Senin, 25 Agustus 2008

Arsitek Solo dan Arsitekturnya Yang Hilang

Arsitek Solo dan Arsitekturnya Yang Hilang



Arsitek Solo, Ir. thomas Karsen

Arsitek Solo Genius dan Arsitektur Modern Gaya Belanda dan Jawa

Arsitek Solo dan Arsitekturnya Yang Hilang

Pasar Gede Hardjonagoro (Jawa: Pasar Gedhé Hardjanagara) adalah pasar terbesar di Kota Surakarta atau Solo. Pasar Gede secara harafiah berarti “Pasar Besar” dalam bahasa Jawa.

Sejarah

Pada zaman kolonial Belanda, Pasar Gede mulanya merupakan sebuah pasar kecil yang didirikan di area seluas 10.421 hektar, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur yang sekarang berubah fungsi menjadi Bailaikota Surakarta. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek solo yang berasal dari Balanda, ia bernama Ir. Thomas Karsten. Ia adalah seorang arsitek yang pintar dan cerdas serta banyak mempunyai wawasan. Hal ini terbukti dari matangnya perencanaan dan konsep yang ditaruh pada setiap arsitekturnya. Kota Solo atau Surakarta ini merupakan salah satu kota pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep tata kota modern. Kraton yang dibangun berdekatan dengan Bebgawan Solo selalu terancam banjir. Karena itu dibangunlah tanggul yang hingga kini masih dapat dilihat membentang dari selatan wilayah Jurug hingga kawasan Solo Baru.

Bangunan pasar selesai pembangunannya pada tahun 1930 dan diberi nama Pasar Gedhé Hardjanagara. Pasar ini diberi nama pasar gedhé atau “pasar besar” karena terdiri dari atap yang besar. Seiring dengan perkembangan masa, pasar ini menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta. Pasar gede terdiri dari dua bangunan yang terpisahkan jalan yang sekarang disebut sebagai Jalan Sudirman. Masing-masing dari kedua bangunan ini terdiri dari dua lantai. Pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap singgasana yang kemudian diberi nama Pasar Gedhé dalam bahasa Jawa.

Arsitektur atau Gaya Bangunannya

Arsitektur Pasar Gede merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan gaya Jawa. Arsitek Solo yang bernama Karstenlh yang telah merancang bangunan-bangunan di kota Solo dengan gaya barat atau Belanda dengan Jawa. Arsitek inilah yang telah menciptakan suasana yang modern pada arsitektur bangunan-bangunan di kota Solo. Pada tahun 1947, Pasar Gede mengalami kerusakan karena serangan Belanda. Lalu Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian mengambil alih wilayah Surakarta dan Daerah Istimewa Surakarta kemudian merenovasi kembali pada tahun 1949. Namun perbaikan atap selesai pada tahun 1981. Pemerintah indonesia mengganti atap yang lama dengan atap dari kayu. Bangunan kedua dari Pasar Gede, digunakan untuk kantor DPU yang sekarang digunakan sebagai pasar buah.

Pengrusakan dan Renovasi

Akhirnya arsitektur-arsitektur indah dan menawan yang dibuat oleh Karsten itu pun menghilang. Arsitek kota solo (Karsten) telah membangunnya dengan susah payah namun sekarang mulai menghilang. Selain pernah terkena serangan Belanda pada tahun 1947, Pasar Gede tidak luput pula terkena serangan amuk massa yang tidak bertanggung jawab. Meski luput serangan pada Peristiwa Mei 1998, pada bulan Oktober 1999 dengan tidak dipilihnya Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden Indonesia meski mendapat suara terbanyak, Pasar Gede dibakar oleh amuk massa. Tentu saja pemerintah tidak tinggal diam. Namun usaha renovasi dengan mempertahankan arsitektur asli bisa berjalan dengan cepat dan dua tahun kemudian pada penghujung tahun 2001, pasar yang diperbaiki bisa digunakan kembali. Bahkan pasar yang baru tergolong canggih karena ikut pula memperhatikan keperluan para penyandang cacat dengan dibangunnya prasarana khusus bagi pengguna kursi roda.

Sumber : id.wikipedia.org



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 23 Agustus 2008

Arsitek-arsitek UI Ditantang Wapres Ciptakan Arsitektur Berciri Khas Indonesia

Arsitek-arsitek UI Ditantang Wapres Ciptakan Arsitektur Berciri Khas Indonesia


Arsitek-arsitek UI Ditantang Wapres Ciptakan Arsitektur Berciri Khas Indonesia

Artikel Arsitek Universitas Indonesia (UI)

JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Rabu (19/3) malam, menantang para arsitek Universitas Indonesia (UI) untuk menciptakan bangunan yang berciri Indonesia. Bangunan tersebut bukan sekadar bercirikan kedaerahan seperti yang sering dlihat di bandar-bandar udara di daerah, akan tetapi bangunan yang bercirikan identitas dan keragaman budaya Indonesia.

Bahkan, menurut Wapres Kalla, saat memberikan sambutan di acara pembukaan Pameran Arsitektur 4 D atau 4 Dekade di Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, arsitek UI juga ditantang membangun bangunan dengan masalah utama yang kini dihadapi Indonesia, yaitu terbatasnya lahan tanah untuk bangunan, mahalnya energi akibat kenaikan harga minyak dunia, juga lingkungan dan aspek sosial yang muncul di sekitarnya.

"Itulah tantangan arsitek Indonesia, khususnya para insinyur alumnus Universitas Indonesia atau UI menghadapai kondisi masyarakat yang sekarang ini. Kalau sekadar membuat bangunan mewah dan modern, dengan keindahan dan serba menggunakan air condititon (AC) dan dengan harga yang sangat mahal Rp 10 juta per meter persegi, semua orang bisa. Akan tetapi, bagaimana membangun sebuah bangunan dengan kemutlakan yang dihadapi sekarang ini, seperti terbatasnya lahan, mahalnya energi, dengan biaya yang murah dan terjangkau masyarakat, itulah yang harus dihadapi," tandas Kalla.

Menurut Wapres, ia akan hadir lagi dalam pameran arsitektur Universitas Indonesia atau UI jika para arsiteknya bisa memenuhi tantangannya tersebut. "Terutama, membangun rumah susun yang menjulang ke atas, dengan ukuran Rp 2,5 juta per meter persegi bagi rakyat menengah ke bawah, itulah tantangan keahlian arsitektur," tambah Wapres. Wapres kemudian meminta Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf As'yari untuk melibatkan rekan-rekan di Universitas Indonesia atau UI menciptakan bangunan berciri Indonesia tersebut.

"Kalau perlu buka sayembara untuk bisa menarik dan menciptakan bangunan berciri seperti itu, yang pada akhirnya bisa mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia untuk tinggal di rumah susun," lanjut Kalla. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pun juga diminta berkonsultasi dengan para arsitek di UI untuk membangun rusun yang kini tengah digalakkan pemerintah dengan ciri-ciri Indonesia tadi, memanfaatkan terbatasnya lahan, mahalnya energi, harganya terjangkau, sesuai dengan lingkungan dan bisa memenuhi aspek-aspek sosial lingkungan sekitarnya. Pameran karya arsitektur dari sekitar 67 arsitek Universitas Indonesia atau UI itu direncanakan berlangsung selama 10 hari hingga 29 Maret mendatang.

Sumber : cyberforums.us



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 22 Agustus 2008

Arsitek Kota Solo, Ir. Thomas Karsten Sang Arsitek Pemadu Unsur Barat dan Jawa di Kota Solo

Arsitek Kota Solo, Ir. Thomas Karsten Sang Arsitek Pemadu Unsur Barat dan Jawa di Kota Solo



Arsitek Kota Solo, Ir. Thomas Karsten Sang Arsitek Pemadu Unsur Barat dan Jawa di Kota Solo

Arsitek kota solo
Sejarah sebuah kota tidak hanya bisa ditelusuri dari perjuangan masyarakatnya. Selain melalui kondisi geologi, masih banyak saksi bisu lainnya yang bisa menceritakan perjalanan masa lalu sebuah kota, terutama ketika kota tersebut memasuki masa jaya, yaitu masa pembangunan. Di setiap kota-kota di Indonesia, pada zaman kolonial Belanda, pasti mempunyai tokoh dari kaum Eropa yang dinobatkan sebagai tokoh kunci dalam perkembangan kota itu sendiri. Contoh, ide brilian Simon Stevin diresapi Jan Pietersz Coen dalam mendirikan Kota Batavia tahun 1619.

Lalu, HT Tillema berhasil membumikan betapa pentingnya higiene dalam pembangunan kampung dan pembangunan sistem pembuangan air di Semarang tahun 1900-an. Kemudian, kehadiran arsitektur hibrid yang menjadi bukti perpaduan budaya Barat dan vernakular di Bandung, tidak lepas atas jasa Ed Cuypers, PAJ Moojen, dan Henri Maclaine Pont. Sedikit penasaran, apakah Kota Solo juga mempunyai “sutradara atau arsitek” pembangunan kota dari golongan Eropa?

Boleh dikata, sejak awal posisi golongan Eropa di Solo tidak menyenangkan dalam hubungan mereka dengan masyarakat dan pemerintah (kerajaan). Ini yang jelas terjadi dalam periode awal kolonial masuk. Sebut saja, interaksi warga kota sangat dibatasi serta diawasi. Betapa tidak, pembangunan Benteng Vastenburg disengaja untuk mengontrol keamanan kota dari pemberontakan. Warga tidak leluasa keluyuran malam, petugas yang berdiri di atas pos benteng, memukul lonceng sebagai jam malam (De Graff, 2002).

Jurang stratifikasi sosial semakin kentara setelah peraturan permukiman penduduk berdasarkan etnis (wijkstelsel) dijalankan. Bahkan, hal administrasi kerajaan pun tak luput dari monitoring. Misalnya, undangan perkawinan dari Keraton Kasultanan Yogyakarta untuk Paku Buwono X (1839-1939) harus melewati Residen terlebih dahulu (Kuntowijoyo, 2004).

Lain dengan seorang Ir Thomas Karsten (1884-1945). Meski keturunan Belanda, namun dia laksana orang pribumi (inlander). Karsten sebagai seorang arsitek kota solo . Dia cukup piawai memadukan unsur Barat dan Jawa dalam menyolek pembangunan fasilitas perkotaan. Keinginannya, dalam setiap membangun suatu bangunan harus ada keserasian dan kenyamanan antara pengguna, lingkungan sekitar dan indera mata manakala memandang. Kesewenang-wenangan arsitektur ia tanggalkan, yang mana kebanyakan arsitekBelanda sekadar ingin memindahkan gaya arsitektur Belanda ke tanah jajahan.

Pada riwayatnya, Karsten merupakan alumni Technisce Hoogesschool di Deff tahun 1914. Bubar lulus, Karsten hengkang dari Belanda menuju Indonesia atas undangan Maclaine Pont untuk bekerja pada biro pembangunan perumahan dan perencanaan kota. Ia melanglang buana, dari kota ke kota. Kota Banjarmasin, Palembang, Semarang, Bogor, Malang, Purwokerta, dan Medan pernah dirias Karsten.

Karya Karsten

Sebagai sebuah daerah yang mulai berkembang jadi kota, Kota Bengawan Solo mengalami penataan yang lebih komprehensif sejak tahun 1920-an. Dukungan dari penguasa lokal yaitu, Paku Buwono X dan Mangkunegara VII memudahkan Karsten untuk berajang kreasi. Nilai-nilai ke-Jawa-an diperoleh Karsten di Institut de Java. Di situ, kepeduliannya terhadap rakyat kecil terbangun. Di setiap rancangan, dia tidak pernah melupakan kepentingan wong cilik. Sungguh sesuatu yang jarang ditemui pada orang-orang Belanda pada waktu itu.

Pasar Gede Hardjanagara rakitan apik Karsten atau sang arsitek kota solo pada tahun 1929. Dari para pedagang, pembeli, buruh gendong hingga kaum difabel dapat merasakan kenyamanan Pasar Gede. Jalan masuk pasar yang ideal, dua jendela berbentuk pipih vertikal, dan rooster untuk lubang angin tambahan agar kesejukan ruang terpenuhi adalah menandakan Karsten sangat tanggap kebutuhan rakyat dengan kenyamanan pasar.
Bangunan eks kantor DPU yang terletak di jalan Urip Sumaharjo di sebelah barat Pasar Gede adalah ciptaan Karsten. Ada persenyawaan antara bentuk peninggalan gaya Eropa yang terlihat dari dinding yang tebal, kolom-kolom yang besar, dan kemudian dibubuhi aroma khas arsitektur Jawa dengan bahan penutup atap terbuat dari sirap mirip joglo dan limasan. Arsitek kota solo berkepala pelontos ini, juga menaruh perhatian pada pembangunan di dalam wilayah keraton. Sebagai bukti, gapura Mangkunegaran di bagian luar dan dalam tidak lain karya Karsten. Pada gapura luar kesannya lebih ringan, sedangkan pada gapura utama bersambung dengan dinding halaman Pura Mangkunegaran. Di pendhapa Mangkunegaran ada hiasan menawan yang disebut Kumudawati, borehan Karsten.

Pavilium Gusti Nurul (Pracimayasa) lahir dari ide Karsten. Bangunan ini perpaduan unsur arsitektur Barat-Timur. Di tempat itu dijumpai meja makan dan sebuah kamar ganti mewah yang diperuntukan permaisuri raja. Agar tampak asri, Karsten menambahkan jendela pada ruang makan yang terbuat dari kaca dengan hiasan motif suasana tradisional. Selanjutnya, eks rumah dinas Residen Surakarta yang berada di ruang publik Villapark Banjasari. Ini dibangun ketika Karsten menjadi penasehat atau konsultan perencanaan atau Arsitek Kota Solo.

Penyatuan lingkungan ruang terbuka dengan lingkungan Eropa kemudian menjadi tren. Itulah kecerdasan lain Karsten untuk menyertakan tata ruang dalam ranah sosial kemasyarakatan. Sehingga konsep garden city (kota kebun) yang dikembangkan di wilayah Solo bagian utara, bisa dinikmati para sinyo dan noni maupun rakyat di kala senggang. Tak hanya itu saja, arsitek yang dilahirkan pada 22 April 1884 di Amsterdam itu, juga berperan dalam pembangunan Stasiun KA Balapan, Lapangan Manahan, dan Masjid Al Wustha di Mangkunegaran.

Simbiosis

Selain Bandung dan Semarang, kota yang dipimpin Pak Jokowi ini sebenarnya termasuk salah satu kota di Indonesia yang beruntung karena masih memiliki salah satu saksi sejarah masa lalunya Karsten yang bisa dibaca lewat bangunan-bangunan tua dengan berbagai langgam arsitekturnya. Melalui salah satu kekayaan itu, setiap orang bisa menelusuri perjalanan sejarah kota dan masyarakat Solo yang begitu disayangi Karsten waktu itu.

Tidak berlebihan ia dipandang sebagai peletak dasar-dasar perencanaan kota “utopis” di Hindia Belanda. Beliau telah menolak pendekatan metode rasionalisasi perumahan gaya Eropa, yang disebutnya tidak akan berhasil diterapkan di Hindia jika tidak mampu berkompromi dengan tradisi budaya lokal. Dalam konteks menanggulangi segregasi sosial, Karsten memperkenalkan metode simbiotis, sebagaimana tercermin di Pasar Gede, Villapark, dan arena olahraga Manahan. Sayang, kalau bangunan-bangunan yang bisa menceritakan tentang sejarah kota, kebudayaan lokal dan kemuliaan Karsten pada suatu hari nanti diruntuhkan. Solo disebut kota yang tak pernah tidur. Begitu juga Karsten yang senantiasa terjaga lewat karyanya.

Pentingnya keberadaan warisan Karsten atau arsitek kota solo yang sarat humanisme ini, terletak pada kontribusi memorialnya dalam membentuk karakter lingkungan binaan di sekitarnya, namun bukan menuju pada romantisme belaka! Hal penting yang harus diperhatikan Pemkot jika ingin pelestariannya berhasil adalah (1) apa yang perlu dilestarikan? (2) mengapa ingin dilestarikan? (3) dan untuk siapa melakukan pelestarian? Kalau ketiga hal itu belum terjawab, jangan diharap pelestarian heritage di Kota Solo berhasil dengan baik.

Sumber : harianjoglosemar.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Segala Ketentuan yang Terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Segala Ketentuan yang Terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)



Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Segala Ketentuan yang Terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)


* Definisi
Izin Mendirikan Bangunan adalah izin yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada orang Pribadi atau badan untuk mendirikan suatu bangunan yang dimasuk agar desain, pelaksanaan pembangunan, sesuai rencana tata ruang yang berlaku, sesuai dengan koefisien dasar bangunan, koefisien luas bangunan, koefisien ketinggian bangunan yang ditetapkan sesuai dengan syarat-syarat keselamatan bagi yang menempati bangunan tersebut.


* Dasar Hukum
Qanun Kabupaten Pidie Nomor 23 Tahun 2002 tentang Tentang : Retribusi Izin Mendirikan Bangunan


* Persyaratan
Untuk Surat Izin Mendirikan Bangunan Baru , dibutuhkan Dokumen Sebagai Berikut :
o Permohonan kepada Bupati
o Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
o Fotokopi Surat Tanah
o Asli dan Fotokopi NPWPD (kalau ada)
o Gambar Rancangan Bangunan
o Gambar Sketsa Lokasi Bangunan
o Rekomendasi Lurah /Geuchik dan Rekomendasi Camat


* Biaya
Untuk Pembuatan Surat Izin Mendirikan Bangunan Baru , dikenakan biaya retribusi yang ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

o Perhitungan Biaya IMB terdiri dari Jumlah Biaya Rooi per luas lantai bangunan ditambah Biaya Retribusi.

o Besar Biaya Rooi = Harga Dasar Bangunan x Koef.Guna x Koef.Luas x Koef.Kelas x Koef.Tingkat .

o Besar Biaya Retribusi Bangunan =Rp 50.000 x Koef.Guna x Koef.Luasx Koef.Kelas x Koef.Tingkat.


* Waktu
Untuk Pengurusan Surat Izin Mendirikan Bangunan Baru dibutuhkan waktu antara 1(satu) s.d. 2 (dua) hari kerja terhitung mulai berkas masuk dengan persyaratan lengkap.

Sumber : pidie.go.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitektur Dan Arsitek Pengalaman

Arsitektur Dan Arsitek Pengalaman


Arsitektur Dan Arsitek Pengalaman

Apa yang diperlukan untuk mendesain atau membuat karya besar arsitektur? Anda akan memerlukan banyak inspirasi dan kreativitas, tetapi pertama-tama Anda akan memerlukan kualifikasi.

Fondasi kuat untuk masa depan Anda

Sebagai mahasiswa arsitektur, Anda akan mempelajari segala hal dari desain teknik dan struktural, manajemen bangunan dan proyek, grafik dan desain, sampai bisnis.

Apabila Anda ingin belajar yang lebih luas lagi, pertimbangkan gelar ganda—Anda dapat menggabungkan arsitektur dengan arsitektur lansekap, konstruksi dan bahkan hukum.

Anda akan menghabiskan banyak waktu di studio desain dan pada tugas praktik di luar universitas. Seperti dokter dan pengacara, arsitek memerlukan pengalaman yang luas di bidangnya sebelum mereka dapat melakukan praktik. Anda dapat melihat bahwa universitas Anda akan memasukkan pengalaman kerja ke dalam mata kuliah Anda.

Sebagian besar program studi tingkat pascasarjana dirancang bagi para arsitek profesional untuk meningkatkan keahlian mereka. Tetapi, apabila seperti banyak profesional lainnya, Anda melihat arsitektur sebagai suatu disiplin ilmu dan juga praktik, Anda dapat bergabung dengan banyak mahasiswa riset yang memperluas pengetahuan mereka melalui gelar master dan doktor dalam arsitektur, seni atau desain.

Apabila Anda memilih untuk studi di lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET/vocational education and training), Anda akan menemukan banyak program studi para-profesional atau kejuruan yang tersedia. Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut dalam profil ‘tata lingkungan bangunan’.

Pengakuan profesional untuk karir global

Di Australia, sebelum Anda terdaftar sebagai seorang arsitek, Anda harus melakukan beberapa pengalaman praktik, sebelum menempuh ujian. Persyaratannya akan sedikit berbeda pada setiap negara, tetapi begitu Anda memenuhi syarat di Australia, gelar Anda bisa membawa Anda ke mana pun Anda inginkan.

APEC Architecture Register telah menjadikan bekerja di luar negeri jauh lebih mudah. Arsitek yang memenuhi syarat di Australia dan negara anggota lainnya dapat mengajukan izin praktik di Kanada, China, Hong Kong, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat.

Mata kuliah arsitektur adalah beberapa dari mata kuliah yang paling menyenangkan dan memperkaya diri, terutama saat Anda mempunyai pengalaman belajar di luar negeri.

Gunakan fungsi Search (Pencarian) kami untuk melihat daftar lembaga Australia yang menawarkan kualifikasi dalam bidang ini.

Sumber : studyinaustralia.gov.au



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 21 Agustus 2008

Rancangan Arsitek Tidak Boleh Lari Dari Geometri

Rancangan Arsitek Tidak Boleh Lari Dari Geometri


Rancangan Arsitek Tidak Boleh Lari Dari Geometri

Geometri dalam pengertian dasar adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari pengukuran bumi dan proyeksinya dalam sebuah bidang dua dimensi. Cabang ilmu ini pun berkembang sesuai dengan perkembangan arsitektur yang pada dasarnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Satu hal yang menjadi pemikiran saya dalam melihat arsitektur adalah bahwa seorang perancang tidak bisa ‘lari’ dari geometri. Pernyataan ‘lari’ disini adalah apa pun yang kita lakukan dalam merancang suatu rancangan, tidak bisa lepas begitu saja tanpa melihat geometri dari rancangan tersebut. Dunia arsitektur telah membuka mata saya bahwa tidak ada batasan dalam geometri. Tidak ada suatu titik dimana kita tidak perlu lagi memikirkan geometri dari sebuah rancangan. Seluruhnya mempunyai aturan geometri. Mungkin memang bukan aturan geometri mendasar seperti yang dikemukakan oleh Euclid dalam 13 buku Euclid’s Elements-nya, tetapi lebih luas lagi pengertian geometri mencakup kenyataan bahwa selalu saja ada aturan, selalu saja ada alasan atau argumentasi mengapa sebuah bentuk itu memiliki bentuk yang demikian. Dalam tulisan singkat ini saya akan memberikan penjabaran bahwa dalam arsitektur kita tidak bisa ‘lari’ dari geometri. Tidak ada bentuk, rancangan, konsep dalam arsitektur yang bisa lepas dari geometri. Dengan kata lain geometri dalam arsitektur bersifat mengikat.

Definisi

Geometri: Geometri dalam pembahasan ini adalah bukan hanya geometri yang terkait dengan ilmu ukur bumi atau penggambaran proyeksi muka bumi dalam selembar kertas dengan elemen titik, garis dan bidang, tetapi mencakup geometri yang terkandung dalam proses perancangan termasuk topologi.

Arsitektur: Hasil dari proses merancang sebuah wadah bagi manusia yang memiliki fungsi tertentu sesuai dengan kebutuhan dengan memasukkan nilai-nilai tambah lain.

Mengikat: Mengikat disini berarti memberikan aturan-aturan sebagai acuan dimana aturan-aturan tersebut selalu bisa diaplikasikan dalam semua hal.

Argumentasi

Untuk mendukung pernyataan bahwa geometri dalam arsitektur memiliki sifat mengikat, saya mempunyai 3 buah argumentasi yang saling terkait yaitu:

Pertama, geometri merupakan alat dasar berkembangnya arsitektur.
Kedua, geometri sebagai cabang ilmu pengetahuan berkembang cepat untuk bisa digunakan dalam proses perancangan arsitektur.
Ketiga, perkembangan geometri yang begitu luas sudah menciptakan cabang ilmu baru yang terkait sehingga tidak ada suatu arsitektur yang tidak berada dalam pembahasan geometri.
Ketiga argumentasi ini merupakan sebuah kesatuan terkait yang merupakan pemetaan perkembangan geometri sesuai dengan perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan.

Geometri merupakan alat dasar berkembangnya arsitektur.

Arsitektur terlahir akan adanya dorongan kebutuhan manusia yang hidup di dunia ini. Kebutuhan untuk mempertahankan keberadaan diri manusia membuat manusia untuk memikirkan cara untuk berlindung dari hal-hal yang bisa mengancam keselamatannya. Pada jaman dahulu, arsitektur lahir dari proses trial and error, tanpa perancangan. Tujuannya hanya satu yaitu melindungi diri sendiri. Pada saat itulah geometri terlahir. Ilmu untuk mengukur bumi mulai berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Jadi, arsitektur menggunakan ilmu geometri untuk mulai memahami konsep dasar bentuk yang nantinya akan diaplikasikan langsung di permukaan bumi.

Dokumentasi tertua dalam geometri ditemukan di Mesopotamia, Mesir dan Lembah Indus sekitar 3000 tahun sebelum Masehi [1]. Dokumentasi ini berisikan tentang konsep panjang, sudut, luasan dan volume yang pada saat itu dikembangkan untuk keperluan praktis dalam konstruksi, survey dan astronomi. Lalu barulah pada tahun 300 sebelum Masehi buku teks terpenting dalam geometri ditulis oleh Euclid yang memuat definisi dasar elemen-elemen dalam geometri [2]. Definisi elemen tersebut lalu menjadi sebuah patokan geometri selama lebih dari 21 abad (3 abad sebelum Masehi dan 18 abad setelah Masehi) sampai pada abad ke-19 ditemukannya sebuah konsep bentuk non-Euclidian, oleh matematikawan Rusia Nikolai Ivanovich Lobachevsky [3].

Pada waktu yang bersamaan (abad ke-19 sampai abad ke-20) arsitektur mengalami suatu perubahan yang sangat pesat. Muncul konsep-konsep baru yang menjadi patokan rancangan pada masa tersebut. Louis Sullivan dengan ungkapan “form follows function” memicu perkembangan gaya modern dalam arsitektur. Revolusi industri di Inggris juga mendorong perubahan yang signifikan dalam arsitektur, yaitu international style yang diprakarsai oleh arsitek-arsitek muda seperti Mies van der Rohe, dengan menggunakan teknologi terbaru hasil dari revolusi industri. Dalam masa ini geometri digunakan sebgai alat utama dalam merancang sebuah komposisi yang lalu dikembangkan dengan sentuhan modern, sehingga muncul ucapan “less is more”.

Namun seperti halnya dengan arsitektur, geometri tidak berhenti di situ. Pada saat arsitektur mencapai perkembangan untuk bisa mengatakan “less is bore” dan “think outside the box”, geometri sudah mengembangkan cabang geometri berjudul Topologi selama lebih dari 300 tahun. Solusi akan permasalahan Königsburg Bridge sudah terjawab oleh Leonhard Euler pada tahun 1736 [4]. Topologi pun digunakan dalam arsitektur kota sebagai sarana informasi yang jelas dan memang sesuai dengan yang dibutuhkan. Penggunaan topologi pada peta sistem transportasi dilakukan pertama kali di Inggris untuk menggambarkan peta skematis kereta bawah tanah oleh Harry Back pada tahun 1931.


Gambar 1. Peta London Tube dengan Topologi [5]


Gambar 2. Peta London Tube tanpa Topologi [6]

Informasi yang terkandung dalam peta topologi adalah informasi terpenting yang kita butuhkan dalam sistem transportasi yaitu bagaimana hubungan antara satu titik dan titik lain.

Geometri, sebagai cabang ilmu pengetahuan, berkembang cepat untuk bisa digunakan dalam proses perancangan arsitektur.

Geometri merupakan sebuah cabang ilmu matematika yang memiliki perkembangan yang sebanding dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Perkembangan geometri saat ini bisa digunakan untuk proses perancangan arsitektur yaitu [7]:br>
Practical Geometry: Geometri dasar yang ditujukan untuk keperluan praktis seperti, panjang, lebar, sudut, luasan, volume dll.

Axiomatic Geometry: Sebuah cara untuk menghitung jarak dari sebuah titik ke titik lain yang tidak bisa dilakukan dengan mengukur.

Geometric Construction: Metode penggambaran bentuk-bentuk geometri dasar dengan menggunakan jangka dan penggaris.

Numbers in Geometry: Angka-angka dalam geometri dimunculkan oleh Phytagoras dengan rumus segitiga siku-sikunya yang kemudian disadari bahwa angka Fibonacci memegang sebuah peran besar dalam proporsi yang ada di dunia ini.

Geometry of Position: Dalam geometri posisi bisa dinyatakan dalam sebuah diagram kartesius yang setiap angka memiliki nilai tertentu dalam menentukan posisi sebuah titik. Hal ini lalu dikembangakan menjadi sebuah system GPS (global Positioning System).

Geometry beyond Euclid: Geometri non-euclidian yang pada dasarnya merupakan perkembangan lanjutan dari Euclid memberikan bentuk-bentuk geometri baru dalam proporsi yang berbeda dengan proporsi golden section.

Symmetry: Merupakan geometri yang mendasar dan memunculkan sifat kesempurnaan dalam keesimbangan.

Modern Geometry: Geometri modern merupakan sebuah pengembangan geometri lebih dalam lagi kepada bidang-bidang lain seperti matematika dan pemetaan. Topologi merupakan bagian dari geometri modern yang pada dasarnya makna geometri itu sendiri sudah mengalami pergeseran namun tetap memiliki unsur-unsur geometri.

Dari kedelapan kategori diatas terlihat bahwa keterkaitan geometri dalam arsitektur itu sangat mendalam. Kita tidak bisa memisahkan antara arsitektur dan geometri. Kita tidak bisa merancang sebuah arsitektur tanpa mempertimbangkan geometri.

Perkembangan geometri yang begitu luas sudah menciptakan cabang ilmu baru yang terkait sehingga tidak ada suatu arsitektur yang tidak berada dalam pembahasan geometri.

Geometri saat ini sangat luas cakupannya. Hampir seluruh bidang yang terkait dalam Arsitektur memiliki makna geometri. Untuk memperjelas, saya membagi menjadi 3 kategori bidang yang terkait dalam geometri dan arsitektur yaitu matematika, alam dan seni:

Matematika:
Memang awalnya geometri merupakan ilmu turunan langsung dari matematika. Dari sini seluruh ketentuan dasar definisi dari titik, garis, bidang, sudut, bentuk dua dimensi dan 3 dimensi dasar yang hampir selalu digunakan dalam arsitektur.

Alam:
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, saat ini ditemukan bentukan-bentukan geometri yang ada di alam ini [8]. Unsur terkecil di alam semesta ini memiliki susunan geometri baik itu bentuk bola, ataupun gugusan sambungan yang berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, dan seterusnya. Tata surya dan system perbintangan lain juga memiliki geometri yang tersusun secara rapi. Tak lupa pula bentuk geometri yang ada di dunia biologi. Bentukan segi enam yang ada pada sarang lebah, tulangan pada dedaunan, bantuk pintalan sarang laba-laba, semuanya memiliki komposisi geometri. Arsitektur sekarang ini sudah banyak memasukkan unsur biologi dalam perancangannya, mulai dari proporsi, bantuk modul, atau bahkan tulangan dari daun pun bisa dijadikan konsep perancangan. Disini terlihat bukti lain bahwa Arsitektur tidak bisa lepas dari geometri.

Seni:
Dalam bidang seni, geometri menjadi patokan komposisi dan bentuk. Baik itu dalam seni dua dimensi atau tiga dimensi. Komposisi dalam sebuah lukisan atau komposisi dalam susunan patung. Dalam seni musik, komposisi nada-nada baik tinggi maupun rendah mengandung unsur geometri. Arsitektur juga bisa dirancang dari sebuah terjemahan karya seni baik itu dari karya seni dua dimensi, tiga dimensi atau bahkan dari musik [9]. Hal ini juga mendukung bahwa arsitektur yang terkait dengan dunia seni tidak lepas dari geometri.

Kesimpulan

Dari penjabaran di atas kita dapat melihat bahwa geometri telah mengalami suatu perkembangan yang sangat pesat dari kemunculannya pertama kali. Demikian pula arsitektur. Pada saat ini proses perancangan merupakan inti dari sebuah perancangan arsitektur. Keduanya berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada saat-saat geometri digunakan sebagai alat untuk mencapai sebuah rancangan arsitektur. Ada pula saat-saat geometri digunakan untuk menjelaskan sebuah arsitektur untuk dipelajari proses merancangnya.

Geometri sekarang ini sudah berkembang menjadi sebuah bidang yang sangat luas. Hampir semua yang ada di dunia ini bisa dikaitkan dengan geometri. Dengan demikian, arsitektur pun tidak luput dari geometri. Arsitektur yang proses perancangannya sederhana (hanya merupakan susunan komposisi dan proporsi) sampai arsitektur yang proses perancangannya sangat kompleks (dengan memasukkan parameter-parameter kebutuhan manusia, bahkan parameter waktu) semuanya memiliki unsur-unsur geometri yang harus dikaji dan dipelajari. Ide apa pun yang ada di dalam kepala kita sebagai awal ide perancangan, bisa kita kaitkan ke geometri untuk lebih memperkaya, bukan hanya bentuk, melainkan juga sirkulasi dan esensi yang ada dalam rancangan kita. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa dalam merancang sebuah arsitektur tidak bisa lari dari geometri. Geometri dalam arsitektur memiliki sifat mengikat, karena sebagai perancang tidak bisa tidak mempertimbangkan geometri.

Sumber : arsitektur.net



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Lansekap VS Perubahan Iklim Global Yang Extrem

Arsitek Lansekap VS Perubahan Iklim Global Yang Extrem


Arsitek Lansekap VS Perubahan Iklim Global Yang Extrem

Saat sekarang ini issue perubahan iklim global sedang melanda dunia dan perubahan nyata terjadi dimana-mana akibatnya berbagai kebijaksanaan pemerintah negara dirumuskan dan beraneka-ragam tindakan dan slogan kampanye dari organisasi-organisasi lingkungan seakan saling berlomba-lomba mencari solusi dan strategi yang jitu untuk meredam dampak akibat perubahan iklim.

Indonesia pun di penuhi dengan berbagai diskusi, seminar dan bahkan demonstrasi mengenai pentingnya menemukan strategi pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan hidup, semua itu seakan menjadi ‘parameter’ ke ikutsertaan pemerintah RI dalam gerakan meredam dampak perubahan iklim tersebut.

Dalam kaitannya terhadap perubahan iklim yang terjadi seorang Arsitek Lansekap sudah seharusnya mempunyai beban tanggung jawab dalam mereduksi segala aktifitas yang berdampak negative bagi planet bumi.

Kenapa….????

Oleh karena didalam Ilmu Arsitektur Lansekap terkandung 3 nilai dalam pengaplikasiannya yang menjadi 3 pilar utama. Yaitu;

- Tanggung jawab terhadap lingkungan

- Peningkatan kualitas estetika

- Keseimbangan fungsi-fungsi sosial

Ke 3 pilar ini jugalah yang menjadi Batasan dan Kerangka ( frame-work) bagi seorang Arsitek Lansekap bekerja dalam menangani setiap proyek bagi perorangan maupun komunitas yang lebih luas.

Meskipun kadang alasan ekonomi menjadi ‘tembok penghalang’ dan membuat rasa empati menjadi semakin hambar untuk menemukan dan menciptakan suatu strategi yang jitu demi menyiasati dampak akibat perubahan iklim.

akan tetapi berbekalkan sebuah MANTRA “Lakukan yang terbaik bagi Komunitas Masyarakat” di landasi dengan sikap mental altruisme, diharapkan seorang arsitek lansekap dapat menjadi agen-agen perubahan yang dapat berperan memberikan motivasi dan memberikan keteladanan atas pemberdayaan suatu modul strategis yang jitu dan bermanfaat bagi masyarakt luas .

Sumber : smartlandscape.wordpress.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi