Senin, 04 Februari 2008

Bersantai di Lantai Atas

Bersantai di Lantai Atas
Agustus 31, 2007

Jika anda mempunyai ruang lebih di lantai atas, jangan dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Anda dapat melirik salah satu cara untuk memanfaatkannya secara optimal.

Buatlah teras rumah di lantai atas (balkon), selain dapat mengakomodir kebutuhan ruang yang berhubungan langsung dengan alam, teras atas juga bisa menjadi tempat sangat pribadi bagi pemilik yang ingin menikmati suasana sore hari tanpa ada gangguan dari tetangga atau pun orang yang lalu lalang di depan rumah.

Teras di lantai atas bisa terletak di depan atau di bagian belakang tergantung keinginan dan arsitektur rumah. Bila memungkinkan, teras atas yang terletak di belakang rumah akan lebih baik untuk menjaga privacy pemiliknya, Namun jika harus terletak di depan rumah pun, tak jadi masalah asalkan pemilik kreatif membuat suasana teras atas menjadi asri.

Idealnya, kata konsultan rumah, Taka Wong, teras di lantai atas memiliki tempat duduk meja kecil dan pagar pembatas yang disesuaikan dengan arsitektur rumah.

Teras yang terletak di depan misalnya, di bagian samping bisa ditanami tumbuhan peneduh yang merambat. Ini dapat digunakan untuk meminimalisir matahari yang masuk secara langsung. Jika pemilik ingin nuansa alam di terasnya, gunakan papan kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar 20 sentimeter yang padat dan bertekstur lembut. Sekelilingnya padat ditanami bunga-bunga kecil dan berdaun banyak dan juga palem yang tahan sinar matahari langsung. Disarankan tanaman di teras atas menggunakan pot, sehingga mudah dirawat dan dapat dipindahkan terlebih dahulu ketika hendak disiram.

Sementara untuk kursi, dapat dipilih kursi kayu yang memiliki sandaran sedikit melengkung, sehingga orang yang duduk dapat sedikit santai. Meja bundar kayu, dikelilingi empat kursi yang cukup untuk satu keluarga.

Yang terpenting dari teras di lantai atas adalah struktur atap di atasnya. Disarankan jika terasnya memiliki ukuran yang sempit maka atap harus menutupi semua ruang teras di bawahnya. Ini berguna agar pemilik masih bisa menikmati suasana teras meskipun hujan turun. Sementara jika terasnya luas, maka atapnya bisa hanya setengah dari teras tersebut. Dengan begitu pemilik dapat menikmati suasananya di saat hari cerah maupun hujan.

Bahan atapnya pun bervariasi sesuai keinginan pemilik, bisa menggunakan fiber atau genting. Fiber yang transparan bisa membuat teras di bawahnya menjadi terang, sementara genting bisa membuat teduh. Fiber juga bisa menjadi teduh jika pada teras itu terdapat tanaman merambat yang bisa tumbuh di bawah fiber. Dengan begitu ada kesan alami dari masuknya matahari yang tertangkap dahulu oleh tanaman.

Jika atap teras menggunakan kayu, Taka menyarankan agar bentuk kuda-kuda atap berbentuk kerucut dan sedikit landai. Ini berguna untuk menahan air hujan yang turun tidak jatuh secara frontal, dan tidak membasahi pinggiran teras.

Jika melihat kecenderungan rumah diperkotaan, teras lantai atas yang sempit sering digunakan untuk ruang menjemur pakaian dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan terkadang teras dilindungi pagar besi yang rapat, hingga berkesan seperti rumah penjara. Untuk itu mulai sekarang cobalah merubah teras yang terabaikan di rumah Anda menjadi ruang pribadi untuk keluarga berkumpul. Meski hanya diisi oleh dua pot bunga dan dua kursi, itu cukup untuk bersantai dan melepas lelah sehabis bekerja, atau mengo-brol santai dengan keluarga. batubata.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rumah Minimalis ala Indonesia

Rumah Minimalis ala Indonesia
Agustus 31, 2007

TREN arsitektur di Sulsel saat ini cenderung melirik kembali gaya rumah minimalis. Bahkan lebih spesifik, minimalis ala Indonesia. Rumah Minimalis ala Indonesia
Bagaimana model minimalis ala Indonesia? Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia Sulsel, Ir Muaz Yahya mengungkapkan, gaya minimalis Indonesia itu cenderung bergaya tropis, tetapi tetap mempertahankan gaya minimalis.

Gaya minimalis dapat dipetakan dalam dua kelompok, yakni gaya minimalis yang diusung masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan masyarakat ekonomi ke atas.

Ekonomi ke bawah, kata Muaz, memilih rumah dengan gaya minimalis dengan tujuan penghematan pada faktor biaya, dengan menonjolkan clean arsitektur tanpa ornamen-ornamen yang menambah pembengkakan biaya.

Sedangkan masyarakat menengah ke atas, desain minimalis tetap mengusung clean arsitektur dengan tetap membatasi ornamen-ornamen. Hanya saja, rumah minimalis kalangan menengah ke atas lebih mengutamakan kualitas. “Jadi walaupun terlihat sederhana, namun tinggi biayanya,” katanya.

Menurut Muaz, kecenderungan dunia properti saat ini, akan lebih diutamakan pada gaya minimalis. Alasannya, nilai praktis dan sederhana yang ditawarkan gaya minimalis mendapat perhatian cukup tinggi, di tengah merangkaknya bahan baku bangunan saat ini.

Adopsi dari Eropa

RUMAH dengan gaya minimalis pada dasarnya berasal dari Eropa yang diadopsi masuk ke Indonesia. Hanya, gaya minimalis Eropa, lebih berbentuk kubus, tanpa menggunakan atap. Ia juga simple dan praktis tanpa sekat-sekat.

Awalnya, menurut Muaz, kalangan arsitektur melihat gaya tersebut di tengah krisis moneter melanda Indonesia. Kalangan arsitek kemudian mensiasatinya agar kebutuhan perumahaan tetap terpenuhi.

Alhasil, gaya minimalis di usung ke Indonesia, dengan menambah sedikit gaya Tropis. “Karena kita gaya Tropis, maka rumah minimalis di Indonesia, tetap berbentuk kubus tapi ditambah atap segitiga di atasnya yang berfungsi sebagai arus aliran hujan,” kata Muaz.

Rumah minimalis akhirnya menjadi tren dan diminati semua kalangan. Bahkan justru secara tidak sengaja menjadi tren. Maklum, rumah bergaya minimalis lebih mudah perawatannya dan praktis untuk dibersihkan.

Minimalis Lebih Multifungsi

KONSEP rumah minimalis lebih multifungsi. Desain rumah minimalis lebih pada rumah tanpa sekat. Sehingga, suatu ruangan dapat dengan mudah untuk difungsikan berdasarkan selera pemiliknya.
Rumah minimalis sudah meninggalkan ornamen-ornamen karena cenderung mahal dan merepotkan. Karena pada dasarnya konsep minimalis lebih menawarkan kenyamanan, dan praktis dalam perawatannya.
Menurut Muaz, saat ini tidak hanya rumah yang ideal bergaya minimalis, kantorpun sangat memungkinan untuk bergaya minimalis. Sebab gaya minimalis, lanjut Muaz, dapat didesain pada rumah atau ruangan dengan tipe apa saja.
“Minimalis itu cocok untuk semua tipe rumah,” katanya.
Di Makassar, konsep rumah minimalis cukup banyak ditemukan. Seperti yang dikembangkan di kawasan Panakkukang sebagai konsep town house.
Perkembangan tersebut, kata Muaz, mengisyaratkan apresiasi arsitektur Sulsel yang tinggi terhadap tren rumah.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti
Agustus 31, 2007

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Kumala Iman Dina

Hampir semua media cetak pada akhir pekan lalu memuat iklan tentang penjualan dan penyewaan properti hunian, baik rumah maupun apartemen. Pengembang bisnis properti berlomba-lomba menarik konsumen dengan berbagai cara, mulai dari bermain kata-kata pada iklannya hingga menggelar berbagai acara meriah di lokasi tertentu.

Promosi memang terus dilakukan. Bahkan, sewaktu banjir terjadi pada awal 2007, iklan properti berubah dengan janji-janji “permukiman bebas banjir” lewat berbagai media promosi, mulai dari selebaran, brosur, spanduk, hingga iklan di media elektronik.

Padahal, konsep iklan sebelumnya adalah menjual reputasi pengembangnya, kemewahan desain bangunan, fasilitas umum, keadaan lingkungan, keamanan, fasilitas kredit, sampai harga yang terjangkau. Belakangan, setelah banjir, konsep lama itu tak terlalu penting lagi.

Banjir bagi para pengembang bisnis properti jelas suatu hantaman, sekaligus tantangan untuk memperbaiki strategi promosi pemasaran dan segala infrastruktur yang ada, demi mendapatkan kepercayaan dan kepuasan konsumennya.

Lalu, bagaimana dari sisi konsumen properti? Sebelum memutuskan menyewa atau membeli suatu properti yang menjadi hunian impian, ada baiknya konsumen tidak cepat larut oleh janji-janji yang diberikan pengembang.

Teliti dan cermati dahulu apa yang menjadi kebutuhan dan kemampuan finansial. Selain itu, tentu urusan force majeure mulai sekarang harus dijadikan pertimbangan penting dalam memilih properti hunian masa depan. Mengingat banjir tidak hanya datang lima tahunan seperti yang diprediksi, tetapi sudah mengunjungi kita tanpa mengenal waktu.

Dari sisi kebutuhan, misalnya, para lajang dan pasangan muda yang memiliki tingkat mobilitas tinggi biasanya lebih memilih sebuah hunian di tengah kota yang mempunyai fasilitas cukup nyaman dan suasana aman. Kelompok ini menjadikan apartemen sebagai pilihan yang pas.

Pergi pagi dan pulang malam merupakan aktivitas keseharian para pekerja muda. Kebanyakan dari mereka memerlukan waktu singkat, akses yang cepat dan aman untuk menunjang aktivitas. Karena itu, tak heran jika faktor lokasi hunian menjadi pertimbangan utama.

Lingkungan segar

Pipit Mariana, seorang ibu satu anak sekaligus karyawan swasta di Jakarta Selatan contohnya. Perempuan ini mengaku selalu punya keinginan untuk memiliki rumah. Namun, dengan lalu lintas Jakarta yang selalu macet, membeli apartemen di tengah kota jadi pilihan. Dia mengaku tidak akan punya waktu untuk keluarga kalau tinggal terlalu jauh dari tempat kerja.

Lain lagi dengan pendapat Yuyun Indradi, seorang aktivis lingkungan yang lebih memilih rumah hunian di kawasan Bogor, Jawa Barat. Alasan dia, tingkat hunian yang padat dan polusi udara yang tinggi bisa membuat mood kerja seseorang menurun dan stres meningkat.

Oleh karena itu, Yuyun berpendapat, ruang hijau, keasrian, dan kesegaran lingkungan yang alami lebih menjadi faktor utama dalam memilih tempat hunian sebagai investasi bagi kesehatan. Dia mengibaratkan memilih hunian di tempat yang asri sebagai keputusan “menyelam sambil minum air”. Selain bisa memiliki rumah sendiri jika cicilannya kelar, tubuh juga akan tetap sehat saat tua nanti.

Ia menerangkan bahwa dengan fasilitas kendaraan umum yang lumayan, seperti kereta api dan akses jalan tol yang cukup lancar, tak membuat mobilitas aktivitasnya terhambat. Jadi, tidak ada alasan baginya untuk melirik apartemen tengah kota yang kini telah banyak menambahkan fasilitas ruang hijau buatan untuk menarik minat beli konsumen.

Hanya saja, lokasi tempat tinggal di tengah kota masih menjadi pilihan utama bagi sebagian orang, termasuk Pipit. Selain dapat menghemat waktu dan tenaga, dia pun dapat menabung untuk membeli rumah idamannya kelak. Walau mengutamakan lokasi hunian tengah kota, sebenarnya apartemen bukanlah menjadi pilihan utama.

Sebuah rumah, meskipun berhalaman kecil, jauh lebih bagus untuk perkembangan psikologis seorang anak dibandingkan dengan apartemen mewah yang dibatasi dinding-dinding tembok.

Kocek dan kebutuhan

Melihat pertimbangan Pipit, boleh disimpulkan bahwa luas ukuran sebuah hunian di pinggiran kota bukan jaminan kaum muda menjatuhkan pilihan mereka. Mereka akan lebih memilih menyewa atau membeli sebuah rumah atau apartemen/kondominium berukuran studio yang terletak di tengah kota dengan harga sesuai kocek dan kebutuhan.

Terlebih sekarang ini bisnis properti hunian bukan saja mainan para pengembang properti grup besar. Sudah banyak alternatif hunian yang ditawarkan para pebisnis baru, bahkan individual. Bangunan baru di atas tanah tak terlalu luas dan bermodel ala apartemen banyak didirikan di beberapa lokasi strategis kota.

Ruang kamar yang difasilitasi mirip dengan sebuah apartemen ditawarkan dengan harga sewa yang jauh lebih murah dibandingkan apartemen sungguhan. Konsumen yang banyak meminati tawaran ini adalah para karyawan kelas menengah maupun mahasiswa. Hunian seperti ini disebut in-dekost.

Bagi konsumen sendiri, hal ini sangat menyenangkan dan menjadi alternatif yang lain. Tinggal pilih yang mana. Mengutamakan fungsi dan fasilitas yang diterima, prestise (gengsi), atau gabungan keduanya yang tentu saja harus sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Justru di sinilah timbul persaingan pasar yang membuat bisnis properti hunian menjadi semarak.

Ingin memiliki hak kepemilikan properti dalam batas waktu tertentu dengan cara menyewa atau memiliki hak penuh atas kepemilikan rumah/apartemen tersebut. Tentu saja sekarang telah banyak pilihan. Jangan sampai kita berinvestasi dengan cara yang salah. Lihat dan cermati kemampuan dan kebutuhan sekarang serta di masa mendatang.

Banyak konsumen properti yang sering salah berinvestasi. Mereka hanya latah membeli hunian tanpa mencermati kebutuhan dan berprediksi (forecasting) ke depan.

Suatu investasi yang telah dikeluarkan sekarang belum tentu menguntungkan jika properti yang dibeli tidak dihuni. Biaya perawatan yang harus dikeluarkan dapat menjadi beban tambahan bagi sang konsumen. Belum lagi penyusutan nilai buku dan ausnya bangunan.

Karena itu, kembalikan lagi pada tujuan utama dan kebutuhan kita sebagai konsumen. Ingat, apa tujuan awal memilih sebuah tempat tinggal hunian.

Untuk berinvestasikah atau hanya untuk dinikmati masa sekarang dalam jangka pendek? Toh, fasilitas perbankan sudah banyak yang mendukung kemudahan kredit untuk mewujudkan impian memiliki rumah melalui sistem kredit lunak atau kredit pemilikan rumah/apartemen).

Kumala Iman Dina Pemerhati Properti. Kompas


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 03 Februari 2008

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

Keserasian Gaya Klasik-Kontemporer

PERPADUAN dua gaya arsitektur klasik dan kontemporer tampak selaras pada hunian Presiden Direktur PT Guido M.L Hendrik. Bagaimana bentuknya?

Rumah bergaya klasik merupakan idaman Hendrik sejak lama. Namun, gaya kontemporer juga menjadi favoritnya. Akhirnya untuk mewujudkan hunian idamannya itu, pengusaha muda ini menggabungkan dua gaya tersebut. Jadilah konsep rumah klasik kontemporer yang cantik dan nyaman.

Di lahan seluas 980 meter persegi ini, Hendrik yang akrab disapa Abeng mendesain rumahnya. Guna mendapatkan kenyamanan akses yang tak jauh dari pintu tol, dia sengaja mencari lokasi dekat jalan raya utama di Cikarang Selatan. Namun, agar tak terganggu dengan kebisingan jalan, Abeng memilih tanah yang letaknya sedikit menjauh dari Jalan Raya Industri Tegal Gede.

"Membuat suasana nyaman dekat jalan raya, tapi tidak berisik. Jadi dari jalan raya harus melalui jalan sepanjang kurang lebih 25 meter untuk bisa mencapai rumah induk," sebut bapak satu anak ini.

Agar suasana asri bisa didapat, akses lokasi rumah dihias dengan taman dan dibatasi dua pagar yang berbeda. Di area depan rumah,sebuah bangunan dengan lebar 22 meter persegi berdiri kokoh dan memiliki level ketinggian yang berbeda. Hendrik sengaja membuat pintu masuk menuju ruang tamu lebih tinggi agar rumah tersebut bisa terlihat anggun dan juga untuk menghormati tamu.

Sebelum masuk ke dalam rumah,Abeng terlebih dahulu menunjukkan lahan kebun dan tempat bermain bulutangkis di sebelah kanan rumah. "Kebun ini akan dibangun lagi satu rumah yang terpisah dengan rumah induk," ujar pengusaha di bidang sipil kontraktor ini . Lahan tersebut akan diisi oleh tiga rumah yang terpisah. Tampak sebuah rumah di sudut,tetapi sementara ini digunakan untuk kantor mertua Abeng.

Adapun dari pintu masuk tersebut bisa disimpulkan kalau rumah ini bergaya kontemporer. Fasad bangunannya bergaya modern tropis dengan penggunaan kaca melengkung di beberapa bukaan berukuran besar. Namun, jika diperhatikan, ada beberapa aksen klasik yang ditambahkan pada area depan ini.

Gaya klasik semakin kuat saat melihat tatanan interior pada ruang tamu yang menggunakan satu set kursi gaya Victorian lengkap dengan gorden yang juga bergaya klasik. Sedikit berjalan lebih ke dalam, akan ditemukan grandfather's clock, khas gaya rumah klasik.

Ketinggian di area ini berbeda dengan ruang tamu, begitu juga ketika menginjak area di sebelah barat rumah bertingkat dua tersebut.

Sebelah barat rumah Abeng merupakan area privasi, sedangkan bagian timur merupakan area publik. Namun, sebelum menjelajah bagian timur, SINDO terlebih dahulu mengeksplorasi bagian barat yang jadi inti rumah.

Hal unik tampak di ruangan ini. Sebuah tangga yang tidak lazim didesain sebagai akses menuju lantai dua. Tangga tersebut satu arah namun berliku-liku mengikuti kontur dinding ruangan tersebut. Tampak panjang dan landai, juga klasik dengan railing kayu.Area void ini juga memiliki sebuah furnitur minibar dan sebuah lemari penyimpan koleksi milik keluarga.

Semakin ke dalam, akan ditemukan ruang keluarga lengkap dengan kursi bergaya Victorian. Penataan kursi sengaja dirapatkan ke dinding agar lebih leluasa dan jadi tempat bermain anak. "Dari sini bisa mengakses ke kamar anak, kamar tidur, toilet, ruang makan, dan dapur kering," sebut suami Nurlina sambil menyalakan sebuah televisi berlayar lebar. Ruang keluarga ini diterangi bukaan kaca melengkung yang tadi terlihat dari luar rumah, juga menerangi kamar tidur.

Dapur kering yang disebut Abeng tadi tidak terlalu besar karena terbagi dengan satu set meja makan.Selain itu, pendiri klub mobil Generation of Territory (G.O.T) ini mengatakan area tersebut termasuk jarang dipakai. "Paling kalau ada tamu saja," ujar pria kelahiran 4 Juni 1981 ini singkat.Sumber Okezone

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Eksotika Taman Jepang

Eksotika Taman Jepang


SEDERHANA namun kaya unsur alam,salah satu ciri khas yang melekat pada konsep taman bergaya Jepang. Anda pun bisa mengaplikasikannya di rumah. Bagaimana bentuknya?

Penataan sebuah taman pada hunian sangat penting. Salah satunya adalah menentukan konsep taman yang sesuai dengan konsep bangunan rumah. Dengan demikian, desain yang holistik pada bangunan utama sampai pada tamannya bisa Anda miliki.

Taman jepang sesuai dengan namanya diadopsi dari gaya taman yang biasa ada di halaman rumah orang Jepang. Desain lanskapnya yang sederhana membuat siapa pun mampu mengadopsi taman jepang ini ke dalam area tempat tinggalnya. Walau memang di tempat asalnya, taman ini berada di area subtropis.

"Mengingat letak geografis Jepang, sebenarnya taman jepang ini kurang pas disebut taman tropis karena Jepang sendiri terletak di kawasan subtropis," sebut arsitek lanskap Immanuel Purba.

Indonesia yang berada di garis khatulistiwa tak terlalu bermasalah bila ingin mengonsepkan sebuah taman pada hunian. Jadi, taman jepang ini pun sah-sah saja Anda pilih sebagai konsep taman rumah Anda. Justru dengan adanya lahan hijau dalam rumah, akan berguna untuk daerah resapan air selain menjadi area estetis.

Menurut arsitek lanskap Widjatmiko Heru, ciri taman bergaya Jepang dapat dilihat dari tanamannya. "Biasanya tanaman di taman bergaya Jepang bentuknya tertata rapi karena sengaja dipangkas.

"Selain tertata rapi, tanaman yang menghiasi taman jepang tidak rimbun seperti tanaman di taman tropis. Kalaupun ada, lagi-lagi dibentuk bulat atau dibonsai," kata Widjatmiko yang menjabat sebagai direktur PT Agla Pradipta Tama.

"Taman Jepang itu cenderung simpel dan kesan yang tampak adalah tenang," papar Immanuel yang biasa disapa Iman dari Alaminti Stonesia.

Di negara asalnya, orang Jepang merancang tamannya ini seperti menggambarkan alam itu sendiri. Hal ini sangat berkaitan dengan filosofi Zen yang sangat mementingkan keseimbangan dan pendekatan pada alam.

Elemen alam berupa air menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari taman bergaya Jepang. "Ciri lainnya yaitu taman ini lebih bermain dengan unsur air karena terdapat pengaruh dari kepercayaan pada filosofi Zen itu sendiri," kata Iman, alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Unsur minimalis juga melekat pada taman jepang. Dengan tanaman yang tidak terlalu rimbun membuat taman bergaya jepang terlihat simpel dan bersih. Jarang ada tanaman yang dibiarkan tumbuh liar karena selalu dipangkas dan dibentuk.

Materi keras (hardscape) pada taman jepang diisi oleh batu-batuan, koral, kerikil, dan pasir. Ornamen bergaya Jepang memang tak jauh dari unsur batu dan kayu. "Di taman jepang bisa dipasang stone lamp, kolam ikan, atau air mancur," kata Widjatmiko, arsitek yang sudah bekerja di PT Agla Pradipta Tama sejak 1994.

Ornamen taman lain pun bisa Anda pilih untuk melengkapi Taman Jepang Anda.Namun, penempatannya harus tetap diperhatikan dan jangan sampai berbagai macam ornamen dipasang semua di area taman. Cukup satu atau dua macam tanpa mengurangi kesan sederhana pada Taman Jepang ini.

"Kehadiran gazebo dengan desain khas Jepang, jembatan kecil di atas kolam, jalan-jalan setapak, atau ornamen taman lain yang berbahan material bambu mampu menambah nilai estetis taman jepang Anda," ujar Iman.

Menurut dia, lebih bagus kalau elemen air ini dihadirkan dalam bentuk air mancur yang keluar dari pipa bambu. Air mengalir ke bebatuan, lalu mengalir tenang ke kolam ikan. Elemen air inilah yang tak bisa dipisahkan dari sebuah taman sehingga membuat suasana damai, nyaman, dan mampu merasakan senyapnya alam. Sumber: Okezone

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kaca Air, Segar dan Romantis

Kaca Air, Segar dan Romantis

Kaca air bisa menjadi alternatif yang tepat dalam menata ruang di rumah Anda agar tampil berbeda. Tak seperti aksesori interior pada umumnya, kaca air dapat menciptakan kesan eksklusif karena aksesori tersebut masih jarang dipasang dalam hunian.

Kaca air memang belum akrab terdengar. Namun, Anda pasti sudah pernah melihatnya ketika berada di mal atau tempat komersial lainnya. Biasanya aksesori interior ini terdapat di restoran, salon, dan berbagai tempat umum yang sengaja dipasang untuk memperindah interior ruangannya.

Namun, kaca air ini tentu tak ada salahnya jika ada dalam sebuah hunian. Anda juga dapat memasang kaca air dalam ruangan di rumah Anda sendiri. Kaca air yang terdiri atas bahan material kaca dan unsur air justru memberikan efek dan kegunaan tersendiri sebagai penyegar dan penghias ruangan. Aksesori ruangan yang disebut kaca air atau tirai air ini merupakan salah satu varian hiasan dengan unsur air (water feature).

Kaca air ini dapat Anda pilih sebagai elemen interior. Bentuknya berupa air yang mengalir melewati permukaan melalui media berupa senar berbahan khusus yang dinamakan curtain lace. Dengan bentuk tersebut, kaca air memang terlihat seperti tirai dari air. Ukuran tebal senar tergantung dari tinggi kaca air. Tebalnya senar akan menentukan ketinggian kaca air. Jika terlalu tinggi, cukup memakai benang yang halus saja.

Anda tak perlu khawatir soal ini karena memang ada penyuplai khusus untuk mengerjakan curtain lace ini. Bahan material kaca dan unsur air yang menjadi bagian penting dari kaca air ini memiliki karakteristiknya tersendiri. Karakter kaca sebagai elemen interior mampu memberikan efek visual ruangan terlihat lebih luas karena transparan.

Adapun unsur air yang menjadi aksen kaca air memiliki karakter penting. Air mampu membuat ruangan di sekitarnya menjadi lebih hidup sekaligus tenang ketika mendengar suara gemericik air. "Secara psikologis, mendengar gemericik air akan membuat perasaan menjadi tenang," ujar desainer interior Dwo D Noviantoro.

Bila kedua elemen itu digabung, tentu saja akan menghasilkan efek yang spesial. Kesegaran alam dan kesan visual ruangan yang lapang sangat menguntungkan untuk membuat Anda merasa nyaman dan betah di rumah sendiri. Selain menjadi penghias ruangan, kaca air juga memiliki peran lain. "Kaca air yang terdiri atas kaca memang memiliki konsep pembatas ruang yang transparan. Karena itu orang bisa melihat ruangan di balik kaca itu," sebut Dwi dari Oranye Design.

Adapun kaca yang difungsikan sebagai pembatas ruangan (barrier) akan menciptakan trik visual dua ruangan yang dipisah tampak seperti menjadi satu. Walau banyak kelebihannya, aksesori interior ini tetap harus diperhatikan penataan dan pemeliharaannya.

"Terutama kelembapan udara, pompa yang digerakkan tenaga listrik, dan kebersihan area di sekitarnya," tutur Dwi. Kelembapan udara di ruang yang dipasang kaca air akan menjadi rendah kalau volume airnya sedikit. Besar kecil volumenya air juga dipengaruhi bidang kaca yang menjadi tempat aliran air. Kebersihan area sekitar kaca air jelas patut dipelihara karena akan memengaruhi keindahannya.

"Jangan sampai saat kaca air (water curtain) di posisi tidak nyala (off), air yang tidak mengalir akan menggenang dan menjadi sarang jentik nyamuk," kata desainer interior Rani Anggraeni dari Adaide. Selain menjaga kebersihan air, kaca aliran air juga harus tetap mengkilap. Caranya dengan rajin dilap dengan kain kering saat kaca air tidak nyala. Biasanya bercak-bercak air bekas aliran air akan menempel menjadi noda-noda tipis sehingga kaca tampak kusam. Nah bagaimana? Anda tertarik mengaplikasikannya di rumah? sumber: Okezone


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Rumah Tinggal

Arsitek Rumah Tinggal

arsitek rumah tinggal

arsitek bangunan rumah

arsitek jakarta

arsitek minimalis

arsitek rumah

arsitektur rumah

arsitek interior

arsitek modern

bangun rumah

biro arsitek

contoh rumah

denah rumah

desain rumah

design rumah

gambar rumah

interior rumah

jasa arsitek

renovasi rumah

Rumah Jakarta

Rumah Minimalis

rumah idaman


 




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi