Rabu, 28 Mei 2008

Bahan Bangunan Melonjak Signifikan

Bahan Bangunan Melonjak Signifikan
Laporan: Sandy Ferdiana

Bandung-RoL -- Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah bahan bangunan di Kota Bandung, melonjak signifikan. Hasil pantauan Republika, kenaikan harga bahan bangunan tersebut berkisar 100 hingga 130 persen.

Kenaikan yang sanbat signifikan terjadi pada harga paku dan besi beton. Sebelum harga BBM naik, harga paku dengan berbagai ukuran hanya Rp 6 ribu per kilogram. Saat ini, harga paku melonjak hingga Rp 16 ribu per kilogram.

Sementara harga besi beton ukuran enam mili meter (MM) naik dari Rp 11 ribu menjadi Rp 22 ribu per batang. Begitu pun dengan harga semen mengalami kenaikan hingga Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per kilogramnya.

Harga batu bata pun naik dari Rp 320 menjadi Rp 350 per buah. ''Yang membuat mahal karena biaya transportasinya,'' ujar pemilik toko bahan bangunan di Komplek Cijambe, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Asep Setiawan kepada Republika, Rabu (28/5).

Asep menjelaskan, dengan harga bahan bangunan saat ini, kebanyakan konsumen memilih bahan bangunan dengan merek termurah. Melihat klpermintaan pasar demikian, maka pihaknya memperbanyak bahan bangunan dengan merek termurah.

Kenaikan harga BBM tersebut memicu Gubernur Jabar, Danny Setiawan untuk merombak wajah APBD Jabar. Dana pembangunan senilai Rp 1,3 triiun pada APBD Jabar 2008, tentu tidak layak untuk menjalankan sekitar 90 item proyek.

Saat ini, pihaknya sedang menginventarisasi proyek yang dinilai tidak terlalu prioritas. Menurut Danny, setiap alokasi dana yang dinilai tidak terlalu prioirtas, akan dipangkas. ''Dengan kenaikan BBM ini, wajah APBD akan disesuaikan,'' ujar Danny di Gedung Sate, Bandung, Jumat (28/5).

Ketua Harian Pangar DPRD Jabar, HM Qudrat Iswara, menuturkan, seluruh kegiatan pembangunan yang terakomodasi dalam APBD 2008, masih mengacu pada asumsi harga minyak dunia 67 dolar AS per barel. Karena memang, lanjut dia, pengalokasian dana pembangunan itu dilakukan akhir tahun lalu.

Tahun ini, imbuh dia, harga minyak dunia sudah menembus angka 120 dolar AS per barel. Artinya, papar Iswara, dipastikan kebutuhan dana operasional untuk pengerjaan proyek pembangunan akan naik. ''Informasinya, Juni nanti kenaikan harga BBM mencapai 30 persen,'' ujarnya, Rabu (28/5).

Iswara menjelaskan, bila APBD tidak disesuaikan, dikhawatirkan terjadi stagnasi dan penurunan kualitas pembangunan. Untuk itu, pihaknya berharap pengalokasian dana pembangunan pada APBD perubahan 2008, mengacu pada harga BBM terbaru.

Pihaknya pun mendesak pemerintah pusat segera menginformasi harga BBM terbaru. Informasi nilai kenaikan harga BBM, papar Iswara, akan dijadikan acuan bagi Pangar dan Pemprov Jabar untuk mengubah APBD 2008. Bisa jadi, tegas dia, dalam wajah APBD perubahan 2008, akan banyak pengalokasian dana yang dihapus.



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar