berpengalaman dalam mendesain rumah tinggal. Pastikan daftar tersebut paling banyak terdiri dari 6 kandidat supaya memudahkan Anda untuk memilih. Dari ke-6 kandidat tersebut, perkecil pilihan Anda menjadi hanya 3 kandidat lewat proses seleksi Anda sendiri. Kriteria yang dapat membantu Anda untuk menseleksi para arsitek tersebut adalah kemudahan Anda berkomunikasi dengan mereka, hasil pekerjaan mereka sebelumnya (port folio) mereka yang paling mendekati keinginan Anda, dan kesesuaian budget Anda dengan tarif sang arsitek.

2) Jangan ragu untuk menghubungi klien-klien terdahulu dari arsitek pilihan Anda untuk mengecek kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun, serta apakah ada masalah-masalah penting lainnya yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan Anda.

3) Komunikasikan keinginan-keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian dengan sejelas-jelasnya, bila perlu gunakan sketsa, foto, atau gambar dari majalah-majalah.

4) Komunikasikan pula dengan sangat jelas masalah besaran budget Anda, terlebih bila Anda memiliki budget yang sangat terbatas.

5) Jangan ragu untuk bertanya masalah fee sang arsitek. Kadang ada arsitek yang sudah memiliki tarif tersendiri, ada pula arsitek yang fee-nya ditentukan dari persentase dari harga bangunan. Perjelas pula sejauh mana peran dan jasa yang diberikan oleh arsitek Anda. Akan ada tahapan-tahapan yang dapat Anda pilih sesuai budget; apakah fee sudah termasuk dengan pengawasan selama pembangunan, apakah konsultasi hanya sampai gambar desain awal saja (denah tampak potongan dan gambar 3 dimensi) atau sampai keluar gambar cetak biru dan RAB (Rencana Anggaran Bangunan),dll.

6) Tanyakan pula dengan sejelas-jelasnya apakah akan ada ekstra pengeluaran untuk pajak, pengeluaran operasional, dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan.

7) Mencari arsitek yang tepat untuk membantu Anda seperti mencari rekan kerja. Pastikan Anda nyaman berkomunikasi dengannya sehingga Anda tidak pernah ragu untuk bertanya hal-hal yang Anda tidak mengerti. Ini sangat penting. Apabila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti jangan pernah ragu untuk bertanya, dan arsitek Anda harus dapat menjelaskannya. Begitu juga bila Anda menemui hal yang Anda tidak sukai, segera komunikasikan hal tersebut.

8) Bila Anda memakai jasa arsitek yang merupakan kenalan Anda sendiri, dari awal buatlah persetujuan yang sangat jelas untuk menghindari hal-hal yang membuat hubungan Anda berdua menjadi rusak nantinya.Setelah Anda menemukan arsitek pilihan yang siap membantu mewujudkan rumah impian Anda, ada baiknya Anda juga mulai memilih jasa kontraktor untuk membangunnya. Sama seperti arsitek, penggunaan jasa kontraktor profesional sebenarnya dapat membuat proses membangun rumah impian Anda lebih efektif dan efisien dengan nilai yang sepadan.

Untuk memilih kontraktor yang tepat, lakukan proses seperti Anda mencari arsitek pilihan Anda. Bila perlu minta rekomendasi dari arsitek Anda beberapa pilihan kontraktor. Jangan langsung tergiur dengan kontraktor yang menawarkan harga terendah, karena bisa jadi yang termahal justru menawarkan kualitas terbaik. Mencari tahu hasil kerja mereka, dan bertanya pada klien sebelumnya juga sebaiknya Anda lakukan. Pastikan Anda bertanya tentang ketepatan jadwal pembangunan, berapa jam sehari mereka akan bekerja, pengamanan lokasi/site selama proses pembangunan, dan berapa orang yang akan berada di lokasi pembangunan, serta apakah ada biaya-biaya ekstra yang harus Anda keluarkan lagi.

Setelah mantap dengan pilihan arsitek dan kontraktor Anda, tanda tangani kontrak kerja, dan pastikan Anda mengerti tiap detail isi kontrak tersebut sebelum menandatanganinya.

Mencari arsitek dan kontraktor yang tepat adalah proses yang sangat menantang dan menyenangkan dalam mewujudkan rumah impian. Mereka tidak hanya memberikan saran-saran terbaik bagi Anda, tapi seperti jargon sebuah iklan produk, mereka akan memberi nilai lebih dari setiap rupiah yang Anda keluarkan demi terwujudnya hunian dambaan. Selamat membangun!

sumber: Working With an Architect & Builder, dari More Space oleh Fay Sweet.

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 31 Desember 2007

Design Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis

Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis

Aneka Persiapan Sebelum Membangun Rumah

Dana adalah hal penting yang perlu Anda pertimbangkan. Begitupun dengan desain arsitektur. Persiapan lainnya?

Anda berencana membangun rumah dalam waktu dekat? Tak sedikit orang yang tiba-tiba saja merasa 'pusing tujuh keliling' ketika hendak membangun rumah. Rasanya, begitu banyak hal yang bertumpuk memenuhi isi kepala. Dari soal dana, desain arsitektur bangunan, tukang, harga bahan-bahan bangunan yang meroket, sampai soal-soal kecil seperti memilih motif keramik lantai.

Agar tak sampai senewen seperti itu, maka Anda perlu melakukan persiapan matang. Hal utama yang perlu Anda siapkan adalah dana. Besaran dana yang Anda miliki akan sangat menentukan segala-galanya. Mulai dari desain, bahan bangunan yang digunakan, sampai pernak-perniknya. Masalah dana menjadi makin penting karena saat ini harga berbagai jenis bahan bangunan terus merangkak naik. Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) memang telah membuat harga semen, pasir, kayu, dan bahan bangunan lainnya melonjak tajam. ''Yang paling terasa kenaikannya adalah kayu, semen, dan pasir,'' ujar Suparman, seorang pegawai swasta di Jakarta, yang berencana membangun rumahnya dalam waktu dekat.

Meroketnya harga bahan-bahan bangunan, membuat orang yang akan membangun rumah, mesti pintar-pintar merancang strategi. Bila dana yang ada tak cukup untuk membeli bahan kelas satu, biasanya orang akan memilih material berkualitas nomor dua. Menurut Otto Satyawan BID MBA, arsitek dari Studio Multi Gaya Andjani, hal itu memang sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, bila kualitas material diturunkan, maka ketahanan dari rumah yang dibangun tentu tak akan bertahan lama. ''Kalau memilih material kelas dua atau kelas tiga, setahun mungkin sudah rusak,'' papar alumnus Akademi Teknik Desain Interior ini. Lalu, haruskah memperkecil luasan rumah, bila dana yang ada terbatas? Otto menyarankan, luasan rumah sebaiknya tak boleh dikurangi. ''Rumah tinggal itu untuk seumur hidup, jadi jangan dikecil-kecilin.''

Strategi yang paling jitu untuk mengatasi masalah itu, kata dia, adalah membangun rumah secara bertahap. Otto mencontohkan, bila rumah yang akan dibangun luasannya mencapai 200 meter, maka pada tahap pertama luasan rumah yang dibangun sekitar 150 meter. Dengan begitu, kualitas material yang digunakan bisa tetap sesuai dengan keinginan.

Desain arsitektur


Selain soal dana, hal lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah menentukan desain arsitektur. Menurut Otto, bila tak mampu menggambar rumah, maka sebaiknya desain rumah diserahkan kepada ahlinya, yaitu arsitek. ''Memang, harus ada dana yang dikeluarkan untuk ini,'' ungkapnya. Soal biaya, tentu akan sangat tergantung pada Anda untuk memilihnya. Hanya saja, lanjut Otto, ada beberapa hal perlu diperhatikan saat memilih ahli desain arsitektur ini. Kata dia, usahakan untuk tak memilih desainer yang egois. ''Desain rumah harus sesuai dengan selera konsumen. Sebab rumah yang akan dibangun akan ditempati konsumen,'' paparnya. Meski begitu, si pemilik juga perlu bekerja sama dengan desainer. Sehingga, bisa tercipta desain yang matang dan sesuai dengan keinginan si pemilik.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh dengan menggunakan jasa desainer adalah Anda dapat merencanakan pembangunan rumah sesuai dengan kemampuan atau bahkan dapat dibangun bertahap sesuai dana. Bila dikerjakan oleh ahlinya, tentu saja bangunan rumah pun akan disesuaikan dengan kontur dan letak tanah. Selain itu, Anda pun bisa memiliki rumah yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah memiliki desain, perlukah menggunakan jasa kontraktor? Menurut Otto, bila Anda memiliki waktu yang panjang, maka mengerjakan sendiri akan lebih menguntungkan. Selain itu, mengerjakan sendiri pembangunan rumah juga bisa menghemat biaya. Bila pilihan itu yang Anda putuskan, maka yang diperlukan adalah para pekerja bangunan. Otto menyarankan agar selektif dalam memilih pekerja bagunan. Sebaiknya, Anda memilih pekerja yang memiliki kemampuan, mampu bekerja dengan rapi, dan tidak curang. Sebab, ada pula tukang yang nakal mencuri-curi bahan. Untuk mendapatkan tenaga bangunan yang baik, mungkin ada baiknya Anda tanya tetangga, teman atau saudara yang telah membangun rumah.

Jasa kontraktor, tutur Otto, sangat efektif digunakan bila Anda tak memiliki banyak waktu. Atau bila rumah yang akan dibangun harus selesai tepat waktu. Tentu Anda pun harus memilih jasa kontraktor yang sudah terpercaya. Ada beberap hal yang harus Anda sepakati dengan jasa kontraktor yang telah dipilih. Misalnya, soal spesifikasi bahan yang akan digunakan, sistem pembayaran, sistem kerja, harga kontrak, hingga soal fee. Bila semua telah dibicarakan secara jelas, maka tak ada keluhan di kemudian hari. Dengan persiapan yang matang, rumah yang dibangun pun akan sesuai dengan impian Anda. Selamat membangun.

Design Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis




Jasa Desain Rumah

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 22 Desember 2007

Tips Renovasi Rumah

Tips Renovasi Rumah

Amelia Ayu Kinanti - detikHot

Mau tahu tips merenovasi rumah? Ini dia:

1. Tentukan budget. Merenovasi rumah tidak perlu terlalu mahal, yang penting sesuai kebutuhan dan tepat guna.

2. Buat daftar hal-hal yang harus direnovasi sesuai urutan prioritas. Misalnya, 1.Atap yang bocor, 2. Cat yang terkelupas, 3. dan lain-lain.

3. Pilih jasa kontraktor yang sesuai dengan kebutuhan serta budget Anda.

4. Sebisa mungkin manfaatkan barang-barang atau peralatan di rumah yang masih bisa dipakai. Misalnya water closet atau washtafel yang masih bisa dipakai, tidak perlu diganti. Biasanya peralatan kamar mandilah yang paling banyak menghabiskan biaya.

5. Jika ingin mendesain ulang rumah, sebisa mungkin sesuaikan dengan perabot dan furniture yang Anda miliki, sehingga tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli perabotan dan furniture baru.

Selamat Mencoba !(eny/eny)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 21 Oktober 2007

Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional

Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional
October 21st, 2007

Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional

Memiliki hunian asri dan nyaman adalah impian setiap orang. Mewujudkannya tidaklah mudah. Proses pembangunannya menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak pendek -proses yang begitu melelahkan dan terkadang menimbulkan stress tersendiri.

Namun semua itu segera terbayar dengan kegembiraan yang luar biasa ketika sedikit demi sedikit rumah impian mulai berwujud nyata. Tapi apa yang terjadi ketika justru ditengah proses renovasi atau pembangunan rumah impan Anda, hasilnya sangat berbeda dengan apa yang Anda inginkan? Bayangkan berapa kerugian moril dan materiil yang harus Anda hadapi bila kejadian ini menimpa Anda?

Menggunakan jasa profesional arsitek dan kontraktor sebenarnya sangat membantu Anda menghindari hal tersebut. Sayangnya stereotipe yang beredar di masyarakat justru mengatakan yang sebaliknya. Bahwa penggunaan jasa profesional identik dengan sebuah kebutuhan mewah, ditambah lagi image arsitek yang katanya arogan dan suka memaksakan kehedak karena merasa ‘lebih tahu’ sehingga suka mengesampingkan keinginan Anda.

Untungnya stereotipe ini mulai meluntur seiring dengan semakin banyaknya arsitek dan tenaga profesional membangun yang sangat tertarik dengan proyek rumah tinggal kemudian mampu memvisualisasikan dengan baik keinginan klien serta memberikan saran-saran terbaik untuk finishing dan penggunaan material yang menambah value pada rumah impian Sang Klien.Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk menemukan arsitek yang tepat yang akan membantu Anda mewujudkan rumah impian:

1) Jangan terburu-buru, buatlah daftar beberapa kandidat arsitek dengan rekomendasi kenalan Anda, dan pastikan arsitek-arsitek tersebut berpengalaman dalam mendesain rumah tinggal. Pastikan daftar tersebut paling banyak terdiri dari 6 kandidat supaya memudahkan Anda untuk memilih. Dari ke-6 kandidat tersebut, perkecil pilihan Anda menjadi hanya 3 kandidat lewat proses seleksi Anda sendiri. Kriteria yang dapat membantu Anda untuk menseleksi para arsitek tersebut adalah kemudahan Anda berkomunikasi dengan mereka, hasil pekerjaan mereka sebelumnya (port folio) mereka yang paling mendekati keinginan Anda, dan kesesuaian budget Anda dengan tarif sang arsitek.

2) Jangan ragu untuk menghubungi klien-klien terdahulu dari arsitek pilihan Anda untuk mengecek kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun, serta apakah ada masalah-masalah penting lainnya yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan Anda.

3) Komunikasikan keinginan-keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian dengan sejelas-jelasnya, bila perlu gunakan sketsa, foto, atau gambar dari majalah-majalah.

4) Komunikasikan pula dengan sangat jelas masalah besaran budget Anda, terlebih bila Anda memiliki budget yang sangat terbatas.

5) Jangan ragu untuk bertanya masalah fee sang arsitek. Kadang ada arsitek yang sudah memiliki tarif tersendiri, ada pula arsitek yang fee-nya ditentukan dari persentase dari harga bangunan. Perjelas pula sejauh mana peran dan jasa yang diberikan oleh arsitek Anda. Akan ada tahapan-tahapan yang dapat Anda pilih sesuai budget; apakah fee sudah termasuk dengan pengawasan selama pembangunan, apakah konsultasi hanya sampai gambar desain awal saja (denah tampak potongan dan gambar 3 dimensi) atau sampai keluar gambar cetak biru dan RAB (Rencana Anggaran Bangunan),dll.

6) Tanyakan pula dengan sejelas-jelasnya apakah akan ada ekstra pengeluaran untuk pajak, pengeluaran operasional, dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan.

7) Mencari arsitek yang tepat untuk membantu Anda seperti mencari rekan kerja. Pastikan Anda nyaman berkomunikasi dengannya sehingga Anda tidak pernah ragu untuk bertanya hal-hal yang Anda tidak mengerti. Ini sangat penting. Apabila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti jangan pernah ragu untuk bertanya, dan arsitek Anda harus dapat menjelaskannya. Begitu juga bila Anda menemui hal yang Anda tidak sukai, segera komunikasikan hal tersebut.

8) Bila Anda memakai jasa arsitek yang merupakan kenalan Anda sendiri, dari awal buatlah persetujuan yang sangat jelas untuk menghindari hal-hal yang membuat hubungan Anda berdua menjadi rusak nantinya.Setelah Anda menemukan arsitek pilihan yang siap membantu mewujudkan rumah impian Anda, ada baiknya Anda juga mulai memilih jasa kontraktor untuk membangunnya. Sama seperti arsitek, penggunaan jasa kontraktor profesional sebenarnya dapat membuat proses membangun rumah impian Anda lebih efektif dan efisien dengan nilai yang sepadan.

Untuk memilih kontraktor yang tepat, lakukan proses seperti Anda mencari arsitek pilihan Anda. Bila perlu minta rekomendasi dari arsitek Anda beberapa pilihan kontraktor. Jangan langsung tergiur dengan kontraktor yang menawarkan harga terendah, karena bisa jadi yang termahal justru menawarkan kualitas terbaik. Mencari tahu hasil kerja mereka, dan bertanya pada klien sebelumnya juga sebaiknya Anda lakukan. Pastikan Anda bertanya tentang ketepatan jadwal pembangunan, berapa jam sehari mereka akan bekerja, pengamanan lokasi/site selama proses pembangunan, dan berapa orang yang akan berada di lokasi pembangunan, serta apakah ada biaya-biaya ekstra yang harus Anda keluarkan lagi.

Setelah mantap dengan pilihan arsitek dan kontraktor Anda, tanda tangani kontrak kerja, dan pastikan Anda mengerti tiap detail isi kontrak tersebut sebelum menandatanganinya.

Mencari arsitek dan kontraktor yang tepat adalah proses yang sangat menantang dan menyenangkan dalam mewujudkan rumah impian. Mereka tidak hanya memberikan saran-saran terbaik bagi Anda, tapi seperti jargon sebuah iklan produk, mereka akan memberi nilai lebih dari setiap rupiah yang Anda keluarkan demi terwujudnya hunian dambaan. Selamat membangun!

sumber: Working With an Architect & Builder, dari More Space oleh Fay Sweet.
(idionline/NeT)



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Memanfaatkan Jasa Arsitek

Memanfaatkan Jasa Arsitek
October 21st, 2007

Memanfaatkan Jasa Arsitek

Risiko membangun rumah dengan denah yang salah bisa membuat suasana rumah tak nyaman. Misalnya, membangun rumah tanpa perhitungan aliran udara keluar dan masuk. ”Akibatnya, di dalam rumah terasa panas,” kata Eddy W Utoyo, ketua bidang Pengabdian Masyarakat IAI Pusat. Bila kondisi ini menahun bisa membuat penghuni rumah penyakitan.

Karena itu, Eddy mengakui banyak orang yang enggan berkonsultasi ke arsitek lantaran faktor biaya. ”Takut mahal? Hanya lima persen biaya pembangunan,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama Jakarta Design Center ini, membangun rumah memanfaatkan jasa arsitek lebih ekonomis. Ekonomis yang dimaksudnya, menempatkan barang yang tepat sehingga akan membuat rumah menjadi mahal nilainya. ”Barang yang murah ditempatkan secara tepat akan bernilai tinggi.”

Bila Anda memutuskan membangun rumah dengan memanfaatkan arsitek, datanglah ke biro konsultan. Ceritakan tentang kondisi dan luas tanah berikut rencana rumah yang akan dibangun. ”Saat mendengarkan, arsitek sudah membayangkan bagaimana sirkulasi udara dan pencahayaannya,” jelas Eddy.

Kemudian, diperhitungkan berapa biaya pembangunan rumah. IAI mempunyai harga patokan biaya pembangunan per meter perseginya berdasarkan bahan-bahan bangunan yang akan digunakan.

Arsitek membuat prarencana denah dengan harga bangunan. Kemudian ditetapkan persentase untuk jasa arsitek. Pada rumah yang luasnya di bawah 36 meter persegi, konsultasi diberikan gratis. Lebih dari 50 meter persegi biayanya 5-8 persen biaya pembangunan rumah. Biaya jasa arsitek itu sudah termasuk pengawasan pembangunan secara berkala.

Bila prarencana denah itu disetujui, dibuatlah gambar kerja yang menyangkut gambar pemasangan fondasi hingga instalasi listrik. Total gambar yang diterima calon pemilik rumah sekitar 15 buah. ”Gambar ini siap dibawa ke kontraktor,” jelas Eddy. poy


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 17 Oktober 2007

Jasa Kontraktor Rumah dan Bangunan

DESIGN BUILD RENOVATE

Quality Work and Creative Design
Bersama Arsitek,Civil dan Tukang Berpengalaman


Building/ Exterior Design

Adalah jasa desain bangunan yang lengkap, mulai dari survey lokasi, konsep perencanaan, sampai gambar kerja arsitektur. Jasa desain ini berlaku untuk semua jenis bangunan, baik private maupun public. Untuk rumah tinggal, output yang dihasilkan berupa:
* Konsep Perencanaan (70%)
- Denah - Tampak - Perspektif Exterior
* Gambar Kerja Arsitektur (30%)
- Denah - Tampak - Potongan - Detail Exterior Bangunan - Rencana Plafon + ttk lampu - Peletakan titik Saklar & Stop Kontak - Rencana Lantai - Layout Furniture - Detail Kusen, Pintu, dan Jendela - Detail Kamar Mandi - Rencana Tangga & Railing - Rencana Pagar

Interior Design


Adalah jasa design khusus interior bangunan. Jasa desain interior ini meliputi semua jenis bangunan, baik rumah tinggal, office, exhibition, maupun bangunan komersil lainnya. Untuk rumah tinggal output yang dihasilkan berupa:


* Konsep Perencanaan (70%)
- Layout Furniture - Perspektif Interior
* Gambar Kerja Interior (30%)


- Denah - Tampak - Rencana Plafon + ttk lampu - Peletakan ttik Saklar & Stop Kontak - Rencana Lantai - Detail Kusen, Pintu, dan Jendela - Detail Kamar Mandi - Rencana Tangga & Railing - Pemilihan Warna & Bahan


Furniture Design


Adalah jasa design yang lebih ekonomis yakni hanya berkaitan dengan layout dan desain furniture saja. Jasa desain ini berlaku untuk semua jenis bangunan, baik private maupun komersil.




Landscaping

Jasa desain ini berkonsentrasi pada landscape atau taman.


Jasa ini meliputi:

- Layout Landscape, -perspektif Landscape, -- Pemilihan Tanaman hias,- Pemilihan Bahan & Batu Alam



Lighting 3D visualization and animation

Adalah jasa modeling / gambar 3 dimensi dengan menggunakan komputer. Jasa ini berlaku untuk semua jenis bangunan, baik exterior maupun interior. Dengan gambar 3D, client kami akan dapat mevisualisasikan hasil desain dengan nyata, lengkap dengan composisi warna, bahan material, maupun desain lighting. Budgeting and Supervising Kami membantu client kami untuk merencanakan biaya dan managemen pembangunan dengan efisien dari segi waktu dan biaya. Structural Analysis and M.E. Jasa analisa dan desain sturktur& ME ini akan menjamin anda mendapatkan kwalitas struktur dan system Mechanical & Electrical yang efisien.


CV.GMN Jakarta Tel : 021-73888872 , Fax : 021-79195303 Email : cheriatna@gmail.com

Jasa Online Via Internet Designer dan Pemborong Rumah dan Pekerjaan Renovasi


Jasa Online Via Internet Desain Arsitek dan Pemborong Rumah, pabrik, gudang dan Pekerjaan Renovasi, Cepat, Berkualitas dengan Harga Bersaing,Arsitek,Desain Rumah,jasa,arsitek, design,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Gambar Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong, Kantor,Kontruksi,ME,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Arsitek,Gambar,Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor, Kontruksi,ME,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan,Designer, Arsitek,Gambar,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor,Kontruksi,ME,Arsitek dan Jasa Pemborong Online Via Internet,Arsitek : Jasa Online Via Internet Desain Arsitek dan Pemborong Rumah, pabrik, gudang dan Pekerjaan Renovasi, Cepat, Berkualitas dengan Harga Bersaing,Arsitek,Desain Rumah,jasa,arsitek, design,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Gambar Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong, Kantor,Kontruksi,ME,,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Arsitek,Gambar,Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor, Kontruksi,ME,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan,Designer, Arsitek,Gambar,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor,Kontruksi,ME,Arsitek,Desain Rumah,jasa,arsitek, design,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Gambar Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong, Kantor,Kontruksi,ME,,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan, Designer,Arsitek,Gambar,Rumah,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor, Kontruksi,ME,Ruko,Taman,Gudang,Pabrik,Showroom,Gedung,Bangunan,Designer, Arsitek,Gambar,Perumahan,Kontraktor,Jasa,Pemborong,Kantor,Kontruksi,ME




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 26 September 2007

Rumah Harga Murah

Rumah Murah dan Gambaran Buram Properti Indonesia

SUNGGUH menggelisahkan pembangunan properti di beberapa kota besar, terutama Jakarta dan sekitarnya. Pembangunan apartemen, kondominium, dan perumahan menengah ke atas demikian gencar. Jika memerhatikan pembangunan gedung pencakar langit yang kini tumbuh subur di Jakarta, sebagian besar didominasi oleh pembangunan apartemen.

SEBALIKNYA, pembangunan rumah susun untuk kalangan berpenghasilan menengah ke bawah, juga rumah sehat sederhana, hampir tidak tampak sama sekali. Jika dibuat perumpamaan, pembangunan apartemen dan perumahan menengah ke atas berlari cepat karena ditarik oleh mesin, sebaliknya pembangunan perumahan menengah ke bawah berjalan amat lamban karena hanya dihela manusia.

Di forum lain pusat perbelanjaan untuk kalangan menengah ke atas terus dibangun secara amat bernafsu. Di mana- mana, di ibu kota berpenduduk 10 juta jiwa ini, mal atau plaza muncul bak jamur di musim hujan. Sebaliknya, pembangunan pusat perbelanjaan untuk golongan berpenghasilan kecil terus menyusut. Pasar tradisional, yang selama ini ajang mereka berbelanja, berada dalam kondisi buruk. Sebagian bahkan sudah tutup karena manajemen yang miskin dan pengunjung yang kurang.

Jika ini terus berlangsung, perbedaan yang amat mencolok antara warga berpenghasilan menengah ke bawah dan menengah ke atas akan terus melebar. Ini pada gilirannya akan melahirkan kerumitan baru, dikotomi yang amat tajam antara warga kaya dan miskin. Tidak jelas apakah masalah ini disadari dengan baik oleh para pengambil keputusan di negara ini. Tidak jelas juga apakah para pengembang yang gegap gempita membangun perumahan menengah ke atas menyadari potensi bahaya dari pembangunan apartemen menengah ke atas. Jika tidak, kekhawatiran akan munculnya persoalan sosial ekonomi akibat kesenjangan tersebut sangat beralasan.

Catatan ini hendaknya tidak diterima seperti angin lalu. Mari kita menyadari, kini begitu banyak konflik yang muncul silih berganti di negara ini. Hampir seluruhnya berlatar ekonomi. Letupan besar di Jakarta pada 13-14 Mei 1998 sungguh karena masalah ekonomi. Warga yang kaya sibuk dengan kekayaannya, sibuk membangun konglomerasi dari hulu ke hilir. Rakyat yang lapar dan kesulitan membangun rumah akhirnya memperoleh alasan meluapkan kemarahan kepada warga lainnya. Jadilah tanggal 13-14 Mei 1998 sebagai huru-hara yang menyesakkan.

Konflik bersenjata di Aceh, sekadar menyebut contoh lain, sungguh karena persoalan ekonomi juga. Orang Aceh merasa tanah mereka kaya raya, ada berbagai jenis tambang mahal yang diisap di situ, tetapi kok mereka tidak kaya? Kok infrastruktur di Aceh tak mengesankan? Perselisihan di wilayah lain juga lebih kurang sama.

Para pengembang yang hiruk-pikuk membangun rumah dan apartemen mewah hendaknya ikut pula menyadari bahwa tatkala mereka begitu riuh membangun kawasan permukiman elite, banyak warga miskin yang meratap pilu karena tergusur. Ada yang terbuang dari kolong jembatan, ada pula yang terempas dari permukiman mereka di tanah-tanah yang selama ini terkesan tidak bertuan. Ini semua perlu diwaspadai sebagai fenomena rawan.

DI era Akbar Tandjung sebagai menteri negara perumahan, gagasan membangun rumah murah, yang populer dengan sebutan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana, gegap-gempita dipopulerkan. Para pengembang yang tunduk pada anjuran Akbar Tandjung cukup bersemangat membangun. Pengembang perumahan yang membangun rumah sangat sederhana (kini muncul dengan nama rumah sehat sederhana) di antaranya adalah perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) dan sejumlah perumahan yang dibangun Ciputra. Namun, setelah Akbar Tandjung turun dari panggung kabinet, ihwal rumah sehat sederhana ini terbenam. Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah yang mestinya ikut memerhatikan masalah perumahan untuk rakyat jelata secara serius terkesan tidak bisa berbuat optimal.

Kesan lain, pemerintah bersikap terlampau lunak kepada para pengembang. Pemerintah, dengan otoritas yang dimilikinya, mestinya dapat "memaksakan" pembangunan perumahan yang berimbang. Berimbang di sini berarti, pengembang tidak hanya membangun rumah untuk orang kaya, tetapi juga untuk warga berpenghasilan amat kecil. Tentu membangun rumah seperti ini sangat merugikan jika dihitung dari aspek materi. Namun, pengembang yang cerdas dapat melakukan subsidi silang dengan perumahan yang dibangunnya. Pemerintah pun, untuk tindakan ini, wajib menyediakan subsidi atau stimulasi lain yang mampu mendorong pengembang membangun rumah bagi warga kecil.

Apa boleh buat, untuk merealisasikan program rumah untuk rakyat kecil ini, pemerintah mesti menyubsidi dan bertindak tidak populer, dengan sedikit "memaksa" para pengembang. Jika hal ini tidak dilakukan, sulit mengharapkan pengembang bersedia membangun rumah untuk rakyat kecil. Ini sungguh hanya bisa ditembus dengan keputusan politik dari rezim yang berkuasa.

SUBSIDI untuk membangun rumah rakyat kecil atau memberi kompensasi positif kepada pengembang yang membangun rumah murah memang tidak bisa dielakkan, terutama untuk wilayah di Jakarta. Bukan apa- apa, kini tak banyak lagi lahan kosong di Jakarta yang bisa dibanguni perumahan sederhana, atau sebutlah semacam rumah susun. Kalaupun ada lahan kosong, harganya minta ampun! Lahan di pinggiran kota per meter persegi bisa jadi Rp 3 juta per meter. Seribu meter persegi berarti Rp 3.000.000.000. Ini baru tanah mentah yang belum diolah, belum dimatangkan. Hendak mencari satu hektar? Siapkan Rp 30.000.000.000.

Angka-angka di atas baru harga tanah. Bagaimana dengan biaya membangun rumah susun? Anggarannya pasti lebih besar. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana hendak membangun rumah susun di atas tanah yang harganya segini? Anda bercanda! Rumah susun dimaksud hanya bisa dibangun jika ada subsidi dari pemerintah. Di luar itu tidak ada cerita.

Tanah dengan harga seperti itu adalah tanah di kawasan pinggiran, yang para pengembang besar enggan menengoknya. Bagaimana dengan tanah di tepian jalan kawasan segi tiga emas? Harga tanah di kawasan ini setidaknya Rp 10.000.000 per meter persegi. Membangun rumah susun di sini, dengan luas 10.000 meter persegi, sama dengan mengalokasikan Rp 100 miliar. Belum termasuk bangunannya. Uang siapa yang bisa digunakan kalau bukan uang pemerintah? Persoalan lain, kini tidak mudah mencari tanah dengan luas seperti itu di Jakarta. Tentu saja masih banyak tanah kosong di jantung Jakarta, tetapi dengan luas yang terbatas, misalnya 1.000 meter persegi. Mencari tanah satu hamparan, misalnya seluas 20.000 meter persegi dan lebih, sudah sangat sulit.

Analis dan periset properti Panangian Simanungkalit menyatakan, jalan keluar yang mungkin dilakukan untuk membangun rumah bagi rakyat kecil ialah dengan melakukan dua terobosan. Pertama, keputusan politik pemerintah untuk mendorong pembangunan rumah sehat sederhana dan rumah susun. Kedua, pemerintah membangun apartemen murah/ rumah susun, misalnya di sekitar Manggarai, Tanah Abang, sepanjang koridor Dr Satrio- Cassablanca, dan di beberapa kantong kawasan segi tiga emas. Harga tanah di sekitar kawasan ini masih murah, sekitar Rp 3 juta per meter persegi, tetapi lokasinya tertutup oleh gedung-gedung tinggi. Cara membuka lahan itu dengan mendobrak isolasi, membangun akses atau jaringan jalan baru. Di sini ada sejumlah rumah yang mau tak mau mesti direbahkan.

Tambahan pula, bukan saatnya lagi membangun rumah susun enam sampai delapan lantai. Harga tanah di DKI Jakarta sudah terlampau mahal sehingga rumah mutlak dibangun makin vertikal. Rasanya sudah saatnya rumah susun itu dibangun dengan konstruksi 25 lantai ke atas, seperti banyak ditemukan di negara-negara komunis, seperti RRC dan Kuba. Atau di kota-kota dengan daratan amat sempit, seperti Singapura, Makao, dan Hongkong. Kalau harus menggunakan petugas pembersih atau pemelihara gedung, itu sudah konsekuensi logis dari pembangunan gedung tinggi. Penanganannya sungguh menyangkut urusan manajemen.

TATKALA masih menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Jusuf Kalla pernah mencanangkan apa yang kemudian populer dengan sebutan program sejuta rumah. Jusuf, seperti diutarakannya kembali kepada Kompas hari Kamis (12/8) malam, mengatakan, pembangunan sejuta rumah itu bukan candaan, bukan mimpi.

Ia menjelaskan salah satu pos anggaran untuk membangun sejuta rumah itu ialah dengan memanfaatkan dana subsidi yang dipunyai pemerintah, yakni sebesar Rp 0,5 triliun. Dana ini bisa diberikan kepada Bank Tabungan Negara (BTN) untuk dikelola. Dari sini pemerintah dapat mulai membangun rumah di seluruh provinsi.

"Sepanjang pengetahuan saya, pembangunan sejuta rumah itu mestinya sangat mungkin dilaksanakan. Pertama, ada dana dari pemerintah. Bahkan, Bank Indonesia bersedia turun tangan membantu perumahan rakyat kecil itu. Kedua, ketika itu banyak tanah kosong milik Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang bisa dibanguni rumah susun atau rumah sederhana. Ketiga, para pengembang dan kontraktor sudah menyampaikan kesediaannya membangun. Nah, kurang apa lagi? Akan tetapi, saya merasa aneh, kok program ini tidak jalan, padahal ini tampaknya hanya masalah koordinasi," kata Jusuf Kalla.

Persoalan bangsa ini sejak dulu memang tidak jauh dari masalah tersebut. Bangsa ini mudah membuat program, tetapi pengejawantahan ke bawah selalu tidak mudah.

Contoh kasus yang dingkapkan Jusuf Kalla itu sangat riil. Uang ada, kontraktor dan pengembang ada. Pembeli juga amat banyak, tetapi mengapa tak dibangun juga? Mengapa kita sangat lemah mengeksekusi sebuah rencana? (Abun Sanda)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 22 September 2007

Harga Memanfaatkan Jasa Arsitek Murah atau Mahal ?

Memanfaatkan Jasa Arsitek

Risiko membangun rumah dengan denah yang salah bisa membuat suasana rumah tak nyaman. Misalnya, membangun rumah tanpa perhitungan aliran udara keluar dan masuk. ''Akibatnya, di dalam rumah terasa panas,'' kata Eddy W Utoyo, ketua bidang Pengabdian Masyarakat IAI Pusat. Bila kondisi ini menahun bisa membuat penghuni rumah penyakitan.

Karena itu, Eddy mengakui banyak orang yang enggan berkonsultasi ke arsitek lantaran faktor biaya. ''Takut mahal? Hanya lima persen biaya pembangunan,'' ujarnya.

Menurut Direktur Utama Jakarta Design Center ini, membangun rumah memanfaatkan jasa arsitek lebih ekonomis. Ekonomis yang dimaksudnya, menempatkan barang yang tepat sehingga akan membuat rumah menjadi mahal nilainya. ''Barang yang murah ditempatkan secara tepat akan bernilai tinggi.''

Bila Anda memutuskan membangun rumah dengan memanfaatkan arsitek, datanglah ke biro konsultan. Ceritakan tentang kondisi dan luas tanah berikut rencana rumah yang akan dibangun. ''Saat mendengarkan, arsitek sudah membayangkan bagaimana sirkulasi udara dan pencahayaannya,'' jelas Eddy.

Kemudian, diperhitungkan berapa biaya pembangunan rumah. IAI mempunyai harga patokan biaya pembangunan per meter perseginya berdasarkan bahan-bahan bangunan yang akan digunakan.

Arsitek membuat prarencana denah dengan harga bangunan. Kemudian ditetapkan persentase untuk jasa arsitek. Pada rumah yang luasnya di bawah 36 meter persegi, konsultasi diberikan gratis. Lebih dari 50 meter persegi biayanya 5-8 persen biaya pembangunan rumah. Biaya jasa arsitek itu sudah termasuk pengawasan pembangunan secara berkala.

Bila prarencana denah itu disetujui, dibuatlah gambar kerja yang menyangkut gambar pemasangan fondasi hingga instalasi listrik. Total gambar yang diterima calon pemilik rumah sekitar 15 buah. ''Gambar ini siap dibawa ke kontraktor,'' jelas Eddy. poy

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Membangun Rumah Rakyat Baru Sebatas Komitmen

Membangun Rumah Rakyat Baru Sebatas Komitmen

MENGAPA apartemen? Mengapa bukan membangun rumah sederhana atau rumah susun?

INILAH pertanyaan yang kerap mengemuka di kalangan masyarakat menengah ke bawah tatkala melihat gencarnya pembangunan apartemen, servis apartemen, dan town house (rumah bandar) di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Para pengusaha swasta yang membangun apartemen mewah tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena mereka memenuhi permintaan pasar. Publik yang mempunyai uang memberi sinyal ke pasar, lalu para pengembang menyuplai pasar. Begitulah yang terjadi selama ini sehingga di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu, dibangun apartemen. Di Surabaya, fenomena tersebut mulai tampak sehingga kota kedua terbesar di Indonesia itu kelak akan seperti Jakarta, penuh dengan apartemen jangkung.

Hal yang menarik diamati, mengapa pemerintah tidak mendorong swasta membangun rumah susun dan rumah sederhana, sebagaimana pernah menggejala di era Orde Baru Soeharto. Ketika itu ada konsep besar 1-3-6 (besar, menengah, dan sederhana) yang dipopulerkan dan setengah dipaksakan pemerintah. Namun, kendati setengah dipaksakan, konsep yang dimunculkan Menteri Perumahan (waktu itu) Akbar Tandjung dapat berjalan lumayan baik. Cukup banyaknya rumah sederhana, di antaranya tampak di kawasan Bintaro dan Bumi Serpong Damai, Tangerang, mencerminkan cukup berjalannya program 1-3-6 tersebut.

Debat tentang konsep 1-3-6 ini muncul lagi tatkala pemerintah tahun 2004 mencanangkan program infrastruktur dan pembangunan sejuta rumah untuk rakyat. Ada tuntutan menghidupkan kembali konsep itu, untuk memenuhi kebutuhan rumah penduduk.

Tuntutan itu dibarengi ajakan agar penegakan hukum dilakukan dengan amat baik. Pemerintah sebagai pencipta regulasi dan sekaligus penegak hukum semestinya bergerak cepat menempuh jalan penegakan hukum. Sisi inilah (selain tentu saja sosialisasi yang buruk) yang diabaikan pada era Orde Baru Soeharto sehingga program itu tidak berjalan optimal.

Di sisi lain, lemahnya penegakan hukum menyebabkan para pengembang bertindak suka-suka. Mereka mengabaikan kewajiban konsep 1-3-6 sebab toh tidak ada tindakan apa-apa dari pemerintah.

Repotnya, di tengah suasana yang tidak bersahabat ini, pemerintah pun "tidak pandai" memberikan penghargaan atau pujian yang memadai kepada para pengembang yang bersedia menjalankan konsep 1-3-6 dengan taat. Tiadanya reward dan tidak datang-datangnya insentif akhirnya membuat pengembang enggan meneruskan konsep tersebut.

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perumahan untuk rakyat berpenghasilan menengah ke bawah membuat persentase atau jumlah kekurangan rumah terus bertambah dari tahun ke tahun. Di DKI Jakarta saja jumlah penduduk tahun 2004 mencapai 10 juta jiwa (dengan pertumbuhan penduduk 1,4 persen per tahun). Kebutuhan rumah akibat pertumbuhan itu sebanyak 35.000 unit per tahun. Itu artinya, DKI Jakarta harus membangun 35.000 rumah baru per tahun. Jumlah ini belum termasuk rumah untuk penduduk yang masih menumpang pada orangtua, penganggur di rumah kontrakan, gelandangan, dan sebagainya, yang mencapai lebih kurang 150.000 rumah. Bisa dibayangkan berapa total rumah yang mesti dibangun hanya di wilayah DKI Jakarta saja.

Dengan latar belakang ini, pembangunan rumah untuk rakyat sudah harus dimulai sekarang juga sehingga niat membangun sejuta atau dua juta rumah tidaklah sebatas komitmen. Penundaan pembangunan rumah hanya akan mengakibatkan jumlah rumah yang harus dibangun terus bertambah secara signifikan.

PERSOALAN ruwet yang bakal menghadang ialah bagaimana menghadirkan rumah untuk warga berpenghasilan menengah ke bawah. Kalaupun pemerintah ingin membangun, dari pos mana anggaran itu diambil. Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara? Bisa saja, tetapi saat ini saja pemerintah menderita defisit anggaran puluhan triliun rupiah. Menambal defisit anggaran saja sudah amat sulit, bagaimana harus menyediakan pos anggaran baru untuk rumah sederhana sehat rakyat?

Masalah menjadi lain seandainya pemerintah nekat menaikkan harga bahan bakar minyak secara sangat signifikan sehingga otomatis mengurangi subsidi anggaran. Jika ini yang terjadi, masih ada kemungkinan membangun rumah sederhana untuk rakyat. Namun, di sisi lain, pemerintah akan mendapat kritik yang amat keras dari rakyat karena bahan bakar minyak merupakan komoditas yang supersensitif kalau dinaikkan.

Selain pemerintah, swasta pun menghadapi masalah yang sama. Dari mana swasta mengambil anggaran untuk membangun rumah murah dan sederhana? Jika pun ada anggaran, berapa banyak pengembang yang bersedia membangun rumah sederhana, ketika begitu banyak pengusaha berlomba-lomba membangun apartemen, mal, dan pusat perdagangan yang amat menguntungkan itu?

Dalam praktik, membangun rumah sederhana, bahkan rumah susun sederhana, tidak bisa dipandang ringan karena biaya yang diperlukan untuk itu sebetulnya tidak terpaut jauh dengan rumah tidak sederhana. Mengapa? Rumah sederhana dibangun di atas tanah yang relatif sama harganya dengan rumah tidak sederhana. Lalu konstruksi bangunannya sama, begitu pula dinding dan penopang atap rumahnya. Hal yang membuat dua jenis rumah tersebut berbeda harganya hanyalah luas rumah, ornamen, aksesori, dan bahan-bahan penopang lain.

Seorang insinyur sipil atau kontraktor tidak mungkin membangun rumah dengan konstruksi minus hanya karena rumah yang dibangun adalah rumah sederhana. Ia mesti menggunakan semen, beton, besi beton, dan balok yang standar sebab kalau bercanda dengan hal ini, rumahnya bisa ambruk. Ambruknya rumah bisa menamatkan reputasi pembangun rumah itu.

Lalu celah apa yang bisa digunakan agar rumah sederhana itu bisa dibangun dengan murah oleh swasta?

Teori yang paling lazim dipakai adalah pemerintah memberikan insentif yang favorable untuk para pengembang. Insentif itu bisa berupa bebas biaya izin membangun, bebas pajak penjualan, bebas memperoleh ruang publik, bebas biaya sertifikat, kemudahan mendapat kredit bank, dan harga tanah yang relatif murah (khususnya tanah pemerintah).

Dengan kemudahan-kemudahan itu, swasta terangsang membangun rumah murah untuk rakyat. Tanpa insentif ini, sungguh repot mengharapkan peran swasta. Apalagi kalau swasta diminta melepas satu unit rumah dengan luas tanah 70 meter dan luas bangunan 36 meter persegi, dengan harga Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

Harga tanah di pinggiran Jakarta saja kini minimal Rp 500.000 per meter persegi. Tujuh puluh (meter) persegi dikalikan Rp 500.000 sama dengan Rp 35 juta. Ini, harap diketahui, masih harga tanah. Kalau nilai bangunan diasumsikan sama dengan Rp 1 juta per meter persegi, maka 36 (meter luas bangunan) dikalikan Rp 1 juta sama dengan Rp 36 juta. Nilai Rp 35 juta ditambah Rp 36 juta sama dengan Rp 71 juta.

Lalu, apakah pemerintah atau swasta akan menjual rumah sederhana dengan harga sebesar itu? Harga tersebut tentu saja masih amat mahal. Harga yang mungkin favorable untuk rakyat kecil adalah Rp 35 juta per rumah. Artinya, mesti ada tindakan memotong harga rumah atau pemerintah melakukan subsidi atas rumah itu.

Apakah pemerintah mampu dan mau melakukannya? Di sinilah letak persoalannya. Cuma, yang patut diketahui, konstitusi memerintahkan rezim yang berkuasa untuk memberikan papan kepada rakyat. Konstitusi juga memerintahkan penyelenggara negara untuk memerhatikan fakir miskin. Kalau masalah ini dikuakkan lebih jauh, pemerintah mempunyai kewajiban menyediakan rumah layak huni kepada rakyat kecil yang tidak mampu.

Indonesia memang belum menuju tahap welfare state, sebagaimana telah diraih banyak negara maju dan beradab. Kendati belum mampu melakukannya, Pemerintah Republik Indonesia amat perlu mempertimbangkan untuk melakukannya dalam waktu yang tidak lama. Selama ini pemerintah lebih asyik menggusur penduduk. Sudah waktunya pemerintah memikirkan memukimkan penduduk yang tergusur-gusur itu.(AS)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi