Jumat, 08 Februari 2008

Menata Teras Rumah

Menata Teras Rumah

Arsitek Rumah Minimalis

Teras rumah merupakan bagian luar dari bangunan rumah. Kehadirannya merupakan satu kesatuan dari seluruh bentuk rumah. Maka, bentuknya pun harus dibuat sedemikian indah karena mencerminkan keindahan rumah secara utuh. Sebagai ruang perantara lingkungan dalam dan luar rumah, karakter teras sama dengan karakter ruang dalam.

Ada dua jenis teras, yaitu depan dan belakang. Teras depan sebagai tempat untuk menyambut tamu karena itu bentuknya ditekankan sisi estetisnya. Sementara teras belakang bersifat privat sehingga bentuknya dibuat untuk menampung kegiatan keluarga atau menyalurkan hobi seperti melukis, membaca koran, minum the di sore hari, atau bercengkaram dengan keluarga.

Di teras depan, seseorang sering menerima tamu yang berkunjung. Karena itu, bagian ini menjadi sangat penting dan perlu ditata agar tampak lebih indah dan cantik.

Luas teras bervariasi tergantung luas rumah secara keseluruhan. Jika rumah luas dan memiliki sisa tanah yang cukup, maka biasanya ruang untuk teras juga cukup luas.

Teras bisa berbentuk ruangan setengah terbuka, atau ruang datar yang luasnya 1x2 m2 yang hanya berisi beberapa kursi. Luas dan bentuk teras sangat tergantung kebutuhan dan kebiasaan pemilik rumah. Yang jelas, karena fungsinya penting bagi sebuah rumah maka teras perlu penataan indah dan cantik.

Untuk menata teras, perlu diperhatikan beberapa hal:

1. Agar lebih nyaman dan indah, material untuk teras seperti lantai, dinding, maupun plafonnya sebaiknya berbeda dari ruangan lain. Untuk lantai, pilihlah bahan yang tidak licin karena berada di luar rumah dan sering terkena hujan. Materialnya bisa dari kayu, keramik, atau batu alam.

2. Jika teras tidak terlalu luas, maka pemilihan furnitur dan perabot pendukung perlu diperhatikan. Pilihlah furnitur yang tidak terlalu besar ukurannya. Kalau furniturnya besar ruang semakin sempit.

3. Jika aktivitas di dalam rumah tidak terlalu padat, teras bisa ditata dengan corak yang sederhana. Tatanan seperti ini lebih cocok dengan situasi rumah dibanding penataan yang kompleks dan rumit.

4. Jika ukuran teras luas, penataannya bisa dengan gaya yang atraktif. Misal dengan gaya tropikal, natural, atau komposisi padat. Beberapa gaya ini bisa meminimalkan kesan kaku yang biasanya tampil di rumah.

5. Jika Anda hobi mengoleksi berbagai benda antik atau barang seni, tidak ada salahnya untuk memajang benda-benda tersebut di teras rumah. Selain untuk memperindah, hal itu juga bisa memperlihatkan karakter pemilik rumah.

Selain di depan dan belakang, teras juga bisa dibangun di samping rumah jika memang ada lahan yang tersisa. Di mana pun letaknya, teras perlu ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik dan indah. Kesan indah pada teras bisa mempengaruhi kesan rumah secara keseluruhan.

(jar/dari berbagai sumber ) Republika


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Menempati Rumah Tusuk Sate

Menempati Rumah Tusuk Sate

Jasa Renovasi Rumah

Siapa pun pasti ingin memiliki rumah sendiri. Ada banyak pertimbangan ketika orang hendak memilih rumah. Salah satunya adalah lokasi. Tentu pilihannya jatuh pada rumah dengan lokasi strategis agar memudahkan beraktivitas. Dalam jangka panjang rumah ini akan mendatangkan peluang investasi yang bagus.

Bagaimana dengan rumah yang posisinya tusuk sate? Kebanyakan orang akan menggeleng jika ditawari rumah tersebut. Mayoritas masyarakat menyakini rumah tusuk sate kurang bagus peruntungannya. Para penganut feng shui juga menyakini rumah tusuk sate kurang mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya.

Bisa dipahami, posisi tusuk sate memang bisa mendatangkan efek negatif. Misalnya, rumah akan berisiko ditabrak oleh kendaraan yang melaju kencang. Dari sisi kesehatan, penghuni juga akan ikut terpengaruh sebab angin dan debu dari kendaraan yang lewat di depan rumah akan mudah masuk.

Di malam hari sorot lampu dari mobil atau motor, yang hendak menuju samping kiri atau kanan rumah posisi tusuk sate tersebut, akan menganggu penghuni rumah. Lama-lama sorotan ini membuat tidak nyaman penghuni rumah.

Begitulah, rumah tusuk sate menjadi kurang diminati. Jika letaknya di kompleks perumahan, rumah ini akan menjadi pilihan terakhir yang dilirik oleh konsumen. Harganya biasanya akan lebih murah jika dibandingkan rumah lainnya. Belum lagi terpaan angin akan lebih banyak ketimbang rumah bukan tusuk sate.

Sebenarnya rumah tusuk sate tetap bisa menguntungkan kalau kita bisa menyiasatinya. Jika dipakai untuk usaha, misalnya, posisinya malah mudah dilihat dan ditemukan.

Jika terlanjur membeli rumah tusuk sate, ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan agar nyaman ditinggali:

1. Ubahlah arah pintu rumah. Jika pada awalnya pintu menghadap ke jalan, pindahkan ke posisi sebelah kiri atau kanan. Dengan demikian debu atau angin yang masuk ke rumah tidak sebanyak bila pintu menghadap jalan tusuk sate.

2. Tanamlah tumbuhan yang berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari bahaya diterobos kendaraan. Misalnya, tanaman bambu kecil. Tanaman ini akan bergerak elastis jika ada angin kencang yang datang dari depan rumah sehingga angin yang masuk ke rumah tidak akan terlalu kencang.

3. Pasanglah cermin di depan rumah. Cermin ini berfungsi sebagai peringatan bagi kendaraan yang lewat di depan rumah agar mengurangi sorot lampunya.

4. Untuk menjaga kesehatan penghuni, sebaiknya tidak memakai ruang depan sebagai ruang tidur. Sebab akan banyak angin dan debu yang masuk sehingga mengganggu kesehatan.

Rumah tusuk sate tidak selamanya merugikan pemiliknya. Jika ditata dengan baik, rumah seperti ini tetap nyaman untuk ditinggali.

( jar/dari berbagai sumber )Republika


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tips Membersihkan Rumah Setelah Banjir

Tips Membersihkan Rumah Setelah Banjir

Biro Arsitek


Banjir besar yang terjadi awal bulan ini telah menggelamkan sebagian besar wilayah Jakarta. Wilayah tetangga, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor juga terkena banjir.

Para ahli mengatakan, banjir besar tersebut merupakan siklus lima tahunan. Jika tidak segera diantisipasi, lima tahun ke depan sangat mungkin banjir besar akan terjadi lagi, dan bahkan mungkin akan lebih besar.

Bagaimanapun banjir mendatangkan problem tersendiri, khususnya bagi orang yang terkena. Rumah dan barang perabotan yang terendam air, apalagi selama beberapa hari, tentu rentan terhadap kerusakan. Belum lagi ancaman penyakit yang muncul pascabanjir.

Yang rumahnya terendam banjir membutuhkan waktu beberapa hari untuk membersihkankan. Lumpur yang tebal dan kotoran lainnya yang menumpuk di dalam rumah harus segera disingkirkan. Furnitur dan perabot rumah lainnya yang kebanjiran juga harus segera dibersihkan.

Membersihkan rumah pascabanjir membutuhkan kehati-hatian, terutama kotoran yang bisa menyebarkan bibit penyakit. Selain itu, perlengkapan untuk membersihkan rumah juga perlu diperhatikan agar bersih-bersih rumah berlangsung dengan baik dan lancar.

Untuk membersihkan rumah pascabanjir ada sejumlah tips berikut ini.

1. Untuk menghindari terjadinya korsleting, sebaiknya aliran listrik dipadamkan terlebih dahulu. Sebab benda-benda yang basah terkena air banjir bisa mengalirkan aliran listrik dan bisa berakibat fatal bagi keselamatan.
2. Pakailah sarung tangan, masker, dan sepatu bot agar kita terhindar dari penyakit. Kotoran, lumpur, dan air yang masuk ke dalam rumah mengandung banyak kuman penyakit.
Selain melengkapi diri dengan alat-alat tersebut, sebaiknya juga menghindari kontak langsung dengan barang-barang yang terkena banjir untuk mencegah masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh.

3. Agar udara segar masuk ke dalam rumah semua ventilasi dan lubang udara sebaiknya dibuka. Biarkan udara pengap dan berbau dalam rumah mengalir ke luar dan digantikan dengan udara baru yang lebih segar. Udara yang masuk juga bisa mencegah timbulnya jamur.

4. Membersihkan sofa dan karpet yang terkena banjir membutuhkan perhatian khusus. Jika memungkinkan, kita bisa menggunakan jasa binatu profesional. Jika tidak, sofa dan karpet harus dilakukan secara hati-hati agar rusak.

5. Semprotkan cairan pembersih kuman (desinfektan) ke seluruh ruangan dalam rumah agar kuman penyakit tidak berkembang biak. Selain itu, cairan desinfektan juga bisa mencegah tumbuhnya jamur.

Membersihkan rumah pascabanjir memang membutuhkan kerja keras. Namun hal itu harus dilakukan secara hati-hati demi keamanan dan keselamatan kita, khususnya dari serangan penyakit.

(jar/dari berbagai sumber )

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 05 Februari 2008

Kos Bergaya Minimalis

Minim, Tetapi Elegan dan Memikat

Kost Bergaya Minimalis. Bangunan bergaya arsitektur minimalis masih menjadi tren di 2008 ini. Tren ini ditangkap pengembang, bahkan pelaku bisnis kos-kosan macam seperti di daerah Cikutra Barat untuk merebut pasar.

Di zaman yang serba praktis, dinamis, dan cepat saat ini, rumah bukanlah sekedar tempat tumpukkan perabot hias dan ornamen berkelas. Sesuai fungsinya, rumah yang ideal harus memberi kenyamanan, keamanan, sekaligus higenis. Esensi inilah yang melahirkan tren minimalis.

Sekretaris Jendral Real Estate Indonesia Teguh Satrio dalam perbincangan, Jumat (4/1) mengungkapkan, tren rumah minimalis yang mewabah sejak 2000-an ini akan terus bertahan di 2008 ini. Dan, masih akan populer dalam beberapa tahun ke depan. Ini tidak terlepas dari pergeseran pola pikir pasar yang lebih mementingkan aspek fungsional dan efisiensi ruang.

Bangunan bergaya interior atau arsitektur minimalis sejatinya menekankan hal-hal yang bersifat esensial atau fungsional. Bentuk-bentuk geometris elementer macam garis, persegi dan kubus, tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Sudut-sudut tegas dan warna netral macam putih dan krem terlihat menonjol. Keindahan atau kemewahan lebih terkesan dari keapikan susunan detail struktur atau arsitektur, bukan dari kerumitan ornamen penyertanya.

Layaknya tren, arsitektur jenis ini tidaklah statis. Fleksibilitas dan kompromistis terhadap aspek geografis, iklim, dan selera, menyebabkan pola arsitektur minimalis yang kini banyak dipakai di Indonesia, tidak lagi murni. Minimalis modern, minimalis tropis, dan minimalis kontemporer, jadi ragam variasi. Pengunaan material batu alam berwarna gelap netral, logam, dan pilar (asal terbatas) pun tidak lagi diharamkan.

”Minimalis tropis misalnya, mengakomodasi atap dan teras dalam struktur. Dalam konsep minimalis yang murni, kan tidaklah dikenal atap,” ucap Syarif Maulana Nuriman dari PT. Putera Papan Seruni, pengembang Buah Batu Regensi. Perumahan ini menyediakan pula kluster-kluster khusus yang berasitektur minimalis modern seharga Rp 300 juta – Rp 1,1 miliar.

Peluang pasar yang menjanjikan dari tren yang terus mewabah ini pun dicermati para pengembang dan pelaku bisnis properti di Bandung. Mereka mengadaptasi gaya ini ke dalam kluster-kluster atau town house yang baru dikembangkan. Selain Buah Batu Regency, ada pula Kota Baru Parahyangan, Metro Regency Margahayu Raya, dan Town House de Bale Pakuan Ciumbuleuit.

Di tempat yang disebut terakhir ini, seluruh rumah bahkan dibuat seragam bergaya minimalis modern. ”Bagaimanapun, kami bertindak berdasar tren pasar. Saat ini, tren minimalis itu kan masih terlihat menjanjikan. Kami berani mengembangkan karena tren jenis ini lebih abadi dan orang tidak cepat bosan,” ucap Indra Susanto dari Manejemen de Bale Pakuan. Tidak main-main, pasar perumahan ini pun ditujukan kepada golongan menengah atas. Harganya dipukul rata, yaitu Rp 2, 42 miliar untuk luas bangunan 350/150. Dan, sudah 95 persen terjual dalam waktu kurang 2 tahun !

Merambah kos

Uniknya, wabah arsitektur minimalis ini tidak hanya menjalar ke bisnis properti, melainkan juga bisnis jasa dan persewaan kamar (kos). Namun, kuncinya tetap satu, merebut pasar. Tengok saja di sebuah bilangan di Cikutra Barat, Kota Bandung. Di sini, terdapat bangunan kos dan salon ”Abelle” yang berasitektur minimalis kontemporer.

Riska Jamilia, salah satu penghuninya, mengatakan, keunikan asrsitektur itulah yang menjadi daya tarik kos itu. Membedakannya dengan kos lainnya. Di tempat itu, ia bisa merasakan ciri khas arsitektur yang tengah naik daun, sesuatu hal yang belum bisa diperolehnya di rumah. Tanpa perlu membeli, bisa menjadi bagian dari simbol identitas gaya hidup kaum urban itu.

Yang menarik, gaya rumah minimalis ternyata identik dengan personasifikasi pemiliknya. Ada tiga makna filosofis desain minimalis yang bisa dikaitkan dengan karakter manusia, yaitu orientasi kualitas, mementingkan esensi, dan menyukai kebersihan.

Teguh Satrio mengungkapkan, karakter personasifikasi macam ini umumnya ditemui pada pria yang tengah mengejar karir. Atau, belum di puncak karir. Golongan inilah yang umumnya memiliki rumah-rumah bergaya minimalis.

Ia menambahkan, ke depan, aspek fungsional akan lebih mendominasi tren arsitektur modern ketimbang seni desain semata. (Yulvianus Harjono)
JAKARTA, KOMPAS -





Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Senin, 04 Februari 2008

Bersantai di Lantai Atas

Bersantai di Lantai Atas
Agustus 31, 2007

Jika anda mempunyai ruang lebih di lantai atas, jangan dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Anda dapat melirik salah satu cara untuk memanfaatkannya secara optimal.

Buatlah teras rumah di lantai atas (balkon), selain dapat mengakomodir kebutuhan ruang yang berhubungan langsung dengan alam, teras atas juga bisa menjadi tempat sangat pribadi bagi pemilik yang ingin menikmati suasana sore hari tanpa ada gangguan dari tetangga atau pun orang yang lalu lalang di depan rumah.

Teras di lantai atas bisa terletak di depan atau di bagian belakang tergantung keinginan dan arsitektur rumah. Bila memungkinkan, teras atas yang terletak di belakang rumah akan lebih baik untuk menjaga privacy pemiliknya, Namun jika harus terletak di depan rumah pun, tak jadi masalah asalkan pemilik kreatif membuat suasana teras atas menjadi asri.

Idealnya, kata konsultan rumah, Taka Wong, teras di lantai atas memiliki tempat duduk meja kecil dan pagar pembatas yang disesuaikan dengan arsitektur rumah.

Teras yang terletak di depan misalnya, di bagian samping bisa ditanami tumbuhan peneduh yang merambat. Ini dapat digunakan untuk meminimalisir matahari yang masuk secara langsung. Jika pemilik ingin nuansa alam di terasnya, gunakan papan kayu yang panjangnya sekitar 1,5 meter dan lebar 20 sentimeter yang padat dan bertekstur lembut. Sekelilingnya padat ditanami bunga-bunga kecil dan berdaun banyak dan juga palem yang tahan sinar matahari langsung. Disarankan tanaman di teras atas menggunakan pot, sehingga mudah dirawat dan dapat dipindahkan terlebih dahulu ketika hendak disiram.

Sementara untuk kursi, dapat dipilih kursi kayu yang memiliki sandaran sedikit melengkung, sehingga orang yang duduk dapat sedikit santai. Meja bundar kayu, dikelilingi empat kursi yang cukup untuk satu keluarga.

Yang terpenting dari teras di lantai atas adalah struktur atap di atasnya. Disarankan jika terasnya memiliki ukuran yang sempit maka atap harus menutupi semua ruang teras di bawahnya. Ini berguna agar pemilik masih bisa menikmati suasana teras meskipun hujan turun. Sementara jika terasnya luas, maka atapnya bisa hanya setengah dari teras tersebut. Dengan begitu pemilik dapat menikmati suasananya di saat hari cerah maupun hujan.

Bahan atapnya pun bervariasi sesuai keinginan pemilik, bisa menggunakan fiber atau genting. Fiber yang transparan bisa membuat teras di bawahnya menjadi terang, sementara genting bisa membuat teduh. Fiber juga bisa menjadi teduh jika pada teras itu terdapat tanaman merambat yang bisa tumbuh di bawah fiber. Dengan begitu ada kesan alami dari masuknya matahari yang tertangkap dahulu oleh tanaman.

Jika atap teras menggunakan kayu, Taka menyarankan agar bentuk kuda-kuda atap berbentuk kerucut dan sedikit landai. Ini berguna untuk menahan air hujan yang turun tidak jatuh secara frontal, dan tidak membasahi pinggiran teras.

Jika melihat kecenderungan rumah diperkotaan, teras lantai atas yang sempit sering digunakan untuk ruang menjemur pakaian dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan terkadang teras dilindungi pagar besi yang rapat, hingga berkesan seperti rumah penjara. Untuk itu mulai sekarang cobalah merubah teras yang terabaikan di rumah Anda menjadi ruang pribadi untuk keluarga berkumpul. Meski hanya diisi oleh dua pot bunga dan dua kursi, itu cukup untuk bersantai dan melepas lelah sehabis bekerja, atau mengo-brol santai dengan keluarga. batubata.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rumah Minimalis ala Indonesia

Rumah Minimalis ala Indonesia
Agustus 31, 2007

TREN arsitektur di Sulsel saat ini cenderung melirik kembali gaya rumah minimalis. Bahkan lebih spesifik, minimalis ala Indonesia. Rumah Minimalis ala Indonesia
Bagaimana model minimalis ala Indonesia? Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia Sulsel, Ir Muaz Yahya mengungkapkan, gaya minimalis Indonesia itu cenderung bergaya tropis, tetapi tetap mempertahankan gaya minimalis.

Gaya minimalis dapat dipetakan dalam dua kelompok, yakni gaya minimalis yang diusung masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan masyarakat ekonomi ke atas.

Ekonomi ke bawah, kata Muaz, memilih rumah dengan gaya minimalis dengan tujuan penghematan pada faktor biaya, dengan menonjolkan clean arsitektur tanpa ornamen-ornamen yang menambah pembengkakan biaya.

Sedangkan masyarakat menengah ke atas, desain minimalis tetap mengusung clean arsitektur dengan tetap membatasi ornamen-ornamen. Hanya saja, rumah minimalis kalangan menengah ke atas lebih mengutamakan kualitas. “Jadi walaupun terlihat sederhana, namun tinggi biayanya,” katanya.

Menurut Muaz, kecenderungan dunia properti saat ini, akan lebih diutamakan pada gaya minimalis. Alasannya, nilai praktis dan sederhana yang ditawarkan gaya minimalis mendapat perhatian cukup tinggi, di tengah merangkaknya bahan baku bangunan saat ini.

Adopsi dari Eropa

RUMAH dengan gaya minimalis pada dasarnya berasal dari Eropa yang diadopsi masuk ke Indonesia. Hanya, gaya minimalis Eropa, lebih berbentuk kubus, tanpa menggunakan atap. Ia juga simple dan praktis tanpa sekat-sekat.

Awalnya, menurut Muaz, kalangan arsitektur melihat gaya tersebut di tengah krisis moneter melanda Indonesia. Kalangan arsitek kemudian mensiasatinya agar kebutuhan perumahaan tetap terpenuhi.

Alhasil, gaya minimalis di usung ke Indonesia, dengan menambah sedikit gaya Tropis. “Karena kita gaya Tropis, maka rumah minimalis di Indonesia, tetap berbentuk kubus tapi ditambah atap segitiga di atasnya yang berfungsi sebagai arus aliran hujan,” kata Muaz.

Rumah minimalis akhirnya menjadi tren dan diminati semua kalangan. Bahkan justru secara tidak sengaja menjadi tren. Maklum, rumah bergaya minimalis lebih mudah perawatannya dan praktis untuk dibersihkan.

Minimalis Lebih Multifungsi

KONSEP rumah minimalis lebih multifungsi. Desain rumah minimalis lebih pada rumah tanpa sekat. Sehingga, suatu ruangan dapat dengan mudah untuk difungsikan berdasarkan selera pemiliknya.
Rumah minimalis sudah meninggalkan ornamen-ornamen karena cenderung mahal dan merepotkan. Karena pada dasarnya konsep minimalis lebih menawarkan kenyamanan, dan praktis dalam perawatannya.
Menurut Muaz, saat ini tidak hanya rumah yang ideal bergaya minimalis, kantorpun sangat memungkinan untuk bergaya minimalis. Sebab gaya minimalis, lanjut Muaz, dapat didesain pada rumah atau ruangan dengan tipe apa saja.
“Minimalis itu cocok untuk semua tipe rumah,” katanya.
Di Makassar, konsep rumah minimalis cukup banyak ditemukan. Seperti yang dikembangkan di kawasan Panakkukang sebagai konsep town house.
Perkembangan tersebut, kata Muaz, mengisyaratkan apresiasi arsitektur Sulsel yang tinggi terhadap tren rumah.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti
Agustus 31, 2007

Cermati Kebutuhan Sebelum Memilih Properti

Kumala Iman Dina

Hampir semua media cetak pada akhir pekan lalu memuat iklan tentang penjualan dan penyewaan properti hunian, baik rumah maupun apartemen. Pengembang bisnis properti berlomba-lomba menarik konsumen dengan berbagai cara, mulai dari bermain kata-kata pada iklannya hingga menggelar berbagai acara meriah di lokasi tertentu.

Promosi memang terus dilakukan. Bahkan, sewaktu banjir terjadi pada awal 2007, iklan properti berubah dengan janji-janji “permukiman bebas banjir” lewat berbagai media promosi, mulai dari selebaran, brosur, spanduk, hingga iklan di media elektronik.

Padahal, konsep iklan sebelumnya adalah menjual reputasi pengembangnya, kemewahan desain bangunan, fasilitas umum, keadaan lingkungan, keamanan, fasilitas kredit, sampai harga yang terjangkau. Belakangan, setelah banjir, konsep lama itu tak terlalu penting lagi.

Banjir bagi para pengembang bisnis properti jelas suatu hantaman, sekaligus tantangan untuk memperbaiki strategi promosi pemasaran dan segala infrastruktur yang ada, demi mendapatkan kepercayaan dan kepuasan konsumennya.

Lalu, bagaimana dari sisi konsumen properti? Sebelum memutuskan menyewa atau membeli suatu properti yang menjadi hunian impian, ada baiknya konsumen tidak cepat larut oleh janji-janji yang diberikan pengembang.

Teliti dan cermati dahulu apa yang menjadi kebutuhan dan kemampuan finansial. Selain itu, tentu urusan force majeure mulai sekarang harus dijadikan pertimbangan penting dalam memilih properti hunian masa depan. Mengingat banjir tidak hanya datang lima tahunan seperti yang diprediksi, tetapi sudah mengunjungi kita tanpa mengenal waktu.

Dari sisi kebutuhan, misalnya, para lajang dan pasangan muda yang memiliki tingkat mobilitas tinggi biasanya lebih memilih sebuah hunian di tengah kota yang mempunyai fasilitas cukup nyaman dan suasana aman. Kelompok ini menjadikan apartemen sebagai pilihan yang pas.

Pergi pagi dan pulang malam merupakan aktivitas keseharian para pekerja muda. Kebanyakan dari mereka memerlukan waktu singkat, akses yang cepat dan aman untuk menunjang aktivitas. Karena itu, tak heran jika faktor lokasi hunian menjadi pertimbangan utama.

Lingkungan segar

Pipit Mariana, seorang ibu satu anak sekaligus karyawan swasta di Jakarta Selatan contohnya. Perempuan ini mengaku selalu punya keinginan untuk memiliki rumah. Namun, dengan lalu lintas Jakarta yang selalu macet, membeli apartemen di tengah kota jadi pilihan. Dia mengaku tidak akan punya waktu untuk keluarga kalau tinggal terlalu jauh dari tempat kerja.

Lain lagi dengan pendapat Yuyun Indradi, seorang aktivis lingkungan yang lebih memilih rumah hunian di kawasan Bogor, Jawa Barat. Alasan dia, tingkat hunian yang padat dan polusi udara yang tinggi bisa membuat mood kerja seseorang menurun dan stres meningkat.

Oleh karena itu, Yuyun berpendapat, ruang hijau, keasrian, dan kesegaran lingkungan yang alami lebih menjadi faktor utama dalam memilih tempat hunian sebagai investasi bagi kesehatan. Dia mengibaratkan memilih hunian di tempat yang asri sebagai keputusan “menyelam sambil minum air”. Selain bisa memiliki rumah sendiri jika cicilannya kelar, tubuh juga akan tetap sehat saat tua nanti.

Ia menerangkan bahwa dengan fasilitas kendaraan umum yang lumayan, seperti kereta api dan akses jalan tol yang cukup lancar, tak membuat mobilitas aktivitasnya terhambat. Jadi, tidak ada alasan baginya untuk melirik apartemen tengah kota yang kini telah banyak menambahkan fasilitas ruang hijau buatan untuk menarik minat beli konsumen.

Hanya saja, lokasi tempat tinggal di tengah kota masih menjadi pilihan utama bagi sebagian orang, termasuk Pipit. Selain dapat menghemat waktu dan tenaga, dia pun dapat menabung untuk membeli rumah idamannya kelak. Walau mengutamakan lokasi hunian tengah kota, sebenarnya apartemen bukanlah menjadi pilihan utama.

Sebuah rumah, meskipun berhalaman kecil, jauh lebih bagus untuk perkembangan psikologis seorang anak dibandingkan dengan apartemen mewah yang dibatasi dinding-dinding tembok.

Kocek dan kebutuhan

Melihat pertimbangan Pipit, boleh disimpulkan bahwa luas ukuran sebuah hunian di pinggiran kota bukan jaminan kaum muda menjatuhkan pilihan mereka. Mereka akan lebih memilih menyewa atau membeli sebuah rumah atau apartemen/kondominium berukuran studio yang terletak di tengah kota dengan harga sesuai kocek dan kebutuhan.

Terlebih sekarang ini bisnis properti hunian bukan saja mainan para pengembang properti grup besar. Sudah banyak alternatif hunian yang ditawarkan para pebisnis baru, bahkan individual. Bangunan baru di atas tanah tak terlalu luas dan bermodel ala apartemen banyak didirikan di beberapa lokasi strategis kota.

Ruang kamar yang difasilitasi mirip dengan sebuah apartemen ditawarkan dengan harga sewa yang jauh lebih murah dibandingkan apartemen sungguhan. Konsumen yang banyak meminati tawaran ini adalah para karyawan kelas menengah maupun mahasiswa. Hunian seperti ini disebut in-dekost.

Bagi konsumen sendiri, hal ini sangat menyenangkan dan menjadi alternatif yang lain. Tinggal pilih yang mana. Mengutamakan fungsi dan fasilitas yang diterima, prestise (gengsi), atau gabungan keduanya yang tentu saja harus sesuai dengan kemampuan finansial mereka. Justru di sinilah timbul persaingan pasar yang membuat bisnis properti hunian menjadi semarak.

Ingin memiliki hak kepemilikan properti dalam batas waktu tertentu dengan cara menyewa atau memiliki hak penuh atas kepemilikan rumah/apartemen tersebut. Tentu saja sekarang telah banyak pilihan. Jangan sampai kita berinvestasi dengan cara yang salah. Lihat dan cermati kemampuan dan kebutuhan sekarang serta di masa mendatang.

Banyak konsumen properti yang sering salah berinvestasi. Mereka hanya latah membeli hunian tanpa mencermati kebutuhan dan berprediksi (forecasting) ke depan.

Suatu investasi yang telah dikeluarkan sekarang belum tentu menguntungkan jika properti yang dibeli tidak dihuni. Biaya perawatan yang harus dikeluarkan dapat menjadi beban tambahan bagi sang konsumen. Belum lagi penyusutan nilai buku dan ausnya bangunan.

Karena itu, kembalikan lagi pada tujuan utama dan kebutuhan kita sebagai konsumen. Ingat, apa tujuan awal memilih sebuah tempat tinggal hunian.

Untuk berinvestasikah atau hanya untuk dinikmati masa sekarang dalam jangka pendek? Toh, fasilitas perbankan sudah banyak yang mendukung kemudahan kredit untuk mewujudkan impian memiliki rumah melalui sistem kredit lunak atau kredit pemilikan rumah/apartemen).

Kumala Iman Dina Pemerhati Properti. Kompas


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi