HUNIAN MODERN THREE IN ONE INTERIOR RUMAH MINIMALIS
Three in one ('3 in 1') tidak saja berlaku untuk lalu lintas, tetapi dapat juga diterapkan pada hunian lebih dari satu massa (bangunan rumah). Dengan demikian, terjadi "komunikasi" yang lebih baik antarmassa itu, maupun bagi penghuninya sendiri,
Ruang foyer ini merupakan daerah transit sebelum masuk ke ruang keluarga yang sekaligus sebagai ruang penerima tamu. Sebagai ruang transisi, dipilihlah meja dan kursi dengan desain minimalis dan simpel supaya tidak berkesan "berat"
Ruang keluarga yang serba terbuka dan luas ini juga sebagai ruang untuk menerima tamu. Pemilihan sofa besar 3 dudukan dengan warna hitam dan cokelat tua, menjadi satu kesatuan dengan ruangan yang berlantai granit hitam. Sebuah lukisan besar karya seniman muda asal Bandung, Deden Sambas menghiasi ruang keluarga. Ruang ini terbuka ke arah halaman belakang yang luas.
Rumah ini terletak di kawasan, Bintaro Jakarta Selatan. Bangunannya memang tidak terlihat langsung dari arah jalan utama, sehingga kita tidak begitu sadar bahwa desain arsitektur rumah ini sangatlah istimewa. Anda akan kami ajak "menikmati"nya, karena hunian ini memang layak disimak lebih jauh. Siapa tahu Anda mendapat sejuta ide setelah melihat "kulit" dan "isi" rumah ini.
Rumah tinggal pasangan muda ini, sangatlah sederhana dan praktis sebenarnya. Walaupun, kesan pertama yang timbul adalah keanekaragaman bentuk yang kaya pada setiap struktur bangunan dan detail nya.
Hunian yang dirancang oleh seorang arsitek Ir.Sardjono Sani,M.Arch. ini mempunyai teras depan yang terlihat sangat sederhana, bahkan halaman depannya sangat minimalis dalam desain maupun jumlah tanaman. Sebuah ruang penerima (foyer), menjadi sambutan selamat datang, ketika masuk melalui pintu utama bangunan. Foyer ini berfungsi sebagai area transisi sebelum menuju ruang penerima tamu yang sekaligus sebagai ruang keluarga. Empat buah kursi tanpa sandaran dan sebuah meja persegi bergaya minimalis modern, menghiasi area tersebut. Selain itu, di sana ada sebuah tangga sebagai poros sirkulasi vertikal menuju ruang lain di lantai bawah dan di lantai atas. Sebagai pengikat ketiga massa, tangga ini sangat menonjol keberadaannya.
MASSA PERTAMA : BENTUK KUBUS
Di dalamnya terdapat ruang keluarga yang sekaligus sebagai ruang untuk menerima tamu. Ruang makan menempati area yang sama. Akses menuju ruang ini adalah tangga dari area foyer tadi. Seperangkat sofa besar 3 dudukan dengan kombinasi warna hitam dan cokelat sangat sesuai dengan lantai granitnya yang berwarna hitam. Ruang ini mempunyai ketinggian plafon sekitar 6m dari lantai. Cukup tinggi, sehingga sirkulasi udaranya sangat bagus.
Ruang yang diapit oleh halaman belakang rumah dan taman kecil di tengah area service ini rupanya menjadi tempat favorit bagi anggota keluarga. Dari ruang ini "komunikasi" dengan anggota keluarga terutama anak, terjalin dengan baik. Karena beberapa ruang, fokusnya ke arah ini. Seperti dari balkon kamar tidur utama, dinding dan lantai ruang kerja, serta bordes tangga, semuanya menghadap ke arah ruang keluarga ini. Suasananya amat nyaman berkat udara bebas yang mengalir di setiap sudut ruang. Hunian ini juga dilengkapi dengan kolam renang di halaman belakang yang luas.
MASSA KEDUA : BENTUK SILINDER
Ruang foyer, kamar tidur utama di lantai atas dan ruang musik berada di dalam satu massa ini. Ruang musik berdekatan dengan ruang keluarga di dalam satu lantai paling dasar. Batas antara ruang ini ditandai dengan kaca tembus pandang, sehingga seolah-olah menjadi satu kesatuan yang harmonis. Ruang musik ini juga menghadap ke salah satu sisi kolam renang.
MASSA KETIGA : BENTUK KIPAS
Di dalamnya terdapat dua kamar tidur anak di lantai atas dengan koridor melengkung ke arah luar bangunan. Di samping itu terdapat ruang bermain anak dan ruang-ruang service di bawahnya seperti pantry dan dapur kotor. Meja untuk sarapan pagi juga terdapat di area ini, berdekatan dengan pantry.
Akses dari ruang ke ruang antara bangunan satu dengan lainnya sangat mudah dicapai dan tidak ruwet. Dengan kemudahan ini, penghuninya dapat berkomunikasi secara lancar.
Ketiga massa di atas, disatukan dengan tangga utama sebagai pengikat antarbangunan.
Di samping itu, penerapan bias cahaya matahari cukup menonjol pada beberapa ruang, seperti ruang keluarga, koridor kamar anak dan pada bukaan yang memakai kaca.
PADUAN UNSUR ALAM DAN UNSUR MODERN
Dalam pemilihan peranti interior rumah tinggalnya, pasangan muda ini banyak memakai furnitur dengan gaya simpel dan modern. Hal ini terlihat dari desainnya yang serba praktis dan minimalis. Kombinasi warnanya juga sangat elegant, antara hitam, putih, cokelat, abu-abu, hijau dan biru.
Kesan bangunan modern juga dapat dilihat pada pemakaian materialnya, seperti kaca, aluminium dan besi. Unsur alam seperti kayu dan batu alam juga dipakai pada beberapa ruang, sekaligus sebagai aksen yang natural. Padu padan material modern dan alami ini tampak serasi dan saling melengkapi sebagai unsur fungsional dan estetika bangunan.
Demikianlah, keseluruhan bangunan rumah ini memiliki bentuk tipikal sebuah bangunan modern tetapi manusiawi dan tidak berkesan kaku. Bagi pemiliknya, dengan bentuk bangunan seperti ini, kemudahan komunikasi sangatlah penting. Sardjono dianggap berhasil oleh pemilik dalam merancang rumah ini. Menurut nyonya rumah, Sardjono mampu merefleksikan jiwa pasangan ini ke dalam sebuah ide rancangan. Semua kebutuhan dan keinginan mereka terakomodasi di dalam rumah yang mempunyai lebih dari satu massa ini.
"Mereka memang menginginkan rumah yang serba terbuka sekaligus berkarakter sesuai dengan pribadi dan gaya hidup mereka. Mereka ingin segala sesuatunya mudah dan praktis" ujar Sardjono .
Kita dapat menyimpulkan bahwa, rumah "3 in 1" ini adalah milik pribadi sepenuhnya yang merupakan refleksi kehidupan penghuni rumah. (Yuli Andyono).
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Jumat, 24 Agustus 2007
3 in One Bangunan Rumah
Label:
Arsitek Bekasi,
Arsitek Bintaro,
Arsitek Bogor,
Arsitek BSD,
Arsitek Depok,
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Modern,
Arsitek Perumahan,
Arsitek Pondok Indah,
Arsitektur Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Gaya Rumah,
Interior Rumah,
Renovasi Rumah,
Rumah Jakarta,
Rumah Kayu,
Rumah Mewah,
Rumah Tinggal
Interior Rumah Minimalis dalam Arsitektur
Bagi seorang eksekutif muda, rumah bukan hanya sebagai tempat berteduh tetapi juga sebagai tempat untuk memperoleh inspirasi dalam upaya menjalan bisnis. Hal ini yang terlihat pada rumah milik Ir.Arief Sugijono yang berlokasi di kompleks perumahan Jakarta Barat. Sang arsitek, Danny Lumanto mendesain rumah Ir.Arif Sugijono dengan membuat ruang-ruang yang nyaman tetapi tetap mempertimbangkan ciri, karakter dan kebiasaan para penghuni rumah.
Secara keseluruhan rumah ini dideasin dengan konsep minimalis, praktis, tidak ekstrem dan menonjolkan pewarnaan monokromatik di ruang publik. Pewarnaan ruang-ruang privat bergantung pada selera setiap penghuni kamar.
Rumah yang dibangun atas dasar hasil diskusi antara arsitek dengan pemilik rumah ini menerapkan konsep split level, terdiri dari tiga lantai dengan empat level yang fungsinya berbeda. Penerapan konsep split level ini dipakai arsitek karena pemilik rumah ingin meninggikan level terbawah rumah ini dari level jalan.
Layaknya sebuah benteng, untuk menuju ke halaman dalam rumah ini kita dapat melalui pintu gerbang yang terbuat dari besi berwarna hitam. Selanjutnya, pintu gerbang tersebut kita bisa langsung ke garasi privat. Akan tetapi untuk tamu diarahkan ke arah kiri menuju level atas melalui jalan berundak yang lantainya terbuat dari batu berwarna hitam. Di daerah ini terdapat pohon-pohon cemara yang seolah-olah menyambut para tamu yang datang. Kemudian sebelum memasuki ruang tamu, kita akan menjumpai taman bergaya minimalis yang hanya dihampari rumput hijau yang segar.
Dari pintu unik dekoratif bermotif geometris terlihat ruang tamu yang terbagi atas dua ruangan. Ruangan pertama berupa ruang perantara yang diisi dengan seperangkat sofa dan meja. Setelah itu terdapat ruang tamu yang ukurannya lebih besar, diperuntukkan bagi tamu yang sudah akrab dengan penghuni.
Biasanya penghuni rumah sering berada di ruangan ini di siang hari, sedangkan pada malam hari aktivitas penghuni pindah ke ruangan keluarga yang nyaman di level atas yang dilengkapi dengan seperangkat furnitur modern dan sebuah TV besar. Dinding runag keluarga tersebut terbuat dari kaca yang besar sehingga cahaya dapat masuk dengan leluasa. Adapun ruang kerja berada di samping ruang ini.
Ruangan tidur utama dan ruangan makan terletak di split atas. Ruang makan ini menyatu dengan pantry yang dilengkapi dengan island. Ruangan tersebut berhubungan dengan teras samping. Dari sini kita dapat melihat pemandangan langsung kearah kolam samping.
Penataan antar ruang pada bangunan seluas 750 m2 yang berdiri di atas lahan 440 m2 ini,diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan sirkulasi lalu lintas penghuni dari ruang servis di lantai terbawah menuju ruang-ruang privat yang letaknya di lantai teratas. Dalam setiap rancangannya arsitek selalu memperhatikan kelancaran sirkulasi udara dan pencahayaan. Hal ini ditunjang dengan adanya plafon yang diolah setinggi 3 meter sampai 5 meter serta adanya bukaan-bukaan besar berupa kaca jendela, sehingga cahaya dan udara dapat leluasa masuk.
Penerapan material bangunan alami seperti batu paras Yogya pada dinding dan papan kayu merbau pada anak tangga, merupakan upaya arsitek untuk mengurangi kesan kaku dan monoton yang biasanya terdapat pada bentuk desain minimalis.
Lantai granit pearl white dipakai sebagai penutup pada lantai-lantai di level publik dan semipublik. Untuk lantai-lantai semiprivat dan lantai privat seluruhnya dipakai bahan parket kayu solid sebagai upaya untuk memberikan suasana yang lebih hangat dan nyaman.
Secara keseluruhan rumah yang tampak anggun dan berwibawa ini cukup mengekspresikan kepribadian penghuninya yang ramah dan terbuka. Setiap sudut dirancang dengan cermat. Kekuatan desainnya justru tampak dari kesederhanaan yang dipancarkan melalui pemilihan perabot modern yang muncul di antara warna-warna monokromatik. Rumah ini merupakan sebuah rancangan interior rumah tinggal inspiratif yang cukup berhasil. Suasana ruang-ruang yang ada memberikan kenyamanan serta ketenangan jiwa pada penghuninya.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Secara keseluruhan rumah ini dideasin dengan konsep minimalis, praktis, tidak ekstrem dan menonjolkan pewarnaan monokromatik di ruang publik. Pewarnaan ruang-ruang privat bergantung pada selera setiap penghuni kamar.
Rumah yang dibangun atas dasar hasil diskusi antara arsitek dengan pemilik rumah ini menerapkan konsep split level, terdiri dari tiga lantai dengan empat level yang fungsinya berbeda. Penerapan konsep split level ini dipakai arsitek karena pemilik rumah ingin meninggikan level terbawah rumah ini dari level jalan.
Layaknya sebuah benteng, untuk menuju ke halaman dalam rumah ini kita dapat melalui pintu gerbang yang terbuat dari besi berwarna hitam. Selanjutnya, pintu gerbang tersebut kita bisa langsung ke garasi privat. Akan tetapi untuk tamu diarahkan ke arah kiri menuju level atas melalui jalan berundak yang lantainya terbuat dari batu berwarna hitam. Di daerah ini terdapat pohon-pohon cemara yang seolah-olah menyambut para tamu yang datang. Kemudian sebelum memasuki ruang tamu, kita akan menjumpai taman bergaya minimalis yang hanya dihampari rumput hijau yang segar.
Dari pintu unik dekoratif bermotif geometris terlihat ruang tamu yang terbagi atas dua ruangan. Ruangan pertama berupa ruang perantara yang diisi dengan seperangkat sofa dan meja. Setelah itu terdapat ruang tamu yang ukurannya lebih besar, diperuntukkan bagi tamu yang sudah akrab dengan penghuni.
Biasanya penghuni rumah sering berada di ruangan ini di siang hari, sedangkan pada malam hari aktivitas penghuni pindah ke ruangan keluarga yang nyaman di level atas yang dilengkapi dengan seperangkat furnitur modern dan sebuah TV besar. Dinding runag keluarga tersebut terbuat dari kaca yang besar sehingga cahaya dapat masuk dengan leluasa. Adapun ruang kerja berada di samping ruang ini.
Ruangan tidur utama dan ruangan makan terletak di split atas. Ruang makan ini menyatu dengan pantry yang dilengkapi dengan island. Ruangan tersebut berhubungan dengan teras samping. Dari sini kita dapat melihat pemandangan langsung kearah kolam samping.
Penataan antar ruang pada bangunan seluas 750 m2 yang berdiri di atas lahan 440 m2 ini,diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan sirkulasi lalu lintas penghuni dari ruang servis di lantai terbawah menuju ruang-ruang privat yang letaknya di lantai teratas. Dalam setiap rancangannya arsitek selalu memperhatikan kelancaran sirkulasi udara dan pencahayaan. Hal ini ditunjang dengan adanya plafon yang diolah setinggi 3 meter sampai 5 meter serta adanya bukaan-bukaan besar berupa kaca jendela, sehingga cahaya dan udara dapat leluasa masuk.
Penerapan material bangunan alami seperti batu paras Yogya pada dinding dan papan kayu merbau pada anak tangga, merupakan upaya arsitek untuk mengurangi kesan kaku dan monoton yang biasanya terdapat pada bentuk desain minimalis.
Lantai granit pearl white dipakai sebagai penutup pada lantai-lantai di level publik dan semipublik. Untuk lantai-lantai semiprivat dan lantai privat seluruhnya dipakai bahan parket kayu solid sebagai upaya untuk memberikan suasana yang lebih hangat dan nyaman.
Secara keseluruhan rumah yang tampak anggun dan berwibawa ini cukup mengekspresikan kepribadian penghuninya yang ramah dan terbuka. Setiap sudut dirancang dengan cermat. Kekuatan desainnya justru tampak dari kesederhanaan yang dipancarkan melalui pemilihan perabot modern yang muncul di antara warna-warna monokromatik. Rumah ini merupakan sebuah rancangan interior rumah tinggal inspiratif yang cukup berhasil. Suasana ruang-ruang yang ada memberikan kenyamanan serta ketenangan jiwa pada penghuninya.
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Label:
Arsitek Bekasi,
Arsitek Bintaro,
Arsitek Bogor,
Arsitek BSD,
Arsitek Depok,
Arsitek Interior,
Arsitek Jakarta,
Arsitek Minimalis,
Arsitek Modern,
Arsitek Perumahan,
Arsitek Pondok Indah,
Arsitektur Rumah,
Desain Arsitek,
Desain Minimalis,
Desain Rumah,
Interior Rumah,
Membangun Rumah,
Renovasi Rumah,
Rumah Jakarta,
Rumah Kayu,
Rumah Mewah,
Rumah Tinggal
Interior Rumah Minimalis
Paduan Serasi Minimalis-Tropis
Membangun rumah bergaya minimalis membutuhkan banyak semen. Kesan minimalis begitu terpancar dari bagian depan rumah. Garis-garis lurus tampak mendominasi kediaman milik pasangan Sri E Setiasih - Ndaru Endrio ini.
Namun, begitu memasuki bagian sebelah kiri luar rumah yang terletak di Jalan Pendidikan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat itu justru kesan tropis yang begitu kental terasa.Ternyata rumah yang berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi itu memadukan gaya minimalis dan tropis. ''Awalnya, suami saya ingin punya rumah minimalis. Namun, di tengah pengerjaan saya memasukan gaya tropis,'' ujar Sri yang akrab disapa Oonk ini.
Hasil akhirnya adalah sebuah paduan serasi minimalis-tropis.Gaya minimalis memang begitu mendominasi kediaman ini. Hal itu tampak dari desain arsitektur, warna, serta pernak-pernik lainnya. Meski begitu, beberapa bagian tampak dimodifikasi sehingga menghasilkan perpaduan. ''Untuk void misalnya saya beri motif bunga-bunga agar tak berupa garis lurus saja,'' tutur ibu dua anak ini.
Saat memasuki bagian interior rumah ini, kesan sejuk mulai terasa. Langit-langit yang tinggi ditambah sirkulasi udara yang baik berhasil menghasilkan kesejukan. Suasana adem itu pun didukung dari lantai marmer yang menutup semua bagian interior rumah. ''Kita menggunakan marmer bercorak agar terasa sejuk.''Rumah dua lantai ini juga menerapkan pola minim sekat. Sehingga, ruang tamu dan ruang keluarga dibiarkan terbuka.
''Saya memang inginnya punya rumah yang tak banyak sekat, soalnya kalau ada acara biar bisa menampung banyak orang,'' imbuh Oonk. Selain itu, pembagian beberapa bagian interior pun menerapkan split level.Ruang tamu dan ruang santai keluarga dipisahkan dengan ketinggian sekitar satu level. Begitu juga dengan kamar tidur utama yang juga lebih rendah satu level. Menurut Oonk, soal permainan split level itu sengaja dilakukan.
Sebab, kontur tanah pada awalnya memang sudah seperti itu. Di lantai satu ini terdapat beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur utama, kamar tidur tamu, ruang santai keluarga, kamar mandi, serta dapur. Di bagian belakang ada kamar pembantu. Sedangkan di lantai dua, terdapat dua kamar anak serta ruang untuk hiburan keluarga.Bagian interior ruangan didominasi warna abu-abu.
''Itukan warna khas dari rumah minimalis,'' tuturnya. Namun, agar tak tampak monoton, ia pun menambahkan warna orange pada beberapa bagian dinding rumahnya. Lantai pun juga dipilih warna abu-abu bercorak. Menurutnya, warna abu-abu juga turut menghadirkan nuansa kesejukan. Butuh waktuDesain arsitektur rumah yang luasnya sekitar 300 meter persegi itu dikerjakan oleh Yudhi arsitek dari Studio Lanansa. Namun dalam perjalannya, ia melakukan beberapa modifikasi. Oonk menambahkan, membangun rumah bergaya minimalis ternyata membutuhkan waktu yang lama.
Tak hanya itu, rumah bergaya minimalis juga membutuhkan sangat banyak bahan semen.''Bahan yang paling banyak digunakan adalah semen. Hampir habis 500 zak,'' ucapnya. Untuk mencari bahan-bahan bangunan, Oonk mengaku mencarinya sendiri. Bahkan untuk mendapatkan bahan seperi marmer bercorak, ia harus belanja di daerah Bandung.Di bagian depan dan samping kiri eksterior rumah, ia menghadirkan taman bernuansa tropis. Beberapa tanaman hias dan pohon khas tropis membuat taman tampak indah dan rindang. Agar nuansa tropis semakin terasa, batu-batu alam digunakan sebagai lantai atau penyerap tumpahan air hujan. Nuansa tropis kian terasa, karena dinding rumah sebelah kiri ini menggunakan batu alam palimanan. Nilai historisTaman tropis ini juga dilengkapi dengan gezebo. Dibagian belakang rumah juga dilengkapi kolam renang mungil. ''Kalau untuk kolam renang dikerjakan terpisah,'' paparnya.
Rumah ini pun ternyata memiliki nilai historis bagi pasangan ini. Menurut Oonk, kediaman tersebut merupakan kado ulang tahun pernikahan yang ke-17.Yang unik, di bagian teras belakang terpasang foto-foto rumah yang kebanjiran. ''Itu rumah kami dulu. Tiap hujan pasti kebanjiran,'' tuturnya sembari tersenyum. Di rumah yang baru, pasangan yang dikarunia dua anak ini bisa hidup dengan tenang dan nyaman. ''Sekarang tak khawatir lagi bila turun hujan.''
(idionline/RoL)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Membangun rumah bergaya minimalis membutuhkan banyak semen. Kesan minimalis begitu terpancar dari bagian depan rumah. Garis-garis lurus tampak mendominasi kediaman milik pasangan Sri E Setiasih - Ndaru Endrio ini.
Namun, begitu memasuki bagian sebelah kiri luar rumah yang terletak di Jalan Pendidikan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat itu justru kesan tropis yang begitu kental terasa.Ternyata rumah yang berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi itu memadukan gaya minimalis dan tropis. ''Awalnya, suami saya ingin punya rumah minimalis. Namun, di tengah pengerjaan saya memasukan gaya tropis,'' ujar Sri yang akrab disapa Oonk ini.
Hasil akhirnya adalah sebuah paduan serasi minimalis-tropis.Gaya minimalis memang begitu mendominasi kediaman ini. Hal itu tampak dari desain arsitektur, warna, serta pernak-pernik lainnya. Meski begitu, beberapa bagian tampak dimodifikasi sehingga menghasilkan perpaduan. ''Untuk void misalnya saya beri motif bunga-bunga agar tak berupa garis lurus saja,'' tutur ibu dua anak ini.
Saat memasuki bagian interior rumah ini, kesan sejuk mulai terasa. Langit-langit yang tinggi ditambah sirkulasi udara yang baik berhasil menghasilkan kesejukan. Suasana adem itu pun didukung dari lantai marmer yang menutup semua bagian interior rumah. ''Kita menggunakan marmer bercorak agar terasa sejuk.''Rumah dua lantai ini juga menerapkan pola minim sekat. Sehingga, ruang tamu dan ruang keluarga dibiarkan terbuka.
''Saya memang inginnya punya rumah yang tak banyak sekat, soalnya kalau ada acara biar bisa menampung banyak orang,'' imbuh Oonk. Selain itu, pembagian beberapa bagian interior pun menerapkan split level.Ruang tamu dan ruang santai keluarga dipisahkan dengan ketinggian sekitar satu level. Begitu juga dengan kamar tidur utama yang juga lebih rendah satu level. Menurut Oonk, soal permainan split level itu sengaja dilakukan.
Sebab, kontur tanah pada awalnya memang sudah seperti itu. Di lantai satu ini terdapat beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur utama, kamar tidur tamu, ruang santai keluarga, kamar mandi, serta dapur. Di bagian belakang ada kamar pembantu. Sedangkan di lantai dua, terdapat dua kamar anak serta ruang untuk hiburan keluarga.Bagian interior ruangan didominasi warna abu-abu.
''Itukan warna khas dari rumah minimalis,'' tuturnya. Namun, agar tak tampak monoton, ia pun menambahkan warna orange pada beberapa bagian dinding rumahnya. Lantai pun juga dipilih warna abu-abu bercorak. Menurutnya, warna abu-abu juga turut menghadirkan nuansa kesejukan. Butuh waktuDesain arsitektur rumah yang luasnya sekitar 300 meter persegi itu dikerjakan oleh Yudhi arsitek dari Studio Lanansa. Namun dalam perjalannya, ia melakukan beberapa modifikasi. Oonk menambahkan, membangun rumah bergaya minimalis ternyata membutuhkan waktu yang lama.
Tak hanya itu, rumah bergaya minimalis juga membutuhkan sangat banyak bahan semen.''Bahan yang paling banyak digunakan adalah semen. Hampir habis 500 zak,'' ucapnya. Untuk mencari bahan-bahan bangunan, Oonk mengaku mencarinya sendiri. Bahkan untuk mendapatkan bahan seperi marmer bercorak, ia harus belanja di daerah Bandung.Di bagian depan dan samping kiri eksterior rumah, ia menghadirkan taman bernuansa tropis. Beberapa tanaman hias dan pohon khas tropis membuat taman tampak indah dan rindang. Agar nuansa tropis semakin terasa, batu-batu alam digunakan sebagai lantai atau penyerap tumpahan air hujan. Nuansa tropis kian terasa, karena dinding rumah sebelah kiri ini menggunakan batu alam palimanan. Nilai historisTaman tropis ini juga dilengkapi dengan gezebo. Dibagian belakang rumah juga dilengkapi kolam renang mungil. ''Kalau untuk kolam renang dikerjakan terpisah,'' paparnya.
Rumah ini pun ternyata memiliki nilai historis bagi pasangan ini. Menurut Oonk, kediaman tersebut merupakan kado ulang tahun pernikahan yang ke-17.Yang unik, di bagian teras belakang terpasang foto-foto rumah yang kebanjiran. ''Itu rumah kami dulu. Tiap hujan pasti kebanjiran,'' tuturnya sembari tersenyum. Di rumah yang baru, pasangan yang dikarunia dua anak ini bisa hidup dengan tenang dan nyaman. ''Sekarang tak khawatir lagi bila turun hujan.''
(idionline/RoL)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Interior Rumah tinggal
Interior Simpel,Solusi Siasati Keterbatasan Ruang
HARGA tanah yang makin melambung tinggi, khususnya di daerah perkotaan, merupakan faktor penghambat utama bagi pasangan muda mewujudkan rumah tinggal idaman. Tentu saja, mayoritas dari mereka memendam impian untuk tinggal di rumah yang lapang, kebutuhan ruang tercukupi dan punya halaman luas. Sayang, tidak selamanya impian itu bisa direalisasikan. Lantaran keterbatasan anggaran yang ada, mereka pun tak punya pilihan lain. Terpaksa tinggal di rumah kecil-mungil dengan luas ruangan serba terbatas. Kendati begitu, bukan berarti rumah mungil itu tidak bisa menjelma jadi sebuah ''istana'' yang indah dan nyaman. Guna menyiasati keterbatasan luas ruangan, interior yang simpel -- tetapi tetap fungsional -- bisa dijadikan solusi sehingga kesan sesak yang seringkali terlihat pada rumah-rumah mungil bisa diminimalisasi.
Kini, trend penataan interior rumah tinggal pun harus mengikuti fenomena itu. Di samping mempertimbangkan selera pribadi penghuninya, penataan interior juga harus mengacu kepada kebutuhan. Tingkat usia atau generasi juga wajib dijadikan dasar pijakan oleh seorang desainer untuk memperkirakan arah perkembangan interior rumah tinggal.
Tampaknya, saat ini desainer interior Indonesia melihat kecenderungan pasangan muda yang bakal jadi konsumen paling potensial. Karena itu, selera dan kebutuhan pasangan muda itu pula yang akan menentukan arah perkembangan atau trend edesain interior masa kini.
Kebutuhan dan gaya hidup tiap generasi memang berbeda. Kriteria pemilihan rumah pun berlainan. Misalnya, ada yang memilih rumah atas pertimbangan dekat dengan pusat kegiatan. Meskipun rumah-rumah yang dibangun cenderung tidak besar dan compact, tetapi mampu mencukupi kebutuhan dan tuntutan gaya hidup. Rutinitas kegiatan sehari-hari juga menjadi bahan pertimbangan. Tingkat stres yang cukup tinggi mengharuskan adanya konsep desain interior yang bisa menekan tingkat ketegangan itu. Keterbatasan space di dalam rumah juga menjadi faktor yang wajib diperhitungkan.
Berangkat dari pertimbangan itu, akhirnya terwujudlah rancangan interior yang simpel dan bisa memberikan rasa aman, nyaman sekaligus membangkitkan gairah. Bagaimana menjabarkannya?
Kesan simpel bisa diperoleh mulai dari bentuk arsitektur rumah, finishing interior hingga bentuk dan tata letak interior. Bila diuraikan, bakal banyak furniture berbentuk organik dengan garis-garis dinamis yang memiliki kesan lembut dan nyaman, tetapi tetap fungsional. Motif bahan pelapis furniture pun akan beralih dari bunga-bunga ke motif polos.
Lantas, bagaimana dengan tata letak interiornya? Konsep penataan mungkin tidak akan banyak berubah. Konsep dasarnya penataan ruang tetap ditujukan untuk menciptakan kesan lapang dan nyaman. Kesan ini antara lain bisa tercipta dengan menerapkan bukaan besar di dinding rumah. Konsep itu sendiri awalnya diterapkan untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah tinggal. Secara arsitektural bukaan besar terbukti mampu memberi kesan ruang yang semakin luas.
Di sisi lain budget pun ikut menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan material untuk interior rumah. Demi menekan budget, biasanya kita akan memilih material artifisial. Selain lebih hemat, tetap memiliki kesan alami dan mudah dirawat. Material artifisial biasanya juga ramah lingkungan dan kesehatan. Pilihan motif dan materialnya pun banyak, sehingga mudah dan fleksibel diaplikasikan.
Kombinasi warna juga memiliki peran dalam menghadirkan kesan simpel. Pilihan kita biasanya cenderung kepada warna senada dengan kesan lembut. Yang penting, warna harus memberikan ketenangan jiwa, kedamaian spiritual, rasa tenteram, sekaligus membangkitkan gairah. Hal ini bisa diwujudkan dengan memilih warna-warna yang mempunyai intensitas medium.
Nah, kombinasi dari uraian tadi pada akhirnya bermuara pada tujuan interior kita saat ini: rumah yang simpel, fungsional, nyaman, meredam emosi, sekaligus membangkitkan gairah. (ian, berbagai sumber)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
HARGA tanah yang makin melambung tinggi, khususnya di daerah perkotaan, merupakan faktor penghambat utama bagi pasangan muda mewujudkan rumah tinggal idaman. Tentu saja, mayoritas dari mereka memendam impian untuk tinggal di rumah yang lapang, kebutuhan ruang tercukupi dan punya halaman luas. Sayang, tidak selamanya impian itu bisa direalisasikan. Lantaran keterbatasan anggaran yang ada, mereka pun tak punya pilihan lain. Terpaksa tinggal di rumah kecil-mungil dengan luas ruangan serba terbatas. Kendati begitu, bukan berarti rumah mungil itu tidak bisa menjelma jadi sebuah ''istana'' yang indah dan nyaman. Guna menyiasati keterbatasan luas ruangan, interior yang simpel -- tetapi tetap fungsional -- bisa dijadikan solusi sehingga kesan sesak yang seringkali terlihat pada rumah-rumah mungil bisa diminimalisasi.
Kini, trend penataan interior rumah tinggal pun harus mengikuti fenomena itu. Di samping mempertimbangkan selera pribadi penghuninya, penataan interior juga harus mengacu kepada kebutuhan. Tingkat usia atau generasi juga wajib dijadikan dasar pijakan oleh seorang desainer untuk memperkirakan arah perkembangan interior rumah tinggal.
Tampaknya, saat ini desainer interior Indonesia melihat kecenderungan pasangan muda yang bakal jadi konsumen paling potensial. Karena itu, selera dan kebutuhan pasangan muda itu pula yang akan menentukan arah perkembangan atau trend edesain interior masa kini.
Kebutuhan dan gaya hidup tiap generasi memang berbeda. Kriteria pemilihan rumah pun berlainan. Misalnya, ada yang memilih rumah atas pertimbangan dekat dengan pusat kegiatan. Meskipun rumah-rumah yang dibangun cenderung tidak besar dan compact, tetapi mampu mencukupi kebutuhan dan tuntutan gaya hidup. Rutinitas kegiatan sehari-hari juga menjadi bahan pertimbangan. Tingkat stres yang cukup tinggi mengharuskan adanya konsep desain interior yang bisa menekan tingkat ketegangan itu. Keterbatasan space di dalam rumah juga menjadi faktor yang wajib diperhitungkan.
Berangkat dari pertimbangan itu, akhirnya terwujudlah rancangan interior yang simpel dan bisa memberikan rasa aman, nyaman sekaligus membangkitkan gairah. Bagaimana menjabarkannya?
Kesan simpel bisa diperoleh mulai dari bentuk arsitektur rumah, finishing interior hingga bentuk dan tata letak interior. Bila diuraikan, bakal banyak furniture berbentuk organik dengan garis-garis dinamis yang memiliki kesan lembut dan nyaman, tetapi tetap fungsional. Motif bahan pelapis furniture pun akan beralih dari bunga-bunga ke motif polos.
Lantas, bagaimana dengan tata letak interiornya? Konsep penataan mungkin tidak akan banyak berubah. Konsep dasarnya penataan ruang tetap ditujukan untuk menciptakan kesan lapang dan nyaman. Kesan ini antara lain bisa tercipta dengan menerapkan bukaan besar di dinding rumah. Konsep itu sendiri awalnya diterapkan untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah tinggal. Secara arsitektural bukaan besar terbukti mampu memberi kesan ruang yang semakin luas.
Di sisi lain budget pun ikut menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan material untuk interior rumah. Demi menekan budget, biasanya kita akan memilih material artifisial. Selain lebih hemat, tetap memiliki kesan alami dan mudah dirawat. Material artifisial biasanya juga ramah lingkungan dan kesehatan. Pilihan motif dan materialnya pun banyak, sehingga mudah dan fleksibel diaplikasikan.
Kombinasi warna juga memiliki peran dalam menghadirkan kesan simpel. Pilihan kita biasanya cenderung kepada warna senada dengan kesan lembut. Yang penting, warna harus memberikan ketenangan jiwa, kedamaian spiritual, rasa tenteram, sekaligus membangkitkan gairah. Hal ini bisa diwujudkan dengan memilih warna-warna yang mempunyai intensitas medium.
Nah, kombinasi dari uraian tadi pada akhirnya bermuara pada tujuan interior kita saat ini: rumah yang simpel, fungsional, nyaman, meredam emosi, sekaligus membangkitkan gairah. (ian, berbagai sumber)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Menata Rumah dengan Kebebasan Berekspresi
Rumah selaku tempat hunian kita sehari-hari, bukan hanya mesti menjadi lokasi perlindungan yang sehat dan nyaman. Namun, paling penting, bisa membuat penghuninya betah bila berada di rumahnya sendiri.
Rumah tinggal bukan hanya sekadar tempat beristirahat setelah lelah bekerja. Akan tetapi ia harus bisa menemani sebagai obat relaksasi yang sepadan. Sebab sulit dan merepotkan bila kita sering minggat dari rumah, lantaran kondisinya yang berdisain interior “sakit” atau membuat jemu.
Sebab menata rumah yang tepat, harus dilakukan dengan gaya kemauan diri sendiri sebagai bentuk dari kebebasan berekspresi. Yang pada ujungnya bisa memberi kepuasan tak ternilai bagi seluruh anggota keluarga.
Apalagi pilihan tren penataan dekorasi rumah terus melakukan pengembangan menarik, sejalan dengan tiap individu manusia bergaya busana. Kalau bertanya tren apa saja yang kini digandrungi para pemilik rumah di mana-mana, sebagian diantaranya adalah classic du jour, vintage dan retro.
Produk interior rumah masa kini memang telah melebur dengan jagat fashion, dan menjadi kebutuhan kaum urban. Gaya dan penataan interior kini berputar mengikuti tren global. Bahkan kini beberapa pilihan disain interior memiliki tempat khusus (berbeda dengan department store), yang menyediakan perlengkapan interior dan aksesoris rumah.
Pusat perbelanjaan retail home dianggap penting keberadaannya saat ini, karena menyediakan perpaduan kreativitas disain yang dibutuhkan pemilik rumah, variasi pilihannya berkelas beserta pelayanannya yang sangat mendukung selera pembaharuan para pemilik rumah. Mulai dari living room, dining room, bedroom, bathroom hingga dapur yang antara lain adalah hasil rancangan disainer interior dunia seperti Henry Dean, Tozai, Lene Bjerre, Dolce Vita, Viviane Faye, Drago, Blumarine Home, Typhoon, Butterfly Elite, Portaintavola, dan Arnolfo di Cambio.
Salah satu contohnya adalah tren vintage style dari Thomas Elliott yang kini disukai di Amerika Serikat (untuk ruang tidur). Atau, berbagai vas gaya retro yang penuh warna modern. Serta ruang makan dengan perlengkapan sofa relaksasi bercorak bunga meriah, berwarna oranye cerah, dan kursi-kursi menawan ciptaan Leonard Theosabrata.
Perubahan berbagai gaya interior yang terasa cepat dan perlu diketahui orang, ikut mendorong keinginan Janti J Brasali (owner) dan Nugroho Setiadharma (Presiden Direktur) meresmikan pusat belanja retail home Home & Beyond di kawasan Jalan Warung Buncit Raya, pekan lalu.
Menurut Nugroho, tren sekarang jauh daripada dulu yang minimalis. “Kini tren dunia beralih ke klasik kontemporer dan retro. Kalau dulu kesulitan orang mengatur keindahan interior rumah, karena sulitnya menemukan aksesoris. Kini segalanya mudah ditampilkan dan dihadirkan. Perbedaan lainnya adalah dalam hal servis pelayanan, termasuk konsultasi, tukar pikiran dan saran dari disainer interior yang turut membantu,” tambahnya.
Intinya, pelanggan bisa bebas memilih produk dengan style dan taste masing-masing. “Karena masing-masing orang punya ciri sendiri, agar tampilan rumah benar-benar jadi feel at home sesuai pilihannya sendiri. Kami tinggal perkenalkan berbagai style baru dari home decorations, dan mereka (para pelanggan) bisa menentukan jati dirinya,” sambung Nugroho.Kegiatan mendekor rumah memang aktivitas yang tidak pernah surut. Meski krisis ekonomi begitu menyulitkan siapa saja, investasi demi keindahan rumah berjalan terus. (john js)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Rumah tinggal bukan hanya sekadar tempat beristirahat setelah lelah bekerja. Akan tetapi ia harus bisa menemani sebagai obat relaksasi yang sepadan. Sebab sulit dan merepotkan bila kita sering minggat dari rumah, lantaran kondisinya yang berdisain interior “sakit” atau membuat jemu.
Sebab menata rumah yang tepat, harus dilakukan dengan gaya kemauan diri sendiri sebagai bentuk dari kebebasan berekspresi. Yang pada ujungnya bisa memberi kepuasan tak ternilai bagi seluruh anggota keluarga.
Apalagi pilihan tren penataan dekorasi rumah terus melakukan pengembangan menarik, sejalan dengan tiap individu manusia bergaya busana. Kalau bertanya tren apa saja yang kini digandrungi para pemilik rumah di mana-mana, sebagian diantaranya adalah classic du jour, vintage dan retro.
Produk interior rumah masa kini memang telah melebur dengan jagat fashion, dan menjadi kebutuhan kaum urban. Gaya dan penataan interior kini berputar mengikuti tren global. Bahkan kini beberapa pilihan disain interior memiliki tempat khusus (berbeda dengan department store), yang menyediakan perlengkapan interior dan aksesoris rumah.
Pusat perbelanjaan retail home dianggap penting keberadaannya saat ini, karena menyediakan perpaduan kreativitas disain yang dibutuhkan pemilik rumah, variasi pilihannya berkelas beserta pelayanannya yang sangat mendukung selera pembaharuan para pemilik rumah. Mulai dari living room, dining room, bedroom, bathroom hingga dapur yang antara lain adalah hasil rancangan disainer interior dunia seperti Henry Dean, Tozai, Lene Bjerre, Dolce Vita, Viviane Faye, Drago, Blumarine Home, Typhoon, Butterfly Elite, Portaintavola, dan Arnolfo di Cambio.
Salah satu contohnya adalah tren vintage style dari Thomas Elliott yang kini disukai di Amerika Serikat (untuk ruang tidur). Atau, berbagai vas gaya retro yang penuh warna modern. Serta ruang makan dengan perlengkapan sofa relaksasi bercorak bunga meriah, berwarna oranye cerah, dan kursi-kursi menawan ciptaan Leonard Theosabrata.
Perubahan berbagai gaya interior yang terasa cepat dan perlu diketahui orang, ikut mendorong keinginan Janti J Brasali (owner) dan Nugroho Setiadharma (Presiden Direktur) meresmikan pusat belanja retail home Home & Beyond di kawasan Jalan Warung Buncit Raya, pekan lalu.
Menurut Nugroho, tren sekarang jauh daripada dulu yang minimalis. “Kini tren dunia beralih ke klasik kontemporer dan retro. Kalau dulu kesulitan orang mengatur keindahan interior rumah, karena sulitnya menemukan aksesoris. Kini segalanya mudah ditampilkan dan dihadirkan. Perbedaan lainnya adalah dalam hal servis pelayanan, termasuk konsultasi, tukar pikiran dan saran dari disainer interior yang turut membantu,” tambahnya.
Intinya, pelanggan bisa bebas memilih produk dengan style dan taste masing-masing. “Karena masing-masing orang punya ciri sendiri, agar tampilan rumah benar-benar jadi feel at home sesuai pilihannya sendiri. Kami tinggal perkenalkan berbagai style baru dari home decorations, dan mereka (para pelanggan) bisa menentukan jati dirinya,” sambung Nugroho.Kegiatan mendekor rumah memang aktivitas yang tidak pernah surut. Meski krisis ekonomi begitu menyulitkan siapa saja, investasi demi keindahan rumah berjalan terus. (john js)
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Interior Rumah Tanpa Barang Pribadi
Rumah Tanpa Barang Pribadi
Oleh: Roland Adam
Tatanan interior rumah yang seindah dan senyaman seperti gambar di majalah atau brosur hotel sering kali menerbitkan keinginan orang untuk menirunya. Terpikir, alangkah nyamannya bila kita bisa membawa keindahan dan kenyamanan interior hotel itu ke rumah.
Keinginan mempunyai tatanan interior rumah yang senyaman seperti hotel sebenarnya tidak sulit. Akan tetapi, sebelum Anda mengubah seluruh interior rumah, sebaiknya Anda mempertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan tatanan interior hotel.
Tatanan interior hotel biasanya dirancang khusus untuk bisa memenuhi selera publik, orang banyak (universal taste). Sebelum memilih tatanan interior, umumnya pengelola hotel akan mempelajari dulu konsep tempat penginapan yang ingin ditampilkan.
Umumnya ada dua jenis hotel, yakni hotel resor (resort hotel) dan hotel yang berlokasi di tengah atau pusat kota (city hotel).
Hotel resor merupakan tempat menginap bagi mereka yang ingin berlibur. Biasanya terletak di daerah pariwisata. Sedangkan city hotel yang berlokasi di pusat kota sering digunakan sebagai tempat menginap mereka yang berurusan bisnis.
Kedua jenis hotel tersebut masih dibagi lagi dalam berbagai ”kelas”, ada yang berbintang satu hingga lima sampai yang tidak berbintang atau dikenal dengan sebutan hotel melati. Semua itu merujuk pada fasilitas, detail interior dan eksterior, sampai servis yang diberikan oleh masing-masing pengelola hotel.
Ketika kita bicara tentang tatanan interior hotel, maka ini amat berkaitan dengan konsep yang ingin ditampilkan pemilik atau pengelola hotel bersangkutan. Ada yang memilih konsep interior berdasarkan suatu masa, ada yang konsepnya menyesuaikan diri dengan gaya interior lingkungan lokasi hotel, dan sebagainya.
Keharmonisan interior
Apa pun pilihan konsep hotel yang ingin Anda terapkan dalam tatanan interior di rumah, sebaiknya Anda juga mengingat beberapa ”pakem” yang mesti diperhatikan. Oleh karena hotel bisa dikatakan sebagai ruang publik, maka di sini keberadaan benda yang bersifat ”pribadi” relatif dihindarkan.
Keharmonisan interior menjadi sangat penting untuk tatanan ala hotel, mulai dari warna-warna furnitur yang senada pada seluruh ruangan sampai pilihan mebel yang relatif lebih multifungsi. Sebab, biasanya ruang hotel terbatas luasnya.
Untuk tatanan interior ala hotel, pernak-pernik interior yang biasanya menunjukkan selera pribadi pemilik rumah atau koleksi pribadi justru digunakan seminim mungkin agar tak terkesan ramai. Oleh karena itu, sering kali orang menyebut tatanan interior hotel sebagai impersonal atau tak memiliki kepribadian. Di sini selera perseorangan benar-benar diusahakan ”hilang” karena selera publik lebih dipentingkan.
Hal ini sering kali menimbulkan kesan kurang ramah karena pernak-pernik yang bersifat pribadi seperti foto keluarga atau cendera mata amat terbatas. Akan tetapi, bila Anda menyukai tatanan interior yang tak rumit dan bergaya hidup praktis, mungkin interior ala hotel bisa diterapkan di rumah.
Garis yang dipilih
Interior ala hotel biasanya dipenuhi dengan mebel yang desainnya tidak rumit. Mebel dengan desain yang cenderung lurus-lurus saja (biasa disebut clean line). Warnanya pun dipilih yang natural, warna yang relatif disukai banyak orang, seperti warna kayu atau yang cenderung kecoklatan. Ada pula sebagian orang yang memilih warna biru untuk mendapatkan kesan seperti di pantai atau warna hijau biar terasa seperti di pegunungan.
Sementara untuk aksentuasi ruang biasanya dipilih pernak-pernik yang bentuk garisnya pun cenderung tidak rumit. Aksen bisa berupa patung atau panel sederhana untuk memberi aksen pada dinding yang umumnya diberi warna natural dan sama untuk setiap ruangan.
Sama seperti hotel yang sedikit banyak ingin menghadirkan suasana alami, maka tanaman berdaun hijau juga bisa dipilih sebagai aksen untuk ruang makan maupun ruang keluarga. Pencahayaan dari penempatan lampu juga penting agar kesan hotel terasa. Hotel biasanya menggunakan lampu halogen yang memberi kesan mewah, berbeda dengan rumah yang umumnya memakai lampu neon agar benderang sekaligus irit.
Interior ala hotel juga mensyaratkan penggunaan karpet untuk lantainya. Penggunaan karpet tak harus penuh untuk seluruh ruangan, tetapi bisa dipilih di tempat-tempat tertentu. Misalnya, dekat tempat tidur karena orang bangun tidur biasanya membutuhkan karpet sebelum kaki menyentuh dinginnya lantai.
Karpet juga bisa digunakan di ruang lain untuk memberi aksen pada pilihan mebel yang relatif senada dan bergaris sama.
Roland Adam, Desainer Interior
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Oleh: Roland Adam
Tatanan interior rumah yang seindah dan senyaman seperti gambar di majalah atau brosur hotel sering kali menerbitkan keinginan orang untuk menirunya. Terpikir, alangkah nyamannya bila kita bisa membawa keindahan dan kenyamanan interior hotel itu ke rumah.
Keinginan mempunyai tatanan interior rumah yang senyaman seperti hotel sebenarnya tidak sulit. Akan tetapi, sebelum Anda mengubah seluruh interior rumah, sebaiknya Anda mempertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan tatanan interior hotel.
Tatanan interior hotel biasanya dirancang khusus untuk bisa memenuhi selera publik, orang banyak (universal taste). Sebelum memilih tatanan interior, umumnya pengelola hotel akan mempelajari dulu konsep tempat penginapan yang ingin ditampilkan.
Umumnya ada dua jenis hotel, yakni hotel resor (resort hotel) dan hotel yang berlokasi di tengah atau pusat kota (city hotel).
Hotel resor merupakan tempat menginap bagi mereka yang ingin berlibur. Biasanya terletak di daerah pariwisata. Sedangkan city hotel yang berlokasi di pusat kota sering digunakan sebagai tempat menginap mereka yang berurusan bisnis.
Kedua jenis hotel tersebut masih dibagi lagi dalam berbagai ”kelas”, ada yang berbintang satu hingga lima sampai yang tidak berbintang atau dikenal dengan sebutan hotel melati. Semua itu merujuk pada fasilitas, detail interior dan eksterior, sampai servis yang diberikan oleh masing-masing pengelola hotel.
Ketika kita bicara tentang tatanan interior hotel, maka ini amat berkaitan dengan konsep yang ingin ditampilkan pemilik atau pengelola hotel bersangkutan. Ada yang memilih konsep interior berdasarkan suatu masa, ada yang konsepnya menyesuaikan diri dengan gaya interior lingkungan lokasi hotel, dan sebagainya.
Keharmonisan interior
Apa pun pilihan konsep hotel yang ingin Anda terapkan dalam tatanan interior di rumah, sebaiknya Anda juga mengingat beberapa ”pakem” yang mesti diperhatikan. Oleh karena hotel bisa dikatakan sebagai ruang publik, maka di sini keberadaan benda yang bersifat ”pribadi” relatif dihindarkan.
Keharmonisan interior menjadi sangat penting untuk tatanan ala hotel, mulai dari warna-warna furnitur yang senada pada seluruh ruangan sampai pilihan mebel yang relatif lebih multifungsi. Sebab, biasanya ruang hotel terbatas luasnya.
Untuk tatanan interior ala hotel, pernak-pernik interior yang biasanya menunjukkan selera pribadi pemilik rumah atau koleksi pribadi justru digunakan seminim mungkin agar tak terkesan ramai. Oleh karena itu, sering kali orang menyebut tatanan interior hotel sebagai impersonal atau tak memiliki kepribadian. Di sini selera perseorangan benar-benar diusahakan ”hilang” karena selera publik lebih dipentingkan.
Hal ini sering kali menimbulkan kesan kurang ramah karena pernak-pernik yang bersifat pribadi seperti foto keluarga atau cendera mata amat terbatas. Akan tetapi, bila Anda menyukai tatanan interior yang tak rumit dan bergaya hidup praktis, mungkin interior ala hotel bisa diterapkan di rumah.
Garis yang dipilih
Interior ala hotel biasanya dipenuhi dengan mebel yang desainnya tidak rumit. Mebel dengan desain yang cenderung lurus-lurus saja (biasa disebut clean line). Warnanya pun dipilih yang natural, warna yang relatif disukai banyak orang, seperti warna kayu atau yang cenderung kecoklatan. Ada pula sebagian orang yang memilih warna biru untuk mendapatkan kesan seperti di pantai atau warna hijau biar terasa seperti di pegunungan.
Sementara untuk aksentuasi ruang biasanya dipilih pernak-pernik yang bentuk garisnya pun cenderung tidak rumit. Aksen bisa berupa patung atau panel sederhana untuk memberi aksen pada dinding yang umumnya diberi warna natural dan sama untuk setiap ruangan.
Sama seperti hotel yang sedikit banyak ingin menghadirkan suasana alami, maka tanaman berdaun hijau juga bisa dipilih sebagai aksen untuk ruang makan maupun ruang keluarga. Pencahayaan dari penempatan lampu juga penting agar kesan hotel terasa. Hotel biasanya menggunakan lampu halogen yang memberi kesan mewah, berbeda dengan rumah yang umumnya memakai lampu neon agar benderang sekaligus irit.
Interior ala hotel juga mensyaratkan penggunaan karpet untuk lantainya. Penggunaan karpet tak harus penuh untuk seluruh ruangan, tetapi bisa dipilih di tempat-tempat tertentu. Misalnya, dekat tempat tidur karena orang bangun tidur biasanya membutuhkan karpet sebelum kaki menyentuh dinginnya lantai.
Karpet juga bisa digunakan di ruang lain untuk memberi aksen pada pilihan mebel yang relatif senada dan bergaris sama.
Roland Adam, Desainer Interior
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Seri Interior Rumah Klasik
RUBRIK INTERIOR
KLASIK DALAM NUANSA PUTIH
Ruang keluarga yang ditata secara diagonal, dimungkinkan karena ruangan cukup lebar. Di tempat ini anggota keluarga sering berkumpul untuk berkomunikasi
Sudut 'Indonesia' memanfaatkan sudut bawah tangga agar lebih cantik dan fungsional
"Dining room" resmi untuk tempat menjamu relasi keluarga. Bukaan lebar ke arah taman lebih memperluas dimensi dari ruang dalam.
Memilih satu gaya untuk penataan interior sebuah rumah membutuhkan waktu yang tidak sebentar.Dalam perjalanan waktu tersebut, sering pemilik rumah mencoba beberapa gaya.Akhirnya sampai pada satu titik dia konsisten terhadap satu gaya yang dianggap paling sesuai dengan pribadinya.
Proses seperti itu juga dialami oleh Handayani Kiroyan, seorang ibu dengan tiga anak yang sudah beranjak dewasa. Sejak awal berumah tangga, rumahnya tidak pernah luput dari sentuhan tangan seninya. Biasanya dalam menata interior rumahnya, dia menyesuaikan dengan kondisi fisik rumahnya. Demikianlah misalnya dia mencoba menerapkan gaya modern dengan nuansa warna hitam dan putih, pada saat dia tinggal pada sebuah rumah yang sangat modern.
Tetapi setiap kali dia menata, selalu terobsesi untuk memilih gaya klasik untuk rumah dan interiornya. Baginya, gaya klasik sangat fleksibel, tidak bergantung pada waktu. Kapan saja gaya ini masih dapat dinikmati dan tidak ketinggalan zaman. Selain itu, gaya tersebut dirasakan lebih sesuai dengan karakter pribadinya. Akhirnya dengan pertimbangan di atas, pada saat dia membangun rumahnya kali ini, dia mencoba untuk konsisten menerapkan gaya klasik dengan sentuhan modern pada rumah yang didominasi nada putih untuk interior dan eksteriornya.
Dominan Warna Putih
Bangunan dua lantai yang berada pada kavling 'tusuk sate' terlihat kokoh, anggun, dan letaknya lebih tinggi dari jalan raya. Rumah putih tersebut menggunakan krepyak untuk menutupi setiap bidang kaca jendelanya. Selanjutnya kaca jendela hanya ditutup oleh vitrage yang transparan tanpa menggunakan gorden lagi. Jendela dan pintu ukurannya dibuat lebih tinggi dari ukuran normal (275 cm). Dengan cara ini akan lebih terasa kesan lega.
Interior rumah didominasi warna 'putih' bergradasi. Warna putih untuk langit-langit, ivory (gading) untuk dinding dan beige untuk lantai marmernya. Dengan demikian meskipun dengan nada 'putih', masih ada batasan yang tegas antara bidang lantai, dinding dan langit-langit. Warna putih identik dengan gaya klasik, di samping juga memberi kesan terang, lega dan lapang. Ruangan yang putih juga lebih luwes dalam memadukan dengan unsur dekorasinya. Konsep pembagian ruang sangat sederhana. Pada bidang di sisi muka rumah, dimanfaatkan sebagai ruang untuk 'tamu'. Foyer dan ruang tamu berakses ke arah depan, dan ruang kerja, sedangkan kamar tidur tamu dan kamar mandi untuk tamu berakses ke arah dalam. Di belakang daerah entrance tersebut merupakan ruang keluarga, yang menyatu dengan ruang makan formal. Selanjutnya ke arah taman belakang dibuat pintu yang dapat dibuka lebar-lebar. Sebagai transisi ke arah taman belakang dan kolam renang, dibuat teras yang dimanfaatkan sebagai ruang santai dan sebuah meja bundar untuk kegiatan makan sehari-hari. Dengan kondisi fisik seperti ini, sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik dan cahaya alami pun dapat masuk secara optimal.
Furnitur Dan Unsur Dekorasi
Dengan ruang keluarga yang cukup lega dan luas seperti itu, setiap anggota keluarga yang sedang beraktivitas di tempatnya masing-masing masih dapat berkomunikasi. Ayah yang sedang bekerja di ruang kerja, anak yang sedang bersantai di ruang keluarga atau ibu yang sedang melukis di teras belakang, semuanya masih berada dalam jarak yang masih bisa berkomunikasi.
Segi positif lainnya dengan keleluasaan ruang keluarga itu, Yani masih dapat berimprovisasi dalam menata rumahnya. Pada ruang keluarga, ditempatkan lemari etnik untuk tempat menyimpan perlengkapan audio visual, merapat pada dinding. Selanjutnya seperangkat sofa warna off white (dengan 3, 2 dan 1 dudukan) ditata dengan posisi diagonal supaya terasa lebih dinamis.
Untuk furnitur, Yani menyukai mebel klasik - modern dari kayu mahoni yang di-finishing halus warna brown mahogany (coklat kemerahan). Furnitur dibuat dari kayu mahoni, tekstur dan warnanya lebih cantik. Karena kayunya lebih lunak dari kayu jati, maka hasil ukirannya akan lebih halus dan sempurna. Mebel yang cantik dan terlihat luwes dengan unsur dekorasi yang sempurna, paling disukai pemilik rumah. Tetapi tentu saja masih tetap dengan pertimbangan fungsinya yang utama.
Pada beberapa sudut ditempatkan mebel-mebel bergaya etnik dan unsur dekorasi penunjangnya. Penempatan ini pun dilakukan dengan sangat hati-hati, diserasikan dengan gaya keseluruhan dalam ruang. Kain-kain batik dan tenun hasil kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia, dihamparkan pada sebuah kursi antik, dipadukan dengan keranjang bambu dan lumpang kayu. Sudut 'Indonesia' ini mengisi bidang kosong di bawah tangga, sehingga tampak lebih artistik dan fungsional.
Selanjutnya mebel klasik modern tersebut dilengkapi dengan elemen dekorasi untuk lebih menghidupkan suasana. Pernak-pernik unik dan cantik mengisi setiap sudut dengan artistik masih dengan gaya dan warna khas klasik. Beragam lilin dengan bentuknya yang klasik, sepasang wayang golek, tetapi masih dengan dandanan baju warna off white dan emas, semuanya senada dengan nuansa warna ruang keseluruhan. Warna-warna emas dof dipadu dengan renda-renda putih, warna hijau tua dan merah maroon untuk taplak dan karpet, semakin mempertegas karakter klasik di rumah ini.
Kesemua unsur dekorasi ini tertata dengan rapi, karena menata interior rumah telah menjadi hobinya sejak remaja. Sebuah rumah klasik dalam nada putih, dibuat untuk tempat berlindung keluarganya tercinta. (Viva Rahwidhiyasa).
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
KLASIK DALAM NUANSA PUTIH
Ruang keluarga yang ditata secara diagonal, dimungkinkan karena ruangan cukup lebar. Di tempat ini anggota keluarga sering berkumpul untuk berkomunikasi
Sudut 'Indonesia' memanfaatkan sudut bawah tangga agar lebih cantik dan fungsional
"Dining room" resmi untuk tempat menjamu relasi keluarga. Bukaan lebar ke arah taman lebih memperluas dimensi dari ruang dalam.
Memilih satu gaya untuk penataan interior sebuah rumah membutuhkan waktu yang tidak sebentar.Dalam perjalanan waktu tersebut, sering pemilik rumah mencoba beberapa gaya.Akhirnya sampai pada satu titik dia konsisten terhadap satu gaya yang dianggap paling sesuai dengan pribadinya.
Proses seperti itu juga dialami oleh Handayani Kiroyan, seorang ibu dengan tiga anak yang sudah beranjak dewasa. Sejak awal berumah tangga, rumahnya tidak pernah luput dari sentuhan tangan seninya. Biasanya dalam menata interior rumahnya, dia menyesuaikan dengan kondisi fisik rumahnya. Demikianlah misalnya dia mencoba menerapkan gaya modern dengan nuansa warna hitam dan putih, pada saat dia tinggal pada sebuah rumah yang sangat modern.
Tetapi setiap kali dia menata, selalu terobsesi untuk memilih gaya klasik untuk rumah dan interiornya. Baginya, gaya klasik sangat fleksibel, tidak bergantung pada waktu. Kapan saja gaya ini masih dapat dinikmati dan tidak ketinggalan zaman. Selain itu, gaya tersebut dirasakan lebih sesuai dengan karakter pribadinya. Akhirnya dengan pertimbangan di atas, pada saat dia membangun rumahnya kali ini, dia mencoba untuk konsisten menerapkan gaya klasik dengan sentuhan modern pada rumah yang didominasi nada putih untuk interior dan eksteriornya.
Dominan Warna Putih
Bangunan dua lantai yang berada pada kavling 'tusuk sate' terlihat kokoh, anggun, dan letaknya lebih tinggi dari jalan raya. Rumah putih tersebut menggunakan krepyak untuk menutupi setiap bidang kaca jendelanya. Selanjutnya kaca jendela hanya ditutup oleh vitrage yang transparan tanpa menggunakan gorden lagi. Jendela dan pintu ukurannya dibuat lebih tinggi dari ukuran normal (275 cm). Dengan cara ini akan lebih terasa kesan lega.
Interior rumah didominasi warna 'putih' bergradasi. Warna putih untuk langit-langit, ivory (gading) untuk dinding dan beige untuk lantai marmernya. Dengan demikian meskipun dengan nada 'putih', masih ada batasan yang tegas antara bidang lantai, dinding dan langit-langit. Warna putih identik dengan gaya klasik, di samping juga memberi kesan terang, lega dan lapang. Ruangan yang putih juga lebih luwes dalam memadukan dengan unsur dekorasinya. Konsep pembagian ruang sangat sederhana. Pada bidang di sisi muka rumah, dimanfaatkan sebagai ruang untuk 'tamu'. Foyer dan ruang tamu berakses ke arah depan, dan ruang kerja, sedangkan kamar tidur tamu dan kamar mandi untuk tamu berakses ke arah dalam. Di belakang daerah entrance tersebut merupakan ruang keluarga, yang menyatu dengan ruang makan formal. Selanjutnya ke arah taman belakang dibuat pintu yang dapat dibuka lebar-lebar. Sebagai transisi ke arah taman belakang dan kolam renang, dibuat teras yang dimanfaatkan sebagai ruang santai dan sebuah meja bundar untuk kegiatan makan sehari-hari. Dengan kondisi fisik seperti ini, sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik dan cahaya alami pun dapat masuk secara optimal.
Furnitur Dan Unsur Dekorasi
Dengan ruang keluarga yang cukup lega dan luas seperti itu, setiap anggota keluarga yang sedang beraktivitas di tempatnya masing-masing masih dapat berkomunikasi. Ayah yang sedang bekerja di ruang kerja, anak yang sedang bersantai di ruang keluarga atau ibu yang sedang melukis di teras belakang, semuanya masih berada dalam jarak yang masih bisa berkomunikasi.
Segi positif lainnya dengan keleluasaan ruang keluarga itu, Yani masih dapat berimprovisasi dalam menata rumahnya. Pada ruang keluarga, ditempatkan lemari etnik untuk tempat menyimpan perlengkapan audio visual, merapat pada dinding. Selanjutnya seperangkat sofa warna off white (dengan 3, 2 dan 1 dudukan) ditata dengan posisi diagonal supaya terasa lebih dinamis.
Untuk furnitur, Yani menyukai mebel klasik - modern dari kayu mahoni yang di-finishing halus warna brown mahogany (coklat kemerahan). Furnitur dibuat dari kayu mahoni, tekstur dan warnanya lebih cantik. Karena kayunya lebih lunak dari kayu jati, maka hasil ukirannya akan lebih halus dan sempurna. Mebel yang cantik dan terlihat luwes dengan unsur dekorasi yang sempurna, paling disukai pemilik rumah. Tetapi tentu saja masih tetap dengan pertimbangan fungsinya yang utama.
Pada beberapa sudut ditempatkan mebel-mebel bergaya etnik dan unsur dekorasi penunjangnya. Penempatan ini pun dilakukan dengan sangat hati-hati, diserasikan dengan gaya keseluruhan dalam ruang. Kain-kain batik dan tenun hasil kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia, dihamparkan pada sebuah kursi antik, dipadukan dengan keranjang bambu dan lumpang kayu. Sudut 'Indonesia' ini mengisi bidang kosong di bawah tangga, sehingga tampak lebih artistik dan fungsional.
Selanjutnya mebel klasik modern tersebut dilengkapi dengan elemen dekorasi untuk lebih menghidupkan suasana. Pernak-pernik unik dan cantik mengisi setiap sudut dengan artistik masih dengan gaya dan warna khas klasik. Beragam lilin dengan bentuknya yang klasik, sepasang wayang golek, tetapi masih dengan dandanan baju warna off white dan emas, semuanya senada dengan nuansa warna ruang keseluruhan. Warna-warna emas dof dipadu dengan renda-renda putih, warna hijau tua dan merah maroon untuk taplak dan karpet, semakin mempertegas karakter klasik di rumah ini.
Kesemua unsur dekorasi ini tertata dengan rapi, karena menata interior rumah telah menjadi hobinya sejak remaja. Sebuah rumah klasik dalam nada putih, dibuat untuk tempat berlindung keluarganya tercinta. (Viva Rahwidhiyasa).
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872
Langganan:
Postingan (Atom)