Sabtu, 29 Maret 2008

"bongkar rumah" Renovasi Rumah Secara Berkala

Renovasi Rumah Tinggal secara Berkala

Yoppy OL

Bosan dengan tampilan rumah Anda? Punya dana lebih untuk suatu suasana yang lebih fresh dan "hidup"? Maka, silakan melakukan make over "bongkar rumah" (perombakan/renovasi/perubahan) atas rumah Anda sesuai selera dan dana yang tersedia. Ini fenomena yang secara diam-diam mulai ngetren di tengah masyarakat kita.

Kita tak boleh menyalahkan perasaan bosan yang memang ada pada diri setiap manusia. Perasaan bosan atau jenuh merupakan sifat ekspresif manusia sebagai insan yang berakal-budi. Namun, kebosanan atau kejenuhan yang berkepanjangan dapat mematikan kreativitas dan motivasi seseorang.

Demikian halnya kejenuhan atas suasana sekeliling, misalnya suasana kantor (tempat kerja) atau rumah (tempat tinggal), berdampak pada kualitas kehidupan manusianya. Merosotnya kualitas kehidupan dengan sendirinya menarik ke bawah kualitas kerja dan kualitas ide.

Manajemen perusahaan yang memahami hal ini berusaha menghalau kejenuhan dari hati para karyawannya dengan merenovasi kantor (meski sekadar mengganti warna cat dinding) secara berkala. Usaha paling minimal yang dilakukan untuk mengatasi soal psikis itu ialah dengan mengubah posisi meja (kamar) kerja para karyawan secara berkala. Suasana baru diharapkan memberi elan dan kesegaran baru bagi para pekerja.

Suasana rumah yang monoton apakah membawa kejenuhan bagi para penghuninya? Diakui atau tidak, inisiatif merenovasi rumah, sekecil apa pun, merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut. Sebagian orang yang kaya tak mau menunggu lama untuk merenovasi periodik terhadap rumah mereka.

Nuansa baru

Perubahan baru, tampilan baru, juga warna-warna baru menghadirkan nuansa baru yang merangsang saraf-saraf sensitif pada otak kita dan menghasilkan reaksi impresif yang melahirkan ide kreatif. Itu sebabnya setiap perubahan yang menghasilkan nuansa baru senantiasa memberikan semangat hidup dan sumber ide yang lebih segar pula.

Perusahaan berbasis ide-ide kreatif dan inspiratif seumpama production house, periklanan, penerbitan majalah, dan salon kecantikan biasanya sangat mengerti dan mengapresiasi fenomena yang mulai meluas ini.

Lepas dari masalah kecocokan dan selera, nuansa baru yang muncul di sekeliling kita senantiasa memberikan spirit karena nuansa baru lekat dan kental dengan hal-hal kebersihan, pembaruan, dan semangat kreatif.

Jangka waktu periodik make over yang umum dilakukan ialah sekali dalam setahun. Meskipun demikian, jangka waktu periodik make over sekali dalam dua tahun masihlah wajar dan tidak dapat dikatakan telat.

Make over pada rumah tinggal—secara berjenjang dari kategori berat sampai yang paling ringan—dapat dilakukan terhadap fisik bangunan (fasad dan struktur), penataan ulang komposisi ruang, penggantian elemen interior (furnitur dan aksesoris) dan penggantian warna cat.

Bagi yang tinggal di apartemen, make over dapat dilakukan pada elemen interior dan permainan warna cat. Adapun perubahan pada fasad tidak mungkin dilakukan, demikian pula halnya terhadap struktur bangunan.

Inisiatif semacam ini bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Semuanya kembali pada soal selera, keinginan, dan kesiapan budget masing-masing orang.

renovasi rumah

Yoppy OL Pemerhati Masalah Perumahan



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jumat, 28 Maret 2008

Rumah tumbuh sebagai solusi

Rumah Tumbuh

Arsitek Denah Gambar Desain Model Design Tipe Gaya Bangun Renovasi

Punya dana terbatas untuk membangun rumah idaman ?Jangan takut, bagaimana caranya?
Dana atau luas lahan yang terbatas tidak lagi menjadi kendala bagi anda untuk membangun rumah idaman sesuai impian.Karena sekarang rumah tumbuh bisa menjadi solusi praktisnya.Hal ini banyak terjadi pada pasangan muda yang tinggal dan menetap di kota-kota besar di Indonesia. Karena umumnya dengan dana yang terbatas, banyak pasangan harus berpikir ulang bila ingin membangun kembali rumah mereka.
Gak perlu bingung karena saat ini sudah ada salah satu cara untuk mewujudkan impian tersebut, yaitu dengan merancang rumah tinggal dengan konsep rumah tumbuh. Sesuai dengan namanya, rumah tumbuh adalah rumah tinggal yang pembangunannya bertahap.Semua ini tergantung pada kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan keuangan pemilik rumah.
Secara umum, konsep rumah tumbuh terbagi menjadi dua, yaitu vertikal dan horizontal. Konsep rumah tumbuh horizontal mempunyai pengembangan yang lebih mudah. Hal ini disebabkan karena pemilikan lahan yang luas, tidak ada masalah bila harus mengembangkan ke samping atau melebar.Tetapi persoalannya di kota-kota besar seperti Jakarta, untuk mendapatkan tanah yang luas tentu saja bukan hal yang mudah. Kalaupun ada, pasti dengan harga yang mahal dan akan menguras dana.
Oleh sebab itu, di kota-kota besar, rumah tumbuh kebanyakan secara vertikal. Lalu, apa yang harus dipersiapkan dengan konsep rumah tumbuh secara vertikal? Syarat utama adalah fondasi dan struktur rumah harus kuat dan kokoh.
Jadi gak perlu takut lagi kan?

Arsitek Denah Gambar Desain Model Design Tipe Gaya Bangun Renovasi

Sumber: GriyaDesignDOTcom



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Rumah Yang Asri Dan Lapang

Rumah Yang Asri Dan Lapang

Membangun rumah tentu membutuhkan trik dan desain sesuai yang diinginkan. Ukuran tanah dan lingkungan akan menjadi faktor penentu. Lantas apa lagi yang akan dilakukan? Ikuti tanya jawab berikut ini.

Bapak Nurhadi yang terhormat,

Kami memiliki sebidang tanah berukuran 12,5 x 15 meter. Di atas lahan tersebut, kami berniat membangun sebuah rumah dengan ukuran 62 meter persegi. Kami menginginkan rumah yang asri dan lapang tanpa terlalu banyak sekat, tetapi tetap dapat memberikan privasi kepada kami. Bisakah Bapak membantu kami membuatkan desain rumah impian kami tersebut?
Adapun ruangan yang kami inginkan antara lain kamar tidur utama, kamar tidur anak, kamar pembantu, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, 2 buah kamar mandi, dapur, dan gudang. Demikian surat kami dan atas bantuan Bapak kami ucapkan banyak terimakasih.

Witjaksono - Salatiga

Bapak Witjaksono di Salatiga,
Kapling yang Bapak miliki cukup luas untuk menampung program ruang yang diinginkan. Kesan luas ruangan dapat dirasakan di ruang makan dan ruang keluarga yang menyatu dengan taman dalam. Taman dibuat tanpa pembatas untuk menambah keasrian ruang dalam. Sementara tempat jemuran dibuat di atas kamar pelayan dan kamar mandi dengan dak beton.
Selamat membangun. Nova



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Kamis, 27 Maret 2008

Mempertahankan Nuansa Alam dengan Pola Rumah Kampung

Mempertahankan Nuansa Alam dengan Pola Rumah Kampung

MENGHADIRKAN suasana alam ke dalam lingkungan rumah sebagai strategi untuk membuat lingkungan rumah lebih asri, ternyata belum cukup bagi sebagian orang. Masih ada taktik lain yang jauh lebih ampuh untuk membuat lingkungan rumah menjadi asri, yakni mempertahankan nuansa alam dengan konsep sebaliknya dengan menghadirkan rumah di alam terbuka bukan menghadirkan sekadar taman di lingkungan rumah.

SETIAP bagian rumah dibuat terpisah beberapa bagian, agar alam yang asli tidak perlu diubah atau diganggu. Misalnya, bangunan utama yang terdiri atas kamar tamu utama, ruang makan dan ruang bersantai berada di satu bangunan tersendiri. Kamar tamu dan ruang juga dibuat pada bangunan terpisah. Selain itu, ditambah lagi kamar kerja yang terpisah.

Konsep itu, sebenarnya menurut pemiliknya, keluarga Rizal Arsyad dan Diah Sulasmo, adalah memakai pola rumah kampung, di mana bangunan yang didirikan di atas sebidang tanah mengikuti pohon-pohon yang terdapat di atas lahan itu. Pohon-pohon besar yang sudah ada terlebih dulu berada di lokasi tersebut akan dipertahankan sebisanya.

Menurut Diah, sebagai orang yang cinta lingkungan alam yang asli, sejak awal saat membeli tanah untuk hunian, tak ada niat sama sekali untuk menebang pohon yang ada di atas lahan seluas 3.000 meter yang dibelinya di Kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, bangunan rumah yang ia bangun tahun 1990 didesain terpisah beberapa bagian agar seluruh hunian berada di tengah alam terbuka. Dia tak ingin sekadar bangunan besar dengan ruangan yang terpisah tembok seperti rumah pada umumnya.

Diah mengaku meniru konsep yang ada di "kampung-kampung" untuk membangun rumahnya, di mana dalam satu tanah keluarga terdiri atas banyak bangunan yang fungsinya berbeda.

Selain itu, juga bagian dari keinginan suaminya yang senang dengan bangunan yang dipertahankan ciri klasiknya.

"Dulu suami saya pernah tinggal di Holland, di mana bangunan tua diwajibkan dipertahankan dan tak bisa diganti dengan bangunan yang desain modern. Soal isinya, bisa disesuaikan dengan selera pemiliknya," ujar Diah.

Bahan bangunan juga diusahakan menggunakan bahan alam, seperti kayu damar yang tak perlu pengecatan. Kemudian dinding dengan batu bata yang tak lagi dilapisi dengan semen, agar dapat dipertahankan keaslian warna dari bahan bangunannya.

Keputusan untuk tidak melakukan pengecatan, ternyata tidak membuat bangun lalu tampak tua dan kusam setelah berumur sekitar sepuluh tahun lebih. Hal itu karena angin sangat bebas berembus di antara bangunan yang terpisah-pisah.

Bahkan duduk di teras bangunan pada siang hari, terik matahari nyaris tak terasa panas.

Sebab, kulit diterpa oleh angin yang seolah-olah sengaja dijebak oleh bangunan yang terpisah-pisah di atas lahan tersebut.

MEMPERTAHANKAN warna alamiah dari seluruh bahan bangunan yang digunakan ternyata memberikan tambahan keasrian dari seluruh bangunan. Ditambah lagi mebel yang juga sederhana. Misalnya, meja makan di dapur, dibuat sendiri dari kayu, yang tidak lebih seperti meja makan di warung Bakso Lapangan Tembak Senayan yang cukup terkenal di Jakarta.

Sebagian atap dapur, juga menggunakan genteng yang transparan sehingga cahaya matahari dapat bebas masuk sebagai penerangan pada siang hari. Sementara itu, untuk mengatasi agar terik panas matahari tak ikut masuk ke dalam rumah, sebagian ventilasi udara diatur sedemikian rupa, untuk jalan masuknya angin.

Pada sudut halaman terdapat kolam renang dengan ukuran 6 x 12 meter, yang pada dindingnya juga didesain secara alami sehingga kolamnya pun tidak memberikan kesan mewah bagi rumah itu secara keseluruhan. Pada salah satu sisi kolam, diletakkan dua patung yang memancurkan air ke kolam sehingga suara air bisa menambahkan kesejukan di tengah halaman rumah.

Aksesoris bangunan yang juga menarik adalah piring-piring antik bercorak Cina yang sengaja ditempel secara permanen di beberapa sudut bangunan. Detail semacam itu, cukup kreatif membuat bangunan rumah juga semakin anggun di tengah kesederhanaan karena dibiarkan tanpa pengecatan.

Memang sulit meniru konsep membangun rumah ala pasangan Rizal dan Diah sebab memang memerlukan luas lahan yang relatif luas.

Tetapi sebenarnya ada pelajaran yang dapat dipetik, di antaranya mempertahankan semaksimal mungkin kelestarian alam.

Jika belajar mempertahankan alam, kita ketahui tidak sedikit orang memotong satu pohon di depan pagar mereka, hanya untuk memperluas ruang parkir kendaraan di rumahnya. Padahal, mematikan satu pohon di sudut rumah sama saja mengurangi "cahaya" kehidupan rumah karena nuansa kehidupan itu ternyata ikut mati bersama pohon yang ditebang.Kompas



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Untung Rugi Membangun Rumah Tumbuh

Untung Rugi Membangun Rumah Tumbuh

BANYAK keluarga muda punya cita-cita membangun rumah yang sesuai dengan seleranya. Namun apa daya, kadang mimpi tidak sesuai kenyataan. Uang pas-pasan, itu pun pinjaman dari kantor. Maka kerap kali cita-cita tidak kesampaian. Beli saja rumah jadi. Soal kualitas dan selera terpaksa dikesampingkan.

NAMUN, mungkin ini ada jalan keluarnya. Misalnya beli saja tanahnya kemudian bangun rumahnya secara bertahap. Untuk itu perlu memperhatikan beberapa langkah berikut ini.

Pertama, yang paling penting tentu saja buat blue print rumah. Kalau bisa, konsultasikan dengan rekan yang tahu soal mendesain rumah. Blue print akan menjadi pedoman Anda mengurus izin mendirikan bangunan alias IMB. Ingat jangan main bangun tanpa IMB. Alih-alih ngirit, malah kantong jadi jebol. Kalau IMB sudah di tangan, Anda tinggal membuat skala prioritas ruang mana dulu yang akan dibangun lebih dulu Kedua, maklum dana kita kan terbatas. Jadi yang penting-penting dulu (esensial), misalnya kamar mandi dan ruang keluarga. Ruang keluarga untuk sementara bisa multifungsi sebagai kamar tidur, ruang makan, dapur. Sedangkan kamar mandi tadi sangat diperlukan.

Ketiga, finishing, yang merupakan komponen cukup besar dalam membangun (bisa 30 persen dari harga bangunan) bisa dilakukan pelan-pelan. Dinding luar boleh saja tidak diplester dan dicat. Tapi dinding dalam kalau bisa di kapur atau diselesaikan dengan cara lainnya. Atau sama sekali memang dinding diekspose (tanpa finish), tetapi dengan catatan pengerjaan harus rapi.

Keempat, pemilihan cat dinding pun dianjurkan yang terang- terang (warna terang). Untuk menghemat pencahayaan buatan (lampu). Perlu dibuat rak-rak secukupnya. Maklum, ruangan multifungsi ini pasti menjadi ajang kumpul keluarga. Jadi, barang masing-masing penghuni, pasti berserakan di sana sini.

Kalau kemudian uang agak berlebih lagi, boleh juga membangun kamar pembantu dan kamar mandinya. Sementara area untuk jemur pakaian disisakan dari halaman di belakang.

Sementara Anda sudah bisa mendiami, uang pun terkumpul lagi. Anda bisa menambah kamar tidur utama dan kemudian satu kamar tidur anak dan seterusnya sampai bangunan secara keseluruhan berhasil didirikan.

Memang membangunnya perlu kesabaran dan perencanaan matang. Namun setidaknya keprihatinan Anda membuahkan kepuasan tersendiri. Inilah "istana" Anda, yang Anda bangun sesuai dengan keinginan Anda.

NAMUN, bagaimanapun juga ada keuntungan dan kerugian apabila membangun sendiri rumah tumbuh dibandingkan dengan membeli langsung jadi.

Kelebihan

1. Anda membangun rumah sendiri, kalau perlu Anda terlibat langsung dalam pengawasan pelaksanaan maupun pengawasan keuangan. Berarti Anda mendapatkan bangunan dengan kualitas dan harga dan desain rumah yang paling baik dari yang Anda inginkan.

2. Anda bisa menentukan sendiri progres/jadwal pembangunan rumah Anda. Sesuai dengan keadaan keuangan. Jadi, Anda tidak terikat dengan jadwal cicilan seperti kalau Anda membeli dengan fasilitas KPR (kredit pembelian rumah).

3. Anda bebas menentukan lokasi dari rumah Anda. Dan kalau sedikit beruntung, Anda mungkin bisa mendapat lokasi yang sedikit mendekati pusat kota/dekat dengan lokasi kerja Anda sehingga di kemudian hari Anda dapat menghemat waktu dan uang transpor Anda.

4. Anda bisa melakukan perubahan-perubahan desain yang mungkin Anda inginkan atau Anda perlukan dalam proses pembangunan.

5. Karena Anda sendiri terlibat banyak dalam pembangunan. Di kemudian hari Anda bisa melakukan sendiri perawatan dan perbaikan rumah Anda.

6. Anda bisa menikmati kepuasan tersendiri dalam proses membangun maupun pada saat mendiami rumah Anda. Dan Anda sedikit banyak mendapatkan suatu pengetahuan dan keahlian yang mungkin akan berguna di masa datang.

Kerugian

1. Anda harus mempunyai dana sedikit banyak di permulaan untuk mendapatkan lahan.

2. Anda atau istri Anda harus bisa meluangkan waktu sedikitnya tiga jam sehari untuk mengurus dan mengawasi jalannya pembangunan rumah Anda.

3. Karena lahan Anda bukan dalam kompleks perumahan baru. Kemungkinan besar Anda tidak dapat menikmati fasilitas umum yang memadai.

Berikut tips yang perlu diperhatikan kalau Anda telah memutuskan untuk membangun sendiri rumah Anda secara bertahap:

1. Karena harus membeli lahan sendiri, Anda harus berhati- hati dalam mendapatkan lahan tersebut. Sebelum memutuskan untuk membeli perhatikan surat-surat. Periksa ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) setempat. Periksa ke Dinas Tata Kota/ Daerah untuk peruntukan dari lahan Anda. Apakah di lahan Anda boleh dibangun rumah tinggal yang sesuai dengan keinginan Anda. Kalau di DKI Jakarta informasi bisa di dapat di kantor kecamatan setempat.

2. Rancang bangun untuk rumah tumbuh tentu sedikit memerlukan keahlian teknis untuk membuatnya. Jangan ragu-ragu memanfaatkan tenaga ahli perancangan. Mereka tidak semahal yang diperkirakan dan Anda akan mendapatkan bahwa bantuan mereka bernilai manfaat lebih dari imbalan jasanya. Atau Anda bisa memanfaatkan bantuan konsultasi arsitektur Cuma-Cuma dari Lembaga Bantuan Arsitektur, lembaga pengabdian masyarakat yang disediakan oleh IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Atau yang disediakan oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi yang memiliki jurusan Arsitektur.

3. Tentukan tinggi permukaan lantai rumah Anda sedikitnya 60 cm dari permukaan jalan di depan rumah Anda. Untuk mangantisipasi kemungkinan dinaikannya permukaan jalan tersebut di kemudian hari.

4. Kalau Anda sendiri harus membeli bahan bangunan, Anda harus rajin men-"survei harga" dan juga kualitas. Karena, kecuali untuk bahan tertentu, seperti semen dan cat, harga dan kualitas sangat bervariasi. Katakan kepada penjual bahwa Anda akan menghuni rumah yang sedang Anda bangun. Anda akan ditawarkan kualitas bahan yang baik.

Saptono Istiawan Arsitek, tinggal di Jakarta



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Sabtu, 22 Maret 2008

Tren Eksterior Rumah di Jabodetabek

Tren Eksterior Rumah di Jabodetabek
Mediterania dan Minimalis
Paling Diminati Konsumen


JAKARTA – Bila punya waktu senggang cobalah berjalan-jalan di Perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), di kawasan Jakarta Utara. Atau coba pula ke kompleks perumahan Kota Wisata di Cibubur. Khususnya, bagi Anda yang berdomisili di sekitar kawasan Serpong atau Tangerang, cobalah meluangkan waktu mengitari perumahan Bumi Serpong Damai (BSD). Bila Anda jeli, maka kita akan menemukan kesamaan dari tipe, bentuk dan desain eksterior rumah-rumah yang tersusun rapi?

Ya. Itulah tema Mediterania yang saat ini sangat digemari konsumen, khususnya masyarakat di sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Memang selain tema Mediterania masih ada tema lainnya semisal Art Deco, Gothic, dan gaya Yunani. Namun Mediterania-lah yang kini tengah menjadi tren.
Mengapa tema ini diminati? Dhony Rahajoe, Manajer Promosi Perumahan BSD, berpendapat, selera masyarakatlah yang menentukan segalanya. Menurutnya, tema Mediterania memang belum lama menjadi tren di sektor properti, khususnya perumahan kelas menengah dan atas.
“Penyebabnya karena ada perubahan kultur pada masyarakat kita khususnya golongan menengah atas. Dulu bentuk Mediterania sama sekali tidak dilirik, dan konsumen juga tidak terlalu mempermasalahkan bentuk dan eksterior dari rumah yang akan dihuni. Prinsipnya, asal rumah aman dihuni. Tetapi kini konsumen semakin selektif dan mulai memperhatikan keindahan,” kata Dhony Rahajoe.
Dhony mengakui, dibandingkan tema lainnya, Mediterania memang terkesan lebih ceria karena warna-warna yang menyertainya umumnya warna pastel. Bentuk eksterior dan desain rumah juga lebih rileks dan tidak kaku seperti rumah kebanyakan, dengan ornamen-ornamen khusus di sana-sini. BSD sendiri, jelas Dhony, selalu mengikuti perkembangan selera konsumen sebelum membangun suatu cluster tertentu yang mengusung tema tertentu.
“Seperti pada Taman Chrysant 2 yang bentuk rumahnya bergaya Yunani, kita tidak mungkin langsung membangun seluruh rumah. Bisa-bisa nanti tidak laku. Awalnya, kita coba bangun beberapa rumah dengan gaya Yunani. Eh, ternyata laris manis. Lantas kita putuskan membangun cluster khusus dengan seluruh bangunan bergaya Yunani,” katanya.

“Sold”
Sementara itu, Perumahan elit Pantai Indah Kapuk (PIK) yang punya produk terbaru yaitu cluster Bukit Golf Mediterania, juga mengusung tema Mediterania. Indra Bramono, General Affairs Manager PT Mandara Permai, developer yang mengembangkan PIK, dalam perbincangan dengan SH mengakui, lebih dari setengah rumah-rumah yang ditawarkan dan berjumlah sekitar 1.800 unit sudah sold alias terbeli.
“Konsepnya adalah Mediterania, di mana masing-masing cluster punya akses cuma satu, sehingga eksklusivitas oke. Bukit Golf Mediterania juga dilengkapi jogging track di antara rumah yang satu dengan lainnya dengan lebar 3 meter. Lalu ada dua country club, di masing-masing sudut Utara, Timur, Barat dan Selatan,” paparnya.
Di kawasan yang sedang dikembangkan ini, PT Mandara Permai mengusung konsep PIK sebagai mixed use area atau areal multi fungsi yakni sebagai pusat komersial dan hunian eksklusif. Di tengah hunian ada shopping arcade dengan konsep city walk. Lantas di belakang shopping arcade ada townhouse atau rumah tinggal eksklusif. Ada pula Diamond Circle yang di dalamnya bakal dibangun pusat belanja, apartemen, perkantoran, dan lain-lain. Untuk mengembangkan cluster yang prestisius ini, Indra mengungkapkan pihak Mandara Permai menggandeng developer lainnya, yakni Agung Podomoro dan Agung Sedayu Grup. Ia cukup optimis cluster Bukit Golf Mediterania akan mencapai prestasi dari perumahan PIK yang sudah lebih dulu hadir, dimana dari sekitar 1.600-an unit rumah mewah sekitar 90 persennya sudah dihuni.
Tema Mediterania juga cukup kental terasa di Perumahan Kota Wisata yang berlokasi di kawasan Cibubur. Itu karena manajemen Kota Wisata sengaja merangkum konsep Lima Benua untuk desain rumah di sana. Mulai dari gerbang masuk, jenis, bentuk, eksterior serta suasana rumah disesuaikan dengan nuansa internasional. Pesona Monaco, Sentra Eropa, Orlando, Pesona Beverly Hills, hingga Mediterania, menyatu dalam cluster-cluster yang ada disini.
“Kota Wisata merupakan pionir untuk konsep Lima Benua. Jadi tipe-tipe rumah kita disain bernuansa mancanegara termasuk Mediterania,” kata Handrean Hidayat, Sales Manager Kota Wisata.
Kota Wisata dibangun oleh konsorsium PT Duta Pertiwi (anak perusahaan Grup Sinar Mas) bersama dengan Marubeni (Jepang), Land and House (Thailand) dan LG (Korea Selatan).

Minimalis
Belakangan, tema lainnya yakni tema Minimalis, juga kian digemari. Tema yang berangkat dari Negeri Matahari Terbit, Jepang, itu, cukup berbeda dari tema Mediterania. Pada tema ini tidak banyak ornamen atau desain khusus pada bentuk bangunan rumah dan bangunan lebih terkesan simple namun tetap indah dipandang. Dari segi warna, pada tema Minimalis juga tidak terlalu mencolok karena memanfaatkan warna-warna silver, abu-abu, termasuk warna putih dan pastel.
Salah satu perumahan kelas atas yang memanfaatkan tema Minimalis adalah Perumahan Mahogany yang juga berada di kawasan Cibubur. Perumahan yang kini sedang dipasarkan oleh developer PT Suryamas Dutamakmur itu menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi konsumen kelas atas, apalagi jika bukan tema Minimalis. Di sini harga rumah berkisar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.
Sedangkan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Perumahan Kayu Putih Residences yang harga rumah terendahnya sekitar Rp 1 miliar, juga mengusung tema Minimalis. Asal tahu saja, rumah-rumah yang dipasarkan oleh developer Premiere asal Prancis tersebut, juga diserbu oleh peminat. Luar biasa bukan?
Gambaran di atas menunjukkan, perumahan khususnya bagi kelas menengah atas, terus mengalami dinamika/perubahan. Tema Mediterania dan Minimalis, adalah selera terkini dari kultur budaya masyarakat. Ini juga membuktikan bahwa sektor properti utamanya perumahan adalah juga menjadi cermin dari selera masyarakat kita.
Sumber: Sinar Harapan



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Teliti Sebelum Membeli Rumah

Teliti Sebelum Membeli Rumah


DALAM sepuluh tahun terakhir muncul banyak kasus penipuan oleh segelintir pemain properti terhadap konsumen. Umumnya terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya. Praktik penipuan ini tidak banyak diadukan ke polisi karena konsumen umumnya memilih menyelesaikan sendiri masalahnya.

Menilik kasus-kasus yang muncul, umumnya dilatarbelakangi beberapa hal. Pertama, penipuan. Kedua, mutu bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Ketiga, lahan tempat rumah atau apartemen itu dibangun bermasalah. Keempat, lingkungan sangat buruk, tandus, tidak ada pepohonan, tak ada air bersih, banyak penyamun, dan berisik.
Kasus pertama, penipuan. Ini terjadi karena pengembangnya nakal.

Pengembang merilis brosur cakep lalu menunjukkan areal luas yang akan digunakan. Untuk meyakinkan pembeli, pengembang busuk ini membangun kantor proyek yang dingin dan wangi juga rumah contoh yang keren. Rumah contoh diisi dengan perabot mahal sehingga perumahan itu terkesan berkelas. Padahal, perabot-perabot itu umumnya pinjaman dari perusahaan furnitur. Perabot itu akan ditarik kembali jika sudah tiba masanya.

Pembeli awam dan beritikad baik biasanya langsung tertarik dan kemudian membeli. Pembeli ini lalu menuturkan kepada teman-temannya bahwa ia membeli properti bagus di lokasi kelas atas. Kawan-kawannya pun tertarik dan ikut membeli.

Tiga bulan kemudian, tidak tampak aktivitas apa-apa di lokasi proyek. Enam bulan juga demikian. Pemimpin proyek dihubungi, tetapi selalu menyatakan proyek segera dikerjakan. Dan untuk meyakinkan pembeli,alat-alat berat didatangkan. Truk tanah berdatangan untuk mengangkut tanah galian. Ada pula crane yang tampak sibuk. Pembeli
bisa disabarkan.

Akan tetapi, ternyata, setahun, dua tahun, bahkan tiga tahun kemudian rumah dan apartemen yang dijanjikan tidak dibangun. Ketika pembeli sadar bahwa mereka ditipu, pengembang itu sudah kabur. Para pembeli gigit jari dan berusaha mengejar pengembangnya. Namun, tidak jelas perburuan itu sampai kapan dapat dituntaskan.
Kasus kedua, mutu bangunan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Kasus seperti ini paling sering terjadi, umumnya berkaitan dengan kualitas. Misalnya, kusen untuk pintu dan jendela, baru dua bulan dipakai sudah rontok karena dimakan rayap.

Menyedihkan sebab rumah baru ditempati dua bulan kusen sudah hancur digerogoti rayap. Ini bisa terjadi karena kualitas kayu amat buruk (dibeli dengan harga murah agar pengembang untung besar) atau karena kontraktor bangunan tak melakukan perawatan awal atas kusen. Mestinya kontraktor mengoles beberapa bahan antirayap agar usia kusen lebih lama.

Pintu dan jendela pun demikian, biasanya dari kayu murah. Seorang pembaca pernah menelepon Redaksi Kompas dan menuturkan begini. Ia membeli rumah di perumahan menengah ke atas. Hal yang mengejutkan, pintu dan jendelanya berderit kalau dibuka. Dua bulan kemudian, pintu dan jendela sulit dibuka. Ketika pembaca ini membuka dengan melakukan tarikan keras, kayu pintu dan jendela malah ambrol.

Selain kusen, pintu dan jendela, banyak materi lain yang tidak sesuai spek, tak sesuai dengan yang ada dalam rincian bahan di brosur dan penyampaian lisan. Lantai rumah yang mestinya kualitas nomor satu diganti menjadi kualitas nomor dua. Kamar mandi kloset duduk diganti menjadi kloset jongkok. Tangga yang mestinya dari kayu jati diganti
menjadi kayu samarinda. Ini memang hal-hal yang menjengkelkan.

Kasus ketiga, lahan tempat rumah atau apartemen berdiri juga kerap bermasalah. Tiba-tiba datang orang yang mengaku sebagai pemilik sejati lahan yang ditempati warga. Ini bisa saja terjadi karena persoalan tanah di negeri ini cukup rumit.

Pada sisi lain kerap terjadi, pengembang memperoleh tanah itu tidak dengan jalan lurus sehingga sesekali terjadi gugatan atas kepemilikan tanah itu. Bisa jadi pembeli rumah/apartemen yang beritikad baik tak menemui masalah apa-apa, tetapi masalah lainnya kerap menerbitkan rasa tidak nyaman.

Kasus keempat, lingkungan buruk karena pengembang tidak mempunyai visi tentang lingkungan. Yang ada di benak para pengembang jenis ini hanyalah urusan keuntungan dan keuntungan. Ini membuat mereka tak ramah terhadap lingkungan. Mereka enggan membangun drainase, danau buatan untuk penampungan air, taman, sumur resapan, dan kawasan hutan perumahan.

Manakala pengembang tidak mau rugi karena menjual rumah murah meriah (untung tipis), mestinya pengembang membuat pusat penampungan air bersih. Membangun sumur resapan agar air tanah yang bersih
senantiasa terisi.

Hikmah
Hikmah apa yang bisa dipetik dari pelbagai kasus ini? Pengembang harus lebih jujur, beritikad baik, dan profesional. Pengembang yang mengabaikan tiga aspek ini tak pernah berumur panjang. Pada saatnya publik tahu dan pengembang tersebut akan ditinggalkan konsumen. Pengembang itu mendapat label hitam dan proyek apa pun yang akan dibangun kelak tidak akan dipercaya konsumen.

Bagi para pembeli rumah dan apartemen hendaknya memerhatikan beberapa hal penting sebagai berikut.
1. Pastikan status tanah proyek perumahan, rumah bandar atau apartemen, bersih dari semua kasus tanah.
2. Jangan mudah tergoda brosur, rumah contoh, dan rayuan gombal tim pemasaran rumah. Pembeli mesti yakin pengembang itu bonafide atau tidak, punya banyak utang, dan kasus pidana atau tidak. Kalau pengembangnya bermasalah, sebaiknya pembeli mencari jalan aman, yaitu carilah pengembang bereputasi tinggi.
3. Ketika membeli rumah bersikaplah kritis dan teliti. Tanyakan segala hal yang Anda ingin tahu. Sepanjang pertanyaan Anda rasional, tidak perlu sungkan bertanya. Tanya spek bangunan, lantainya dibuat dari apa, pintudan kusen pakai kayu apa, dapur dan kamar mandi seperti apa, dan seterusnya. Lebih baik bertanya sekarang daripada
menyesal kemudian. Ada juga baiknya kalau Anda membuat perjanjian dengan pengembang bahwa mereka akan menggunakan bahan-bahan bangunan berkualitas amat baik (dengan rincian). Jika Anda dirugikan karena pengembang wanprestasi, mintalah ganti rugi.
4. Kalau bangunan sudah jadi, cek bangunan itu, apakah sudah sesuai dengan komitmen pengembang. "Kejar" pengembang untuk mengganti materi yang rusak, atap atau kamar mandi yang bocor. Atau rumah sama sekali tidak mempunyai air.
5. Jika membeli rumah dengan tunai, pastikan bahwa Anda mendapat diskon sangat menyenangkan. Ada pengembang yang berani memberi diskon 10 persen. Pengembang yang sedang promosi atau ingin proyeknya cepat selesai biasanya berani memberi diskon hingga 15 persen.
6. Kalau membayar dengan cicilan, hendaknya berbicara dengan jelas dan rinci dengan pihak pengembang. Berapa uang mukanya (biasanya 30 persen), kapan harus dilunasi, bisa berapa kali dicicil, dan berapa persen untuk KPR.
7. Teliti baik-baik rumah yang Anda beli, apakah terletak di lokasi strategis atau terpencil. Bagaimana aksesnya, lalu lintasnya macet atau tidak? Tidak bijaksana kalau Anda berpikir "tidak apalah rumahnya jauh dari kantor atau jauh sekali dari sekolah anak-anak. Toh ada jalan tol".
8. Pilihlah perumahan yang menjadikan lingkungan sebagai isu utama. Sangat bagus kalau Anda memilih perumahan yang terletak di kawasan berudara segar karena banyak pohon dan mempunyai air cukup. Hidup Anda jadi lebih sehat. Sumber: Kompas



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi