Tampilkan postingan dengan label Rumah Mungil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Mungil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2008

Menata Rumah Mungil Agar Tetap Cantik dan Nyaman

Menata Rumah Mungil Agar Tetap Cantik dan Nyaman

Indah tidak harus selalu mahal. Kreativitas desain yang arif dan cerdas mampu mewujudkan rumah mungil tampil menawan.

Konsep indah pada rumah mungil dapat dimulai dari memilih bentuk denah rumah yang lugas dan mudah pemeliharaannya. Misalnya, untuk mengatasai keterbatasan lahan, pembangunan rumah mungil bisa disarankan untuk bertingkat. Kemudian, denah ruang terbuka dan minim dinding pembatas (baik tembok, dinding atau pintu), membuat ruang terasa lapang.

Carport, teras dan taman depan juga bisa difungsikan sebagai ruang tamu, ruang bermain anak sekaligus parkir kendaraan. Semuanya memang tergantung kreativitas. Ruang dalam dioptimalkan sebagai ruang keluarga dan ruang makan. Fungsi ruang keluarga, ruang belajar dan kamar tidur anak-anak juga dapat ditempatkan di lantai atas hingga ke kolong atap (attic). Taman dan teras belakang bisa dimanfaatkan sebagai ruang makan terbuka, ruang keluarga, dan ruang belajar anak.

Dekorasi
Bagaimana menyiasati dekorasi ruangan rumah mungil ? Seorang ahli dekorasi ruang pernah memberi tips menarik. Katanya, memiliki rumah mungil tidak harus membuat pemiliknya menghilangkan keinginan untuk membeli furnitur, karena dianggap akan mempersempit rumah.

Ada beberapa cara untuk menyiasati rumah mungil bisa tetap tampil gaya. Salah satunya dengan cara memaksimalkan fungsi furnitur di dalam rumah. Artinya, Anda disarankan untuk memilih furnitur yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. Untuk mengatasi kendala ini, partisi adalah salah satu jawabannya. Partisi bisa berupa lemari atau rak sebagai pembatas ruangan. Dalam hal ini partisi mempunyai banyak fungsi selain sebagai penghalang pandangan dari ruang tamu ke ruang makan.

Partisi bisa terbuat dari tripleks yang diberi pelapis dipadukan dengan kaca motif impor berkombinasi warna gelap dan cokelat muda. Ini sangat selaras dengan cat rumah yang berwarna kuning gading. Di bagian lain, partisi akan berfungsi sebagai lemari, rak televisi dan rak panjang.
Di bawah televisi, bagian dari partisi dapat digunakan sebagai lemari penyimpan koleksi compact disc.

Agar perangkat yang Anda simpan terlihat dari luar, gunakan kaca es sebagai pintu lemari. Maka jadilah ruang tamu yang minimalis tapi tetap gaya. Jangan lupa letakkan kursi bersandaran tiga dan satu sandaran terpisah dengan coffee table modern model siku berkaca transparan.

Untuk menyulap kamar tidur agar terkesan luas, Anda bisa meletakkan lemari penyimpan pakaian yang terbuat dari multitripleks di sudut ruangan menyatu dengan meja rias yang langsung bersentuhan dengan tempat tidur. Dengan demikian perangkat ini bisa menyambung dalam satu kesatuan.

Ruang tidur utama juga bisa disulap jadi lebih leluasa dengan tempat tidur yang tidak terlalu besar dan diberi sentuhan warna yang cerah sehingga terkesan luas. Agar lebih banyak fungsi, tempat tidur atau ranjang dapat diberi laci untuk menyimpan pakaian, atau seprei kesayangan Anda.

Menyiasati dapur yang sempit bisa dilakukan dengan menghadirkan kitchen set yang sengaja dibuat senada dengan ruangan sehingga menghadirkan keselarasan. Dengan sentuhan kreativitas yang cerdas, rumah mungil bisa tampil indah dan gaya.

Adapun trik dalam memanfaatkan ruang minimalis sebagai berikut :

1. Pilihlah warna-warna yang terang dan jangan sekali-kali memilih warga gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.
2. Pilih Furnitur yang simple dan berkesan tidak padat, misalnya pilih lampu gantung vertikal, furnitur yang berkaki tinggi, dll.
3. Pilihlah furnitur yang memiliki tulang tipis dan memiliki desain simple yang senada dengan karakter rumah.
Manfaatkan setiap detil ruangan seperti bawah tangga, lorong, kolong tempat tidur maupun lemari. Sebaiknya pilih lemari dengan bukaan geser agar tidak makan ruangan.
4. Jika suka akan tanaman, pilihlah tanaman yang simple dan isahakan yang memiliki batang yang tipis.
5. Pilihlah perabot rumah yang memiliki daya guna multifungsi dan sesuaikan dengan kebutuhan.
6. Letakkan perabot-perabot yang agak keras di sudut-sudut ruangan agar jarak pandang terlihat luas.

Sumber : chamoet.wordpress.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 31 Mei 2008

Menata Rumah Mungil

Menata Rumah Mungil

Setiap bangunan rumah pasti mempunyai sejengkal tanah kosong. Lahan yang kecil ini akan sangat menentukan untuk menambah keasrian rumah anda. Tampilan suatu taman jelas tidak tergantung dari ukuran dan luas dari lahan. Bila dikerjakan dengan penuh perhatian dan desain yang matang, sebuah taman mungil bisa memperindah rumah tinggal secara keseluruhan. Ada berbagai macam cara agar taman mungil terkesan menggemaskan dan mengagumkan. Memiliki taman mungil dirumah sangat dianjurkan karena selain memperindah wajah rumah juga akan sangat baik bagi kesehatan dan psikologis.
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menata taman adalah :
Pertama, Jika kita mempunyai lahan yang terbatas (sempit) salah satu rumusnya adalah jangan mempunyai keinginan hendak memindahkan taman orang lain ke taman sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung ingin memiliki apa yang telah dimiliki tetangga atau orang lain. Karena lahan yang kita miliki terbatas, buatlah taman mungil dengan aneka jenis tanaman yang juga mungil (kerdil) hal ini untuk mencapai proporsi yang seimbang antara taman dengan fasade rumah kita.

Kedua, bagaimana dengan arah sinar matahari, hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan ditaman dengan pemilihan jenis tanaman. Jika taman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, dapat memilih jenis tanaman yang menyukai keteduhan (tidak terlalu membutuhkan sinar matahari). Arah edar matahari ini sangat penting karena berpengaruh terhadap proses fotosintetis pada tanaman di taman kita.

Ketiga, kondisi tanah dan penyerapan airnya. Untuk menghasilkan taman yang baik, diperlukan kondisi tanah yang subur. Tanah dikategorikan subur jika kadar humusnya tinggi sehingga lebih mudah dalam menyerap air. Untuk kota-kota besar, biasanya kondisi tanahnya kurang subur untuk itu perlu perawatan sebelum menbuat taman. Yaitu dengan mencampur tanah dengan pupuk kandang atau kompos.

Untuk menata taman mungil, ada dua hal penting yaitu penentuan elemen lunak (soft material) dan elemen keras (hard material).

Elemen lunak ini terdiri dari jenis tanaman apa saja yang akan kita tanam. Apakah tanaman perdu, tanaman merambat (kembang telang, alamanda cathartica), tamanan peneduh, tanaman berbunga dan tanaman penutup tanah (seperti krokot, blue eyes, bawang-bawangan maupun rumput). Yang perlu diperhatikan adalah proporsi antara tamanan yang rendah sampai tanaman yanga tinggi, sehingga kelihatan menarik.

Air juga termasuk elemen lunak yang sering kita hadirkan dalam taman. Keterbatasan lahan dapat kita akali dengan membuat kolam kecil dengan air terjun mini di tembok yang sudah disulap dengan bentuk batu-batuan taman tebing. Taman tebing ini selain untuk alasan estetika juga berfungsi untuk menyembunyikan tembok pembatas rumah yang masif dan licin. Selain itu juga sebagai jalan keluar apabila kondisi tanah di rumah kita memang sangat tandus dan kurang subur.

Kehadiran kolam dengan air yang terus mengalir akan menambah suasana sejuk ditaman. Untuk memperlancar sirkulasi air diperlukan pompa air otomatis sehingga sirkulasi air tetap terjaga. Suara gemericik air akan menambah suasana teduh dan tenang. Untuk lebih menonjolkan nuansa alami, ada baiknya dilengkapi dengan tanaman air atau dengan tempayan khusus. Tanaman air seperti lotus, apu-apu atau water poppy akan mampu melunturkan kesan keras yang ditampilkan oleh bebatuan . Untuk menghindari menjadi sarang nyamuk ada baiknya dipelihara juga beberapa ikan yang ditempatkan di kolam.

Sedangkan elemen keras terdiri dari bebatuan, yang sering dipakai sebagai pendukung keindahan taman. Lempengan batu alam ini dengan bentuk komposisi yang tidak beraturan dapat berfungsi sebagai jalan setapak dan akan menambah kesan alami. Taman memang tidak selalu memiliki jalan setapak, namun jalan ini berfungsi sebagai sirkulasi yang memungkinkan kita menjelajahi seluruh taman tanpa menginjak rumput atau tanah. Ada berbagai jenis pemilihan batu alam yang ditawarkan dipasaran, tinggal disesuaikan dengan selera dan kantong kita. Keindahan taman mungil semakin lengkap jika ditambah dengan patung sebagai ornament estetis maupun lampu taman. Selain sebagai penerangan, lampu ini akan membuat taman tampil dramatis di malam hari. Ornamen estetis seperti tempayan juga akan membuat tampilan taman mungil lebih memikat.

Sumber : simpang5.wordpress.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 02 Maret 2008

Yang Pas untuk Taman Rumah Minimalis

Taman Rumah Minimalis

Tak sembarang tanaman dan ornamen bisa ditampilkan di taman minimalis. Pastikan, Anda tak salah pilih.


Konsep taman rumah minimalis tengah disuka
. Anda salah satunya? Jika begitu, kehadiran taman bergaya minimalis perlu Anda hadirkan. Seperti apa karakteristik taman ini, Arwindrasti, arsitek lanskap, akan menjelaskannya untuk Anda.

Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. ''Salah memilih, lahan yang sudah sempit akan terlihat semakin sempit,'' kata dosen arsitektur lanskap di Universitas Trisakti, Jakarta ini. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar dua hingga enam meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu, menurut Arwindrasti, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen. Nah, kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.

Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung, karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. ''Biasanya, terletak di ujung tangga,'' tutur Arwindrasti. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.

Sejatinya, banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. ''Yang penting, mudah dipelihara, berwarna hijau, serta harganya murah meriah,'' katanya. Seperti apa contohnya? Arwindrasti menyebut beberapa di antaranya, yakni Caladium linium, Calathea majestic yang memiliki daun berwarna hijau segar, dan Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.

Untuk jenis tanaman berbunga, Anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja misalnya, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman Anda. Bahkan, jika ditanam di dekat carport, bunga ini bisa berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Masih ada pilihan lain? Tentu saja. Tanaman sri rejeki, bahkan Anthurium, pas juga untuk taman minimalis Anda.

Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa Anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Tapi ingat, jangan sembarang tanaman buah. Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertikal. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman.

Super minimalis
Saat ini, ketika harga lahan terus meroket, tak sedikit hunian yang berada di lahan super minimalis. Alhasil, lahan yang tersisa untuk taman pun sangat terbatas, sekitar 1X2 meter.

Namun jangan kecil hati, lahan super minimalis pun masih bisa disiasati sehingga taman impian Anda terwujud. Bagaimana caranya? Cobalah menata tanaman dalam beberapa pot. Anthurium, asparagus, Begonia, dan bunga lili bisa mengisi pot-pot itu.

Cermati pula cara menata pot. Ada 'rumus' yang bisa Anda terapkan yakni sistem penataan ganjil atau genap. ''Sistem ganjil, misalkan paling depan pot ukuran kecil, serong sedikit letakkan pot ukuran sedang lalu agak besar. Dengan begitu, bentuknya mirip segitiga tapi tidak sama kaki,'' jelas Arwindrasti. Bisa juga Anda tata pot dalam bentuk segi tiga sama kaki, yaitu dua pot ukuran kecil dan satu ukuran besar. Tidak sulit, bukan? Berbekal tips di atas, mudah-mudahan taman Anda tampil maksimal meski berada di lahan minimal.




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 12 Februari 2008

Eksplorasi Gaya Timur Tengah

Eksplorasi Gaya Timur Tengah

Kawasan Timur Tengah dengan segala daya tariknya seolah tak ada habisnya untuk diulik. Mulai dari Maroko dengan kota Casablanca dan Marrakech-nya, Lebanon, hingga Turki. Semuanya selalu memberikan inspirasi yang menarik dan dapat diaplikasikan untuk menghiasi sudut-sudut tempat tinggal Anda. Kekayaan detail, aneka motif, ornamen-ornamen serta warna yang bervariasi, akan membuat rumah tampil unik dan eksotis.

Penerapan gaya ini dapat dikombinasikan dengan desain rumah Anda yang sudah ada. Caranya mudah, yaitu cukup gunakan detail dan pernik interior khas Timur Tengah pada satu ruang saja. Misalnya, hanya pada ruang tamu, ruang keluarga atau foyer. Ruang-ruang publik yang dihiasi ornamen-ornamen tersebut akan membuat rumah terlihat lebih semarak, menarik dan tentunya lebih hangat.

Pernak-pernik interior ala Timur Tengah tersebut dapat dicari di toko-toko cendera mata khusus. Atau jika Anda memiliki kesempatan untuk berburu, berbagai pernik antik yang terinspirasi dari kawasan Timur Tengah juga dapat ditemukan di kios-kios sepanjang Jalan Surabaya, Jakarta. Permainan bahan perunggu dan kuningan dari barang interior yang ditawarkan, memberikan sentuhan impresi Timur Tengah. Agar tampak lebih variatif, tambahkan karpet dan bantal penuh beads dekoratif di sudut-sudut rumah Anda.

Selain itu, untuk lebih menciptakan keselarasan desain, eksotika gaya Timur Tengah ini dapat juga diaplikasikan pada eksterior bangunan. Misalnya, dengan menggunakan bentuk-bentuk lengkung atau kubah berornamen pada bagian jendela atau lorong rumah. Pemilihan desain kolom dan material lantai pun dapat menjadi aksen unik.

1. Kaca patri yang penuh motif dan warna membuat ruang keluarga lebih hangat dan cerah. Untuk menyemarakkan ruang, gunakan karpet Persia kaya corak serta aneka pernik mungil penghias meja.
2. Ruang perpustakaan juga didesain khusus. Lemari sengaja dibuat berlengkung-lengkung seperti kubah. Selain itu, letakkan hiasan ala Timur Tengah, seperti shisha dan botol-botol dekoratif lainnya, untuk penyemarak suasana. Sumber Femina

jasa arsitektur rumah tinggal jakarta 021-73888872

Sauna dan Spa : Bursa Alat Perlengkapan Dan Info Harga 021-73888872


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 08 Februari 2008

Furnitur Cantik untuk Rumah Mungil

Renovasi Rumah Mungil
Furnitur Cantik untuk Rumah Mungil

Chaerunnisa - Okezone
Arsitek Rumah Tinggal

KETERBATASAN lahan membuat hunian dibangun selaras dengan kondisi lahan yang tersedia. Rumah mungil pun menjadi solusi praktisnya. Namun, dalam menata rumah mungil diperlukan pengetahuan mendalam yang dapat diterapkan. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah pintar memilih furnitur.

Agar furnitur yang dipilih pas dengan kondisi ruang, maka harus ekstra hati-hati dalam memilihnya. Karena salah memilih furnitur untuk rumah mungil akan menyebabkan tampilannya tampak jomplang, sehingga menambah kesan sumpek ruangan.

Saat memilih furnitur adalah tahap yang paling kritis dalam menata rumah mungil. Kadangkala orang tidak dapat begitu saja membeli furnitur yang diinginkannya, karena seringkali bentuk, skala, serta ukurannya tidak sesuai dengan ruang di rumah. Sehingga diperlukan beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam memilih furnitur.

Dalam menata rumah mungil tetap dapat terlihat menarik dengan langgam-langgam yang disesuaikan selera dan dapat menunjukkan jati diri pemiliknya. Seperti dituturkan oleh desainer interior Iwan Sastrawiguna, BFA, ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Senin (4/2/2008). Menurutnya, rumah mungil cocok untuk segala macam langgam, mulai dari klasik yang dapat di susun menggunakan bentuk-bentuk tidak full klasik, hingga langgam minimalis dengan desain-desainnya yang simpel.

"Dengan menyesuaikan kondisi lahan yang tersedia, penataan hunian mungil harus diselaraskan antara furnitur yang digunakan dengan pengaturan dalam ruang per ruang sehingga dapat memberi kesan luas," ucap desainer interior lulusan Academy of Art, University of San Fransisco, USA itu.

Dalam menata interior rumah mungil, sebaiknya pemilihan furnitur mulai dari skala hingga ukuran harus setepat mungkin. Satu hal yang pasti bahwa skalanya tetap disesuaikan, lebih sederhana, dan dalam ukuran yang lebih kecil dari standar biasanya.

Dengan keterbatasan lahan, hunian mungil tetap dapat tampil maksimal, dengan menggabungkan menggabungkan fungsi ruang menjadi satu. Selain itu, agar terasa lebih maksimal sebaiknya penataan ruang dibuat tanpa sekat. "Dalam menata rumah mungil jangan memakai pembatas (sekat) yang justru akan menambah sempit ruang," papar pria metroseksual ini.

Selain menata interior dengan tepat, langkah lain yang tak kalah penting ialah pintar dalam memilih unsur pendukung ruang lainnya. "Untuk membuat rumah mungil terasa lebih luas jangan sekali-kali menggunakan lampu gantung, namun sebaiknya lengkapi dengan lampu indirect, seperti downlight," tutur pria yang akrab disapa Iwan itu mantap.

Pada sentuhan akhir, pilihlah furnitur built in yang dirancang dan dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan serta ukuran ruangan, memanfaatkan furnitur dilengkapi dengan area storage (tempat penyimpanan) dapat memaksimalkan setiap jengkal ruang.

Bahkan agar tidak memakan tempat, dapat memilih furnitur multifungsi berupa sofa bed atau futon yang diletakkan di ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang keluarga. Dengan sofa bed di area ini dapat disulap menjadi ruang tidur tamu temporer. Bagian bawah tempat tidur juga bisa berfungsi ganda sebagai tempat penyimpan. Foot stool sofa juga bisa berfungsi ganda sebagai tempat duduk cadangan, ketika tamu datang. Bagaimana, mudah kan?

Arsitek Rumah Tinggal



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 29 Januari 2008

Kiat Renovasi Rumah Sederhana

Kiat Renovasi Rumah Sederhana

Mungkin anda adalah salah satu pemilik rumah sederhana (RS) yang dibiayai oleh BTN atau lebih dikenal dengan Rumah KPR RS BTN. Rumah yang anda miliki tersebut bisa bertipe 21, 36 atau 45, sedangkan luas tanahnya terdapat beragam ukuran yang tergantung daerahnya.

Pada saat anda menarik napas lega setelah direalisasikan oleh BTN dan pada hari itu secara langsung berarti memiliki rumah sendiri, maka bagi anda yang akan langsung menempati rumah tersebut (untuk ditinggali sendiri), sudah barang tentu terlintas di benak anda untuk segera merenovasi rumah tersebut sesuai dengan angan-angan dan keinginan untuk lebih nyaman tinggal di rumah mungil tersebut. Memang beberapa model rumah sederhana tersebut hanya diberikan standar sederhana tergantung model yang dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan angsuran/nilai kredit masing-masing pemilik. Tetapi rumah-rumah tersebut secara umum masih bisa dikembangkan secara optimal, sehingga rumah-rumah BTN tersebut dikenal sebagai ''rumah tumbuh''.

Seperti anda ketahui, kondisi rumah yang telah direalisasikan tersebut memiliki standar seperti ruangan tidur, ruang tamu dan ruang makan, kamar mandi/WC, teras, halaman depan dan halaman belakang. Sedangkan untuk bahan material finishing disesuaikan dengan developernya apakah ada peningkatan mutu atau penambahan-penambahan lainnya.

Merencanakan Pengembangan

Dalam merencanakan pengembangannya yang harus dipegang kaidahnya adalah memiliki rumah yang sehat dan nyaman. Sehat bagi penghuni dan lingkungan, apabila hal tersebut sudah dipedomani maka kenyamanan akan mudah didapati. Pengembangan sehat tersebut dapat berupa menata sedemikian mungkin tetapi harus memiliki pedoman sbb: ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, memiliki pencahayaan alami dan buatan yang cukup, memiliki pencapaian antarruang yang efisien, memiliki standar keamanan yang dapat terpantau (peralatan listrik, gas, teralis, pagar, dll), memiliki sumber air yang memadai (PAM, jetpump, sumur, dll).

Membangun atau Merenovasi

Dalam merencanakan pengembangan anda dapat memutuskan apakah membangun, merenovasi atau hanya mengubah penampilan eksterior/interior saja. Untuk membangun dan merenovasi yang paling diperhatikan adalah merancang jadwal pelaksanaan pekerjaan, sebab jangan sampai pembangunan yang anda rencanakan tersebut berhenti di tengah perjalanan, atau jangan membangun pada saat anda akan berlebaran atau bepergian dalam waktu lama, sehingga akan mengakibatkan membengkaknya biaya, situasi kurang nyaman dan akibat-akibat yang lain yang tidak anda duga sebelumnya.

Apabila renovasi yang anda rencanakan adalah untuk menaikkan jumlah lantai maka harus dipertimbangkan faktor cuaca, sebab rata-rata rumah sederhana hanya berlantai 1 (satu) yang berarti anda harus memperhitungkan untuk membuka kap atap, sehingga otomatis dapat anda bayangkan apabila turun hujan. Namun kalau sekadar untuk mengubah penampilan eksterior/interior dapat dilaksanakan kapan saja anda mau karena sifat pekerjaan pengubahan penampilan ini tidak terlalu mengganggu kegiatan rumah sehari-hari.

Tetapkan Prioritas

Ketika anda memutuskan untuk merenovasi rumah sederhana tersebut, di samping menetapkan prioritas renovasi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan sebaiknya sudah dipastikan seberapa besarnya budget anda, sehingga anda akan mudah memperkirakan kebutuhan pembangunan/renovasi sesuai prioritas dan besarnya anggaran biaya untuk pelaksanaan.

Langkah pertama adalah menghitung kemampuan financial budged anda, apakah sudah mencukupi atau masih kurang apabila kurang apakah anda dapat mencukupinya dari meminjam dari Bank atau dari meminjam orangtua/kerabat, sehingga dalam penetapan prioritas ini anda dapat berhitung apakah akan merenovasi kecil-kecilan atau merenovasi dengan cara bertahap.

Langkah kedua adalah menetapkan tambahan ruangan untuk mensuport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya dapur, kamar mandi/WC dan ruang cuci, teras dan carport, kamar tambahan lengkap dengan ukurannya.

Langkah ketiga adalah menentukan bahan dan material yang diperlukan (lantai keramik, kayu kamper, genting/asbes, bahan cat, dll). Apakah bahan dan material tersebut berstandar istimewa, sedang atau biasa dan biasanya dikenal dengan KW 1, KW 2 atau KW 3 (KW = kualitas).

Langkah keempat adalah menentukan tenaga pelaksana pekerjaan (tukang). Untuk pelaksana pekerjaan ini ada beberapa keahlian yang berbeda-beda dan harga upahnya. Sedangkan dalam cara kerja akan anda temui sistem tenaga kerja borongan atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus bahan dan tenaga. Selain itu, sistem kerja harian atau sistem kerja dengan upah harian dan bahan diadakan sendiri oleh pemberi tugas.

Wujud Ekspresi Diri

Karena rumah sederhana ini akan ditempati seluruh keluarga maka selain anda tentunya ada anggota keluarga turut berperan untuk menentukan pengembangan rumah ini. Anggota ini terutama istri/suami, mertua/orangtua, teman/kerabat atau hanya anda berdua. Dengan prinsip merombak seminimal mungkin, tetapi memperoleh hasil semaksimal mungkin, rumah ini harus dicoba dapat mengekspresikan keinginan berdua dengan menghadirkan ruang-ruang yang fungsional dan nyaman.

Rumah selayaknya sesuai dengan gaya hidup dan ekspresi penghuninya, sehingga walaupun RS tersebut cukup sederhana sebaiknya didesain dengan gaya yang pas. Sebab, kondisi rumah yang tak terlalu luas maka konsep yang hendak ditonjolkan adalah, sebisa mungkin berkesan lapang, tetapi kompak. Oleh karena itu, antara ruang duduk, ruang makan, dan teras belakang dibuat menyatu, menyambung sampai ke taman belakang yang berkesan mengalir tanpa batas. Selain itu unsur cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan pun diupayakan sebanyak mungkin untuk menghemat pemakaian lampu pada siang hari dan diupayakan sirkulasi udara yang lancar, sebab anda dapat menghemat penggunaan AC dan udara di dalam ruangan tidak sumpek (system cross ventilation).

Warna cat sangat berperan untuk mempengaruhi suasana di dalam rumah, ekspresi warna cat tersebut dapat bermacam-macam misalnya warna hijau/biru yang suka dengan keteduhan, kuning/krem/pink mencerminkan kehangatan, putih mencerminkan gaya simpel, praktis dan sederhana, sedangkan warna-warna gelap dapat dipakai sebagai pelengkap aksentuasi (pintu, kusen, batas ruangan).

Selain ruangan sebagai wujud ekspresi diri anda yang tak kalah penting adalah pertimbangan anda memilih furniture yang berukuran sesuai dengan rumah mungil anda ini. Jangan sampai anda memilih furniture yang berukuran besar-besar karena di samping harganya lebih mahal juga akan mengakibatkan ruangan berkesan sempit dan membatasi gerak anggota keluarga.

Perawatan

Bagian yang sering terlupakan dalam melakukan renovasi adalah bagaimana anda merawat rumah tersebut. Sedapat mungkin anda harus cermat memperhitungkannya, sebab beberapa kasus terjadi setelah selesai renovasi, karena saluran air kotor mampet maka harus membongkar lantai yang baru diganti.

Maka sebagai pedoman praktis apabila anda akan membangun/merenovasi terlebih dahulu dipastikan kemudahan dalam perawatannya antara lain memperhatikan/membuat jalur khusus untuk saluran air kotor dan bersih yang mudah dicapai kemudian berikan tanda khusus (bak kontrol, lubang ventilasi septictank, saluran PDAM, saluran arir bersih dari pompa air, jalur pipa gas), perhatikan jalur-jalur kabel listrik dan pembagiannya/distribusinya agar tidak terjadi konsleting yang mengakibatkan kebakaran, perhatikan pula derajat kemiringan talang agar tidak terjadi kebocoran, buatlah man hole/atau plafon yang tidak dipaku pada pojok ruangan yang tidak terekspos untuk kemudahan anda merawat bagian atas/bawah atap rumah. (sut, berbagai sumber)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 24 Januari 2008

Persiapan Membeli Rumah

PERSIAPAN MEMBELI RUMAH
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 695/XIV

Rini baru saja menidurkan Adit, putranya yang berusia 3 tahun ketika suaminya, Indra, menghampirinya dan berkata, "Ma, aku rasa sudah waktunya kita punya rumah sendiri."

Ah, bertahun-tahun rasanya kalimat itu sangat diharapkan Rini keluar dari mulut suaminya. Betapa tidak, setelah 5 tahun perkawinan mereka, Indra tidak pernah benar-benar menyatakan berniat untuk memiliki rumah. Sampai saat ini mereka memang masih tinggal bersama orang tua Indra. Walaupun mertuanya sangat menyayanginya, sebetulnya Rini lebih senang jika bisa tinggal di rumah sendiri. Lagi pula Adit yang selama ini tidur bersama mereka, sepertinya sudah mulai pantas untuk punya kamar sendiri.

Pembaca, bila kita bertanya kepada setiap orang yang belum memiliki rumah, hampir semuanya spontan mengatakan bahwa akan lebih baik bila mereka bisa memiliki rumah sendiri dibanding sekadar menyewa. Alasannya bisa bermacam-macam. Saya di sini tidak ingin bicara tentang apa untung ruginya memiliki rumah sendiri dengan hanya menyewa saja. Karena sekali lagi, ada banyak sebab yang melatarbelakangi timbulnya keinginan untuk memiliki rumah sendiri.

Oke, keinginan, sih, keinginan. Tapi saya rasa tidak semua dari Anda punya cukup uang, kan, untuk bisa memenuhi keinginan tersebut? Ini karena kondisi keuangan masing-masing dari Anda berbeda-beda. Tidak jadi masalah bagi Anda yang pada saat ini sudah memiliki dana yang cukup untuk bisa membeli rumah. Tapi bagaimana bagi Anda yang belum memiliki dana yang cukup pada saat ini?


Kapan Saat yang Tepat untuk Membeli Rumah?

Bagi Anda yang pada saat ini belum memiliki rumah, kapan sih saat yang tepat bagi Anda untuk membelinya? Sebetulnya tidak ada jawaban yang pasti. Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Anda mungkin adalah pertanda bahwa sudah saatnya bagi Anda untuk membeli sebuah rumah. Misalnya saja, rencana menikah atau bertambahnya anggota keluarga mungkin merupakan suatu pertanda bahwa Anda mungkin sudah harus memiliki rumah sendiri.

Perhatikan bahwa membeli rumah, baik bagi yang baru pertama kali maupun bagi yang sudah beberapa kalinya, selalu merupakan suatu keputusan penting yang perlu pemikiran matang. Iya dong, karena dengan membeli rumah, maka Anda mungkin harus memiliki suatu komitmen jangka panjang. Kalau nanti rumah Anda rusak-rusak pada tahun kelima, ketujuh atau kesembilan, Anda kan tetap harus keluar uang untuk memperbaikinya kan? Itulah yang dimaksud dengan komitmen jangka panjang, yaitu bahwa apa pun yang terjadi dengan rumah itu, selama rumah itu adalah milik Anda, maka Anda harus merawatnya.

Bagi Anda yang membeli rumah secara kredit, maka Anda mungkin harus membayar cicilan rumah dengan jangka waktu yang bervariasi, mulai dari satu, tiga, lima, hingga 15 tahun lamanya. Belum lagi Anda juga harus membayar biaya-biaya lain yang mungkin muncul di tengah jalan, seperti perawatan rumah, renovasi, perluasan, dan lain-lain sehingga dalam perjalanannya nanti rumah Anda mungkin akan terus menyesuaikan diri dengan gaya hidup Anda sekeluarga.


Bagi Sebagian Orang, Punya Rumah adalah Impian

Jika ditinjau dari fungsinya, rumah semata-mata adalah tempat bernaung. Jangan lupa bahwa memiliki tempat untuk bernaung merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi seperti layaknya makanan dan pakaian. Kalau Anda butuh makan dan butuh pakaian, maka Anda juga perlu tempat untuk bernaung.

Bagi kebanyakan orang, memiliki rumah adalah suatu impian yang sudah ada dalam benak mereka sejak jauh-jauh hari, di mana seringkali impian itu terbentuk dari pengalaman hidup mereka. Mungkin saja seseorang yang di masa kecilnya tidak mempunyai halaman untuk bermain ingin sekali memiliki rumah dengan halaman yang luas. Di lain pihak, bagi orang yang kebetulan dilahirkan sebagai anak tunggal mungkin saja menginginkan rumah mungil yang asri dan nyaman.

Karena itu, tidak ada rumusan yang tepat ketika berbicara tentang seperti apa rumah idaman itu, karena rumah dengan model seperti ini mungkin cocok untuk orang dengan tipe ini tetapi belum tentu cocok untuk orang dengan tipe itu.

Namun demikian, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa secara ekonomi kita belum mampu memiliki rumah, tidak peduli bahwa kebutuhan untuk punya rumah sendiri mungkin sudah sangat mendesak sekalipun. Belum lagi ditambah dengan adanya keinginan kuat untuk mewujudkan rumah idaman dengan model ini atau itu.

Yang pasti, ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah, maka selalu ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi ekonomi, kecenderungan turun naiknya harga rumah, bunga kredit bank dan ­ yang paling penting ­ kondisi keuangan Anda. Sudah cukup amankah penghasilan Anda? Berapa jumlah tabungan Anda saat ini? Berapa jumlah pengeluaran rutin Anda? Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang langkah-langkah persiapan apa yang harus Anda lakukan bila Anda memutuskan untuk membeli rumah:

Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan dan cobalah mencarinya
Ada baiknya bila Anda terlebih dahulu mengambil kertas dan menuliskan apa yang sebetulnya menjadi kebutuhan Anda yang bisa dipenuhi dalam rumah itu, seperti berapa jumlah kamar yang Anda inginkan? Berapa jumlah kamar mandinya? Sebesar apa halamannya? Haruskah rumah itu memiliki garasi? Seperti apa kondisi atap yang Anda inginkan?

Setelah itu, coba tuliskan juga fasilitas-fasilitas umum macam apa yang Anda inginkan disekitar rumah Anda, apakah rumah Anda harus berada di pinggir jalan raya? Apakah Anda ingin agar rumah Anda dekat dengan rumah ibadah? Atau apakah Anda ingin agar ada sekolah di dekat rumah Anda?

Setelah menuliskannya, tiba waktunya bagi Anda untuk mulai mencari rumah yang memenuhi ­ atau paling tidak mendekati ­ keinginan Anda. Mungkin ada baiknya bila Anda datang ke berbagai pameran rumah karena disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para sales yang siap membantu Anda. Ditambah lagi, di pameran biasanya juga ditawarkan potongan harga yang cukup besar.

Tentu saja, sebaiknya Anda tidak langsung percaya pada gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau maket di pameran tersebut, karena dalam prakteknya seringkali kenyataannya berbeda dengan apa yang ada di lapangan. Apa yang harus Anda lakukan adalah dengan datang ke lokasi dan melihatnya sendiri. Malah kalau perlu, buat sejumlah foto dari rumah-rumah tersebut pada saat kunjungan agar bisa Anda pelajari sendiri foto-foto tersebut di rumah.

Lihatlah beberapa rumah sekaligus, karena makin banyak kemungkinan yang Anda lihat akan makin baik. Bandingkan satu dengan yang lain, sehingga dari situ Anda akan memiliki gambaran tentang rumah mana yang terbaik untuk Anda.




Lihat berapa harga rumah dan berapa jumlah yang harus Anda bayar untuk bisa membelinya
Kita anggap saja Anda sudah tahu tentang rumah mana yang Anda inginkan. Setelah itu, tanyakan berapa harganya. Jangan kaget kalau harganya mahal, karena rumah sebetulnya adalah salah satu pembelian terbesar yang mungkin pernah Anda lakukan dalam hidup Anda.

Oh ya, kadang-kadang mungkin ada biaya-biaya lain juga lho yang harus Anda bayar. Contohnya seperti Biaya Pemesanan (booking fee), Akte Jual Beli, Biaya Balik Nama Serfikat, Biaya Jasa Notaris dan lain sebagainya. Jadi sebetulnya, tidak hanya harga rumah itu saja yang harus Anda bayar, tetapi ada biaya-biaya lain juga yang harus Anda antisipasi sehingga dari sini Anda bisa menghitung berapa jumlah keseluruhan yang harus Anda bayar untuk bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan.




Hitung berapa jumlah dana yang Anda miliki saat ini
Setelah tadi Anda melihat rumah yang Anda inginkan dan menanyakan harganya, sekarang cobalah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dana tersebut bisa berasal dari tabungan, deposito atau dari koleksi investasi Anda yang lain. Kemudian, barulah kita masuk ke langkah berikut




Putuskan apakah Anda akan membeli secara tunai atau kredit
Anda sudah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dari situ, sekarang pertanyaannya adalah: apakah dana Anda cukup untuk bisa membeli rumah tersebut secara tunai? Kalau ya, bagus. Anda mungkin bisa langsung membeli rumah tersebut dan persoalannya selesai. Bagaimana bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah tersebut secara tunai? Jelas Anda harus ambil kredit.

Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda. Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Di sini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP)




Siapkan dananya
Sekarang, bagaimana kalau dana yang Anda miliki tidak cukup untuk bisa membayar Uang Muka yang 30% itu? Boro-boro bisa bayar yang 30 %, wong untuk bayar 10 %-nya saja enggak cukup Gimana dong kalau begitu?

Bila demikian, maka Anda mungkin harus menabung secara rutin untuk bisa mengumpulkan uang muka tersebut. Sebagai contoh, kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, 30 %-nya berarti Rp 30 juta. Nah, kalau dana Anda saat ini cuma Rp 5 juta, ini berarti Anda harus menabung untuk bisa mengumpulkan sisanya yang Rp 25 juta.

Di lain pihak, bisa saja Anda menabung bukan untuk membayar Uang Muka, tetapi untuk membayar rumah tersebut secara tunai 100 %. Walaupun mungkin hal ini bisa memakan waktu lama, tetapi dengan demikian Anda tidak perlu ambil kredit lagi kan? Dalam contoh di atas, ini berarti Anda harus menabung sampai bisa mengumpulkan Rp 100 juta dalam rekening Anda agar bisa membeli rumah tersebut secara tunai.

Tapi awas, jangan lupa untuk memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan Anda. Artinya, harga rumah pada saat ini adalah Rp 100 juta. Anda lalu memutuskan untuk menabung selama satu tahun agar dana Rp 100 juta tadi bisa terkumpul. Tapi, mungkin saja setelah satu tahun harga rumah tersebut sudah naik sekitar sepuluh, duapuluh, atau tiga puluh persen. Jadi, jumlah yang harus Anda tabung bukan lagi Rp 100 juta, tetapi sebaiknya ­ mungkin - sekitar Rp 130 juta.

Pada nomor mendatang, kita akan membahas tentang strategi apa yang harus Anda tempuh bila Anda ingin membeli rumah melalui jalur kredit. Kasarnya, bagaimana strateginya agar Permohonan KPR Anda bisa diterima oleh bank.





TAWAR, TAWAR, TAWAR
Bila Anda membeli rumah dari pengembang (developer), maka rumah tersebut biasanya masih baru, berada di kompleks perumahan dan belum pernah ditempati sama sekali. Untuk rumah seperti ini, biasanya harga yang ditawarkan pengembang adalah harga pas.

Namun demikian, Anda bisa juga tidak membeli rumah dari pengembang, tetapi dari orang yang sudah menempati rumah tersebut. Jadi, istilahnya adalah rumah bekas. Nah, untuk rumah seperti ini biasanya harga yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan. Karena itu, ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sehingga Anda bisa lebih siap dalam melakukan tawar menawar harga dengan si penjual:


Cek apakah harga rumah yang ditawarkan penjual kurang lebih sama dengan harga rumah lain dengan kondisi yang sama dan di lokasi yang sama. Bila harga rumah di tempat lain tersebut lebih rendah, Anda mungkin bisa meminta si penjual menurunkan harganya.

Cek juga kondisi rumah tersebut, apakah rumah itu memiliki sejumlah kerusakan yang ­ tidak bisa tidak ­ harus diperbaiki oleh Anda sebagai pemilik barunya nanti. Semakin banyak kerusakannya, posisi tawar menawar Anda bisa lebih kuat karena Anda bisa meminta si penjual menurunkan harga rumahnya.

Cek juga sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Jika rumah itu sudah ditawarkan dalam waktu yang cukup lama, maka si penjual mungkin akan makin ingin menjual rumahnya dan mau menerima tawaran harga yang lebih rendah.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 22 Januari 2008

Sudut-sudut Nyaman di Rumah Tinggal

Sudut-sudut Nyaman di Rumah Tinggal

MASIH adakah sudut-sudut di rumah Anda yang belum termanfaatkan? Atau, serambi-serambi di sisi rumah yang masih bisa diolah menjadi sudut-sudut santai yang cantik dan manis?

Bila rumah sudah dihuni lebih dari sepuluh tahun, biasanya rutinitas perawatan rumah sudah seperti robot. Penghuni pun sudah tidak punya waktu khusus lagi memperhatikan setiap sudut rumah, maka keindahan dan kenyamanan sudah tidak terperhatikan lagi.

Semua diserahkan kepada “tukang kebun” dengan instruksi agar halaman, taman dan sudut-sudut rumah selalu harus rapi, bersih terawat. Begitu, kan?

Bahwa area-area tersebut perlu penyegaran dan perubahan, mungkin tidak terpikirkan. Padahal dengan aktivitas keseharian anggota keluarga yang begitu tinggi, pada saat tertentu seringkali kita membutuhkan tempat untuk berkumpul seluruh keluarga dalam suasana mesra.

Sekadar melampiaskan rindu sambil memanjakan keluarga dengan tempat yang santai, ramah, hangat, kursi yang empuk, pemandangan yang menyenangkan.Terlebih bila dilengkapi dengan hidangan teh atau kopi panas, cemilan kesukaan keluarga, bersama seluruh anggota keluarga dengan penuh keakraban. Wowww!

Apakah untuk mendapatkan suasana seperti itu kita harus selalu pergi ke suatu tempat khusus yang jauh dari rumah?

Untuk menghilangkan kejenuhan di rumah, sekali-sekali sih boleh-boleh saja. Tapi, tidak ada salahnya juga bila tempat-tempat seperti itu kita ciptakan sendiri di rumah.

Memang, menciptakan area seperti yang diinginkan membutuhkan lahan yang relatif agak luas. Tapi bukan berarti harus dibuat mewah dan mahal loh. Yang penting di sini, ada niat, sedikit kreativitas dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mewujudkannya.

Area ini bisa berada di beranda, bisa juga di area khusus sejenis gazebo atau saung atau bisa pula di sudut halaman belakang yang rindang.

Yang harus diperhatikan mungkin perangkat duduk. Perangkat duduk tidak perlu mencari bentuk-bentuk yang terlalu serius, malah kalau memungkinkan, bisa mencari barang-barang di gudang yang sudah lama tidak terpakai, seperti kursi kayu atau bale-bale atau mungkin tempat tidur tempo dulu dengan tiang-tiang kelambu di setiap sudutnya.

Coba keluarkan semua barang-barang tersebut dari ruang penyimpanan barang bekas, dibersihkan, diperbaiki bentuknya, di warnai ulang atau dipolitur ulang, rasa-rasanya bentuk lama akan kembali utuh dan menarik.

Kursi makan tempo dulu yang terbuat dari kayu bisa kita buat menjadi kursi taman dengan memotong sedikit kaki-kakinya ( kurang lebih 5 cm, karena tinggi kursi makan rata-rata 45 cm, sementara kursi taman sebaiknya dibuat agak lebih rendah agar lebih santai). Bila sudah diperbaiki dan kembali terlihat menarik bisa diletakkan di satu sudut halaman dengan penataan yang berbeda. Area lantai mungkin akan lebih menarik bila dilapisi dengan paving blok atau batu kali pipih bertekstur halus agar perangkat kursi tidak berhubungan langsung dengan rumput atau tanah. Selain itu juga mempermudah perawatannya. Kalau memungkinkan, lengkapi juga dengan bale-bale atau bangku panjang agar lebih berkesan hangat.

Di sudut lain, untuk membuat tempat tidur lama atau bale-bale nyaman diduduki, hamparkan semacam kasur tipis. Lapisi kasur dengan kain pelapis berwarna cerah dan lembut berbahan katun agar tidak kaku dan nyaman ketika bersentuhan dengan kulit. Lengkapi juga dengan bantal-bantal hias sebagai pelengkap.

Agar tempat tidur bekas ini (atau bale-bale atau saung mungil) terlihat lebih cantik, mengapa tidak kita gantung kelambu atau semacam tirai tipis dengan warna-warna lembut bak sebuah peraduan putri di taman istana?

Yang lebih penting lagi, tanaman-tanaman hias yang terawat baik dan sehat, juga pepohonan rindang dan sejuk di sekitar area ini akan membuat tempat bersantai kita tidak kalah dengan tempat-tempat rekreasi di hotel-hotel mewah.

Kadang-kadang, hanya beberapa langkah yang kita lakukan, namun dampaknya sangat luar biasa, baik terhadap diri kita sendiri maupun bagi anggota keluarga penghuni rumah secara fisik juga psikis.

Jadi, jangan pernah memandang remeh perabotan bekas yang selama ini menjadi penghuni gudang di rumah Anda


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 21 Januari 2008

Rumah Gaya Jepang

STRUKTUR RUMAH JEPANG
Hal terpenting yang harus diperhitungan pada saat membangun rumah du Jepang adalah ketahanannya terhadap 4 musim termasuk pada musim panas dan musim dingin. Rumah tradisional Jepang dibuat dengan terlebih dahulu memasang tiang kayu utama ditengah. Lantai ditinggikan sekitar 10 cm dari tanah lalu ditutup dengan balok kayu untuk lantai, hal ini bertujuan untuk menghindari embun dari tanah.
Area dapur dan ruang masuk memiliki lantai yang terbuat dari kayu namun ruangan dimana biasanya digunakan untuk duduk seperti ruang tamu, lantainya ditutupi dengan sejenis anyaman yang disebut tatami. Orang Jepang tidak biasa menggunakan kursi di ruangan beralasan tatami ini, mereka biasa duduk dengan beralasan tatami atau menggunakan bantal tipis yang disebut zabuton. Inilah alasannya mengapa orang Jepang melepas sepatunya ketika masuk rumah.
Kerangka rumah Jepang terbuat dari kayu dan sisi melebarnya ditopang oleh tiang vertikal, balok yang disusun mendatar dan bingkai diagonal. Bingkai diagonal merupakan adaptasi dari teknologi asing yang diadaptasi oleh masyarakat Jepang. Ciri khas dari rumah Jepang adalah adanya atap yang lebar dan atap yang tinggi untuk melindungi penghuninya dari sinar matahari di musim panas.
Pada masa lalu dinding rumah terbuat dari anyaman bambu yang direkatkan dengan adonan tanah sebagai perekat atau lem nya, namun kini banyak material lain yang bermacam-macam untuk membuat dinding rumah Jepang. Bahan yang sering digunakan saat ini adalah plywood (tripleks). Pada masa lalu banyak rumah yang memiliki tiang penyangga yang tersembunyi yang berada di balik dinding. Pada jaman Meiji (1868-1912), rumah dibuat dengan metode baru dengan memasang tiang penyangga di dalam dinding untuk mengurangi bahaya ketika terjadi kebakaran. Pada jaman Meiji banyak atap ditutupi dengan sirap atau jerami, namun kini biasanya atap rumah ditutupi dengan genteng atap yang disebut kawara. Rumah Jepang saat ini dibuat dengan kombinasi gaya tradisional dan teknologi modern.
B.H.D
Sumber : www.jpf.go.jp/kyouzai/


Rumah tradisional Jepang dibuat dari kayu dan ditunjang tiang-tiang kayu. Namun dewasa ini rumah Jepang biasanya mempunyai kamar-kamar bergaya Barat dengan lantai kayu dan kerap dibangun dengan tiang-tiang baja. Lagi pula, makin banyak keluarga di kawasan perkotaan tinggal di gedung-gedung apartemen baja beton yang besar.



Ada dua perbedaan besar dengan rumah Barat, yakni orang tidak mengenakan sepatu di dalam rumah dan setidaknya ada satu ruang yang cenderung dirancang dalam gaya Jepang, berlantaikan tatami. Orang melepaskan sepatu begitu memasuki rumah agar lantai rumah tetap bersih. Genkan, jalan masuk, merupakan tempat untuk melepaskan sepatu, meletakkannya, dan mengenakannya kembali. Setelah melepaskan sepatu, orang Jepang mengenakan sandal rumah.




Tatami adalah sejenis tikar tebal yang dibuat dari jerami, sudah dipakai di rumah Jepang sejak sekitar 600 tahun yang lalu. Sehelai tatami biasanya berukuran 1,91 x 0,95 meter. Ukuran ruang/kamar biasanya didasarkan pada jumlah tatami. Lantai tatami terasa sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin, dan tetap lebih segar daripada karpet selama bulan-bulan lembab di Jepang.



Selasa, 28 Maret 2006 06:14:56
Artikel Iptek - Bidang Tata Kota, Perumahan dan Permukiman
Perkembangan Rumah Prefabrikasi
Oleh Muhammad Sani Roychansyah


Rumah prefabrikasi (disingkat prefab) adalah rumah yang kontruksi pembangunannya cepat karena menggunakan modul hasil fabrikasi industri (pabrik). Komponen-komponennya dibuat dan sebagian dipasang oleh pabrik (off site). Setelah semuanya siap, kemudian diangkut ke lokasi, disusun kembali dengan cepat, sehingga tinggal melengkapi utilitas (utility) serta pengerjaan akhir (finishing). Dengan demikian, beberapa manfaat seperti waktu konstruksi yang cepat, lingkungan pembangunan yang lebih bersih, dan biaya yang lebih murah, dapat diraih. Karena biasanya berdasar atas modul, maka keleluasaaan pemilihan disain pun menjadi terbatas pada apa yang telah tersedia. Namun ini tidak mengurangi minat pasar untuk terus menggunakannya.

Dibalik fakta yang dijelaskan di atas, konotasi kata prefabrikasi saat ini mengalami perubahan. Era sebelumnya rumah prefabrikasi hanya mengandung terminologi: material terbatas, massal dan hibrid pada suatu lokasi, moduler, panel, fabrikan (manufactured), dengan sistem semi-fix (pre-engineered system). Namun kini, terutama di Jepang, rumah prefab tak ada bedanya dengan rumah-rumah biasa: materialnya beragam bahkan high-tech end, tidak harus massal pembangunanya (fleksibel sesuai kebutuhan), dan bersifat permanen. Faktor terakhir ini (budaya berumah) tak lepas dari perjalanan sejarah industri perumahan di Jepang sendiri.

Perkembangan Rumah Prefabrikasi

Definisi rumah prefab di dunia sangat beragam. Di Amerika atau Canada rumah prefab lebih dikenal sebagai manufactured house yang bertumpu pada struktur baja, mengikuti mobile home atau caravan sebagai rumah dinamis yang menjadi pendahulu untuk hampir empat abad lamanya (sebutan lain adalah portable house prefab). Ini juga tidak lepas dari proses produksi manufactured house yang 85% di antaranya harus diselesaikan di dalam pabrik, atau masih dibedakan dengan modular house sebagai rumah prefab. Data tahun 1996, 24% konsumsi rumah baru di Amerika adalah rumah keluaran pabrik ini (3% di antaranya adalah rumah prefab moduler).

Kasus di Eropa (terutama negara-negara baltik) dan Jepang berbeda lagi. Rumah prefab hanya mempunyai satu definisi. Yaitu sebagai rumah dengan modul tertentu dan dibangun layaknya rumah biasa (dari satu lantai sampai low rise house). Bedanya adalah sebagian dari komponennya banyak yang diselesaikan di pabrik. Beberapa kalangan mengelompokkan pendefinisian ini ke dalam dwellhouse prefab dan telah menjadi bagian dari budaya berumah di negara-negara tersebut. Setelah perang dunia kedua, dengan banyaknya proyek rehabilitasi permukiman atau pembangunan massal, rumah prefab banyak menjadi pilihan karena kecepatan pembangunannya dan murah. Kayu banyak digunakan sebagai pilihan utama material bangunan karena sifat fleksibiltiasnya (menyangkut teknologi pada saat itu).

Dari kayu ini, saat ini material bangunan untuk rumah prefab sudah sangat beragam, seperti beton pracetak (precast concrete), baja ringan (light gauge-steel), kayu lapis (timber framed) dan beragam materi mutakhir lainnya. Dari produksi massal, saat ini masyarakat bisa memilih rumah-rumah prefab itu secara individu dengan hanya memilih disain di katalog atau ruang pamer (housing plaza) dan beberapa modifikasi yang dimungkinkan. Rumah akan berdiri dalam waktu pengerjaan (construction time) tak lebih dari sebulan setelah semua syarat (termasuk tanah tentunya) tersedia.

Merespon Isu Keberlanjutan

Dewasa ini, imej rumah prefab sebagai rumah semi permanen mulai pudar. Bahkan di Jepang anggapan rumah prefab adalah rumah sementara itu hampir tidak ada. Objektivitas ini didukung oleh budaya bermukim di Jepang dan erat hubungannya dengan dasar-dasar rumah Jepang itu sendiri, seperti adanya kebiasaan penggunaan modul untuk ukuran ruang (jou, ken, kiwari, dan sebagainya). Perkembangan aspek-aspek kenyamanan, gaya, fungsi, kekuatan, kemudahan perawatan, dan keterjangkauan dari rumah prefab ini menjadikannya mengalami peningkatan dalam penjualan. .



Daiwa House dan Sekisui House yang telah lama bergerak dalam bisnis real estat sejak awal tahun 1960-an, yang diikuti Mitsui House dan Misawa Home, telah menggunakan konsep rumah prefab untuk produk-produknya sejak awal. Dengan mempercepat jangka waktu konstruksi dan pengerjaan di lokasi, kualitas terkontrol di pabrik, maka beberapa masalah yang berhubungan dengan biaya konstruksi dan gangguan terhadap lingkungan saat konstruksi sedikit banyak bisa tereduksi. Selain itu respon terhadap isu berkeberlanjutan mulai lebih diperbarui dengan pemanfaatan material-material bangunan ramah lingkungan (eco friendly materials), seperti penggunaan bahan-bahan daur ulang (recycled materials) dan sistem fisika bangunannya pun lebih bertumpu pada solar atau hybrid power system.

Meskipun terdapat keterbatasan disain (minimalis) pada disain rumah prefab, namun pada kenyataannya produksi rumah prefab di Jepang (termasuk untuk ganti model) menunjukkan kecenderungan naik akhir-akhir ini (dari tahun 1991-2000 tiap tahun terdapat pembangunan sekitar 1.2-1.5 juta rumah prefab ini, JREI, 2000). Peran pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Jepang dalam mendorong pengembangan rumah prefab sebagai bagian dari metode memperbanyak jumlah rumah layak bagi masyarakat pun berperan besar. Faktor mahalnya harga tanah dan bangunan menjadi faktor penghambat masyarakat memiliki rumah, terutama bagi keluarga muda. Mereka yang memilih tinggal di pinggiran kota atau kota-kota kecil lah yang dibidik sebagai konsumen rumah prefab ini. Mereka lebih memilih hidup di atas rumah sendiri meskipun kecil. Persis seperti ungkapan Frank Gehry, seorang arsitek dunia dalam merespon perkembangan rumah mungil prefab ini, "The problem with the younger generation is that no-one is interested in making monuments".

Muhammad Sani Roychansyah, staf di Jurusan Arsitektur dan Perencanaan FT UGM, saat ini sebagai Postdoctoral Research Fellow pada Department of Architecture and Building Science, Tohoku University, Sendai, Jepang.



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 11 Januari 2008

Dekorasi Apartemen Mungil

Dekorasi Apartemen Mungil

Jasa Design Rumah

Apartemen Anda bertipe studio mini? Luasan 97 meter persegi memang susah-susah gampang untuk diakali agar bisa berkesan luas dan memenuhi segala kebutuhan ruang. Cobalah tips dari Anne Krueger, penulis sekaligus pemerhati desain interior, dan lihat perbedaannya!

* Berkreasilah dengan penutup jendela. Lupakan gorden dengan cara pasang biasa. Gantunglah menjuntai dari langit-langit hingga ke lantai. Trik ini akan membuat ruang terlihat lebih tinggi.

* Bangku pendek, meja rendah, pemasangan kaca mendatangkan kesan terbuka. Di lain sisi, segi fungsionalnya masih tetap bisa Anda dapatkan.

* Bermainlah dengan pencahayaan. Sorotan lampu ke bawah, atas, dan menyapu ruang mampu menciptakan daya tarik dan atmosfer ruang. Lampu merupakan jurus mujarab untuk membuat sebuah ruang terasa hangat dan bersahabat. Lampu yang temaram akan mengajak pandangan tamu selalu berkelana dan merasa ruang tidak sesempit aslinya.

* Singkirkan perabot berukuran besar. Sebagai gantinya, susun saja furnitur yang ukurannya sedang atau bahkan mungil. Jika Anda memilih sofa besar, pasangkan dengan kursi yang berkaki panjang.

* Warna karpet ternyata juga menentukan lega tidaknya suatu ruang. Karpet berwarna muda mengesankan ruang yang lapang

.
* Mengingat kebanyakan apartemen berbentuk kotak, lekuk kurva sepertinya bakal sukses menceriakan suasana. Meja bundar, kursi berlekuk, dan karpet yang berbentuk asimetris atau bermotif spiral maupun bulatan cocok untuk menghiasi apartemen mungil Anda.

* Terhadang lahan sempit, Anda benar-benar ditantang untuk menentukan prioritas. Beberapa orang membutuhkan meja kerja tapi tidak perlu meja makan. Ada juga yang nyaman dengan kasur lipat yang merangkap sofa. Yang penting, saat menatanya, jangan berpijak pada pemikiran rumah tradisional.

* Untuk apartemen yang tak terlalu luas, Anda dapat memikirkan untuk memesan furnitur gantung dengan ukuran yang disesuaikan. Rak gantung yang daya tampungnya banyak, mungkin bisa dipilih. Di sini, Anda dapat menyimpan buku resep, vitamin, garam, pengocok lada, teh, gula, dan lainnya. Cukup inspiratif? rei

Jasa Design Rumah


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 05 Januari 2008

Arsitek Interior

Arsitek Interior


Sukses Menata Rumah Mungil
melda Akmal
Mengalir dengan Dunia Menulis

Semuanya bermula pada 1996. Setelah tiga tahun bekerja, Imelda Akmal dan Sonny Sandjaya memutuskan keluar dari pekerjaan mereka di sebuah majalah. Padahal, keduanya telah berencana menikah. Keputusan yang tak urung membuat keluarganya tersentak, khawatir, dan deg-degan.

Namun, rupanya mereka berdua sudah punya rencana matang. Imelda dan Sonny akan menerbitkan sebuah buku. Imelda yang akan menulis dan Sonny menjadi fotografernya. Ternyata, ketika buku Seri Menata Rumah Mungil terbit pada 1996, sambutan yang diterimanya luar biasa. Menjadi buku interior terlaris di Indonesia, buku itu kini sudah memasuki cetakan ke-12. Saat ini paling tidak sudah 12 buku telah dia terbitkan, beberapa seri lainnya tengah dalam penggarapan. Namanya pun boleh dibilang identik dengan segala tulisan tentang desain interior.

Untuk memperlancar pekerjaannya, perempuan yang sempat belajar dekorasi interior di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, sekaligus belajar manajemen dan meraih Master of Business Administration dari Swinburne University of Technology ini membangun studio Imelda Akmal Architecture Write di sebelah rumahnya di bilangan Rempoa, Ciputat. Bersama sang suami Sonny, Imelda dibantu lima orang rekannya empat di antaranya arsitek.

Di sebelah studio itulah Imelda tinggal. Di ruang tamu rumahnya, Imelda berkisah tentang perjalanan karier tulis-menulisnya pada wartawan Republika Burhanuddin Bella bersama fotografer Amin Madani. Ditemani sang buah hati Muhammad Rayhan (4,5 tahun) yang baru saja pulang sekolah, Imelda bertutur.

Bagaimana ceritanya sampai Anda menekuni pekerjaan ini?
Sebenarnya saya bukan menekuni desain interior. Background saya arsitek, saya menekuni penulisan bidang interior dan arsitektur. Jadi, saya tidak berpraktik sebagai desainer interior. Selesai sekolah, saya langsung kerja di Femina. Saya menangani rubrik artikel desain interior dan taman. Sejak itu saya berkecimpung di dunia tulis-menulis. Setelah itu mulai membuat buku, desain interior itu.

Apakah sejak awal tertarik untuk menjadi penulis?
Awalnya saya tidak pernah terpikir untuk jadi seorang penulis atau punya studio penulisan seperti ini. Itu mengalir saja. Awalnya karena saya kerja di majalah, jadi saya tahu bidang tulis-menulis yang semula saya tidak tahu sama sekali. Waktu itu, begitu selesai sekolah (di Universitas Trisaksi) terus ada kesempatan bekerja di majalah. Ternyata buat saya, penulisan itu menarik sekali. Sangat menarik. Di situ saya tahu media dan menyenangi media. Tadinya sih tidak tahu sama sekali. Biasanya, kan baru lulus, bidang apa saja kita masuki, kita coba.

Anda hanya menulis?
Saya tidak berpraktik sebagai konsultan atau desainer. Karena banyak orang yang masih merasa bahwa saya juga pasti seorang desainer interior yang punya konsultan. Padahal tidak. Karena lazimnya, ketika selesai kuliah desain interior atau arsitektur, pasti praktik dan punya konsultan. Bidang penulisan arsitektur interior, itu yang belum banyak ditangani orang.

Ketika akhirnya membuat buku, apa yang menjadi inspirasi Anda saat itu?
Waktu itu saya menulis yang sifatnya praktis, karena itu majalah. Dulu, sebelumnya saya banyak mengulas soal rumah-rumah mahal dan indah. Itu tidak sesuai dengan jiwa saya. Waktu itu masih muda, kebutuhannya lain. Saya lihat juga, banyak hal-hal menarik yang sifatnya praktis. Saya tulis hal-hal yang praktis itu. Ternyata, animonya tinggi sekali. Sampai saya tahu bahwa pembaca mengkliping, karena sifatnya tip-tip praktis untuk membuat sesuatu. Saya pikir, kenapa tidak dijadikan buku? Kalau dalam buku bisa lebih dalam, menyimpannya bisa lebih baik. Di situ kita punya ide, terbitkan dalam bentuk buku. Apalagi waktu itu buku interior kan kurang sekali. Hampir tidak ada. Yang ada pun sudah hampir out of date.

Apakah naskah buku itu merupakan revisi dari naskah di media?
Bikin baru sama sekali. Karena yang diklipling itu sifatnya benar-benar cuma pecahan-pecahan. Misalnya sebuah dapur, ya udah tentang dapur itu saja yang saya bahas. Kalau di majalah kan hanya 2-4 halaman, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Paling dapat 2-3 foto dengan dua halaman teks. Ketika saya bikin buku, saya harus membuat yang sangat terstruktur dan dalam. Jadi, kita bikin betul-betul hal yang baru sekali waktu itu. Kita foto baru, tulis baru.

Jeli melihat pasar. Agaknya inilah kelebihan Imelda. Ketika akan membuat buku, dia sibuk mencari tahu fenomena yang mencuat saat itu. Penulis di berbagai majalah ini pun melihat booming properti untuk rumah-rumah bertipe kecil. Namun, di saat bersamaan, mereka kesulitan untuk menyesuaikan perabot yang pas untuk rumah mungil. ''Itu saya pikir bagus untuk pengetahuan pembaca. Saya angkat pertama tentang menata rumah mungil karena saya lihat kebutuhan-kebutuhan itu belum terakomodasi. Itulah buku pertama yang lahir.'' Ternyata, intuisinya terbukti. Sukses dengan buku pertama, Imelda pun bergerak dengan buku-buku selanjutnya. Dia pun membahas ruang per ruang dalam rumah. ''Ruang kamar untuk anak, dapur, ruang makan, ruang duduk. Semua ruang kita bahas satu per satu dalam satu seri.''

Bagaimana proses pencarian ide?
Biasanya kita lihat justru secara global. Orang butuh apa sih? Saya ambil dari sesuatu yang general, misalnya kita lihat orang butuh apa, atau ada perubahan apa sekarang yang orang perlu panduan. Itu banyak sekali. Juga dari jalan-jalan. Ada satu ide yang membuat saya juga terdesak untuk membuat sesuatu yang lain, bukan interior. Ketika pulang dari Australia, kita baru lihat betul-betul bahwa ternyata di Indonesia ini banyak sekali yang di luar nggak punya. Sebelumnya kan nggak, karena kita lahir di sini, besar di sini. Itu yang melahirkan ide-ide sangat banyak.

Tidak khawatir suatu saat kehabisan ide setelah semua hal sudah tergarap?
Kalau saya lihat ke negara lain, bukan jenuh malah berkembang terus. Kita malah masih bayi, sebenarnya. Apalagi orang Indonesia atau dunia itu dinamis. Sekarang kita bikin rumah pakai AC, ke depannya tidak bisa pakai AC. Kita harus berpikir bagaimana supaya low energy. Itu perubahan besar yang saya lagi baru mau sentuh, baru mau belajar. Kita lagi belajar ke arah situ. Sepuluh tahun lalu ketika buku saya masih satu-satunya, buku interior tidak punya tempat. Karena cuma satu, dia nyelip-nyelip di antara buku-buku lain. Sekarang, interior punya sales sendiri. Bahkan kadang-kadang taruh di depan kalau lagi promosi. Itu kan perubahan yang luar biasa. Dulu kalau orang bikin rumah, udah panggil aja tukang atau saudara yang arsitek. Sekarang nggak. Sebelum panggil arsitek, mereka baca dulu.

Sudah berapa buku yang diterbitkan?
Sampai sekarang 12, yang akan terbit 5 lagi. Sekarang kita (Studio Imelda Akmal Architecture Writer) punya produk baru terbit bulan ini (Seri Rumah Ide). Kita komit terbit bulanan. Jadi, kita ke buku, tapi dengan perbedaan pasar. Lebih tipis, isinya bisa bermacam-macam. Seperti buku, satu tema, tapi lebih tipis dengan kualitas kertas lebih rendah, sehingga harganya lebih ekonomis. Targetnya lebih ke bawah dibanding yang lain. Ternyata ketika kita naik kelas terus, pasar ke bawah jadi nggak terambah. Sayang. Jadi, kita bikin ini dengan tema yang lebih spesifik. Tema ini pun tidak bisa dijadikan buku yang tebal.

Ketika menerbitkan buku dibantu berapa orang?
Lima orang, 4 arsitek. Waktu dulu, saya cari orang buat membantu, itu setengah mati. Sampai teman yang arsitek, bekerja di majalah lain diminta bantuin, nggak komit. Nggak tahu, mungkin belum serius, ya. Jadi saya kalau ke kampus, saya bilang sama mahasiswa, ''Sekarang ini perubahan luar biasa. Anda sekolah arsitek jadi desainer, bukan cuma itu yang bisa dikerjain. Banyak hal lain, salah satunya penulisan.'' Nah, setelah itu, kita jalan ke beberapa kampus, bilang seperti itu, akhirnya sekarang kalau buka lamaran sudah lumayan. Tadinya susah. Semua targetnya konsultan, atau terus akhirnya ke mana aja deh.

Anda sendiri melihat bagaimana tren desain interior sekarang? Sekarang kan perubahan dunia cepat, dalam sisi apa pun. Banyak orang yang sebenarnya bingung dalam interior. Saking cepatnya sampai tidak bisa mengikuti. Interior juga begitu. Misalnya sekarang orang ribut-ribut soal hi-tech, minimalis, dan segala macam. Banyak orang yang gamang, kan? ''Ah, paling cuma sebentar. Ini mau ke mana, nantinya?'' Tren-tren itu dalam desain arsitektur, sebetulnya tidak betul. Karena apa? Arsitektur bukan baju atau fashion yang sifatnya temporer. Memang kalau fashion harus diciptakan seperti itu. Baju kalau nggak suka, kita masukin lemari, selesai masalahnya. Tapi, arsitektur tidak seperti itu.

Berarti tidak ada yang namanya tren?
Tidak ada. Dalam arsitektur, salah besar kalau kita mengatakan tren. Saya paling geli kalau mau akhir tahun ada yang datang, ''Mbak, tren tahun depan apa?'' Saya sampai bilang begini, produk arsitektur itu dibuat dalam jangka waktu berapa tahun. Orang berpikir untuk membuat rumah bertahun-tahun. Dirancangnya mungkin 6 bulan sampai setahun. Dibangunnya, kalau rumah tinggal mungkin setahun. Kalau misalnya hotel, bisa lima tahun. Dan itu produk yang terpakai. Masak kalau sekarang kita beli rumah minimalis, ketika rumah jadi dan baru setahun, kita merasa rumah kita kuno karena ada tipe apa lagi. Itu kan tidak betul. Jadi, esensinya bukan itu.

Keberhasilan Imelda menjadi seorang penulis agaknya tidak membuat semua orang menaruh hormat. Perempuan kelahiran Jakarta 31 Mei 1969 ini tampaknya tidak akan lupa pada kata-kata seorang pakar manajemen terkenal. Ketika itu Imelda dan sang pakar itu sama-sama menjadi pembicara di Bandung. Setelah usai, sang pakar mendatangi stan yang dibuka Imelda. Dia pun berkata, ''Oh, jadi ini buku-buku kamu, bagus. Ini menjadi sebuah jalan untuk kamu sebagai arsitek.'' Imelda mengaku tidak berpraktisi sebagai arsitek. ''Saya penulis murni,'' ujarnya. Komentar sang pakar, ''Ah sayang, dong? Mana bisa hidup kamu?''
''Saya sudah 10 tahun menjalani, dan saya masih hidup. Dia saja menganggap bidang ini tidak bisa hidup. Itu yang membuat orang terus tidak mau jadi penulis,'' tutur Imelda dengan nada tinggi.Komentar miring seperti itu tampaknya tidak akan mampu mengendurkan langkah Imelda. Bersama sang suami, Imelda justru mempercepat lajunya.

Seberapa besar peran Sonny dalam penerbitan buku?
Sangat besar. Intinya kita kolaborasi, bersinergi. Karena, selain foto, kita banyak berpikir berdua untuk membuat sesuatu. Meskipun background arsitek dimiliki oleh saya, tapi kan kita tukar ide, terus keyakinan segala macam, kita berdua.

Ada kendala dalam kebersamaan mewujudkan ide bikin buku?
Kalau untuk menerbitkan, hampir nggak ada. Malah jadi pendorong, bukan kendala.

Untuk menulis, sekarang Anda tidak sendiri lagi?
Kalau sekarang nggak. Jadi, untuk yang tim, kita sudah bikin Studio Imelda Akmal Architecture Writer. Yang kerja berarti studio. Ketika belum dibantu teman-teman, setahun satu, dua (buku). Kadang-kadang dua tahun satu (buku). Ya, suka-suka hati aja, walaupun tetap mencoba profesional. Kita dari dulu, jam 9 sampai jam 5 (17.00) waktu kerja. Dari awal harus begitu. Kita keluar dari kerja, berarti kita harus menyisihkan waktu. Tapi tetap aja, namanya kita cuma berdua, ''Ke mal yuk.'' Tapi sekarang, sejak dibantu, ya harus ada target, setahun sekian buku.

Ada bayangan bagaimana ke depannya?
Visi kita sebetulnya mensosialisasikan desain arsitektur interior ke orang awam dengan berbagai cara. Paling besar porsinya sekarang buku. Dan orang awam itu lapisannya banyak sekali. Kita belum bisa merambah semua, masih banyak yang belum tergarap. Apalagi yang profesional, sama sekali tidak ada media. Kita belum punya media untuk mahasiswa arsitektur, kita belum punya media untuk profesional arsitektur, kita belum punya media yang orang bawah banget.

Kenapa tidak banyak arsitek tertarik menulis buku?
Ada dosen datang, pengen bikin buku tentang rumah Muslimah yang semua pakai kaidah-kaidah Muslim. Bagus, coba bikin dong. 'Ya, tapi ...'' Banyak tapinya. (Beda dengan) di luar negeri. Ada (arsitek) yang jadi penulis profesional. Bahkan sudah ada sekolahnya sampai S2, S3, hanya sebagai kritikus.

Sebenarnya, rumah yang ada jiwanya seperti apa?
Apa ya? Keterkaitan antara yang punya rumah dan rumahnya sendiri itu seperti apa. Kalau misalnya rumah adalah sesuatu yang berharga buat dia dan memang diperhatikan betul, itu terasa. Meskipun sangat sederhana, rumah itu enak aja. Pas masuk, banyak artilah di situ. Tapi meskipun rumahnya besar, tapi kayaknya kosong, terasa juga. Tapi yang seperti itu tidak bisa ditangkap dalam foto.

Bagaimana Anda mendesain rumah sendiri?
Ini rumah saya bikin 1995. Jadi ini selera tahun 1995. Tapi kalau dari segi tampilan, sekarang saya pengen yang lain. Tidak seperti ini. Tapi dari segi fungsi, ini luar biasa. Dari mana pun kita dapat udara. Anak saya bisa lari-lari dari depan ke belakang. Di atas ada 2 kamar tidur yang semuanya angin bisa masuk ke luar dan pemandangannya bisa langsung ke luar. Pokoknya kenyamanan sudah dapat banget.
( )

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 02 Januari 2008

Kiat Renovasi Rumah Sederhana

Kiat Renovasi Rumah Sederhana

Kiat Renovasi Rumah Sederhana


Mungkin anda adalah salah satu pemilik rumah sederhana (RS) yang dibiayai oleh BTN atau lebih dikenal dengan Rumah KPR RS BTN. Rumah yang anda miliki tersebut bisa bertipe 21, 36 atau 45, sedangkan luas tanahnya terdapat beragam ukuran yang tergantung daerahnya.

Pada saat anda menarik napas lega setelah direalisasikan oleh BTN dan pada hari itu secara langsung berarti memiliki rumah sendiri, maka bagi anda yang akan langsung menempati rumah tersebut (untuk ditinggali sendiri), sudah barang tentu terlintas di benak anda untuk segera merenovasi rumah tersebut sesuai dengan angan-angan dan keinginan untuk lebih nyaman tinggal di rumah mungil tersebut. Memang beberapa model rumah sederhana tersebut hanya diberikan standar sederhana tergantung model yang dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan angsuran/nilai kredit masing-masing pemilik. Tetapi rumah-rumah tersebut secara umum masih bisa dikembangkan secara optimal, sehingga rumah-rumah BTN tersebut dikenal sebagai ''rumah tumbuh''.

Seperti anda ketahui, kondisi rumah yang telah direalisasikan tersebut memiliki standar seperti ruangan tidur, ruang tamu dan ruang makan, kamar mandi/WC, teras, halaman depan dan halaman belakang. Sedangkan untuk bahan material finishing disesuaikan dengan developernya apakah ada peningkatan mutu atau penambahan-penambahan lainnya.

Merencanakan Pengembangan

Dalam merencanakan pengembangannya yang harus dipegang kaidahnya adalah memiliki rumah yang sehat dan nyaman. Sehat bagi penghuni dan lingkungan, apabila hal tersebut sudah dipedomani maka kenyamanan akan mudah didapati. Pengembangan sehat tersebut dapat berupa menata sedemikian mungkin tetapi harus memiliki pedoman sbb: ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, memiliki pencahayaan alami dan buatan yang cukup, memiliki pencapaian antarruang yang efisien, memiliki standar keamanan yang dapat terpantau (peralatan listrik, gas, teralis, pagar, dll), memiliki sumber air yang memadai (PAM, jetpump, sumur, dll).

Membangun atau Merenovasi


Dalam merencanakan pengembangan anda dapat memutuskan apakah membangun, merenovasi atau hanya mengubah penampilan eksterior/interior saja. Untuk membangun dan merenovasi yang paling diperhatikan adalah merancang jadwal pelaksanaan pekerjaan, sebab jangan sampai pembangunan yang anda rencanakan tersebut berhenti di tengah perjalanan, atau jangan membangun pada saat anda akan berlebaran atau bepergian dalam waktu lama, sehingga akan mengakibatkan membengkaknya biaya, situasi kurang nyaman dan akibat-akibat yang lain yang tidak anda duga sebelumnya.

Apabila renovasi yang anda rencanakan adalah untuk menaikkan jumlah lantai maka harus dipertimbangkan faktor cuaca, sebab rata-rata rumah sederhana hanya berlantai 1 (satu) yang berarti anda harus memperhitungkan untuk membuka kap atap, sehingga otomatis dapat anda bayangkan apabila turun hujan. Namun kalau sekadar untuk mengubah penampilan eksterior/interior dapat dilaksanakan kapan saja anda mau karena sifat pekerjaan pengubahan penampilan ini tidak terlalu mengganggu kegiatan rumah sehari-hari.

Tetapkan Prioritas

Ketika anda memutuskan untuk merenovasi rumah sederhana tersebut, di samping menetapkan prioritas renovasi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan sebaiknya sudah dipastikan seberapa besarnya budget anda, sehingga anda akan mudah memperkirakan kebutuhan pembangunan/renovasi sesuai prioritas dan besarnya anggaran biaya untuk pelaksanaan.

Langkah pertama adalah menghitung kemampuan financial budged anda, apakah sudah mencukupi atau masih kurang apabila kurang apakah anda dapat mencukupinya dari meminjam dari Bank atau dari meminjam orangtua/kerabat, sehingga dalam penetapan prioritas ini anda dapat berhitung apakah akan merenovasi kecil-kecilan atau merenovasi dengan cara bertahap.

Langkah kedua adalah menetapkan tambahan ruangan untuk mensuport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya dapur, kamar mandi/WC dan ruang cuci, teras dan carport, kamar tambahan lengkap dengan ukurannya.

Langkah ketiga adalah menentukan bahan dan material yang diperlukan (lantai keramik, kayu kamper, genting/asbes, bahan cat, dll). Apakah bahan dan material tersebut berstandar istimewa, sedang atau biasa dan biasanya dikenal dengan KW 1, KW 2 atau KW 3 (KW = kualitas).

Langkah keempat adalah menentukan tenaga pelaksana pekerjaan (tukang). Untuk pelaksana pekerjaan ini ada beberapa keahlian yang berbeda-beda dan harga upahnya. Sedangkan dalam cara kerja akan anda temui sistem tenaga kerja borongan atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus bahan dan tenaga. Selain itu, sistem kerja harian atau sistem kerja dengan upah harian dan bahan diadakan sendiri oleh pemberi tugas.

Wujud Ekspresi Diri

Karena rumah sederhana ini akan ditempati seluruh keluarga maka selain anda tentunya ada anggota keluarga turut berperan untuk menentukan pengembangan rumah ini. Anggota ini terutama istri/suami, mertua/orangtua, teman/kerabat atau hanya anda berdua. Dengan prinsip merombak seminimal mungkin, tetapi memperoleh hasil semaksimal mungkin, rumah ini harus dicoba dapat mengekspresikan keinginan berdua dengan menghadirkan ruang-ruang yang fungsional dan nyaman.

Rumah selayaknya sesuai dengan gaya hidup dan ekspresi penghuninya, sehingga walaupun RS tersebut cukup sederhana sebaiknya didesain dengan gaya yang pas. Sebab, kondisi rumah yang tak terlalu luas maka konsep yang hendak ditonjolkan adalah, sebisa mungkin berkesan lapang, tetapi kompak. Oleh karena itu, antara ruang duduk, ruang makan, dan teras belakang dibuat menyatu, menyambung sampai ke taman belakang yang berkesan mengalir tanpa batas. Selain itu unsur cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan pun diupayakan sebanyak mungkin untuk menghemat pemakaian lampu pada siang hari dan diupayakan sirkulasi udara yang lancar, sebab anda dapat menghemat penggunaan AC dan udara di dalam ruangan tidak sumpek (system cross ventilation).

Warna cat sangat berperan untuk mempengaruhi suasana di dalam rumah, ekspresi warna cat tersebut dapat bermacam-macam misalnya warna hijau/biru yang suka dengan keteduhan, kuning/krem/pink mencerminkan kehangatan, putih mencerminkan gaya simpel, praktis dan sederhana, sedangkan warna-warna gelap dapat dipakai sebagai pelengkap aksentuasi (pintu, kusen, batas ruangan).

Selain ruangan sebagai wujud ekspresi diri anda yang tak kalah penting adalah pertimbangan anda memilih furniture yang berukuran sesuai dengan rumah mungil anda ini. Jangan sampai anda memilih furniture yang berukuran besar-besar karena di samping harganya lebih mahal juga akan mengakibatkan ruangan berkesan sempit dan membatasi gerak anggota keluarga.

Perawatan

Bagian yang sering terlupakan dalam melakukan renovasi adalah bagaimana anda merawat rumah tersebut. Sedapat mungkin anda harus cermat memperhitungkannya, sebab beberapa kasus terjadi setelah selesai renovasi, karena saluran air kotor mampet maka harus membongkar lantai yang baru diganti.

Maka sebagai pedoman praktis apabila anda akan membangun/merenovasi terlebih dahulu dipastikan kemudahan dalam perawatannya antara lain memperhatikan/membuat jalur khusus untuk saluran air kotor dan bersih yang mudah dicapai kemudian berikan tanda khusus (bak kontrol, lubang ventilasi septictank, saluran PDAM, saluran arir bersih dari pompa air, jalur pipa gas), perhatikan jalur-jalur kabel listrik dan pembagiannya/distribusinya agar tidak terjadi konsleting yang mengakibatkan kebakaran, perhatikan pula derajat kemiringan talang agar tidak terjadi kebocoran, buatlah man hole/atau plafon yang tidak dipaku pada pojok ruangan yang tidak terekspos untuk kemudahan anda merawat bagian atas/bawah atap rumah.

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tips Bangun Rumah Mungil

Rumah Mungil nan Kompak

Rumah Mungil nan Kompak

Terwujudnya sebuah keluarga yang sehat fisik dan mental dapat dimulai dari rumah yang sehat pula.

Sering kali timbul pertanyaan, apa hubungan rumah sehat dengan keluarga sehat? Berbagai penelitian membuktikan bahwa rumah yang sehat berperan besar menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni rumah, karena pada umumnya dua per tiga kehidupan manusia berada di rumah.< di berada manusia kehidupan tiga per dua umumnya pada karena rumah, penghuni mental dan fisik kesehatan menjaga besar berperan sehat yang rumah bahwa membuktikan penelitian Berbagai sehat? keluarga dengan hubungan apa pertanyaan, timbul>

Di zaman krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti sekarang, rumah mungil yang sehat saja tidaklah cukup. Rumah juga harus hemat, produktif, dan ramah lingkungan. Meski mungil, kualitas rumah harus kompak.

Anggaran keuangan keluarga yang pas-pasan dan rumah tinggal yang imut-imut justru merupakan tantangan bagi penghuni yang menuntut seni kreativitas tinggi dalam mengolah rumah tempat tinggal dengan kesederhanaan. Anda pun bisa mencobanya.

Keterbatasan lahan jelas mensyaratkan optimalisasi alokasi lahan dan pemanfaatan fungsi ruang luar dan ruang dalam, serta kemungkinan rencana pengembangan ruang tingkat ke atas. Multifungsi sudah merupakan keharusan untuk berbagi ruang berbagai macam kebutuhan. Ruang luar depan dapat difungsikan sekaligus sebagai "ruang taman tamu" yang merangkum teras depan, carport, dan ruang tamu dalam suasana taman. Tamu asing dan teman-teman anak remaja kita dapat dijamu di sini.

Ruang dalam mengakomodasi fungsi ruang keluarga, ruang belajar dan bekerja, ruang tidur dan ruang makan dengan pembatas sederhana, serta kamar mandi. Ruang ini merupakan ruang bermain si kecil yang cukup lega dan aman.

Bapak dan ibu dapat bekerja atau membaca, sementara si anak belajar di meja yang sama. Pada saat jam makan, meja berubah menjadi meja makan bersama keluarga, praktis dan efisien.

Ruang luar belakang merupakan ruang servis dapur, ruang jemur, kamar (bisa untuk pembantu, jika ada), kamar mandi, dan ruang cuci.

RUMAH mungil bukan berarti rumah tidak sehat. Rumah sehat memerlukan bukaan-bukaan lubang angin dan jendela yang lebar. Ketersediaan lubang angin di atas dan di bawah dan penanaman pohon di depan dan belakang halaman rumah akan memberikan keteduhan lingkungan dan sirkulasi udara segar yang mengalir ke dalam rumah dari depan ke belakang atau sebaliknya tanpa terhalang untuk menghindari terperangkapnya udara panas dalam rumah.

Penempatan jendela yang lebar dan lubang angin secara bersilangan akan memudahkan sinar Matahari masuk memberikan kehangatan dan penerangan alami ke dalam rumah. Ruang servis, terutama ruang jemur, jelas memerlukan sinar Matahari yang cukup sehingga keteduhan pohon atau pergola harus diperhitungkan. Yang perlu diingat adalah kebersihan rumah sejak dari luar pagar (saluran air dan jalan), ruang luar depan, ruang dalam, dan ruang luar belakang tetap mutlak diperlukan.

Rumah mungil yang hemat mensyaratkan efisiensi pemakaian material bangunan untuk lantai, dinding, dan atap dipilih dengan kualitas sedang (tidak terlalu buruk) tetapi kuat dan tahan lama, seperti keramik KW-2, batako.

Pemilihan material bangunan juga harus hati-hati dengan memperhatikan kandungan bahan-bahan kimia yang ada dalam cat, asbes, atau bahan berbahan plastik sehingga dapat menghindari zat-zat beracun terhadap penghuni rumah dalam jangka panjang.

Perabot dibatasi dengan skala prioritas perabot serbaguna untuk efisiensi ruang. Di bawah kaki tempat duduk keluarga dan meja dapat dilengkapi lemari-lemari kecil tempat menyimpan buku atau perabotan rumah tangga. Untuk menambah kesan ruang luas, perabotan ruang dalam ditata pada sudut-sudut ruangan. Plafon dapat ditiadakan sehingga tampak atap ekspos rangka dengan penyelesaian rapi.

Jaringan kabel harus ditata rapi pula. Namun, perlu diingat untuk menyediakan lubang angin yang cukup untuk melancarkan aliran udara panas yang biasanya ditampung sementara di atas plafon.

KELANCARAN aliran udara yang keluar masuk dan ketersediaan sinar Matahari di siang hari jelas akan menghemat bahkan meniadakan pemakaian listrik alat pengondisian udara (air conditioner), kipas angin, dan lampu penerangan, terutama di siang hari. Namun hal ini juga harus didukung terciptanya keteduhan oleh pepohonan dan kesejukan taman dan kolam yang asri.

Rumah mungil juga produktif mampu mengakomodasi kebutuhan ruang seluruh anggota keluarga. Bagi keluarga muda dengan anak-anak yang masih balita atau kecil, rumah merupakan dunia kecil eksplorasi imajinasi sekaligus ruang bermain, tentu membutuhkan kelegaan ruang dalam bermain, baik di dalam maupun di luar ruangan dengan aman. Bagi yang mempunyai anak-anak remaja, penataan ruang taman tamu di teras depan dapat memenuhi kebutuhan ruang untuk berkumpul, belajar, dan ngerumpi. Bapak dan ibu tentu membutuhkan ruang untuk bekerja atau bersantai dengan nyaman di ruang keluarga.

Pemilihan cat dinding dengan warna cerah kombinasi kuning gading muda, hijau tosca, atau warna-warna pastel dapat menghadirkan suasana hangat, ceria tapi nyaman di mata dan hati. Pemilihan tanaman yang menghasilkan (produktif) seperti penanaman pohon buah- buahan, tanaman sayuran, dan apotek hidup dalam pot-pot tanaman yang tersebar di luar dan dalam rumah akan lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Terciptanya suasana tersebut akan menstimulasi timbulnya inspirasi dan motivasi seluruh anggota keluarga untuk giat beraktivitas, bekerja maupun berkarya.

Keterbatasan dana membuat warga kota tidak mempunyai banyak pilihan dalam menentukan rumah atau kompleks perumahan dengan lokasi ideal, lingkungan asri, dan rumah besar. Namun kita masih dapat menciptakan lingkungan yang asri dengan membuat rumah sendiri ramah lingkungan. Rumah mungil ramah lingkungan merupakan perpaduan keselarasan antara taman dan bangunan rumah dan lingkungan sekitar.

Untuk menyiasati iklim tropis yang panas dengan menghadirkan suasana alami yang teduh, dapat diwujudkan dengan menanam pohon buah-buah di taman depan dan belakang, serta penempatan pot-pot tanaman artistik dan akuarium mungil di teras depan, ruangan dalam, sampai teras belakang.

Pemasangan lukisan atau foto-foto bertema lingkungan atau pemandangan alam hasil karya sendiri atau anak-anak, dapat memperkaya kesan alami dalam ruangan dan kenangan tersendiri. Sementara itu, keindahan taman depan dan belakang juga dapat menyatu dinikmati dari dalam rumah melalui jendela-jendela yang lebar.

Tren pembangunan rumah eko-arsitektur yang kini berkembang justru memperkenalkan penggunaan bahan-bahan bangunan lokal tetapi inovatif, ramah lingkungan, dan dapat didaur ulang, seperti dinding rumah dari potongan batang pohon cemara. Gaya hidup seluruh anggota keluarga juga mulai mengarah ke ramah lingkungan, mulai dari hal kecil tetapi penting seperti dilarang merokok di rumah.

Penghematan pemakaian air bersih untuk memakai keperluan memasak, mandi, mencuci pakaian atau kendaraan, serta mematikan keran air saat tidak diperlukan. Penghematan pemakaian listrik terutama di siang hari dan mengurangi pemakaian barang-barang elektronik yang tidak diperlukan sama sekali bagi masing-masing keluarga.

Aspek lain, daur ulang pemakaian barang-barang bekas seperti stoples atau kaleng untuk tempat bumbu atau menjadi pot-pot tanaman artistik. Kertas untuk menulis lagi, kardus untuk menyimpan barang dan barang sisa lainnya masih dapat disumbangkan ke pemulung, dan sampah pun dapat dihemat.

Kini, keinginan Anda untuk mewujudkan rumah mungil yang kompak bukan impian lagi. Selamat mewujudkan.

NIRWONO JOGA Arsitek Lanskap
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 31 Desember 2007

Gambar Rumah Jakarta Kagum Sekaligus Geli

Gambar Rumah Jakarta Kagum Sekaligus Geli

Ada yang Bikin Kagum, Ada yang Bikin Geli

Kompas Online

PAGI buta, saat sebagian orang masih tidur, sambil jalan-jalan pagi atau membawa berjalan-jalan binatang piaraan, barangkali saat yang baik untuk memperhatikan desain rumah-rumah kecil di kompleks-kompleks perumahan. Benar, rumah-rumah berukuran kecil--taruhlah bangunan di atas tanah seluas sekitar 100 meter persegi--kelihatan seperti berlomba menampilkan kecantikan dan keunikan masing-masing. Ekspresi rumah sebagai bagian gaya hidup juga mulai ditampilkan lapisan kelas menengah pemilik rumah-rumah ukuran kecil itu.

>small 2small 0< kualitas pembangunan rumah kecil mulai terasa sekitar tahun 1992-an ketika developer-developer swasta mulai membangun rumah untuk keluarga muda dengan dua atau tiga kamar tidur. Bangunannya masih kecil dengan desain sederhana, tetapi bahan bangunan yang digunakan lebih baik kualitasnya. Misalnya, dinding dengan bata, diplester dan dicat, lantainya menggunakan keramik, dan ventilasinya pun lebih baik karena berjendela dalam ukuran proporsional," tutur arsitek Rumahkebun yang mengerjakan rumah-rumah kecil di Depok dan Cibinong, Jabar, Ir Bambang Sutrisno.

Menurut Bambang, sekitar tahun 1980-an masih banyak pembangunan rumah kecil-bertipe terluas sekitar 70 meter persegi-yang hanya berdinding batako tanpa plester dengan ubin paling bagus teraso. Desainnya pun amat sederhana, hanya kamar dengan jendela-jendela tak terlalu besar, satu ruangan yang "diperkirakan" cukup untuk ruang tamu, serta ruang keluarga sekaligus ruang makan.

Bambang masih ingat, beberapa keluhan konsumen ketika itu antara lain sulitnya memaku dinding karena batakonya kosong. Padahal, untuk rumah tipe kecil dengan keterbatasan ruang, penghuni bahkan berharap bisa menempatkan lemari gantung. Kalau lemari gantung dipasang, dengan kualitas dinding seperti itu, dijamin ambrol....

BELAKANGAN, kesadaran orang mengenai ruang semakin meningkat. Meski di sana-sini masih banyak yang "norak", tak kurang juga rumah-rumah kecil yang mulai kelihatan manis.

Masih menurut Bambang Sutrisno, ia mengaku pernah punya klien pasangan suami-istri yang bekerja kedua-duanya. Cerita Bambang, "Mereka belum punya anak dan punya banyak kegiatan di luar rumah. Kebutuhan mereka akan rumah bisa dikatakan sekadar tempat yang nyaman untuk beristirahat, semacam cottage-lah. Kecil, indah, dan nyaman."

Itu untuk memberi gambaran mengenai perubahan yang tengah terjadi. Dulu, ada panduan untuk para arsitek yang dibuat oleh Ikatan Arsitek Indonesia. Salah satunya menyebutkan, untuk pembangunan rumah berukuran di bawah 36 meter persegi, tidak boleh ada uang jasanya. "Aturan ini pastilah dibuat dengan asumsi untuk membantu kalangan masyarakat yang tidak mampu," ucap Bambang. Sekarang, banyak pengembang maupun pemilik rumah yang justru menghendaki rumah berukuran kecil, contohnya seperti klien Bambang tadi.

Perubahan, tentu saja, tidak berlangsung seketika. Syafarini, arsitek lulusan Universitas Parahyangan yang kini sedang menangani rumah seniman Widayanto, mengatakan, orang Indonesia masih belum banyak yang menggunakan jasa arsitek dalam membangun rumah. Katanya, jangankan kelas menengah ke bawah, dari kalangan atas saja masih melihat jasa arsitek sebagai kurang penting dibandingkan dengan komponen biaya lain. "Biaya untuk membayar arsitek bagi mereka lebih baik untuk menambah biaya membangun rumah," kata Syafarini.

Sejauh yang diketahuinya, orang lebih cenderung mengejar kebutuhan ruang dalam membangun rumah. Akibatnya, masalah sirkulasi udara dan distribusi sinar matahari tidak diperhitungkan. "Jangan heran jika rumah yang dari tampak depan kelihatan keren, namun di dalam terasa pengap dan gelap hingga memerlukan penerangan meski siang hari bolong," ucapnya.

MASING-masing arsitek agaknya punya pandangan berbeda-beda mengenai "tren" ini. Wijoyo Hendromartono, arsitek dan konsultan Arcata Desain, betapapun melihat adanya peningkatan kesadaran orang akan pentingnya ruang dan penataannya. Dulu, katanya, rumah hanya berfungsi sebagai tempat tinggal di mana orang tidak akan kehujanan di dalamnya. Sekarang, fungsi rumah lebih dititikberatkan pada tempat bercengkerama dengan keluarga, tempat istirahat yang sejuk, yang siap menampung tubuh-tubuh kelelahan setelah seharian bekerja.

Ia melihat tiga syarat utama yang mulai diperhatikan dalam penataan rumah, yakni sirkulasi udara, pencahayaan, dan estetika. Kata Wijoyo, "Sekarang orang tidak memakai seluruh ruang yang ada, tetapi mulai ada yang disisakan yang berfungsi sebagai sumber cahaya dan sirkulasi udara. Mereka mulai sadar bahwa sirkulasi udara dan cahaya sangat mempengaruhi kesehatan."

Setelah sirkulasi udara dan cahaya terpenuhi, mereka mulai memikirkan soal estetika. Estetika ini yang akan membantu mereka untuk membuat kesan lebih luas pada rumah-rumah mungil. Estetika misalnya menyangkut pemilihan warna.

Kemudian, soal penataan ruang. Biasanya, rumah-rumah yang dibuat oleh developer sudah ditata ruangnya. Pihak developer yang mempunyai arsitek sendiri sudah memikirkan sirkulasi cahaya dan udara di setiap ruangan.

Ia akui memang, rumah-rumah yang dibangun sendiri atau rumah yang dibangun developer yang kemudian direnovasi oleh penghuninya sering kali kacau penataan ruangnya. "Misalnya banyak orang yang ingin ada kamar mandi di ruang tidur utama. Kamar mandi memang kecil, tetapi cukup menyita tempat. Kalau jumlah anggota keluarga hanya tiga-empat orang, apakah memang perlu kamar mandi lebih dari satu?" tanyanya.

Ada juga yang terlalu memaksakan diri dengan membuat dapur kering dan dapur basah. Menurut Wijoyo, hal seperti ini tidak ada faedahnya karena biasanya dapur kering sama sekali tidak terpakai. "Keluarga sekarang adalah ibu bekerja. Jadi, dia tidak sering-sering memakai dapur. Kalau cuma seminggu sekali dia ke dapur, mengapa tidak membuat dapur basah yang nyaman," ujar Wijoyo memberi contoh.

Soal keengganan orang memakai jasa arsitek ini juga diakui Wijoyo. Mereka ingin rumah mungil mereka tampak indah seperti ada sentuhan arstieknya, namun belum banyak di antara mereka yang berani memakai jasa arsitek. Katanya, "Mereka senang konsultasi dengan arsitek, tetapi begitu dikenakan biaya, mereka mundur. Mungkin karena selama ini mereka melihat sesuatu yang mahal selalu ada barangnya. Taruhlah mobil atau rumah. Sementara begitu melihat karya arsitek yang hanya berupa gambar-gambar, mereka merasa terlalu mahal. Mereka tidak menyadari bahwa gambar arsitek adalah sebuah karya seni. Yang mahal bukan gambarnya, melainkan ide dan proses kreatifnya."

BEGITULAH, di tengah arus perubahan yang terjadi-seperti halnya perubahan-perubahan gaya hidup di bidang lainnya pada kelas menengah kita-memang kadang terlihat kecanggungan-kecanggungan. Itulah wajah kelas menengah Indonesia saat ini.

Kalau pagi hari Anda sempat jalan-jalan di lingkungan-lingkungan perumahan, Anda akan mendapati bagaimana kalangan menengah ini coba-coba mengekspresikan diri dalam penataan hunian mereka. Ada yang membuat kita kagum, ada yang membikin kita ingin tertawa geli.

Gambar Rumah Jakarta


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 29 Desember 2007

Rumah Mungil | Tampil Artistik Rumah Mungil

Tampil Artistik Rumah Mungil

KEGAIRAHAN dunia properti saat ini ditandai dengan pembangunan yang saling bertolak belakang, apartemen atau kondominium eksklusif super mewah dan pembangunan rumah-rumah mungil yang sederhana, yang sama-sama laris manis.

MASYARAKAT kita selalu bercita-cita memiliki rumah sendiri. Rumah mungil pun tak jadi halangan. Setiap pengembang yang menawarkan kavling rumah mungil hanya dalam waktu sepekan mampu terjual ratusan unit rumah. Masalahnya, banyak pengembang memanfaatkan momentum tersebut dengan membangun rumah mungil dengan fasilitas rumah dan lingkungan ala kadar sehingga RSS pun dipelesetkan menjadi rumah sangat sederhana sempit sumpek sekali sehingga susah selonjor.

Konotasi rumah mungil seperti itu sudah waktunya diubah. Konsumen adalah raja, manusia juga yang selayaknya diberikan yang terbaik. Rumah harus indah, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan. Itulah kata kunci membangun rumah ukuran apa pun, termasuk membangun atau memilih rumah mungil. Rumah mungil yang dipasarkan biasanya memiliki luas maksimal 100 meter persegi dengan ukuran variasi 6 X 15 m, 7 X 15m, atau 8 X 12 m, dan bentuk bangunan rumah standar.

Indah tidak harus selalu mahal. Kreativitas desain yang arif dan cerdas justru mampu mewujudkan rumah mungil yang hemat bahan bangunan dan menyiasati segala keterbatasan, baik dana maupun lahan. Konsep indah dapat diterjemahkan dalam bentuk denah rumah yang lugas dan mudah pemeliharaan. Keterbatasan lahan mendorong pembangunan rumah mungil bertingkat.

Denah ruang terbuka dan minim dinding pembatas, baik tembok, dinding, atau pintu, membuat ruang terasa lapang. Penggabungan fungsi ruang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.

Carport, teras, dan taman depan difungsikan sebagai ruang tamu, ruang bermain anak, parkir kendaraan, bahkan rapat RT/RW. Ruang dalam dioptimalkan sebagai ruang keluarga dan ruang makan. Fungsi ruang keluarga, ruang belajar, dan kamar tidur anak-anak juga dapat ditempatkan di lantai atas hingga ke kolong atap (attic). Taman dan teras belakang dimanfaatkan sebagai ruang makan terbuka, ruang keluarga, dan ruang belajar anak, dengan waktu berbeda.

Kamar mandi merupakan ruang yang memerlukan penanganan dan pemeliharaan khusus, mulai utilitas sanitasi, peranti utama, dan pemilihan bahan. Bahan lantai dari keramik atau teraso bertekstur kasar dimaksudkan agar tidak terpeleset dan berukuran kecil untuk memperluas kesan ruang. Keterbatasan luas dapat dibuat kamar mandi kering dengan shower box tertutup berdinding kaca atau tirai plastik. Penempatan septic tank meski ditempatkan di taman depan, namun jaraknya masih relatif dekat dengan pompa air sehingga untuk jangka panjang dapat mencemari air tanah. Untuk itu, perlu dipertimbangkan ulang penempatan septic tank kolektif dialihkan di taman-taman lingkungan.

Penataan dapur serba praktis menyatu dengan ruang makan atau di teras belakang (ruang makan terbuka).

Konsep umum rumah menyediakan kamar tidur dan kamar mandi pembantu di belakang, di bawah, atau di atas dekat ruang servis, mencuci, dan menjemur. Kini desain ruang servis, mencuci, dan menjemur, kamar tidur dan kamar mandi pembantu serta dapur kotor ditempatkan di bagian depan rumah, bersebelahan dengan ruang keluarga menghadap carport.

Tampilan artistik rumah tidak membutuhkan bahan mahal. Dinding rumah dari batako dan batu bata dengan penyelesaian dinding ekspos atau kombinasi plesteran atau kamprotan dengan pengerjaan hati-hati dan rapi, atau dapat pula memakai dinding pelat baja. Keramik KW-2, KW-3, atau teraso yang unik juga tak kalah menariknya mempercantik lantai rumah. Ketidakpresisian bahan masih dapat disiasati dengan nat-nat lebar.

Isi perabotan rumah harus serbaguna, sesuai dengan prioritas kebutuhan keluarga, dan proporsional antara ukuran perabot dan luas ruang. Meja, sofa, dipan, bawah wastafel, hingga kolong tangga dioptimalkan sebagai tempat penyimpanan barang dan tersebar sesuai dengan kebutuhan fungsi ruang sehingga tidak perlu membuat gudang.

Penyelesaian lantai, dinding, dan perabotan dengan warna dan/atau bahan senada pada ruang luar hingga ruang dalam memberikan kesan luas ruang imajiner. Gradasi perpaduan warna yang tepat di setiap ruang juga turut mempengaruhi kesan luas ruang sekaligus memberikan efek psikologis (terapi kejiwaan) kepada penghuni rumah. Kesatuan tema dan warna akan membantu rumah terkesan teratur dan lapang, antara lantai (gelap), dinding dan perabotan (sedang), dan atap plafon (terang).

RUMAH mungil juga harus sehat. Rumah merupakan tempat terapi kesehatan fisik dan mental penghuni, baik di kala sehat, dalam penyembuhan, atau tengah sakit. Rumah tempat relaksasi memulihkan kesegaran tubuh.

Krisis listrik dan tarif listrik yang terus naik harus diantisipasi dengan prioritas pemakaian perangkat listrik dan desain rumah hemat energi. Optimalisasi sinar matahari sebagai sumber pencahayaan alami rumah sepanjang pagi-sore hari dan sinar rembulan dan bintang di malam hari.

Optimalisasi sinar matahari dan sirkulasi udara dapat dibuat dengan bukaan pintu dan jendela dengan lebar dan panjang hingga menyentuh lantai, tinggi plafon minimal 2,75 meter, serta skylight di atas ruang makan, kamar mandi, atau kamar tidur atas akan memberikan perluasan ruang imajiner.

Setiap ruang diupayakan mendapat sinar matahari dan udara segar yang baik untuk kesehatan rumah dan penghuni serta kocek penghuni. Rumah bahkan dapat meminimalkan pemakaian penyejuk udara (AC), kipas angin, dan lampu, terutama di siang hari.

Pemasangan cermin pada salah satu dinding, seperti di teras, ruang keluarga, dan kamar mandi, akan menambah luas imajiner ruangan. Dekorasi dinding dengan lukisan, foto keluarga, sertifikat, plakat, atau benda etnik sebagai titik perhatian menambah hidup suasana ruang sekaligus memberikan terapi kejiwaan kepada penghuni.

Halaman sempit dapat difungsikan sebagai taman resapan air (taman kering) dengan struktur sederhana dari bawah ke atas, batu apung, ijuk, koral, pasir kasar, dan tanah/koral/ kerikil, dengan ketebalan beragam sesuai kondisi tanah.

Penanaman pohon di taman depan (yang paling memungkinkan) dibandingkan dengan taman belakang merupakan pemasok oksigen sekaligus memberikan keteduhan dan kesejukan kepada penghuni. Di pagi hari, penghuni tetap disarankan membuka jendela dan pintu untuk menjamin ketersediaan sinar matahari dan udara segar masuk menghangatkan ruang dan menggantikan udara pengap dalam rumah.

Rumah mungil akan lebih nyaman jika masalah ketersediaan dan kualitas air bersih yang diperoleh dari PAM, pompa tangan, atau pompa mesin diperhatikan dengan baik, apalagi jika terjadi kesulitan air bersih di musim kemarau. Lalu, bagaimana sistem pengelolaan sampah juga perlu dipelajari dengan cermat, apakah dikelola sendiri (daur ulang) atau disediakan tempat penampungan sementara.

Kini, Anda pun dapat menikmati rumah mungil yang indah, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan.

NIRWONO JOGA Arsitek Lansekap

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi