Sabtu, 22 Maret 2008

Rumah Bandar, Tinggal Nyaman di Tengah Kota

Rumah Bandar, Tinggal Nyaman di Tengah Kota

Sadarkah bahwa sebagian besar waktu Anda dalam sehari habis di jalan? Seandainya waktu tempuh dari rumah ke kantor bisa dipersingkat, akan ada waktu dan tenaga lebih untuk beraktivitas di rumah.

Menjadi pekerja eight to five (bekerja di kantor dari pukul 8 hingga pukul 5) memang tak mudah. Masalah yang timbul biasanya berkenaan dengan pengaturan waktu yang ujung-ujungnya berpengaruh pada kualitas hidup. Setelah bekerja seharian, pekerja eight to five umumnya masih harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai rumah yang terletak di pinggir kota. Rutinitas ini jelas melelahkan dan hanya menyisakan sedikit waktu dan tenaga untuk beraktivitas di rumah, misalnya seperti bermain dengan anak, berberes rumah, menyiapkan makan malam, atau menyalurkan hobi. Padahal, aktivitas-aktivitas di rumah ini sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Sempitnya waktu dan sedikitnya sisa tenaga untuk menyiapkan makan malam, bisa memicu pola makan tak sehat karena mengandalkan makanan sepat saji yang biasanya tinggi lemak dan rendah asupan serat. Minimnya waktu untuk bercengkrama dengan anak juga mempengaruhi pola asuh yang bisa menyebabkan buruknya hubungan orangtua dan anak. Selain itu, kesempatan untuk berolahraga atau menyalurkan hobi juga tak ada, di mana hal ini bisa memicu timbulnya stress dan penyakit degeneratif. Dilihat dari sisi manapun kondisi ini jelas tidak ideal.

Pokok dari permasalahan ini adalah waktu yang habis di perjalanan. Seandainya waktu tempuh dari rumah ke kantor bisa dipersingkat, akan ada waktu dan tenaga lebih untuk beraktivitas di rumah. Solusinya adalah mencari hunian yang lebih dekat/berada di tengah kota. Namun solusi ini tidak mudah dilakukan. Penyebabnya adalah mahalnya harga rumah yang terletak strategis di dalam kota. Atau jika rumah berharga murah, lingkungan sekitarnya kurang begitu nyaman.

Para pengembang bukannya tidak menyadari kondisi ini. Mereka bahkan mengerti, bahwa ini adalah celah untuk menciptakan pasar properti. Karenanya mulai banyak apartemen, rumah susun, atau rumah bandar alias town house di tengah kota yang ditawarkan kepada masyarakat.Opsi yang terakhir disebut, saat ini sedang naik daun dan sangat digemari oleh konsumen properti. Terbukti dengan makin banyaknya rumah bandar yang ditawarkan oleh pengembang di Jakarta plus respon yang baik dari masyarakat. Kompas bulan Mei 2006 menyebutkan, bahwa angka penjualan dan penyewaan rumah bandar rata-rata di atas 80%.

Solusi dan Investasi

Maraknya pembelian rumah bandar ternyata dilatarbelakangi oleh dua hal. Yang pertama adalah keinginan untuk “kembali berumah di dalam kota”. Alasannya jelas kepraktisan dan penghematan waktu. Selain itu, rumah bandar bisa memenuhi keinginan konsumen untuk hidup di lingkungan yang aman, tenang, eksklusif, dengan tingkat privasi yang tinggi. Lebih lagi, rumah bandar yang umumnya hanya memiliki maksimal 30 unit menawarkan fasilitas bersama yang lengkap, seperti kolam renang, pusat kebugaran, jalur untuk berlari/berjalan kaki, dan taman bermain.

Latar belakang yang kedua adalah tujuan berinvestasi. Rumah bandar yang dibeli tidak dihuni oleh pemiliknya melainkan disewakan kepada orang lain, yang umumnya adalah ekspatriat. Beberapa pengembang menuturkan, para ekspatriat menyukai rumah bandar karena relatif jauh dari hiruk-pikuk lalu lintas, keamanan terjamin, dan akses ke pusat kota cukup mudah. Alasan lain, rumah bandar selalu berada dalam lingkup yang kecil sehingga memberikan lingkungan yang eksklusif.

Menjamur di Jakarta Selatan

Menjamurnya rumah bandar terutama terjadi di daerah Jakarta Selatan. Jika berkendara ke daerah Pondok Labu, Cirendeu, atau Lebak Bulus, maka di sepanjang jalan akan terlihat banyak papan iklan yang memasarkan town house.

Menurut Tulus Santoso (Ketua Real Estat Indonesia/REI Cabang DKI), ini adalah mekanisme logis demand dan supply. Sejak jaman Belanda, Jakarta Selatan dikenal sebagai kawasan ideal untuk pemukiman. Karenanya sampai sekarang permintaan akan hunian di wilayah ini masih tinggi. Namun hal ini tidak diimbangi ketersediaan lahan. Akibatnya harga jual tanah (diikuti harga jual rumah) meningkat tajam. Banyak pengembang hanya mampu membebaskan tanah di daerah Jakarta Selatan dengan luasan kecil. Untuk memasarkan tanah dengan luasan terbatas ini dalam bentuk perumahan, diusunglah istilah “town house” sebagai label. Dari sinilah model rumah bandar mulai berkembang.

Hal senada juga diungkapkan Heru Wicaksono (Arsitek). Banyak pengembang memilih model rumah bandar untuk memasarkan tanah dengan luasan terbatas yang dimilikinya. Dengan membangun 6—10 unit rumah plus menyediakan fasilitas dan keamanan yang cukup, maka kompleks tersebut sudah bisa disebut town house. Lagipula karena kesan eksklusif yang dibawanya, perumahan dengan label town house bisa dibandrol dengan harga jual tinggi.

Pangsa Pasar Terbatas
Harga jual rumah bandar yang tinggi ini memiliki dua sisi yang bisa dicermati. Sebagian konsumen properti suka membeli rumah mahal karena ada asumsi bahwa rumah mahal pasti berkualitas bagus. Selain itu, makin mahal sebuah rumah, makin elit rumah tersebut, makin tinggi prestise yang digenggam pemiliknya.

Di sisi lain, tingginya harga jual membuat pangsa pasar rumah bandar menjadi terbatas, hanya menyasar kelompok ekonomi atas. Sementara kebutuhan akan hunian paling besar berasal dari kalangan menengah. Ini menjadi kritik bagi pihak pengembang, karena saat dicermati lebih lanjut, tidak semua rumah bandar di Jakarta terletak di kawasan yang lalu lintasnya lancar atau berada di kawasan elit. (cia/lia)

Lokasi: Mawar Town House, Pondok Labu, Jakarta Selatan

Sumber: Tabloid Rumah


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872


Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Inspirasi Hunian, Eksotika Bali di Rumah Modern

Inspirasi Hunian, Eksotika Bali di Rumah Modern

GAYA rumah Bali kian tren untuk diadaptasi dalam hunian masa kini. Dipadupadankan desain modern, inspirasi bangunan Pulau Dewata ini makin cantik dan etnik. Bali selalu menjadi tujuan favorit bagi siapa saja untuk berlibur.

Selain keindahan alam, budayanya yang masih dipegang kuat oleh masyarakat Bali pun menarik perhatian. Tak terkecuali bangunan arsitektur khas yang masih banyak ditemui di Pulau Dewata tersebut. Tak heran, bangunan bergaya Bali kian diminati.

Kini, memboyong resor atau vila impian ke luar Bali bukan hal mustahil. Ide dasarnya adalah membangun hunian dengan tingkat kenyamanan tinggi lewat penataan clean, simpel, bernapas modern-etnik. Eksotika rumah Bali pun dikreasikan dengan gaya modern dan menghasilkan hunian eklektik nan nyaman.

"Sekarang lagi in gaya resor modern, tapi ada gaya Balinya," ujar Husni Saleh, Desainer Interior dari Asthetic Interior. Gaya tersebut cenderung mudah diadaptasi rumah modern karena unsur Bali muncul lewat pengaplikasian arsitektur dasar dan interior. Untuk membangun rumah, orang Bali tidak akan melakukan dengan semaunya sendiri, walaupun orang itu kaya dan mampu.

Dia senantiasa menuruti suatu peraturan, ketentuan, atau petunjuk khusus yang menetapkan konstruksi susunan, letak, kedudukan, fungsi serta bahan yang dipakai, hari atau saat yang baik untuk mendirikan serta upacara dan sesaji yang harus dipersembahkan. Juga dengan tiga aspek keagamaan yang dipercaya ada pada rumah adat Bali tradisional.

Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut "Tri Hita Karana". Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Parahyangan adalah tempat ibadah sebagai sarana menciptakan hubungan yang baik antara manusia dan Tuhan. Namun, hal ini sudah tidak menjadi pemikiran dasar rumah Bali modern. "Ada nuansa etnik, tetapi lebih kontemporer, lebih simpel, fungsional sesuai gaya hidup modern tapi tetap menampilkan nuansa Bali," ujar I Ketut Bagus Suharsa, Arsitek dari PT Bali Desain Center.

Sebagai putra asli Bali, Ketut banyak menangani proyek pembangunan rumah Bali modern dengan cita rasa kontemporer. Semisal, bagaimana mengawinkan rumah bergaya Bali dengan kebudayaan asli si empunya rumah. Jangan salah, kebanyakan klien Ketut justru bersal dari non-Bali. Dia kerap mempertemukan budaya-budaya berbeda di bawah atap rumah Bali modern rancangannya.

"Umumnya menggunakan bahan yang banyak tersedia di Bali, seperti batu serai dari Karangasam, batu belayu, para sangeh, pintunya pake pintu Kir, membangun gapura dengan bata Bali, dan sebagainya," ujar Ketut. Ornamen dasar rumah Bali memang tidak boleh terlewat. Paling khas ya gapura itu. Jika rumah Joglo memiliki gebyok, Bali memiliki pintu kir.

"Umumnya rangka atap pun dari bambu, bersusun juga seperti orang Jawa menyebutnya soko guru. Untuk memberi gaya kontemporer, kita ambil daun pintunya dan batu-batu candi," tambah Husni. Memperkuat gaya Bali dalam struktur bangunan adalah trik cepat menghadirkan nuansa eksotisme Bali dalam hunian.

Pada umumnya, bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

Namun, bagi rumah Bali modern, penempatan ragam hias tidak harus mengandung nilai kepercayaan atau budaya. Semua kembali pada citarasa. Ragam hias atau pernak-pernik Bali dapat dihadirkan untuk memperkuat unsur etniknya.Yang khas adalah kamar mandi Bali. Kamar mandi modern dibuat lebih natural dengan meletakkan kendi besar di bawah keran, serta menebar batu kali putih di sekitar pancuran.

Maraknya pembangunan rumah Bali modern menjadi pertanda bahwa tren hunian siap beralih ke modern-etnik. "Malah sekarang saya melihat tren beralih ke modern etnik, ada sentuhan Jawa, Bali, dan Sumatera. Sangat mungkin dan sudah mengarah ke sana," simpul Ketut. Pakemnya tetap pada arsitektur bagunan tradisional, namun kesan modern diperkuat dengan penegasan fungsi ruang bersama perkawinan aksesori pernik maupun furnitur modern-etnik.

Berkonsep Resor

Suasana resor atau private vila di Pulau Bali menjadi inspirasi hunian modern. Tampilan rumah yang bersih, tetapi tetap eksotik menjadi daya tariknya. Rumah bergaya minimalis dapat dipercantik dengan aksen Bali etnik lewat hadirnya garis-garis dan pernak-pernik khas Bali.

"Misalnya, rumah modern tetap kita hadirkan nuansa Balinya dengan memakai atap alang-alang," saran desainer interior, Husni Saleh. Jika tidak memungkinkan menerapkan desain arsitektur rumah Bali, ada baiknya bermain pada sisi ?'khas''-nya saja.

Coba letakkan patung Bali di halaman rumah, atau patung dengan ukuran kecil pada foyer, di atas pilar atau lubang buatan dalam dinding. Berikan penyinaran minim untuk memberi degradasi warna dan kesejukan pada sekitar. Jika ukuran taman cukup luas, tanam kembang kamboja baik berupa pohon maupun kamboja mini.

"Kita ngambil filosofi modern dari arsitektur bali, yang menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam. Jadi tidak banyak menggunakan bahan sintetis," tambah I Ketut Bagus Suharsa, arsitek dari PT Bali Desain Center. Untuk pemilihan cat rumah, sebaiknya memilih warna beige atau natural. Letakkan juga jendela berbukaan besar untuk kelancaran sirkulasi udara dan cahaya.

Salah satu khas resor yaitu jendela lebar yang menghadap langsung ke alam. Namun, karena ini di kota besar, paling tidak menghadap ke taman. Melengkapi koleksi pernak-pernik, Husni menyarankan calon pemilik rumah bergaya resor untuk hunting ke pasar lokal setempat di Bali.

Coba pilih lukisan khas, untuk dipajang di rumah. Atau memilih guci tanah liat cantik, maupun ukiran kayu. Jika rumah Anda minimalis, sebaiknya cari pernak-pernik yang berukuran kecil. Hindari degradasi warna yang terlalu mencolok. Okezone




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Efek Perubahan Tren Warna pada Arsitektur

Efek Perubahan Tren Warna pada Arsitektur


LEBIH dari lima tahun lamanya, pergantian mood warna terus bergulir. Jika awal tahun 2004 pesona warna turquoise begitu digemari, sebagai "ulah" maraknya gaya hidup spa dan zan living, tak demikian dengan tahun berikutnya.

Tahun 2005, gaya hidup lebih penuh vitalitas, pengaruh gaya mediterania serta kuatnya fashion bohemia folkfore membawa nuansa warna oranye menjadi acuan warna. Dunia seni menjadi panduan tren di tahun 2006. Hangatnya pop art diadaptasi berbagai aliran seni, berpadu semangat dengan Eco-Life ala Go Green yang menciptakan warna hijau geometric pada gaya interior dan eksterior.

Bergulir ke tahun 2007, pengaruh gaya urban, gastronomi dan arsitektur lebih playfull memberikan warna pink pastel menjadi tren. Kini, koleksi warna yang lebih mengetengahkan gaya hidup berimbang hadir. Menghargai sejarah hidup, optimis pada masa depan, seimbangnya jiwa, raga dan rasa, merupakan inspirasi Colour Futures 2008.

Adalah Nicky Barton, Head of Colour and Communication ICI Paints International merupakan pemrakarsa untuk Colour Futures. Dari berbagai warna yang ada, kuning dipilih sebagai tren warna terkini.

"Tahun ini permainan desain tegas dan edgy diperkaya dengan warna yang lebih playfull. Palet warna dasar kuning membantu mood menjadi lebih ceria, homy dan tetap minimal," kata Nicky Barton, Chair Person Colour Futures ketika ditemui okezone dalam acara "The Colour of The Opera" di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Menurut ibu tiga orang anak ini, kuning merupakan lambang optimisme, penghargaan, kilau indah dan jati diri. Karena dualitas makna tersebut yang membuatnya sangat mewakili tahun 2008. "Pada lintas generasi, kuning mewakili masa keemasan era lampau. Generasi muda pun menyukai keeksentrikan nuansa yang menyala ini. Melalui warna kuning dapat menghadirkan mood di tahun ini," paparnya seraya dibenarkan Jerry Goei, President Director PT ICI Paints Indonesia.

Menurut Jerry, warna kuning dipilih sebagai perlambang kehidupan. "Kuning itu simbolik dengan energi dan menyerapnya untuk disalurkan ke seluruh ruangan. Kuning melambangkan energi positif melalui elemen kewibawaan yang dihantarkannya," jelas pria keturunan Tionghoa itu.

Berkaitan dengan tren warna di tahun tikus ini, Ir. Ahmad Djuhara, ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta memiliki cara pandang berbeda. Menurutnya, dalam dunia arsitektur, para arsitek mencari yang lebih permanen dan berumur panjang.

"Dalam dunia arsitektur, memilih warna tidak hanya sebatas tren yang tiap tahunnya selalu berganti, tetapi untuk jangka waktu yang panjang. Karena arsitektur yang baik itu tidak lekang oleh waktu dan zaman. Namun selalu memilih yang mendekati timeless , " demikian tuturnya. Sesuai dengan motonya itu, dia tidak mengenal istilah tren warna dalam arsitektur.

Dunia arsitektur menurut arsitek kelulusan Universitas Parahyangan yang tergabung dalam AMI (Arsitek Muda Indonesia) itu, tergantung pada personalitas klien.

"Karena itu, saya percaya bahwa warna terkait pada sinergi tipa orang yang berbeda. Seperti karakter, sehingga jiwa bangunanlah yang dicari. Kalau diganti tiap tahun, maka jiwanya belum ketemu," kata ayahanda dua orang puteri buah cintanya bersama Wendy, istrinya yang juga mendalami bidang arsitek.

Warna dalam arsitektur, sambungnya, seperti pakaian. "Meski seperti baju yang dapat diganti-ganti, namun warna pada arsitektur tidak bisa berganti setiap saat," beber pria kelahiran 22 November 1966 ini.

Meski demikian, pria yang pernah bekerja di Jeffry Budiman Architect itu, tak menampik produsen cat yang harus selalu bereksplorasi dan selalu kreatif. "Bagaimanapun juga produsen cat memerlukan pergeseran setiap tahunnya. Karena masyarakat kita masih dibuai terhadap apa yang disukai saat ini," pungkasnya.
Sumber: Okezone



(tty)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 18 Maret 2008

Merancang Arsitektur Rumah

Merancang Arsitektur Rumah

Gaya dan bentuk rumah seseorang biasanya mencerminkan selera dan keinginannya. Orang yang menyukai sesuatu yang klasik, biasanya akan menyukai rumah yang corak arsitekturnya klasik. Demikian pula mereka yang suka pada hal-hal yang simpel dan sederhana, akan menyukai rumah bergaya minimalis yang coraknya sederhana.

Kita memang bisa menentukan corak dan gaya rumah sesuai dengan keingin - an dan selera kita. Untuk mewujudkan itu, kita bisa menggunakan jasa arsitek. Mereka yang akan membantu mewujudkan keinginan kita pada rancang bangun an rumah yang kita kehendaki.

Agar hasilnya maksimal, pemilik rumah dan sang arsitek perlu kerja sama dan komunikasi. Ini penting agar ide dan keinginan pemilik rumah bisa diterjemahkan dengan baik dan indah oleh arsitek.

Saat ini, banyak perusahaan jasa arsitektur yang bisa kita minta untuk membantu merancang rumah. Soal harga, tentu bisa dibicarakan sesuai dengan kesepakatan. Jika kita punya teman atau kolega yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek, tentu lebih memudahkan. Di samping biaya lebih murah, proses komunikasi dan interaksi yang terjalin bisa lebih dekat dan in tensif.

Jika menggunakan jasa arsitek, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar hasil rancangannya optimal, yaitu:

1. Sebelum mulai merancang, sampaikan anggaran yang kita miliki kepada sang arsitek. Ini penting agar arsitek bisa menyesuaikan rancang - annya dengan kemampuan keuangan kita.

2. Kenali berbagai gaya arsitektur yang ada dan yang kita ingin wujudkan dalam rumah. Apakah itu gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa. Kita bisa mencarinya dari majalah, buku, situs Internet, dan sumber informasi lainnya. Setelah menentukan gaya apa yang kita inginkan, komunikasikan dengan sang arsitek. Makin jelas keinginan dan gaya bangunan yang kita kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.

3. Perhatikan saran dan pertimbangan yang diberikan arsitek. Jika dia menilai ide kita kurang pas, maka sebaiknya ikuti pendapat dan saran tersebut. Jangan terlalu memaksakan ide jika hal itu malah membuat bangun an rumah menjadi kurang pas atau tepat menurut penilaian arsitek.

4. Pada proses pembuatan rancangan arsitektur rumah ini diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara kita dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.

5. Jika rancangan rumah selesai dibuat, mintalah gambar kerjanya secara lengkap dari arsitek. Ini akan sangat membantu kontraktor saat memba - ngun rumah sesuai dengan hasil rancangan tersebut. Sumber: Republika



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 13 Maret 2008

Mimar Sinan Arsitek Ulung dari Turki

Mimar Sinan Arsitek Ulung dari Turki

Selama empat priode kepemimpinan para penguasa itu, Sinan bertanggung jawab untuk membangun dan mengawasi setiap pembangunan di Kesultanan Ottoman.

Kerajaan Usmani Turki mewariskan begitu banyak karya arsitektur bersejarah. Masjid, gedung, sekolah hingga jembatan yang dibangun pada era kejayaan Usmani pada abad ke-16 M itu menjadi saksi bahwa Islam menguasai bidang arsitektur dan sudah memiliki arsitek-arsitek ulung.

Sederet bangunan bersejarah warisan Daulah Usmani itu tercatat merupakan karya Mimar Sinan (1489 M - 1588 M). Dialah arsitek Muslim termasyhur abad ke-16 M. Setengah abad masa hidupnya diabdikan untuk dunia arsitektur Islam. Selama masa hidupnya, tak kurang dari 476 struktur arsitektur telah diciptakan Sinan.

Tak heran, jika sejarawan arsitektur terkemuka dari Washington State University, Henry Matthews, mengagumi kehebatan Sinan. Menurut dia, arsitek Muslim dari Turki itu sebanding kehebatannya dengan arsitek terkemuka asal Italia mulai dari Brunelleschi hingga Michelangelo. Sinan merupakan arsitek terhebat pada periode klasik.

Sinan merupakan arsitek kepala dan insinyur teknik sipil pada kesultanan Usmani mulai dari 1538 hingga 1588 M. Dia mendedikasikan dirinya untuk membangun kota Istanbul di bawah empat era kepemimpinan sultan, yakni: Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III.

Selama empat periode kepemimpinan para penguasa itu, Sinan bertanggung jawab untuk membangun dan mengawasi setiap pembangunan di Kesultanan Ottoman. Masjid Salim di Edirne serta Masjid Sulaiman di Istanbul merupakan masterpeice sang arsitek ulung. Sinan juga banyak mendidik dan membina arsitek terkemuka, salah satunya Sedefhar Mehmet Aga - arsitek Masjid Sultan Ahmad.

Kehebatan Sinan tak cuma sekedar mitos. Di perpustakaan Istana Topkapi, tiga catatan singkat kisah kehebatan Sinan masih tersimpan. Dalam catatan itu, Sinan berkisah kepada temannya Mustafa Sai tentang sejarah masa kecil serta karirnya di dunia militer.

Menurut dokumen itu, Mimar terlahir pada 15 April 1489 M di sebuah kota bernama Agirnas (sekarang Mimarsinakoy) terletak di Anatolia - dekat Kayseri sebuah provinsi yang dikuasai Sultan Salim II. Saat lahir, dia menganut agama Kristen. Salah satu impian Sinan muda adalah bersekolah di Imperial Enderun College yang terdapat di Istana Topkopi.

Namun, cita-citanya itu tak pernah kesampaian, karena Sinan tak diterima di sekolah itu. Semangat belajarnya yang begitu tinggi mengantarkannya ke Ibrahim Pasha School yang dikelola Grand Vizier Ibrahim Pasa. Kemungkinan, dia memeluk agama Islam dan mendapat nama Sinan saat studi di sekolah itu.

Awalnya dia menimba ilmu perkayuan dan matematika. Otaknya yang encer serta ambisinya yang besar membuatnya dipercaya sebagai asisten seorang asisten terkemuka. Dari arsitek itulah, dia banyak menimba ilmu. Berbilang tiga tahun, dia telah menjadi seorang insinyur arsitektur yang berbakat dan terampil.

Pada saat yang bersamaan, Sinan mengikuti latihan wajib militer di Kesultanan Usmani selama enam tahun. Dia lalu bergabung dalam Korps Janissary. Menurut beberapa sumber, Sinan menyaksikan peristiwa penaklukkan Belgrade oleh Usmani Turki. Dalam perang Mohak, Sinan menjadi anggota kavaleri.

Sinan lalu dipromosikan menjadi kapten pengawal istana. Tak lama kemudian, dia memimpin korps infanteri perwira. Lalu dia ditugaskan di Austria untuk memimpin pasukan. Sinan pun sangat mahir menembakkan meriam. Sebagai seorang yang juga menguasai arsitektur, dalam menembak Sinan mempelajari struktur terlemah untuk meruntuhkan sebuah bangunan.

Pada 1535 M, Sinan ikut serta ke Baghdad sebagai komandan pasukan istana. Dua tahun kemudian, dia juga bergabung dalam ekspedisi ke Corfu, Apulia hingga ke Moldavia. Selama masa ekspedisi militer itu Sinan tak hanya dikenal sebagai penembak jitu, namun juga seorang arsitek yang terampil dan ahli.

Saat pasukan Usmani menguasai Kairo, Sinan dipromosikan sebagai pimpinan arsitek. Dia diberi hak khusus untuk merobohkan bangunan-bangunan di kota yang ditaklukan - tentunya yang tak sesuai dengan rencana kota. Saat bertugas di Timur, Sinan ikut membangun benteng pertahanan dan jembatan. Salah satunya jembatan menuju Danube.

Sinan juga begitu ahli mengubah arsitektur gejera menjadi masjid. Bahkan, pada 1535 M, dia sempat membuatkan kapal untuk tentara dan pasukan meriam yang akan melintasi Danau Van. Ketika Aelebi Latfi Pasha menjadi Grand Vizier pada 1539 M, Sinan diangkat menjadi arsitek di Istanbul. Inilah awal kariernya sebagai arsitek sebenarnya.

Tugas utama yang harus diembannya adalah mengawasi pembangunan dan masuknya barang-barang di Kesultanan Usmani. Selain itu, Sinan juga bertanggung jawab untuk mendesain dan membangun sarana publik seperti, jalan, irigasi atau saluran air, dan jembatan. Kewenangannya semakin besar setelah diangkat menjadi Ketua arsitek istana.

Di awal kariernya sebagai arsitek, Sinan banyak berhubungan dengan pembangunan arsitektur kubah tradisional. Sebagai seorang tentara sekaligus, pendekatan arsitekturnya lebih pada sudut pandang empiris dibandingkan teoritis. Dia lalu mulai bereksperimen dengan desain dan teknik struktur kubah tunggal dan banyak kubah.

Sinan mencoba menghasilkan sebuah geometri baru yang murni, sebuah rasionalitas dan integritas spasial dalam desain dan struktur masjid. Lewat upaya itu, dia menunjukkan kreativitas dan harapannya untuk menciptakan sebuah kesatuan ruang yang jelas. Sejak itu, Sinan juga mulai mengembangkan serangkaian kubah yang bervariasi.

Kubah dan lengkungan yang didesain membengkok. Namun, dia menghindari elemen-elemen curvilinear dalam desainnya. Sinan lebih memilih mengubah lingkaran kubah ke dalam sebuah segi-empat , persegi enam, atau sistem persegi delapan. Sinan memang dikenal amat jenius dalam mengorganisasi ruang dan penciptaan resolusi tegangan lewat desain. Sinan tutup usia pada 17 Juli 1588 M.

Masterpiece
Sang Perwira Arsitek

*Periode 1538 M -1550 M
Selama periode ini, Sinan melanjutkan model arsitektur tradisional Usmani. Namun, secara bertahap dia juga mulai mengeksplorasi kemampuannya di bidang arsitektur. Selama bertugas sebagai tentara, dia banyak mempelajari arsitektur monumen di kota-kota Eropa dan Timur Tengah yang ditaklukkan Daulah Usmani.

Pada periode ini, dia mencoba membangun sebuah monumen penting yakni, Masjid Hasrev Pasha dan dua madrasah di Aleppo. Bangunan itu dibangun pada musim dingin tahun 1536 M - 1537 M. Ketika pertama kali diangkat menjadi arsitek kesultanan, Sinan membangun kompleka Haseki Hrrem yang sederhana untuk isteri Sultan Sulaiman.

Sinan juga membangun makam Laksamana Besar Hayreddin Barbosa pada 1541 M. Dia juga membangunkan sebuah masjid dengan madrasah atas perintah satu-satunya anak perempuan Sultan Sulaiman, Mihrimah Sultana. Bangunan itu juga dilengkapi dapur atau imaret.

Sultan Sulaiman memerintahkan Sinan untuk membangun sebuah masjid untuk mengenang anaknya Sehzade Mehmet yang meninggal pada usia 21 tahun. Padahal, saat itu Sinan tengah membangun Masjid Iskele. Menurut para sejarawan Masjid Sehzade merupakan karya terbesar (masterpiece) pertama Sinan.

Sinan lalu mewujudkan obsesinya untuk membangun masjid berkubah besar dengan mendirikan Masjid Fatih Pasha di Diyarbakir dan Masjid Piri Pasha di Haskay.

*Periode 1550 M - 1570 M
Sultan Sulaiman memerintahkan Sinan untuk membangun masjid lagi pada tahun 1550 M. Masjid yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Sulaiman itu dibangun dengan dana yang begitu besar. Sulta menginginkan di sekitar masjid itu juga dilengkapi dengan empat sekolah, dapur, rumah sakit, rumah sakit jiwa, sebuah hamam, dan hospice bagi para penjelajah.

Saat itu, Sina sudah menjadi pemimpin arsitek istana. Ia mulai dibantu asisten. Masjid itu dibangun dala waktu tujuh tahun. Inilah masid pertama dengan atapnya berbentuk setengah kubus. Sinan terinspirasi dari desain Hagia Sophia.

Antara 1553 M - 1555 M, Sinan membangun sebuah masjid di Besiktas. Pada 1556 M, Sinan membangun tempat mandi bernama Haseki Harrem Hamam untuk mengganti tempat mandi antik Baths of Zeuxippus. Itulah tempat mandi yang paling indah yang dibangun Sinan.

Sekitar tahun 1559 M, dia membangun madrasah Cafer Aga. Pada tahun yang sama dia juga membangun sebuah masjid kecil untuk Iskender Pasha di Kanlika, sebelah Bosphorus. Pada 1561 M, ketika Rastem Pasha meninggal dunia, Sinan pun membangun Masjid Rastem Pasha. Sinan juga membangun masjid di Istanbul untuk Zal Mahmut Pasha antara 1560 M - 1566 M.

* Periode 1570 M - 1588 M
Sinan membangun Masjid Sokollu Mehmet Pasa di Istanbul (1571 M - 1572 M) dan Masjid Salim di Edirne 1575 M. Dalam buku biografinya berjudul "Tezkiret Al Bayan", Sinan mengaku bahwa Masjid Salim merupakan karya terbesarnya (masterpiece).

Dedikasi Setengah Abad

Lima puluh tahun lamanya Sinan mencurahkan pikirannya untuk membangun Kerajaan Usmani. Menurut Tazkirat Al-Abniya - daftar resmi hasil kerjanya - Sinan menyatakan telah membangun dan mengawasi 476 bangunan. Sebuah pencapaian yang begitu luar biasa.

Meski karya-karyanya tela berumur hampir lima abad, namun tak kurang dari 196 bangunan yang dibangun dan disupervisinya masih tetap eksis hingga saat ini. Memang tak semua bangunan dibangunnya sendiri. Untuk pembangunan gedung yang terbilang kurang penting dia mendelegasikannya kepada asistennya.

Dari 476 bangunan yang dibangunnya itu terdiri dari, 94 bangunan masjid besar, 57 gedung sekolah, 52 bangunan masjid kecil, 48 tempat pemandian, 35 istana, 22 makam, 20 caravanserai, 17 dapur umum, delapan jembatan, delapan gudang penyimpanan, tujuh madrasah, enam pengatur air, dan tiga rumah sakit.

Beberapa karya Sinan: Masjid Azapkapi Sokullu di Istanbul; Masjid Salim di Edirne; Kompleks Salaiman ; Kompleks Kilic Ali Pasha; Kompleks Molla Celebi; Tempat mandi Haseki; Masjid Piyale Pasha; Masjid Sehzade; Kompleks Mihrimah Sultan di Edirnekapi; Jembatan Mehmed Pasa Sokolovic di Visegrad; Masjid Nisanci Mehmed Pasha; Masjid Rastem Pasha; Masjid Zal Mahmud Pasha; Masjid Kadirga Sokullu; Masjid Koursoum atau masjid Usman Shah di Trikala; Al-Takiya Al-Suleimaniya di Damascus; Madrasah Yavuz Sultan Selim; Jembatan Mimar Sinan di Bayakaekmece. sumber: Republika



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Minggu, 02 Maret 2008

Yang Pas untuk Taman Rumah Minimalis

Taman Rumah Minimalis

Tak sembarang tanaman dan ornamen bisa ditampilkan di taman minimalis. Pastikan, Anda tak salah pilih.


Konsep taman rumah minimalis tengah disuka
. Anda salah satunya? Jika begitu, kehadiran taman bergaya minimalis perlu Anda hadirkan. Seperti apa karakteristik taman ini, Arwindrasti, arsitek lanskap, akan menjelaskannya untuk Anda.

Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. ''Salah memilih, lahan yang sudah sempit akan terlihat semakin sempit,'' kata dosen arsitektur lanskap di Universitas Trisakti, Jakarta ini. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar dua hingga enam meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu, menurut Arwindrasti, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen. Nah, kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.

Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung, karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. ''Biasanya, terletak di ujung tangga,'' tutur Arwindrasti. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.

Sejatinya, banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. ''Yang penting, mudah dipelihara, berwarna hijau, serta harganya murah meriah,'' katanya. Seperti apa contohnya? Arwindrasti menyebut beberapa di antaranya, yakni Caladium linium, Calathea majestic yang memiliki daun berwarna hijau segar, dan Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.

Untuk jenis tanaman berbunga, Anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja misalnya, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman Anda. Bahkan, jika ditanam di dekat carport, bunga ini bisa berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Masih ada pilihan lain? Tentu saja. Tanaman sri rejeki, bahkan Anthurium, pas juga untuk taman minimalis Anda.

Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa Anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Tapi ingat, jangan sembarang tanaman buah. Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertikal. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman.

Super minimalis
Saat ini, ketika harga lahan terus meroket, tak sedikit hunian yang berada di lahan super minimalis. Alhasil, lahan yang tersisa untuk taman pun sangat terbatas, sekitar 1X2 meter.

Namun jangan kecil hati, lahan super minimalis pun masih bisa disiasati sehingga taman impian Anda terwujud. Bagaimana caranya? Cobalah menata tanaman dalam beberapa pot. Anthurium, asparagus, Begonia, dan bunga lili bisa mengisi pot-pot itu.

Cermati pula cara menata pot. Ada 'rumus' yang bisa Anda terapkan yakni sistem penataan ganjil atau genap. ''Sistem ganjil, misalkan paling depan pot ukuran kecil, serong sedikit letakkan pot ukuran sedang lalu agak besar. Dengan begitu, bentuknya mirip segitiga tapi tidak sama kaki,'' jelas Arwindrasti. Bisa juga Anda tata pot dalam bentuk segi tiga sama kaki, yaitu dua pot ukuran kecil dan satu ukuran besar. Tidak sulit, bukan? Berbekal tips di atas, mudah-mudahan taman Anda tampil maksimal meski berada di lahan minimal.




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Agar Senyaman Kamar Hotel Berbintang

Agar Senyaman Kamar Hotel Berbintang

Jangan asal memilih perabot. Salah pilih, bisa-bisa kamar Anda terasa sumpek dan berantakan. Sayang sekali, kan?


Tak perlu mengeluarkan banyak uang hanya untuk menikmati kenyamanan kamar di hotel berbintang. Ya, karena Anda bisa menciptakannya sendiri. Hadirkan kenyamanan ala hotel berbintang itu dengan cara mendesain dan menata ruang tidur Anda sebaik mungkin. Bagaimana caranya?

Sejatinya, tidak sulit menciptakan 'kamar hotel' di rumah kita. ''Kuncinya, kamar harus didesain terlebih dahulu sebelum memasukkan perabotan ke dalamnya,'' kata desainer interior, Rani Anggraeni. Setelah itu, barulah memilih furnitur dan aneka perlengkapan lain yang sesuai.

Untuk furnitur, pilih furnitur yang fungsional, nyaman, dan bergaya. Jadi, jangan asal memasukkan perabotan ke kamar. Hal itu bisa membuat kamar terlihat sumpek, sempit, dan berantakan. Memilih tempat tidur misalnya, jangan sekadar suka pada modelnya, tapi sesuaikan pula dengan ukuran kamar. Jangan hanya terpaku pada model juga berlaku ketika Anda memilih kasur.

Apalagi kasur merupakan perlengkapan paling penting di ruang tidur. Apalah artinya tempat tidur indah dan mahal, jika kasurnya tak mampu memberi kenyamanan pada Anda saat merebahkan badan. ''Yang penting, kasur harus bisa membuat si pemilik kamar beristirahat dengan nyaman.'' Penulis buku Ide Unik Dekorasi Interior ini menambahkan, lengkapi tempat tidur dengan bed cover, seprai, dan sarung bantal dari bahan lembut dan halus. Pilih warna yang sesuai dengan warna dinding.

Letakkan meja kecil di sisi kiri dan kanan tempat tidur. Fungsinya untuk meletakkan lampu. Di sudut ruangan, tempatkan kursi santai plus meja kecil untuk menulis atau sekadar menaruh secangkir teh. Malam hari ketika Anda belum mengantuk, kursi santai ini bisa menjadi tempat yang nyaman untuk membaca buku.

Suka menonton televisi? Tak ada salahnya menghadirkan peranti elektronik ini di ruang tidur Anda. ''Keberadaan televisi di kamar bukan sesuatu yang mengganggu asal peletakannya sesuai,'' kata Rani. Televisi bisa diletakkan di meja. Televisi layar datar dan amat tipis (LCD TV) yang sedang 'in' saat ini boleh Anda pilih. Selain tidak makan tempat, desain televisi mutakhir ini juga keren. Tampilan kamar tidur Anda pun menjadi lebih elegan karena kehadirannya.

Pencahayaan
Pencahayaan bisa menambah dimensi dan kesan drama pada sebuah ruang. Tak terkecuali pada ruang peraduan Anda. Rani, lulusan Fakultas Arsitektur Universitas Indonesia, menekankan, pencahayaan di kamar jangan hanya bersumber dari satu titik, melainkan dari berbagai titik. Ada lampu baca di sisi kiri dan kanan tempat tidur, ada pula lampu di sudut ruangan dan area tempat duduk. Pencahayaan di berbagai titik ini membuat ruangan terasa berimbang, hangat, dan nyaman.

Untuk menambah kesan mewah dan hangat, pasang lampu bercahaya kuning. Sementara cahaya lampu putih lebih cocok untuk kamar tidur berkonsep minimalis. Boleh juga menghadirkan cahaya warna-warni yang lembut. Cahaya ini menumbuhkan kesan futuristik pada kamar tidur Anda. Mana yang Anda pilih? Tentu pilih yang sesuai dengan tema dan nuansa yang ingin Anda hadirkan di ruang tidur.

Bagaimana dengan warna dinding? ''Ini tergantung pada selera si penghuni,'' tutur Rani. Namun, karena kamar tidur merupakan tempat untuk beristirahat, sebaiknya pilih warna-warna teduh dan alami. Hanya saja, ada kalanya orang menggemari warna yang gelap, atau sebaliknya mencolok (ngejreng). Boleh-boleh saja membalurkan warna-warna itu, asalkan tidak diaplikasikan secara merata ke seluruh ruangan. Jadi, tampilkan saja warna gelap atau mencolok tadi sebagai aksen di salah satu bagian kamar. Di hotel, kamar biasanya tampil dengan satu warna untuk menumbuhkan kesan sunyi dan tenang.

Seperti halnya dinding, lantai pun disarankan menggunakan warna-warna lembut. Hindari melapisi permukaan lantai dengan karpet. Sebab, karpet akan membuat ruangan terlihat lebih sempit. Namun, pada ruang tidur yang cukup luas, karpet tebal nan lembut bisa dihamparkan di sudut ruangan di bawah tempat duduk.

Jendela
Jangan sepelekan jendela kamar. Dari jendela inilah, cahaya matahari bisa menerangi kamar Anda di siang hari. Dari jendela ini pula, Anda bisa melepas pandangan ke luar kamar. Selain fungsinya yang penting ini, jendela memiliki nilai estetika yang tinggi bagi ruang tidur Anda. Penampilan jendela yang cantik, tentu menambah cantik pula ruang pribadi Anda ini.

Agar terlihat lebih cantik, hiasi jendela dengan tirai yang menarik. ''Pilih tirai jendela yang senada dengan warna dinding dan sesuai pula dengan tema kamar tidur yang Anda inginkan, apakah tema klasik atau modern,'' saran Rani.

Untuk tampilan yang mewah, Anda bisa memilih tirai dari bahan sutera, linen, atau rami. Di hotel berkelas, tirai biasanya dibuat dari bahan yang tebal untuk memberi kegelapan total ketika tirai ditutup.

Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan jika menginginkan kamar seindah dan senyaman hotel berbintang adalah aksesori. Tapi ingat, pemberian aksesori jangan terlalu ramai. ''Aksesori yang kelewat ramai membuat ruangan terlihat padat,'' tutur ibu dua anak ini.

Rani pun memberi contoh. Letakkan vas transparan berisi bunga segar di atas meja kecil di sisi tempat tidur. Kehadiran bunga akan menimbulkan kesan fresh dan natural. Punya koleksi foto pribadi dan keluarga? Coba tata seapik mungkin di atas meja. Dan agar dinding tidak terkesan kosong, hias dengan lukisan berukuran sedang.

Dengan tatanan kamar tidur yang 'wah' seperti ini, rasanya Anda bakal makin betah berada di kamar. Ya, karena kamar tidur Anda telah senyaman kamar hotel berbintang.

Jasa Desain Interior Rumah


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi