Rabu, 12 Desember 2007

Paduan Serasi Minimalis-Tropis

Paduan Serasi Minimalis-Tropis

Membangun rumah bergaya minimalis membutuhkan banyak semen. Kesan minimalis begitu terpancar dari bagian depan rumah. Garis-garis lurus tampak mendominasi kediaman milik pasangan Sri E Setiasih - Ndaru Endrio ini.

Namun, begitu memasuki bagian sebelah kiri luar rumah yang terletak di Jalan Pendidikan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat itu justru kesan tropis yang begitu kental terasa.Ternyata rumah yang berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi itu memadukan gaya minimalis dan tropis. ''Awalnya, suami saya ingin punya rumah minimalis. Namun, di tengah pengerjaan saya memasukan gaya tropis,'' ujar Sri yang akrab disapa Oonk ini.

Hasil akhirnya adalah sebuah paduan serasi minimalis-tropis.Gaya minimalis memang begitu mendominasi kediaman ini. Hal itu tampak dari desain arsitektur, warna, serta pernak-pernik lainnya. Meski begitu, beberapa bagian tampak dimodifikasi sehingga menghasilkan perpaduan. ''Untuk void misalnya saya beri motif bunga-bunga agar tak berupa garis lurus saja,'' tutur ibu dua anak ini.

Saat memasuki bagian interior rumah ini, kesan sejuk mulai terasa. Langit-langit yang tinggi ditambah sirkulasi udara yang baik berhasil menghasilkan kesejukan. Suasana adem itu pun didukung dari lantai marmer yang menutup semua bagian interior rumah. ''Kita menggunakan marmer bercorak agar terasa sejuk.''Rumah dua lantai ini juga menerapkan pola minim sekat. Sehingga, ruang tamu dan ruang keluarga dibiarkan terbuka.

''Saya memang inginnya punya rumah yang tak banyak sekat, soalnya kalau ada acara biar bisa menampung banyak orang,'' imbuh Oonk. Selain itu, pembagian beberapa bagian interior pun menerapkan split level.Ruang tamu dan ruang santai keluarga dipisahkan dengan ketinggian sekitar satu level. Begitu juga dengan kamar tidur utama yang juga lebih rendah satu level. Menurut Oonk, soal permainan split level itu sengaja dilakukan.

Sebab, kontur tanah pada awalnya memang sudah seperti itu. Di lantai satu ini terdapat beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur utama, kamar tidur tamu, ruang santai keluarga, kamar mandi, serta dapur. Di bagian belakang ada kamar pembantu. Sedangkan di lantai dua, terdapat dua kamar anak serta ruang untuk hiburan keluarga.Bagian interior ruangan didominasi warna abu-abu.

''Itukan warna khas dari rumah minimalis,'' tuturnya. Namun, agar tak tampak monoton, ia pun menambahkan warna orange pada beberapa bagian dinding rumahnya. Lantai pun juga dipilih warna abu-abu bercorak. Menurutnya, warna abu-abu juga turut menghadirkan nuansa kesejukan. Butuh waktuDesain arsitektur rumah yang luasnya sekitar 300 meter persegi itu dikerjakan oleh Yudhi arsitek dari Studio Lanansa. Namun dalam perjalannya, ia melakukan beberapa modifikasi. Oonk menambahkan, membangun rumah bergaya minimalis ternyata membutuhkan waktu yang lama.

Tak hanya itu, rumah bergaya minimalis juga membutuhkan sangat banyak bahan semen.''Bahan yang paling banyak digunakan adalah semen. Hampir habis 500 zak,'' ucapnya. Untuk mencari bahan-bahan bangunan, Oonk mengaku mencarinya sendiri. Bahkan untuk mendapatkan bahan seperi marmer bercorak, ia harus belanja di daerah Bandung.Di bagian depan dan samping kiri eksterior rumah, ia menghadirkan taman bernuansa tropis. Beberapa tanaman hias dan pohon khas tropis membuat taman tampak indah dan rindang. Agar nuansa tropis semakin terasa, batu-batu alam digunakan sebagai lantai atau penyerap tumpahan air hujan. Nuansa tropis kian terasa, karena dinding rumah sebelah kiri ini menggunakan batu alam palimanan. Nilai historisTaman tropis ini juga dilengkapi dengan gezebo. Dibagian belakang rumah juga dilengkapi kolam renang mungil. ''Kalau untuk kolam renang dikerjakan terpisah,'' paparnya.

Rumah ini pun ternyata memiliki nilai historis bagi pasangan ini. Menurut Oonk, kediaman tersebut merupakan kado ulang tahun pernikahan yang ke-17.Yang unik, di bagian teras belakang terpasang foto-foto rumah yang kebanjiran. ''Itu rumah kami dulu. Tiap hujan pasti kebanjiran,'' tuturnya sembari tersenyum. Di rumah yang baru, pasangan yang dikarunia dua anak ini bisa hidup dengan tenang dan nyaman. ''Sekarang tak khawatir lagi bila turun hujan.''
(idionline/RoL)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kiat Membangun Rumah Asri

Kiat Membangun Rumah Asri tetapi Murah

TAK sulit menciptakan rumah yang asri, nyaman, aman, sekaligus murah. Kuncinya terletak pada niat dan kesungguhan, pemilik rumah maupun tetangga yang tinggal di sekitarnya.

Salah satu jalannya ialah pembangun rumah merancang rumah itu secermat mungkin, agar bukan saja menghemat biaya, meraih kenyamanan, tetapi sekaligus tidak mencabut akar kebudayaan masyarakat setempat.

Bagaimanapun kalau kita kembali ke dalam kehidupan nenek moyang, dan kembali ke selera asal nenek moyang, kita akan banyak belajar mengenai seni membuat bangunan," ungkap Ketua Dewan Penasihat Pembangunan Kota Semarang, Eko Budihardjo kepada Kompas pekan lalu. Dari nenek moyanglah, tutur Eko, kita belajar tentang kearifan menentukan bahan bangunan yang murah dan kuat. Apalagi, kalau bahan-bahan sederhana seperti batu dan bambu-yang diikat dengan jerami-akan semakin tampaklah keindahan, keunikan dan variasi yang diciptakan.

Bahkan, dari hasil karya sederhana itu, kita kian mampu menunjukkan karakteristik dari masing-masing pribadi. "Misalnya, karakteristik Jawa yang terkenal dengan seni bambunya. Ataupun bahan-bahan lain yang kita jumpai di daerah-daerah Indonesia bagian timur," jelas Rektor Universitas Diponegoro, Semarang.

Eko menyayangkan keunikan itu kini telah luntur, dan digantikan oleh perumahan-perumahan yang bergaya Eropa, Amerika Serikat dan berbahan baku dari kedua benua itu. Model bangunan-bangunan yang tercipta kerap kali tidak lagi menekankan pentingnya beranda depan dan belakang. Padahal, hal ini merupakan simbol kultural di sini. Tipikal rumah-rumah yang ada di pinggiran atau bahkan di kota-kota besar, seperti Jakarta meneguhkan pandangan itu.

Para konsumen disodori rumah siap pakai, tetapi ternyata setelah sekian tahun digunakan, terdapat banyak kerusakan. "Sebetulnya, kita bisa menciptakan perencanaan pembangunan rumah yang sederhana. Masyarakat kita mempunyai kemampuan membangun rumah yang lebih baik, sederhana, dan murah," tutur Eko. Baru-baru ini, ujarnya, di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang, terdapat pembangunan perumahan-yang bertumpu pada prakarsa kelompok masyarakat.

"Masyarakat yang bahu-membahu dijadikan basis membangun rumah ini sudah dimulai oleh (Alm) Mangunwijaya di bantaran Kali Code, Yogyakarta," paparnya. Selain keunikan, ujar Eko, bentuk bangunan sebagai karya seni sosial yang melibatkan banyak orang dari pemilik sampai tukang bangunnya akan menciptakan keasriannya.

Sementara, kalau kita melihat bangunan di luar negeri (yang ternyata modelnya diambil begitu saja oleh masyarakat Indonesia, dengan segala interior ruangannya) karakteristik penghuni sebagai subyek penciptanya telah hilang. Padahal, tambahnya, dalam membentuk rumah, kita ibarat merancang dan menggunakan baju untuk penampilan jati diri. Eko yang menyitir pendapat Mangunwijaya berpendapat, bambu atau rotan mempunyai kekuatan yang dapat diandalkan, meskipun terkadang bahan baku tradisional ini membuat orang kadangkala menjadi rendah diri, kurang percaya diri.

"Itulah manusia yang sering disebut sawung sinawang," jelasnya tentang pola hidup orang yang suka melihat dan mengikuti begitu saja trend negara tetangga. Semestinya kita kembali pada kebudayaan dan menumbuhkan kembali jati diri kita. Tanpa mau menyebut berapa biaya pembangunan rumah asri yang menekankan pembangunan rumah menggunakan bahan tradisional itu, Eko dengan tegas mengatakan, "Pembangunan dengan bahan-bahan tradisional akan jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan-bahan baku modern.

Jadi, fenomena kultural dalam membangun rumah bukan hanya sekadar penampilan fisik bangunannya," jelasnya. Paling tidak, kata Eko, tips yang bisa digunakan sebagai patokan ialah, pertama, model Mix Housing di mana bangunan modern silakan dibangun, namun bangunan ciri khas kampung lama tetap harus dipertahankan. Dalam model ini, kita membiarkan kedua model itu hidup berdampingan untuk menggambarkan keragaman warganya.

Kedua, perumahan yang asri juga harus menyediakan sarana bermain, ibadat, sarana kesehatan, dan tempat terbuka untuk berkumpulnya para warga sekitar. Ketiga, upaya subsidi silang antara masyarakat kelas atas dan bawah harus tetap diadakan, sehingga menciptakan hubungan sosial yang akrab dan saling menghormati. Karena itu, tambah Eko, akan terhindarlah sikap eksklusivitas dalam hidup berumah tangga.

AGAR keasrian perumahan sederhana dapat terealisasi, diperlukan kebijakan pembangunan perkotaan. Menurut Arsitek-Urbanis Marco Kusumawijaya, bicara mengenai perumahan di Jakarta itu berat, karena kebijakan perumahan tidak nyambung dengan kebijakan pembangunan kota. Misalnya, masalah paling berat mengenai perumahan itu adalah tanah.

"Bagaimana perumahan bisa menjadi baik, kalau tanah tidak secara sistematik disediakan dalam kebijakan kota? Kebijakan kota bukan cuma dikatakan di dalam master plan bahwa daerah tertentu itu kuning sehingga dapat didirikan rumah," jelas penggiat Arsitek Muda Indonesia ini. Akan tetapi, kebijakan kota juga harus ada pengendalian harga, karena di seluruh dunia, masalah rumah itu sangat menyangkut masalah tanah. Begitu kita bicara sistem kapitalis, harga tanah itu penting sekali dalam komponen seluruh harga rumah.

Jadi, ujarnya, kalau ada yang mengatakan Jakarta itu kota yang padat, kita harus melihat dulu seperti apa padatnya itu. Sebab jika dilihat dari atas, ternyata di belakang gedung-gedung bertingkat itu terdapat lahan yang kosong. Tampak sekali adanya over-speculation. Ketua Masyarakat Lingkungan Binaan ini berpendapat, "Banyak orang mengatakan bahwa Jakarta menuju kota jasa, karena itu harus membutuhkan lebih banyak tanah untuk bisnis.

Padahal, itu hanya omong kosong dan tidak ada alasan rasional. Anehnya, tidak ada perhitungan yang rasional dan terbuka kepada masyarakat, mengapa dibutuhkan sekian ruang bisnis dan mengapa tidak dibuka lebih banyak perumahan untuk kelas menengah dan kelas bawah?" Di Indonesia, ujar Marco, pengembang sendirilah yang diserahkan untuk membebaskan tanah, membangun sampai menentukan fungsi bangunan, entah untuk perkantoran, mal, perumahan.

Semua tergantung pada developernya, sehingga developer tentu memilih agar tanah dan bangunan tersebut bisa cepat menguntungkan. Dengan demikian, tentu mereka tidak akan memikirkan kebutuhan kota. Padahal, yang seharusnya memikirkan pembangunan kota bukan pengembang, melainkan birokrasi kota, sehingga terjadi keseimbangan antara hunian dan fungsi lainnya.

Keseimbangan ini berguna, pertama, untuk melindungi perumahan karena dia tidak akan mampu bersaing. Nilai tanah untuk perumahan akan kalah bersaing dengan nilai tanah untuk fungsi lain. Nilai di sini dalam arti nilai kapitalistik, bukan nilai guna. "Jadi, kalau kelas menengah saja begitu, apalagi kelas bawah. Tentu, kelas bawah ini harus dibantu semaksimal mungkin. Tidak bisa tidak," papar Marco.

Untuk itu, kata Marco, kita membutuhkan kebijakan pembangunan. Artinya, program perumahan hanya dapat berhasil, kalau ada kebijakan pemerintah yang sadar dan mengintegrasikan perumahan atau menyatakan kepentingan perumahan sebagai bagian utama dari pembangunan kota secara keseluruhan. Misalnya, menyediakan tanah, mengendalikan fungsi tanah melalui perusahaan-perusahaan daerah, dan mengendalikan harga tanah melalui tanah-tanah negara yang masih dikuasainya.

"Alasannya, perumahan tidak dapat dibiarkan diputuskan oleh logika dari masing-masing perusahaan. Mengenai perumahan, hal inilah yang mendesak dan perlu kebijakan yang sifatnya struktural, sehingga terjadi keseimbangan antara pembangunan dan kebijakannya. Kalau tidak, akan sulitlah memecahkan masalah perumahan bagi masyarakat baik kelas menengah maupun kelas bawah," jelasnya.

Selain tanah, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana alat transportasi bukan sekadar mengikuti pasar, melainkan juga berdasarkan keinginan mengendalikan pembangunan kota. Pertanyaannya, mungkinkah menciptakan perumahan yang sesuai dengan kocek pendapatan masyarakat kelas bawah? "Subsidi tidak hanya dari pemerintah, melainkan juga bisa dari perusahaan atau pabrik yang menyediakan mes bagi karyawannya. Kalau kita bicara cost bangun rumah, maka kalau tanah (sekalipun) digratiskan untuk masyarakat kelas buruh, belum tentu mereka bisa membangun rumah," ujar Marco. Sebetulnya, kata Marco, yang diperlukan kalangan masyarakat kelas bawah itu adalah shelter yang baik sehingga mereka bisa lebih produktif dan menghasilkan banyak uang untuk ditabung.

Lalu, hasil tabungannya itu bisa dibelikan rumah di tempat lain, mungkin dengan cara kredit atau cash. Tanah negara, menurut Marco, tidak usah dijualbelikan kepada masyarakat kelas bawah. Mereka lebih membutuhkan hunian yang baik dan sehat, sehingga mereka justru bisa melakukan produktivitas maupun reproduktivitas sosial dengan baik pula.

Bagaimanapun negara harus tetap menguasai sejumlah tanah yang selalu bisa dimanfaatkan untuk membantu kaum lemah. Yang sudah dibantu, diharapkan kelak lulus, sehingga bisa beli rumah di tempat lain. Tetapi, tanah negara harus bisa digunakan untuk kaum lemah yang berikutnya, sehingga prinsip bergulir tetap berjalan. "Karena itu, masalah perumahan terdapat hal-hal yang sifatnya kultural, masyarakat harus diberdayakan, tetapi kita tidak bisa mengabaikan masalah struktural seperti tanah yang harus ditangani oleh kebijakan pemerintah," ujarnya.

Masalahnya, bagaimana menentukan kalkulasi pembangunan perumahan untuk kaum lemah? Marco menuturkan, semua kalkulasi itu membutuhkan research teknik membangun rumah dan bahan bangunan yang murah. Arsitek tetap harus dibayar, meskipun perumahan itu untuk kalangan bawah. "Yang harus menyubsidi untuk kegiatan sosial ini bukan arsiteknya, melainkan penyandang dana. Kalau arsiteknya disuruh menyubsidi, lalu biaya kreativitas pembuatannya itu dipotong-potong, hal itulah yang bisa membuat dia malas," ujarnya.

Bercermin dari prinsip arsitek di India, Marco berpendapat, para arsitek itu bekerja dengan profesional dan dibayar, kendati tidak sangat tinggi dibandingkan ketika mereka membangun gedung mewah. Tetapi jelas ada penghargaan yang pantas untuk proses kreativitas para arsitek. "Adalah salah, bila kita menganggap bahwa merancang rumah sederhana itu sebagai pengabdian kepada masyarakat, lantas arsitek itu tidak dibayar. Itu justru tidak profesional," katanya.

Secara keseluruhan, jelas Marco, banyak hal yang harus digerakkan melalui kebijakan, membuat arsitek tertarik berkreasi. Research mengenai bahan bangunan, dan sistem pendanaan. Sistem pendanaan ini penting, katanya, di antaranya untuk menghemat banyak hal, termasuk biaya pembangunan fisik.

Menurut Fact Sheet yang diterbitkan Pusat Hak Asasi Manusia dalam rangka proyek World Campaign for Human Rights, perumahan yang layak dijabarkan dalam "Strategi Global" sebagai lingkungan pribadi, ruang, keamanan, penerangan dan ventilasi, prasarana dasar dan lokasi yang layak dengan memperhatikan pekerjaan dan fasilitas dasar dan semua dengan harga yang layak. Menurut Marco, batas minimum ialah standar yang tidak dapat dilanggar.

Artinya, sampai batas tertentu, cost rumah itu tidak bisa lagi dipotong-potong. Yang bisa dipotong-potong ialah biaya uang. Kalau uang itu dipinjam, tentu ada bunga dan waktunya. Intinya, antara kebijakan perkotaan harus ada integrasi dengan kebijakan pembangunan perumahan. Kebijakan perkotaan, antara lain, bertugas mengarahkan untuk mengatur tanah, lokasi, prasarana, dan transportasi. Selain integrasi kebijakan itu, tambah Marco, ada beberapa tips agar pengadaan perumahan dapat terealisasi.

Pertama, janganlah berpikir untuk memiliki rumah bagi mereka yang ada di bawah umur 35 tahun. Mungkin, untuk kelas bawah pada usia di bawah umur 40 tahun. Alasannya, untuk kelas menengah saja, masalahnya terletak pada uang muka. "Harga tanah biasanya tidak terkejar oleh orang muda kelas menengah, apalagi kalau mereka baru lulus atau baru bekerja. Di luar negeri pun demikian," katanya.

Uang muka untuk beli rumah, menurut Marco, bisa sampai sekitar 70 persen masih ditanggung oleh orangtua. Sedangkan untuk warga kelas bawah, jangan menggunakan uang muka, melainkan menggunakan sistem cicilan, entah tiap hari, minggu, atau bulan. Jadi, salah satu kemungkinannya adalah sistem sewa beli. Setelah mencicil sekian tahun, akhirnya mereka bisa memiliki. Namun, kembali lagi kepada prinsip, tanah negara sebaiknya jangan jadi milik person, sebab biar bagaimanapun negara perlu memiliki stok tanah untuk mengendalikan keseimbangan kehidupan.

Kedua, kata Marco, harus terjadi kolektivitas, sehingga harga dapat ditekan semurah mungkin. Lalu, dari kolektivitas itu harus juga terjadi kesediaan dari masing-masing warga untuk dapat bertata krama. Bukankah orang datang ke kota, karena banyaknya keragaman. Begitu juga orang miskin, mulai dari MCK yang dapat digunakan secara bersama-sama sampai ruang terbuka yang baik untuk berkumpul.

Kolektivitas itu membutuhkan organisasi politik, dalam arti mengupayakan kepentingan bersama dan memberdayakan kemampuan individu menjadi kemampuan bersama. Ketiga, dalam membangun rumah yang layak, arsitek perlu mempertimbangkan baik fisik bangunan agar tidak mudah roboh, melainkan juga kultural masyarakatnya yang sering menggunakan simbol-simbol budaya. Bukan modernisasi yang dipaksakan begitu saja, karena dari ruang yang sama ukurannya, tetapi kalau letaknya berbeda, tetap akan beda efisiensi, efektivitas, dan maknanya.

Misalnya, ruang terbuka yang semakin besar, tidak berarti semakin baik. Alasannya, semakin ruangan besar, semakin pula banyak orang asing bisa masuk, sehingga tidak aman. Pembangunan rumah, menurut Marco, tergantung dari gaya hidup dan lokasi. Kalau lokasi baik, silakan saja dibangun. Akan tetapi, kalau membahayakan warga, sebaiknya dihindari, karena hal ini tidak manusiawi.

Bukan berarti pembangunan rumah kaum lemah oleh Mangunwijaya di bantaran sungai Kali Code, Yogyakarta, berhasil, lantas semua bantaran sungai diizinkan untuk dibangun rumah. Kita jangan terlampau cepat menggeneralisasi masalah. Yang menjadi pertanyaan, masih adakah arsitek dan pengembang sarana publik yang tergerak hatinya untuk merancang kawasan atau bangunan yang diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat?
(idionline/Net)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 04 Desember 2007

Peluang Investasi Properti


NIAGA CIPADU

Pusat Industri & Perdagangan Terpadu
Rujukan Pedagang Nasional dan Internasional
Investasi Menguntungkan


Niaga Cipadu diproyeksi menjadi pusat produksi dan showroom textil, pakaian, assesoris pakaian, perlengkapan konveksi paling lengkap di Indonesiaa, sehingga sangat wajar bila akan menjadi rujukan pedagang lokal dan internasional. model seperti ini pertama di Indonesia, tapi sudah menjadi trend model Pusat Industri & Perdagangan terbaik di negara China

Saat ini telah bergabung pedagang Tanah Abang dan Pedagang Cipulir Jakarta, dan anda berikutnya...

Investasi menguntungkan dengan fasilitas lengkap dilokasi strategis dan sertifikat hak milik

Nyaman Usahanya, menatang untungnya, terjangkau harganya.

Segera Hubungi Kami di :

Tel :021-73888872 / 68992324

Fax : 021-5854501 / 7353373

E-mail : sosialisasi@gmail.com

Kelebihan Ruker Niaga Cipadu :

* Pengembang Ternama dan Terpercaya
* Sertifikat Hak Milik
* Bebas banjir
* Harga terjangkau
* Lokasi Strategis
* Model Sukses Di China


PENGEMBANG :
PT. Adhimix Precast Indonesia

Adalah Perusahaan Swasta Nasional yang sebelumnya merupakan Divisi dari PT. Adhi Karya (Persero). Usaha yang digelutinya adalah dalam bidang Readymix, Precast, Konstruksi, Property, dan Bekisting
Sebagai bentuk komitmen dalam segi kualitas, PT.Adhimix Precast Indonesia mendapat Sertifikat mutu ISO 9000 dan Sertifikat mutu SuperBrands
Pengelolaan Ruker Niaga Cipadu akan dilakukan oleh pihak developer sampai nanti setelah semua ruker terjual, setelah itu pengelolaannya akan dilimpahkan kepada Perhimpunan Penghuni.
Pengelolaan ini meliputi : sistem perparkiran, sistem keamanan kompleks, sampah, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas umum, dan lain-lain. Pengelolaan Ruker Niaga Cipadu akan dilakukan dengan standart yang berlaku umum dan transparan.

Dalam memberikan pelayanan kepada konsumen, maka ditunjuk suatu bagian, yaitu customer service.
Akan tetapi pelayanan yang baik kepada konsumen tidak semata-mata dilakukan oleh seorang customer service, akan tetapi diharapkan semua unsur atau bagian dari perusahaan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.

Dilihat dari semua segi dan sudut pandang, Ruker Niaga Cipadu sangat layak (feasible) untuk dibangun dan dipasarkan karena akan menguntungkan semua pihak, baik perusahaan sebagai developer/penjual maupun pelanggan/pembeli.


SMSPlus :. PKS Partai Keadilan Sejaktera Di Indonesia 2009 Apa Kata Media :.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 01 Desember 2007

Konsultasi Biaya Rumah Minimalis

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau menanyakan berapa kira-kira biaya maksimal yang harus saya sediakan untuk membuat suatu model rumah minimalis, apabila luas tanah yang saya miliki 100 meter dan apakah dengan luas tanah tersebut saya bisa memiliki 3 buah kamar tidur dan garasi mobil, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalam.

Eddy

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Pak Eddy yang saya hormati,

Dengan luas tanah 100 m2, paling tidak luas bangunannya 70 m2. Atau bisa juga 80 m2. Jadi maksud saya kita harus tetap menyisakan sisa tanah yang bukan bangunan guna dibuat taman.

Ruang tidur biasanya memang menjadi patokan. Mari sama-sama kita hitung. Ruang tidur biasanya berukuran 3 x 3 m. Jika ada 3 maka menjadi 27 m2. Untuk ruang tamu, ruang keluarga & ruang makan bisa kita buat menyatu dengan ukuran 3 x 6 m. Jadi ruangan ini adalah 18 m2. Untuk dapur cukup dengan 3 x 3 m. Lalu kamar mandi 1, 5 x 1, 5 m. Jika WC-nya ada 2 maka luasnya adalah 4, 5 m2.

Jadi total luas bangunan adalah 58, 5 m2. Kita bulatkan menjadi 60 m2. Sementara itu dalam disain biasanya harus ada alur sirkulasi yang menghubungkan satu ruang dengan ruang yang lain. Kita ambil saja persentasi yang paling besar. 20% dari luas bangunan tersebut adalah areal sirkulasi seperti jalan menuju kamar mandi, areal penghubung dapur dan ruang makan dll. 20% x 60 = 12 m2.

Bisa kita bulatkan saja menjadi 10 m2. Hingga kita bisa peroleh luas bangunan tersebut adalah 60 m2 tambah 10 m2 = 70 m2. Sisanya bisa teras depan atau teras belakang yang menyatu dengan taman. Bisa juga digunakan sebagai carport bagi 1 mobil. Yang penting porsi taman masih tetap lapang.

Saya tidak suka membeda-bedakan bangunan yang bermodel minimalis atau tidak. Karena itu hanya bedak saja. Yang saya lebih suka membedakan adalah spesifikasi dari bahan bangunannya. Misal: Bata merah diganti batako. Atap genteng diganti asbes, dll.

Jika kita ambil harga rata-rata bangunan sekarang 1, 5 juta rupiah per m2 maka harga bangunan tersebut adalah Rp 105 Juta. Belum termasuk harga teras, carport, taman dan pagar.

Bila kita ingin berhemat tentu saja kita buat bertahap. Dana yang kita pakai juga harus dirinci dengan baik. Lalu down grade seperti yang saya maksudkan tadi. Lantainya tidak perlu di-keramik dulu. Cukup dengan aci-an halus semen. Plafond tidak perlu pakai lis profil. Lantai tidak perlu pakai plint keramik. Ini yang membuat bangunan menjadi murah.

Demikian Pak Eddy. Semoga bermanfaat. Dan semoga subuh kita pagi hari ini berkah. Karena kita sholat berjamaah di Masjid. Seperti saat saya menulis sekarang. Sepulang dari masjid, saya bersyukur pada Allah. Jamaah subuh kali ini sampai 2 shaf pria dan 1 shof wanita. Padahal komplek perumahan saya kecil. Alhamdulillah.

Ya Allah, semoga Pondok Gede tempat hamba tinggal menjadi barokah. Semoga Indonesia tempat kita bermukim menjadi aman dan damai. Dan semoga saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain diberi naungan rahmat-Mu. Dan semoga kita semua mendapatmaghfiroh dari Allah karena kita berusaha untuk tetap istiqomah di jalan Al-Islam yang kita cintai ini.

Aamin ya Robbal 'alamiin. Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 17 November 2007

Percantik Rumah dengan Dinding Bertekstur

Percantik Rumah dengan Dinding Bertekstur

JAKARTA - Menciptakan suasana nyaman berestetika tidakharus menggunakan perabot atau elemen dekoratif. Hanya dengan mendesain dindingyang sengaja mengekspos teksturnya, ruangan pun tetap terlihat indah.

Ukuran yang serbaterbatas agaknya menjadi faktorpenting bagi para desainer interior dalam menata ruangan agar setiap bagianruangan tetap fungsional. Untuk memberi kesan berbeda, desain dinding sengajadibuat seunik mungkin. Salah satunya melalui ekspose tekstur pada bagiandindingnya. Memadukan unsur kesederhanaan dan modern tampaknya merupakan salahsatu pilihan dalam mendesain dinding.

Konsep penataan elemen keras yang merupakanperpaduan antara budaya modern dan tradisional sejatinya dapat diwujudkan dalamdesain dinding bertekstur. Menariknya, ekspose dinding dengan ragam teksturnyajustru fleksibel ditempatkan di beberapa ruangan dalam sebuah hunian.

Beberapa area seperti ruang tamu, ruang keluargadan ruang makan hanyalah contoh ruangan yang dapat mengaplikasikan dindingjenis ini.

Lalu bagaimana tekstur dinding yang tepat untuksetiap ruangan? Lola N Madjid, arsitek dan desainer interior senior dari WiradiConsultant, menyatakan bahwa penggunaan tekstur untuk bangunan merupakanterobosan baru untuk menghadirkan ruangan agar tetap lebih bernuansa.

Bukan hanya itu, melalui penataan yang tepat,tekstur pada dinding mampu memberikan sentuhan artistik bagi sebuah bangunan."Kesan artistik yang terpancar dari dinding bertekstur dapat menambah ruanganterasa lebih hidup," papar Lola.

Tekstur pada dinding biasanya dapat dibedakan menjaditekstur halus atau soft texture dan teksturkasar (hard texture). Aplikasi teksturhalus lebih banyak diwujudkan pada beberapa ruangan yang sebagian besarmerupakan ruangan pribadi.

Beberapa ruangan tersebut antara lain ruang tiduratau ruang baca. Perwujudan dari tekstur ini umumnya berupa aplikasi wallpaper pada beberapa bagian dinding.Berbeda dengan tekstur halus, ekspose dinding bertekstur kasar justru memilikikaidah yang berbeda dalam penempatannya.

Tekstur dinding jenis ini biasanya memang lebihbanyak ditempatkan di luar ruangan atau eksterior. Namun, bukan berarti eksposetekstur keras tidak dapat ditempatkan di area dalam atau interior.

Melalui penataan dan penempatan yang bersinergi,ruangan tetap dapat terkesan atraktif. Untuk mendapatkan kesan atraktif,penggunaan dinding bertekstur keras bisa dilakukan melalui ekspose dindingkamprot di beberapa bagian.

Kesan atraktif biasanya sengaja ditampilkandengan mengontraskan dinding kamprot dengan bagian dinding lain yang lebihhalus.(hasis purwanto/Sindo/ang)



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Model Rumah Selalu Mengikuti Pasar

Model Rumah Selalu Mengikuti Pasar


Abun Sanda

Jika sedang iseng, perhatikanlah gaya atau model rumah yang dikembangkan oleh pelbagai pengembang di Tanah Air. Pasti campur aduk. Kalau pengembang itu menggunakan model cluster, bisa ditebak model rumahnya umumnya beraneka ragam. Ada cluster yang menekankan pada etnik, ada yang menitikberatkan pada gaya mediterania, dan minimalis. Ada pula yang nekat mengarah ke Romawi dan kespanyol-spanyolan.

Kuat dugaan pengembang ingin menekankan gaya arsitektur atau model rumah yang sejalan dengan tren. Misalnya, ketika gaya klasik sedang digandrungi di mana-mana, pengembang coba menerapkan konsep klasik itu. Maka, semua model rumah di perumahan landed house itu pun dibangun dengan langgam klasik. Akan tetapi apa lacur? Para pembeli rumah mengubah sendiri model rumah yang sudah dikembangkan pengembang. Ada yang mengubahnya menjadi mirip gaya Italia atau rumah putih Spanyol. Ada pula yang dengan berani mengubah dan menekankan rumahnya dengan selera etnik.

Apakah dengan begitu pengembang boleh keberatan? "Keberatan apaan? Wong mereka sudah membeli rumah itu dengan uangnya sendiri. Yang menghuni rumah itu mereka, masak kami harus mengatur bahwa rumahnya harus sejalan dengan pengembang?" ujar Teguh Senoadji, eksekutif pada sebuah perusahaan properti di Jakarta, sambil terbahak, Rabu (12/4).

Apa yang disampaikan Teguh memang terjadi di lapangan. Pengembang tidak bisa apa-apa ketika para pemilik rumah ingin mengubah model rumahnya sesuai dengan selera mereka.

Sebuah perumahan di Jalan Pos Pengumben, Jakarta Barat, misalnya, mengembangkan gaya mediterania, yang serba terang, banyak bukaan jendela, aksesori, banyak lengkung, ornamen oval, jendela tidak sebesar model tropical modern, dan sebagainya. Sebagian besar pembeli rumah puas dan tidak berminat mengubah bentuk rumahnya. Tetapi tidak sedikit pula yang mengubahnya, dengan anggaran fantastis. Misalnya mendekatkan diri dengan gaya klasik, etnik, bahkan minimalis dan tropical modern. Pekerjaan mengubah bentuk rumah ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Seperti membangun rumah baru saja.

Pengembang dalam hal ini tidak bisa berbuat apa-apa sepanjang pemilik rumah mengajukan izin membangun bangunan, tidak merebut lahan publik, tidak mengganggu pemandangan, tidak melewati garis batas bangunan, dan sebagainya.

Patokan

Pada akhirnya, para pengembang membangun rumah dengan gaya tertentu hanya sebagai patokan atau sebutlah langkah awal pembangunan rumah. Selera pemilik rumah yang kemudian sangat menentukan.

Pernah terdapat beberapa perusahaan pengembang besar yang melarang pembeli rumah mengubah-ubah bentuk rumah. Ketika dilakukan transaksi jual-beli, pengembang langsung menyodorkan perjanjian yang menyatakan bahwa pembeli rumah tidak akan mengubah bentuk rumah. Ini pada sebagian cukup berhasil. Namun, umumnya pengembang yang "kaku" seperti ini ditinggalkan konsumen. Apa boleh buat, belajar dari pengalaman tersebut, tidak banyak pengembang yang "penuh percaya diri" menerapkan regulasi yang rigid. Para pengembang cenderung lebih fleksibel terhadap tuntutan publik.

"Kami selalu ingin menjadi trend setter untuk model rumah. Akan tetapi, kami tidak menafikan selera pasar. Apabila pasar menghendaki gaya tertentu, kami harus rela membuat rumah dengan gaya itu juga," ujar Muhammad Syukur, anggota staf pada sebuah pengembang besar di Surabaya, hari Selasa.

Ia menyatakan, dalam sejarah perusahaan tempat ia bekerja, sudah terdapat enam gaya rumah yang dikembangkan. Pertama, gaya klasik atau model-model rumah Yunani zaman dulu atau model Roma.

"Lalu muncul tipe lain, misalnya American style, kayak kampung koboi-koboi gitu-lah. Rumah-rumah seperti ini pakai warna-warna berani," ujar Syukur.

Pengembang CitraRaya Surabaya juga mengalami hal serupa. Pengembang besar di Surabaya Barat ini mengembangkan model Amerika. Tetapi kemudian gonta-ganti model, sejalan dengan tren dan tuntutan pasar. Maka, ada kalanya perumahan ini bermain dengan gaya mediterania, klasik, dan pernah pula mengembangkan gaya tropical modern. Gaya yang terakhir ini kerap dikombinasikan dengan sentuhan etnik, yang ternyata cukup diminati pembeli selama beberapa tahun.

Pernah pula perumahan CitraRaya mengembangkan gaya Empire style yang agak mirip dengan gaya klasik. Model rumah seperti itu mirip dengan model rumah-rumah di kawasan Pecinan pada era penjajahan Belanda. Namun, gaya seperti itu juga tidak bertahan lama.

Kini, di era setelah tahun 2002, perumahan di banyak kota besar banyak beralih ke gaya perumahan tropical modern yang banyak menekankan pada aspek kayu, suka menunjukkan serat kayu. Pokoknya, bahan-bahan yang digunakan ditunjukkan sesuai dengan kondisi aslinya.

Gaya arsitektur seperti ini berbeda dengan gaya minimalis yang main warna putih dengan aksen merah. Jendela polos, tanpa penutup jendela. Banyak yang menyebut gaya ini tidak terlalu cocok dengan selera Indonesia, tetapi kenyataannya gaya ini sempat cukup diminati publik kelas menengah Jakarta dan beberapa kota besar lain.

Menurut di lapangan, konsumen rumah makin paham dengan gaya arsitektur yang sedang ngetren. Banyaknya buku bacaan tentang arsitektur dunia, serta makin bertambahnya majalah atau tabloid yang bernapaskan rumah, apartemen, dan desain, membuat warga tidak terlampau awam dengan masalah model perumahan. Warga yang suka bepergian ke luar negeri dan banyak melihat model rumah juga mempunyai selera yang makin bagus dan kritis.

Dalam konteks seperti itu, para pengembang mutlak mempunyai sumber daya manusia yang sangat kuat. Pengembang tidak bisa lagi hanya terpaku pada kemampuan kapital, daya jual, dan "tukang ngecap" kepada konsumen. Pengembang mutlak mempunyai tenaga arsitek yang andal, desain interior yang kampiun, serta tenaga yang secara konsisten mengikuti tren yang berkembang.

Konsumen, seperti diketahui, makin kritis, banyak tahu, dan cerdas. Mereka tidak bisa lagi dikelabui dengan janji-janji gombal yang menyebalkan. Mereka membutuhkan pernyataan yang bisa dipegang.


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 16 November 2007

Rumah Minimalis

Desain Rumah Minimalis


Desain rumah akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Kita bisa mendapati berbagai jenis desain rumah yang berkembang di masyarakat dewasa ini, antara lain desain rumah minimalis, modern, mediterania, klasik dan sebagainya. Hal ini merupakan keharusan sesuai perkembangan jaman, kita semakin menyadari bahwa peran desain dan arsitek sangat berpengaruh bagi keindahan desain rumah kita.

Desain rumah bergaya minimalis adalah yang perkembangannya sangat pesat akhir-akhir ini. Kami dari astudio mendapati banyak orang menghendaki menggunakan gaya minimalis untuk mengikuti mode. Biasanya kalangan yang tertarik untuk menggunakan gaya minimalis adalah dari mereka yang masih berjiwa muda. Para eksekutif muda menyukai gaya minimalis, karena gaya yang ini dipandang praktis dan dapat mewakili gaya hidup modern mereka.



Sebenarnya, gaya minimalis bukanlah sebuah gaya arsitektur saja, namun dibalik itu, gaya ini memiliki jawaban atas tantangan jaman yaitu mendapatkan 'hasil maksimal dari sesuatu yang minimal'. Bisa jadi ini merupakan dana pembangunan yang minim, atau gaya hidup yang diminimalkan. Seringkali gaya ini dipakai karena keterbatasan dana, namun menjadi sangat menarik karena dengan keterbatasan ini kita masih dapat mengikuti mode tren arsitektur terkini.

Simak saja, tampilan rumah tanpa ornamen berlebihan, memakai bahan-bahan material yang diekspos sehingga terkesan jujur dalam penampilannya, tidak berlebihan. Bila dicari ibaratnya, seperti seorang eksekutif muda yang hendak pergi kekantor, dengan pakaian elegan yang tidak berlebihan, bersih dan praktis. Namun karena hal ini merupakan mode, maka kita masih merasa 'memiliki bagian' dari mode yang sedang berkembang saat ini. Bagi banyak orang, hal ini sangat menyenangkan (mungkin Anda juga senang dengan mengikuti mode saat ini?)

Gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan minimalisme ini merupakan gerakan 'back to basic' atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di Amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan jaman modern.



Bagi kita yang menyukai gaya hidup modern, gaya ini bisa jadi merupakan pilihan untuk melengkapi gaya hidup sehari-hari kita. Misalnya bila pasangan suami istri dalam satu rumah sama-sama bekerja, dan terbiasa dengan gaya hidup yang cepat, simple dan praktis.


Meskipun demikian, dalam desain rumah bergaya minimalis, kita perlu memperhatikan kesesuaiannya dengan iklim. Karena gaya minimalis merupakan gaya modern yang sangat sederhana dan berasal bukan dari negeri kita, kita perlu memperhatikan faktor-faktor iklim tropis seperti hujan dan panas matahari, antara lain dengan membuat rumah kita bisa berhadapan dengan tampias matahari ataupun panas yang menyengat.




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi