Rabu, 20 Agustus 2008

Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda

Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda


Arsitek Taman dilengkapi Gazebo Sebagai Aksesoris Cantik Ditaman Anda

Taman bagi sebagian orang mungkin merupakan bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari sebuah rumah. Persoalan penting tidaknya sebuah taman pada tiap-tiap rumah/hunian tentu didasari oleh berbagai alasan. Sebagian mengatakan kegiatan sosialisasi antar anggota keluarga banyak dilakukan ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka menjamu tamu-tamu penting ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka biasa melakukan “party” ditaman, sebagian lagi mengatakan mereka melakukan arisan antar tetangga ditaman, dan berbagai alasan-alasan lainnya.



Gazebo on the Lily Garden



Dari sekian alasan manfaat dan kegunaan taman yang telah saya sebut diatas, tentunya terlihat bahwa taman memiliki banyak fungsi dan manfaat. Tidak hanya sekedar tempat menanam bunga, tidak sekedar tempat meletakkan pot, tidak sekedar tempat meletakkan butiran-butiran kerikil dan batu-batu pecah, tidak sekedar tempat meletakkan beberapa buah kursi dan meja untuk duduk dan menikmati sesuatu. Tapi lebih dari itu, taman berfungsi sebagai tempat melakukan sosialisasi, dari banyaknya sosialisasi maka akan terjadi interaksi sosial (antara anggota keluarga, tetangga atau siapapun) yang berdampak pada peningkatan taraf kedewasaan kondisi psikologis pemilik dan orang-orang disekitarnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat tampilan taman menjadi lebih indah dan menarik. Menambahkan berbagai aksesoris, misalnya gajebo, kolam ikan, atau pergola. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pemilihan gajebo sebagai akasesoris pelengkap sekaligus pemanis dalam sebuah taman. Banyaknya pilihan bentuk, material penyusun, dan desain gajebo tentunya harus dipilih, yang manakah yang paling sesuai dengan taman dirumah anda.



Wooden Gazebo



Layaknya elemen-elemen penyusun sebuah bangunan, gajebo juga dianggap sebagai hasil dari sebuah karya seni. Setiap elemen dan bagian-bagian yang menyusunnya ibarat syair lagu dengan komposisi nada-nada yang sempurna. Bayangkan jika anda berkumpul dengan anggota keluarga anda, berteduh, menikmati indahnya pemandangan taman yang asri sambil menikmati teh hangat disana.. Kehadiran gajebo akan menghadirkan kesan tersendiri, karena disana akan terjadi interaksi antara anggota keluarga, dan tentu dari proses interaksi tersebut diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup dan keharmonisan keluarga. Bukankah keharmonisan dan kebahagiaan itulah yang sebenarnya kita butuhkan?



Gazebo on The Villa



Dalam sejarahnya, gajebo atau bale bukanlah barang atau sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak jaman (atau zaman?) dahulu gajebo sering dipakai untuk duduk lesehan bersantai sambil membicarakan banyak hal. Berdasarkan fungsi gajebo yang sering dipergunakan untuk duduk bersantai, mengobrol dengan tetangga, melangsungkan pesta pernikahan atau ulang tahun, atau sekedar bengong maka gajebo sering disebut sebagai bale bengong. Namun berdasarkan perkembangannya kini, fungsi gajebo perlahan berubah menjadi aksesoris pelengkap untuk meningkatkan nilai estetika dan keindahan dari sebuh rumah. Sehingga kadang muncul anggapan-anggapan bahwa sesorang yang dirumahnya memiliki gajebo akan masuk dalam kelas tersendiri.



Composites aluminium and wood Gazebo



Mungkin masuk dalam kategori rumah mewah, karena gajebo diletakkan ditaman/halaman rumah yang luas untuk dimanfaatkan oleh sang pemilik rumah. Saya pribadi tidak mengerti kenapa anggapan seperti ini muncul? padahal jika ditinjau berdasarkan harganya, sebuah gajebo bukanlah sesuatu yang mahal untuk dimiliki.. Dari analisa saya, mungkin yang menjadi masalah atau yang membuat anggapan ini muncul karena untuk memiliki gajebo anda harus memiliki taman dibelakang, disamping atau didepan rumah anda, dan taman tersebut membutuhkan space/lahan tambahan, artinya anda harus memiliki tanah yang cukup luas, dan tanah tersebut (dikota besar) harganya sangat mahal. Alih-alih untuk membeli tanah tambahan, ditengah kondisi ekonomi yang makin sulit seperti sekarang ini, bagi sebagian orang mungkin dana tersebut lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan primer yang lain (misalnya untuk biaya pendidikan atau biaya kuliah putra-putri mereka).



Gazebo Design Sketch



Desain gajebo sendiri sangat khas, karena gajebo dibangun terpisah dari bangunan utama (rumah), berdiri sendiri diarea taman yang bentuk dan desainnya bermacam-macam. Tetapi pada umumnya gajebo dapat dikenali dari bentuk dasarnya yang terdiri dari atap, tiang-tiang penyusun tanpa dilengkapi dinding, dan lantai yang elevasinya sedikit lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah disekitarnya.



Gazebo on The Porch



Untuk modelnya, gajebo terbagi dalam dua model yang umum. Model klasik dan model hasil perpaduan antara modern-klasik. Untuk gajebo dengan model yang klasik lumayan mudah untuk dikenali, karena bentuk desainnya menyerupai bangunan adat jawa atau bangunan adat bali yang mengaplikasikan banyak ukiran atau ornamen. Sedangkan model hasil perpaduan modern-klasik memiliki ciri dengan gaya yang simpel, tidak mementingkan detail pada bangunannya, dan permukaan lantai gajebo yang terkesan datar/flat. Yang perlu diingat, sebenarnya tidak ada aliran atau nama khusus pada gajebo, karena desain gajebo umumnya disesuaikan dengan bangunan utama/rumah. Jika desain rumah anda art deco, bisa saja anda sebut gajebo anda model art deco, atau jika desain rumah anda kontemporer, bisa saja anda menyebut gajebo anda model kontemporer.



Minimalist and Simple Gazebo



Bentuk gajebo umumnya berbentuk geometris, segi empat, segi enam, atau lingkaran/circle. Untuk konstruksinya, biasanya gajebo dibuat permanent, meskipun ada juga yang dibuat dengan model dan bahan yang mampu untuk dicopot-pasang seperti gajebo berbahan aluminium atau gajebo dari bahan bambu buatan Indonesia yang banyak diekspor keluar negeri..



Indonesian Bamboo Gazebo



Last, Untuk anda yang memilki taman, atau memiliki space lahan didepan, dibelakang, atau disamping rumah, ada baiknya anda menganggarkan sedikit dana untuk membuat atau membeli gajebo. Bukan untuk sekedar dilihat atau dipamarkan, tetapi untuk kebahagiaan anda dan anggota keluarga.. Anda tertarik untuk memiliki gazebo?

Sumber : architectaria.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif

Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif


Arsitektur, Sebuah Langkah Kreatif dan Inovatif

Arsitek selalu membuat “kejutan” baru dalam menciptakan karya-karya mereka. Eksplorasi mereka terhadap bentuk massa, struktur, dan proporsi, didukung oleh desain yang inovatif serta teknologi canggih semua difokuskan dalam menghasilkan suatu karya baru. Dalam mencapai sebuah langkah kreatif eksplorasi terhadap desain seolah-olah tidak ada batasnya. Bagi Ridwan Kamil, seorang arsitek urban yang tengah mengeksplorasi desain-desain spektaktuler, desain yang spontan dapat terwujud lebih unik dibandingkan dengan desain awal. Pada desain rumahnya di Bandung Utara dia mewujudkan ide yang ekspresif dan kreatif lewat bahasa arsitektur dengan balutan estetika dan desain yang berfungsi.

Bagi Emil, demikian sapaan sehari-harinya, mendesain adalah ibarat melakukan sebuah ibadah. Dia mengerti betul aturan-aturan yang perlu dipatuhi dan aturan yang masih fleksibel sehingga dapat menciptakan suatu bahasa arsitektur dan bahasa interior yang unik pada setiap rancangannya. Kali ini Emil berkesempatan untuk merancang rumahnya sendiri dengan menggabungkan pengalaman kerja, pengetahuan serta impiannya untuk menciptakan sebuah hunian modern yang menghadirkan ”semangat” desain dalam konteks kehidupan modern.

Secondary Skin yang fenomenal

Banyak ide yang ingin diwujudkan ketika mendesain rumahnya. Dia membalut bangunan dengan kulit eksternal (secondary skin) sebagai upaya untuk menyamarkan dinding rumah utama yang sebagian besar terbuka dengan kaca setinggi plafon. Sang arsitek menerangkan bahwa secondary skin ini bagaikan sebuah bidang, tirai, partisi, jendela dan juga penghalang terhadap terik panas matahari di siang hari. Kulit ini tidak hanya terlihat unik tetapi juga fungsional. Uniknya struktur kerangka kulit luar ini dipadukan dengan bahan yang tidak lazim digunakan pada rumah, yaitu botol-botol bekas yang jumlahnya mencapai 30 ribu buah. Botol-botol bekas tersebut ditempelkan dan disusun satu sama lain untuk menghasilkan bidang-bidang partisi yang semi transparan. Botol bekas yang dipilih adalah botol kratingdaeng yang berukuran sedang dan berwarna oranye sehingga menghasilkan pencahayaan yang nyaman dan alami ketika ditimpa matahari. Efek cahaya tersebut sesuai dengan tema warna yang diterapkan pada interior rumahnya yaitu warna cokelat kayu.

Emil mengatakan bahwa pemakaian secondary skin mempunyai falsafah tertentu seperti yang pernah dikemukakan oleh arsitek Budi Pradono dalam rancangan beberapa bangunannya yaitu mengangkat citra tradisional dalam bahasa modern. Jika diperhatikan secara teliti struktur kerangka secondary skin merupakan paduan unsur modern dengan unsur tradisional yaitu botol-botol bekas tadi.
Pada resto Kayumanis yang dikerjakan oleh Budi Pradono, efek yang dihasilkan melalui struktur secondary skin ini memunculkan efek “dramatis” ketika bersinggungan dengan cahaya matahari. Suasana terlihat “hangat” dan nyaman.

Tekstur, Warna dan Unsur Melayang

Rumah ini berdiri di atas lahan yang berbentuk trapesium, sehingga orientasi desainnya harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Bentuk massa utama berbentuk huruf “U” dengan bagian depan rumah menyerong ke arah jalan sehingga menjadikan tata letak interiornya terpisah-pisah. Namun Emil tetap mengomposisikan ruangan agar terbuka satu sama lain melalui permainan efek tembus pandang dan dominasi garis kisi-kisi pada interiornya. Di sini diterapkan permainan struktur split level dengan komposisi dua lantai di massa bagian depan dan komposisi tiga lantai di massa bagian belakang. Kedua massa ini mengapit sebuah inner-court yang difungsikan sebagai area buffer sekaligus sebagai tempat relaksasi. Mengingat area ini sering dipergunakan sebagai tempat berkumpul keluarga ataupun tempat pengajian maka ruang luar ini menjadi perluasan dari ruang dalam.

Setiap ruangan saling berhubungan dengan ruangan di sebelahnya. Misalnya ruangan tamu di depan terhubung langsung dengan ruangan keluarga tetapi dipisahkan dengan perbedaan lantai. Disisi lain, pada partisi yang melatarbelakangi rak TV dibuat celah horizontal sehingga dapat terlihat aktivitas di ruang musala.

Secara menyeluruh, interior dalam dibuat nyaman dengan aksen warna yang dominan. Contohnya terdapat ruangan keluarga yang elegan dengan mebel dan aksesori interior yang menawan. Sebuah sofa egg chair berwarna merah menjadi aksen yang turut menyemarakkan ruangan ini. Emil mengatakan bahwa aksen ini dibuat untuk menampilkan pusat perhatian pada ruangan. Dari ruangan ini terdapat akses ke arah inner courtyard melalui pintu kaca geser. Bukaan seperti ini berfungsi untuk melancarkan sirkulasi udara dan juga melancarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah sehingga rumah terasa sejuk dan terang.

Pemakaian cat untuk tembok sengaja dibuat minim. Sebagai penggantinya dipakai material bertekstur seperti batu alam, wallpaper, panel kayu, kisi-kisi besi dan beberapa bahan lainnya yang memenuhi bidang-bidang interiornya. Berbagai material dipadukan seperti batu andesit untuk pelapis lantai dan pelapis dinding yang di beri coakan garis-garis sehingga terlihat unik. Detail-detail ini banyak yang diubah oleh Emil saat pelaksanaan tahapan konstruksi, sehingga tercapai suasana dan efek yang diinginkan.

Detail lain yang turut diperhatikan oleh Emil adalah ”efek melayang” yang diterapkan pada sebagian besar furnitur di dalam rumah. Contohnya meja dapur island berwarna putih yang mempunyai kaki meja yang ditempatkan pada bagian tengah dalam sehingga tidak terlihat dan menimbulkan efek melayang. Begitu pula dengan penggunaan beton yang membingkai sebuah chaise longe berwarna merah di area courtyard. Di sini struktur betonnya ditopang oleh kaki beton yang dibuat lebih ramping dan lebih kecil sehingga tercipta efek melayang pada struktur beton tadi. Dengan pencahayaan dari lampu yang tersembunyi, efek visual melayang lebih terlihat terutama menjelang malam hari.

Secara keseluruhan semua elemen yang diciptakan berpadu harmonis penuh permainan garis horizontal dan vertikal, serta mempunyai nilai ramah lingkungan karena menggunakan botol-botol bekas sebagai elemen arsitekturnya.

Desain hunian ini diupayakan arsiteknya merespons perubahan cuaca dan sekaligus menyuguhkan “permainan” massa bangunan yang dinamis melalui konsep susunan bidang penyekat (layering the bounderies).



Gagasan desain ini bertitik tolak dari keinginan pemilik rumah untuk memiliki hunian modern dan natural yang berbeda dari rumah tinggal pada umumnya di Surabaya, Jawa Timur. Dilihat dari kondisinya, lahan yang memanjang ke belakang seluas 875 m2 ini berada di huk / persimpangan jalan dan satu sisi panjangnya menghadap ke arah timur sehingga rentan terkena silau cahaya matahari. Untuk merespons kondisi ini, pemilik memberi kebebasan merancang kepada tim konsultan arsitektur dan interior R+DA bersama dengan tim pelaksana interior dari SunFlower. Sebagai ide awal, arsitek Darnan dari R+DA mengusulkan wujud hunian beratap datar yang merupakan terobosan baru di kompleks ini. Ide atap datar ini didukung oleh pengolahan bukaan dan bidang penyekat pada massa bangunan. Konsep ini terbukti dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan estetika yang bernilai seni tinggi.

Konsep Arsitektur

Pada tahap awal, arsitek merancang massa bangunan dua lantai berbentuk huruf U dengan halaman dalam (courtyard) di bagian tengahnya. Di lihat dari bentuk kaveling, halaman dalam yang diolah menjadi kolam renang dan taman ini menempati pojok belakang lahan sehingga dapat menjaga privasi pemilik saat berenang sekaligus mengoptimalkan pengudaraan silang dalam bangunan. Arsitek juga menerapkan prinsip bangunan tropis yaitu hampir setiap sisi hunian memiliki bukaan luas agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya matahari dan pandangan ke arah luar. Komposisi solid dan void pada massa bangunan ini juga diimbangi oleh ini “permainan” dinamis antara tiang-tiang bangunan yang vertikal dan bidang-bidang horizontal dari atap datar, teritis dan kanopi. Selanjutnya, massa bangunan utama sengaja dibedakan dengan massa bangunan servis dengan cara menegaskan posisi entrance dan selasar untuk sirkulasi dalam hunian persis di tengah kedua massa bangunan.

Dengan massa bangunan yang demikian besar, arsitek merancang elemen-elemen pengikat yang berfungsi menyatukan dan mengimbangi secara visual (mass interconnection). Contohnya, sebuah kanopi panjang menyatukan garasi, pintu masuk hingga teras bagian depan sedangkan satu bidang vertikal berlapis batu andesit di bagian belakang rumah mengimbangi void tinggi transparan di pojok depan / huk rumah. Desain ini berhasil menciptakan karakter khas fasada hunian bergaya tropis modern yang didukung oleh aplikasi material dan teknologi yang canggih. Yang paling unik dari arsitektur rumah ini adalah konsep susunan bidang penyekat / layering the bounderies yang merupakan respons desain bangunan terhadap perubahan cuaca. Prinsipnya, arsitek menyusun beberapa lapis (layer) bidang penyekat transparan (screen) pada sisi luar bukaan luas untuk menangkis panas matahari sekaligus menghalangi pandangan orang dari arah luar ke dalam hunian.

Contohnya terlihat pada susunan empat bidang penyekat yang berada persis di luar ruang duduk keluarga di lantai dasar. Penyekat pertama berupa bilah-bilah perunggu yang diolah membentuk motif ombak pada satu bidang vertikal sedangkan penyekat kedua berupa deretan beberapa pohon phoenix yang tajuk daunnya berbentuk kipas. Penyekat ketiga berupa pagar batas kaveling dan penyekat terakhir adalah pohon-pohon di lahan kompleks. Arsitek juga merancang bidang penyekat dalam wujud lain yaitu deretan batang kayu dan kerangka baja yang menyekat selasar lantai atas dan menaungi dek seputar kolam renang. Arsitek juga membuat area transisi (penyangga) yang berfungsi menurunkan temperatur ruang yang berada di sisi barat lahan misalnya berupa ruang tangga sempit di area servis dan area walk in wardrobe di kamar anak. Selain itu, bidang dek atap rumah dibuat dobel sehingga terbentuk celah yang dapat mengalirkan udara ke dalam hunian.

Konsep Interior

Untuk bagian dalam rumah, arsitek berupaya membuat susunan / layout ruang yang dapat mengamodasi kebiasaan penghuni. Prinsip pertama adalah area publik seperti foyer dan ruang tamu dipisahkan dari area privat sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari penghuni. Sebagai wujudnya, foyer dirancang menjadi bagian awal dari selasar dalam rumah sedangkan area penerima tamu dikelilingi oleh jendela dan pintu kaca yang lebar sehingga memberi kesan ruang dalam yang “merangkul” lingkungan sekitarnya. Prinsip kedua adalah ruang duduk, ruang makan dan dapur menjadi “jantung” rumah ini tempat penghuni kerap melakukan aktivitas bersama. Karena itu, area kumpul bersama didesain terbuka tanpa dinding penyekat, dikelilingi oleh deretan jendela-pintu kaca yang berorientasi menghadap ke arah kolam renang dan taman di lantai bawah. Dengan demikian, penghuni mudah melihat ke berbagai sudut rumah termasuk pemandangan segar ke arah luar.

Kusen jendela terbuat dari bahan aluminium khusus (PVC-U) dengan seal penuh sedangkan kacanya (tempered glass) dibuat rangkap tiga agar dapat meredam bising kendaraan di jalan tol yang tidak jauh dari rumah. Prinsip ketiga adalah ruang kerja yang nyaman bagi pemillik rumah tempat sang Ibu mengerjakan desain perhiasan sedangkan sang ayah dapat membaca koleksi buku. Prinsip terakhir adalah mengombinasikan warna, tekstur dan motif yang dapat memberikan keceriaan di dalam rumah. Diantaranya, warna-warna earth tones seperti hitam, coklat, krem dan abu-abu, yang menonjolkan motif alami dari serat kayu dan batu alam yang digunakan. Tekstur material yang digunakan cenderung tidak mengkilap / matt seperti lantai ruang tamu sengaja dilapisi oleh batu red cooper slate dengan permukaan honed doff agar menegaskan nuansa outdoor di ruang ini. Elemen ini dipadu dengan bahan aluminium yang memberi kesan modern pada hunian ini.

Konsep Lanskap

Pada dasarnya, tanaman dan ornamen luar rumah dirancang untuk menegaskan konsep arsitektur bangunan secara keseluruhan. Sebagai contoh, area kolam renang dan taman dalam diolah menjadi tempat olah raga dan tempat bersantai keluarga dalam suasana yang segar. Area ini dilengkapi oleh dek kayu, kursi, pohon frangipani, patung yang juga menjadi air mancur serta lampu sorot.

Selain itu, teras ruang tamu dikelilingi oleh tanaman tropis seperti pandan Bali dan hiasan berupa gentong dan tempat duduk dari batu menhir. Secara keseluruhan, desain hunian ini berhasil mewujudkan keinginan pemilik dan keinginan arsiteknya.

Sumber : griya-asri.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Selasa, 19 Agustus 2008

Arsitektur Rumah Minimalis, "Rumah Tanpa Ornamen Berlebihan"

Arsitektur Rumah Minimalis, "Rumah Tanpa Ornamen Berlebihan"


Arsitektur Rumah Minimalis, "Rumah Tanpa Ornamen Berlebihan"

Sampai saat ini desain rumah dengan gaya minimalis masih digemari. Gaya ini dipandang praktis dan dapat mewakili gaya hidup modern mereka. Benarkah?

Ada beberapa alasan mengapa orang cenderung memilih gaya minimalis. Di antaranya, gaya ini dianggap merupakan jawaban atas tantangan zaman yang ingin mendapatkan hasil maksimal dari sesuatu yang minimal. Bisa berupa dana pembangunan yang minim atau dengan meminimalkan gaya hidup. Namun kemudian keterbatasan ini melahirkan tren arsitektur yang banyak digemari, arsitektur minimalis.

Desain rumah minimalis bercirikan tampilan rumah tanpa ornamen yang berlebihan, menggunakan bahan material yang diekspos sehingga tampilannya terkesan jujur dan tidak berlebihan.

Gaya minimalis sendiri berawal dari protes terhadap masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam, mengeksploitasi habis-habisan untuk hal-hal yang tidak perlu. Gaya minimalisme ini merujuk pada gerakan "back to basic" atau kembali kepada kesederhanaan yang apa adanya.

Gaya ini melahirkan sebuah bangunan yang tanpa hiasan berlebihan, jujur dan apa adanya.
Jika Anda menyukai gaya hidup modern, maka gaya ini bisa jadi pilihan gaya hidup sehari-hari. Sebagai contoh sepasang suami istri yang sama-sama bekerja akan memilih gaya hidup yang cepat, simple dan praktis dengan tetap mengedepankan tren yang sedang digandrungi.

Tren boleh saja diikuti dan digemari, namun Anda tetap harus memperhatikan kesesuaiannya terhadap iklim. Gaya minimalis bukan asli produk negeri kita, karenanya Anda tetap harus memperhatikan faktor-faktor iklim tropis seperti hujan dan panas matahari.

Perhitungkan arah matahari, jangan sampai rumah minimalis Anda salah arah dengan menghadap matahari, alhasil Anda bakal memiliki ruangan yang kerap panas terjemur matahari.

Digabungkan
Seperti diketahui, gaya rumah minimalis memiliki ciri khas sendiri dalam tampilan bangunannya. Biasanya rumah-rumah minimalis menggunakan batuan, permainan unsur garis dan bidang, serta pewarnaan yang cenderung lebih berani daripada gaya arsitektur Mediterania maupun klasik.

Kekuatan utama dalam desain modern minimalis terletak pada gubahan geometri dan penggunaan material, karenanya permainan pada permukaan dinding merupakan hal yang biasa dalam gaya ini. Sama saja jika anda membuat sebuah "lukisan" bergaya kubisme dan mengisi relung-relung bidang kubus tersebut dengan warna dan bahan yang berbeda.

Namun demikian, gaya minimalis di Indonesia sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup berbeda daripada yang dipahami secara internasional sebagai "minimalisme". Gaya yang sesungguhnya pada minimalisme memiliki prinsip "less is more". Sementara prinsip arsitektur modern minimalis sebenarnya mengikuti prinsip arsitektur "form follow function" atau bentuk mengikuti fungsi, karenanya bentuk-bentuk yang tidak perlu dihilangkan.

Di Indonesia masih banyak digunakan ornamentasi atau hiasan dan minimalis menjadi sebuah gaya arsitektur yang berdiri sendiri. Hal tersebut dikarenakan kebudayaan Indonesia yang sarat dengan ornamentasi atau hiasan. Menggabungkan fasade minimalis yang lebih Indonesia memang tidak ada salahnya.


Sumber : harian-global.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Contoh Rumah Gaya Klasik Victoria

Contoh Rumah Gaya Klasik Victoria


Contoh Rumah Gaya Klasik Victoria

Contoh rumah gaya sebuah karya arsitektur adalah bagian dari tren. Setiap orang boleh mempunyai selera akan gaya tetapi tidak setiap gaya harus menjadi bagian hidup seseorang. Karena itu setiap gaya dalam bidang arsitektur bisa tetap langgeng dan pasti selalu ada penggemarnya. Demikian juga sebuah karya yang akan di bahas ini, boleh dikatakan spesifik dan cukup langka ditengah era minimalis dan tropis modern, yaitu gaya klasik victorian yang elok dan nyaman.

Hunian yang berlokasi di kawasan Pondok Kelapa. Jakarta Timur ini merupakan kediaman keluarga H. Sudirman M.R. yang dirancang oleh arsitek Darwandi dan desainer interior Dyah Retnowati dari tim konsultan Cipta Selaras.

Sebagai anggota keluarga besar yang sering mengadakan pertemuan di hunian ini H.Sudirman M.R. ingin membangun rumah tinggal yang luas meskipun lahannya hanya berukuran 600 m2. Pemilik memang menyukai hunian bergaya klasik yang mewah sekaligus yang mengekspresikan kemapanan, gaya hidup dan apresiasi seni pemilik yang dikombinasikan dengan sentuhan ornamen tradisional yang eksotik.

Untuk mengekspresikan hal tersebut arsitek berupaya menerapkan prinsip arsitektur klasik Eropa khususnya yang bernuansa kolonial yang Mass dikenal sebagai contoh rumah gaya Victorian. Hal ini terlihat dari pemakaian elemen bangunan yang khas seperti pintu-pintu yang tinggi dan jendela dengan daun dobel yaitu daun jendela luar berupa krepyak sedangkan daun jendela dalamnya dilengkapi kaca.

Massa bangunan juga dirancang simetris dan memperlihatkan hierarki ruang di antaranya bagian muka dilengkapi oleh dua buah pintu untuk akses keluar masuk dan portico di tengahnya untuk drop off dari kendaraan. Di samping itu, sosok bangunan memperlihatkan sistem perimbangan yang tepat seperti lantai dasar sebagai bagian kaki, lantai atas sebagai badannya dan atap sebagai kepala bangunan.

Khusus bagian atap, diterapkan bentuk atap khas gaya klasik Victorian Italianate (sebuah periode dalam perkembangan rumah Victorian Style), berupa atap curam dengan bagian puncaknya seakan-akan terpancung, dan dihiasi dengan jendela-jendela yang menonjol keluar dari bidang atap curam tersebut.

Arsitek juga mengadop elemen lain khas Victori-Italianate berupa cupola, yakni bagian bangunan yang muncul di antara susunan atap/massa bangunan yang menjulang ke atap mirip menara. Pada bangunan ini cupola tersebut denahnya berbentuk segi-6 dengan jendela-jendela keliling dan atapnya berbentuk kubah.


Cupola ini di samping berperan sebagai point of view juga bertungsi sebagai sumber pencahayaan alami bagi ruang dapur yang berada tepat di bawah kubah di lantai dasar. Bentuk cupola kubah seperti ini sering kita jumpai pada bangunan-bangunan kolonial di Indonesia, misalnya museum Fatahillah, gedung Bank Indonesia Cabang Solo, dan gedung Lawang Sewu.


Elemen lainnya khas gaya klasik Victorian juga berupa profil dekoratif yang menghias dinding, jendela dan pagar rumah. Pemakaian material besi ulir dengan motif stilasi melengkung pada pagar di balkon dan tangga dalam serta finishing duco warna off white pada setiap penggunaan kayu semakin menegaskan suasana gaya klasik di rumah ini.

Selain itu, beberapa elemen bangunan tropis diterapkan untuk mengantisipasi perubahan iklim tropis lingkungan. Contohnya teritis dan overstek dibuat lebih lebar dari pakem bangunan gaya klasik pada umumnya. Jendela yang lebar dan platon yang tinggi juga berhasil mengoptimalkan sirkulasi udara dan masuknya cahaya alami ke dalam rumah sehingga ruang dalamnya terasa nyaman. Pemakaian material alami seperti batu kali yang melapisi lantai pintu masuk dan tanaman di halaman muka juga memberikan sentuhan alami yang menyegarkan.

Untuk penataan di dalam rumah, arsitek dan desainer interior berupaya menciptakan kesan lapang dan impresif terutama di sekitar pintu masuk utama yang merupakan area menerima tamu. Oleh karena itu, dirancang foyer yang menyatu dengan tangga di bagian muka rumah dan area tersebut dirancang dengan void dua lantai dan plafon setinggi 6 m.

Tidak hanya itu, tangga dan dinding juga didesain berbentuk separuh lingkaran dan plafonnya dihias dengan lis profil yang disusun menyerupai sarang lebah sehingga menjadi eye catcher di area ini. Selanjutnya ruangan tamu ditempatkan di sebelah foyer dan terdapat bidang partisi yang menyekat antara foyer dan area dalam rumah sehingga privasi penghuni tetap terjaga.

Masuk ke bagian dalam, akan kita temukan ruangan keluarga yang dirancang langsung menghadap ke ruangan makan dan teras belakang sehingga dapat menampung aktivitas saat ada acara bersama.

Living area ini hanya disekat oleh jendela kaca lebar sehingga memiliki pemandangan lepas ke arah kolam renang di halaman belakang. Kamar tidur dan kamar mandi utama ditempatkan dl lantai dasar dengan jendela lebar ke arah halaman belakang sedangkan area servis dan garasi berada di sisi lain dari kaveling hunian. Di lantai atas, arsitek membuat sebuah ruang hobi yang dikelilingi oleh dua buah kamar tidur anak dan sebuah gazebo di balkon belakang yang menjadi tempat favorit untuk bersantai di sore hari.

Dalam menata ruangan dalam, desainer menerapkan interior bergaya klasik Amerika yang ornamen dekoratifnya lebih sederhana dibandingkan dengan gaya klasik Eropa. Interior hunian ini juga didominasi oleh komposisi warna cokelat dan off white monokromatik yang menghadirkan suasana hangat dan homey yang didukung dengan tata pencahayaan (lighting) yang baik.

Dengan mengacu pada prinsip interior gaya klasik, desainer memadu padankan motif floral dengan motif garis-garis seperti terlihat pada pemakaian wallpaper dan soft furnishing di hunian. Pada furniturnya, terlihat ciri khas gaya klasik pada bentuk melengkung dan sentuhan warna emas yang dapat memberikan kesan mewah dan menarik. Sebagian besar furnitur diberi finishing duco dan dilengkapi oleh jok yang dilapisi oleh pelapis lembut.

Dengan demikian, furnitur ditata bukan sekadar memenuhi fungsi saja tetapi juga berfungsi sebagai benda seni (art work) yang dipadukan dengan aksesori interior lainnya seperti karpet, gorden dan lampu. Benda seni koleksi pemilik juga memainkan peranan penting dalam menciptakan "jiwa" hunian dan menegaskan kepribadian pemiliknya. Secara keseluruhan hasil kerja sama yang harmonis antara pemilik, arsitek dan desainer interior ini dapat mewujudkan sebuah hunian idaman.

Keterangan Gambar:

Gb. 1 Interior hunian didominasi oleh komposisi warna cokelat dan off white monokromatik yang menghadirkan suasana hangat dan homey seperti yang terlihat pada ruang tamu.

Gb. 2 Bagian muka rumah dilengkapi oleh portico di tengahnya untuk drop off dan kendaraan dan elemen dekoratif khas contoh rumah gaya klasik Victorian berupa profil dekoratif yang menghias dinding, jendela dan pagar rumah.

Gb. 3 Pemakaian material besi ulir dengan motif stilasi melengkung pada pagar di balkon semakin menegaskan suasana gaya klasik di rumah ini.

Gb. 4 Masuk ke bagian dalam, akan kita temukan ruangan keluarga yang dirancang langsung menghadap ke ruangan makan dan teras belakang sehingga dapat menampung aktivitas saat ada acara bersama.

Gb. 5 Ciri khas gaya klasik terlihat pada bentuk melengkung dan sentuhan warna emas yang dapat memberikan kesan mewah dan menarik. Sebagian besar furnitur diberi finishing duco seperti terlihat pada ruang makan.

Gb. 6 Dalam menata ruangan dalam, desainer menerapkan interior bergaya klasik Amerika yang ornamen dekoratifnya lebih sederhana dibandingkan dengan gaya klasik Eropa seperti terlihat pada detil pagar tangga dan motif wallpaper-nya.

Gb. 7 Tangga dan dinding juga didesain berbentuk separuh lingkaran dan plafonnya dihias dengan lis profit yang disusun menyerupai sarang lebah sehingga menjadi eye catcher di area ini.

Gb. 8 Karakter khas gaya Victorian terlihat dari pemakaian elemen pintu-pintu yang tinggi dan jendela dengan daun dobel yaitu daun jendela luar berupa krepyak sedangkan daun jendela dalamnya dilengkapi kaca dan teralis dari besi ulir.

Gb. 9 Gazebo yang terletak di balkon belakang menjadi tempat favorit untuk bersantai di sore hari.

Sumber : cyberwoman.cbn.net.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek

Arsitek


Arsitek

Architek didepan papan gambarnya, 1893

Seorang arsitek, adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan.

Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan.

Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana.

"Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (master pembangun), arkhi (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu).

Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas (pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai dengan bestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi, dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadi penyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan atau membongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.

Sumber : id.wikipedia.org



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek dan Perannya



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek dan Perannya


Arsitek dan Perannya


Tanah yang kita beli dan siap untuk dibangun, sebaiknya didesain dengan sebaik-baiknya agar tidak percuma kita bersusah payah.

Rumah yang akan kita bangun adalah rumah yang mungkin akan kita tinggali untuk waktu yang relatif lama. Bila kita membangun rumah, biasanya kita membangun untuk kepentingan keluarga dan masa depan. Rumah perlu didesain dengan baik agar sesuai dengan gaya hidup dan kepentingan kita sebagai pemiliknya. Adakalanya, seseorang telah memiliki tanah dan berniat untuk membangun. Jasa arsitek dibutuhkan dalam hal ini.

Arsitek dapat membantu kita merencanakan segala detail yang ada dalam rumah yang akan dibangun. Misalnya; detail-detail keindahan dalam ruang-ruang, tampilan rumah yang menawan, perletakan ruang-ruang yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan kita sehari-hari. Biaya untuk menyewa jasa arsitek juga merupakan pertimbangan, dan biasanya biaya tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan seorang arsitek pada kemampuannya, atau pada standar tarif yang berlaku secara umum dalam wilayah arsitek tersebut. Sebaiknya jangan mudah percaya pada arsitek yang memberikan harga terlalu murah, atau bahkan gratis, karena hasil desain sama sekali tidak ada jaminan. Fee seorang arsitek bisa jadi menunjukkan kualitas arsitek tersebut. Sesuaikan pula dengan budget Anda, dan sebaiknya Anda mengetahui hasil karya arsitek tersebut sebelumnya.

Seseorang bisa saja membuat denah, perkiraan tampilan dan sebagainya, kemudian menyerahkannya kepada tukang. Pertanyaannya adalah; apakah banyak segi pertimbangan dalam merencanakan desain rumah telah terpenuhi? Hal-hal yang menjadi pertimbangan antara lain; estetika dan keindahan desain rumah, struktur konstruksi yang terencana, perletakan ruang-ruang secara tepat dan fungsional. Para arsitek telah mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan dalam profesinya, antara lain kemampuan menggubah komposisi bangunan agar indah, memperhatikan faktor kesehatan bangunan sehingga penghuninya tidak dirugikan dengan desain yang merusak kesehatan.

Namun, tidak sembarang arsitek dapat memenuhi kebutuhan Anda, karena arsitek yang baik adalah arsitek dengan pengalaman mendesain dan pengalaman lapangan yang baik. Sebenarnya, ketika ingin menggunakan jasa arsitek, tanyakanlah dulu kepada arsitek tersebut proyek apa saja yang telah dijalankannya, dan biarkanlah arsitek tersebut memberikan penjelasan tentang bagaimana prinsip proses desain yang biasa dilakukannya. Sebaiknya kita memilih arsitek yang perhatian dan mampu menerima aspirasi kita, kemudian menjadikannya dasar perencanaan rumah tinggal kita. Tanyakanlah pula pada arsitek tersebut, ide apakah yang terlintas dalam benaknya dalam proses desain tersebut, dan adakalanya arsitek akan muncul dengan ide-ide menarik yang tidak kita duga sebelumnya.

Arsitek yang baik akan memperhatikan kebutuhan ruang yang kita inginkan, budget yang kita miliki, dan berkehendak untuk memberikan desain yang terbaik yang dapat diberikannya. Kadangkala, bahkan meskipun kita telah menyewa jasa arsitek yang terkenal dan cukup banyak pula hasil desain yang dimilikinya, hasil desain tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan kita akan sebuah rumah tinggal yang ideal. Dalam hal ini, kita perlu melihat pada contoh-contoh desain yang dimilikinya dan pada saat berbicara dengan arsitek tersebut, kita dapat memperkirakan apakah cukup baik menyewa jasanya, apakah arsitek tersebut tidak terlalu sibuk sehingga desain kita terbengkalai, dan sebagainya.

Dalam proses desain, yang terjadi adalah sebuah tarik-menarik antara berbagai faktor dalam proses merancang tersebut, antara lain keinginan klien, faktor ekonomi, sosial, budaya setempat, serta keinginan dan ide arsitek tersebut. Dalam proses desain yang kita lakukan bersama arsitek, hal-hal tersebut perlu diperhatikan dengan seksama. Bila keinginan kita terlalu mendominasi, akibatnya desain arsitek mungkin tidak kreatif dan jasa arsitek tersebut kurang efisien karena tertekan dengan keinginan kita. Bila arsitek terlalu mendominasi, hasil desain mungkin hanya sebagai eksperimen arsitek yang ambisius dan tidak sesuai dengan klien dan lingkungan. Faktor-faktor lain seperti ekonomi (budget), keadaan lingkungan dan budaya dalam lingkungan setempat juga patut untuk diperhatikan.

Sehingga, adanya dialog dan proses dalam desain adalah hal yang musti ada, sehingga terjalin hubungan baik antara kita dan arsitek, dan kemudian desain yang baik diharapkan lahir. Selamat mencari arsitek.

Sumber : astudio.id.or.id

Arsitektur Rumah Tropis untuk Merespon Perubahan Iklim Dan Kurangi Pemanasan Global atau Global Warming Yang Kian Extrem

Arsitektur Rumah Tropis untuk Merespon Perubahan Iklim Dan Kurangi Pemanasan Global atau Global Warming Yang Kian Extrem



Arsitektur Rumah Tropis untuk Merespon Perubahan Iklim Dan Kurangi Pemanasan Global atau Global Warming Yang Kian Extrem

Arsitektur rumah tropis ternyata mampu berkontribusi untuk menurunkan gas rumah kaca di atmosfer. Menurut Dr. Ir. Eddy Prianto CES, DEA, rumah tropis merupakan bentuk tanggapan atas konteks sosial yang terjadi, yaitu krisis listrik, gerakan hemat listrik, dan pemanasan global.

Rumah Tropis, Rumah hemat energi untuk hadapi pemanasan global

Rumah tropis hemat energi untuk hadapi pemanasan global
Salah satunya solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global, adalah dengan menerapkan disain rumah tropis hemat energi. Faktanya, rumah yang boros energi, sekitar 80% berasal dari kesalahan desain arsitektur. Berbagai aspek tentang disain rumah tropis hemat energi dibahas dalam kegiatan Seminar Sehari "Home Design Going Green" (HDGG), di Hotel Ciputra, Jakarta pada 5 September 2007.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ciputra, Century 21 Indonesia, Majalah TREN, dan Tabloid Bintang HOME ini merupakan bentuk kepedulian praktisi dunia desain, dalam menghadapi masalah pemanasan global. Harapannya, peserta dapat mempengaruhi lingkaran jejaring yang lebih luas dan mempromosikan pembangunan rumah hemat energi kepada para kliennya. WWF-Indonesia sangat mengapresiasi partisipasi praktisi dunia desain sumbangan dalam menghadapi masalah Pemanasan Global.

Hemat Enegi
Dr. Ir. Eddy Prianto CES, DEA, salah satu pembicara yang mendapatkan award dari Persatuan Insinyur Indonesia 2007 untuk konsep Rumah Hemat Energi, menyampaikan, " Desain arsitektur rumah yang respek terhadap kondisi iklim setempat, sinar matahari dan gerakan udara untuk kenyamanan penghuni dalam beraktifitas merupakan satu langkah maju. Rumah tropis hemat energi juga bentuk tanggapan atas konteks sosial yang terjadi, yaitu krisis listrik, gerakan hemat listrik, dan pemanasan global."

Dalam diskusi terungkap bahwa konsumsi listrik memberi sumbangan kenaikan emisi CO2 sebesar 19%. Di rumah tinggal, penggunaan pendingin ruangan menempati urutan pertama konsumsi listrik (38%) , diikuti oleh komputer (10%); penanak nasi (10%); mesin cuci (9%); setrika (9%); mesin air (6%); lampu (5%); pemanas air (4%); kipas: 3%; lemari es dan televisi (2%) serta radio/tape (1%). Sementara untuk gedung, penggunaan AC mencapai (39%), lampu (24%); kipas angin (17%); lift ( 7%) dan perlengkapan lainnya sebesar 1(3%).
Upaya untuk menghemat listrik dapat dilakukan dengan cara beradaptasi dengan lingkungan dan mengurangi panas yang datang dari luar, lalu diikuti dengan perbaikan konfigurasi arsitektural. "Saat ini 2/3 panas ruangan disebabkan oleh desain atap yang salah, padahal penggunaan atap bening dapat menyerap hingga 90% panas", jelas Prianto.

Tantangan Utama
Bagi Indonesia, dengan iklim tropis, perlu diterapkan pendekatan enam strategi rumah hijau, yaitu mencakup pelapis bangunan, penerangan, pemanasan, pendinginan, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah.
Rumah dengan sistem pencahayaan hijau dapat mengurangi konsumsi energi. Karena semakin banyak pepohonan tumbuh di sekitar rumah, semakin berkurang intensitas panas. Selain kenyamanan dari sisi thermal, tersedia juga kenyamanan dari sisi visual.
Energi matahari yang melimpah dimanfattkan untuk menciptakan kemandirian energi di rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang menempatkan solar panel di sisi rumah yang menghadap barat yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.
Diakui peserta bahwa bagian tersulit dalam menciptakan rumah hemat energi adalah mengubah aspek kebiasaan individu. Jika menyangkut kebiasaan, cara paling efektif untuk mengajak individu agar berubah adalah dengan contoh. Para praktisi dunia desain juga menyadari, mereka harus memiliki posisi tawar yang kuat dihadapan klien, sehingga klien dapat menerima rancangan rumah tropis hemat energi.
Seminar "Home Design Going Green" ini merupakan langkah awal dari serial seminar untuk mempopulerkan desain Rumah Tropis Hemat Energi. Jika semakin banyak masyarakat yang bersedia menerapkannya, semakin hemat energi yang digunakan, semakin nyaman bumi kita.

Sumber : satudunia.net



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi