Rabu, 18 Juli 2007

Mencegah dan mengendalikan rayap

Rayap, tubuhnya memang kecil, tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat untuk menghancurkan sebuah bangunan. Belum banyak yang mengetahui cara pencegahan dan pengendaliannya. Karena semakin lama rayap dibiarkan dilingkungan anda, maka semakin besar kemungkinan mereka mengakibatkan kerusakan yang lebih jauh lagi.

Rayap merupakan jenis serangga yang tidak asing lagi ditelinga kita, yang selalu dikaitkan dengan “si perusak” keberadaannya sangat menyeramkan dan dengan gerakan komunitinya dapat meruntuhkan bagian rumah atau gedung.

Di Indonesia khususnya di DKI Jakarta kecenderungan serangan rayap semakin tinggi pada bangunan gedung, bukan hanya yang berfungsi sebagai hunian tetapi juga pada bangunan gedung bertingkat untuk fungsi usaha seperti perkantoran, apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan. Bahkan beberapa gedung di DKI menunjukkan sudah mulai atau pernah digerogoti rayap tanah, seperti Gedung Bina Graha Jakarta, Museum Gajah, Purna Bakti Pertiwi, Gereja Immanuel, Masjid Manggala Wanabhakti serta beberapa bangunan gedung sekolah dan lebih dari 10 apartemen bertingkat di daerah Simprug, HR Rasuna Said, Semanggi, Menteng, dan Kelapa Gading.

Salah satu penyebab bergerak cepatnya penyebaran rayap di DKI adalah, karena hampir seluruh daerah di ibu kota ini, berada pada dataran rendah dengan suhu yang hangat dan kelembaban yang tinggi sehingga kondisi lingkungan ini sangat disukai oleh beberapa jenis rayap. Hal lain adalah pengaruh lahan-lahan yang ada berupa tanah merah gembur dan bekas pertanian, di mana 90 persen mengandung populasi rayap yang tinggi.

Tidak tanggung-tanggung menurut data kerugian ekonomis yang dialami Indonesia sampai pada tahun 2000 akibat rayap mencapai angka Rp 2,67 triliun, serta rata-rata persentase serangan rayap pada bangunan perumahan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Batam mencapai angka 70% lebih, angka tersebut akan semakin bertambah melihat kecenderungan terakhir ini, bahwa nilai kerugian akibat rayap setiap tahunnya meningkat sekitar lima persen seiring meningkatnya pembangunan gedung, terutama gedung bertingkat yang ada di Jakarta.

RAYAP DAPAT MENEMBUS TEMBOK

Rayap merupakan serangga berukuran kecil yang hidup berkelompok dengan sistem kasta yang berkembang sempurna. Serangga ini masuk dalam ordo isoptera (dari bahasa Yunani, iso = sama dan ptera = sayap). Dijelaskan, di dalam biosfera, pada dasarnya rayap merupakan bagian dari komponen lingkungan biotik yang memainkan peranan penting, seperti dapat membantu manusia menjaga keseimbangan alam dengan cara menghancurkan kayu untuk mengembalikannya sebagai unsur hara dalam tanah. Namun karena perubahan kondisi habitat akibat aktivitas manusia, sangat potensial mengubah status rayap menjadi serangga hama yang merugikan.

Seperti halnya pemanfaatan lahan dari areal perkebunan menjadi daerah pemukiman, telah mengakibatkan habitat alami rayap terganggu dan mencari sumber makanan baru berupa kayu atau material berselosa lain yang terdapat pada bangunan gedung, sebagai contoh, berbagai kasus serangan rayap pada bangunan gedung di DKI Jakarta banyak terjadi di daerah bekas perkebunan karet.

Serangga ini memang tidak mengenal kompromi dan melihat kepentingan manusia, dengan merusak mebel, buku-buku, kabel-kabel listrik, telepon, serta barang-barang yang disimpan. Untuk mencapai sasarannya, rayap tanah dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa sentimeter.

Serta apapun bentuk konstruksi bangunan gedung, seperti slab, basement atau crawl space, dapat ditembusnya lewat lubang terbuka atau celah sekecil satu per-enam empat inci. Baik celah pada slab di sekitar celah kayu atau pipa ledeng, serta celah antara pondasi dan tembok, maupun pada kuda-kuda atap. Atau rayap juga dapat membuat lubang di atas pondasi, terus ke atas hingga mencapai kuda-kuda dan di seluruh permukaan tembok.

Beberapa faktor pendorong serangan rayap pada bangunan, antara lain banyaknya kayu yang tertimbun di dalam tanah saat pembangunan, adanya celah pada pondasi tembok, sistem ventilasi kurang baik, kayu yang berhubungan langsung dengan tanah, dan kondisi bio-fisik tapak bangunannya itu sendiri yang menguntungkan kehidupan rayap.

Bagian komponen bangunan yang rawan terhadap serangan rayap adalah balkon, teras, sambungan talang air hujan, kerangka atap, ventilasi, hubungan antara dinding bata dan ampik kayu, serta hubungan antara dinding bata dan atap. Juga sudut dinding, hubungan sudut antara kusen dan dinding batu, pasangan dinding yang berhubungan dengan bak bunga, retak-retak pada dinding bata, serta hubungan antara dinding dengan pondasi.

HARUS DILAKUKAN PADA TAHAP KONSTRUKSI

Untuk menanggulangi dan mengurangi tingkat kerugian akibat serangan rayap pada gedung-gedung publik, maka berdasarkan Undang-Undang No 28/2002 tentang bangunan gedung Pasal 18 Ayat 1 dikatakan bahwa setiap bangunan harus tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan alam, seperti gempa bumi, longsor dan serangga perusak.

Untuk itu harus didukung ketetapan pemerintah yang dijalankan secara ketat mengenai persyaratan teknis bangunan gedung khususnya ketentuan tentang pencegahan dan pengendalian terhadap serangan rayap, yang merupakan bagian dari Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung, dimana ketentuan tersebut bukan hanya mengatur proses IMB/ retribusi tapi juga harus diikuti dan ditindaklanjuti upaya pembinaan dan pemberdayaan masyarakat akan pentingnya keselamatan bangunan gedung.

Secara umum penanggulangan bahaya rayap harus dimulai pada tahap prakonstruksi untuk mencegah masuknya rayap ke dalam bangunan gedung. Tindakan penanggulangan bahaya rayap prakonstruksi dapat dilakukan dengan pendekatan rancang bangunan gedung tahan rayap, penggunaan kayu awet atau diawetkan melalui tindakan pengawetan kayu, dan pemberian perlakuan tanah sebagai penghalang kimia.

Hal lain adalah harus adanya peningkatan dalam penelitian yang dilakukan oleh badan litbang instansi terkait, mengenai klasifikasi kayu sebagai bahan bangunan yang tahan terhadap serangan rayap, baik jenis kayunya maupun setelah jenis kayu tersebut dilakukan treatment khusus untuk menanggulangi bahaya serangan rayap.

Jika bandingkan antara biaya anti rayap dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk pembelian kayu untuk kusen, pintu, jendela, dan konstruksi plafon/atap, maka biaya anti rayap sangat kecil. Namun demikian semua itu akan menjadi sangat murah jika service tersebut dilakukan sebelum mendapat serangan rayap. Mengapa ? Karena jika dilakukan sebelum muncul serangan rayap, hanya akan terbebani oleh biaya anti rayap saja.

Seandainya anti rayap dilakukan setelah mendapat serangan rayap, maka harus mengeluarkan biaya perbaikan/renovasi terhadap kerusakan yang telah terjadi.

Bebas dari serangan rayap berarti rutinitas aktivitas tidak akan terganggu. Mengapa tidak mengantisipasi serangan rayap sedini mungkin daripada dibuat pusing kemudian? Mencegah lebih murah dari pada membasmi.

RAYAP BEKERJA 24 SEHARI, 7 HARI SEMINGGU

Serangga merupakan biang keladi dari semua kerusakan kayu-kayu konstruksi bangunan yang bekerja 24 sehari, 7 hari seminggu, dan 54 minggu setahun, ada 3 (tiga) tujuan yang mendasari termite control service atau anti rayap yaitu mencegah, membasmi dan mengendalikan.

MENCEGAH. Suatu langkah yang sangat bijaksana, karena dapat mengantisipasi serangan rayap yang berasal dari luar bangunan. Seandainya suatu ketika muncul laron-laron yang beterbangan saat senja hari dan salah satu dari mereka berhasil memperoleh tempat untuk bertelur, maka rayap yang berasal dari telur-telur laron tidak akan mampu memakan kayu-kayu yang telah terlindungi termitisida/obat rayap dan tidak bisa menembus lapisan tanah yang telah dilindungi oleh termitisida.

MEMBASMI. Biasanya dilakukan oleh Anda yang belum mengetahui dan mengerti termite control service. Hal ini wajar karena mungkin Anda menganggap service ini tidak penting.

MENGENDALIKAN. Tujuan akhir yang benar-benar jangan sampai terjadi, karena hal ini dikarenakan pelaksanaan service yang sangat terlambat dan rayap sudah menyebar ke seluruh bagian bangunan. Rayap tidak mungkin terbasmi atau dapat dihilangkan secara total, karena jalur lalu lintas rayap benar-benar luas dan tersembunyi. Namun demikian service yang peroleh dapat memperpanjang usia bangunan Anda dan mengendalikan serangan rayap agar tidak menimbulkan kerusakan fatal.

Secara garis besar pelaksanaan termite control dilakukan dalam 2 (dua) macam metode, yaitu pertama Pre-construction termite control (metode pra konstruksi) Yaitu termite control yang dilakukan saat bangunan sedang dibangun, yang meliputi pekerjaan penyemprotan galian pondasi, penyemprotan seluruh permukaan lantai/tanah bangunan sebelum pengecoran, dan penyemprotan seluruh permukaan kayu-kayu sebelum dipasang pada konstruksi plafond dan atap.

Yang kedua Pos construction termite control (metode pasca konstruksi) Yaitu termite control yang yang dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri dengan jalan menginjeksikan termitisida/obat pembasmi rayap ke dalam tanah dibawah lantai sepanjang pondasi bangunan yang jarak antar lubang injeksinya + 60 - 80 cm, dengan diameter lubang max. 13 mm. Sedangkan untuk kayu-kayu yang telah terpasang dilakukan penyemprotan langsung dengan termitisida. (dari berbagai sumber)

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Pengecatan dan permasalahannya

Hasil pengecatan sangat tergantung dari persiapan permukaan yang akan di cat. Persiapan yang benar akan membuat pekerjaan pengecatan lebih capat, mudah, dan biaya rendah, selain memberikan hasil akhir yang baik juga lapisan cat lebih tahan lama, selain pemilihan produk yang tepat.



Pada saat melakukan pengecatan baik itu tembok lama maupun baru, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih warna yang sesuai dengan fungsi dinding yang akan dicat, memilih warna yang sesuai dengan selera, langkah selanjutnya adalah menentukan merek cat yg sesuai dengan anggaran.



Bagaimana kita tahu cat yang kita pakai tersebut berkualitas?. Cat yang berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yang harus dimiliki diantaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalam pengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan lingkungan. Memang semakin tinggi kualitas cat, maka harganya pun akan semakin mahal, karena disamping keempat hal pokok diatas, cat yang berkualitas akan memiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti jamur, tidak memudar (anti fading), mudah dibersihkan (washable), dapat menutup retak rambut (cover hair line crack) serta tambahan pengharum (fragnance).



Hal lain adalah pilihlah cat yang aman dan ramah lingkungan. Saat ini di pasar masih banyak dijual produk yang tidak memperhatikan aspek-aspek kesehatan dan lingkungan, karena bahan baku yang dipergunakan masih mengandung tambahan logam merkuri (Hg) dan timah hitam/timbal (Pb). Padahal kedua bahan tersebut sangat berpotensi membahayakan manusia jika secara terus menerus masuk kedalam tubuh.



Di negara lain, untuk bangunan lama yang dibangun sebelum tahun 1976, pemilik bangunan diharuskan untuk mengerok cat lama dan mengecat ulang. Pada saat pengerokkan pun harus menggunakan alat pelindung seperti masker, spectacles (kacamata) dan sarung tangan. Hal ini mengingat semua produk cat yg diproduksi sebelum tahun 1976 masih menggunakan kedua bahan baku tsb. Timah hitam / timbal (Pb), merupakan salah satu logam yg bisa mengakibatkan kerusakan sistem syaraf pada manusia terutama anak kecil. Alangkah berbahanya bukan?



KEBERHASILAN DALAM PENGECATAN



Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan dinding tembok (bata), yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu dinding itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas dinding yang jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam dinding terlalu tinggi), lapisan cat yang menggelembung, dll. Sedangkan bila yang dipakai cat dinding dengan kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, warnanya luntur, dll.



Yang harus di lakukan untuk memulai proses pengecetan adalah menyiapkan permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding bersih dan kering untuk mencegah terjadinya pengelupasan. Kerjakan pengecatan pada siang hari. Mulai dari dekat jendela. menuju ke ruang dalam. Bila mengecat seluruh ruangan, kerjakanlah mulai dari langit-langit yang diteruskan ke dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian bawah. Lakukanlah pembuangan sisa saat melakukan pengecatan karena kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menghindarkan membuang limbah/sisa cat ke dalam saluran pembuangan. Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering di wadahnya sebelum dibuang ke tempat sampah.



Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk sederhana tersebut pengecatan akan lebih mudah, menghemat waktu, uang dan tenaga. Karena, persiapan permukaan yang benar akan memberikan hasil akhir yang lebih baik dan perrnukaan yang dicatakan lebih tahan lama, jangan mencoba untuk mengecat satu lapisan dengan tebal. Mengecat tiga lapis sesuai dengan anjuran pencampuran air lebih ba!k dari pada satu lapisan tebal, usahakan menyediakan cat yang cukup unluk area yang akan dicat dengan menghitung iuas area yang akan dicat, jangan mengecat pada suatu bidang yang lebar sekaligus. Batasi bidang pengecafan aniara satu sampai dua meter persegi sekali mengecat. Baru dilanjuttkan ke bidang berikutnya, Perhatikanlah petunjuk-petunjuk mudah pada kemasan cat sebelum bekerja.

PERMUKAAN HARUS KERING

Permukaan dinding yang hendak dicat harus sudah dalam keadaan kering sempurna, yang artinya Kapur (CaO) dalam semen telah bereaksi sempurna dengan CO2 dan air membentuk CaCO3 - garam yang netral. Secara teoritis proses pengeringan ini terjadi dalam 28 hari, tetapi dengan adanya faktor lain, seperti panas matahari atau ventilasi yang baik maka bisa terjadi lebih cepat.

Dinding yang plesterannya sudah kering dan mengeras juga bisa mempunyai kadar air yang berlebihan jika misalnya pondasi yang tidak baik sehingga air dari tanah terhisap karena adanya daya kapiler, kondisi dinding yang selalu terkena air/ basah, ataupun kebocoran pipa talang dsb.

Kualitas dinding juga dipengaruhi oleh faktor material (kualitas pasir), komposisi adukan, cara pembuatan adukan-pengerjaan, kondisi lapangan, serta cuaca. Masalah yang sering terjadi adalah Permukaan Belang Seperti Basah, hal ini disebabkan karena pekerjaan plesteran atau acian semen belum kering dengan sempurna, sehingga kadar alkali maupun dalam dinding masih tinggi.

Perbaikannya adalah dengan cara menggosok permukaan lapisan cat dengan amplas agar lebih porous, sehingga air dapat dengan mudah menguap keluar. Bila jamur telah tumbuh, maka cucilah dengan larutan kaporit. Setelah kering sempurna lakukanlah pengecatan ulang.

Masalah lain adalah lapisan Cat Terkelupas, terkelupasnya lapisan cat tersebut dapat disebabkan beberapa hal diantaranya karena pengecatan dilakukan di atas lapisan cat lama yang sudah mengapur, sehingga daya lekat cat berkurang, lalu pengecatan pada permukaan yang kotor atau berminyak, selain mungkin menggunakan dempul kualitas rendah juga pengecatan pada lapisan cat lama yang bermutu rendah.

Perbaikannya dapat dilakukan dengan cara membuang lapisan cat yang terkelupas dengan cara dikerok sampai ke dasar permukaan, kemudian dibersihkan. Bila perlu diberikan lapisan cat dasar sebelum dilapisi cat akhir.

Permukaan Menggelembung, biasanya terjadi akibat pengecatan pada permukaan dinding yang masih basah. Perbaikannya adalah dengan cara mengerok lapisan cat yang ada seluruhnya, kemudian dibersihkan dan dilakukan pengecatan ulang.

Biasanya terjadi akibat pengecatan dilakukan dalam cuaca yang kurang baik seperti suhu rendah ataupun lembab. Perbaikannya adalah dengan cara mengerok lapisan cat sampai bersih, dan dilakukan pengecatan dari awal.

Lapisan Cat Menurun Pada Beberapa Tempat, biasanya terjadi akibat pengecatan yang tidak merata dan selang waktu antara setiap lapis terlalu dekat. Perbaikannya adalah dengan cara membiarkan lapisan cat tsb mengering dengan sempurna, kemudian ratakan bagian-bagian yang menurun dengan amplas. Terakhir lakukan pengecatan ulang.

Permukaan tembok baru

· Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran/beton harus sudah sempurna, minimal harus ditunggu selama 28 hari.

· Periksa kelembaban tembok. Gunakan alat protimeter, yaitu alat pengukur kadar air. Kadar air harus sudah di bawah 18 %.

· Periksa kadar alkali tembok.Gunakan kertas lakmus untuk mengukur pH (derjat keasaman/alkali). Kadar alkali harus menunjukkan kurang lebih pH 8.Kalau lebih dari pH 8, berarti reaksi semen belum sempurna dan tembok belum layak dicat.

· Kalau kadar air sudah rendah, tetapi kadar alkali masih tinggi, berarti masih ada semen bebas yang belum beraksi karena kekurangan air. Basahkan permukaan tembok dengan air bersih.

· Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi, bersihkan permukaan dari bekas percikan semen, Efflorescene (pengkristalan garam), pengapuran, debu, kotoran, minyak, dll. Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil permukaan tembok dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih.

· Cuci permukaan tembok dengan larutan asam chlorida (HCl) 10-15% untuk menetralkan alkali yang masih ada dan juga meng-etching permukaan tembok agak lebih kasar sehingga daya lekat lebih baik.

· Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan larutan kaporit 10-15%



Permukaan tembok lama yang pernah dicat.

· Bila daya lekat cat lama masih baik, cuci permukaan dengan air bersih sambil digosok dengan kertas amplas/sikat. Bila perlu cuci dengan larutan ditergent, kemudia bilas dengan air bersih.

· Bila permukaan cat lama masih baik daya lekatnya, tetapi berlumut/berjamur, cuci dengan larutan kaporit sambil disikat. Bilas dengan air bersih.

· Bila terjadi pengapuran, amplas atau bersihkan debu-debu pengapuran dengan lap yang dibasahi air sampai kelapisan cat yang tidak mengapur

· Bila lapisan cat lama sudah tebal atau terkelupas, kerok seluruhnya sampai kedasar tembok.

· Bila lapisan lama berasal dari cat kualitas rendah dimana mudah larut dengan air, sebaiknya dikerok seluruhnya sampai kedasar tembok.

· Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan larutan kaporit 10-15%



Pemberian Cat Dasar

Cat dasar untuk tembok dibagi dua :

· Cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%. Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer Water Base. Wall Sealer sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur.

· Cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik serta kadar bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok.



Cara pemakaian

· Encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan berlebihan, karena dapat menghilangkan fungsi cat dasar

· Beri 1 atau 2 lapis cat dasar.



Pemberian Cat Akhir

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk pengecatan akhir :

· Persiapan permukaan harus telah sempurna.

· Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.

· Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember, pengaduk, tangga, dll.

· Tukang cat berpengalaman.

· Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor batch (lot)nya.

· Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik.

· Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah 2-4 jam, tetap sebaikny minimal 8 jam atau semalam.

· Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat Pengecatan dilakukan waktu cuaca terang dan kering.

· Pengenceran cat jangan langsung didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada hari itu juga. Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk menghindari pembusukan. (Dari berbagai sumber)


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Gambar Rumah Inspirasi Anda



Gambar Rumah dan banguna Inspirasi Anda
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Jasa Online Desain dan Pelaksana Kontruksi

Kami Ahlinya Sejak tahun 1998
Hubungi : 021-73888872

Produk Dan Jasa :

Bangunan Pemukiman :
Rumah Pribadi,Rumah Susun, Apartemen

Bangunan Pendidikan :
Kampus, Sekolah

Bangunan Kesehatan :
Klinik, Rumah Sakit, Pusat Rehabilitasi

Bangunan Komersil :
Toko/Kios,Ruko,Restoran,Pasar,Mal,Plaza,Hotel

Bangunan Perkantoran :
Kantor,Rukan,

Bangunan Olah Raga/Rekreasi :
Taman,Gymnasium,Konservatorium

Bangunan Industri :
Gudang,Bengkel,Pabrik

Bangunan Transportasi :
Halte,Terminal, Stasiun, Bandara,Pelabuhan

Infrastruktur :
Jalan, Jembatan, Menara, Bendungan

Instalasi Listrik Arus Kuat :
Penerangan, Stop Kontak, Daya,Tegangan Menengah, Diesel generator Set,Pentanahan, penyalur / Penangkal Petir

Instalasi Listrik Arus menengah :
Sistem Kebakaran,Telepon,Tata /Kedap Suara,CCTV,MATV

Instalasi Sanitasi, Drainase & Pemipaan :
Sistem Plumbing,Pengolahan Limbah

Instalasi Tata Udara :
Sistem AC, Ventilasi

Instalasi Transfortasi :
Elavator,Escalator,Gondola





Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Kamis, 05 Juli 2007

Seberapa cepat membangun rumah

Siasat Membangun Cepat

BERAPA cepatkah kita dapat membangun rumah idaman kita? Sekelompok pekerja bangunan di Amerika beberapa tahun yang lalu berhasil membangun sebuah rumah prafabrikasi (dibuat jadi komponen-komponen bangunannya sebelumnya) berlantai dua, berukuran lebih kurang 150 m², dengan menggunakan kayu sebagai bahan selama lebih kurang delapan jam dalam suatu lomba khusus untuk membangun rumah.

Kecepatan membangun rumah umumnya bukan prioritas utama kita. Tetapi, sangat banyak keuntungannya apabila kita bisa membangun dengan cepat. Tentunya dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan. Yang jelas, apabila kita bisa menghindari penggunaan waktu pelaksanaan pembangunan yang sesungguhnya tidak perlu, kita berarti bisa menghemat biaya.

Ada dua hal yang bisa memberi kemungkinan kita membangun dengan cepat.

Pertama-tama adalah penggunaan bahan-bahan yang bisa kita sebut sebagai bahan substitusi (pengganti). Dewasa ini semakin banyak tersedia bahan-bahan pengganti untuk membangun rumah tinggal yang memang dirancang guna mempercepat dan mempermudah pelaksanaan bangunan. Baik struktural (bagian konstruksi utama) maupun non-struktural (bahan-bahan yang tidak secara langsung mendukung konstruksi).

Untuk struktural contohnya adalah tiang dan kolom baja sebagai pengganti struktur beton untuk rumah bertingkat. Lalu ada pelat baja gelombang (spandek) sebagai pengganti bekisting (cetakan) lantai atau pelat beton. Untuk membuat rangka atap kita bisa menggunakan rangka atap setengah prafabrikasi (komponen-komponennya dikerjakan di bengkel khusus) yang terbuat dari batang-batang baja.

Bahan-bahan di atas, karena terbuat dari baja, umumnya membutuhkan biaya lebih besar dari bahan-bahan biasa.

Namun, kita dapat memperhitungkan waktu yang bisa dihemat sebagai kompensasinya. Anda bisa mendapatkan informasi ini sampai ke detailnya dari seorang konsultan arsitek atau Anda bisa membaca brosur-brosur atau meminta penjelasan dari para agen pemasaran, dari penjual atau penyedia bahan substitusi tersebut, sebelum Anda memutuskan menggunakannya.

Untuk bagian bangunan yang non-struktural kita bisa menggunakan panel-panel gypsum sebagai pengganti dinding bata atau batako sebagai dinding penyekat ruang dalam.

Hal kedua adalah pemilihan masa pembangunan. Kita harus sebisa mungkin menghindari waktu-waktu yang bisa menghambat lajunya pembangunan. Misalnya jangan memulai pembangunan dengan menggali lubang fondasi ketika musim hujan. Juga pilihlah masa-masa pelaksanaan yang sesedikit mungkin mengandung hari-hari besar, terutama Lebaran.

Namun, di atas kedua hal itu, kecepatan pembangunan kita tentu menyangkut pengelolaannya. Semakin dini, cermat, dan ketat kita melakukan pengelolaan tahap-tahap pembangunan, semakin besar kemungkinan kita bisa menyelesaikan dengan cepat rumah kita. Kata kunci dalam hal ini adalah "keputusan".

Membangun rumah tidak lain adalah rangkaian keputusan yang harus kita ambil. Satu keputusan saja dalam rangkaian itu tertunda, penyelesaian pembangunan rumah kita akan tertunda pula sekian lama. Apalagi jika keputusan tersebut bersifat rawan (critical), artinya kelanjutan beberapa kegiatan lainnya tergantung keputusan rawan ini. Tetapi, kalau memang diperlukan, lebih baik Anda mengambil waktu sebanyak yang dibutuhkan guna mengambil keputusan pada saat-saat awal daripada di waktu-waktu pelaksanaan pembangunan.

Pada tahap gagasan membangun rumah, misalnya, Anda harus menentukan rumah macam apa yang akan Anda huni. Apakah Anda akan melanjutkan cara hidup Anda seperti yang kita jalani sekarang. Atau Anda ingin menjalani cara hidup baru sehingga membutuhkan rumah yang sedemikian rupa akan membantu Anda menjalani cara hidup yang Anda idamkan?

Berapa kamar tidur? Ruang apa saja yang Anda butuhkan? Berapa biaya dan waktu yang Anda sediakan untuk itu?

Rangkaian keputusan itu, dapat Anda catat dan Anda presentasikan dalam apa yang kita kenal sebagai "rancangan". Tentunya setelah disesuaikan dengan kendala-kendala yang ada dan yang berlaku, seperti biaya dan peraturan-peraturan. Rancangan ini kemudian akan mengendalikan pelaksanaan pembangunan rumah Anda.

Jadi, di atas segala hal tersebut, kecepatan membangun sangat bergantung pada dua hal. Keputusan-keputusan Anda sendiri mengenai rumah yang akan Anda bangun dan kecermatan rancangan bangunan rumah Anda. Rancangan itu sendiri biasanya terdiri atas yang berbentuk gambar (gambar rancangan) dan yang berbentuk tertulis (sering disebut sebagai rencana kerja dan syarat-syarat, atau spesifikasi) yang selanjutnya akan dilengkapi dengan rencana anggaran dan jadwal pelaksanaan. Untuk rancangan yang bersifat teknis ini, tentu saja Anda bisa meminta bantuan tenaga profesional. Namun, untuk keputusan-keputusan penting tetap Anda yang harus memutuskannya.

Untuk merealisasikan rancangan rumah, Anda bisa menggunakan pengusaha pelaksana bangunan yang kita kenal sebagai pemborong. Tentu kita harus memilih yang mempunyai reputasi baik. Namun, yang penting, pada saat Anda mengikat perjanjian dengan pemborong, jangan lupa melibatkan jadwal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kontrak Anda, selain rancangan dan nilai kontrak. Ada baiknya menyebutkan sangsi-sangsinya bila jadwal tidak ditepati, biasanya penalti berupa denda dalam persentase nilai kontrak.

Anda bisa juga melaksanakan sendiri pembangunan rumah bila Anda dapat mengalokasikan waktu untuk itu. Tentu Anda harus memilih tenaga-tenaga bantuan yang andal pula. Kelak pada saat selesainya pembangunannya, Anda akan mendapatkan dua hal, rumah idaman Anda dan perasaan puas telah melakukan sesuatu yang penting dengan benar.

Saptono Istiawan Arsitek
Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Minggu, 01 Juli 2007

Jasa Kami Meliputi:

* membangun taman
* perhitungan rab
* pemborong perumahan
* renovasi rumah
* desain rumah
* Formulir Pesanan Jasa


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah

Tren Eksterior Rumah di Jabodetabek

Bila punya waktu senggang cobalah berjalan-jalan di Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), di kawasan Jakarta Utara. Atau coba pula ke kompleks perumahan Kota Wisata di Cibubur. Khususnya, bagi Anda yang berdomisili di sekitar kawasan Serpong atau Tangerang, cobalah meluangkan waktu mengitari perumahan Bumi Serpong Damai (BSD). Bila Anda jeli, maka kita akan menemukan kesamaan dari tipe, bentuk dan desain eksterior rumah-rumah yang tersusun rapi?

Ya. Itulah tema Mediterania yang saat ini sangat digemari konsumen, khususnya masyarakat di sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Memang selain tema Mediterania masih ada tema lainnya semisal Art Deco, Gothic, dan gaya Yunani. Namun Mediterania-lah yang kini tengah menjadi tren.
Mengapa tema ini diminati? Dhony Rahajoe, Manajer Promosi Perumahan BSD, berpendapat, selera masyarakatlah yang menentukan segalanya. Menurutnya, tema Mediterania memang belum lama menjadi tren di sektor properti, khususnya perumahan kelas menengah dan atas.
“Penyebabnya karena ada perubahan kultur pada masyarakat kita khususnya golongan menengah atas. Dulu bentuk Mediterania sama sekali tidak dilirik, dan konsumen juga tidak terlalu mempermasalahkan bentuk dan eksterior dari rumah yang akan dihuni. Prinsipnya, asal rumah aman dihuni. Tetapi kini konsumen semakin selektif dan mulai memperhatikan keindahan,” kata Dhony Rahajoe.
Dhony mengakui, dibandingkan tema lainnya, Mediterania memang terkesan lebih ceria karena warna-warna yang menyertainya umumnya warna pastel. Bentuk eksterior dan desain rumah juga lebih rileks dan tidak kaku seperti rumah kebanyakan, dengan ornamen-ornamen khusus di sana-sini. BSD sendiri, jelas Dhony, selalu mengikuti perkembangan selera konsumen sebelum membangun suatu cluster tertentu yang mengusung tema tertentu.
“Seperti pada Taman Chrysant 2 yang bentuk rumahnya bergaya Yunani, kita tidak mungkin langsung membangun seluruh rumah. Bisa-bisa nanti tidak laku. Awalnya, kita coba bangun beberapa rumah dengan gaya Yunani. Eh, ternyata laris manis. Lantas kita putuskan membangun cluster khusus dengan seluruh bangunan bergaya Yunani,” katanya.

“Sold”
Sementara itu, Perumahan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) yang punya produk terbaru yaitu cluster Bukit Golf Mediterania, juga mengusung tema Mediterania. Indra Bramono, General Affairs Manager PT Mandara Permai, developer yang mengembangkan PIK, dalam perbincangan dengan SH mengakui, lebih dari setengah rumah-rumah yang ditawarkan dan berjumlah sekitar 1.800 unit sudah sold alias terbeli.
“Konsepnya adalah Mediterania, di mana masing-masing cluster punya akses cuma satu, sehingga eksklusivitas oke. Bukit Golf Mediterania juga dilengkapi jogging track di antara rumah yang satu dengan lainnya dengan lebar 3 meter. Lalu ada dua country club, di masing-masing sudut Utara, Timur, Barat dan Selatan,” paparnya.
Di kawasan yang sedang dikembangkan ini, PT Mandara Permai mengusung konsep PIK sebagai mixed use area atau areal multi fungsi yakni sebagai pusat komersial dan hunian eksklusif. Di tengah hunian ada shopping arcade dengan konsep city walk. Lantas di belakang shopping arcade ada townhouse atau rumah tinggal eksklusif. Ada pula Diamond Circle yang di dalamnya bakal dibangun pusat belanja, apartemen, perkantoran, dan lain-lain. Untuk mengembangkan cluster yang prestisius ini, Indra mengungkapkan pihak Mandara Permai menggandeng developer lainnya, yakni Agung Podomoro dan Agung Sedayu Grup. Ia cukup optimis cluster Bukit Golf Mediterania akan mencapai prestasi dari perumahan PIK yang sudah lebih dulu hadir, dimana dari sekitar 1.600-an unit rumah mewah sekitar 90 persennya sudah dihuni.
Tema Mediterania juga cukup kental terasa di Perumahan Kota Wisata yang berlokasi di kawasan Cibubur. Itu karena manajemen Kota Wisata sengaja merangkum konsep Lima Benua untuk desain rumah di sana. Mulai dari gerbang masuk, jenis, bentuk, eksterior serta suasana rumah disesuaikan dengan nuansa internasional. Pesona Monaco, Sentra Eropa, Orlando, Pesona Beverly Hills, hingga Mediterania, menyatu dalam cluster-cluster yang ada disini.
“Kota Wisata merupakan pionir untuk konsep Lima Benua. Jadi tipe-tipe rumah kita disain bernuansa mancanegara termasuk Mediterania,” kata Handrean Hidayat, Sales Manager Kota Wisata.
Kota Wisata dibangun oleh konsorsium PT Duta Pertiwi (anak perusahaan Grup Sinar Mas) bersama dengan Marubeni (Jepang), Land and House (Thailand) dan LG (Korea Selatan).

Minimalis
Belakangan, tema lainnya yakni tema Minimalis, juga kian digemari. Tema yang berangkat dari Negeri Matahari Terbit, Jepang, itu, cukup berbeda dari tema Mediterania. Pada tema ini tidak banyak ornamen atau desain khusus pada bentuk bangunan rumah dan bangunan lebih terkesan simple namun tetap indah dipandang. Dari segi warna, pada tema Minimalis juga tidak terlalu mencolok karena memanfaatkan warna-warna silver, abu-abu, termasuk warna putih dan pastel.
Salah satu perumahan kelas atas yang memanfaatkan tema Minimalis adalah Perumahan Mahogany yang juga berada di kawasan Cibubur. Perumahan yang kini sedang dipasarkan oleh developer PT Suryamas Dutamakmur itu menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi konsumen kelas atas, apalagi jika bukan tema Minimalis. Di sini harga rumah berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
Sedangkan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Perumahan Kayu Putih Residences yang harga rumah terendahnya sekitar Rp 1 miliar, juga mengusung tema Minimalis. Asal tahu saja, rumah-rumah yang dipasarkan oleh developer Premiere asal Prancis tersebut, juga diserbu oleh peminat. Luar biasa bukan?
Gambaran di atas menunjukkan, perumahan khususnya bagi kelas menengah atas, terus mengalami dinamika/perubahan. Tema Mediterania dan Minimalis, adalah selera terkini dari kultur budaya masyarakat. Ini juga membuktikan bahwa sektor properti utamanya perumahan adalah juga menjadi cermin dari selera masyarakat kita.

Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah