Rabu, 20 Agustus 2008

Rumah Tumbuh Sebagai Rumah Trend Masa Kini dan Masa Depan, Solusi Bagi Pemilik Dana Terbatas

Rumah Tumbuh Sebagai Rumah Trend Masa Kini dan Masa Depan, Solusi Bagi Pemilik Dana Terbatas


Rumah Tumbuh Sebagai Rumah Trend Masa Kini dan Masa Depan, Solusi Bagi Pemilik Dana Terbatas

SETIAP orang berhak merancang dan merencanakan kehidupannya di masa depan, termasuk rencana untuk memiliki hunian atau rumah pribadi yang layak. Tak peduli orang tersebut adalah seorang lelaki yang sudah uzur dengan 12 cucu atau wanita separuh baya yang masih lajang, atau pria muda yang eksekutif sukses.

Bagi kalangan berduit tentu bukanlah masalah, karena spesifikasi rumah yang mereka idamkan dapat terpenuhi dengan mudah oleh dukungan dana yang tersedia. Namun, bagi kalangan yang kurang mampu mestilah cermat dalam menyusun rencana dan ketat dalam anggaran finansialnya.

Terjadi perbenturan dua masalah pokok, yakni keinginan memiliki rumah yang nyaman dan kemampuan finansial yang terbatas. Bagaimana mengatasinya?

Rumah tumbuh

Salahkah jika seorang lajang mempersiapkan sejak dini rumah bagi pasangan hidup dan beberapa orang anaknya kelak?

Tentu tidak salah dan bukan masalah. Yang jadi masalah ialah jika ia belum memiliki dana yang cukup pada saat ini untuk mewujudkan rencana masa depannya itu. Berarti ia mesti menunda membeli rumah? Menunggu bertahun-tahun lagi hingga dananya mencukupi? Boleh jadi bertahun-tahun kemudian harga rumah sudah membubung tinggi.

Membangun sekarang sesuai dengan kemampuan, namun "nyambung" pula jika suatu saat nanti mau dikembangkan menjadi rumah yang besar sesuai berkembangnya jumlah anggota keluarga, apakah mungkin?

Rumah tumbuh! Tepat! Yaitu rumah yang dapat dikembangkan pada suatu saat tertentu nanti guna memenuhi kebutuhan akan ruang dan privasi yang lebih memadai.

Hal penting yang wajib disimak dalam mempersiapkan dan merancang sebuah rumah tumbuh ialah soal konstruksi.

Sebuah rumah tumbuh boleh jadi dikembangkan ke samping asal memiliki areal tanah yang luas. Jika demikian, maka masalah konstruksi mungkin tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Namun, umumnya rumah tumbuh mengalami proses pemekaran ke atas, terutama jika mengingat lahan pertanahan di perkotaan yang begitu mahal dan sulit. Jika pemekaran rumah tumbuh dirancang ke bagian atas, maka masalah konstruksi patut digarisbawahi sejak awal. Konstruksi merupakan realisasi dari hitungan-hitungan teknik yang menentukan kekuatan tegaknya bangunan.

Pada kondisi rencana menambah satu level lantai rumah berarti harus menyiapkan konstruksi yang aman terhadap tambahan beban yang cukup besar, terlebih bila yang direncanakan berupa lantai pelat beton. Maka perlu diantisipasi dengan menyiapkan rancangan kolom dan balok yang kekuatannya setara untuk mendukung beban itu.

Pelat beton

Kelak, bagaimana prosedur pelaksanaan penambahan lantai pelat beton di bagian atas rumah, sedangkan semua kolom dan baloknya sudah berbentuk konstruksi beton (pada saat ini) dan berfungsi sebagai pendukung rangka atap?

Kolom beton (tiang/pilar vertikal dari beton dengan tulangan rangka besi) dan balok beton (balok horizontal dari beton dengan tulangan rangka besi) dapat dipapas minimal sete- ngah dari ketebalan yang ada sehingga terpampang besi tulangannya. Maksudnya, agar penulangan untuk pelat beton dan kolom beton lanjutan yang hendak dibuat dapat disambungkan dan saling kait dengan kuat.

Ini merupakan suatu inisiatif konstruksi praktis yang secara teknis kekuatannya relatif lebih lemah dibandingkan dengan konstruksi yang dilaksanakan secara utuh dan lengkap.

Toh inilah satu-satunya upaya yang mudah, cepat, dan hemat dalam pelaksanaan pengembangan rumah tumbuh.

Namun, selain itu, perlu pula diupayakan suatu sistem pembesian (penulangan beton) yang berkualitas dalam artian benar pelaksanaan kerjanya serta tepat spesifikasi materialnya. Pembesian mutlak akurat dan kuat, terutama pada pengembangan atau penambahan lantai atas rumah tumbuh berupa pelat beton.

Sedangkan jika pengembangannya hanya berupa lantai papan dengan rangka balok kayu, tentu lebih mudah lagi karena hanya melanjutkan pembuatan kerangka beton (kolom dan balok) yang tujuannya hanya sebagai kerangka penguat dan pengikat "tubuh" bangunan.

Tentu lebih bijak bila terlebih dahulu meminta pendapat dan saran pada konsultan atau seorang yang ahli sebelum pelaksanaan pembangunan sebuah rumah tumbuh sebab konstruksi adalah bidang yang sangat berbau teknik dan memerlukan hitungan-hitungan nan akurat.

Yang paling pelik dari pelaksanaan sebuah rumah tumbuh ialah masalah desain. Desain yang dibuat haruslah "nyambung" antara pelaksanaan awal dan pengembangannya di kemudian hari. Dan terutama pula, apakah pelaksanaan awal rumah tumbuh tersebut cukup nyaman sebagai sebuah hunian sebelum dikembangkan nantinya.
Faktor desain juga sangat menentukan banyak-tidaknya perombakan yang akan terjadi pada saat pengembangan lanjutan rumah tumbuh tersebut. Maka dibutuhkan desainer tata ruang yang cerdas serta jarak waktu yang cukup sebelum menetapkan pilihan terhadap suatu konsep rumah tumbuh, rumah "tabungan" masa kini untuk masa depan bersama keluarga.

Penting untuk senantiasa diingat tujuan dan proses pelaksanaan sebuah rumah tumbuh. Secara sederhana, rumah tumbuh ialah rumah yang dibangun serta direncanakan dengan matang untuk dikembangkan lebih luas di kemudian hari.

Desain, konstruksi, dan pemakaian material pada sebuah rumah tumbuh sejak awal dipersiapkan secara tepat untuk mendukung pengembangan rumah tumbuh itu sendiri sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Rumah tumbuh sangat berkaitan erat dengan dana yang terbatas. Kendati demikian, rumah tumbuh bukan merupakan konsep yang keliru dalam dunia arsitektur.

Ia merupakan siasat yang pas untuk merancang masa depan dalam situasi ekonomi yang kurang ngepas.

Sumber : 64.203.71.11



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Feng Shui Tata Letak Ruang, Keajaiban dan Tips Memperbaiki Feng Shui Rumah Agar Membawa Hoki

Feng Shui Tata Letak Ruang, Keajaiban dan Tips Memperbaiki Feng Shui Rumah Agar Membawa Hoki


Feng Shui Tata Letak Ruang, Keajaiban dan Tips Memperbaiki Feng Shui Rumah Agar Membawa Hoki

Seni tata letak feng shui bertujuan mengelola sumber chi. Prinsipnya, mengalirkan chi ke dalam ruangan akan membawa energi menguntungkan dalam kehidupan Anda.

Ruang keluarga dan ruang makan:

Bagian tengah rumah mewakili keberuntungan dalam keluarga. Maka paling baik digunakan untuk ruang keluarga atau ruang makan. Kegiatan keluarga, seperti nonton TV atau bermain di ruang tengah akan menciptakan energi feng shui yang baik Bagian ini juga sangat baik untuk menggantungkan potret keluarga.

Dalam ruang keluarga, tempatkan perabot simetris (persegi empat). Hindari pengaturan perabot tidak simetris (berbentuk L atau U). Penting pula untuk mempertimbangkan keleluasaan gerak penghuninya. Gerakan chi dibuat berkelok-kelak lembut.

Dapur dan kamar mandi:

Sudut barat laut akan sangat “terluka” jika digunakan untuk WC, dapur atau gudang karena akan mengusir keberuntungan kepala keluarga. Dapur di sudut barat laut lebih buruk lagi. Kompor atau pemasak di sana menyebabkan pengaruh sangat menghancurkan.

Jika WC berada di sudut barat daya, semua wanita di rumah itu bisa mengalami masalah percintaan, karena laki-laki di rumah itu punya WIL (wanita idaman lain). Atau, mereka berat jodoh.

Posisi tangga:

Hindari menempatkan tangga di ruang tengah, apalagi tangga melingkar. Penempatan seperti ini melambangkan kematian. Pindahkan tangga ke sisi tepi, atau biarkan daerah di antara tangga kosong. Hindari membangun WC, dapur, dan godang di bagian tengah rumah.

Posisi tangga yang baik di bagian tepi rumah. Ingat pula, jangan menggelar karpet merah di anak tangga. Jangan pula menaruh bentuk air (akuarium, lukisan danau, lukisan sungai, air terjun) di bawah tangga, karena bisa “melukai” anak-anak.

Kamar tidur:

Pedoman untuk kamar tidur agar terhindar dari ancaman energi negatif.

* Sebaiknya gunakan satu kasur
* Bentuk ruangan beraturan (persegi).
* Tidak di antara dua pintu, atau menghadap langsung ke pintu.
* Posisi terbaik diagonal antara pintu dan tembok di belakangnya.
* Tidak berada tepat di bawah palang menonjol, jendela, atau kamar mandi.
* Tempatkan kamar tidur di sektor sejuk dan tenang, gunakan teori yin dan yang untuk warna tirai, seprai, dan karpet. Yang adalah putih terang, sedangkan yin hitam, gelap.
* Usahakan posisi kepala mengarah ke sheng chi (energi menguntungkan) Anda.
* Hindari benda bentuk tajam mengarah ke posisi tidur Anda
* Hindari tempat tidur yang terpantul pada cermin.
* Hindarkan bentuk air di kamar tidur. Hindari pula tanaman hidup, lukisan binatang, benda tajam, atau pistol.

Pedoman untuk pintu utama:

* Berbahan solid. Hindari bahan kaca dan plastik keseluruhan.
* Sebaiknya dengan dua daun.
* Posisi tidak terancam energi negatif.
* Tidak menghadap jalan lurus menuju rumah.
* Sebaiknya menghadap ruangan terbuka.
* Tidak menghadap tanah tinggi atau tepat di bawah kamar mandi.
* Tidak terhalang pohon, tiang, perabot, dll.
* Tidak menghadap ke kamar mandi, tangga, pintu lain, dinding bercermin, atau gudang berantakan.
* Lampu di sisi kanan dan kiri pintu utama meningkatkan keberuntungan.
* Pintu dalam dan pintu keluar tidak satu garis lurus, supaya tidak menyebabkan aliran energi mematikan. Jika ada tiga dalam satu lorong, letakkan penyekat di depan pintu kedua.

Menghindari energi beracun:

Hindari energi negatif yang bisa “melukai “Anda. Pilar, furniture, palang menonjol bisa menciptakan ancaman, gara-gara chi terhalang. Jika ada pilar menghalangi aliran energi, bisa diperluas dengan menempatkan tanaman atau membalut pilar dengan cermin.

Bentuk energi negatif bisa bermacam-macam. Misal, sudut yang menonjol tajam, tiang tunggal. Bisa juga karena munculnya energi lurus, atau adanya tiga pintu dalam satu garis lurus. Sementara tanaman dan lonceng bisa memperlambat laju energi. Tanaman juga menyerap energi pembunuh.

Sha: Chi terpotong.

Pagar tanaman, maupun tembok bata, permukaan rata lainnya, serta lapangan menyalurkan energi sangat cepat. Aliran energi ini menimbulkan kesulitan bagi tanaman yang dilaluinya. Ruang antara rumah, garasi, dan sisi tembok menimbulkan efek sirkulasi chi kurang baik.

Sheng: Energi menguntungkan

Angin disaring tanaman di sisi kanan rumah, untuk dapat menerima aliran udara. Konstruksi depan pagar yang terbuka menyaring energi yang meliuk-liuk perlahan menuju ke bagian pinggir dan meliuk menyusuri rerumputan. Semak belukar di sudut rumah ikut mencegah terjebaknya chi di tempat itu.

Menyeimbangkan Chi

Chi! (energi vital) mengalir melewati dan mengelilingi rumah kita. Dengan pedoman pola pa-kua (lambang feng shui 8 sisi) dan unsur alam, Anda dapat mengoptimalkan chi untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan Anda.

Ada beberapa saran praktis - sebutlah Delapan (Langkah) Perbaikan - untuk meningkatkan energi Anda dan membawa perubahan.

Cahaya. Gunakan lampu penerangan ruangan, atau cermin untuk memantulkan cahaya. Cahaya penting untuk memastikan chi tidak terfokus pada arah yang salah.

Suara. Di pekarangan, tanam tumbuhan yang bisa melembutkan tiupan angin, atau mengatur ketersediaan air. Sementara lonceng angin di dalam rumah mengaktifkan chi yang lemah dan menghalau kekuatan negatif.

Warna. Untuk memfokuskan ruangan dan mempengaruhi kehidupan Anda, gunakan warna yang tepat sesuai pa-kua.

Kehidupan. Akuarium ikan dalam rumah. Burung-burung di taman, dan persemaian menambah semangat. Aktivitas kehidupan merupakan ekspresi kuat dan membawa chi,

Pergerakan. Air di dalam maupun di luar rumah akan menyediakan chi melalui alirannya. Anda dapat juga menggunakan kipas angin atau tanaman untuk memperbaiki tiupan angin.

Peralatan mekanis. Bisa meliputi ornamen yang bergerak ditiup angin dan pompa air. Ini akan memperluas pergerakan. Dengan begitu peralatan mekanis juga menyebarkan chi.

Keteduhan. Batu-batuan dan patung di pekarangan juga berperan penting. Anda dapat menggunakan gambar yang melukiskan kedamaian atau ornamen yang membangkitkan keteduhan di dalam rumah.

Garis lurus. Kadang-kadang chi dapat diam di sudut ruangan rumah. Bentuk garis lurus dapat meneruskan energi. Contoh, pegangan tangga. (Intisari)

14 Tips Memperbaiki Feng Shui di Rumah

Coba perhatikan Feng Shui Rumah Anda? Kemudian perbaiki Feng Shui rumah Anda agar membawa hoki. Berikut ini tips memperbaiki Feng Shui rumah Anda.

1. Perhatikan pintu utama: apakah ada sandal atau sepatu berserakan di depan sana? Hindari ini sebisa mungkin. Jaga agar pintu depan terlihat selalu bersih dan rapi. Energi (chi) datang bersama angin dan akan membawa bau sepatu serta sandal itu ke dalam rumah, sehingga menimbulkan penyakit. Kalau bisa, buat air mancur kecil atau kolam ikan untuk menangkap energi ini.

2. Sebaiknya jangan meletakkan televisi di ruang tidur. Bila tidak mungkin memindahkannya dari ruang tidur, tutup televisi itu dengan plastik, bukan kain.

3. Hindari cermin yang berhadapan atau bersebelahan dengan tempat tidur karena akan menyebabkan ada pihak ketiga dalam hubungan Anda.

4. Kolam ikan bila ditempatkan dengan benar akan memberikan keberuntungan. Sebaliknya, bila diletakkan sembarangan akan menyebabkan kebangkrutan, tekanan di tempat kerja, dan banyak masalah lain. Perhatikan seama empat bulan apakah Anda punya banyak masalah setelah menempatkan kolam ikan. Bila ya, pindahkan ke tempat lain.

5. Pastikan bahwa kompor tidak berhadapan dengan lemari es, mesin cuci, pencucian piring, dan toilet. Air dan api yang berhadapan akan membuat keluarga tidak rukun.

6. Jangan biarkan anak-anak tidur di matras karena akan membuat mereka menjadi sering sakit. Alasannya karena chi tidak mengalir di bawah tempat tidur. Idealnya energi chi harus bersirkulasi di sekitar tempat tidur agar anak tetap sehat.

7. Untuk anak-anak yang masih kecil, sandarkan punggung ke tembok selagi menulis. Tempatkan meja belajar dekat tembok yang kokoh. Ini akan membuat anak betah duduk dan belajar lebih lama.

8. Jangan biarkan anak-anak tidur di bunk bed (tempat tidur yang bisa didorong masuk ke yang lebih tinggi untuk menghemat tempat). Anak yang tidur di tempat tidur lebih rendah akan cenderung sakit-sakitan karena tidak mendapat chi yang segar. Namun, bila terpaksa memakai bunk bed, pasang bola kristal di pintu untuk memecah chi yang tidak baik di sekitar tempat tidurnya.

9. Tempat tidur sebaiknya didukung oleh tembok yang kuat di belakangnya. Ini penting agar Anda bisa beristirahat dengan tenang dan nyenyak, sehingga ketika bangun terasa segar. Pada akhirnya akan membuat Anda bisa berkonsentrasi di kantor dengan lebih baik.

10. Jangan letakkan tiang di atas tempat tidur karena akan menghalangi chi, sehingga membuat Anda hidup tertekan.

11. Bila Anda punya tekanan yang banyak di tempat kerja, mungkin sebabnya adalah meja makan terbuat dari marmer. Ganti saja dengan meja kayu.

12. Bila anak sering jatuh sakit, pindahkan ke kamar lain atau pasang lonceng-loncengan dengan tali logam berjumlah enam karena elemen itu akan memecah semua energi bumi di ruangan itu.

13. Jangan gunakan sofa warna merah karena melambangkan elemen api. Konsultasikan dengan ahli feng shui untuk penggunaan warn ini. Sofa merah akan meningkatkan tekanan kerja, kesulitan, dan hambatan.

14. Selalu buka jendela kamar setidaknya selama 20 menit sehari untuk membiarkan udara bersih masuk. Bila tidak, Anda akan tidur dengan chi yang basi sepanjang malam. Tak heran bila keberuntungan tidak juga datang pada Anda.

Sumber : kompas.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia

Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia


Arsitek Bandung Pencetus Sejarah Proklamasi Indonesia

KETOKOHAN Soekarno dalam bidang politik di era tahun 1920-an sampai 1960-an, telah dikenal luas oleh masyarakat nasional maupun internasional. Telah banyak penulis dalam dan luar negeri membahas sepak terjangnya di bidang politik, termasuk juga perjalanan hidupnya. Namun kajian tentang Soekarno sebagai seorang negarawan yang juga sekaligus seorang arsitek belumlah dikenal luas oleh publik. Padahal, gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang teknik yang dianugerahkan kepadanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 13 September 1962 merupakan pengakuan atas sumbangsihnya dalam dunia rancang bangun di Indonesia. Soekarno dianggap telah memelopori dan berhasil menangani projek- projek besar, antara lain Kompleks Asian Games, Hotel Indonesia (HI), Jakarta-Bypass, Masjid Istiqlal, dan Tugu Monumen Nasional (Monas). Projek-projek yang dapat dikategorikan berazaskan Pro Bono Publico atau memihak kepada kepentingan publik. Kekosongan kajian tentang Soekarno di bidang ini, kiranya terjawab dalam buku ini. Suatu penelusuran karya-karya Soekarno semenjak meraih gelar Ingenieur dari Technische Hogeschool (TH-Bandoeng sekarang Institut Teknologi Bandung) di tahun 1926 sampai tahun 1965 (saat meletusnya peristiwa G-30-S) yang dapat dianggap sebagai masa akhir kepemimpinannya. Yang menarik dari pembahasan buku ini adalah pendekatan kajian terhadap karya-karya Soekarno. Berbagai karyanya dalam rentang waktu 40 tahunan ditelusuri melalui pendekatan sejarah mentalite-nya. Sebuah pendekatan yang relatif baru dalam kajian sejarah. Mentalite dapat diartikan sebagai alam pikir bawah sadar dari seorang tokoh yang mampu membuat perubahan dalam struktur masyarakat. Alam pikir bawah sadar ini juga dapat diibaratkan sebagai brainbox, bank data, kumpulan memori yang akan berpotensi sebagai sumber ilham dalam berkarya atau mencipta. Penelusuran sejarah mentalite Soekarno membuat pemahaman atas pengaruh dari latar belakang keluarganya yang multikultural, pendidikan formal di lingkungan Belanda, budaya Jawa dan pewayangan, spirit nasionalisme dari HOS Tjokroaminoto, pendidikan yang ditempuhnya di Technische Hogeschool serta keterlibatannya dalam dunia politik mulai dari skala nasional sampai skala internasional menjadi penting. Semua itu merupakan titik-titik yang memengaruhi alam pikir Soekarno dalam merancang atau mentalite artistiknya. Melalui penelusuran sejarah mentalite inilah, sumber ide, hal-hal yang melatarbelakangi Soekarno mencipta serta simbol, makna yang dikandung pada karya-karyanya pun terungkap. Pemahaman karya-karyanya–dengan ciri rancangan adanya sentuhan “padu padan”– menjadi terintegrasi dengan konteks ruang, waktu dan tempat, ketika karya-karyanya tercipta. Salah satu contohnya adalah pengaruh lawatan Soekarno ke berbagai mancangegara secara maraton dari bulan Mei sampai Juli di tahun 1956. Kota-kota bertaraf internasional seperti di Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman Barat dan Swiss dikunjunginya. Cakrawala alam pikir Soekarno pun semakin kaya dalam menata Indonesia secara holistik dan menampilkannya sebagai negara baru merdeka, tetapi dapat diperhitungkan di dunia internasional. Soekarno kemudian “membidik” Jakarta sebagai “Wajah Muka Indonesia”. Jakarta pun kemudian berkembang pesat. Didirikanlah bangunan indah dan megah kala itu–seperti Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal–tidak ketinggalan dilengkapi patung berskala kota sebagai tengaran kota, seperti Tugu Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, dan Patung Dirgantara. Sedangkan “padu padan” gaya, salah satunya terlihat pada bagian Hotel Indonesia. Pada beberapa tempat, pengolahan eksterior maupun interiornya memadukan arsitektur modern yang tengah berkembang saat itu dengan kebudayaan lokal Indonesia. Kajian buku ini sangat menarik, karena yang dikupas tidak saja karya-karya Soekarno di bidang arsitektur, akan tetapi juga di bidang tata ruang kota, interior, kria, simbol, mode busana dan teks pidatonya yang kaya dengan terminologi arsitektural. Selain itu, informasi-informasi berbagai hal, baik yang menyangkut latar belakang kehidupan Soekarno sampai keadaan sosial, politik, ekonomi, budaya yang berkembang di Indonesia dan di luar Indonesia yang mengiringi gerak langkah Soekarno pun menjadi bagian dari bahan kajian. Sungguh suatu kajian yang terintegrasi. Buku ini tetap merupakan sesuatu yang sangat menarik dan berharga untuk dibaca dan dipahami. Melihat Soekarno dari sisi yang berbeda. Melihat betapa sesungguhnya Soekarno, seorang negarawan sekaligus seorang arsitek.

Sumber : cisral.unpad.ac.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek Bali di Karibia

Arsitek Bali di Karibia


Arsitek Bali di Karibia

Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau2 pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.

Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.

Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira2 bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?

Satu lagi kiprah orang Bali di luar negeri yang membuat saya bangga sebagai orang Bali. Adalah tayangan di Travel Channel yang berjudul Owned Islands, sebuah acara TV yang berisi listing pulau-pulau terkenal yang dimiliki secara pribadi di seluruh belahan dunia termasuk Karibia yang ternyata mendominasi kepimilikan pulau-pulau pribadi. Kenapa Karibia? Selain faktor keindahan pantai dan mudahnya birokrasi pembelian pulau, faktor pentingnya adalah karena jaraknya yang dekat pusat kapitalis Amerika. Negara2 yang masuk kawasan Karibia bisa dilihat disini.

Salah satu pulau yang masuk dalam daftar tersebut adalah Necker Island yang terletak di British Virgin Island. Luas pulau tersebut hanyalah 74 acre dengan sebuah resort pribadi yang berdiri diatasnya. Pemilik pulau pribadi tersebut adalah Sir Richard Branson, yang punya Virgin Airlines dan juga raksasa industri Virgin Music di US sana. Yang cukup mengesankan adalah resort pribadi tersebut bergaya 80% nuansa Bali yang tentu saja diarsiteki oleh orang Bali. Sayang dalam narasinya tidak disebutkan nama, hanya disebut Balinese architect. Memang dalam tayangan itu jelas sekali terlihat gaya Balinya baik dari segi bentuk bangunan, atap maupun dari segi landscaping, plus tentunya patung2 batu yang banyak dijumpai di daerah Gianyar. Bahan2pun langsung didatangkan dari Bali.

Mau liburan ke sana? Harganya ‘hanya’ $56.000 sehari (akomodasi tok, excluding makan dll). Bookingnya yang susah. Pulau tersebut sudah fully booked untuk 10 tahun ke depan. Jadi kalau mau liburan ke sana tahun 2018, harus booking dari sekarang. Saya hanya wonder, dengan level seperti itu, kira-kira bagaimana bayaran arsitek dari Bali itu?

Sumber : devari.org



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek UI Jebolan Berperan dalam Pembangunan Ibukota

Arsitek Jebolan UI Berperan dalam Pembangunan Ibukota


Arsitek Jebolan UI Berperan dalam Pembangunan Ibukota


Foto: Dok./beritajakarta.com

Kesempatan untuk ikut membangun Ibukota akan terus dibuka selebar-lebarnya bagi seluruh alumni dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Indonesia (UI), yang saat ini telah menjadi arsitek. Hal itu karena arsitek lulusan UI sudah menjadi ahli dalam hal membangun, dan kemampuanya tidak perlu diragukan lagi.

"Silahkan bangun Jakarta ini lebih baik, saya percaya lulusan UI adalah ahlinya. Coba kita lihat, hampir seluruh bangunan Jakarta mulai dari tempat hiburan seperti Taman Mini Indonesia Indah, sampai gedung bioskop dibangun oleh arsitek dari UI, belum lagi ratusan gedung-gedung lainya," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo saat menghadiri peluncuran dan pameran Arsitektur 4 Dekade UI di Galeri Nasional Indonesia Jl Medan Merdeka Timur, Sabtu (29/3).

Menurut Gubernur, pihaknya sebelum merancang suatu pembangunan, terlebih dulu akan mengadakan sayembara, dan melalui sayembara itulah para arsitek dari UI bisa ikut. "Saya akan lebih banyak lagi membuat sayembara-sayembara rancangan pembangunan,"katanya.

Gubernur berharap agar para arsitek dari UI dapat menghadapi tantangan untuk memecahkan masalah bangsa dalam bidang pembangunan, khususnya perumahan rakyat. "Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah mengemukakan tentang apa yang bisa dilakukan para arsitek Indonesia guna menyelesaikan masalah perumahan yang saat ini menjadi permasalahan yang krusial, khususnya di kota besar seperti Jakarta. Itu adalah tantangan yang harus dihadapi para arsitek dan kita semua untuk membangun perumahan yang selain murah dan terjangkau bagi rakyat juga ramah lingkungan," ungkap Gubernur.

Sementara itu Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan, jika pameran 4 Dekade Arsitektur dan peluncuran buku tersebut merupakan sebuah momentum penting dalam sejarah perjalanan arsitektur di Indonesia, karena bukan hanya isi karya-karya yang sudah dipamerkan didalamnya yang memuat kilasan perkembangan pemikiran dari para praktisi arsitektur dari generasi tahun 60-an sampai generasi baru tahun 2000-an saja, tapi juga memperlihatkan hubungan yang erat antara dunia akademik dan profesional. Isi buku adalah perjalanan sejarah karya danulasan sistempendidikan UI selama 43 tahun.

"Pameran dan peluncuran buku ini diharapkan menjadi salah satu media penting bagi masyarakat untuk melihat 4 dekade perkembangan arsitektur di Indonesia. Dan kegiatan ini diharap juga bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan kreatif lainya di masa datang," katanya.

Dalam kesempatan itu Gubernur menyempatkan diri melihat-lihat pameran yang telah digelar sejak tanggal 19 Maret hingga 29 Maret 2008 tersebut. Isi pameran sendiri diantaranya, gambar-gambar hasil karya arsitek UI seperti Mei Mumpuni yang telah mengarsiteki pembangunan Bandar Udara Adisucipto serta arsitek-arsitek lain seperti Aditya Pitrianto serta Anita Pramesti.

Selain itu Gubernur juga menuliskan kesan-pesanya pada papan yang disiapkan panitia, isi kesan dan pesan gubernur berbunyi pameran 4D merupakan rangakaian hasil karya yang membanggakan, dan semoga di waktu mendatang kualitas arsitek UI semakin mewarnai arsitektur di Indonesia.

Sumber : beritajakarta.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS

Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS


Arsitek ITB, Raih Gelar Magister Komik dari AS

Christiawan Lie, Komikus Indonesia yang Tampil di Ajang San Diego Comic-Con

Bagi sebagian besar orang, komik hanyalah sebatas hobi. Namun, Christiawan Lie berhasil menembus industri komik mainstream Amerika. Sulung tiga bersaudara ini telah menghasilkan 40 komik yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan 25 tokoh karakter komik. Chris pun menjadi satu-satunya orang Indonesia yang tampil di ajang San Diego Comic-Con, Juli lalu.


KOMIK teranyarnya, Return to Labyrinth, terjual habis hanya dalam dua hari di ajang komik terbesar di dunia, San Diego Comic-Con 2006, Juli lalu. Di komik itu, Chris berperan sebagai ilustrator. Penulis ceritanya Jake Forbes. Komik terbitan Tokyopop tersebut memang sedang digandrungi para pecinta komik. Tak heran jika sekitar 900 orang rela antre demi mendapatkan tanda tangannya di ajang yang sama.

Tak ada yang menyangka bahwa komikus itu berasal dari Indonesia. Komikus bernama beken Chris Lie tersebut hingga sekarang masih memegang kewarganegaraan Indonesia. Kiprahnya sebagai komikus dunia dimulai sejak dia melanjutkan studi ke jenjang master. Di AS, arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memilih jurusan yang tidak lazim, magister komik.

Pria kelahiran Bandung, 5 September 1974, itu tahun lalu merampungkan studi untuk meraih magister komiknya di Savanah College of Art and Design, Savannah, Georgia. “Aku ambil master of fine arts jurusan sequential art, atau kalau diterjemahkan, jurusan komik,” terangnya.

Chris memang sudah berniat menyeriusi komik. Baginya, komik bukan lagi sekadar hobi. Namun, sudah menjadi panggilan jiwanya. “Mencari sekolahnya ini yang susah, kebetulan aku dapat beasiswa fullbrigth S-2 di Amerika ini,” ujar pria yang dinobatkan menjadi lulusan terbaik program S-2 itu. Komikus sudah menjadi cita-cita Chris sejak kecil. Kecintaannya kepada buku cerita bergambar itu dimulai ketika dia duduk di bangku kelas 3 SD. Chris sangat menyukai komik petualangan Tintin.

Hobi membaca tersebut kemudian berkembang menjadi hobi menggambar komik. Umur 13 tahun, Chris sudah mahir membuat tokoh-tokoh komik buatannya sendiri.Komik pertama yang dibuatnya adalah adaptasi dari animasi Centurion. “Film ini dulu ditayangkan di TVRI, aku gambar sendiri ke dalam versi komik,” ujarnya. Komiknya itu sempat “terbit” tiga jilid. Tentu saja, hanya di kalangan terbatas, beredar dari tangan ke tangan melalui teman-teman terdekatnya saja.

Hingga 1998, anak pasangan Lie Hong Ing dan Tan Hwa Kiem ini benar-benar mempunyai komik yang diterbitkan, berjudul Katalis. Setelah itu, beruntun karyanya mulai menghiasi sejumlah toko buku dengan Amoeba, Petualangan Ozzie, Ophir, dan 16 judul buku lainnya. Kepiawaiannya menggambar komik dikukuhkan dengan beragam gelar juara tingkat Asia. Mulai MTV Faces of the Millennium (2000), AXN-Asia Strip Contest (2001 dan 2002), serta Singapore Comic Competition (2002).

Setelah itu, kiprahnya semakin tak terbendung. Selama menjalani kuliah S-2, Chris sempat magang di Devil’s Due, penerbit yang memegang lisensi komik GI Joe. “Secara tak terduga, desainku disukai Hasbro (perusahaan mainan raksasa pemegang lisensi pusat GI Joe),” paparnya. Perusahaan itu menyukai gaya desain dan gambar karya Chris.

Sejak akhir 2004, Chris terlibat proyek yang berkaitan dengan GI Joe Sigma 6, yang merupakan reinkarnasi serial GI Joe. “Karakternya tetap sama, hanya konsep dan penggambarannya yang dibuat modern, disesuaikan dengan budaya masa kini,” imbuhnya.

Chris menangani pembuatan desain action figures, ilustrasi untuk cover DVD, packaging, dan bentuk promosi lainnya yang berkaitan dengan komik tersebut. “Seperti mainan dan bentuk-bentuk promosi lain di Burger King dan beberapa restoran besar lainnya,” sambung penggemar tokoh Spiderman itu. Sekitar 25 buah action figure GI Joe Sigma 6 lahir dari tangannya.

Kreativitasnya tak berhenti hanya di situ. Chris mulai merambah ke komik-komik lainnya. Sejauh ini, komik karyanya yang sudah diterbitkan di Amerika, antara lain 6 buku GI JOe Sigma 6, GI JOe Arashikage Showdown (GN - Graphic Novel), Return to Labyrinth (GN) volume 1, Josie and The Pussycats short stories ( 12 buku), Dungeon and Dragons; Eberron volume 1.

Penggemar Srimulat itu juga sedang terlibat dalam proyek terbarunya, Return to Labyrinth. Dalam sequel dari kisah klasik Labyrinth (1986) yang diproduseri Jim Henson (kreator Muppet Show) dan George Lucas (Star Wars) itu, Chris bertindak sebagai ilustrator. Berkat karyanya ini, Chris mulai terlibat dalam berbagai even komik internasional, seperti San Diego Comic Con sejak 2004. “Terus terang, Comic-Con yang lalu memang sangat berkesan dibandingkan dengan event lainnya,” tuturnya.

Pasalnya, buku terbarunya itu habis terjual hanya dalam dua hari. Selain itu, gelaran diskusi panel yang menghadirkan dirinya dipenuhi ratusan penggemar komik. “Mereka rela antre untuk mendapatkan tanda tangan saya,” lanjutnya. Meski sudah meraup sukses, Chris mengaku belum sepenuhnya puas.

Saat ini, Chris sedang mengerjakan tantangan berikutnya berupa cerita pendek. Di proyek itu, Chris berkolaborasi dengan John Rogers, penulis cerita Transformer: The Movie. “Aku selalu antusias dengan semua karya baru, kita lihat saja nanti hasilnya,” imbuhnya lagi. Selain merampungkan cerita pendek itu, Chris juga ingin berkolaborasi dengan penulis Indonesia. “Aku sangat tertarik bikin Graphic Novel di Indonesia, ingin kolaborasi dengan novelis berbakat Indonesia,” tandasnya.

Sumber : jambi-independent.co.id



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"

Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"


Artikel Arsitek, "Arsitek-arsitek Mungil di Alam"

Binatang-binatang di alam sungguh menarik perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka. Misalnya, citah memiliki sistem rangka dan sistem otot yang sempurna untuk berlari; elang memiliki desain aerodinamis paling unggul di dunia; dan lumba-lumba memiliki kulit serta tubuh yang diciptakan secara khusus, sehingga dapat berenang dan menyelam di air dengan sempurna. Gambaran tubuh binatang yang sempurna tanpa cacat ini adalah bukti untuk mengingatkan kita, bahwa tiap jenis makhluk hidup diciptakan oleh Allah.

Tapi, memiliki tubuh yang sempurna belumlah cukup. Sebab pada saat yang sama, binatang harus mengetahui bagaimana meng-gunakan bagian-bagian tubuhnya tersebut. Misalnya, sayap seekor burung hanya bermanfaat jika burung berhasil terbang, meluncur dan mendarat dengan sayapnya.

Berbagai satwa memperlihatkan keahlian mereka sejak saat mereka dilahirkan. Sebagai contoh, hanya perlu waktu setengah jam saja bagi bayi rusa yang baru lahir untuk berdiri dan berlari; bayi kura-kura yang sebelum menetas ditimbun dalam pasir oleh induk betinanya tahu, bahwa mereka harus memecah cangkang telur mereka dan bergerak ke permukaan pasir. Bahkan, mereka telah diajari bahwa segera setelah muncul di permukaan pasir, mereka harus mencapai lautan. Seolah-olah, semua binatang muncul di dunia ini dalam keadaan telah terlatih dengan baik.

Contoh paling menakjubkan dari ketrampilan mengagumkan yang dimiliki binatang adalah rumah yang mereka bangun sendiri dengan sangat ahli. Ketika kita memperhatikan arsitek-arsitek lain di alam, kita dapat dengan jelas melihat bahwa tiap-tiap mereka adalah keajaiban penciptaan. Marilah kita pelajari sebagian kecil saja dari ribuan contoh yang ada.

'Si Buta Pembuat 'Gedung Pencakar Langit'

Rayap adalah serangga kecil yang menyerupai semut. Mereka hidup berkoloni dan membangun sarang raksasa untuk diri mereka sendiri. Satuan terkecil pembangun sarang tersebut adalah bata-bata mungil yang terbuat dari tanah, yang dibuat rayap-rayap pekerja dengan mencampurkan air liur mereka sebagai bahan perekat. Ukuran sarang rayap kadang dapat mencapai tiga sampai empat meter. Arsitektur sarang yang menyerupai bangunan pencakar langit raksasa bila dibandingkan dengan ukuran tubuh rayap itu sendiri, sungguh sangat menakjubkan.

Bagian dalam sarang rayap dipenuhi dengan lorong-lorong sempit. Di bagian dalam lorong-lorong tersebut, terdapat sekitar satu setengah juta rayap yang bekerja bersama dengan keharmonisan yang luar biasa.

Ketika kita mengamati penampang melintang sebuah sarang rayap, kita akan menemukan sebuah bilik khusus untuk ratu, sejumlah areal pertanian, gudang-gudang penyimpan dan lorong-lorong pengatur kondisi udara.

Rayap melakukan pekerjaan pembangunan dan perbaikan sarang. Selain itu, mereka juga senantiasa siap menghadapi musuh yang mungkin datang, serta bercocok tanam dalam sarang mereka dengan menanam jamur.

Kelangsungan hidup populasi besar seperti ini tergantung pada kondisi terpenting, yaitu kestabilan suhu dalam sarang dan keseim-bangan kadar air. Pemecahan masalah ini benar-benar sempurna. Papan-papan paralel dibuat di areal atap sarang rayap ini. Papan-papan yang terbuat dari lumpur tersebut mampu menyerap kandungan air yang dikeluarkan oleh tubuh rayap. Air ini menguap akibat panas di bagian dalam dan keluar menuju bagian atas melalui celah-celah pengatur kondisi udara pada sarang tersebut. Penguapan ini menurun-kan suhu dalam sarang dan juga menjamin kesinambungan sirkulasi udara. Panel-panel dalam sarang rayap melakukan fungsinya sebagai pengatur kondisi udara secara sempurna tanpa cacat.

Terdapat contoh memukau lainnya tentang pengetahuan konstruksi rayap. Spesies rayap lain, yang hidup di dataran Australia Utara, membuat sarang dengan bentuk menyerupai pisau belati, yakni sangat lebar dengan bagian tepi yang sangat tipis. Rahasia sarang ini terletak pada posisi sudutnya terhadap matahari. Rayap membangun sarangnya dengan sudut tertentu sehingga pada siang hari, ketika matahari berada di puncak ketinggi-an, sangat sedikit permukaan sarang yang terkena sinar matahari. Dengan demikian, panas yang diterima menjadi minimum. Sudut yang sama dipakai pada setiap sarang rayap jenis ini tanpa kesalahan.

Tapi, yang sesungguhnya paling menakjubkan adalah rayap yang mengerjakan semua bangunan megah ini ternyata buta. Jadi, bagaimana makhluk teramat kecil yang tak mampu melihat barang sesentimeter pun di depannya, mampu membangun menara raksasa berdasarkan perhitungan teknik yang rumit? Bagaimana satu setengah juta rayap dalam satu sarang mampu melakukan kerjasama sempurna seperti ini?

Ahli biologi David Attenborough, seorang naturalis terkenal berkebangsaan Inggris, berkomentar tentang pertanyaan ini pada salah satu dokumentasinya:

masing-masing (rayap) pekerja meletakkan adonan lumpur pada suatu tempat tertentu sebagaimana diinginkan oleh sebuah Rancangan Induk. Bagaimana mereka mampu mengerjakan hal tersebut, kita masih belum mengetahuinya.

Rancangan luar biasa yang tidak dapat dimengerti manusia, namun dipatuhi rayap tanpa sanggahan tersebut, adalah ilham yang diberikan Allah kepada makhluk ini.

Apartemen Bertingkat dari Kertas

Makhluk hidup lain yang mengingatkan kita pada lebah madu dengan kemampuan arsitektu-ralnya adalah lebah liar pembuat kertas. Spesies lebah ini mengunyah kayu dan menggu-nakannya untuk membuat selulosa, yakni kertas, di dalam mulutnya. Lalu ia menggunakan kertas ini untuk membangun sendiri sarangnya yang melingkar.

Ia membuat kantung-kantung heksagonal-persis seperti pada lebah madu-dari kertas yang ia rekatkan pada bagian dalam atap rumah. Ia menempatkan satu telur pada masing-masing heksagon pada atap rumah. Sekitar tiga minggu kemudian, larva menetas dari telur-telur tersebut. Larva ini menunjukkan kecerdasan yang mengejutkan dengan menutup lubang kantung yang sengaja dibiarkan terbuka oleh induknya. Dengan cara demikian, mereka menghindarkan diri jatuh ke lantai karena beban tubuh mereka. Setelah tumbuh beberapa minggu, mereka muncul dari dalam kantung sebagai lebah liar dewasa.

Lebah liar muda ini tidak menyia-nyiakan waktu dalam menjalani kehidupan. Setiap kewajiban yang harus mereka kerjakan telah diilhamkan dalam diri mereka oleh Pencipta mereka, yakni Allah.

Lebah muda tersebut memperbesar bangunan yang telah dimulai oleh induk-nya. Pada akhirnya, koloni yang lebih besar muncul. Sarang lebah tersebut kini telah menjadi sebuah blok apartemen bertingkat. Setiap lebah liar yang lahir di sini akan patuh secara penuh pada ilham yang diberikan kepadanya.

Rumah dari Lumpur

Pot kecil, yang mungkin pernah Anda jumpai dalam hidup anda, telah dibuat oleh spesies lebah liar lainnya. Lebah liar ini membuat lumpur lengket dengan mencam-purkan air liurnya dengan tanah lembab. Ia membuat pot-pot yang sangat seragam dengan menggunakan lumpur yang dibuatnya. Ia membuat bentuk pada lumpur tersebut dengan memutarnya secara terus-menerus. Ini adalah teknik yang sama sebagaimana yang digunakan manusia dalam pembuatan pot. Ketika pot selesai dibuat, ia tidak lupa untuk memberi leher dan lubang potnya. Ketika segala sesuatunya telah selesai, lebah tersebut memutar pantatnya ke arah mulut pot dan meletakkan telur di dalamnya. Setelah menambahkan sejumlah bahan makanan ke dalam pot, ia menutup rapat lubang mulut pada pot dan terbang pergi. Larva-larva yang menetas dari telur tersebut akhirnya akan memecah pot dan keluar untuk memulai hidup mereka secara mandiri.

Lebah-lebah muda yang lahir, mulai membangun pot-pot sempurna, persis seperti yang dilakukan oleh induknya, tanpa menjalani pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Ketrampilan sempurna yang mereka miliki diilhamkan dalam diri mereka oleh Allah, yang telah menciptakan mereka.

Oleh karena itu, yang seharusnya kita takjubi dan puji ketika menyaksikan segala bentuk keindahan, estetika dan kemegahan adalah kebesaran Allah, yang menciptakan dan mengilhami semua konsep ini sebagaimana yang Dia kehendaki pada diri makhluk hidup ciptaan-Nya.?

Sumber : harunyahya.com



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi