Gaya Minimalis dalam Arsitektur
Gaya Minimalis dalam Arsitektur
SANTI WIDHIASIH
Arsitektur minimalis yang tengah marak saat ini sebenarnya bukan bentuk arsitektur baru. Sejak awal tahun 1920-an sampai bersinar kembali pada tahun 1990-an, telah hadir dengan faktor pemicu, interpretasi dan aplikasi ”simplicity” yang khas dari satu arsitek dengan arsitek lainnya.
Sebenarnya, Le Corbusier dan Ludwig Mies van der Rohe adalah dua dari sekian banyak arsitek yang memberi pengaruh warna kesederhanaan (simplicity) yang signifikan dalam dinamika arsitektur minimalis sejak dulu hingga kini.
Kritikus seni Juan Carlos Rego dalam buku Minimalism: Design Source (Page One, Singapore, 2004) mengungkapkan, minimalis merupakan pendekatan estetika yang mencerminkan kesederhanaan. Fenomena ini tumbuh di berbagai bidang, seperti seni lukis, patung, interior, arsitektur, mode, dan musik. Akan tetapi, awal pertumbuhan dan faktor pemicu tumbuhnya di berbagai bidang bersifat khas dan tidak dapat digeneralisasi.
Minimalis dalam seni lukis dan patung dikenal dengan sebutan Minimal Art, ABC Art, atau Cool Art. Pancaran kesederhanaan Minimal Art dapat dirasakan dari ungkapan pelukis Frank Stella, ”What you see is what you see.”
Minimal Art berkembang di Amerika pada tahun 1960-an sebagai reaksi terhadap aliran abstrakt-ekspresionisme yang mendominasi dunia seni tahun 1950-an. Abstrakt-ekspresionisme mengekspos nilai emosi individual, sedangkan Minimal Art mengekspos nilai universal melalui bentuk abstrak dan geometris dalam komposisi matematis.
Pasang-surut
Minimalis dalam arsitektur menekankan hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk-bentuk geometris elementer tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Mengacu pada pendapat Carlos Rego itu, dapat dikatakan arsitektur minimalis mulai tumbuh pada awal abad ke-20 yang dikenal sebagai abad Modern, abad yang diramaikan berbagai kemajuan sebagai dampak dari Revolusi Industri.
Inovasi berbagai material bangunan seperti baja, beton, dan kaca, standardisasi dan efisiensi memberi tantangan baru dalam dunia rancang bangun. Beragam pemikiran dikemukakan para arsitek di daratan Eropa maupun Amerika. Pada saat itu pun mereka tengah berusaha mencari format arsitektur baru yang mencerminkan semangat zaman dengan mencoba meninggalkan pengaruh arsitektur klasik.
Ada kelompok arsitek yang memaknai kemajuan zaman itu dengan tetap mempertahankan spirit dekoratif arsitektur klasik, tetapi menggunakan motif nonklasik. Contohnya, arsitektur Art Deco tahun 1920-an.
Ada juga yang mengeksplorasi bentuk geometri murni dan antidekorasi, seperti terlihat pada karya Le Corbusier pada tahun 1920-an. Ada juga yang mengeksplorasi integrasi kemajuan industri, teknologi dalam arsitektur, dan antidekorasi, seperti terlihat pada karya Ludwig Mies van der Rohe. Dua kelompok terakhir yang menyiratkan bentuk elementer, fungsional, dan antidekorasi ini dapat disebut sebagai arsitektur minimalis.
Seiring dengan perjalanan waktu, pengintegrasian kemajuan industri dan teknologi dalam arsitektur mendominasi arah perkembangan arsitektur. Kehadirannya yang terasa di berbagai belahan dunia membuatnya dijuluki sebagai International Style.
Jenuh
Akan tetapi, lama-kelamaan masyarakat menjadi jenuh dengan gaya yang seragam. Bentuk dan pemikiran baru dalam arsitektur pun kembali digali.
Pada akhir 1970-an mulai muncul arsitektur Postmodern sebagai reaksi atas keseragaman International Style. Postmodern membuka peluang terhadap bentuk, ornamen arsitektur klasik menjadi bentuk yang imajinatif. Pada tahun 1980-an muncul arsitektur Dekonstruksi yang ”seolah-olah” mendobrak kesatuan dan harmoni salah satu pakem komposisi sebuah desain.
Lagi-lagi, orang menjadi jenuh dengan arsitektur Postmodern dan Dekonstruksi. Kedua tren yang mengolah sudut tegas bentuk geometris menjadi sesuatu yang lebih kompleks ini mendorong orang kembali kepada sesuatu yang esensial, arsitektur yang mengandalkan bentuk geometris murni, elementer, sudut tegas dalam nuansa warna netral atau putih.
Tahun 1990-an oleh Kliczkowski dianggap sebagai titik balik bersinarnya kembali arsitektur minimalis, seperti yang diungkapkan dalam bukunya, Maximalism Maximalismo (Loft Publication, Spain, 2003).
Le Corbusier dan Van der Rohe
Kehadiran kembali arsitektur minimalis saat ini maupun keberadaannya pada masa lampau tidak terlepas dari pengaruh Le Corbusier dan Ludwig Mies van der Rohe.
Ungkapan Mies van der Rohe ”Less is more” (1923) yang sangat terkenal dianggap sebagai penanda keberadaan arsitektur minimalis hingga saat ini.
Farnsworth House, rumah peristirahatan milik Edith Farnsworth, Fox River, Illinois (1949-1951), dan Seagram Building merupakan contoh aplikasi ungkapan Van der Rohe. Kemewahan tumbuh dari kesederhanaan tatanan ruang dalam open plan dan keapikan dari susunan detail struktur dan arsitektur. Penyelesaian secara struktural dan arsitektural kolom baja, balok baja, pelat datar, dan dinding masif, transparan pada bangunan itu sendirilah yang menjadi ”dekorasi”.
Purisme merupakan pemikiran Le Corbusier yang menyatakan bahwa bentuk-bentuk murni seperti bola, kubus, dan piramida mempunyai hukum estetika yang abadi (1920-an). Villa Savoye di Poissy merupakan salah satu refleksinya.
Secara visual, vila ini terbentuk dari komposisi bentuk geometris. Tidak terdapat unsur dekoratif. Bagi Corbusier, dekorasi hanyalah taktik untuk menyembunyikan kesalahan pembangunan.
Selain komposisi bentuk geometri yang menjadi ciri karyanya, Corbusier menampilkan elemen unik, yaitu penggunaan ramp sebagai pengganti tangga atau jembatan. Sesuatu yang belum lazim saat itu, tetapi saat ini menjadi elemen arsitektur yang memberi warna tersendiri bagi arsitektur minimalis.
SANTI WIDHIASIH Arsitek, Tinggal di Bandung
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Rabu, 02 Januari 2008
Gaya Minimalis dalam Arsitektur
Label:
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Modern,
Arsitek Rumah,
Arsitektur,
Arsitektur Rumah,
Bangun Rumah,
Contoh Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Gaya Rumah,
Interior Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Minimalis,
Rumah Tinggal
Selasa, 01 Januari 2008
Kiat Renovasi Bangun Rumah Tinggal
Kiat Renovasi Bangun Rumah Tinggal
Renovasi Bangun Rumah Tinggal
Merenovasi Rumah dengan Fasilitas KPR
Yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama.
Rumah yang kita tempati bisa rusak karena berbagai hal. Misalnya kulitas bangunan yang jelek sehingga tidak bisa bertahan lama atau karena faktor cuaca.
Apapun penyebabnya, kerusakan tersebut harus segera diperbaiki. Sebab jika tidak, sangat boleh jadi akan bertambah parah. Bahkan bisa saja kerusakan merembet ke bagian rumah yang lain.
Karena itulah, proses renovasi menjadi penting untuk dilakukan. Hanya saja masalahnya, hal ini seringkali terganjal faktor biaya. Sebab anggaran yang dibutuhkan seringkali cukup besar. Sementara di sisi lain, dana yang kita miliki cekak.
Namun sesungguhnya, renovasi tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada rumah. Proses ini juga bisa dilakukan untuk menambah bagian rumah. Misalnya rumah yang tadinya berlantai satu, akan ditingkat menjadi dua lantai. Untuk tujuan yang satu ini pun, perlu dilakukan proses renovasi.
Renovasi untuk keperluan ini pun seringkali menemui kendala dalam hal pembiayaan. Apalagi kalau bukan karena dana yang mepet. Lalu apa solusinya?
Mengajukan kredit ke bank adalah altenatif solusi yang bisa dilakukan. Dengan kredit dari bank, maka masalah anggaran yang dihadapi untuk keperluan renovasi bisa diatasi.
Kalangan perbankan pun kini banyak yang memberikan fasilitas ini lewat kredit pemilikan rumah (KPR). Jadi, selain untuk pembelian rumah, KPR juga bisa digunakan untuk merenovasi rumah.
Misalnya adalah BNI. Bank milik pemerintah ini memberikan pinjaman kredit untuk renovasi rumah. ''Kami menyediakan kredit semacam itu. Plafon kredit minimal Rp 25 juta dan maksimal adalah Rp 500 juta. Namun lebih dari itu juga bisa,'' ungkap Vice President BNI, Diah Sulianto.
Menurut Diah, yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama. Setelah dua hingga tahun, rumah tersebut membutuhkan renovasi. Misalnya setelah yang bersangkutan memiliki anak sehingga membutuhkan ruang yang lebih.
''Karena dirasa rumah yang ada sudah tidak mencukupi lagi, maka perlu renovasi,'' imbuh Diah. Sebagai jaminan atas kredit yang diajukan untuk renovasi itu, kata Diah, bisa berupa rumah yang akan direnovasi itu. Nasabah yang mengambil KPR di BNI dan belum lunas, lanjutnya, masih tetap bisa mengajukan kredit renovasi itu.
''Jika nasabah BNI Griya ingin merenovasi rumahnya karena mungkin fasilitasnya sudah menurun, maka yang bersangkutan bisa mengajukan tambahan kredit,'' tutur Diah.
Berbagai bank
Selain BNI, Bank Central Asia (BCA) juga menyediakan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini menawarkan KPR BCA, yaitu pinjaman yang ditujukan untuk membiayai pembelian dan perbaikan rumah tinggal untuk dimiliki atau ditempati sendiri.
Seperti dirilis situs BCA, KPR ini diberikan kepada individual maupun karyawan perusahaan yang memenuhi persyaratan dan mampu membayar dengan cara mengangsur.
Sedangkan persyaratannya adalah WNI dengan status karyawan tetap, pengusaha, atau professional. Calon nasabah sudah harus lama bekerja atau berusaha minimal dua tahun.
Soal usia, persyaratannya adalah minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 55 tahun untuk karyawan serta 60 tahun untuk pengusaha atau professional saat kredit berakhir.
Syarat KPR BCA lainnya, angsuran (pokok dan bunga) dari seluruh jumlah hutang yang ada di BCA maupun bank lain ditambah permohonan baru maksimal sepertiga dari gaji kotor pemohon atau joint income suami dan isteri.
Bank Niaga juga memberikan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini memberikan kredit untuk pembangunan atau renovasi rumah. Bank ini memberikan keistimewaan apabila kontraktor yang menggarap renovasi adalah mitra Bank Niaga, yaitu bebas biaya desain, biaya premi asuransi selama konstruksi dan bebas biaya bunga selama pembangunan.
Kelebihan lainnya dari kredit Bank Niaga adalah bunga yang kompetitif, jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun, dan pembiayaan bank hingga 10 persen dari rencana anggaran biaya (RAB) atau maksimal 80 persen dari nilai appraisal jaminan. Selain itu juga layanan one stop service melalui dukungan developer dan kontraktor pembangunan.
Bank Tabungan Negara (BTN) juga menyediakan fasilitas kredit serupa yaitu Kredit Griya Multi. Namun, menurut Kepala Divisi Pengelolaan Kebijakan Kredit BTN, Maret DS Sentosa, skema kredit ini tidak hanya untuk keperluan renovasi rumah. Untuk keperluan lain, seperti usaha, juga bisa.
Jumlah maksimal kredit tidak dibatasi. Hal ini sangat tergantung kemampuan calon nasabah dalam membayar angsuran. ''Jadi kita lihat dulu kemampuan nasabah dalam mengangsur. Setelah itu baru ketemu berapa kredit yang dia butuhkan,'' ujarnya kepada Republika.
Pihaknya juga memberi kelonggaran dalam hal jangka waktu pengambilan, yaitu bisa sampai 10 tahun. Sedangkan bunganya sebesar 19 persen. Selain beberapa bank yang disebutkan di atas, masih ada sejumlah bank lain yang juga memberikan fasilitas KPR untuk renovasi rumah.
Menurut Diah Sulianto, saat ini memang banyak bank yang memberikan kredit untuk renovasi rumah. Namun pihaknya tetap optimistis produk yang ditawarkannya bisa diterima oleh konsumen. Sebab pihaknya memberikan sejumlah kemudahan dan keuntungan kepada konsumen. Misalnya jangka waktu pengambilan bisa sampai 15 tahun, bunga kompetitif yaitu 15 persen, serta proses pengajuan yang cepat dan mudah.
Kalau semua persyaratan dipenuhi, katanya, maka dalam waktu tiga hari aplikasi bisa disetujui. ''Asalkan persyaratan lengkap, maka tiga hari bisa selesai. Salah satu persyaratan penting yang harus dilengkapi adalah RAB. Banyak nasabah yang saat mengajukan kredit RAB nya tidak disertakan,'' ujarnya.
Sedangkan rumah yang bisa dibiayai renovasinya dengan KPR Griya, menurut Diah, adalah semua jenis rumah, baik real estat atau rumah biasa. ''Jumlah nasabah yang mengambil KPR BNI untuk renovasi rumah jumlahnya lebih sedikit dibandingkan untuk pembelian rumah,'' kata Diah.
Matangkan Rencana Sebelum Merenovasi
Merenovasi rumah perlu dilakukan secara cermat dan matang. Tujuannya adalah agar proses tersebut bisa berjalan dengan lancar. Selain matang dalam hal rencana pembiayaan, konsep dan desain bangunan yang akan direnovasi juga perlu dimatangkan.
Untuk rumah sederhana, yang perlu dipegang kaidahnya adalah bagaimana agar rumah tersebut tetap sehat dan nyaman. Karena itu, seperti dikutip situs Bank Tabungan Negara, dalam proses renovasi harus memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, memiliki standar keamanan yang dapat terpantau (peralatan listrik, gas, teralis pagar, dan sebagainya) serta memiliki sumber air yang memadai.
Soal anggaran juga perlu dipikirkan dengan matang. Untuk itu, perlu perhitungan tentang kemampuan keuangan yang kita miliki. Jika sudah cukup, maka tidak menjadi masalah. Namun jika tidak, bisa diusahakan dengan cara meminjam ke bank atau kerabat.
Setelah itu, baru merencanakan bahan atau material yang dibutuhkan untuk proses renovasi tersebut. Misalnya lantai keramik, kayu kamper, genteng atau asbes, cat, dan sebagainya.
Langkah kedua adalah menetapkan tambahan ruangan untuk mensupport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya Dapur, Km/wc & ruang cuci, teras & carport, kamar tambahan lengkap dengan ukurannya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah perencanaan gaya rumah yang akan direnovasi. Dalam hal ini, perlu didengarkan suara atau masukan dari anggota keluarga yang lain. Sebab merekalah yang akan menempati rumah tersebut.
Karena itu, rumah perlu dikonsep sedemikian rupa yang bisa mencerminkan ekspresi dan gaya para penghuninya. Selain beberapa hal tersebut, masalah perawatan pasca renovasi juga perlu diperhatikan. Hal ini penting agar rumah hasil renovasi bisa lebih awet dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Renovasi Bangun Rumah Tinggal
Merenovasi Rumah dengan Fasilitas KPR
Yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama.
Rumah yang kita tempati bisa rusak karena berbagai hal. Misalnya kulitas bangunan yang jelek sehingga tidak bisa bertahan lama atau karena faktor cuaca.
Apapun penyebabnya, kerusakan tersebut harus segera diperbaiki. Sebab jika tidak, sangat boleh jadi akan bertambah parah. Bahkan bisa saja kerusakan merembet ke bagian rumah yang lain.
Karena itulah, proses renovasi menjadi penting untuk dilakukan. Hanya saja masalahnya, hal ini seringkali terganjal faktor biaya. Sebab anggaran yang dibutuhkan seringkali cukup besar. Sementara di sisi lain, dana yang kita miliki cekak.
Namun sesungguhnya, renovasi tidak hanya dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada rumah. Proses ini juga bisa dilakukan untuk menambah bagian rumah. Misalnya rumah yang tadinya berlantai satu, akan ditingkat menjadi dua lantai. Untuk tujuan yang satu ini pun, perlu dilakukan proses renovasi.
Renovasi untuk keperluan ini pun seringkali menemui kendala dalam hal pembiayaan. Apalagi kalau bukan karena dana yang mepet. Lalu apa solusinya?
Mengajukan kredit ke bank adalah altenatif solusi yang bisa dilakukan. Dengan kredit dari bank, maka masalah anggaran yang dihadapi untuk keperluan renovasi bisa diatasi.
Kalangan perbankan pun kini banyak yang memberikan fasilitas ini lewat kredit pemilikan rumah (KPR). Jadi, selain untuk pembelian rumah, KPR juga bisa digunakan untuk merenovasi rumah.
Misalnya adalah BNI. Bank milik pemerintah ini memberikan pinjaman kredit untuk renovasi rumah. ''Kami menyediakan kredit semacam itu. Plafon kredit minimal Rp 25 juta dan maksimal adalah Rp 500 juta. Namun lebih dari itu juga bisa,'' ungkap Vice President BNI, Diah Sulianto.
Menurut Diah, yang mengajukan kredit untuk renovasi biasanya mereka yang memiliki rumah pertama. Setelah dua hingga tahun, rumah tersebut membutuhkan renovasi. Misalnya setelah yang bersangkutan memiliki anak sehingga membutuhkan ruang yang lebih.
''Karena dirasa rumah yang ada sudah tidak mencukupi lagi, maka perlu renovasi,'' imbuh Diah. Sebagai jaminan atas kredit yang diajukan untuk renovasi itu, kata Diah, bisa berupa rumah yang akan direnovasi itu. Nasabah yang mengambil KPR di BNI dan belum lunas, lanjutnya, masih tetap bisa mengajukan kredit renovasi itu.
''Jika nasabah BNI Griya ingin merenovasi rumahnya karena mungkin fasilitasnya sudah menurun, maka yang bersangkutan bisa mengajukan tambahan kredit,'' tutur Diah.
Berbagai bank
Selain BNI, Bank Central Asia (BCA) juga menyediakan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini menawarkan KPR BCA, yaitu pinjaman yang ditujukan untuk membiayai pembelian dan perbaikan rumah tinggal untuk dimiliki atau ditempati sendiri.
Seperti dirilis situs BCA, KPR ini diberikan kepada individual maupun karyawan perusahaan yang memenuhi persyaratan dan mampu membayar dengan cara mengangsur.
Sedangkan persyaratannya adalah WNI dengan status karyawan tetap, pengusaha, atau professional. Calon nasabah sudah harus lama bekerja atau berusaha minimal dua tahun.
Soal usia, persyaratannya adalah minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 55 tahun untuk karyawan serta 60 tahun untuk pengusaha atau professional saat kredit berakhir.
Syarat KPR BCA lainnya, angsuran (pokok dan bunga) dari seluruh jumlah hutang yang ada di BCA maupun bank lain ditambah permohonan baru maksimal sepertiga dari gaji kotor pemohon atau joint income suami dan isteri.
Bank Niaga juga memberikan fasilitas kredit serupa. Bank swasta ini memberikan kredit untuk pembangunan atau renovasi rumah. Bank ini memberikan keistimewaan apabila kontraktor yang menggarap renovasi adalah mitra Bank Niaga, yaitu bebas biaya desain, biaya premi asuransi selama konstruksi dan bebas biaya bunga selama pembangunan.
Kelebihan lainnya dari kredit Bank Niaga adalah bunga yang kompetitif, jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun, dan pembiayaan bank hingga 10 persen dari rencana anggaran biaya (RAB) atau maksimal 80 persen dari nilai appraisal jaminan. Selain itu juga layanan one stop service melalui dukungan developer dan kontraktor pembangunan.
Bank Tabungan Negara (BTN) juga menyediakan fasilitas kredit serupa yaitu Kredit Griya Multi. Namun, menurut Kepala Divisi Pengelolaan Kebijakan Kredit BTN, Maret DS Sentosa, skema kredit ini tidak hanya untuk keperluan renovasi rumah. Untuk keperluan lain, seperti usaha, juga bisa.
Jumlah maksimal kredit tidak dibatasi. Hal ini sangat tergantung kemampuan calon nasabah dalam membayar angsuran. ''Jadi kita lihat dulu kemampuan nasabah dalam mengangsur. Setelah itu baru ketemu berapa kredit yang dia butuhkan,'' ujarnya kepada Republika.
Pihaknya juga memberi kelonggaran dalam hal jangka waktu pengambilan, yaitu bisa sampai 10 tahun. Sedangkan bunganya sebesar 19 persen. Selain beberapa bank yang disebutkan di atas, masih ada sejumlah bank lain yang juga memberikan fasilitas KPR untuk renovasi rumah.
Menurut Diah Sulianto, saat ini memang banyak bank yang memberikan kredit untuk renovasi rumah. Namun pihaknya tetap optimistis produk yang ditawarkannya bisa diterima oleh konsumen. Sebab pihaknya memberikan sejumlah kemudahan dan keuntungan kepada konsumen. Misalnya jangka waktu pengambilan bisa sampai 15 tahun, bunga kompetitif yaitu 15 persen, serta proses pengajuan yang cepat dan mudah.
Kalau semua persyaratan dipenuhi, katanya, maka dalam waktu tiga hari aplikasi bisa disetujui. ''Asalkan persyaratan lengkap, maka tiga hari bisa selesai. Salah satu persyaratan penting yang harus dilengkapi adalah RAB. Banyak nasabah yang saat mengajukan kredit RAB nya tidak disertakan,'' ujarnya.
Sedangkan rumah yang bisa dibiayai renovasinya dengan KPR Griya, menurut Diah, adalah semua jenis rumah, baik real estat atau rumah biasa. ''Jumlah nasabah yang mengambil KPR BNI untuk renovasi rumah jumlahnya lebih sedikit dibandingkan untuk pembelian rumah,'' kata Diah.
Matangkan Rencana Sebelum Merenovasi
Merenovasi rumah perlu dilakukan secara cermat dan matang. Tujuannya adalah agar proses tersebut bisa berjalan dengan lancar. Selain matang dalam hal rencana pembiayaan, konsep dan desain bangunan yang akan direnovasi juga perlu dimatangkan.
Untuk rumah sederhana, yang perlu dipegang kaidahnya adalah bagaimana agar rumah tersebut tetap sehat dan nyaman. Karena itu, seperti dikutip situs Bank Tabungan Negara, dalam proses renovasi harus memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, memiliki standar keamanan yang dapat terpantau (peralatan listrik, gas, teralis pagar, dan sebagainya) serta memiliki sumber air yang memadai.
Soal anggaran juga perlu dipikirkan dengan matang. Untuk itu, perlu perhitungan tentang kemampuan keuangan yang kita miliki. Jika sudah cukup, maka tidak menjadi masalah. Namun jika tidak, bisa diusahakan dengan cara meminjam ke bank atau kerabat.
Setelah itu, baru merencanakan bahan atau material yang dibutuhkan untuk proses renovasi tersebut. Misalnya lantai keramik, kayu kamper, genteng atau asbes, cat, dan sebagainya.
Langkah kedua adalah menetapkan tambahan ruangan untuk mensupport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya Dapur, Km/wc & ruang cuci, teras & carport, kamar tambahan lengkap dengan ukurannya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah perencanaan gaya rumah yang akan direnovasi. Dalam hal ini, perlu didengarkan suara atau masukan dari anggota keluarga yang lain. Sebab merekalah yang akan menempati rumah tersebut.
Karena itu, rumah perlu dikonsep sedemikian rupa yang bisa mencerminkan ekspresi dan gaya para penghuninya. Selain beberapa hal tersebut, masalah perawatan pasca renovasi juga perlu diperhatikan. Hal ini penting agar rumah hasil renovasi bisa lebih awet dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Label:
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Rumah,
Arsitektur Rumah,
Bangun Rumah,
Contoh Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Gaya Rumah,
Interior Rumah,
Kontraktor Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Kayu,
Rumah Minimalis,
Rumah Tinggal
Siapa Sanggup Beli Rumah di Jakarta
Siapa Sanggup Beli Rumah di Jakarta
Siapa Sanggup Beli Rumah di Jakarta
Tengoklah iklan properti hunian di koran atau televisi. Iklan pembangunan apartemen baru yang cuma berjarak 10 meter dari Bundaran HI misalnya, mematok harga mulai dari Rp 400 juta. Dengan harga hunian sebesar itu seakan keinginan hidup di tengah kota dapat terwujud. Padahal uang ratusan juta itu 'hanya' membeli hunian dengan satu kamar tidur. Tidak jauh beda sempitnya dari rumah petak di kolong tol.
Bagaimana dengan rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Seorang kenalan yang memiliki rumah di depan Taman Lembang, Menteng, seluas 300 meter persegi saja menjualnya dengan harga Rp 1,2 miliar. Itu harga jual 10 tahun lalu. Harga per meternya sekarang cuma bisa difantasikan mereka yang 'pemberani' atau yang punya banyak simpanan di bank. Gambaran seperti itu tampaknya memang cuma kaum berduit saja yang mampu membeli properti di Jakarta apapun bentuknya, rumah atau apartemen. Masyarakat golongan menengah terpaksa menyingkir dan tinggal di kawasan perumahan di pinggiran Jakarta.
Sementara kalangan masyarakat yang hidup pas-pasan terpaksa memutar otak mencari kemungkinan berteduh di Jakarta. Hidup di kolong jembatan sampai di tengah tumpukan sampah pun dilakoni. Tidur, mandi, makan, hingga bermimpi di sana. Pemprov DKI Jakarta memang kesulitan memenuhi kebutuhan perumahan bagi warganya dari kalangan ekonomi lemah. Penyediaan perumahan oleh pemerintah daerah hanya disanggupi 10 persen dari total kebutuhan.
Setiap tahun rata-rata kebutuhan perumahan warga Jakarta mencapai 11.300 unit. "Tahun ini cuma 1.100 unit yang dapat dibangun pemprov," ujar I Putu Indiana, kasubdis Perencanaan Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kamis (6/9). Anggaran pembangunan perumahan dari kantong APBD dikatakan Putu sangat kecil. "Dua persen," katanya. Atau sekitar Rp 400 miliar. Jumlah itu sudah mencakup pembebasan lahan sampai pembangunan rumah.
Pemprov kemudian menggantungkan pada pemerintah pusat dan pengembang untuk menyediakan rumah bagi masyarakat. Untuk masyarakat golongan menengah ke bawah pembangunan rumah susun (rusun) menjadi urusan pusat dan pengembang. Kewajiban pemerintah daerah di bidang itu adalah mencarikan lahan yang sesuai.
Berdasarkan rencana pembangunan, tahun ini, pemprov sedianya membangun 1.060 unit rusun. Yakni 400 unit di Jakut dan sisanya di Jaktim. Contohnya adalah Rusun Marunda yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. "Juga penyelesaian 100 unit di Pulogebang tahun ini," katanya. Saat ini sudah terdapat 23.182 unit rusun yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Sejak tahun 1985 hingga 1997 terbangun 15.703 unit rumah susun. Wilayah Jakpus menjadi wilayah dengan rusun terbanyak.
Setelah Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terdapat penambahan 7.479 unit rumah susun. Rinciannya, 1.088 unit dibangun dari 1998 sampai 2006 di Jakpus. Lalu 3.205 unit di Jakut, 1.460 unit di Jakbar, 200 unit di Jaksel, dan 1.526 Jaktim. Untuk meningkatkan minat pengembang membangun rumah susun bagi masyarakat menengah ke bawah, Pemprov menyiapkan sejumlah insentif. "Dan penyediaan sarana serta prasarana," ujar Kasubdis Perencanaan Pengembangan Ruang Kota Dinas Tata Kota DKI Jakarta, Suhardyoko.
Kendati memeroleh kemudahan lewat insentif, pembangunan rumah susun tetap tidak mudah karena terbentur minimnya lahan. Upaya meremajakan lahan kumuh pun sulit dikerjakan sehingga pembangunan rumah susun terkesan tersendat-sendat.
Catatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta sampai tahun 2010 menyebutkan keharusan terpenuhinya 44,82 persen wilayah Jakarta sebagai kawasan pemukiman. Namun, kata Suhardyoko, baru sekitar 30 persen dari target lahan yang sudah difungsikan sebagai kawasan pemukiman. Sisanya, ucap dia, masih menjadi lahan milik warga yang harus dibebaskan dulu oleh pemerintah sebelum diubah fungsinya sebagai daerah tempat tinggal sesuai ketentuan. Padahal proses pembebasan lahan tidak pernah mudah dan cepat. Jadi, siapa sanggup beli rumah di Jakarta?
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Siapa Sanggup Beli Rumah di Jakarta
Tengoklah iklan properti hunian di koran atau televisi. Iklan pembangunan apartemen baru yang cuma berjarak 10 meter dari Bundaran HI misalnya, mematok harga mulai dari Rp 400 juta. Dengan harga hunian sebesar itu seakan keinginan hidup di tengah kota dapat terwujud. Padahal uang ratusan juta itu 'hanya' membeli hunian dengan satu kamar tidur. Tidak jauh beda sempitnya dari rumah petak di kolong tol.
Bagaimana dengan rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Seorang kenalan yang memiliki rumah di depan Taman Lembang, Menteng, seluas 300 meter persegi saja menjualnya dengan harga Rp 1,2 miliar. Itu harga jual 10 tahun lalu. Harga per meternya sekarang cuma bisa difantasikan mereka yang 'pemberani' atau yang punya banyak simpanan di bank. Gambaran seperti itu tampaknya memang cuma kaum berduit saja yang mampu membeli properti di Jakarta apapun bentuknya, rumah atau apartemen. Masyarakat golongan menengah terpaksa menyingkir dan tinggal di kawasan perumahan di pinggiran Jakarta.
Sementara kalangan masyarakat yang hidup pas-pasan terpaksa memutar otak mencari kemungkinan berteduh di Jakarta. Hidup di kolong jembatan sampai di tengah tumpukan sampah pun dilakoni. Tidur, mandi, makan, hingga bermimpi di sana. Pemprov DKI Jakarta memang kesulitan memenuhi kebutuhan perumahan bagi warganya dari kalangan ekonomi lemah. Penyediaan perumahan oleh pemerintah daerah hanya disanggupi 10 persen dari total kebutuhan.
Setiap tahun rata-rata kebutuhan perumahan warga Jakarta mencapai 11.300 unit. "Tahun ini cuma 1.100 unit yang dapat dibangun pemprov," ujar I Putu Indiana, kasubdis Perencanaan Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kamis (6/9). Anggaran pembangunan perumahan dari kantong APBD dikatakan Putu sangat kecil. "Dua persen," katanya. Atau sekitar Rp 400 miliar. Jumlah itu sudah mencakup pembebasan lahan sampai pembangunan rumah.
Pemprov kemudian menggantungkan pada pemerintah pusat dan pengembang untuk menyediakan rumah bagi masyarakat. Untuk masyarakat golongan menengah ke bawah pembangunan rumah susun (rusun) menjadi urusan pusat dan pengembang. Kewajiban pemerintah daerah di bidang itu adalah mencarikan lahan yang sesuai.
Berdasarkan rencana pembangunan, tahun ini, pemprov sedianya membangun 1.060 unit rusun. Yakni 400 unit di Jakut dan sisanya di Jaktim. Contohnya adalah Rusun Marunda yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. "Juga penyelesaian 100 unit di Pulogebang tahun ini," katanya. Saat ini sudah terdapat 23.182 unit rusun yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Sejak tahun 1985 hingga 1997 terbangun 15.703 unit rumah susun. Wilayah Jakpus menjadi wilayah dengan rusun terbanyak.
Setelah Sutiyoso menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terdapat penambahan 7.479 unit rumah susun. Rinciannya, 1.088 unit dibangun dari 1998 sampai 2006 di Jakpus. Lalu 3.205 unit di Jakut, 1.460 unit di Jakbar, 200 unit di Jaksel, dan 1.526 Jaktim. Untuk meningkatkan minat pengembang membangun rumah susun bagi masyarakat menengah ke bawah, Pemprov menyiapkan sejumlah insentif. "Dan penyediaan sarana serta prasarana," ujar Kasubdis Perencanaan Pengembangan Ruang Kota Dinas Tata Kota DKI Jakarta, Suhardyoko.
Kendati memeroleh kemudahan lewat insentif, pembangunan rumah susun tetap tidak mudah karena terbentur minimnya lahan. Upaya meremajakan lahan kumuh pun sulit dikerjakan sehingga pembangunan rumah susun terkesan tersendat-sendat.
Catatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta sampai tahun 2010 menyebutkan keharusan terpenuhinya 44,82 persen wilayah Jakarta sebagai kawasan pemukiman. Namun, kata Suhardyoko, baru sekitar 30 persen dari target lahan yang sudah difungsikan sebagai kawasan pemukiman. Sisanya, ucap dia, masih menjadi lahan milik warga yang harus dibebaskan dulu oleh pemerintah sebelum diubah fungsinya sebagai daerah tempat tinggal sesuai ketentuan. Padahal proses pembebasan lahan tidak pernah mudah dan cepat. Jadi, siapa sanggup beli rumah di Jakarta?
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Label:
Arsitek Bekasi,
Arsitek Bintaro,
Arsitek Bogor,
Arsitek BSD,
Arsitek Depok,
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Perumahan,
Arsitek Pondok Indah,
Arsitek Rumah,
Arsitektur Rumah,
Contoh Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Interior Rumah,
Membangun Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Jakarta,
Rumah Mewah,
Rumah Minimalis,
Rumah Tinggal
Tips Bangun Rumah Dengan Dana Bank
Tips Bangun Rumah Dengan Dana Bank
Tips Bangun Rumah Dengan Dana Bank
MEMBANGUN RUMAH DENGAN DANA BANK
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Harian Republika, Juli 2006
Dengan hormat,
Saya baru saja membeli kavling siap bangun di daerah Bekasi. Pihak developer mensyaratkan dalam dua tahun ini di atas tanah tersebut harus dibangun rumah. Ada dua pilihan untuk saya dalam rencana membangun rumah:
1. Dikerjakan oleh pihak developer dengan biaya saat ini Rp 2.550.000 per m2 atau
2. Dikerjakan sendiri atau developer lain dengan biaya di bawah atau di atas harga dari developer.
Sedangkan dari segi pembiayaannya saya berencana untuk memgambil KPR/KBR dari bank syariah. Saat ini pihak developer sudah bekerja sama dengan salah satu bank non syariah.
Pertanyaan saya:
1. Untuk pembangunan rumah, mana yang saya pilih dari pihak developer atau dikerjakan sendiri?
2. Untuk pembiayaan, dapatkah saya mengambil dari bank syariah? Di bank syariah mana saya lebih baik mencari pembiayaan?
3. Apakah perbedaan antara KPR di bank syariah dan konvensial dari segi pembiayaannya, dan jumlah cicilan?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Jawaban:
Untuk membangun rumah, Anda perlu pertimbangkan lebih kurangnya menggunakan developer atau anda bengun sendiri. Apabila Anda memiliki waktu lebih banyak dan bisa mengawasi pekerjaan pembangunan rumah Anda, walaupun tentunya tidak perlu setiap saat, menurut pengalaman, akan lebih baik apabila Anda membangun rumah sendiri. Mengapa? Karena Anda dapat mengawasi langsung dan bisa campur tangan apabila ada hal-hal tertentu yang ingin dirubah sesuai dengan keinginan Anda.
Sedangkan jika Anda membangun dengan menggunakan kontraktok dari developer, tentunya Anda tidak bisa dengan bebas mengatur pengerjaannya. Karena spesifikasinya tentu sudah ditetapkan oleh pihak developer. Coba saja lihat bagaiman spesifikasi standar dari developer, jika Anda setuju dengan spesifikasi bangunan standar mereka, Anda bisa duduk tenang dan tinggal menunggu rumah Anda jadi. Tapi kalau Anda memiliki konsep rumah sendiri dengan spesifikasi yang berbeda, coba bicarakan dengan seorang arsitek.
Selain membuat rencana pembangunan, arsitek juga akan menghitungkan biaya yang diperlukan untuk membuatnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan 'kebobolan' di tengah jalan. Untuk pembiayaan, Anda tentu dapat melakukan transaksinya di bank syariah. Karena telah banyak bank syariah yang memberikan pelayanan berupa pembiayaan untuk pembangunan rumah dengan tingkat margin yang cukup bersaing dengan bank konvensional. Semua bank syariah pada prinsipnya sama saja, karena semua bank syariah sudah memiliki standarisasi baku yang sudah dalam menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan untuk sektor perumahan. Anda melakukan window shopping dan membandingkan beberapa bank syariah untuk melihat mana yang lebih cocok dengan Anda.
Mengenai perbedaan antara KPR dan KPR Syariah, tentu saja keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dari segi akadnya. Jika KPR menggunakan akad kredit dimana Anda meminjam uang untuk membangun rumah untuk kemudian dibayar kembali plus dengan bunga. Sedangkan KPR Syariah bisa menggunakan prinsip jual beli dimana bank akan 'membelikan' rumah dan menjualnya kembali kepada Anda. Atau bisa juga dengan prinsip sewa-beli dimana bank menyewakan rumah tersebut sampai jangka waktu tertentu dimana Anda bisa membelinya.
Secara teknis memang kelihatannya tidak jauh berbeda dimana Anda bisa mendapatkan rumah dengan cara membayar cicilan pada bank konvensional maupun syariah. Namun akadnya yang berbeda memiliki konsekuensi hukum juga berbeda pula. Sedangkan jika bicara masalah mahal atau murah cicilannya, itu sudah masuk pertimbangan bisnis dimana bank syariah tentunya akan memasang tarif yang kompetitif dengan bank konvensional.
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Tips Bangun Rumah Dengan Dana Bank
MEMBANGUN RUMAH DENGAN DANA BANK
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Harian Republika, Juli 2006
Dengan hormat,
Saya baru saja membeli kavling siap bangun di daerah Bekasi. Pihak developer mensyaratkan dalam dua tahun ini di atas tanah tersebut harus dibangun rumah. Ada dua pilihan untuk saya dalam rencana membangun rumah:
1. Dikerjakan oleh pihak developer dengan biaya saat ini Rp 2.550.000 per m2 atau
2. Dikerjakan sendiri atau developer lain dengan biaya di bawah atau di atas harga dari developer.
Sedangkan dari segi pembiayaannya saya berencana untuk memgambil KPR/KBR dari bank syariah. Saat ini pihak developer sudah bekerja sama dengan salah satu bank non syariah.
Pertanyaan saya:
1. Untuk pembangunan rumah, mana yang saya pilih dari pihak developer atau dikerjakan sendiri?
2. Untuk pembiayaan, dapatkah saya mengambil dari bank syariah? Di bank syariah mana saya lebih baik mencari pembiayaan?
3. Apakah perbedaan antara KPR di bank syariah dan konvensial dari segi pembiayaannya, dan jumlah cicilan?
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Jawaban:
Untuk membangun rumah, Anda perlu pertimbangkan lebih kurangnya menggunakan developer atau anda bengun sendiri. Apabila Anda memiliki waktu lebih banyak dan bisa mengawasi pekerjaan pembangunan rumah Anda, walaupun tentunya tidak perlu setiap saat, menurut pengalaman, akan lebih baik apabila Anda membangun rumah sendiri. Mengapa? Karena Anda dapat mengawasi langsung dan bisa campur tangan apabila ada hal-hal tertentu yang ingin dirubah sesuai dengan keinginan Anda.
Sedangkan jika Anda membangun dengan menggunakan kontraktok dari developer, tentunya Anda tidak bisa dengan bebas mengatur pengerjaannya. Karena spesifikasinya tentu sudah ditetapkan oleh pihak developer. Coba saja lihat bagaiman spesifikasi standar dari developer, jika Anda setuju dengan spesifikasi bangunan standar mereka, Anda bisa duduk tenang dan tinggal menunggu rumah Anda jadi. Tapi kalau Anda memiliki konsep rumah sendiri dengan spesifikasi yang berbeda, coba bicarakan dengan seorang arsitek.
Selain membuat rencana pembangunan, arsitek juga akan menghitungkan biaya yang diperlukan untuk membuatnya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan 'kebobolan' di tengah jalan. Untuk pembiayaan, Anda tentu dapat melakukan transaksinya di bank syariah. Karena telah banyak bank syariah yang memberikan pelayanan berupa pembiayaan untuk pembangunan rumah dengan tingkat margin yang cukup bersaing dengan bank konvensional. Semua bank syariah pada prinsipnya sama saja, karena semua bank syariah sudah memiliki standarisasi baku yang sudah dalam menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan untuk sektor perumahan. Anda melakukan window shopping dan membandingkan beberapa bank syariah untuk melihat mana yang lebih cocok dengan Anda.
Mengenai perbedaan antara KPR dan KPR Syariah, tentu saja keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dari segi akadnya. Jika KPR menggunakan akad kredit dimana Anda meminjam uang untuk membangun rumah untuk kemudian dibayar kembali plus dengan bunga. Sedangkan KPR Syariah bisa menggunakan prinsip jual beli dimana bank akan 'membelikan' rumah dan menjualnya kembali kepada Anda. Atau bisa juga dengan prinsip sewa-beli dimana bank menyewakan rumah tersebut sampai jangka waktu tertentu dimana Anda bisa membelinya.
Secara teknis memang kelihatannya tidak jauh berbeda dimana Anda bisa mendapatkan rumah dengan cara membayar cicilan pada bank konvensional maupun syariah. Namun akadnya yang berbeda memiliki konsekuensi hukum juga berbeda pula. Sedangkan jika bicara masalah mahal atau murah cicilannya, itu sudah masuk pertimbangan bisnis dimana bank syariah tentunya akan memasang tarif yang kompetitif dengan bank konvensional.
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Design Build And Renovate Your Home Indonesia Service
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Label:
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Rumah,
Arsitektur Rumah,
Bangun Rumah,
Contoh Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Interior Rumah,
Membangun Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Minimalis,
Rumah Tinggal
Memilih Arsitek Rumah
Memilih Arsitek Rumah
Memiliki rumah yang bagus dan sesuai selera serta gaya hidup, tentulah dambaan semua orang. Hal seperti itu belum tentu bisa diwujudkan apabila kita membeli rumah jadi. Sebab membeli rumah jadi berarti kita memakai desain dan konsep orang lain. Belum tentu desain tersebut sesuai dengan keinginan dan gaya yang kita miliki. Lalu bagaimana agar bisa memiliki rumah yang menjadi idaman kita? Caranya dengan mengonsep, mendesain, dan membangun sendiri sebuah rumah.
Untuk itu diperlukan perancang bangunan (arsitek) yang bisa mentransfer ide dan keinginan kita ke dalam sebuah rancangan bangunan. Dengan memilih seorang arsitek yang benar-benar berkualitas, gambaran tentang sebuah rumah ideal yang ada dalam pikiran kita bisa menjadi kenyataan.
Seorang arsitek bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi.
Tugas arsitek bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu arsitektur. Pada proses ini arsitek akan memberikan saran kepada klien tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.
Ketika hasil rancangan tersebut disetujui oleh klien, maka ada kontrak kerja dengan klien guna memvisualisasikan rancangan itu hingga menjadi sebuah bangunan utuh. Pada kontrak tersebut tertera segala aturan main mengenai proses pembuatan bangunan.
Memilih arsitek yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitek yang akan mengonsep rumah atau bangunan Anda.
1. Kenali gaya-gaya arsitektur untuk diwujudkan dalam rumah Anda. Anda bisa memilih gaya global, seperti gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya.
Setelah menentukan gaya apa, barulah Anda memilih seorang arsitek yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi. Makin jelas keinginan dan gaya yang Anda kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.
2. Setiap arsitek, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali karya-karya arsitek yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada arsitek yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah impian Anda.
3. Arsitek yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitek, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.
dikutip dari Republika Online
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Memiliki rumah yang bagus dan sesuai selera serta gaya hidup, tentulah dambaan semua orang. Hal seperti itu belum tentu bisa diwujudkan apabila kita membeli rumah jadi. Sebab membeli rumah jadi berarti kita memakai desain dan konsep orang lain. Belum tentu desain tersebut sesuai dengan keinginan dan gaya yang kita miliki. Lalu bagaimana agar bisa memiliki rumah yang menjadi idaman kita? Caranya dengan mengonsep, mendesain, dan membangun sendiri sebuah rumah.
Untuk itu diperlukan perancang bangunan (arsitek) yang bisa mentransfer ide dan keinginan kita ke dalam sebuah rancangan bangunan. Dengan memilih seorang arsitek yang benar-benar berkualitas, gambaran tentang sebuah rumah ideal yang ada dalam pikiran kita bisa menjadi kenyataan.
Seorang arsitek bertugas merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan rancang bangunan hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan. Di sini sudah termasuk proses pengawasan hingga bangunan jadi.
Tugas arsitek bermula dari permintaan atau pesanan klien. Mereka kemudian mengonsep permintaan dan keinginan klien itu ke dalam sebuah rancangan yang didasarkan pada standardisasi ilmu arsitektur. Pada proses ini arsitek akan memberikan saran kepada klien tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan dan kondisi tekstur tanahnya.
Ketika hasil rancangan tersebut disetujui oleh klien, maka ada kontrak kerja dengan klien guna memvisualisasikan rancangan itu hingga menjadi sebuah bangunan utuh. Pada kontrak tersebut tertera segala aturan main mengenai proses pembuatan bangunan.
Memilih arsitek yang bisa menerjemahkan keinginan kita tentu tidak mudah. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum memilih arsitek yang akan mengonsep rumah atau bangunan Anda.
1. Kenali gaya-gaya arsitektur untuk diwujudkan dalam rumah Anda. Anda bisa memilih gaya global, seperti gaya Eropa, Timur Tengah, atau gaya Jawa khas dengan bentuk pendoponya, dan sebagainya.
Setelah menentukan gaya apa, barulah Anda memilih seorang arsitek yang bisa menerjemahkan kemauan dan gaya yang Anda tentukan tadi. Makin jelas keinginan dan gaya yang Anda kehendaki, makin mudah bagi arsitek untuk mewujudkannya dalam sebuah rancangan bangunan.
2. Setiap arsitek, khususnya yang sudah berpengalaman, akan memiliki gaya dan kekhasan tersendiri yang menjadi trade mark-nya. Kenali karya-karya arsitek yang hendak Anda pilih. Tentukan pilihan pada arsitek yang memiliki gaya sesuai dengan keinginan dan gaya yang Anda miliki. Kesesuaian ini akan makin memperbesar kemungkinan terwujudnya gaya rumah impian Anda.
3. Arsitek yang baik akan berusaha semaksimal mungkin menerjemahkan keinginan dan gaya Anda ke dalam sebuah rancangan. Jika Anda sudah memutuskan untuk memilih seorang arsitek, maka pada proses berikutnya diperlukan diskusi dan kerja sama yang baik antara Anda dengan sang arsitek. Sering-seringlah mengadakan diskusi dan tukar pemikiran agar arsitek benar-benar memahami apa yang menjadi keinginan Anda.
dikutip dari Republika Online
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Gaya Taman Minimalis
Gaya Taman Minimalis
Totalitas Taman Minimalis
Gaya Taman Minimalis
TAMAN yang baik adalah taman yang mampu menyelaraskan antara bangunan rumah dan lingkungan sekitar. Begitu pula dengan konsep rumah minimalis harus diimbangi oleh desain rumah dan taman minimalis yang berkolaborasi secara harmonis. Menjadi minimalis yang alami.
Pemahaman ruang secara proporsional, kombinasi material keras (beton, baja, kayu, kaca, batu bata, batu kali, granit, koral, kerikil, pasir) dan lunak (pohon, perdu, semak, pengalas, rumput) dengan tepat menghasilkan keharmonisan dan keselarasan antara bangunan rumah, interior ruang dalam, dan taman dengan lingkungan sekitar. Ekspos dominasi bahan material tertentu akan menghasilkan efek yang berbeda-beda.
Taman minimalis memadukan penerapan teknologi sederhana dan canggih dengan optimalisasi bahan-bahan alami, kompleksitas dan makna simbolik yang filosofis, murni dan dramatisasi, warna senada dan warna-warni.
Pemahaman yang tepat terhadap konsep minimalis Barat dan Timur akan menghasilkan taman minimalis yang selaras dengan bangunan dan lingkungan sekitar. Konsep minimalis Barat menekankan perpaduan esensi seni dan arsitektur, komposisi yang tepat dan presisi, proporsional, kemurnian material, hierarki ruang yang jelas dan runut, refleksi kualitas dan pemikiran budaya lokal. Sedangkan konsep minimalis Timur yang sedikit banyak dipengaruhi Zen-Buddhisme.
Taman mencerminkan energi alam. Energi adalah sumber kehidupan. Maka, kehadiran taman (minimalis) dapat memberikan energi sumber kehidupan bagi penghuni rumah.
Taman minimalis yang kompak, trendi, efisien ruang, efektif pemakaiannya, dan mudah pemeliharaannya membuat konsep taman minimalis semakin digemari berbagai kalangan yang mendambakan kehadiran alam di rumahnya. Taman minimalis dapat dikembangkan secara keseluruhan atau sebagian sesuai dengan lahan taman yang tersedia. Taman dapat dibangun di halaman depan dan atau belakang (kavling rumah tengah), dan halaman samping (kavling pojok), serta teras balkon depan, tengah/samping, belakang (rumah tingkat).
Sebagai perluasan ruang dan penyatuan rumah dengan alam, sebagian fungsi-fungsi ruang dalam rumah mulai ditarik keluar mendekati alam, seperti ruang tamu (formal) dan taman teras depan, ruang keluarga dan ruang makan dengan taman samping atau taman teras belakang, kamar mandi semi terbuka di taman samping. Taman belakang dapat dikembangkan menjadi tempat pesta keluarga yang cukup privasi.
Sebaliknya, alam juga dapat ditarik ke dalam ruang rumah, ruang tamu atau ruang keluarga dengan penempatan pot-pot tanaman segar, dilengkapi kolam ikan di taman samping, dinding-dinding kaca air di ruang keluarga dan dapur.
Tema taman minimalis dapat dikembangkan sesuai selera, seperti taman air (tanaman air dan kolam), taman tropis (tanaman berbunga/berdaun warna-warni), taman terapi, taman aromatik (tanaman beraroma khas), taman apotek hidup (tanaman berkhasiat obat), atau taman rempah (tanaman kebutuhan memasak). Pertimbangkan tanaman yang mudah pemeliharaan dan perawatannya, termasuk media tanam dan jenis pupuk alami atau buatan.
Taman minimalis bertema taman air dapat ditampilkan dengan dominasi tanaman air dan kolam air yang dibuat memberikan efek sebagai air mancur, air muncrat, atau air jatuh. Efek gemercik air secara teratur dapat menenangkan pikiran dan kejiwaan penghuni. Gemercik atau ketenangan air di kolam geometris, kerindangan pohon, beralaskan rumput atau dominasi pasir kerikil, sorot sinar matahari menembus keteduhan pohon atau sorot lampu taman (gantung, sorot atas/bawah) yang ditata artistik, menciptakan keheningan taman surgawi sebagai tempat pelarian di tengah-tengah belantara hutan beton kota yang keras, gersang, dan polutif.
Kehadiran taman minimalis yang ringkas (sedikit ornamen dekoratif), dinamis (unsur tanaman dan air), praktis (bentuk lugas, pemeliharaan mudah), efisien (optimalisasi ruang terbatas), dan efektif (taman terapi) dirasakan sangat tepat memberikan kenyamanan di ruang kota yang semakin sesak oleh bangunan. Permainan lampu yang tepat dapat memberikan efek dramatis, romantis, atau hening dalam taman di malam hari.
Taman minimalis tidak memerlukan pemeliharaan dan perawatan yang rumit. Semua serba praktis.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Totalitas Taman Minimalis
Gaya Taman Minimalis
TAMAN yang baik adalah taman yang mampu menyelaraskan antara bangunan rumah dan lingkungan sekitar. Begitu pula dengan konsep rumah minimalis harus diimbangi oleh desain rumah dan taman minimalis yang berkolaborasi secara harmonis. Menjadi minimalis yang alami.
Pemahaman ruang secara proporsional, kombinasi material keras (beton, baja, kayu, kaca, batu bata, batu kali, granit, koral, kerikil, pasir) dan lunak (pohon, perdu, semak, pengalas, rumput) dengan tepat menghasilkan keharmonisan dan keselarasan antara bangunan rumah, interior ruang dalam, dan taman dengan lingkungan sekitar. Ekspos dominasi bahan material tertentu akan menghasilkan efek yang berbeda-beda.
Taman minimalis memadukan penerapan teknologi sederhana dan canggih dengan optimalisasi bahan-bahan alami, kompleksitas dan makna simbolik yang filosofis, murni dan dramatisasi, warna senada dan warna-warni.
Pemahaman yang tepat terhadap konsep minimalis Barat dan Timur akan menghasilkan taman minimalis yang selaras dengan bangunan dan lingkungan sekitar. Konsep minimalis Barat menekankan perpaduan esensi seni dan arsitektur, komposisi yang tepat dan presisi, proporsional, kemurnian material, hierarki ruang yang jelas dan runut, refleksi kualitas dan pemikiran budaya lokal. Sedangkan konsep minimalis Timur yang sedikit banyak dipengaruhi Zen-Buddhisme.
Taman mencerminkan energi alam. Energi adalah sumber kehidupan. Maka, kehadiran taman (minimalis) dapat memberikan energi sumber kehidupan bagi penghuni rumah.
Taman minimalis yang kompak, trendi, efisien ruang, efektif pemakaiannya, dan mudah pemeliharaannya membuat konsep taman minimalis semakin digemari berbagai kalangan yang mendambakan kehadiran alam di rumahnya. Taman minimalis dapat dikembangkan secara keseluruhan atau sebagian sesuai dengan lahan taman yang tersedia. Taman dapat dibangun di halaman depan dan atau belakang (kavling rumah tengah), dan halaman samping (kavling pojok), serta teras balkon depan, tengah/samping, belakang (rumah tingkat).
Sebagai perluasan ruang dan penyatuan rumah dengan alam, sebagian fungsi-fungsi ruang dalam rumah mulai ditarik keluar mendekati alam, seperti ruang tamu (formal) dan taman teras depan, ruang keluarga dan ruang makan dengan taman samping atau taman teras belakang, kamar mandi semi terbuka di taman samping. Taman belakang dapat dikembangkan menjadi tempat pesta keluarga yang cukup privasi.
Sebaliknya, alam juga dapat ditarik ke dalam ruang rumah, ruang tamu atau ruang keluarga dengan penempatan pot-pot tanaman segar, dilengkapi kolam ikan di taman samping, dinding-dinding kaca air di ruang keluarga dan dapur.
Tema taman minimalis dapat dikembangkan sesuai selera, seperti taman air (tanaman air dan kolam), taman tropis (tanaman berbunga/berdaun warna-warni), taman terapi, taman aromatik (tanaman beraroma khas), taman apotek hidup (tanaman berkhasiat obat), atau taman rempah (tanaman kebutuhan memasak). Pertimbangkan tanaman yang mudah pemeliharaan dan perawatannya, termasuk media tanam dan jenis pupuk alami atau buatan.
Taman minimalis bertema taman air dapat ditampilkan dengan dominasi tanaman air dan kolam air yang dibuat memberikan efek sebagai air mancur, air muncrat, atau air jatuh. Efek gemercik air secara teratur dapat menenangkan pikiran dan kejiwaan penghuni. Gemercik atau ketenangan air di kolam geometris, kerindangan pohon, beralaskan rumput atau dominasi pasir kerikil, sorot sinar matahari menembus keteduhan pohon atau sorot lampu taman (gantung, sorot atas/bawah) yang ditata artistik, menciptakan keheningan taman surgawi sebagai tempat pelarian di tengah-tengah belantara hutan beton kota yang keras, gersang, dan polutif.
Kehadiran taman minimalis yang ringkas (sedikit ornamen dekoratif), dinamis (unsur tanaman dan air), praktis (bentuk lugas, pemeliharaan mudah), efisien (optimalisasi ruang terbatas), dan efektif (taman terapi) dirasakan sangat tepat memberikan kenyamanan di ruang kota yang semakin sesak oleh bangunan. Permainan lampu yang tepat dapat memberikan efek dramatis, romantis, atau hening dalam taman di malam hari.
Taman minimalis tidak memerlukan pemeliharaan dan perawatan yang rumit. Semua serba praktis.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Label:
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Rumah,
Arsitektur Rumah,
Contoh Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Gaya Rumah,
Interior Rumah,
Membangun Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Kayu,
Rumah Minimalis
Tips Menggunakan Jasa Arsitek
Tips Menggunakan Jasa Arsitek
Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional
Tips Menggunakan Jasa Arsitek
Memiliki hunian asri dan nyaman adalah impian setiap orang. Mewujudkannya tidaklah mudah. Proses pembangunannya menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak pendek -proses yang begitu melelahkan dan terkadang menimbulkan stress tersendiri.
Namun semua itu segera terbayar dengan kegembiraan yang luar biasa ketika sedikit demi sedikit rumah impian mulai berwujud nyata. Tapi apa yang terjadi ketika justru ditengah proses renovasi atau pembangunan rumah impan Anda, hasilnya sangat berbeda dengan apa yang Anda inginkan? Bayangkan berapa kerugian moril dan materiil yang harus Anda hadapi bila kejadian ini menimpa Anda?
Menggunakan jasa profesional arsitek dan kontraktor sebenarnya sangat membantu Anda menghindari hal tersebut. Sayangnya stereotipe yang beredar di masyarakat justru mengatakan yang sebaliknya. Bahwa penggunaan jasa profesional identik dengan sebuah kebutuhan mewah, ditambah lagi image arsitek yang katanya arogan dan suka memaksakan kehedak karena merasa ‘lebih tahu’ sehingga suka mengesampingkan keinginan Anda.
Untungnya stereotipe ini mulai meluntur seiring dengan semakin banyaknya arsitek dan tenaga profesional membangun yang sangat tertarik dengan proyek rumah tinggal kemudian mampu memvisualisasikan dengan baik keinginan klien serta memberikan saran-saran terbaik untuk finishing dan penggunaan material yang menambah value pada rumah impian Sang Klien.Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk menemukan arsitek yang tepat yang akan membantu Anda mewujudkan rumah impian:
1) Jangan terburu-buru, buatlah daftar beberapa kandidat arsitek dengan rekomendasi kenalan Anda, dan pastikan arsitek-arsitek tersebut berpengalaman dalam mendesain rumah tinggal. Pastikan daftar tersebut paling banyak terdiri dari 6 kandidat supaya memudahkan Anda untuk memilih. Dari ke-6 kandidat tersebut, perkecil pilihan Anda menjadi hanya 3 kandidat lewat proses seleksi Anda sendiri. Kriteria yang dapat membantu Anda untuk menseleksi para arsitek tersebut adalah kemudahan Anda berkomunikasi dengan mereka, hasil pekerjaan mereka sebelumnya (port folio) mereka yang paling mendekati keinginan Anda, dan kesesuaian budget Anda dengan tarif sang arsitek.
2) Jangan ragu untuk menghubungi klien-klien terdahulu dari arsitek pilihan Anda untuk mengecek kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun, serta apakah ada masalah-masalah penting lainnya yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan Anda.
3) Komunikasikan keinginan-keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian dengan sejelas-jelasnya, bila perlu gunakan sketsa, foto, atau gambar dari majalah-majalah.
4) Komunikasikan pula dengan sangat jelas masalah besaran budget Anda, terlebih bila Anda memiliki budget yang sangat terbatas.
5) Jangan ragu untuk bertanya masalah fee sang arsitek. Kadang ada arsitek yang sudah memiliki tarif tersendiri, ada pula arsitek yang fee-nya ditentukan dari persentase dari harga bangunan. Perjelas pula sejauh mana peran dan jasa yang diberikan oleh arsitek Anda. Akan ada tahapan-tahapan yang dapat Anda pilih sesuai budget; apakah fee sudah termasuk dengan pengawasan selama pembangunan, apakah konsultasi hanya sampai gambar desain awal saja (denah tampak potongan dan gambar 3 dimensi) atau sampai keluar gambar cetak biru dan RAB (Rencana Anggaran Bangunan),dll.
6) Tanyakan pula dengan sejelas-jelasnya apakah akan ada ekstra pengeluaran untuk pajak, pengeluaran operasional, dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan.
7) Mencari arsitek yang tepat untuk membantu Anda seperti mencari rekan kerja. Pastikan Anda nyaman berkomunikasi dengannya sehingga Anda tidak pernah ragu untuk bertanya hal-hal yang Anda tidak mengerti. Ini sangat penting. Apabila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti jangan pernah ragu untuk bertanya, dan arsitek Anda harus dapat menjelaskannya. Begitu juga bila Anda menemui hal yang Anda tidak sukai, segera komunikasikan hal tersebut.
8) Bila Anda memakai jasa arsitek yang merupakan kenalan Anda sendiri, dari awal buatlah persetujuan yang sangat jelas untuk menghindari hal-hal yang membuat hubungan Anda berdua menjadi rusak nantinya.Setelah Anda menemukan arsitek pilihan yang siap membantu mewujudkan rumah impian Anda, ada baiknya Anda juga mulai memilih jasa kontraktor untuk membangunnya. Sama seperti arsitek, penggunaan jasa kontraktor profesional sebenarnya dapat membuat proses membangun rumah impian Anda lebih efektif dan efisien dengan nilai yang sepadan.
Untuk memilih kontraktor yang tepat, lakukan proses seperti Anda mencari arsitek pilihan Anda. Bila perlu minta rekomendasi dari arsitek Anda beberapa pilihan kontraktor. Jangan langsung tergiur dengan kontraktor yang menawarkan harga terendah, karena bisa jadi yang termahal justru menawarkan kualitas terbaik. Mencari tahu hasil kerja mereka, dan bertanya pada klien sebelumnya juga sebaiknya Anda lakukan. Pastikan Anda bertanya tentang ketepatan jadwal pembangunan, berapa jam sehari mereka akan bekerja, pengamanan lokasi/site selama proses pembangunan, dan berapa orang yang akan berada di lokasi pembangunan, serta apakah ada biaya-biaya ekstra yang harus Anda keluarkan lagi.
Setelah mantap dengan pilihan arsitek dan kontraktor Anda, tanda tangani kontrak kerja, dan pastikan Anda mengerti tiap detail isi kontrak tersebut sebelum menandatanganinya.
Mencari arsitek dan kontraktor yang tepat adalah proses yang sangat menantang dan menyenangkan dalam mewujudkan rumah impian. Mereka tidak hanya memberikan saran-saran terbaik bagi Anda, tapi seperti jargon sebuah iklan produk, mereka akan memberi nilai lebih dari setiap rupiah yang Anda keluarkan demi terwujudnya hunian dambaan. Selamat membangun!
sumber: Working With an Architect & Builder, dari More Space oleh Fay Sweet.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Bangun Rumah Impian Dengan Jasa Profesional
Tips Menggunakan Jasa Arsitek
Memiliki hunian asri dan nyaman adalah impian setiap orang. Mewujudkannya tidaklah mudah. Proses pembangunannya menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak pendek -proses yang begitu melelahkan dan terkadang menimbulkan stress tersendiri.
Namun semua itu segera terbayar dengan kegembiraan yang luar biasa ketika sedikit demi sedikit rumah impian mulai berwujud nyata. Tapi apa yang terjadi ketika justru ditengah proses renovasi atau pembangunan rumah impan Anda, hasilnya sangat berbeda dengan apa yang Anda inginkan? Bayangkan berapa kerugian moril dan materiil yang harus Anda hadapi bila kejadian ini menimpa Anda?
Menggunakan jasa profesional arsitek dan kontraktor sebenarnya sangat membantu Anda menghindari hal tersebut. Sayangnya stereotipe yang beredar di masyarakat justru mengatakan yang sebaliknya. Bahwa penggunaan jasa profesional identik dengan sebuah kebutuhan mewah, ditambah lagi image arsitek yang katanya arogan dan suka memaksakan kehedak karena merasa ‘lebih tahu’ sehingga suka mengesampingkan keinginan Anda.
Untungnya stereotipe ini mulai meluntur seiring dengan semakin banyaknya arsitek dan tenaga profesional membangun yang sangat tertarik dengan proyek rumah tinggal kemudian mampu memvisualisasikan dengan baik keinginan klien serta memberikan saran-saran terbaik untuk finishing dan penggunaan material yang menambah value pada rumah impian Sang Klien.Berikut adalah tips yang dapat Anda lakukan untuk menemukan arsitek yang tepat yang akan membantu Anda mewujudkan rumah impian:
1) Jangan terburu-buru, buatlah daftar beberapa kandidat arsitek dengan rekomendasi kenalan Anda, dan pastikan arsitek-arsitek tersebut berpengalaman dalam mendesain rumah tinggal. Pastikan daftar tersebut paling banyak terdiri dari 6 kandidat supaya memudahkan Anda untuk memilih. Dari ke-6 kandidat tersebut, perkecil pilihan Anda menjadi hanya 3 kandidat lewat proses seleksi Anda sendiri. Kriteria yang dapat membantu Anda untuk menseleksi para arsitek tersebut adalah kemudahan Anda berkomunikasi dengan mereka, hasil pekerjaan mereka sebelumnya (port folio) mereka yang paling mendekati keinginan Anda, dan kesesuaian budget Anda dengan tarif sang arsitek.
2) Jangan ragu untuk menghubungi klien-klien terdahulu dari arsitek pilihan Anda untuk mengecek kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun, serta apakah ada masalah-masalah penting lainnya yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan Anda.
3) Komunikasikan keinginan-keinginan Anda dalam mewujudkan rumah impian dengan sejelas-jelasnya, bila perlu gunakan sketsa, foto, atau gambar dari majalah-majalah.
4) Komunikasikan pula dengan sangat jelas masalah besaran budget Anda, terlebih bila Anda memiliki budget yang sangat terbatas.
5) Jangan ragu untuk bertanya masalah fee sang arsitek. Kadang ada arsitek yang sudah memiliki tarif tersendiri, ada pula arsitek yang fee-nya ditentukan dari persentase dari harga bangunan. Perjelas pula sejauh mana peran dan jasa yang diberikan oleh arsitek Anda. Akan ada tahapan-tahapan yang dapat Anda pilih sesuai budget; apakah fee sudah termasuk dengan pengawasan selama pembangunan, apakah konsultasi hanya sampai gambar desain awal saja (denah tampak potongan dan gambar 3 dimensi) atau sampai keluar gambar cetak biru dan RAB (Rencana Anggaran Bangunan),dll.
6) Tanyakan pula dengan sejelas-jelasnya apakah akan ada ekstra pengeluaran untuk pajak, pengeluaran operasional, dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan.
7) Mencari arsitek yang tepat untuk membantu Anda seperti mencari rekan kerja. Pastikan Anda nyaman berkomunikasi dengannya sehingga Anda tidak pernah ragu untuk bertanya hal-hal yang Anda tidak mengerti. Ini sangat penting. Apabila ada hal-hal yang Anda tidak mengerti jangan pernah ragu untuk bertanya, dan arsitek Anda harus dapat menjelaskannya. Begitu juga bila Anda menemui hal yang Anda tidak sukai, segera komunikasikan hal tersebut.
8) Bila Anda memakai jasa arsitek yang merupakan kenalan Anda sendiri, dari awal buatlah persetujuan yang sangat jelas untuk menghindari hal-hal yang membuat hubungan Anda berdua menjadi rusak nantinya.Setelah Anda menemukan arsitek pilihan yang siap membantu mewujudkan rumah impian Anda, ada baiknya Anda juga mulai memilih jasa kontraktor untuk membangunnya. Sama seperti arsitek, penggunaan jasa kontraktor profesional sebenarnya dapat membuat proses membangun rumah impian Anda lebih efektif dan efisien dengan nilai yang sepadan.
Untuk memilih kontraktor yang tepat, lakukan proses seperti Anda mencari arsitek pilihan Anda. Bila perlu minta rekomendasi dari arsitek Anda beberapa pilihan kontraktor. Jangan langsung tergiur dengan kontraktor yang menawarkan harga terendah, karena bisa jadi yang termahal justru menawarkan kualitas terbaik. Mencari tahu hasil kerja mereka, dan bertanya pada klien sebelumnya juga sebaiknya Anda lakukan. Pastikan Anda bertanya tentang ketepatan jadwal pembangunan, berapa jam sehari mereka akan bekerja, pengamanan lokasi/site selama proses pembangunan, dan berapa orang yang akan berada di lokasi pembangunan, serta apakah ada biaya-biaya ekstra yang harus Anda keluarkan lagi.
Setelah mantap dengan pilihan arsitek dan kontraktor Anda, tanda tangani kontrak kerja, dan pastikan Anda mengerti tiap detail isi kontrak tersebut sebelum menandatanganinya.
Mencari arsitek dan kontraktor yang tepat adalah proses yang sangat menantang dan menyenangkan dalam mewujudkan rumah impian. Mereka tidak hanya memberikan saran-saran terbaik bagi Anda, tapi seperti jargon sebuah iklan produk, mereka akan memberi nilai lebih dari setiap rupiah yang Anda keluarkan demi terwujudnya hunian dambaan. Selamat membangun!
sumber: Working With an Architect & Builder, dari More Space oleh Fay Sweet.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi
Label:
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Rumah,
Arsitektur Rumah,
Bangun Rumah,
Contoh Rumah,
Denah Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Design Minimalis,
Design Rumah,
Gambar Rumah,
Interior Rumah,
Konsultasi Rumah,
Kontraktor Rumah,
Membangun Rumah,
Pemborong,
Renovasi Rumah,
Rumah Minimalis,
Rumah Tinggal
Langganan:
Postingan (Atom)