Minggu, 30 September 2007

Rumah Betang Suku Dayak

Rumah Betang Suku Dayak
di Ambang Kepunahan





SH/Aju

TERAWAT DAN PUNAH – Rumah adat Suku Dayak Tamambaloh di Desa Bali Gundi, Kecamatan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, adalah salah satu dari rumah adat Suku Dayak yang masih terawat baik. Namun, ada pula rumah adat Suku Dayak yang terancam punah karena termakan usia serta minimnya dana pemeliharaan seperti yang terdapat di Sungai Uluk Apalin, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.


PUTUSSIBAU – Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang terletak di pehuluan Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Di samping dikenal sebagai kabupaten konservasi dengan kehadiran Taman Nasional Danau Sentarum sebagai sumber utama resapan air Sungai Kapuas seluas 130.000 hektare dan Taman Nasional Betung Kerihun seluas 800.000 hektare, juga memiliki banyak rumah betang (panjang) Suku Dayak.
Rumah betang Suku Dayak memiliki keunikan tersendiri. Bentuknya memanjang lurus di atas seratus meter, bertiang panggung berketinggian di atas satu meter dan beratap sirap dari kayu ulin. Di dalam rumah betang terdapat puluhan bilik dan satu bilik dihuni satu keluarga. Pintu akses ke dalam mesti melewati tangga dari bawah kolong yang terbuat dari kayu bulat dilengkapi anakan tangga demi mempermudah pijakan.
Karena keunikannya itu, Kantor Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan setempat menetapkan lima unit rumah betang di Kabupaten Kapuas Hulu sebagai cagar budaya. Rumah betang cagar budaya itu berada di Dusun Sunge Uluk Apalin, Desa Nyagau, Kecamatan Embaloh Hilir, di Melapi, Kecamatan Putussibau, di Semangkok, Kecamatan Kedamin, serta di Sungai Utik dan Bukung, Kecamatan Embaloh Hulu.
Rumah betang di Dusun Sunge Uluk Apalin merupakan salah satu rumah adat Suku Dayak tertua di Kalimantan Barat. Interiornya relatif asli, baik bentuk maupun bahan bangunannya. Rumah betang yang didirikan 65 tahun silam mencakup 54 bilik (ruang kamar) dengan panjang 286 meter, tiang panggung dari kayu ulin berdiameter di atas 50 sentimeter dan berketinggian rata-rata delapan meter.
Letaknya yang relatif dekat dari Kota Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, sekitar satu jam perjalanan darat, membuat rumah betang di Uluk Apalin cukup ramai dikunjungi wisatawan. Setiap pengunjung akan disambut ramah, tidak dipungut bayaran dan cukup mengisi buku tamu.
Selama berkunjung, setiap tamu akan disapa penghuni yang kebanyakan orangtua dengan sikap sopan dan bersahabat. Bila berkenan, pengunjung akan disuguhi minum tuak (minuman tradisional dari beras ketan) dan makan sirih karena dianggap menghargai budaya masyarakat lokal.
Rasa kebersamaan dan persaudaraan tampak setiap ada permasalahan yang menimpa salah satu penghuni. Jika salah satu anggota keluarga ada yang meninggal dunia maka masa berkabung mutlak diberlakukan selama satu minggu bagi semua penghuni dengan tidak menggunakan perhiasan, tidak berisik, tidak minum tuak dan dilarang menghidupkan peralatan elektronik.
Sayangnya, karena termakan usia, rumah betang di Uluk Apalin terancam kepunahan, karena kondisi fisik bangunannya yang sudah sangat memprihatinkan. Selain mengalami kerusakan pada fisik bangunannya, keberadaan rumah betang ini pun mengalami ancaman eksternal, akibat pengikisan air sungai di depannya yang semakin hari semakin bertambah. Demikian pula tumbuhan liar yang cukup padat di sekitar rumah betang yang sangat dekat dengan bangunan, menyebabkan kelembaban tinggi di sekitarnya, sehingga turut andil dalam mempercepat proses pelapukan bangunan.
Wartawan SH yang berkunjung ke Dusun Sunge Uluk Apalin belum lama ini menyaksikan sebagian besar atap sirap di beranda depan sudah dalam keadaan bolong. Bagian ruang tamu dan dapur yang dimiliki masing-masing satu kepala keluarga, direhap seadanya, sehingga mengurangi makna artistiknya. Demikian pula fasilitas sanitasi, seperti kamar mandi, kamar kecil, dan pipa air bersih rata-rata mengalami kerusakan, sehingga sebagian besar warga memilih mandi dan buang hajat langsung ke sungai.
Menariknya, setiap penghuni bilik selalu memiliki koleksi barang antik berupa piring keramik, gong, meriam kuno, talam tembaga, dan berbagai bentuk perhiasan Cina dan Belanda yang sudah sangat jarang dijumpai. Para penghuni rumah betang Uluk Apalin dikenal pula memiliki seni budaya cukup tinggi, bisa dilihat dari berbagai bentuk ukiran palung, mandau (parang hiasan untuk berperang Suku Dayak), tombak dan berbagai bentuk anyaman dari rotan.

Terbentur Biaya
Kanisius (59) salah satu penghuni rumah betang di Uluk Apalin kepada SH mengatakan, setiap kali warga yang berusaha berinisiatif melakukan rehab swadaya, selalu terbentur biaya, karena masing-masing kepala keluarga mesti merogoh kantong minimal Rp 15 juta. Nilai nominal yang tidak mungkin dipenuhi para penghuni yang sebagian besar bermatapencaharian berladang berpindah dan penebang kayu di hutan.
”Rahab yang dilakukan kalangan swadaya masyarakat dan pemerintah, kesannya masih bersifat tambal sulam, karena keterbatasan anggaran. Tapi fondasi rumah betang ini sangat kuat, masih mampu bertahan hingga seratus tahun mendatang, sehingga yang paling mendesak direhab adalah bagian atap, teras dan fasilitas sanitasi,” ujar Kanisius.
Rumah betang Uluk Apalin sudah berkali-kali berpindah tempat, karena terdesak ancaman abrasi. Bangunan terakhir ini sudah berusia 65 tahun. Sebagian besar bahan bangunannya berasal dari bangunan rumah betang lama. Ratusan unit tiang panggung yang masih berdiri kokoh sekarang dengan diamater di atas 50 sentimeter, diyakini telah berusia lebih dari 200 tahun!
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Lintungan Pandji menjelaskan, rehabilitasi rumah panjang di Dusun Sunge Uluk Apalin mesti melewati proses panjang, karena membutuhkan dana di atas Rp 5 miliar. Sejauh ini, memang sudah ada informasi rencana bantuan rehabilitasi bertahap dari UNESCO, kalangan swadaya masyarakat luar negeri dan pemerintah pusat, tapi perlu konfirmasi lebih lanjut.
”Pemerintah sudah bertekad keberadaan rumah betang di Dusun Sunge Uluk Apalin mesti diselamatkan dari kepunahan, karena sudah termasuk dalam cagar budaya yang mesti dilindungi. Tapi prosesnya panjang, sehingga dibutuhkan kesabaran,” kata Lintungan.
Menurut Lintungan, dalam jangka panjang program rehabilitasi rumah betang Uluk Apalin akan lebih ditekankan kepada aspek pengembangan program pariwisata. Implikasinya para penghuni secara bertahap dipindahkan ke pemukiman lain, sehingga rumah betang Uluk Apalin pengelolanya diambil alih pemerintah. Masyarakat penghuni akan diberi kompensasi yang aplikasinya dijamin tetap berpihak kepada rasa keadilan masyarakat.(SH/aju)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Keywords Rumah Adat

tentang rumah
rumah adat jakarta
rumah adat bali
rumah adat kalimantan timur
fungsi rumah adat
arsitektur rumah adat
rumah tropis
rumah adat nias
artikel rumah adat
ornamen rumah adat
rumah adat karo
rumah adat sumatera
rumah adat sulawesi selatan
ragam hias rumah adat betawi
rumah adat batak toba
rumah bali
rumah adat jawa
rumah minang
rumah disain
rumah adat sumatera selatan
rumah adat riau
tentang adat
rumah adat minang kabau
arsitektur rumah
rumah adat lombok
gambar rumah adat batak
minimalis rumah
budaya adat
rumah adat papua
rumah adat palembang
asal usul rumah adat
rumah adat tradisional
rumah aceh
rumah tinggal
rumah adat padang
rumah kalimantan
rumah tanah
rumah adat jawa barat
bentuk rumah adat
perkawinan adat
rumah adat gorontalo
rumah adat melayu
rumah adat suku batak
rumah adat kudus
rumah adat nusa tenggara
rumah adat sumba
rumah adat sumatera utara
rumah sunda
contoh rumah
sketsa rumah
rumah adat minahasa
rumah modern
tradisi adat
rumah dan pakaian adat
rumah adat di indonesia
rumah adat joglo
artikel rumah
taman rumah
rumah adat betawi
rumah adat bugis
rumah papua
ruang rumah
rumah adat sumatra
tradisional rumah
denah rumah adat
rumah minangkabau
gambar rumah adat indonesia
rumah indonesia
masyarakat adat
foto rumah adat
warna adat
rumah adat honai
rumah adat ntb
adat indonesia
rumah idaman
rumah adat irian jaya
warna rumah
rumah bugis
adat bali
rumah adat
jenis rumah adat
rumah adat sumatra utara
rumah adat sumatera barat
rumah kayu
rumah melayu
rumah budaya
struktur rumah adat
rumah adat maluku
rumah palembang
rumah rumah adat
sejarah adat
gambar rumah adat nias
tanah adat
sejarah rumah
rumah adat irian
rumah adat dayak
rumah adat suku sunda
rumah adat nusa tenggara timur
rumah adat manggarai
gambar rumah adat jawa
macam rumah adat
rumah bangunan
rumah seni
bangunan rumah adat
rumah adat suku dani
rumah fengshui
rumah batu
pagar rumah
rumah adat banjar
rumah dapur
rumah adat indonesia
rumah adat kalimantan selatan
rumah adat toraja
rumah adat nusantara
rumah adat banten
rumah dayak
tipe rumah
rumah adat sulawesi utara
rumah adat yogyakarta
rumah adat suku minahasa
kesenian adat
rumah adat suku baduy
rumah adat bengkulu
rumah adat sunda
denah rumah
macam macam rumah adat
upacara adat
rumah adat suku irian
rumah adat daerah
arsitek rumah
rumah adat jambi
rumah adat batak
nama rumah adat
bentuk rumah
rumah adat kalimantan barat
rumah mungil
rumah nias
rumah madura
rumah adat jepang
rumah adat medan
gambar rumah
rumah adat sumatra barat
rumah adat minang
rumah adat madura
nama nama rumah adat
rumah adat sulawesi tenggara
rumah adat makassar
adat dayak
rumah adat lampung
rumah adat dki
adat batak
seni adat
rumah adat batak karo
sejarah rumah adat
perbedaan rumah adat dengan rumah modern
rumah adat suku tengger
feng shui rumah
rumah adat sulawesi
rumah adat suku dayak
gambar rumah adat
interior rumah
tarian adat
rumah adat kalimantan
suku adat
rumah adat flores
rumah jawa
hukum adat
rumah adat buton
pernikahan adat
rumah adat jawa timur
rumah adat minangkabau
ruangan rumah
rumah toraja
rumah adat aceh
adat kebudayaan
perbedaan rumah adat
design rumah
rumah betawi
rumah daerah
rumah sehat
rumah batak
rumah adat di jawa
desain rumah
rumah adat suku sasak
rumah adat manado
jawa adat
rumah sasak
photo rumah adat
gaya rumah
rumah adat dki jakarta
rumah adat jawa tengah
konstruksi rumah adat
pakaian adat
adat sunda
nama rumah adat di indonesia
rumah adat suku karo


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Prospek Bisnis Properti 2007 Masih Cerah

Prospek Bisnis Properti 2007 Masih Cerah
Friday, 8 December 2006 11:48:00
JAKARTA, investorindonesia.com
Kalangan pengembang menilai bisnis properti nasional pada tahun 2007 masih cukup cerah mengingat daya beli masyarakat sudah mulai meningkat, apalagi ditunjang dengan adanya kebijaksanaan Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate 50 basis poin.


"Kebijakan BI menurunkan BI Rate sebesar 50 basis poin dari 10,25% menjadi 9,75% per tahun cukup positif bagi pengembangan bisnis properti," kata Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (PT SA) Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat.

Ia mengharapkan turunnya BI Rate menjadi 9,75% dapat merangsang perkembangan bisnis properti di Indonesia.

"Dengan adanya penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin, para pengembang mengharapkan tingkat bunga pinjaman bank turun menjadi sekitar 11 sampai 12 % yang saat ini tercatat 13,5 hingga 14 %," ucapnya.

Khusus tingkat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan adanya penurunan BI Rate diharapkan dari 14 -15% menjadi 12,75 -13 % per tahun.

Johanes optimistis penurunan BI Rate akan menurunkan suku bunga pinjaman yang pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli properti termasuk perumahan.

Dia mengharapkan agar sektor perbankan tidak segan-segan mengucurkan kreditnya kepada sektor riil sehingga pada gilirannya dapat merangsang daya beli masyarakat.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 27 September 2007

Harga Bahan Bangunan 2007

Jurnal Harga Bahan Bangunan

DAFTAR HARGA BANGUNAN `
( September 2007 )


PASIR
Pasir Beton (per m3) Rp 160.000
Pasir Mundu (per m3) Rp 180.000
Pasir Biasa (per m3) Rp 150.000

BATU
Batu Kali (per m3) Rp 190.000
Batu Koral (per m3) Rp 195.000

SEMEN
Semen Tiga Roda (40 kg) Rp 30.000
Semen Tiga Roda (50 kg) Rp 37.500
Semen Gresik (40 kg) Rp 29.500
Semen Gresik (50 kg) Rp 33.500
Semen Holcim (40 kg) Rp 26.000
Semen Holcim (50 kg) Rp 39.000

HEBEL
Blok Reguler Tebal 10 mm (per m3) Rp 646.500
Blok Jumbo (per m3) Rp 656.500
Anak Tangga (per m3) Rp 1.754.500
Panel (per m3) Rp 219.500

BESI BETON
Diameter 6mm (12m) Rp 12.000
Diameter 8mm (12m) Rp 24.000
Diameter 10mm (12m) Rp 37.000
Diameter 12mm (12m) Rp 55.000
Diameter 16mm (12m) Rp 100.000

PAKU
A. Paku Kayu/Triplek
ukuran 1-4cm (per kg) Rp 15.000
ukuran 5-12cm (per kg) Rp 9.000
B. Paku Beton biasa (semua ukuran)/dus Rp 9.000
Paku Beton bagus (semua ukuran)/dus Rp 25.000
C. Kawat Beton Rp 9.000

TRIPLEK

Tebal 3mm Rp 43.000
Tebal 4mm Rp 50.000
Tebal 6mm Rp 70.000
Tebal 9mm Rp 105.000
Tebal 12mm Rp 143.000
Tebal 15mm Rp 177.000
Tebal 18mm Rp 200.000

KACA
A. Kaca Bening
Tebal 3mm Rp 75.000
Tebal 5mm Rp 85.000
Tebal 8mm Rp 130.000
Tebal 10mm Rp 185.000
B. Kaca Rayben
Tebal 3mm Rp 65.000
Tebal 5mm Rp 62.500
Tebal 8mm Rp 220.000
Tebal 6mm Rp 125.000

PAPAN FIBER SEMEN
Papan Fiber Semen :
Ukuran Triplek :
Big Flat Elephant (122x244) 4mm Rp 37.500
Big Flat Elephant (122x244) 6mm Rp 67.500
Big Flat Elephant (122x244) 8mm Rp 90.000
Ukuran Papan :
Wood lank Elephant (122x244) 8mm Rp 42.500

PAPAN GYPSUM
Ukuran Gypsum :
Merk Jaya (120x240) 9mm Rp 48.000
Merk Elephant (120x240) 9mm Rp 44.000
Merk Star (120x240) Rp 39.000
Merk Aplas (120x240) Rp 33.000
Merk Knauf (120x240) Rp 41.000

KAYU
A. Reng
Meranti (2x3) per batang Rp 8.000
Meranti (3x4) per batang Rp 10.000
Borneo (2x3) per batang Rp 8.000
Borneo (3x4) per batang Rp 10.000
Kamper (2x3) per batang Rp 15.000
Kamper (3x4) per batang Rp 20.000
B. Kaso
Meranti (4x6) per batang Rp 22.000
Meranti (5x7) per batang Rp 28.000
Borneo (4x6) per batang Rp 22.000
Borneo (5x7) per batang Rp 28.000
Kamper (4x6) per batang Rp 45.000
Kamper (5x7) per batang Rp 60.000
C. Galar
Meranti (5x10) per batang Rp 45.000
Borneo (5x10) per batang Rp 40.000
Kamper (5x10) per batang Rp 80.000
D. Balok
Meranti (6x12) per batang Rp 65.000
Meranti (8x12) per batang Rp 90.000
Borneo (6x12) per batang Rp 65.000
Borneo (8x12) per batang Rp 80.000
Kamper (6x12) per batang Rp 170.000
Kamper (8x12) per batang Rp 190.000

CAT TEMBOK
A. Interior
Dulux (2,5 lt) Rp 103.700
Dulux (20 lt) Rp 756.000
Mowilex (2,5 lt) Rp 143.000
Mowilex (20 lt) Rp 596.000
Catylac (5 kg) Rp 56.500
Catylac (25 kg) Rp 275.000
Vinilex (5 kg) Rp 58.300
Vinilex (25 kg) Rp 286.000
Metrolite (5 lt) Rp 50.500
Metrolite ( 25 kg) Rp 241.500
Matex ( 4kg) Rp 72.600
Matex (25 kg) Rp 150.000
Profitex (5 kg) Rp 24.000
Profitex (25 kg) Rp 90.000
B. Eksterior
Dulux (2,5 lt) Rp 129.000
Dulux (20 lt) Rp 959.000
Mowilex (2,5 lt) Rp 138.000
Mowilex (20 lt) Rp 668.000

CAT KAYU
Dulux 1 kg Rp 51.700
Mowilex 1 kg Rp 58.000
Catylac 1 kg Rp 26.000
Glotex 1 kg Rp 27.950
Emco 1 kg Rp 35.000
Globe Supergloss Rp 19.000

GENTENG KERAMIK
Kanmuri Milenio (Double Interlocking)
- Warna Natural Rp 6.000
- Warna Standard Rp 3.400
- Warna Spesial Rp 6.500
- Warna Exclusive Rp 11.250
Kanmuri Espancia
- Warna Natural Rp 5.400
- Warna Standard Rp 8.500
- Warna Spesial Rp 9.500
- Warna Exclusive Rp 10.500
M Class (Double Interlocking)
- Warna Natural Rp 5.600
- Warna Standard Rp 8.600
- Warna Spesial Rp 9.600
- Warna Premium Rp 10.700
- Genteng Knok Natural Rp 10.500

GENTENG BETON
- Morando
- Berglazur Rp 2.200
- Natural Rp 1.500
- Moner Rp 2.900

IDEAL
- Berglazur Rp 2.250
- Natural Rp 2.200

GENTENG METAL
Sun Roof Venus
Ukuran 38,5 x 80 cm S/S Rp 21.500
Ukuran 38,5 x 80 cm D/S Rp 22.500
Sun Roof Pluto
Ukuran 38,5 x 80 cm S/S Rp 17.500
Ukuran 38,5 x 80 cm D/S Rp 19.500

ASBES
Jabesmen
150x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 22.000
180x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 25.000
210x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 29.000
240x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 36.000
270x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 44.000
300x105 (per lembar gelombang kecil) Rp 48.000

SENG GELOMBANG
Seng Plat
Tebal 0.20 Rp 20.000
Tebal 0.25 Rp 25.000
Tebal 0.30 Rp 29.000
Tebal 0.40 Rp 65.000
Seng Gelombang
Tebal 0.20 Rp 35.000
Tebal 0.30 Rp 50.000
Tebal 0.40 Rp 35.500

PIPA PVC
- Wavin 0,5 inci Rp 12.000
0,75 inci Rp 18.700
1 inci Rp 20.000
2 inci Rp 45.000
3 inci Rp 87.000
4 inci Rp 145.000

- Rucika 0,5 inci Rp 24.835
1 inci Rp 43.520
2 inci Rp 50.540
4 inci Rp 168.320
8 inci Rp 635.895

- Lucky 0,5 inci Rp 8.500
0,75 inci Rp 12.600
1 inci Rp 15.000
2 inci Rp 33.300
3 inci Rp 64.000
4 inci Rp 102.300

- Unggul 0,5 inci Rp 8.300
0,75 inci Rp 10.900
1 inci Rp 15.000
2 inci Rp 26.600
3 inci Rp 39.500
4 inci Rp 54.500

- Maspion 0,5 inci Rp 10.000
0,75 inci Rp 14.000
1 inci Rp 19.000
2 inci Rp 44.000
3 inci Rp 88.000
4 inci Rp 145.000

KERAMIK LANTAI ARWANA

20x20
Tua Rp 30.000
Muda Rp 29.000
30x30
Putih Rp 24.000
Marble Rp 27.000
Fancy Rp 31.000
40x40
Putih Rp 29.000
Marble Rp 32.500

LANTAI KAYU
Kronotec (per meter) Rp 225.000
HDM Glossy (per boks) Rp 550.000

KERAMIK DINDING
20x20
Roman (putih) Rp 30.000 Rp 38.500
(motif) Rp 33.000 Rp 37.500

Masterina (putih) Rp 25.000
(motif) Rp 30.000

KIA (putih) Rp 27.500
(motif) Rp 32.500
20x25
Mulia (warna muda) Rp 30.000
(warna tua) Rp 35.000
IKAD (warna muda) Rp 38.000
(warna tua) Rp 45.000

Roman Rp 35.000 Rp 38.500
25x33 Roman Rp 37.000 Rp 40.000
33x50 Roman Rp 58.000 Rp 64.000
30x30 Hercules (putih) Rp 25.000
Acura (putih) Rp 24.000
KIG (warna) Rp 35.000
KIA (warna) Rp 35.000
60 x 60 Platinum Rp 107.500 Rp 113.000
30 x 60 Platinum Rp 64.000 Rp 69.000
58 x 58 Platinum Rp 95.000 Rp 98.500

SANITARI
KLOSET DUDUK
Sanremo Classis CCST Rp 1.189.325
Lexington Rp 3.174.375
Granada 3000 CCST Rp 1.061.000
Granada II Space CCST Rp 1.303.150
Projecta Rp 945.000

KLOSET JONGKOK
Rapi EX Squat Rp 141.575

WASTAFEL/LAVATORY

San Remo 55 Lava & Pedestal Rp 499.000
Studio 3000 Lava & Pedestal Rp 368.500
Studio 50 Lavatory Rp 194.500
Studio 45 Lavatory Rp 169.125

GRANIT

Impero 40x40 Rp 96.000 Rp 110.000
Granito 40x40 Rp 165.000 Rp 180.000
Inesa 40x40 Rp 105.000 Rp 125.000
Niro 40x40 Rp 100.000 Rp 135.000
Essenza 40x40 Rp 155.000 Rp 167.000

KUNCI
Firo Rp 265.000
Napoli Rp 20.000
Romaco Rp 60.500
Ferza Rp 27.500
Top Rp 25.000
Paloma Rp 381.400
Yale Rp 110.000
Beluci Rp 110.000

http://duniarumah.com/


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rabu, 26 September 2007

Bangun Rumah Tepi Danau di Gading Serpong

Singapura Bangun Rumah Tepi Danau di Gading Serpong


Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra


JAKARTA, KOMPAS--Singapura melirik properti di Serpong. Paramount Serpong, salah satu dari dua pengembang yang membangun kawasan Gading Serpong, membangun sekitar 500 unit rumah di tepi danau. Danau asli seluas 5,4 hektar itu akan menjadi daya tarik karena di seputar danau akan dibangun jogging track, water rccreation, shopping promenande, clubhouse dan restoran.

"Rumah di tepi danau yang dinamakan Serenade Lake ini merupakan ’bayi cluster pertama’ bagi pengembang Paramount di kawasan Paramount Lakes di Gading Serpong. Kami sedang membangun dam di sepanjang satu kilometer, sepanjang cluster Serenade Lake untuk melindungi rumah-rumah tersebut dari banjir," kata Erik Witiandika, anggota tim promosi Paramount Lakes kepada Kompas, Kamis (12/4) sore.

Cluster Serenade Lake seluas 24 hektar itu akan berisi 500 unit rumah seharga antara Rp 400 juta (84/128) dan Rp 800 juta (143/216). Serenade Lake merupakan cluster pertama Paramount Lakes di Gading Serpong.

Paramount Serpong merupakan grup usaha Paramount International dari Singapura. Saat ini Paramount Serpong mengantungi izin lokasi 800 hektar, 300 hektar di antaranya masih lahan kosong.

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Eksekutif Muda di Apartemen

Apartemen, Kenyamanan di Tengah Kesempitan

Jakarta, Kompas


Kirim Teman | Print Artikel
Kompas
Bosan di ruang tertutup, penghuni apartemen asyik dengan laptopnya di areal kebun apartemen

Oleh: Clara Wresti

Evelina Setiawan (35) kesal. Baru pulang dari kantor, dia sudah mendapat pengaduan dari mertuanya kalau jemuran kotor lagi. Ini sudah yang kesekian kalinya, pakaian yang sedang dijemur di teras kotor lagi, gara-gara tetangga yang tinggal di atas membuang air sembarangan.

”Rupanya pembantu di atas punya kebiasaan menyiram teras rumah agar debu tidak beterbangan. Kalau tinggal di rumah yang menempel di tanah, ya tidak masalah. Tetapi ini di apartemen. Kalau dia ciprat-ciprat air di teras, kami yang di bawah juga kebasahan,” sungut Evelina yang tinggal di Apartemen Kedoya Elok, Jakarta Barat.

Ha-ha-ha, inilah cerita masyarakat kita tinggal di apartemen. Ada tetangga menggoreng terasi atau ikan asin. ”Usus melintir, kepala pusing. Apalagi kalau ada yang meramu obat china. Baunya makin tidak karuan,” cerita Evelina tentang pengalamannya tinggal di apartemen.

Lain lagi dengan Anastasia Bintang (35), seorang eksekutif muda di bidang periklanan. Walau pernah diganggu tikus yang masuk lewat saluran air, Bintang sangat menikmati tinggal di Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan. Saking senangnya, kalau sudah bosan dengan unit apartemennya yang lama, dia pindah ke menara lain karena Apartemen Taman Rasuna memiliki 15 menara.

Selama empat tahun belakangan, Bintang sudah tiga kali pindah menara. Padahal, pindah menara cukup sulit walau letaknya masih satu kompleks. Bintang harus berjuang sendiri mengangkut barang-barangnya karena tidak ada yang membantu.

Bintang juga harus menyewa mobil untuk memindahkan barang ke pintu masuk menara yang lain. ”Sewa mobilnya saja Rp 200.000, padahal cuma menyusuri basement doang,” tutur Bintang.

Setelah sampai di tower yang dituju, perjuangan belum selesai. Bintang harus mengangkat sendiri barang-barangnya naik ke atas lantai apartemennya. Karena berat, Bintang menggunakan troli untuk membawa barangnya masuk ke lift. Menurut Bintang, troli bekas hypermarket yang sudah tutup itu bahkan sampai disewa-sewakan.

Sangat berbeda

* Tinggal di apartemen memang sangat berbeda dengan tinggal di rumah konvensional, rumah yang menempel di tanah.

Banyak aturan atau kebiasaan yang bisa dilakukan di rumah tidak bisa dipraktikkan di apartemen. Begitu juga sebaliknya.

Biar begitu, buat warga kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, tinggal di apartemen mulai menjadi hal yang lumrah.

Apartemen menjadi pilihan bagi warga Ibu Kota karena bisa menjawab masalah jarak dan kemacetan lalu lintas. Warga Ibu Kota tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di jalan raya untuk pulang ke rumah.

”Bandingkan saja waktu yang harus dia tempuh jika dia bekerja di Sudirman, sementara rumahnya di Bekasi atau di Tangerang. Jika dia tinggal di apartemen, tidak sampai satu jam dia sudah kumpul keluarga. Kelebihan ini juga yang membuat second market dari apartemen tetap tinggi,” kata David, seorang agen properti dari Era.

Selain itu, apartemen juga memberikan privasi bagi penghuninya karena kemungkinan untuk digosipkan tetangga sangat kecil. ”Kapan mau ngegosip. Ketemu saja enggak pernah. Paling-paling saya ketemu dengan tetangga di lift atau saat menunggu mobil di lobi. Itu pun saya tidak tahu, dia itu penyewa atau pemilik apartemen,” kata Evelina.

Soal fasilitas kolam renang atau pusat kebugaran, Evelina mengaku tidak pernah memanfaatkannya. ”Begitulah konsumen kita. Mereka hanya mau membeli apartemen yang fasilitasnya lengkap. Tetapi setelah ada, mereka tidak memanfaatkannya karena terlalu sibuk. Paling-paling yang memanfaatkan tidak sampai 10 persen jumlah penghuni, itu pun sebagian besar anak-anak dan pembantu,” ucap dia.

Walau harga apartemen sangat tidak murah, kelebihan apartemen pada lokasi dan fasilitas membuat pembeli seolah tidak peduli pada harga. Tengok saja harga apartemen Airlangga yang mematok harga 1.818 dollar AS per meter persegi ketika pertama kali dirilis (Kompas, 16/10/2003). Apartemen Dharmawangsa membuka harga 2.700 dollar AS per meter persegi. Bahkan, Apartemen Da Vinci yang terletak di Jalan Sudirman melepas apartemennya dengan harga minimal Rp 22 miliar, sudah lengkap dengan furnitur. Semua apartemen itu laku keras.

Hebatnya, biar harga apartemen selangit, banyak konsumen yang membeli tidak cukup hanya satu unit. Evelina yang juga menjabat Marketing General Manager Kelapa Gading Square mengatakan, ada klien yang memborong semua unit yang ada di satu lantai. Dengan membeli semua unit yang ada di lantai itu, mereka mendapatkan kelegaan dan privasi sendiri.

”Di sini jelas terlihat bahwa masyarakat kita tidak terbiasa tinggal di tempat yang sempit. Mereka ingin tinggal di tengah kota, tetapi juga ingin mendapatkan ruang yang luas. Ini sebenarnya bertentangan dengan konsep apartemen,” jelas Evelina yang juga seorang arsitek.

Konsep apartemen

* Apartemen sebenarnya unit tempat tinggal yang cocok untuk para eksekutif muda, yang bekerja dari pagi hingga malam hari, sehingga tidak menghabiskan banyak waktu di rumah.

Dengan tinggal di apartemen yang terbatas, para eksekutif muda ini juga tidak perlu membuang banyak tenaga untuk membereskannya.

”Ada yang salah dengan konsep apartemen di sini. Budaya masyarakat kita yang tidak bisa hidup tanpa pembantu juga dibawa ke apartemen. Lihat saja, hampir semua apartemen di sini menyediakan kamar pembantu dan kamar mandi khusus pembantu. Padahal, harga apartemen itu dihitung per meter persegi. Ada juga apartemen yang menyediakan dapur basah dan dapur kering. Jadi sebenarnya apartemen di Indonesia adalah rumah biasa yang ditumpuk ke atas,” kata Evelina.

Chaterin Suliawan (34), seorang eksekutif yang juga tinggal di Apartemen Taman Rasuna, mengaku tidak betah ketika pertama kali menempati unit apartemennya. ”Habis luasnya cuma 80 meter persegi. Mau meletakkan barang susah sekali. Tetapi lama-kelamaan saya terbiasa dengan unit mungil ini. Apalagi saya sudah menikmati kelebihan tinggal di apartemen,” kata Chaterin.

Evelina yang telah tinggal di apartemen sejak dia masih kuliah mengatakan tinggal di apartemen sangat memudahkan aktivitasnya sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. ”Paling tidak saya tidak pernah kehujanan turun dari mobil. Di rumah biasa, kalau mau masuk harus buka pagar dulu. Iya kalau tidak hujan, kalau hujan, kan kuyup,” ucap dia.

Walau begitu, beberapa orang menganggap tinggal di apartemen tidak cocok bagi keluarga yang mempunyai anak kecil. Omar Halim (68) memilih tinggal di rumah biasa saat anak-anaknya masih kecil. ”Jika di apartemen, kesempatan anak-anak berinteraksi sosial tidak banyak,” kata penghuni Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, ini.

Begitu juga yang dirasakan Caca Cahyani (31). Setelah ia memiliki seorang anak, apartemen yang luasnya 80 meter persegi ini dirasakan sangat sempit. ”Aku ingin mempunyai rumah yang memiliki halaman sendiri. Kalau di apartemen tidak bisa punya halaman. Kalau ke teras, anginnya kencang sekali. Nanti masuk angin lagi,” kata Caca yang tinggal di lantai 30 Apartemen Taman Rasuna. (Lusiana Indriasari/ Susi Ivvaty)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Tips Memasang Rangka Atap Baja Ringan

Rangka Atap Baja Ringan
- Pabrikannya Cepat, namun Mesti Cermat

PERNAH Anda bayangkan betapa dahsyatnya akibat dari serangan rayap di rumah Anda? Lemari pakaian jadi hancur dan seluruh pakaian beraroma lembab. Atau lemari makan yang bolong bagian belakangnya dan serbuk kayu bercampur tanah bertebaran menimbulkan rasa jijik.

LEBIH parah lagi kalau pasukan rayap itu menyerang rangka atap rumah kita yang mengusung beban genteng keramik yang demikian berat. Bayangkan jika ratusan keping genteng tersebut ambruk ke bawah menimpa seisi rumah hanya karena ulah pasukan rayap yang imut-imut berwarna putih.

Ringan

Kini ada solusi untuk mengatasi masalah rayap tersebut, yakni rangka atap baja ringan (light steel frame). Sesuai namanya, material untuk rangka atap ini memang terbuat dari bahan dasar baja dengan campuran zinc dan aluminium (zinc-alum). Material ini sudah diproduksi secara massal di Indonesia setidaknya oleh tiga perusahaan/industri, yang antara lain adalah lisensi dari perusahaan/industri berbasis di Australia.

Rangka baja ini terdiri dari lempengan-lempengan panjang (profil) yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing dalam struktur rangka atap.

Untuk kuda-kuda atau rangka utama dan gording, profil baja ringan ini biasanya berbentuk "I" atau "U" terbalik dan memiliki ukuran yang lebih besar. Sedangkan reng ialah pengikat kuda-kuda dan gording yang posisinya melintang di atas kuda-kuda dan gording, serta mengikat kuda-kuda dan gording tersebut hingga membentuk suatu kerangka yang kokoh. Lempengan reng adalah profil yang paling kecil bentuk dan ukurannya. Fungsinya sebagai penahan genteng atau jenis atap lainnya dan sebagai pengatur jarak setiap baris genteng agar lebih rapi dan lebih "mencengkeram".

Kelebihan dari material atap ini ialah bobot beratnya yang demikian kecil dibandingkan dengan material rangka atap lainnya. Dengan daya tahan terhadap tekanan dan tarikan yang lebih unggul daripada material rangka kayu serta bobot materialnya sendiri yang demikian ringan, rangka atap baja ringan mungkin menjadi pilihan utama para developer dan pemilik rumah di kemudian hari.

Terbukti beberapa developer di luar Pulau Jawa memakai baja ringan ini sebagai perangkat atap, semisal Perumahan Puri Mutiara dan Bukit Baruga di Makassar. Juga beberapa rumah mewah tertentu.

Pabrikasi

Dengan sistem pabrikasi (perakitan) yang begitu efisien dan praktis, rangka atap baja ringan dapat memenuhi tuntutan akan efisiensi waktu dalam penyelesaian suatu gedung.

Pabrikasi dalam konteks ini ialah suatu sistem perakitan bukan di lokasi/titik terpasang perangkat terkait sehingga memungkinkan akurasi yang sangat tepat akan berbagai ukuran yang ada pada gambar kerja.

Rangka atap baja ringan (dalam kasus ini) diset sesuai spesifikasi yang tertuang dalam gambar detail mengikuti bentuk dan ukuran yang terinci. Dalam bentuk yang hampir atau telah utuh setelah diikat dan disatukan oleh jepitan sekrup atau sejenisnya, material rangka atap dinaikkan pada posisinya di atas pasangan dinding bata atau balok beton. Setelah berada pada dudukan yang tepat, lalu dilakukan "pengikatan" mengikuti prosedur teknis selanjutnya.

Dengan sistem pabrikasi ini, rangka atap baja ringan dapat dikerjakan terlebih dahulu atau bersamaan dengan dimulainya pekerjaan awal pembangunan suatu gedung, misalnya, saat dilakukan galian fondasi atau pelaksanaan tiang pancang. Dan, ketika pemasangan dinding bata telah mencapai level tertentu yang diinginkan, rangka atap baja ringan siap ditempatkan pada posisinya.

Kekurangan

Namun, sistem pabrikasi yang efisien dan praktis tidak berarti lepas dari berbagai kendala atau kekurangan. Meskipun perakitan telah mencapai kesempurnaan dan presisi yang tinggi, problem lain telah menanti.

Masalah yang paling umum ialah tidak adanya presisi pada garis level pasangan dinding bata atau balok beton yang menjadi tempat dudukan kuda-kuda rangka atap baja ringan tersebut. Dengan demikian, diperlukan revisi berupa penambalan, pengganjalan, ataupun pembobolan dan pemangkasan di bagian-bagian yang tidak level.

Pada kasus lain, sering dijumpai pemuntiran pada bagian rangka atau profil baja tertentu akibat kecerobohan pemasangan. Dan, yang sangat fatal adalah kelalaian dalam peletakan posisi profil baja yang berfungsi sebagai reng. Hal itu mengakibatkan kurang rapinya pemasangan genteng pada tahap selanjutnya.

Selain itu, masalah biaya menjadi kekurangan yang lain. Mahalnya harga pemasangan rangka atap baja ringan ini yang berlipat kali dibandingkan dengan rangka atap dari material kayu membuat golongan menengah-bawah belum dapat menikmati kenyamanan temuan arsitektur yang inovatif ini.

Namun, di sisi lain, patut juga dihitung nilai keuntungan dari penggunaan material baja ringan ini ketimbang material kayu yang sering diganggu rayap sehingga memerlukan perawatan dan bahkan penggantian menyeluruh pada jangka waktu tertentu.

Harus cermat

Tidak pelak lagi, pengerjaan rangka atap baja ringan ini dituntut konsentrasi dan kecermatan tinggi. Pelaksanaan dengan intensitas yang begitu tinggi (misalnya pada perumahan dengan jumlah unit yang sangat banyak) dan apalagi dituntut deadline waktu senantiasa menimbulkan berbagai kesalahan di lapangan.

Keterburu-buruan merupakan awal dari keserampangan pelaksanaan pekerjaan. Padahal, untuk pekerjaan rangka atap yang sifatnya struktural, diperlukan ketelitian dan kehati-hatian.

Diperlukan pengawasan yang ekstra ketat pada saat pemasangan rangka atap tersebut. Maka, hendaknya dihindarkan penyerahan kepercayaan sepenuhnya kepada tukang atau mandor bangunan saja.

Kenyataan di lapangan menunjukkan demikian banyak kecerobohan dan ketidaktelitian pengerjaan rangka atap baja ringan ini di berbagai lokasi perumahan, juga di Jawa.

Beberapa saran

Ada beberapa saran yang hendaknya dipertimbangkan sebelum memakai material baja ringan produksi suatu pabrik/industri tertentu sebagai rangka atap.

Masing-masing produsen memproduksi material baja ringan ini dengan profil yang berbeda bentuk atau cetakannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih material baja ringan yang kuat berdasarkan perhitungan struktur bentuk profilnya.

Sebaiknya dihindarkan jatuhan adukan semen pada profil saat melakukan plesteran dinding atau ketika pemasangan nok genteng. Adukan semen yang jatuh, selain mengganggu kebersihan dan kerapian perangkat kuda-kuda, memiliki daya lekat yang sangat kuat dan dapat, yang mengakibatkan kerusakan pada lapisan coating material baja tersebut.

Lapisan atau coating berfungsi sebagai pelindung material baja ringan dari proses korosi atau karat. Dengan lapisan tersebut, daya tahan material baja ringan terhadap karat menjadi empat kali lipat daripada baja biasa.

Karena itu, sangat penting untuk tidak melakukan goresan apa pun terhadap lempengan (profil) rangka atap baja ringan. Proses karat biasanya akan muncul pada lubang-lubang bekas bor untuk pemasangan sekrup lantaran di bagian ini lapisan coating telah terkelupas.

Tetapi, kita tak perlu cemas benar. Setiap produsen material baja ringan ini menyediakan garansi bagi produk mereka. Pilihan garansi bervariasi antara 5 hingga 25 tahun. Sangat meyakinkan dan cukup menciptakan rasa tenang di hati kan?

Yoppy OL Pemerhati Masalah Rumah


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi