Rabu, 20 Agustus 2008

Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia

Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia


Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia

KETOKOHAN Soekarno dalam bidang politik di era tahun 1920-an sampai 1960-an, telah dikenal luas oleh masyarakat nasional maupun internasional. Telah banyak penulis dalam dan luar negeri membahas sepak terjangnya di bidang politik, termasuk juga perjalanan hidupnya. Namun kajian tentang Soekarno sebagai seorang negarawan yang juga sekaligus seorang arsitek belumlah dikenal luas oleh publik. Padahal, gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang teknik yang dianugerahkan kepadanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 13 September 1962 merupakan pengakuan atas sumbangsihnya dalam dunia rancang bangun di Indonesia. Soekarno dianggap telah memelopori dan berhasil menangani projek- projek besar, antara lain Kompleks Asian Games, Hotel Indonesia (HI), Jakarta-Bypass, Masjid Istiqlal, dan Tugu Monumen Nasional (Monas). Projek-projek yang dapat dikategorikan berazaskan Pro Bono Publico atau memihak kepada kepentingan publik. Kekosongan kajian tentang Soekarno di bidang ini, kiranya terjawab dalam buku ini. Suatu penelusuran karya-karya Soekarno semenjak meraih gelar Ingenieur dari Technische Hogeschool (TH-Bandoeng sekarang Institut Teknologi Bandung) di tahun 1926 sampai tahun 1965 (saat meletusnya peristiwa G-30-S) yang dapat dianggap sebagai masa akhir kepemimpinannya. Yang menarik dari pembahasan buku ini adalah pendekatan kajian terhadap karya-karya Soekarno. Berbagai karyanya dalam rentang waktu 40 tahunan ditelusuri melalui pendekatan sejarah mentalite-nya. Sebuah pendekatan yang relatif baru dalam kajian sejarah. Mentalite dapat diartikan sebagai alam pikir bawah sadar dari seorang tokoh yang mampu membuat perubahan dalam struktur masyarakat. Alam pikir bawah sadar ini juga dapat diibaratkan sebagai brainbox, bank data, kumpulan memori yang akan berpotensi sebagai sumber ilham dalam berkarya atau mencipta. Penelusuran sejarah mentalite Soekarno membuat pemahaman atas pengaruh dari latar belakang keluarganya yang multikultural, pendidikan formal di lingkungan Belanda, budaya Jawa dan pewayangan, spirit nasionalisme dari HOS Tjokroaminoto, pendidikan yang ditempuhnya di Technische Hogeschool serta keterlibatannya dalam dunia politik mulai dari skala nasional sampai skala internasional menjadi penting. Semua itu merupakan titik-titik yang memengaruhi alam pikir Soekarno dalam merancang atau mentalite artistiknya. Melalui penelusuran sejarah mentalite inilah, sumber ide, hal-hal yang melatarbelakangi Soekarno mencipta serta simbol, makna yang dikandung pada karya-karyanya pun terungkap. Pemahaman karya-karyanya–dengan ciri rancangan adanya sentuhan “padu padan”– menjadi terintegrasi dengan konteks ruang, waktu dan tempat, ketika karya-karyanya tercipta. Salah satu contohnya adalah pengaruh lawatan Soekarno ke berbagai mancangegara secara maraton dari bulan Mei sampai Juli di tahun 1956. Kota-kota bertaraf internasional seperti di Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman Barat dan Swiss dikunjunginya. Cakrawala alam pikir Soekarno pun semakin kaya dalam menata Indonesia secara holistik dan menampilkannya sebagai negara baru merdeka, tetapi dapat diperhitungkan di dunia internasional. Soekarno kemudian “membidik” Jakarta sebagai “Wajah Muka Indonesia”. Jakarta pun kemudian berkembang pesat. Didirikanlah bangunan indah dan megah kala itu–seperti Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal–tidak ketinggalan dilengkapi patung berskala kota sebagai tengaran kota, seperti Tugu Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, dan Patung Dirgantara. Sedangkan “padu padan” gaya, salah satunya terlihat pada bagian Hotel Indonesia. Pada beberapa tempat, pengolahan eksterior maupun interiornya memadukan arsitektur modern yang tengah berkembang saat itu dengan kebudayaan lokal Indonesia. Kajian buku ini sangat menarik, karena yang dikupas tidak saja karya-karya Soekarno di bidang arsitektur, akan tetapi juga di bidang tata ruang kota, interior, kria, simbol, mode busana dan teks pidatonya yang kaya dengan terminologi arsitektural. Selain itu, informasi-informasi berbagai hal, baik yang menyangkut latar belakang kehidupan Soekarno sampai keadaan sosial, politik, ekonomi, budaya yang berkembang di Indonesia dan di luar Indonesia yang mengiringi gerak langkah Soekarno pun menjadi bagian dari bahan kajian. Sungguh suatu kajian yang terintegrasi. Buku ini tetap merupakan sesuatu yang sangat menarik dan berharga untuk dibaca dan dipahami. Melihat Soekarno dari sisi yang berbeda. Melihat betapa sesungguhnya Soekarno, seorang negarawan sekaligus seorang arsitek.

Sumber : cisral.unpad.ac.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Bali di Karibia

Arsitek Bali di Karibia


Arsitek Bali di Karibia

Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau2 pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.

Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.

Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira2 bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?

Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau-pulau pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.

Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.

Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira-kira bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?

Sumber : devari.org



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek UI Jebolan Berperan dalam Pembangunan Ibukota

Arsitek Jebolan UI Berperan dalam Pembangunan Ibukota


Arsitek Jebolan UI Berperan dalam Pembangunan Ibukota


Foto: Dok./beritajakarta.com

Kesempatan untuk ikut membangun Ibukota akan terus dibuka selebar-lebarnya bagi seluruh alumni dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Indonesia (UI), yang saat ini telah menjadi arsitek. Hal itu karena arsitek lulusan UI sudah menjadi ahli dalam hal membangun, dan kemampuanya tidak perlu diragukan lagi.

"Silahkan bangun Jakarta ini lebih baik, saya percaya lulusan UI adalah ahlinya. Coba kita lihat, hampir seluruh bangunan Jakarta mulai dari tempat hiburan seperti Taman Mini Indonesia Indah, sampai gedung bioskop dibangun oleh arsitek dari UI, belum lagi ratusan gedung-gedung lainya," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat menghadiri peluncuran dan pameran Arsitektur 4 Dekade UI di Galeri Nasional Indonesia Jl Medan Merdeka Timur, Sabtu (29/3).

Menurut Gubernur, pihaknya sebelum merancang suatu pembangunan, terlebih dulu akan mengadakan sayembara, dan melalui sayembara itulah para arsitek dari UI bisa ikut. "Saya akan lebih banyak lagi membuat sayembara-sayembara rancangan pembangunan,"katanya.

Gubernur berharap agar para arsitek dari UI dapat menghadapi tantangan untuk memecahkan masalah bangsa dalam bidang pembangunan, khususnya perumahan rakyat. "Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengemukakan tentang apa yang bisa dilakukan para arsitek Indonesia guna menyelesaikan masalah perumahan yang saat ini menjadi permasalahan yang krusial, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Itu adalah tantangan yang harus dihadapi para arsitek dan kita semua untuk membangun perumahan yang selain murah dan terjangkau bagi rakyat juga ramah lingkungan," ungkap Gubernur.

Sementara itu Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan, jika pameran 4 Dekade Arsitektur dan peluncuran buku tersebut merupakan sebuah momentum penting dalam sejarah perjalanan arsitektur di Indonesia, karena bukan hanya isi karya-karya yang sudah dipamerkan didalamnya yang memuat kilasan perkembangan pemikiran dari para praktisi arsitektur dari generasi tahun 60-an sampai generasi baru tahun 2000-an saja, tapi juga memperlihatkan hubungan yang erat antara dunia akademik dan profesional. Isi buku adalah perjalanan sejarah karya danulasan sistempendidikan UI selama 43 tahun.

"Pameran dan peluncuran buku ini diharapkan menjadi salah satu media penting bagi masyarakat untuk melihat 4 dekade perkembangan arsitektur di Indonesia. Dan kegiatan ini diharap juga bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan kreatif lainya di masa datang," katanya.

Dalam kesempatan itu Gubernur menyempatkan diri melihat-lihat pameran yang telah digelar sejak tanggal 19 Maret hingga 29 Maret 2008 tersebut. Isi pameran sendiri diantaranya, gambar-gambar hasil karya arsitek UI seperti Mei Mumpuni yang telah mengarsiteki pembangunan Bandar Udara Adisucipto serta arsitek-arsitek lain seperti Aditya Pitrianto serta Anita Pramesti.

Selain itu Gubernur juga menuliskan kesan-pesanya pada papan yang disiapkan panitia, isi kesan dan pesan gubernur berbunyi pameran 4D merupakan rangakaian hasil karya yang membanggakan, dan semoga di waktu mendatang kualitas arsitek UI semakin mewarnai arsitektur di Indonesia.

Sumber : beritajakarta.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS

Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS


Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS

Christiawan Lie, Komikus Indonesia yang Tampil di Ajang San Diego Comic-Con

Bagi sebagian besar orang, komik hanyalah sebatas hobi. Namun, Christiawan Lie berhasil menembus industri komik mainstream Amerika. Sulung tiga bersaudara ini telah menghasilkan 40 komik yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan 25 tokoh karakter komik. Chris pun menjadi satu-satunya orang Indonesia yang tampil di ajang San Diego Comic-Con, Juli lalu.


KOMIK teranyarnya, Return to Labyrinth, terjual habis hanya dalam dua hari di ajang komik terbesar di dunia, San Diego Comic-Con 2006, Juli lalu. Di komik itu, Chris berperan sebagai ilustrator. Penulis ceritanya Jake Forbes. Komik terbitan Tokyopop tersebut memang sedang digandrungi para pecinta komik. Tak heran jika sekitar 900 orang rela antre demi mendapatkan tanda tangannya di ajang yang sama.

Tak ada yang menyangka bahwa komikus itu berasal dari Indonesia. Komikus bernama beken Chris Lie tersebut hingga sekarang masih memegang kewarganegaraan Indonesia. Kiprahnya sebagai komikus dunia dimulai sejak dia melanjutkan studi ke jenjang master. Di AS, arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memilih jurusan yang tidak lazim, magister komik.

Pria kelahiran Bandung, 5 September 1974, itu tahun lalu merampungkan studi untuk meraih magister komiknya di Savanah College of Art and Design, Savannah, Georgia. “Aku ambil master of fine arts jurusan sequential art, atau kalau diterjemahkan, jurusan komik,” terangnya.

Chris memang sudah berniat menyeriusi komik. Baginya, komik bukan lagi sekadar hobi. Namun, sudah menjadi panggilan jiwanya. “Mencari sekolahnya ini yang susah, kebetulan aku dapat beasiswa fullbrigth S-2 di Amerika ini,” ujar pria yang dinobatkan menjadi lulusan terbaik program S-2 itu. Komikus sudah menjadi cita-cita Chris sejak kecil. Kecintaannya kepada buku cerita bergambar itu dimulai ketika dia duduk di bangku kelas 3 SD. Chris sangat menyukai komik petualangan Tintin.

Hobi membaca tersebut kemudian berkembang menjadi hobi menggambar komik. Umur 13 tahun, Chris sudah mahir membuat tokoh-tokoh komik buatannya sendiri.Komik pertama yang dibuatnya adalah adaptasi dari animasi Centurion. “Film ini dulu ditayangkan di TVRI, aku gambar sendiri ke dalam versi komik,” ujarnya. Komiknya itu sempat “terbit” tiga jilid. Tentu saja, hanya di kalangan terbatas, beredar dari tangan ke tangan melalui teman-teman terdekatnya saja.

Hingga 1998, anak pasangan Lie Hong Ing dan Tan Hwa Kiem ini benar-benar mempunyai komik yang diterbitkan, berjudul Katalis. Setelah itu, beruntun karyanya mulai menghiasi sejumlah toko buku dengan Amoeba, Petualangan Ozzie, Ophir, dan 16 judul buku lainnya. Kepiawaiannya menggambar komik dikukuhkan dengan beragam gelar juara tingkat Asia. Mulai MTV Faces of the Millennium (2000), AXN-Asia Strip Contest (2001 dan 2002), serta Singapore Comic Competition (2002).

Setelah itu, kiprahnya semakin tak terbendung. Selama menjalani kuliah S-2, Chris sempat magang di Devil’s Due, penerbit yang memegang lisensi komik GI Joe. “Secara tak terduga, desainku disukai Hasbro (perusahaan mainan raksasa pemegang lisensi pusat GI Joe),” paparnya. Perusahaan itu menyukai gaya desain dan gambar karya Chris.

Sejak akhir 2004, Chris terlibat proyek yang berkaitan dengan GI Joe Sigma 6, yang merupakan reinkarnasi serial GI Joe. “Karakternya tetap sama, hanya konsep dan penggambarannya yang dibuat modern, disesuaikan dengan budaya masa kini,” imbuhnya.

Chris menangani pembuatan desain action figures, ilustrasi untuk cover DVD, packaging, dan bentuk promosi lainnya yang berkaitan dengan komik tersebut. “Seperti mainan dan bentuk-bentuk promosi lain di Burger King dan beberapa restoran besar lainnya,” sambung penggemar tokoh Spiderman itu. Sekitar 25 buah action figure GI Joe Sigma 6 lahir dari tangannya.

Kreativitasnya tak berhenti hanya di situ. Chris mulai merambah ke komik-komik lainnya. Sejauh ini, komik karyanya yang sudah diterbitkan di Amerika, antara lain 6 buku GI JOe Sigma 6, GI JOe Arashikage Showdown (GN - Graphic Novel), Return to Labyrinth (GN) volume 1, Josie and The Pussycats short stories ( 12 buku), Dungeon and Dragons; Eberron volume 1.

Penggemar Srimulat itu juga sedang terlibat dalam proyek terbarunya, Return to Labyrinth. Dalam sequel dari kisah klasik Labyrinth (1986) yang diproduseri Jim Henson (kreator Muppet Show) dan George Lucas (Star Wars) itu, Chris bertindak sebagai ilustrator. Berkat karyanya ini, Chris mulai terlibat dalam berbagai even komik internasional, seperti San Diego Comic Con sejak 2004. “Terus terang, Comic-Con yang lalu memang sangat berkesan dibandingkan dengan event lainnya,” tuturnya.

Pasalnya, buku terbarunya itu habis terjual hanya dalam dua hari. Selain itu, gelaran diskusi panel yang menghadirkan dirinya dipenuhi ratusan penggemar komik. “Mereka rela antre untuk mendapatkan tanda tangan saya,” lanjutnya. Meski sudah meraup sukses, Chris mengaku belum sepenuhnya puas.

Saat ini, Chris sedang mengerjakan tantangan berikutnya berupa cerita pendek. Di proyek itu, Chris berkolaborasi dengan John Rogers, penulis cerita Transformer: The Movie. “Aku selalu antusias dengan semua karya baru, kita lihat saja nanti hasilnya,” imbuhnya lagi. Selain merampungkan cerita pendek itu, Chris juga ingin berkolaborasi dengan penulis Indonesia. “Aku sangat tertarik bikin Graphic Novel di Indonesia, ingin kolaborasi dengan novelis berbakat Indonesia,” tandasnya.

Sumber : jambi-independent.co.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"

Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"


Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"

Binatang-binatang di alam sungguh menarik perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka. Misalnya, citah memiliki sistem rangka dan sistem otot yang sempurna untuk berlari; elang memiliki desain aerodinamis paling unggul di dunia; dan lumba-lumba memiliki kulit serta tubuh yang diciptakan secara khusus, sehingga dapat berenang dan menyelam di air dengan sempurna. Gambaran tubuh binatang yang sempurna tanpa cacat ini adalah bukti untuk mengingatkan kita, bahwa tiap jenis makhluk hidup diciptakan oleh Allah.

Tapi, memiliki tubuh yang sempurna belumlah cukup. Sebab pada saat yang sama, binatang harus mengetahui bagaimana meng-gunakan bagian-bagian tubuhnya tersebut. Misalnya, sayap seekor burung hanya bermanfaat jika burung berhasil terbang, meluncur dan mendarat dengan sayapnya.

Berbagai satwa memperlihatkan keahlian mereka sejak saat mereka dilahirkan. Sebagai contoh, hanya perlu waktu setengah jam saja bagi bayi rusa yang baru lahir untuk berdiri dan berlari; bayi kura-kura yang sebelum menetas ditimbun dalam pasir oleh induk betinanya tahu, bahwa mereka harus memecah cangkang telur mereka dan bergerak ke permukaan pasir. Bahkan, mereka telah diajari bahwa segera setelah muncul di permukaan pasir, mereka harus mencapai lautan. Seolah-olah, semua binatang muncul di dunia ini dalam keadaan telah terlatih dengan baik.

Contoh paling menakjubkan dari ketrampilan mengagumkan yang dimiliki binatang adalah rumah yang mereka bangun sendiri dengan sangat ahli. Ketika kita memperhatikan arsitek-arsitek lain di alam, kita dapat dengan jelas melihat bahwa tiap-tiap mereka adalah keajaiban penciptaan. Marilah kita pelajari sebagian kecil saja dari ribuan contoh yang ada.

'Si Buta Pembuat 'Gedung Pencakar Langit'

Rayap adalah serangga kecil yang menyerupai semut. Mereka hidup berkoloni dan membangun sarang raksasa untuk diri mereka sendiri. Satuan terkecil pembangun sarang tersebut adalah bata-bata mungil yang terbuat dari tanah, yang dibuat rayap-rayap pekerja dengan mencampurkan air liur mereka sebagai bahan perekat. Ukuran sarang rayap kadang dapat mencapai tiga sampai empat meter. Arsitektur sarang yang menyerupai bangunan pencakar langit raksasa bila dibandingkan dengan ukuran tubuh rayap itu sendiri, sungguh sangat menakjubkan.

Bagian dalam sarang rayap dipenuhi dengan lorong-lorong sempit. Di bagian dalam lorong-lorong tersebut, terdapat sekitar satu setengah juta rayap yang bekerja bersama dengan keharmonisan yang luar biasa.

Ketika kita mengamati penampang melintang sebuah sarang rayap, kita akan menemukan sebuah bilik khusus untuk ratu, sejumlah areal pertanian, gudang-gudang penyimpan dan lorong-lorong pengatur kondisi udara.

Rayap melakukan pekerjaan pembangunan dan perbaikan sarang. Selain itu, mereka juga senantiasa siap menghadapi musuh yang mungkin datang, serta bercocok tanam dalam sarang mereka dengan menanam jamur.

Kelangsungan hidup populasi besar seperti ini tergantung pada kondisi terpenting, yaitu kestabilan suhu dalam sarang dan keseim-bangan kadar air. Pemecahan masalah ini benar-benar sempurna. Papan-papan paralel dibuat di areal atap sarang rayap ini. Papan-papan yang terbuat dari lumpur tersebut mampu menyerap kandungan air yang dikeluarkan oleh tubuh rayap. Air ini menguap akibat panas di bagian dalam dan keluar menuju bagian atas melalui celah-celah pengatur kondisi udara pada sarang tersebut. Penguapan ini menurun-kan suhu dalam sarang dan juga menjamin kesinambungan sirkulasi udara. Panel-panel dalam sarang rayap melakukan fungsinya sebagai pengatur kondisi udara secara sempurna tanpa cacat.

Terdapat contoh memukau lainnya tentang pengetahuan konstruksi rayap. Spesies rayap lain, yang hidup di dataran Australia Utara, membuat sarang dengan bentuk menyerupai pisau belati, yakni sangat lebar dengan bagian tepi yang sangat tipis. Rahasia sarang ini terletak pada posisi sudutnya terhadap matahari. Rayap membangun sarangnya dengan sudut tertentu sehingga pada siang hari, ketika matahari berada di puncak ketinggi-an, sangat sedikit permukaan sarang yang terkena sinar matahari. Dengan demikian, panas yang diterima menjadi minimum. Sudut yang sama dipakai pada setiap sarang rayap jenis ini tanpa kesalahan.

Tapi, yang sesungguhnya paling menakjubkan adalah rayap yang mengerjakan semua bangunan megah ini ternyata buta. Jadi, bagaimana makhluk teramat kecil yang tak mampu melihat barang sesentimeter pun di depannya, mampu membangun menara raksasa berdasarkan perhitungan teknik yang rumit? Bagaimana satu setengah juta rayap dalam satu sarang mampu melakukan kerjasama sempurna seperti ini?

Ahli biologi David Attenborough, seorang naturalis terkenal berkebangsaan Inggris, berkomentar tentang pertanyaan ini pada salah satu dokumentasinya:

masing-masing (rayap) pekerja meletakkan adonan lumpur pada suatu tempat tertentu sebagaimana diinginkan oleh sebuah Rancangan Induk. Bagaimana mereka mampu mengerjakan hal tersebut, kita masih belum mengetahuinya.

Rancangan luar biasa yang tidak dapat dimengerti manusia, namun dipatuhi rayap tanpa sanggahan tersebut, adalah ilham yang diberikan Allah kepada makhluk ini.

Apartemen Bertingkat dari Kertas

Makhluk hidup lain yang mengingatkan kita pada lebah madu dengan kemampuan arsitektu-ralnya adalah lebah liar pembuat kertas. Spesies lebah ini mengunyah kayu dan menggu-nakannya untuk membuat selulosa, yakni kertas, di dalam mulutnya. Lalu ia menggunakan kertas ini untuk membangun sendiri sarangnya yang melingkar.

Ia membuat kantung-kantung heksagonal-persis seperti pada lebah madu-dari kertas yang ia rekatkan pada bagian dalam atap rumah. Ia menempatkan satu telur pada masing-masing heksagon pada atap rumah. Sekitar tiga minggu kemudian, larva menetas dari telur-telur tersebut. Larva ini menunjukkan kecerdasan yang mengejutkan dengan menutup lubang kantung yang sengaja dibiarkan terbuka oleh induknya. Dengan cara demikian, mereka menghindarkan diri jatuh ke lantai karena beban tubuh mereka. Setelah tumbuh beberapa minggu, mereka muncul dari dalam kantung sebagai lebah liar dewasa.

Lebah liar muda ini tidak menyia-nyiakan waktu dalam menjalani kehidupan. Setiap kewajiban yang harus mereka kerjakan telah diilhamkan dalam diri mereka oleh Pencipta mereka, yakni Allah.

Lebah muda tersebut memperbesar bangunan yang telah dimulai oleh induk-nya. Pada akhirnya, koloni yang lebih besar muncul. Sarang lebah tersebut kini telah menjadi sebuah blok apartemen bertingkat. Setiap lebah liar yang lahir di sini akan patuh secara penuh pada ilham yang diberikan kepadanya.

Rumah dari Lumpur

Pot kecil, yang mungkin pernah Anda jumpai dalam hidup anda, telah dibuat oleh spesies lebah liar lainnya. Lebah liar ini membuat lumpur lengket dengan mencam-purkan air liurnya dengan tanah lembab. Ia membuat pot-pot yang sangat seragam dengan menggunakan lumpur yang dibuatnya. Ia membuat bentuk pada lumpur tersebut dengan memutarnya secara terus-menerus. Ini adalah teknik yang sama sebagaimana yang digunakan manusia dalam pembuatan pot. Ketika pot selesai dibuat, ia tidak lupa untuk memberi leher dan lubang potnya. Ketika segala sesuatunya telah selesai, lebah tersebut memutar pantatnya ke arah mulut pot dan meletakkan telur di dalamnya. Setelah menambahkan sejumlah bahan makanan ke dalam pot, ia menutup rapat lubang mulut pada pot dan terbang pergi. Larva-larva yang menetas dari telur tersebut akhirnya akan memecah pot dan keluar untuk memulai hidup mereka secara mandiri.

Lebah-lebah muda yang lahir, mulai membangun pot-pot sempurna, persis seperti yang dilakukan oleh induknya, tanpa menjalani pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Ketrampilan sempurna yang mereka miliki diilhamkan dalam diri mereka oleh Allah, yang telah menciptakan mereka.

Oleh karena itu, yang seharusnya kita takjubi dan puji ketika menyaksikan segala bentuk keindahan, estetika dan kemegahan adalah kebesaran Allah, yang menciptakan dan mengilhami semua konsep ini sebagaimana yang Dia kehendaki pada diri makhluk hidup ciptaan-Nya.?

Sumber : harunyahya.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda

Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda


Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda

Taman bagi sebagian orang mungkin merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari sebuah rumah. Persoalan penting tidaknya sebuah taman pada tiap-tiap rumah/hunian tentu didasari oleh berbagai alasan. Sebagian mengatakan kegiatan sosialisasi antar anggota keluarga banyak dilakukan ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka menjamu tamu-tamu penting ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka biasa melakukan “party” ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka melakukan arisan antar tetangga ditaman, dan berbagai alasan-alasan lainnya.



Gazebo on the Lily Garden



Dari sekian alasan manfaat dan kegunaan taman yang telah saya sebut diatas, tentunya terlihat bahwa taman memiliki banyak fungsi dan manfaat. Tidak hanya sekedar tempat menanam bunga, tidak sekedar tempat meletakkan pot, tidak sekedar tempat meletakkan butiran-butiran kerikil dan batu-batu pecah, tidak sekedar tempat meletakkan beberapa buah kursi dan meja untuk duduk dan menikmati sesuatu. Tapi lebih dari itu, taman berfungsi sebagai tempat melakukan sosialisasi, dari banyaknya sosialisasi maka akan terjadi interaksi sosial (antara anggota keluarga, tetangga atau siapapun) yang berdampak pada peningkatan taraf kedewasaan kondisi psikologis pemilik dan orang-orang disekitarnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat tampilan taman menjadi lebih indah dan menarik. Menambahkan berbagai aksesoris, misalnya gajebo, kolam ikan, atau pergola. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pemilihan gajebo sebagai akasesoris pelengkap sekaligus pemanis dalam sebuah taman. Banyaknya pilihan bentuk, material penyusun, dan desain gajebo tentunya harus dipilih, yang manakah yang paling sesuai dengan taman dirumah anda.



Wooden Gazebo



Layaknya elemen-elemen penyusun sebuah bangunan, gajebo juga dianggap sebagai hasil dari sebuah karya seni. Setiap elemen dan bagian-bagian yang menyusunnya ibarat syair lagu dengan komposisi nada-nada yang sempurna. Bayangkan jika anda berkumpul dengan anggota keluarga anda, berteduh, menikmati indahnya pemandangan taman yang asri sambil menikmati teh hangat disana.. Kehadiran gajebo akan menghadirkan kesan tersendiri, karena disana akan terjadi interaksi antara anggota keluarga, dan tentu dari proses interaksi tersebut diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup dan keharmonisan keluarga. Bukankah keharmonisan dan kebahagiaan itulah yang sebenarnya kita butuhkan?



Gazebo on The Villa



Dalam sejarahnya, gajebo atau bale bukanlah barang atau sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak jaman (atau zaman?) dahulu gajebo sering dipakai untuk duduk lesehan bersantai sambil membicarakan banyak hal. Berdasarkan fungsi gajebo yang sering dipergunakan untuk duduk bersantai, mengobrol dengan tetangga, melangsungkan pesta pernikahan atau ulang tahun, atau sekedar bengong maka gajebo sering disebut sebagai bale bengong. Namun berdasarkan perkembangannya kini, fungsi gajebo perlahan berubah menjadi aksesoris pelengkap untuk meningkatkan nilai estetika dan keindahan dari sebuh rumah. Sehingga kadang muncul anggapan-anggapan bahwa sesorang yang dirumahnya memiliki gajebo akan masuk dalam kelas tersendiri.



Composites aluminium and wood Gazebo



Mungkin masuk dalam kategori rumah mewah, karena gajebo diletakkan ditaman/halaman rumah yang luas untuk dimanfaatkan oleh sang pemilik rumah. Saya pribadi tidak mengerti kenapa anggapan seperti ini muncul? padahal jika ditinjau berdasarkan harganya, sebuah gajebo bukanlah sesuatu yang mahal untuk dimiliki.. Dari analisa saya, mungkin yang menjadi masalah atau yang membuat anggapan ini muncul karena untuk memiliki gajebo anda harus memiliki taman dibelakang, disamping atau didepan rumah anda, dan taman tersebut membutuhkan space/lahan tambahan, artinya anda harus memiliki tanah yang cukup luas, dan tanah tersebut (dikota besar) harganya sangat mahal. Alih-alih untuk membeli tanah tambahan, ditengah kondisi ekonomi yang makin sulit seperti sekarang ini, bagi sebagian orang mungkin dana tersebut lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan primer yang lain (misalnya untuk biaya pendidikan atau biaya kuliah putra-putri mereka).



Gazebo Design Sketch



Desain gajebo sendiri sangat khas, karena gajebo dibangun terpisah dari bangunan utama (rumah), berdiri sendiri diarea taman yang bentuk dan desainnya bermacam-macam. Tetapi pada umumnya gajebo dapat dikenali dari bentuk dasarnya yang terdiri dari atap, tiang-tiang penyusun tanpa dilengkapi dinding, dan lantai yang elevasinya sedikit lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah disekitarnya.



Gazebo on The Porch



Untuk modelnya, gajebo terbagi dalam dua model yang umum. Model klasik dan model hasil perpaduan antara modern-klasik. Untuk gajebo dengan model yang klasik lumayan mudah untuk dikenali, karena bentuk desainnya menyerupai bangunan adat jawa atau bangunan adat bali yang mengaplikasikan banyak ukiran atau ornamen. Sedangkan model hasil perpaduan modern-klasik memiliki ciri dengan gaya yang simpel, tidak mementingkan detail pada bangunannya, dan permukaan lantai gajebo yang terkesan datar/flat. Yang perlu diingat, sebenarnya tidak ada aliran atau nama khusus pada gajebo, karena desain gajebo umumnya disesuaikan dengan bangunan utama/rumah. Jika desain rumah anda art deco, bisa saja anda sebut gajebo anda model art deco, atau jika desain rumah anda kontemporer, bisa saja anda menyebut gajebo anda model kontemporer.



Minimalist and Simple Gazebo



Bentuk gajebo umumnya berbentuk geometris, segi empat, segi enam, atau lingkaran/circle. Untuk konstruksinya, biasanya gajebo dibuat permanent, meskipun ada juga yang dibuat dengan model dan bahan yang mampu untuk dicopot-pasang seperti gajebo berbahan aluminium atau gajebo dari bahan bambu buatan Indonesia yang banyak diekspor keluar negeri..



Indonesian Bamboo Gazebo



Last, Untuk anda yang memilki taman, atau memiliki space lahan didepan, dibelakang, atau disamping rumah, ada baiknya anda menganggarkan sedikit dana untuk membuat atau membeli gajebo. Bukan untuk sekedar dilihat atau dipamarkan, tetapi untuk kebahagiaan anda dan anggota keluarga.. Anda tertarik untuk memiliki gazebo?

Sumber : architectaria.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif

Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif


Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif

Arsitek selalu membuat “kejutan” baru dalam menciptakan karya-karya mereka. Eksplorasi mereka terhadap bentuk massa, struktur, dan proporsi, didukung oleh desain yang inovatif serta teknologi canggih semua difokuskan dalam menghasilkan suatu karya baru. Dalam mencapai sebuah langkah kreatif eksplorasi terhadap desain seolah-olah tidak ada batasnya. Bagi Ridwan Kamil, seorang arsitek urban yang tengah mengeksplorasi desain-desain spektaktuler, desain yang spontan dapat terwujud lebih unik dibandingkan dengan desain awal. Pada desain rumahnya di Bandung Utara dia mewujudkan ide yang ekspresif dan kreatif lewat bahasa arsitektur dengan balutan estetika dan desain yang berfungsi.

Bagi Emil, demikian sapaan sehari-harinya, mendesain adalah ibarat melakukan sebuah ibadah. Dia mengerti betul aturan-aturan yang perlu dipatuhi dan aturan yang masih fleksibel sehingga dapat menciptakan suatu bahasa arsitektur dan bahasa interior yang unik pada setiap rancangannya. Kali ini Emil berkesempatan untuk merancang rumahnya sendiri dengan menggabungkan pengalaman kerja, pengetahuan serta impiannya untuk menciptakan sebuah hunian modern yang menghadirkan ”semangat” desain dalam konteks kehidupan modern.

Secondary Skin yang fenomenal

Banyak ide yang ingin diwujudkan ketika mendesain rumahnya. Dia membalut bangunan dengan kulit eksternal (secondary skin) sebagai upaya untuk menyamarkan dinding rumah utama yang sebagian besar terbuka dengan kaca setinggi plafon. Sang arsitek menerangkan bahwa secondary skin ini bagaikan sebuah bidang, tirai, partisi, jendela dan juga penghalang terhadap terik panas matahari di siang hari. Kulit ini tidak hanya terlihat unik tetapi juga fungsional. Uniknya struktur kerangka kulit luar ini dipadukan dengan bahan yang tidak lazim digunakan pada rumah, yaitu botol-botol bekas yang jumlahnya mencapai 30 ribu buah. Botol-botol bekas tersebut ditempelkan dan disusun satu sama lain untuk menghasilkan bidang-bidang partisi yang semi transparan. Botol bekas yang dipilih adalah botol kratingdaeng yang berukuran sedang dan berwarna oranye sehingga menghasilkan pencahayaan yang nyaman dan alami ketika ditimpa matahari. Efek cahaya tersebut sesuai dengan tema warna yang diterapkan pada interior rumahnya yaitu warna cokelat kayu.

Emil mengatakan bahwa pemakaian secondary skin mempunyai falsafah tertentu seperti yang pernah dikemukakan oleh arsitek Budi Pradono dalam rancangan beberapa bangunannya yaitu mengangkat citra tradisional dalam bahasa modern. Jika diperhatikan secara teliti struktur kerangka secondary skin merupakan paduan unsur modern dengan unsur tradisional yaitu botol-botol bekas tadi.
Pada resto Kayumanis yang dikerjakan oleh Budi Pradono, efek yang dihasilkan melalui struktur secondary skin ini memunculkan efek “dramatis” ketika bersinggungan dengan cahaya matahari. Suasana terlihat “hangat” dan nyaman.

Tekstur, Warna dan Unsur Melayang

Rumah ini berdiri di atas lahan yang berbentuk trapesium, sehingga orientasi desainnya harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Bentuk massa utama berbentuk huruf “U” dengan bagian depan rumah menyerong ke arah jalan sehingga menjadikan tata letak interiornya terpisah-pisah. Namun Emil tetap mengomposisikan ruangan agar terbuka satu sama lain melalui permainan efek tembus pandang dan dominasi garis kisi-kisi pada interiornya. Di sini diterapkan permainan struktur split level dengan komposisi dua lantai di massa bagian depan dan komposisi tiga lantai di massa bagian belakang. Kedua massa ini mengapit sebuah inner-court yang difungsikan sebagai area buffer sekaligus sebagai tempat relaksasi. Mengingat area ini sering dipergunakan sebagai tempat berkumpul keluarga ataupun tempat pengajian maka ruang luar ini menjadi perluasan dari ruang dalam.

Setiap ruangan saling berhubungan dengan ruangan di sebelahnya. Misalnya ruangan tamu di depan terhubung langsung dengan ruangan keluarga tetapi dipisahkan dengan perbedaan lantai. Disisi lain, pada partisi yang melatarbelakangi rak TV dibuat celah horizontal sehingga dapat terlihat aktivitas di ruang musala.

Secara menyeluruh, interior dalam dibuat nyaman dengan aksen warna yang dominan. Contohnya terdapat ruangan keluarga yang elegan dengan mebel dan aksesori interior yang menawan. Sebuah sofa egg chair berwarna merah menjadi aksen yang turut menyemarakkan ruangan ini. Emil mengatakan bahwa aksen ini dibuat untuk menampilkan pusat perhatian pada ruangan. Dari ruangan ini terdapat akses ke arah inner courtyard melalui pintu kaca geser. Bukaan seperti ini berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara dan juga melancarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah sehingga rumah terasa sejuk dan terang.

Pemakaian cat untuk tembok sengaja dibuat minim. Sebagai penggantinya dipakai material bertekstur seperti batu alam, wallpaper, panel kayu, kisi-kisi besi dan beberapa bahan lainnya yang memenuhi bidang-bidang interiornya. Berbagai material dipadukan seperti batu andesit untuk pelapis lantai dan pelapis dinding yang di beri coakan garis-garis sehingga terlihat unik. Detail-detail ini banyak yang diubah oleh Emil saat pelaksanaan tahapan konstruksi, sehingga tercapai suasana dan efek yang diinginkan.

Detail lain yang turut diperhatikan oleh Emil adalah ”efek melayang” yang diterapkan pada sebagian besar furnitur di dalam rumah. Contohnya meja dapur island berwarna putih yang mempunyai kaki meja yang ditempatkan pada bagian tengah dalam sehingga tidak terlihat dan menimbulkan efek melayang. Begitu pula dengan penggunaan beton yang membingkai sebuah chaise longe berwarna merah di area courtyard. Di sini struktur betonnya ditopang oleh kaki beton yang dibuat lebih ramping dan lebih kecil sehingga tercipta efek melayang pada struktur beton tadi. Dengan pencahayaan dari lampu yang tersembunyi, efek visual melayang lebih terlihat terutama menjelang malam hari.

Secara keseluruhan semua elemen yang diciptakan berpadu harmonis penuh permainan garis horizontal dan vertikal, serta mempunyai nilai ramah lingkungan karena menggunakan botol-botol bekas sebagai elemen arsitekturnya.

Desain hunian ini diupayakan arsiteknya merespons perubahan cuaca dan sekaligus menyuguhkan “permainan” massa bangunan yang dinamis melalui konsep susunan bidang penyekat (layering the bounderies).



Gagasan desain ini bertitik tolak dari keinginan pemilik rumah untuk memiliki hunian modern dan natural yang berbeda dari rumah tinggal pada umumnya di Surabaya, Jawa Timur. Dilihat dari kondisinya, lahan yang memanjang ke belakang seluas 875 m2 ini berada di huk / persimpangan jalan dan satu sisi panjangnya menghadap ke arah timur sehingga rentan terkena silau cahaya matahari. Untuk merespons kondisi ini, pemilik memberi kebebasan merancang kepada tim konsultan arsitektur dan interior R+DA bersama dengan tim pelaksana interior dari SunFlower. Sebagai ide awal, arsitek Darnan dari R+DA mengusulkan wujud hunian beratap datar yang merupakan terobosan baru di kompleks ini. Ide atap datar ini didukung oleh pengolahan bukaan dan bidang penyekat pada massa bangunan. Konsep ini terbukti dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan estetika yang bernilai seni tinggi.

Konsep Arsitektur

Pada tahap awal, arsitek merancang massa bangunan dua lantai berbentuk huruf U dengan halaman dalam (courtyard) di bagian tengahnya. Di lihat dari bentuk kaveling, halaman dalam yang diolah menjadi kolam renang dan taman ini menempati pojok belakang lahan sehingga dapat menjaga privasi pemilik saat berenang sekaligus mengoptimalkan pengudaraan silang dalam bangunan. Arsitek juga menerapkan prinsip bangunan tropis yaitu hampir setiap sisi hunian memiliki bukaan luas agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya matahari dan pandangan ke arah luar. Komposisi solid dan void pada massa bangunan ini juga diimbangi oleh ini “permainan” dinamis antara tiang-tiang bangunan yang vertikal dan bidang-bidang horizontal dari atap datar, teritis dan kanopi. Selanjutnya, massa bangunan utama sengaja dibedakan dengan massa bangunan servis dengan cara menegaskan posisi entrance dan selasar untuk sirkulasi dalam hunian persis di tengah kedua massa bangunan.

Dengan massa bangunan yang demikian besar, arsitek merancang elemen-elemen pengikat yang berfungsi menyatukan dan mengimbangi secara visual (mass interconnection). Contohnya, sebuah kanopi panjang menyatukan garasi, pintu masuk hingga teras bagian depan sedangkan satu bidang vertikal berlapis batu andesit di bagian belakang rumah mengimbangi void tinggi transparan di pojok depan / huk rumah. Desain ini berhasil menciptakan karakter khas fasada hunian bergaya tropis modern yang didukung oleh aplikasi material dan teknologi yang canggih. Yang paling unik dari arsitektur rumah ini adalah konsep susunan bidang penyekat / layering the bounderies yang merupakan respons desain bangunan terhadap perubahan cuaca. Prinsipnya, arsitek menyusun beberapa lapis (layer) bidang penyekat transparan (screen) pada sisi luar bukaan luas untuk menangkis panas matahari sekaligus menghalangi pandangan orang dari arah luar ke dalam hunian.

Contohnya terlihat pada susunan empat bidang penyekat yang berada persis di luar ruang duduk keluarga di lantai dasar. Penyekat pertama berupa bilah-bilah perunggu yang diolah membentuk motif ombak pada satu bidang vertikal sedangkan penyekat kedua berupa deretan beberapa pohon phoenix yang tajuk daunnya berbentuk kipas. Penyekat ketiga berupa pagar batas kaveling dan penyekat terakhir adalah pohon-pohon di lahan kompleks. Arsitek juga merancang bidang penyekat dalam wujud lain yaitu deretan batang kayu dan kerangka baja yang menyekat selasar lantai atas dan menaungi dek seputar kolam renang. Arsitek juga membuat area transisi (penyangga) yang berfungsi menurunkan temperatur ruang yang berada di sisi barat lahan misalnya berupa ruang tangga sempit di area servis dan area walk in wardrobe di kamar anak. Selain itu, bidang dek atap rumah dibuat dobel sehingga terbentuk celah yang dapat mengalirkan udara ke dalam hunian.

Konsep Interior

Untuk bagian dalam rumah, arsitek berupaya membuat susunan / layout ruang yang dapat mengamodasi kebiasaan penghuni. Prinsip pertama adalah area publik seperti foyer dan ruang tamu dipisahkan dari area privat sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni. Sebagai wujudnya, foyer dirancang menjadi bagian awal dari selasar dalam rumah sedangkan area penerima tamu dikelilingi oleh jendela dan pintu kaca yang lebar sehingga memberi kesan ruang dalam yang “merangkul” lingkungan sekitarnya. Prinsip kedua adalah ruang duduk, ruang makan dan dapur menjadi “jantung” rumah ini tempat penghuni kerap melakukan aktivitas bersama. Karena itu, area kumpul bersama didesain terbuka tanpa dinding penyekat, dikelilingi oleh deretan jendela-pintu kaca yang berorientasi menghadap ke arah kolam renang dan taman di lantai bawah. Dengan demikian, penghuni mudah melihat ke berbagai sudut rumah termasuk pemandangan segar ke arah luar.

Kusen jendela terbuat dari bahan aluminium khusus (PVC-U) dengan seal penuh sedangkan kacanya (tempered glass) dibuat rangkap tiga agar dapat meredam bising kendaraan di jalan tol yang tidak jauh dari rumah. Prinsip ketiga adalah ruang kerja yang nyaman bagi pemillik rumah tempat sang Ibu mengerjakan desain perhiasan sedangkan sang ayah dapat membaca koleksi buku. Prinsip terakhir adalah mengombinasikan warna, tekstur dan motif yang dapat memberikan keceriaan di dalam rumah. Diantaranya, warna-warna earth tones seperti hitam, coklat, krem dan abu-abu, yang menonjolkan motif alami dari serat kayu dan batu alam yang digunakan. Tekstur material yang digunakan cenderung tidak mengkilap / matt seperti lantai ruang tamu sengaja dilapisi oleh batu red cooper slate dengan permukaan honed doff agar menegaskan nuansa outdoor di ruang ini. Elemen ini dipadu dengan bahan aluminium yang memberi kesan modern pada hunian ini.

Konsep Lanskap

Pada dasarnya, tanaman dan ornamen luar rumah dirancang untuk menegaskan konsep arsitektur bangunan secara keseluruhan. Sebagai contoh, area kolam renang dan taman dalam diolah menjadi tempat olah raga dan tempat bersantai keluarga dalam suasana yang segar. Area ini dilengkapi oleh dek kayu, kursi, pohon frangipani, patung yang juga menjadi air mancur serta lampu sorot.

Selain itu, teras ruang tamu dikelilingi oleh tanaman tropis seperti pandan Bali dan hiasan berupa gentong dan tempat duduk dari batu menhir. Secara keseluruhan, desain hunian ini berhasil mewujudkan keinginan pemilik dan keinginan arsiteknya.

Sumber : griya-asri.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi