Tampilkan postingan dengan label Rumah Idaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Idaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Maret 2008

Rumah Idaman Saat Krismon

Membangun Rumah Idaman

Agar harga rumah terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, perlu dicari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan kota tapi masih tetap diminati oleh masyarakat.

Rumah murah kini menjadi incaran masyarakat kelas menengah ke bawah. Itu karena daya beli mereka menurun. Di sisi lain, harga rumah semakin melonjak. Bagi kalangan ini, bisa memiliki rumah dengan harga yang murah menjadi idaman.

Namun konsekuensinya, rumah murah terletak cukup jauh dari pusat kota. Di kota metropolitan seperti Jakarta kebanyakan rumah murah dan terjangkau berlokasi di daerah pinggiran yang jarak tempuh ke Ibu Kota sekitar 1-2 jam. Bekasi, Bogor, Tangerang, Karawang, dan Depok menjadi kawasan penyangga Jakarta.

Hal ini bisa dipahami karena harga tanah di daerah pinggiran masih relatif murah jika dibandingkan di dalam kota. Karenanya, para pengembang pun memilih lokasi di pinggiran kota untuk membangun rumah idaman dengan harga yang relatif murah.

''Kalau kita lihat dari harganya, yang murah memang berada di daerah pinggiran. Di Bogor, misalnya di daerah Parung, Cilebut, Bojonggede, Citayam, dan sekitarnya,'' ujar Rachmad, seorang pemasar sebuah perusahaan pengembang, kepada Republika, pekan lalu.

Konsumen pun tahu konsekuensi dari membeli rumah dengan harga murah itu terletak di pinggiran Jakarta. ''Saya suka perumahan itu. Kelihatannya asri. Harganya pun murah. Tapi letaknya agak jauh, di Cileungsi,'' ujar Tri, seorang pegawai pemerintah, sambil melihat-lihat stan perumahan milik sebuah pengembang besar di arena Pameran Rumah Murah, yang berlangsung di Kartini Expo Center, Jakarta, dari 1-9 April.

Kenaikan jumlah RSH

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI), Ir Fuad Zakaria, menyatakan pemerintah memiliki program penyediaan rumah murah bagi masyarakat menengah ke bawah lewat gerakan sejuta rumah. Yang dibangun adalah rumah sederhana sehat (RSH).

Tahun ini, pihaknya optimistis jumlah RSH yang akan dibangun lebih banyak lagi dibandingkan tahun lalu. ''Saya yakin tahun ini kita bisa melampaui 100 ribu unit. Bahkan mungkin bisa sampai 125 ribu unit RSH yang kita bangun,'' ujarnya.

Tahun ini, lanjut Fuad, kondisinya lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu yang terjadi gejolak harga akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Kendala seperti itu tidak akan terjadi pada 2006.

''Tarif dasar listrik tidak jadi dinaikkan. Ini kabar baik bagi semua pihak. Jadi, kondisi tahun ini lebih baik karena tidak ada kendala. Karenanya jumlah RSH yang akan dibangun pun dipastikan akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu,'' ujarnya menambahkan.

Optimisme ini juga didukung dengan kemampuan dari bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya Bank Tabungan Negara (BTN). Pada 2005 lalu, BTN menargetkan membiayai 75 ribu unit RSH. Tapi realisasinya bisa mencapai 78 ribu unit. Kondisi 2006 ini, menurut Fuad, akan makin bagus jika Inpres tentang percepatan pembangunan perumahan bisa tersosialisasi dengan baik kepada semua pihak.

Harga rumah
Fuad menuturkan, harga jual rumah sangat tergantung dua komponen utama. Harga tanah dan biaya produksi. Karena harga tanah di kota semakin lama semakin membumbung, agar harga rumah terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, perlu dicari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan kota tapi masih tetap diminati oleh masyarakat. Desain dan arsitekturnya tetap harus dibuat semenarik mungkin agar disukai oleh masyarakat.

Sedangkan biaya produksi meliputi anggaran pembangunan, termasuk di dalamnya adalah biaya perizinan. ''Harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah untuk RSH adalah Rp 42 juta. Menurut saya, harga ini masih cukup terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,'' ujar Fuad.

Direktur PT Jaringan Selera Asia (JSA) -- developer yang banyak mengembangkan perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah -- Ikang Fawzi, menuturkan, jika komponen biaya perizinan bisa diturunkan maka harga rumah bisa lebih murah lagi. Biaya perizinan ini bisa mencapai sekitar 5-15 persen dari seluruh biaya produksi.

Kalau masalah perizinan ini bisa ditekan lagi, tutur Ikang, otomatis harga jual rumah juga bisa lebih rendah. Tapi ini tergantung political will pemerintah daerah. Ada daerah yang sudah membebaskan biaya perizinan untuk rumah sederhana, tapi ada juga yang belum. ''Di sinilah kami mengharapkan pemerintah pusat untuk mendorong pemerintah daerah agar membebaskan biaya perizinan bagi rumah sederhana,'' lanjutnya.

Saat ini, lanjut Ikang, untuk menekan biaya produksi dan harga jual rumah agar bisa tetap terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah, banyak pengembang melakukan efisiensi di semua bidang. Namun hal ini tidak mengurangi kualitas rumah yang akan dibangun. Artinya, rumah yang dibeli masyarakat menengah ke bawah dengan harga murah tetap bisa menjadi sebuah kebanggaan. Hal inilah yang tetap dipedomani oleh PT JSA ketika membangun perumahan sederhana untuk masyarakat menengah bawah.

Pengusaha yang dikenal sebagai penyanyi rocker ini menuturkan, bagi masyarakat menengah ke bawah yang penghasilannya dibawah Rp 2 juta per bulan, membeli RSH adalah satu-satunya pilihan. Sebab tingkat penghasilan mereka memang hanya mampu untuk membeli RSH yang cicilannya sekitar Rp 600 ribu per bulan.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Negara Perumahan Rakyat, memiliki program untuk membantu mereka dengan memberikan bantuan berupa subsidi uang muka. Menurut pengalaman Ikang menekuni bisnis ini selama 15 tahun, masyarakat bawah akan semakin berkembang kemampuannya. Misalnya sekarang hanya mampu beli RSH tipe 22, ketika gaji atau penghasilannya semakin meningkat, mereka bisa membeli rumah baru yang lebih besar atau mengembangkan rumah yang lama. Konsep rumah tumbuh kini banyak disukai oleh masyarakat.




Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 11 Januari 2008

Rumah Idaman; Fungsional dan Aman

Rumah Idaman; Fungsional dan Aman

Jasa Bangun Rumah Online

Punya keinginan membangun rumah idaman? Jangan terburu nafsu, karena bujukan teman atau saudara yang sudah lebih dulu punya rumah. Atau ’nafsu’ mengikuti model rumah yang sedang tren. Jangan nanti anda sudah membangun rumah dengan susah payah, malah tidak sesuai dengan jiwa anda bahkan membuat anda sendiri tidak betah.

Pertama yang harus anda perhatikan adalah aktifitas anda. Jika anda termasuk kategori sibuk, seperti pulang kerja sudah malam dan berangkat kerja harus pagi, maka otomatis kegiatan anda lebih banyak di kamar. Karenanya buatlah kamar anda senyaman mungkin atau fokuskan pembangunan rumah di kamar anda. Demikian juga bila anda amat suka berlama-lama di kamar mandi, maka kamar mandi bisa menjadi titik fokus rumah anda.

Keberadaan ruang tamu bisa diabaikan, dengan alasan orang yang bertandang ke rumah anda pastinya adalah orang yang sudah dekat dengan keluarga anda. Maka di ruang keluarga anda bisa menjamu ’tamu’ anda. Jadi areal untuk membuat ruang keluarga menjadi lebih luas kan? Kalau sekedar tamu yang temporary, anda bisa menerimanya di teras atau gazebo anda.

Ruang tidur tamu juga tidak perlu anda pikirkan. Jika dalam sebulan anda belum tentu menerima tamu yang menginap di rumah anda, sebaiknya tidak perlu membuat ruang tidur tamu. Anda bisa manfaat ruang tersebut untuk ruang lainnya. Jika ingin membuat rumah bertingkat, pertimbangkan anggota keluarga yang sudah sepuh (tua) serta balita. Buatlah tangga yang aman, untuk meminimalisir kecelakaan dalam rumah. Jika ada balita di rumah anda, buatlah pintu pengaman di bawah anak tangga, agar balita anda tidak bermain di sepanjang anak tangga, ini sangat membahayakan.

Sementara untuk dapur, anda harus punya perhitungan yang matang, karena dapur memerlukan banyak komponen, seperti kompor gas, lemari pendingin, microwave dan sebagainya. Bila dikalkulasikan, dana untuk pembangunan dapur beserta isinya lebih besar ketimbang ruangan lainnya. Penataannya juga harus sedemikian rupa, agar dapur anda tampil cantik. Karena banyaknya perangkat listrik di dapur, usahakan agar kabelnya dapat tertata denga baik agar aman dan tidak terjangkau balita anda.

Jangan pula membuat rumah hanya terpatok pada besarnya saja, lebih baik bangun rumah secara fungsional. Misalnya, anda punya keluarga terdiri dari empat orang anggota keluarga, dua putra yang sedang beranjak dewasa serta anda dan pasangan. Hanya karena anda merasa aktifitas putra-putra anda yang bejibun, maka anda membangun rumah yang super besar agar bisa menampung seluruh aktfitas mereka. Bisa jadi saat rumah anda rampung, putra sulung anda menikah, memutuskan hengkang dari rumah dan membangun keluarga sendiri. Beberapa tahun kemudian putra bugsu anda menyusul kakaknya. Alhasil di rumah besar tersebut anda hanya tinggal berdua.

Agar rumah yang anda bangun bisa menjadi rumah idaman, sebaiknya perhitungkan dengan baik nilai fungsional tiap ruangannya. Karena rumah tersebut akan menjadi jiwa dan roh anda, maka harus anda pertimbangkan dengan baik, agar upaya anda ini tidak menjadi mubazir. So, built your sweet home...


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi